• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mempelajari Sejarah Gereja

Dalam dokumen publikasi e-reformed (Halaman 49-54)

Thomas Oden mengamati bahwa fokus kaum Injili yang luar biasa besar pada pengalaman pribadi dalam pedalaman Alkitab "telah menghambat pembaca untuk belajar bahwa Roh memunyai sejarah, dan bahwa tubuh Kristus yang dipanggil dari dalam sejarah itu memunyai satu kesatuan...." Berhati-hatilah terhadap 'orang-orang Injili' yang ingin membaca Alkitab tanpa suara dari sejarah gereja, dan hanya mau mendengar suaranya sendiri atau suara-suara kontemporer saja. Orang- orang Injili sering menjadi pecundang ketika mereka secara sistematis mengabaikan orang-orang suci dan para martir serta penulis-penulis konsensus dari abad-abad awal

kekristenan"[16]. Yang Oden katakan adalah orang-orang Injili perlu mempelajari sejarah gereja dan karya penulis-penulis besar Kristen, para teolog, dan para ahli yang karyanya dapat memberitahu kita, paling sedikit, atau mungkin banyak, tentang

kebenaran dan makna Alkitab sebanyak atau lebih dari para penafsir modern.

Banyak kaum Injili mendekati kekristenan dengan pikiran seolah-olah hanya gerakan Injili modern yang memiliki doktrin yang benar dan kesetiaan sejati terhadap Kristus. Ada kecurigaan dari kaum Injili terhadap Roma Katolik dan bahkan denominasi

Protestan, bahwa mereka sulit menemukan kekristenan yang nyata di antara mereka. Sayangnya, sikap ini menyebabkan mereka mengabaikan sejarah gereja, gerakan- gerakannya yang penting dan pemimpin-pemimpinnya yang hebat.

Jika kita tidak belajar dari masa lalu, maka kita bisa dipastikan akan mengulangi kesalahan yang sama. Gnostisisme, contohnya, telah mengancam kekristenan sejak

50

awal masa perkembangannya. Jika kita tidak mempelajari masa lalu, maka kita tidak akan menyadari bahwa manifestasi-manifestasi kontemporer dari musuh lama ini, muncul lagi dalam buku-buku pengembangan diri. Dan Pelagianisme -- kepercayaan bahwa manusia pada hakikatnya adalah baik dan bahwa seseorang dapat

menyempurnakan diri mereka sendiri dengan kekuatan mereka -- mengajarkan filsafat yang sama dengan yang sedang diajarkan oleh gerakan pengembangan diri. Ketika kita tidak mengerti masa lalu, kita akan kesulitan mengenali musuh lama kita yang muncul dalam bentuknya yang baru.

Kalau kita gagal mempelajari sejarah gereja, maka kita akan terpaksa mengulanginya lagi -- memikirkan ulang doktrin kekristenan, dan mendefinisikan ulang ajaran-ajaran ortodoks. Kita gagal menyadari bahwa kebenaran kekristenan adalah kebenaran yang tidak lekang oleh waktu. Kebenaran itu sama, kemarin, hari ini, hingga selamanya. Dengan mempelajari sejarah gereja, kita mengakui kualitas kebenaran Kekristenan yang tidak dibatasi oleh waktu, dan kita memasukkan pemahaman kita dengan unsur yang melampaui pemikiran kita yang dibatasi oleh waktu, pemikiran picik akhir abad keduapuluh yang menekankan bahwa "lebih baru lebih baik".

Lebih jauh lagi, hanya dengan mempelajari masa lalu, kita dapat menangkap sepintas hakikat gereja yang nyata dan abadi. Berada di dalam waktu, kita hanya bisa melihat bayangan kecil gereja. Berada di luar waktu, Allah bisa melihat gereja sepanjang sejarah dari masa para rasul mula-mula sampai masa depan ketika gereja disatukan dengan Kristus. Inilah gereja yang Allah pakai yang di dalamnya kita turut ambil bagian. Kita tidak sendirian karena gereja pada saat ini sedang berada dalam sungai waktu. Kita terhubung dengan saudara-saudara kita dari segala masa, dan untuk segala masa, dalam pemujaan kekaguman kepada Allah yang terus menerus dan komitmen kepada Kristus yang memberikan gereja kekuatan. Dengan mempelajari masa lalu kita, kita dapat mengumpulkan kekuatan untuk melindungi kepercayaan kita dari kesalahan besar pengembangan diri yang berpusat pada diri yang meyakinkan kita untuk

menciptakan ulang gereja yang dapat memuaskan kebutuhan modern. Kebutuhan kita bukanlah kebutuhan modern. Kebutuhan itu adalah kebutuhan setiap orang Kristen sepanjang masa. Kebutuhan itu adalah kebutuhan untuk mengenal Allah, untuk

diselamatkan oleh anugerah-Nya dan tinggal bersama-Nya dan untuk-Nya selamanya. Dengan cara yang sama, mempelajari kehidupan pemimpin-pemimpin gereja

menunjukkan kepada kita siapa pahlawan-pahlawan yang nyata, bukannya seperti pahlawan-pahlawan sekuler pengembangan diri. Tidak ada Tony Robbins atau Stephen Covey di sini, tetapi pria dan wanita yang hidup menjalankan pengajaran Alkitab dengan menyerahkan diri mereka sendiri sebagai pelayanan kasih kepada Yesus Kristus,

kepada Gereja yang kudus, dan kepada satu sama lain. Dan karya-karya agung dari tokoh- tokoh besar Kristen ini memberikan pencerahan terhadap Alkitab dengan pemahaman dan penerimaan kebenaran yang tidak mungkin kita abaikan.

Sebagai contoh, percaya pada keabsahan total Alkitab bukanlah pandangan teologia modern, sebagaimana banyak kaum Injili percayai. Baik Gregorius dari Nyssa maupun Santo Agustinus menegaskan bahwa Alkitab berbicara bersama suara Allah. Timothy

51

George, dekan Beeson Divinity School, menggarisbawahi pentingnya kita kembali kepada karya Bapa-Bapa Gereja, dan mengatakan bahwa "konsensus besar-besaran sepanjang zaman tentang interpretasi pemikiran Kristen pada Alkitab (dan pada hal-hal paling penting lainnya) tidak mungkin salah"[17].

Catatan kaki:

1. 2 Timotius 3:16-17. 2. Matius 22:29-33.

3. Dikutip di Karen R.Long, "Bible Knowledge at Record Low, Pollster Says," National Catholic Reporter, 15 Juli 1994, p.9.

4. Thomas Ehrlich, "The Bible: Our Heritage," The Saturday Evening Post, Mei/Juni 1991, p.66.

5. Earl D. Wilson, The Discovered Self: The Search for Self-Acceptance (Downers Grove, Illinois: InterVarsity Press, 1985), p.9.

6. Mike Murdock, One-Minute Businessman's Devotional (Tulsa, Oklahoma: Honor Books, 1992).

7. Robert J. Wicks, Touching the Holy: Ordinariness, Self-Esteem, and Friendship (Notre Dame, Indiana: Ave Maria Press, 1992), p.9.

8. Dikutip di G. Walter Hansen, "Words from God's Heart," Christianity Today, 23 Oktober 1995, p.23.

9. Ibid., p.25.

10.Walt Rusell, "What It Means to Me," Christianity Today, 26 Oktober 1992, pp.30-31 [penekanan di "interpretive relativism" oleh saya].

11.Ibid., p.30.

12.Ibid., p.31 [penekanan oleh penulis asli].

13.Dikutip di "Classic and Contemporary Excerpts," Christianity Today, 25 Oktober 1993, p.73.

14.Walt Russell, "What It Means to Me," p.32.

15.Jack P. Lewis, The English Bible from KJV to NIV: A History and Evaluation (Grand Rapids, Michigan: Baker Book House, 1981), p.366.

16.Dikutip di Christianity Today, 25 Oktober 1993, p.73.

17.Timothy George, "What We Mean When We Say It's True," Christianity Today, 23 Oktober 1995, p.19.

52

Diterjemahkan dan disunting dari:

Judul buku: Help Yourself; Today's Obsession with Satan's Oldest Lie Penulis: Stephanie Forbes

Penerbit: Crossway Book, Wheaton Illinois Tahun: 1996

54 Publikasi e-Reformed 2010

Redaksi: Dian Pradana, Kusuma Negara, S. Heru Winoto, Yulia Oeniyati

© 1999–2011 – Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA (http://www.ylsa.org) Terbit perdana : 30 Oktober 1999

Kontak Redaksi e-Reformed : [email protected]

Arsip Publikasi e-Reformed : http://www.sabda.org/publikasi/e-reformed

Berlangganan Gratis Publikasi e-Reformed : [email protected] atau SMS: 08812-979-100

Sumber Bahan e-Reformed

Situs SOTeRI(Situs Online Teologi Reformed Injili) : http://reformed.sabda.org/

Facebook e-Reformed : http://facebook.com/sabdareformed Twitter e-Reformed : http://twitter.com/sabdareformed

Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) adalah yayasan Kristen nonprofit dan nonkomersial yang berfokus pada penyediaan Alkitab, alat-alat biblika, dan sumber-sumber bahan kekristenan yang bermutu. Semua pelayanan YLSA memanfaatkan serta menggunakan media komputer dan internet agar dapat digunakan oleh masyarakat Kristen Indonesia tanpa dibatasi oleh denominasi/aliran gereja tertentu (interdenominasi).

YLSA – Yayasan Lembaga SABDA:

Situs YLSA : http://www.ylsa.org

Situs SABDA : http://www.sabda.org

Blog YLSA/SABDA : http://blog.sabda.org

Katalog 40 Situs-situs YLSA/SABDA : http://www.sabda.org/katalog

Daftar 23 Publikasi YLSA/SABDA : http://www.sabda.org/publikasi

Sumber Bahan Alkitab dari Yayasan Lembaga SABDA

Alkitab (Web) SABDA : http://alkitab.sabda.org

Download Software SABDA : http://www.sabda.net

Alkitab (Mobile) SABDA : http://alkitab.mobi

Download PDF & GoBible Alkitab : http://alkitab.mobi/download

15 Alkitab Audio dalam berbagai bahasa : http://audio.sabda.org

Sejarah Alkitab Indonesia : http://sejarah.sabda.org

Facebook Alkitab : http://apps.facebook.com/alkitab

Rekening YLSA:

Bank BCA Cabang Pasar Legi Solo a.n. Dra. Yulia Oeniyati No. Rekening: 0790266579

Download PDF bundel tahunan e-Reformed, termasuk e-Reformeddan bundel publikasi YLSA yang lain di:

Dalam dokumen publikasi e-reformed (Halaman 49-54)

Dokumen terkait