BAB II SEJARAH SINGKAT UNDANG - UNDANG
B. Peraturan Perundang - undang Tentang Kewarganegaraan Republik
4. Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia
Uraian lengkapnya sebagai berikut :
1.1. Siapa saja Warga negara Indonesia ;
a. Setiap orang yang berdasarkan peraturan per-undang2-an dan/ atau berdasarkan perjanjian Pemerintah RI dengan negara lain sebelum UU ini berlaku sudah menjadi WNI;
b. Anak yang lahir dari perkawinan yang sah ayah dan ibunya WNI; c. Anak yang lahir dari perkawinan sah ayah WNI dan Ibu WNA; d. Anak yang kahir dari perkawinan sah dari Ayah WNA dan ibu
WNI;
e. Anak yang lahir dari perkawinan sah ibu WNI , tetapi ayahnya tidak mempunyai kewarganegaraan atau hukum negara ayahnya tidak memberikan kewarganegaraan;
f. Anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meningal dunia dari perkawinan yang sah dan ayahnya WNI; g. Anak yang lahir diluar perkawinan yang sah dari ibu WNI;
h. Anak yang lahir di luar perkawinan yang dari ibu WNA, yang diakui oleh ayahnya WNI dan pengakuan tersebut diberikan sebelum berusia 18 tahun/belum kawin;
i. Anak yang lahir di wilayah RI yg pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah/ibunya;
j. Anak yang baru lahir ditemukan di wilayah RI selama ayah dan ibunya tidak diketahui;
k. Anak yang lahir di wilayah negara RI apabila ayah dan ibunya tidak mempunyai kewarganegaraan atau tidak diketgahui keberadaanya;
l. Anak yang lahir di luar wilayah RI dari ayah dan ibu keduanya WNI karena ketentuan negara tempat anak dilahirkan memberikan kewarganegaraan;
m. Anak yang lahir dari ayah/ibu yang telah dikabulkanya permohonan kewarganegaraannya, karena meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah/janji setia;
18 Penentuan Status Keimigrasian dan Kewarganegaraan
1.2. Syarat dan Tata Cara Memperoleh Kewarganegaraan
Republik Indonesia; Untuk memperoleh
kewarganegaraan Indonesia dapat melalui :
a. Pewarganegaraan adalah tata cara bagi orang asing untuk
memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia melalui permohonan Pewarganegaraan; (NATURALISASI) Pasal 9 Undang – Undang No. 12 Tahun 2006;
Persyaratan Pewarganegaraan
b. Perkawinan;
. Warga negara asing yang kawin secara sah dengan Warga Negara Indonesia dapat memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia dengan menyampaikan pernyataan menjadi warga negara di hadapan Pejabat (Karena PERKAWINAN) Pasal 19 Undang - Undang No. 12 Tahun 2006;
Pewarganegaraan berdasarkan Perkawinan Pasal 19 secara online sistem
20 Penentuan Status Keimigrasian dan Kewarganegaraan
Alur Penyampaian Permohonan Kewarganegaraan Secara Elektronik
Perubahan mendasar dalam layanan Pewarganegaraan Online: Layanan dilakukan secara manual menjadi secara elektronik ; Waktu penyelesaian menjadi 10 hari sejak diterima dokumen fisik lengkap;
Penandatanganan Keputusan Menteri oleh Dirjen.AHU secara elektronik ; Pemohon dapat mencetak sendiri keputusan Menteri
c. Orang yang berjasa kepada negara.
Pewarganegaraan karena PEMBERIAN oleh Presiden Republik Indonesia Pasal 20 Undang - Undang No. 12 Tahun 2006. Diberikan kepada Orang asing yang telah berjasa kepada negara Republik Indonesia atau dengan alasan kepentingan negara dapat diberi Kewarganegaraan Republik Indonesia oleh Presiden setelah memperoleh pertimbangan DPR-RI kecuali dengan pemberian kewarganegaraan tersebut mengakibatkan yang bersangkutan berkewarganegaraan ganda.
Persyaratan Pewarganegaraan melalui Penghargaan
Alur Penyelesaian Pewarganegaraan Melalui Penghargaan
22 Penentuan Status Keimigrasian dan Kewarganegaraan
1.3. Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia ;
Seseorang warga negara Indonesia dapat kehilangan kewarganegaraan bila:
a. memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri; b. tidak menolak / melepaskan kewarganegaraan lain;
c. dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh Presiden; d. masuk dinas tentara asing;
e. Secara sukarela masuk dinas negara asing;
f. Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tertentu; g. turut serta pemilihan yg bersifat ketetanegaraan negara asing; h. mempunyai paspor atau surat lainnya dari negara asing;
i. Bertempat tinggal selama 5 tahun secara terus menerus atau 10 tahun tidak berturut-turut dan tidak menyatakan untuk tetap menjadi Warga Negara Indonesia, tidak melapor ke Perwakilan RI “sepanjang yang bersangkutan tidak menjadi tanpa kewarganegaraan”;
j. Karena Perkawinan;
1.4. Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia.
Bagaimana seseorang yang telah kehilangan kewarganegaraan Indonesianya dapat memperoleh kembali kewarganegaraan Indonesianya, ketentuan mengenai hal ini diatur dengan:
a. Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2007 Tentang Tata Cara Memperoleh, kehilangan, pembatalan, dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia Republik Indonesia yang di dalamnya memuat tentang :
1. Tata cara penyampaian Memperoleh Kembali kewarga-negaraan Republik Indonesia;
2. Persyaratan memperoleh kembali kewarganegaraan Republik Indonesia.
b. Memperoleh kembali kewarganegaraan Indonesia dapat juga dilakukan dengan Pendaftaran, siapa saja orang yang termasuk di dalamnya diatur sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia No M.01.HL.03.01. TH 2006 Tentang Tata Cara Pendaftaran Untuk Memperoleh Kewarganegaraan Republik Indonesia, berdasarkan Pasal 41 dan Memperoleh Kembali Kewarganegaraan Republik Indonesia Berdasarkan Pasal 42 Undang-Undang No 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia yang mengatur :
1. Permohonan pendaftaran memperolah kewarganegaraan Republik Indonesia bagi anak berkewarganegaraan ganda;Produknya adalah SK Menteri Hukum dan HAM yang nantinya digunakan sebagai salah satu persyaratan memilih kewarganegaraan Republik Indonesia;
2. Permohonan pendaftaran memperoleh kembali kewarga-negaraan Republik Indonesia, Produknya adalah SK Menteri Hukum dan HAM. Diperuntukkan bagi orang- orang yang telah 5 tahun berturut- turut atau 10 tahun tidak berturut- turut tinggal di luar negeri dan tidak melaporkan diri atau bagi eks warga negara Indonesia. Kedua permohonan tersebut saat ini telah berakhir sejak tahun 2009 dan tahun 2010.
c. Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Nomor M.HH.19.AH.10.01 Tahun 2011 Tentang Tata Cara Penyampaian Pernyataan Memilih Kewarganegaraan Bagi Anak Berkewarganagaraan Ganda.
Hal-hal yang diatur:
a. Penyampaian Pernyataan Memilih Kewarganegaraan Republik Indonesia;
b. Penyampaian Pernyataan Memilih Kewarganegaraan Asing; dan
24 Penentuan Status Keimigrasian dan Kewarganegaraan c. Anak Berkewarganegaraan Ganda yang tidak memilih salah
satu Kewarganegara.
Siapa saja yang disebut Anak Berkewarganegaraan Ganda Terbatas :
1. Anak yg lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah dan ibu Warga Negara Asing;
2. Anak yg lahir dari perkawinan yang sah dari ayah WNI dan ibu Warga Negara Asing ;
3. Anak yang lahir diluar perkawinan yang sah dari seorang ibu Warga Negara Asing yang diakui oleh seorang ayah Warga Negara Indonesia sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum berusia 18 tahun atau belum kawin; 4. Anak yang lahir diluar wilayah Republik Indonesia dari ayah
dan ibu Warga Negara Indonesia, yang karena ketentuan negara tersebut memberikan kewarganegaraan ;
5. Anak Warga Negara Indonesia yang lahir diluar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun atau belum kawin diakui sah oleh ayahnya Warga Negara Asing , tetap diakui Warga Negara Indonesia ;
6. Anak Warga Negara Indonesia yang belum berusia 5 tahun diangkat secara sah oleh Warga Negara Asing berdasarkan Penetapan Pengadilan tetap menjadi Warga Negara Indonesia.
Penyampaian Pernyataan Memilih Kewarganegaraan Republik Indonesia bagi Anak Berkewarganegaraan Ganda dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Anak yang lahir sebelum undang – undang melampirkan Keputusan Menteri;
2. Anak yang lahir setelah undang – undang melampirkan bukti affidafit.
d. Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia No.47 Thn 2016 Tentang Tata Cara Penyampaian Permohonan Kewarganegaraan RI Secara Elektronik
Hal-hal yang diatur:
1. Pernyataan Memilih Bagi Anak Berkewarganegaraan Ganda;
2. Pernyataan tetap sebagai WNI;
3. Laporan Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia dengan sendirinya;
4. Kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia atas permohonan sendiri kepada Presiden;
5. Surat Keterangan Kehilangan kewarganegaraan Republik Indonesia; dan
6. Memperoleh kembali Kewargaraan Republik Indonesia Dasar diterbitkannya Permenkumham 47 Tahun 2016 adalah untuk :
1. Mempermudah dan mempercepat layanan kewarganegaraan;
2. Mewujudkan layanan yang lebih efektif dan efisien 3. Mengurangi ekonomi biaya tinggi.