• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESA CIMANDE DAN KEKAYAAN BUDAYANYA

B. Pencak Silat Cimande

2. Mempelajari Pencak Silat Cimande

Latihan di dalam pencak Cimande secara tradisional terdiri dari tiga tahap. Sebelum memulai latihan fisik, calon murid harus mengucapkan janji (Sd : taleq) dan menjalani ritual inisiasi, dan setelahnya barulah mereka diterima sebagai keluarga besar pencak silat.cimande, dalam ritual inisisi tersebut sang muid harus membaca taleq di hadapan guru mereka. Taleq berfungsi sebagai ‘kontrak’ antara guru dengan murid dan sebagai panduan tata perilaku :

1. Harus taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya

44 Ian Douglas Wilson, Politik Tenaga Dalam (Praktik Pencak Silat di Jawa Barat), h. 49.

2. Jangan melawan kepada ibu dan bapak serta orang yang sudah tua 3. Jangan membantah guru atau rajamu

4. Jangan berjudi dan mencuri 5. Jangan sombong

6. Jangan berzina

7. Jangan berbohong atau menipu

8. Jangan mabuk atau madat (menggunakan narkoba)

9. Jangan membunuh atau menyakiti makhluk ciptaan Tuhan

10. Jangan mengambil tanpa izin atau jangan mengambil tanpa meminta 11. Jangan iri dan dengki

12. Jangan menghindar membayar hutang

13. Jadilah manusia yang sopan, rendah hati, tidak serakah, dan saling menghormati di masyarakat dan seluruh umat manusia

14. Berguru Cimande bukan untuk gagah-gagahan, kesombongan dan ugal-ugalan tapi untuk mencari keelamatan dunia dan akhirat.

Setalah mengucapkan janji atau taleq, sang guru akan memeras daun sirih ke mata sang murid, yang disebut sebagai dipeureuh. Ini adalah upacara simbolik yang menandai masuknya sang murid ke dunia baru, dan komitmen mereka untuk ‘melihat segala hal dengan pikiran jernih’.

Kata bahasa Sunda Peureuh (berkedip karena ada sesuatu di mata) ditafsirkan sebagai gabungan dari kata peurih (perih) dan peurah (kemampuan, mampu, berpengaruh). Sang murid akan melalui masa-masa penderitaan fisik (waktos peureuh) yang akan menguji tekad dan

dedikasi mereka. Namun, begitu mereka telah melalui waktos peureuh, mereka akan memperoleh kemampuan yang luar biasa (peurah).45 Jurus cimande terdiri dari 3 bagian, 33 jurus buang kelid, 17 jurus pepedangan,dan jurus tepak selancar. Jurus kelid berisi teknik-teknik bela diri Cimande. Tiga jurus pertama diajarkan dengan berpasang-pasangan dalam posisi duduk bersila. Menurut Ace Sutisna, cara ini dikembangkan dari praktik latiha setelah salat di masjid, yang menjelaskan mengapa latihan juga dilakukan mengenakan sarung dan peci. Dengan duduk berpasang-pasangan, para murid mempraktikan jurus buang kelid, dengan bergantian menyerang dan menangkis. Dari jurus ke lima hingga ke sembilan, mulai dilakukan kontak fisik dengan pasangan latihan masing-masing untuk mengkondisikan tubuh mereka.

Setelah seorang murid telah menguasai jurus duduk dan lengannya sudh kuat, mereka mulai mempraktikan jurus tersebut bersamaan dengan pola langkah. Secara berpasang-pasangan seorang murid akan menyerang dengan langkah lurus, sementara satunya menangkis menggunakan pola tiga langkah yang disebut lengkah tilu. Setelah menguasai jurus buang kelid, tahap latihan selanjutnya adalah jurus pepedangan. Jurus pepedangan adalah simulasi pertarungan dengan senjata. Senjata tajam yang asli tidak pernah digunakan dalam latihan. Para murid menggunakan tongkat bambu sepanjang 50-60 cm melawan musuh imajiner. Tahap akhir latihan ini adalah menguasai dimensi seni Cimande, yang terkandung di dalam jurus tepak selancar. Karena jurus

45 Ian Douglas Wilson, Politik Tenaga Dalam (Praktik Pencak Silat di Jawa Barat), 53.

ini dirancang untuk ditampilkan di muka umum, gerakan-gerakan tepak selancar sengaja dibuat penuh gaya, sehingga sisi bela dirinya tidak tampak jelas bagi orang luar. Jurus ini dilaksanakan dengan iringan musik. Music pengiring terdiri dari dua kendang besar dan satu kendang kecil yang mengatut tempo jurus, terompet kayu yang berfungsi sebagai nada melodis dan juga gong kecil.46

Setelah mengetahui mengenai Pencak Silat Cimande, tentunya kita perlu tau hubungan pencak silat Ciamnde dengan Tradisi Ngabungbang yang menjadi pokok utama pembahasan penelitian ini. Pencak silat Cimande merupkan salah satu faktor lahirnya ritual mandi suci atau yang lebih dikenal dengan istilah “Ngabungbang”.

Hubungan antara Ngabungbang dengan pencak silat Cimande adalah bahwa pada zaman dulu para pendekar sebelum belajar atau menggunakan jurus silat Cimande mereka terlebih dahulu melakukan ritual Ngabungbang, guna membersihkan diri dan memperlancar dalam proses belajar pencak silat Cimande.47

C. Ziarah Makam Kasepuhan Cimande 1. Pengertian Ziarah

Secara bahasa ziarah diserap dalam bahasa Arab Zara-Ziyaratun-Wa Mazaratun, yang diambil dari kata masdar-nya yaitu Ziyaratun

46 Ian Douglas Wilson, Politik Tenaga Dalam (Praktik Pencak Silat di Jawa Barat),h. 54

47 Ananda Amillia, Fajar Ibrahim, Salwa Nurbaiah, Artikel Ilmiah berjudul “Hubungan Pencak Silat Cimande dengan Tradisi Ngabungbang”. Program Studi Pendidikan Sosologi, Fakultas Pendidikan IPS, Univesitas Pendidikan Indonesia.

artinya berkunjung atau mengunjungi.48 Ziarah secara umum berarti menengok, yakni kunjungan ke kubur untuk memintakan ampun bagi si mayat. Sedangkan hukumnya sunnah bagi laki-laki, sedangkan untuk wanita, jika dikhawatirkan mentalnya tidak kuat, memecahkan tangis, lemah hati, susah dan berkeluh kesah maka hukumnya makruh. Jika sampai berlebihan, hingga meratap, hukumnya haram.49

Josh. Kokoh mengungkapkan menurutnya, ziarah adalah salah satu praktik sebagian umat beragama yang memiliki makna moral. Kadang-kadang, ziarah dilakukan menuju ke suatu tempat yang suci dan penting bagi keyakinan dan iman penganut agama. Orang yang melakukannya dinamakan peziarah.50 Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ziarah dpat diartikan sebagai tradisi mengunjungi makam yang disakralkan/diagungkan.51

Menurut Michael Keene, Ziarah diartikan dalam agama Nasrani ialah suatu perjalanan ke tempat-tempat suci yang dilakukan sebagai pelaksanaan devosi religius, untuk menebus dosa atau untuk menyampaikan ucapan syukur atas terkabulnya suatu doa.52

Ziarah makam boleh dikatakan sebuah fenomena yang selalu ada pada setiap umat manusia sepanjang sejarahnya,53 bahkan sudah ada

48 Ahmad Warson Munawwir, Kamus Al-Munawwir (Surabaya: Pustaka Progresif, 1997), h.

592.

49 Solikhin Muhammad, Ritual & Tradisi Islam Jawa (Yogyakarta : Narasi, Cet. Pertama, 2010), h. 387.

50 Josh. Kokoh, Pr., Tanda: kata, Angka, dan Nada (Yogyakarta: Kanisius, 2013), h. 178.

51 Departemen Pendidikan Naional, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Jakarta : PT.

Gramedia Pustaka Utama, 2008), h. 1570.

52 Michael Keene, Kristianitas (Yogyakarta: Kanisius, 2006), h.100.

53 Syahdan, “ Ziarah Perspektif Kajian Budaya (Studi Pada Situs Makam Priuk Jakarta Utara)”, Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, Vol. 13, No. 1 Agustus 2017, h. 67.

sejak zaman dulu dipraktikkan oleh penganut suatu agama atau kepercayaan.54 Tidak hanya dilakukan oleh orang muslim namun umat beragama lainnyapun melakukannya. Dalam Tradisi Islam, ziarah sudah dilakukan sejak lama oleh mayoritas kaum muslim yang objek ziarahnya adalah makam nabi, para wali dan orang-orang soleh.

Bahkan sebelum agama Islam pun tradisi ziarah sudah dilakukan oleh agama-agama/ kepercayaan sebelum Islam. Kristen Yahudi, misalnya, yang menziarahi kota suci Yerussalem, karena di Yerussalem terdapat Gereja Makam Kristus55 dan terdapat pula Tembok Ratapan.56 Di Indonesia kegiatan ziarah makam terlihat dengan berbagai bentuk kegiatan dan menyertainya prosesi ziarah tersebut pun sangat beragam dilakukan oleh setiap agama.57

Pasca kedatangan Islam di tanah Jawa ziarah tetap dilestarikan dengan memasukkan unsur-unsur keislaman dan merubah objek sandaran para peziarah yang hanya ditujukan kepada Allah SWT, melalui perantara yang diziarahi. Islam mempunyai konsep-konsep mengenai ziarah kubur yang tidak menjurus kepada kemusyrikan. Dalam hal ini

54 Abiza el Rinaldi, Menjawab Vonibas Bid’ah Kaum Salafi-Wahabi (Jawa Tengah: Zahida Pustaka, 2014), h. 120.

55 Trias Kuncahyono, Jerusalem Kesucian, Konflik, Dan Pengadilan Akhir (Jakarta: PT KompasnMedia Nusantara, 2008), h. xxxvii.

56 Sebelum Tembok Ratapan (Wailing Wall) menjadi objek ziarah bagi umat Yahudi , mulanya umat Yahudi berziarah dan beribadah di Bait Allah (The Solomon Temple[Hykl Sulayman]). Namun, karena kota ini sering terjad konflik, tempat suci inipun mengalami dua kali penghancuran. Penghancuran pertama oleh raja Nebuchadnezzar dari Babilonia (587 SM), dan penghancuran kedua oleh Kaisar, Titus dari Romawi (70 M). Sejak saat itu umat Yahudi tidak memiliki rumah suci, yang tersisa hanya Tempbok ratapan saja untuk mengenang yang kemudian dijadikan tempat untuk ziarah dan ibadah mereka. Sampai saat ini Tembok Ratapan merupakan tempat yng pling suci bagi Agama Yahudi. Lihat, Nurcholish Madjid, Fats (Jakarta: Republika, 2002),h. 57.

57 Syahdan, “ Ziarah Perspektif Kajian Budaya (Studi Pada Situs Makam Priuk Jakarta Utara)”, Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, Vol. 13, No. 1 Agustus 2017, h. 67.

para ulama dan ilmuaan Islam, dengan berdasarkan kepada al-Qur’an dan hadits-hadits Nabi memperbolehkan orang untuk melakukan ziarah kubur dan menganggapnya sebagai perbuatan yang memiliki keutamaan, khususnya ziarah ke makam para Nabi dan orang-orang sholeh.58

Tentang jaiz bolehnya ziarah ke kubur telah disepakati kaum muslimin. Dalam kitab al-Fiqh ‘ala al-Madzhahib al-Arba’ah, dikatakan sebagai berikut, “Ziarah kubur adalah perbuatan yang dianjurkan (mandub )guna menimbulkan kesadaran hati dan mengingat akhirat.59Sebagaimana tersebut pada hadist Nabi SAW :

نذأ دقف ,روبقلا ةرايز نع مكتيهن تنك دق : مّلسو هيلع الله ىّلص الله لوسر لاق : لاقف ديرب نع ةرخلأا رّكذت اهّنأف اھوروزف همأربق ةرايز يفدّمحمل Artinya :“Dari Buraidah ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Aku dulu pernah melarang kalian untuk berziarah kubur maka, sekarang telah diizinkan untuk Muhammad menziarahi kuburan ibunya, maka berziarahlah kamu sekalian. Sebab, dengan berziarah akan mengingatkan kamu pada Akhirat.” (H.R. Tirmidzi, dan beliau mengatakan hadits ini hasan shahih).60

Ziarah kubur adalah tindakan yang disengaja oleh setiap pelakunya. Peziarah adalah aktor di dalam kehidupan yang memerankan sebuah panggung drama kehidupan, yang memiliki hasrat, harapan dan kehidupan yang unik. Mereka menciptakan dunia dan strukstur sosialnya

58 Syeikh Ja’far Subhani, Tawssul, Tabarruk, Ziarah Kubur Karamah, Wali Termasuk Ajaran Islam, (Pustaka Hidayah :Jakarta, 1989), h. 501.

59Ahmad Mufid A.R, Risalah Kematian Merawat Jenazah, Tahlil,Tawassul, Ta’ziyah, dn Ziarah Kubur, (Total Media: 2007), h. 81.

60 Imam al-Hafid Abi Isa Muhammad Ibn Isa al-Tirmidzi.

sendiri, termasuk dunia simbolnya. Ziarah kubur merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk mengingat kebaikan atau jasa-jasa orang yang telah mati dengan berdoa memintakan ampun agar kesalahannya diterm Allah SWT. Adapun dalam hal ini, melakukan ziarah ke tempat yang dianggap keramat selain memohon doa untuk mereka yang telah meninggal dunia, juga diyakini bahwa memohon kepada Allah SWT melalui perantara atau roh orang yang meninggal dunia di makam keramat tersebt dapat memberikan keselamatan bagi mereka yang masih berada di atas di dunia serta mendapat perlindungan dari berbagai mara bahaya, kesialan dan sebagainya.61

Dokumen terkait