BAB VII DRAMA AUDIO
B. Memperagakan Teknik Dasar dan
B.
Buku Siswa Tunadaksa
162
1. Latihan Pernapasan a.Pernafasan Dada
Pada latihan pernafasan dada kita menyerap udara kemudian kita memasukkannya ke rongga dada sehingga dada kita membusung.
b.Pernafasan Perut
Pada latihan pernafasan perut dilakukan ketika udara yang kita hisap kita masukkan ke dalam perut sehingga perut kita menggelembung.
c.Pernafasan Diapragma
Pada latihan pernafasan diagpragma dilakukan dengan cara mengambil udara, maka diagpragma kita akan mengembung. Hal ini dapat kita rasakan dengan mengembangnya perut, pinggang, bahkan bagian belakang tubuh sebelah atas pinggul kita juga turut mengembang.
Adapun latihan pernafasan diagfarma dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
1) Waktu menghirup udara diusahakan pelan-pelan, rasakan dengan mengembangnya perut. Sehingga rongga dada terbuka lebar dan udara yang masuk maksimal.
2) Setelah udara masuk, tahan selama 5 detik, 10 detik, atau 15 detik secara bertahap.
3) Keluarkan udara sedikit demi sedikit sambil
dengan suara mendesis (sis … sis …)
Seni Budaya Kelas XI 163
Setelah kamu menguasai pernafasan diagfragma dengan latihan secara teratur, maka latihan selanjutnya adalah latihan artikulasi.
2. Latihan Artikulasi
Artikulasi drama audio adalah pengucapan kata agar terdengar baik dan benar serta jelas, sehingga pendengar dapat mengerti terhadap kata-kata yang diucapkan.
Sikap badan yang benar akan membantu memperlancar sirkulasi udara sebagai pendorong utama produksi suara. Sikap yang baik antara lain:
1)Kepala tegak, pandangan ke depan 2)Tulang punggung lurus
3)Dada sedikit membusung
4)Kedua kaki terpancang kukuh di lantai sedikit renggang.
Ucapkan suara-suara berikut ini secara jelas dengan teknik pengucapan dan intensitas suara tepat!
Lakukanlah latihan pernafasan secara berulang-ulang dan teratur.
Lakukanlah latihan artikulasi secara benar dengan mengikuti langkah-langkah berikut ini!
Buku Siswa Tunadaksa 164 a I u e o aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii uuuuuuuuuuuuuuuuuu eeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeee ooooooooooooooooooooooo ba bi bu be bo baba bibi bubu bebe bobo pa pi pu pe po
papa pipi pupu pepe popo bapa bapi bapu bape bapo ma mi mu me mo
na ni nu ne no
mama mimi mumu meme momo mana mani manu mane mano
mamama mimimi mumumu mememe momomo mamana mamina namina numana namino bapamana bipimini bupumunu bepemene sa sa sa sa ca ca ca ca ca la la la la dst.
3. Latihan Intonasi
Seandainya pada dialog yang kita ucapkan tidak menggunakan intonasi, maka akan terasa monoton, datar
Lakukanlah latihan artikulasi secara berulang-ulang dan teratur.
Seni Budaya Kelas XI 165
dan membosankan. Intonasi yang dimaksud adalah tekanan-tekanan yang diberikan pada kata, bagian kata, atau dialog. Dalam tatanan intonasi terdapat tiga macam, yaitu:
1)Tekanan Dinamik (keras-lemah)
Ucapkan dialog pada naskah dengan melakukan penekanan-penekanan pada setiap kata yang memerlukan penekanan.
Ucapkanlah:
Saya harus pergi (ucapkan dengan tekanan lemah). Saya harus pergi (ucapkan dengan tekanan keras). 2)Tekanan Nada (tinggi-rendah)
Cobalah mengucapkan kalimat/dialog dengan suara yang naik turun dan berubah-ubah. Jadi yang dimaksud dengan tekanan nada ialah tekanan tentang tinggi rendahnya suatu kata.
Ucapkanlah:
Saya harus pergi (ucapkan dengan tekanan tinggi).
Saya harus pergi (ucapkan dengan dengan tekanan rendah).
3)Tekanan Tempo (cepat-lambat)
Tekanan tempo adalah memperlambat atau mempercepat pengucapan. Tekanan ini sering dipergunakan untuk lebih mempertegas apa yang kita maksudkan.
Buku Siswa Tunadaksa
166
Ucapkanlah:
Saya harus pergi (ucapkan dengan tempo cepat).
Saya harus pergi (ucapkan dengan dengan tempo lambat).
Latihan tekanan kata untuk memperjelas maksud suatu kalimat.
1) Saya membeli pensil ini. (penekanannya pada kata Saya, bukan orang lain)
2) Saya membeli pensil ini. (penekanannya pada kata membeli, bukan menjua).
3) Saya membeli pensil ini. (penekanannya pada pensil, bukan buku tulis).
Lakukanlah latihan intonasi secara berulang-ulang dan teratur.
Latihlah intonasi berbicara dalam beberapa penggalan dialog berikut ini.
Latihlah secara berulang dan sungguh-sungguh!
Mintalah bimbingan pada Bapak/Ibu gurumu.
Seni Budaya Kelas XI 167
Latihan tekanan kata untuk membedakan maksud dalam suatu kalimat.
1) Dina pergi dari sini. 2) Dina pergi dari sini.
Merujuk pada maksudnya, kedua kalimat di atas harus diucapkan dengan tekanan yang berbeda. Kalimat pertama mengekspresikan kemarahan tokoh dengan menyuruh Dina pergi (mengusir). Sementara kalimat kedua menyampaikan informasi/ memberitahukan bahwa Dina telah pergi.
4. Memperagakan Drama
Setelah kamu selesai melakukan latihan dasar-dasar drama audio, kamu bisa melanjutkan latihan membaca penggalan dialog drama audio. Berikut contoh penggalan dialog drama audio yang dapat kamu pergunakan untuk latihan bersama teman-temanmu.
Contoh Naskah Drama Audio (Sumber: arrahman-riara.blogspot.co.id)
SANG PEMIMPI
PELAKU NARASI/AUDIO
Musik In-up-down-out
Announcer (on mike)Assalamualaikum,Wr.Wb. dan salam sejahtera bagi kita semua. Para pendengar, jumpa lagi dalam acara forum informasi.
Buku Siswa Tunadaksa
168
Siaran ini ditujukan kepada pemirsa sekalian. Musik In-up-down-out
Announcer Acara ini diselenggarakan dalam rangka menjelaskan bahwa pentingnya Pendidikan . dan cerita berikut ini mudah-mudahan bisa membangkitkan semangat dan motivasi para pendengar sekalian.
Musik In-up-down-out
Announcer (on mike)Di pesisir selatan pulau Belitung terdapat sebuah desa yang bernama Gentong ada seorang anak yang bernama ikal yang mempunyai cita – cita yang besar yang bila dilihat dari latar belakang kehidupan keluarga mereka cita – cita itu hanyalah sebuah mimpi, anak seorang kuli pertambangan Timah di pulau Belitung yang penghasilannya hanya cukup untuk makan mereka sehari-hari, ikal berumur 12 tahun dia tinggal dengan ayah dan ibu nya di satu rumah kecil di desa gentong. Ada satu anak lagi yang memiliki cita-cita yang besar seperti Ikal ,Pemimpi kelas Kakap, anak itu adalah Arai-saudara jauh yang yatim piatu dan akhirnya menjadi saudara angkat ikal.
Seni Budaya Kelas XI 169
Babak 1
PELAKU NARASI/AUDIO
F.X Suara burung suasana di pagi hari Sarmin
(Ayah Ikal)
(on mike) Ikal…. Ayo cepat lah .. kite dah ketinggalan kereta…
Ikal (on mike) Nak kemane kite pak…
Sarmin (on mike) Nanti kau tau sendiri...
Narator (on mike) Pagi itu Ikal dan Ayahnya menjemput Arai di rumahnya
Sarmin (Ayah Ikal)
Fade In
Arai (on mike) Assalamu’alaikum….
Sarmin (on mike )Wa'alaikumsalam……
Selamat pagi pak cik aku dah lame menunggu pak cik..
Narator (on mike) iye rai … tadi kami lame mencari rumah kau , dah lupe pak cik ni.. lah tue… oh iye rai…ini kenalkan Ikal anak pak cik.. die same umur nye macam kau…
Sarmin (on mike) Ikal dan Arai cuma saling pandang, tak sepatah katapun yang mereka berdua ucapkan.
Arai (on mike) Cepatlah kau beresin pakaian kau rai.. kite berangkat sekarang juge.
Buku Siswa Tunadaksa
170
PELAKU NARASI/AUDIO
Narator (on mike) Dalam perjalanan pulang ke rumah , di dalam kereta.Arai memulai percakapannya dengan Arai..
F.X Suara di dalam kereta api
Ikal (on mike) Kal.. aku punye mainan, mau kau ? Ini Gangsing namenye.. aku sendiri yang membuatnye.. bagus kan?
Arai (on mike) Iye rai bagus.. kau sendiri yang buat? wah .. kau pintar buat mainan ternyate.. ngape tak jadi tukang penjual mainan saje kau
ni… ha..ha..ha..
Ikal (on mike) Ha..ha..ha.. ade – ade saje kau ni .. cite-cite ku nak keliling Eropa kal.. aku nak gapai cite-cite ku sampai ke Roma…
Arai (on mike) Ha….ha.. ha.. Gile kau.. dari mane
kau duit untuk ongkosnye…itu butuh duit Rai bukan kertas… hahaha…
Narator (on mike) Benar juge ape yang kau kate Rai…
aku juge nak ke Eropa.. aku nak ke Paris..
Aku nak jadi penulis terkenal Rai…
(on mike) Arai memang seorang anak yang luar biasa .. ketika seharusnya ikal yang menghibur dia , malah Arai lah yang membuat ikal tertawa.. sejak saat itu mereka berdua bersahabat.
Seni Budaya Kelas XI 171
Keesokan harinya Ikal dan Arai menonton TV di balai desa,saat itulah mereka bertemu dengan jimbron.
PELAKU NARASI/AUDIO
F.X Suara TV (film koboy)
Arai (on mike) Wah… bagusnye kal film nye film koboy…aku nak jadi koboy kal… heee.. kau
nak jadi ape ?
Ikal (on mike) aku nak jadi indiannye Rai… ha..ha..
Narator (on mike) Tiba-tiba ada seorang anak menghampiri mereka berdua..anak itu adalah Jimbron.
Jimbron (on mike) Hai boy… boleh tak aku nonton tv
bareng kalian berdue? (intonasi suara gagap) Ikal (on mike) Boleh boy..siape name kau ? rupenye
kau juge senang film koboy ? ape kau nak jadi koboy pule ?
Jimron (on mike) Aku memang senang same film koboy .. tapi aku bkn senang same koboynye.. tapi same kudenye.. he.. ( intonasi suara gagap)
Narator (on mike) Jimbron sangat senang dengan kuda, dia memimpikan ingin memiliki kuda sendiri..jimbron juga punya kisah sedih , ibunya meninggal waktu dia masih kecil ,suatu hari ayahnya terkena serangan jantung ,jimbron masih kecil dia tak tau bagaimana
Buku Siswa Tunadaksa
172
menyelamatkan ayahnya, ayahnya tak tertolong, sejak saat itu jimbron jadi gagap. Musik In-up-down-out (Sekali lagi,ipang)
Berlatihlah membacakan drama dan hapalkan teksnya.
Mintalah bimbingan pada Bapak/Ibu gurumu. Peragakanlah di depan kelas.
Seni Budaya Kelas XI 173
Secara sederhana drama audio adalah drama yang dapat disimak dan dinikmati melalui pendengaran. Drama audio adalah karya sastra yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia dalam bertingkah laku yang ditampilkan dalam beberapa babak melalui suara/audio.
Secara umum sebuah drama memiliki beberapa karakteristik, yakni: adanya pengalaman hidup manusia;dipentaskan/dipertunjukan; berbentuk dialog; di hadapan orang banyak; dan dilakukan di atas panggung atau sarana pertunjukkan. Adapun secara khusus drama audio memiliki karakteristik, yakni: auditif, imajinatif, dan gaya percakapan yang jelas.
Sebelum memainkan peran dalam drama audio, para dramawan melakukan latihan-latihan antara lain: latihan pernapasan, latihan artikulasi, latihan intonasi, dan latihan penokohan. Sementara latihan ekspresi yang berkaitan dengan ekspresi muka, dialihkan pada penguatan latihan membaca dialog dengan penekanan kata-kata secara tepat.
Buku Siswa Tunadaksa
174
Kompetensi Pengetahuan
I. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat!
1. Drama adalah karya sastra yang ditulis dalam bentuk
….
A. surat B. puisi C. dialog D. pantun
2. Pertunjukan sandiwara untuk penayangan di media elektronika disebut ….
A. film B. sinetron C. sandiwara D. taeter
3. Pementasan drama sebagai sebuah seni disebut ….
A. film B. sinetron C. sandiwara D. teater
Seni Budaya Kelas XI 175
4. Drama yang penuh kesedihan disebut ….
A. tragedi B. opera C. melodrama D. tablo
5. Karakteristik utama drama audio bersifat ….
A. realita B. auditif C. visual D. deskriptif
6. Drama yang dialognya diucapkan dengan diiringi Musikdisebut ….
A. tragedi B. opera C. melodrama D. tablo
7. drama yang menggunakan layar lebar disebut drama
….
A. televisi B. film C. radio D. panggung
Buku Siswa Tunadaksa
176
8. ide pokok atau gagasan utama sebuah cerita drama disebut ….
A. tokoh B. watak C. akur D. tema
9. Drama yang hanya didengar saja oleh penikmat disebut drama ….
A. radio B. televisi C. wayang D. boneka
10.Perilaku yang diperankan oleh tokoh disebut ….
A. Tokoh B. Watak C. Perilaki D. sikap
Essay
Jawablah secara jelas!
1. Jelaskan pengertian drama audio! 2. Sebutkan karakteristik drama audio!
3. Sebutkan latihan apa saja yang harus dilakukan seorang tokoh drama audio!
Seni Budaya Kelas XI 177
Kompetensi Keterampilan
1. Peragakanlahsebuah drama audio!
(Naskah drama audio bisa dibuat atau disiapkan bersama antara guru dengan peserta didik, atau disiapkan oleh guru.)
Buku Siswa Tunadaksa
178
Setiap manusia dianugerahi oleh Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk yang sempurna. Manusia dengan kesempurnaanya dapat saling berinteraksi dengan sesama bahkan dengan lingkungan hidup disekitarnya.
Pada hakikatnya pengalaman dalam berinteraksi dan berdialog dengan sesama tidak akan pernah terputus. Jalani interaksimu dengan sesama dalam hal yang positif dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan masyarakat bahkan bagi nusa dan bangsa kita tercinta ini.
Kita harus hidup dengan selalu bersyukur terhadap anugerah yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa, dan selalu memuliakan NamaNYA.
Seni Budaya Kelas XI 179
GLOSARIUM
Ambitus : Kemampuan seseorang untuk menjangkau wilayah suara dari yang terendah sampai yang tertinggi
Announcer : Penyiar
Artikulasi : Gerakan otot-otot bicara yang digunakan untuk berbicara; kejelasan pengucapan.
Balance : Keseimbangan
Dialog : Percakapan dua orang atau lebih (dalam sandiwara, cerita, dsb.); Karya tulis yg disajikan dalam bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih.
Dinamis : Penuh semangat dan tenaga sehingga sehingga cepat bergerak
Elemen : Unsure-unsur daklam musik
Eventt : Perayaan budaya seni atau hiburan
Buku Siswa Tunadaksa
180
Harmoni : Paduan bunyi /keselarasan
Ide : Rancangan yang tersusun di dalam pikiran
Inovasi : Pemasukan atau pengenalan hal-hal yang baru;pembaharuan.
Intonasi : Lagu kalimat; ketepatan penyajian tinggi rendah nada (dari seorang penyanyi).
Imajinasi : Daya piker untuk membayangkan atau menciptakan
Improvisasi : Penciptaan atau pertunjukan sesuatu tanpa persiapan terlebih dahulu
Kreatif : Memiliki daya cipta/menciptakan sesuatu
Mixing : Membaurkan
Modernisasi : Proses pergeseran sikap dan mentalitas sebagai warga masyarakat untuk bisa hidup sesuai dengan tuntutan masa kini
Seni Budaya Kelas XI 181
Monumen : Bangunan dan tempat yang mempunyai nilai sejarah
Motif : Corak
Narator : Orang yang bercerita/Pencerita
Nusantara : Sebutan (nama) bagi seluruh wilayah kepulauan Indonesia.
Oktaf : Nada yang ke delapan dalam deretan tangga nada diatonic yang mempunyai getaran sebanyak dua kali lipat
Unik : Tersendiri dalam bentuk atau jenisnya; lain daripada yang lain; tidak ada
persamaan dengan yang lain; khusus.
Watak : Sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku; budi pekerti; tabiat.
Buku Siswa Tunadaksa
182
DAFTAR PUSTAKA
Adiwijaya, Wakijo. 1970. Seni Suara dan Teori musik praktis. Bandung: FA. Hasmar
Cakrawala: Seni Musik. Solo: CV. Graha Kurnia Binuka
http://kbbi.web.id. Kamus Besar Bahasa Indonesia-Kamus
Versi Online/Dalam Jaringan. --- 2007. Seni Budaya. Jakarta: Erlangga
Permendiknas Nomor 32 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru Pendidikan Khusus.
Permendikbud RI Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta: Kemendikbud.
Permendikbud Nomor 71 Tahun 2013 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru untuk Pendidikan Dasar dan Menengah.
Permendikbud RI Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Jakarta: Kemendikbud.
Permendikbud RI Nomor 40 Tahun 2014 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Menengah Atas Luar Bisaa. Jakarta: Kemendikbud.
Permendikbud RI Nomor 103 Tahun 2014 tentangPembelajaran Jakarta: Kemendikbud.
Rangkuti, RE. Dkk. (1982). Kumpulan Lagu-lagu Daerah (Dilengkapi dengan Akord). Jakarta: Titik Terang.
Seni Budaya Kelas XI 183
Fathurohman, Irfai. 2015. Pengertian komik, cirri-ciri komik, jenis-jenis komik [online]. Tersedia
http://tugaskuliahchrs.blogspot.co.id/2009/09/penge rtiankomik-ciri-ciri- komik-jenis.html [21 Maret 2016] Materi kampus, 2016. Contoh makalah. [online] tersedia:
www.materikampus.com/2015/11/not-angka-lagu-daerah-html [22 Maret 2016]
ardiwasilachandra.blogspot.co.id/2014/pengertian-unsur-ciri-drama.html
Belasari kusuma.blogspot.co.id (22 Maret 2016) Dunialiasaad.blog.co.id.2015 [22 Maret 2016] https://mgmpseni.worpress.com/materibelajar/seni-musik [20 Maret 2016] kisahasalusul.blogspot.co/2015/09/contoh-tari-kreasi-baru-dari-html walpaperhd99.blogspot.co.id/2015/09/cara-memainkan-angklung-melodi.html [20 Maret 2016] www.google.co.id/search=lagu+nusantara www.negerikuindonesia.com/2015/10/alat-musik-tradisional-dari.html
Buku Siswa Tunadaksa
184
Riwayat Penelaah
Drs. Usep Kustiawan, M.Sn. lahir di Bandung,
10 Mei 1962. Latar belakang pendidikan seni rupa diawali dari Diploma II/DII Tahun 1984, Diploma III/DIII Tahun 1985, dan Sarjana Pendidikan/S1 Tahun 1987 dari Jurusan Pendidikan Seni Rupa IKIP Bandung. Sementara Magister Seni diraihnya dari Program Sudi Seni Murni Institut Teknologi Bandung pada Tahun 1996. Mengajar Seni Rupa sejak tahun 2009 di Universitas Negeri Malang hingga sekarang sebagai Dosen Seni Rupa di Jurusan PLB FIP Universitas Negeri Malang. Buku-buku yang ditulisnya, antara lain: Produksi Media Grafis (1990), Produksi Media Sederhana (1991), Produksi Media Foto (1993), Proses Pembuatan Kain Ikat Tradisional (1994), Media Pembelajaran (2006), KESENIAN Materi Bidang Bidang Studi SLTP (2007), Pengembangan Media Pembelajaran Anak Usia Dini (2011), Media Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (2011), Sumber dan Media Pembelajaran Anak Usia Dini (2013), Pengembangan Pembelajaran Seni SD (2014), Media Pembelajaran Sekolah Inklusif (2014), Pengembangan Materi Pembelajaran Seni Sekolah Dasar (2015), Media Pembelajaran Anak Berkebutuhan Khusus (2015), Media Pembelajaran Sekolah Inklusif (2015), Seni Budaya PAUD Inklusif (2015), Pengembangan Media Pembelajaran Anak Usia Dini (2016).
Seni Budaya Kelas XI 185
Riwayat Penulis
Anna Dastiana Ismayanti, S.Pd
.Lahir di Bandung Jawa Barat, 9 Mei 1971. Menghabiskan masa kecil hingga lulus SMP di kota Priangan Bandung. Melanjutkan studi ke SMA Negeri 3 Cimahi Jurusan Biologi hingga lulus tahun 1990.
Selepas SMA melanjutkan ke SGPLB Negeri Bandung dengan Spesialisasi Pendidikan Anak Tunanetra, dan lulus Tahun 1993. Pendidikan S1 ditempuh di Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP UPI Bandung dengan Spesialisasi Pendidikan Anak Tunanetra juga dan lulus tahun 2007.
Mulai mengajar di SLB-A Negeri Citeureup Cimahi pada bulan Maret tahun 1993 sampai dengan saat ini.Atas Karunia Alloh SWT, diberi pendamping yang selalu mendukung, membimbing, dan berdiskusi dalam segala hal yaitu Yadi Muchtar, A.Ks, MPs.Sp dan dipercaya menjadi seorang ibu untuk tiga orang putra dan putri: Wempy Shidiq Purwadi, Wira Kusumah Mulya Ramadhan, dan Wilma Berliana Nabila Putri.