• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mempraktikkan berbagai aktivitas kebugaran jasmani untuk

Ayo mencoba

PJOK Kompetensi Dasar :

4.4 Mempraktikkan berbagai aktivitas kebugaran jasmani untuk

mencapai tinggi dan berat badan ideal

Indikator:

Melakukan latihan lari zig-zag Melakukan lari cepat

Melakukan lari mengubah gerak tubuh arah arus/lari bolak balik

(shuttle run)

Pemetaan Indikator Pembelajaran

Kompetensi Dasar:

3.5 Memahami manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi

4.5 Menceritakan manusia dalam dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi

Indikator:

Mengidentifikasi manfaat suatu cita-cita terhadap masyarakat Menuliskan manfaat suatu cita-

cita terhadap masyarakat IPS

Pembelajaran 5

Subtema 2 Hebatnya Cita-Citaku

5

Kompetensi Dasar:

3.4 Menggali informasi dari teks cerita petualangan tentang lingkungan dan sumber daya alam dengan bantuan guru dan teman dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku

4.4 Menyajikan teks cerita petualang— an tentang lingkungan dan sumber daya alam secara mandiri dalam teks bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosakata baku

Indikator:

Membuat pertanyaan-pertanyaan tentang isi teks

Menceritakan kembali teks bacaan Bahasa Indonesia

Fokus Pembelajaran:

PJOK, Bahasa Indonesia, dan IPS

Tujuan Pembelajaran:

• Dengan melihat demonstrasi dari guru dan praktik, siswa mampu melakukan lari zig-zag dengan benar.

• Dengan melihat demonstrasi dari guru dan praktik, siswa mampu melakukan lari cepat dengan benar.

• Dengan melihat demonstrasi dari guru dan praktik, siswa mampu melakukan lomba lari mengubah gerak tubuh arah arus/lari bolak balik (shuttle run) dengan benar

• Dengan membaca teks secara mendalam, siswa mampu membuat pertanyaan lain tentang isi bacaan dengan benar.

• Dengan membaca teks, siswa mampu menceritakan kembali teks bacaan secara lisan dengan menggunakan kata-katanya sendiri dengan benar.

• Dengan mengamati gambar, membaca teks, dan berdiskusi, siswa mampu

mengidentifikasi manfaat suatu cita-cita terhadap lingkungan alam, sosial, dan budaya dengan benar.

• Dengan mengamati gambar, membaca teks, dan berdiskusi, siswa mampu menuliskan manfaat suatu cita-cita terhadap masyarakat, lingkungan alam, dan budaya dengan benar.

Media/Alat Bantu dan Sumber Belajar: Teks bacaan, gambar

Kegiatan belajar:

Tahukah Kamu?

• Siswa membaca teks secara mendalam mengenai guru rimba.

Guru mengajarkan siswa untuk memahami bacaan secara terperinci dan cermat.

• Siswa menjawab pertanyaan dari buku.

Subtema 2:

Hebatnya Cita-citaku

P e mbelajaran Tahukah Kamu?

Siapa Guru Anak Rimba?

Guru yang mengajar di tengah hutan ini namanya Butet Manurung. Meski mengajar di tengah hutan rimba, ada nama sekolahnya, lho. Namanya Sokola Rimba. Tempatnya di Bukit Dua Belas, Jambi.

Butet Manurung mulai mengajar suku pedalaman pada tahun 1999. Saat itu ia mengajar Orang Rimba atau Suku Kubu atau disebut juga Suku Anak Dalam. Awalnya masyarakat suku ini tidak bisa membaca dan menulis. Mereka sering ditipu oleh para pendatang atau orang- orang dari luar suku mereka.

Untung saja ada ibu guru Butet. Ia berhasil mengajar mereka, khususnya anak-anak hingga bisa membaca, menulis juga berhitung. Ia mengajar anak-anak yang mendengarkan sambil bermain.

Jika besar nanti, aku bercita-cita menjadi seorang guru.Teman- teman ayo kita cari tahu informasi

tentanghebatnya seorang guru.

Sumber: Teaterkinasih.org P e mbelajaran 5

5

Siswa akan membaca teks mengenai beberapa contoh rumah antigempa yang ada di Indonesia. Dari kegiatan ini siswa akan menghubungkan manfaat arsitek terhadap masyarakat lewat rancangan bangunan rumah antigempa. Siswa diminta memberikan contoh lainnya, seperti rumah joglo dan rumah panggung.

Siswa diminta menggarisbawahi kata-kata atau kalimat penting untuk memudahkannya mencari informasi.

Siswa diminta bertanya jika ada kosakata yang sulit untuk dipahami maknanya.

Siswa akan membuat 5 pertanyaan berdasarkan bacaan yang mereka baca. Contoh:

1. Siapakah Butet Manurung? 2. Di mana sokolah rimba?

3. Apa yang dilakukan Butet Manurung?

Ayo Ceritakan

Berdasarkan bacaan, siswa menceritakan teks bacaan dengan kata-kata mereka sendiri. (Penilaian 1)

Ayo Diskusikan

• Siswa akan menjawab pertanyaan berdasarkan hasil diskusi secara berpasangan.

Ayo Menulis

Siswa akan menulis tentang pengalaman mereka yang berkesan terhadap gurunya, mereka juga akan menuliskan pentingnya seorang guru bagi mereka.

Ayo Lakukan

Siswa akan belajar berbagai aktivitas kebugaran jasmani, antara lain lari zig-zag, lomba lari berkelompok dan lari mengubah gerak tubuh arah lurus/lari bolak-balik (shuttle run). Kegiatan PJOK dapat diberikan sebanyak dua kali dalam seminggu disesuaikan dengan kebutuhan.

Berikut ini adalah informasi yang perlu dibaca guru yang nantinya akan dijelaskan kepada siswa.

Pengertian Kebugaran Jasmani

Kebugaran jasmani merupakan kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari- hari dengan efisien tanpa mengalami kelelahan yang berarti dan masih mempunyai cadangan tenaga untuk melakukan aktivitas selanjutnya.

Ada beberapa hal yang memengaruhi kebugaran jasmani seseorang. Hal-hal yang memengaruhi kebugaran jasmani antara lain:

4. Makanan yang cukup dan bergizi

Fungsi makanan adalah untuk mendapatkan tenaga, zat-zat pembangun sel tubuh, dan membantu kelancaran proses yang terjadi di dalam tubuh.

5. Kebiasaan hidup sehat

Kebiasaan hidup yang sangat teratur dan dilakukan secara terus menerus akan dapat memengaruhi tingkat kebugaran jasmani seseorang.

6. Istirahat dan tidur yang cukup 7. Olahraga yang teratur

Unsur-unsur kebugaran jasmani: 1. Kecepatan (speed)

2. Kekuatan (strength)

3. Daya tahan (endurance) Jantung Paru 4. Kelenturan (flexibility)

5. Kelincahan (agility) 6. Daya/tenaga (power) 7. Keseimbangan

8. Reaksi

Manfaat kebugaran jasmani

Manfaat melakukan latihan kebugaran jasmani secara teratur dan benar dalam jangka waktu yang cukup adalah sebagai berikut.

1. Mempertahankan dan meningkatkan taraf kesegaran jasmani yang baik. 2. Mengadakan koreksi terhadap kesalahan sikap dan gerak.

3. Membentuk sikap dan gerak.

4. Membentuk kondisi fisik (kekuatan otot, kelincahan, ketahanan, keluwesan, dan kecepatan).

5. Membentuk berbagai sikap kejiwaan (membentuk keberanian, kepercayaan, dan kesiapan diri, serta kesanggupan bekerja sama).

6. Memberikan rangsangan bagi pertumbuhan tubuh, khususnya bagi anak-anak. 7. Memupuk rasa tangung jawab terhadap kesehatan diri sendiri dan masyarakat. Beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: (Penilaian 3)