• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menariknya Tradisi Islam Nusantara Persiapan

Dalam dokumen SKI IX MTs BUKU GURU 2013A (Halaman 88-105)

1. Guru mengucapkan salam dan berdoa bersama.

2. Guru memeriksa kehadiran, kerapian berpakaian, posisi tempat duduk disesuaikan dengan kegiatan pembelajaran.

3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran.

4. Guru mempersiapkan media/alat peraga/alat bantu bisa berupa gambar atau menggunakan multimedia berbasis ICT atau media lainnya.

5. Untuk menguasai kompetensi ini, salah satu model pembelajaran yang cocok di antaranya:

a. Model Examples Non Examples (Contoh non contoh)

1. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran

2. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui OHP/In Focus/ LCD

3. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar

4. Melalui diskusi kelompok 4-5 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas

5. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya 6. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan

materi sesuai tujuan yang ingin dicapai 7. Kesimpulan

b. Make – A Match (Mencari Pasangan)

1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban

2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu

3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok

dengan kartunya (soal jawaban)

5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin

6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya

7. Demikian seterusnya 8. Kesimpulan/penutup

 Pelaksanaan

1. Guru meminta peserta didik mengamati gambar yang berkaitan dengan Tradisi Islam Nusantara.

2. Guru meminta peserta didik mengangkat tangan sebelum mengeluarkan pendapatnya.

3. Peserta didik mengemukakan hasil pengamatan gambarnya dan peserta lain mendengarkan.

4. Guru mengajarkan bagaimana menghargai orang berbicara.

5. Guru memberikan penjelasan tambahan dan penguatan yang dikemukaan peserta didik tentang hasil pengamatannya.

Gbr. 1 Gbr. 2 Gbr. 3

Pengamatanku

a

a

1. Seni wayang sebagai media dakwah para Walisongo dalam mensyiarkan Islam di Nusantara

2. Seni qasidah berperan sebagai benteng remaja dari perilaku yang menyimpang

3. Seni hadrah sebagai ekpresi positif bagi remaja muslim

Gbr. 4

Guru memotivasi peserta didik untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan setelah mendengarkan pendapat temanya dan penguatan dari guru serta menghubungkannya dengan menariknya Tradisi Islam di Nusantara. Beberapa contoh yang bisa menjadi acuan pertanyaan.

N

o Pertanyaan

1 Apa faktor menyebabkan lahirnya tradisi, adat dan seni budaya lokal di Nusantara?

2 Mengapa kita perlu memahami tradisi, adat dan seni budaya lokal diNusantara?

3 Mengapa tradisi, adat dan seni budaya lokal di Nusantara ini mendapatperhatian yang besar dari masyarakat lokal?

4 Apa tujuan dan manfaat mengenal lebih dekat dengan tradisi, adat danseni budaya lokal di Nusantara?

5 Sebutkan contoh bentuk tradisi, adat dan seni budaya lokal diNusantara!

6 Bagaimana cara melestarikan tradisi, adat dan seni budaya lokal diNusantara?

7 Bagaimana pengaruhnya kita selaku ummat Islam tidak mengenal dan memahami serta meneruskan dakwahnya?

dst ...

4. Kebersamaan dalam upacara sekaten di yogyakarta

Pertanyaanku

b

Catatan:

a. Guru harus bisa mendorong peserta didik untuk kritis dan memiliki pertanyaan-pertanyaan sebanyak mungkin dan tidak perlu mengomentarinya.

b. Peserta didik mengungkapkan pertanyaan-pertanyaannya lewat lisan. c. Guru bisa meminta salah satu peserta didik untuk menulis semua

pertanyaan-pertanyaan tersebut di papan tulis atau bisa ditulis di kertas. d. Setelah terkumpul pertanyaan-pertanyaan tersebut. Guru meminta

melakukan kegiatan selanjutnya.

1. Guru meminta peserta didik untuk mencari jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut di “wawasanku”

2. Peserta didik diberi waktu membaca dan menelangah “wawasanku”

3. Guru meminta peserta didik untuk mencatat jawaban-jawaban berdasarkan “wawasanku”

4. Jika ada pertanyaan yang tidak ada jawabannya, guru bisa memberikan penjelasan singkat atau memberikan sumber-sumber bacaan yang bisa peserta didik dapatkan.

Catatan:

Jika ada pertanyaan yang menarik dan perlu dikaji lebih mendalam, guru bisa menjadikan pertanyaan tersebut menjadi tugas mandiri.

Wawasanku

c

1. Guru membentuk kelompok yang terdiri dari 4-5 orang di tiap kelompoknya.

2. Guru membaginya dengan cara menyebutkan angka, Caranya

a. Peserta didik berhitung secara berurutan dan masing-masing menghafalkan nomornya.

b. Peserta didik berkelompok sesuai dengan nomor yang sama.

c. Begitu seterus sesuaikan dengan jumlah peserta didik dalam satu kelas d. Guru bisa mengembangkannya berdasarkan jumlah siswa.

3. Guru membagikan lembar diskusi kepada tiap kelompok.

4. Guru menjelaskan pengantar tentang tata cara berdiskusi, antara lain a. Setiap kelompok harus memilih ketua dan sekretaris.

b. Setiap kelompok mendiskusikannya dengan mengkaji “wawasanku” atau melihat sumber lain

c. Setiap kelompok mencatat hasil diskusinya di kertas dengan rapi (bisa disediakan oleh guru atau dari peserta didik).

d. Setiap kelompok meletakkan hasil kerjanya di atas mejanya.

e. Setiap kelompok bergeser kelompok lain untuk mengamati hasil diskusi kelompok lain.

5. Guru melakukan pengamatan selama diskusi berlangsung. Gunakan Format penilaian “Unjuk kerja”.

6. Setelah selesai diskusi, tiap kelompok berputar untuk mengamati hasil diskusi kelompok lain.

7. Setelah selesai, tiap kelompok kembali ke tempatnya masing-masing. 8. Guru meminta tiap kelompok memberikan komentar tentang persamaan

dan perbedaan hasil diskusi antara kelompoknya dengan kelompok lain. 9. Guru meminta pendapat dari peserta didik secara jujur, kelompok mana

yang paling baik hasil diskusinya.

10. Guru tidak perlu mengomentari tentang hasil penilaian peserta didik. 11. Guru mengakhiri kegiatan diskusi dengan memberikan semangat dan

menghargai semua usaha peserta didik.

1. Guru meminta peserta didik tetap bersama kelompoknya. 2. Guru membagi pertanyaan-pertanyaan ke tiap kelompok. 3. Tiap kelompok mendapat tugas satu pertanyaan.

4. Guru memberikan kesempatan kepada kelompok untuk mendiskusikannya 5. Tiap kelompok mencatat hasil diskusinya di kertas (guru bisa

mengembangkan dengan kertas ukuran besar)

6. Tiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya secara singkat.

Aktifitasku

d

d

Analisaku

e

e

Ceritaku

f

f

1. Guru meminta peserta didik mencari kisah/ fenomena dalam masyarakat yang berkaitan dengan Tradisi Islam Nusantara.

2. Sebelum masing-masing kelompok bercerita di depan kelas, tiap kelompok mempersiapkan bersama dengan kelompoknya. (semua anggota kelompok diberi bagian untuk bercerita di depan kelas.

3. Guru meminta peserta didik menceritakan secara berantai di depan kelas dengan memperhatikan panduan penilaian. Guru menghargai setiap hasil refleksi peserta didik dan tidak perlu mengomentari untuk membenarkan atau menyalahkan, cukup dengan kata

“ bagus” atau “hebat” atau kata-kata yang memotivasi peserta didik mau menyampaikan ceritanya.

1. Sebelum mengakhiri pembelajaran, setiap peserta didik diminta melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan yang ada.

2. Guru meminta sebagian peserta didik menyampaikan hasil refleksinya. Diusahakan memilih peserta didik yang tidak terbiasa menyampaikan pendapatnya atau komentarnya.

3. Guru menghargai setiap hasil refleksi peserta didik. Dan tidak perlu mengomentari untuk membenarkan atau menyalahkan, cukup dengan kata “bagus” atau “hebat” atau kata-kata yang memotivasi peserta didik mau mengungkapkan pendapatnya.

1. Sebelum mengakhiri pembelajaran, setiap peserta didik diminta melakukan refleksi dengan memberikan komentar terhadap kasus yang ada.

2. Guru meminta sebagian peserta didik menyampaikan hasil refleksinya. Diusahakan memilih peserta didik yang tidak terbiasa menyampaikan pendapatnya atau komentarnya.

3. Guru menghargai setiap hasil refleksi peserta didik. Dan tidak perlu mengomentari untuk membenarkan atau menyalahkan, cukup dengan kata “ bagus” atau “hebat” atau kata-kata yang memotivasi peserta didik mau mengungkapkan pendapatnya.

4. Guru meminta peserta didik menceritakan secara berantai di depan kelas dengan memperhatikan panduan penilaian. Guru menghargai setiap hasil refleksi peserta didik dan tidak perlu mengomentari untuk membenarkan atau

menyalahkan, cukup dengan kata “ bagus” atau “hebat” atau kata-kata yang memotivasi peserta didik mau menyampaikan ceritanya.

1. Sebelum mengakhiri pembelajaran, setiap peserta didik diminta melakukan refleksi dengan menjawab pertanyaan yang ada.

2. Guru meminta sebagian peserta didik menyampaikan hasil refleksinya. Diusahakan memilih peserta didik yang tidak terbiasa menyampaikan pendapatnya atau komentarnya.

Refleksi Pemahamanku

g

g

Refleksi Perilakuku

h

h

Refleksi Pemahamanku

g

g

2. Guru menghargai setiap hasil refleksi peserta didik. Dan tidak perlu mengomentari untuk membenarkan atau menyalahkan, cukup dengan kata

3. “bagus” atau “hebat” atau kata-kata yang memotivasi peserta didik mau mengungkapkan pendapatnya.

1. Sebelum mengakhiri pembelajaran, setiap peserta didik diminta melakukan refleksi dengan memberikan komentar terhadap kasus yang ada.

2. Guru meminta sebagian peserta didik menyampaikan hasil refleksinya. Diusahakan memilih peserta didik yang tidak terbiasa menyampaikan pendapatnya atau komentarnya.

3. Guru menghargai setiap hasil refleksi peserta didik. Dan tidak perlu mengomentari untuk membenarkan atau menyalahkan, cukup dengan kata “ bagus” atau “hebat” atau kata-kata yang memotivasi peserta didik mau mengungkapkan pendapatnya.

Setelah kegiatan refleksi, Guru memberikan tugas terstruktur tentang rencana perilaku yang akan dilakukan oleh peserta didik di lingkungan rumah, madrasah, masyarakat, negara, dan agama. Serta mencatat kendala dan dampaknya.

Kegiatan Penutup

1. Peserta didik dan guru merangkum dan menyimpulkan cara berdiskusi yang baik.

2. Peserta didik dan guru melakukan refleksi (nilai-nilai karakter)

3. Siswa dan guru merancang pembelajaran berikutnya berdasarkan pengalaman pembelajaran saat itu (nilai yang ditanamkan: Peduli, gigih, berani, percaya diri, optimis dan cinta ulama dan ilmu pengetahuan)

F. Penilaian

1. Pengamatan Sikap

a. Format Penilaian Individu

N o Nama Siswa Aktifitas Skor Kerjasam

a Keaktifan Partisipasi Inisiatif 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3

Refleksi Perilakuku

h

h

i.Rencana Aksiku

b. Rubrik penilaian:

No Indikator Penilaian Sko

r

1 Kerjasama

Belum memperlihatkan kerjasamanya 1 Mulai memperlihatkan kerjasamanya 2

Mulai berkembang kerjasamanya 3

Mulai membudayakan kerjasamanya 4

2 Keaktifan

Belum memperlihatkan keaktifannya 1 Mulai memperlihatkan keaktifannya 2

Mulai berkembang keaktifannya 3

Mulai membudayakan keaktifannya 4

3 Partisipasi

Belum memperlihatkan Partisipasinya 1 Mulai memperlihatkan partisipasinya 2 Mulai berkembang partisipasinya 3

Mulai partisipasinya 4

4 Inisiatif

belum memperlihatkan Inisiatifnya 1 mulai memperlihatkan Inisiatifnya 2

mulai berkembang Inisiatifnya 3

mulai membudayakan Inisiatifnya 4

Total 16

c. Pedoman Pen-skoran

Nilai = Jumlah Nilai Skor Yang diperoleh x 100

Jumlah Skor maksimal (16)

2. Format Penilaian “Aktifitasku” a. Format Penilaian Kelompok

No. Nama siswa Aspek yang dinilai Skor Maks. Nilai Ketuntasa n Tindak Lanjut 1 2 3 T TT R P 1 2 3

b. Aspek dan rubrik penilaian kelompok: N

o

Indikator Penilaian Skor

1 Kejelasan dan kedalaman informasi.

Memberikan kejelasan dan kedalaman informasi lengkap dan sempurna

30

Memberikan penjelasan dan kedalaman informasi lengkap dan kurang sempurna

20

Memberikan penjelasan dan kedalaman informasi kurang

lengkap 10

2 Keaktifan dalam diskusi

berperan sangat aktif dalam diskusi 30 berperan aktif dalam diskusi 20

kurang aktif dalam diskusi 10

3 Kejelasan dan kerapian presentasi.

mempresentasikan dengan sangat jelas dan rapi

40

mempresentasikan dengan jelas dan rapi,

30

mempresentasikan dengan sangat jelas dan kurang rapi

20

mempresentasikan dengan kurang jelas dan tidak rapi

10

c. Pedoman Pen-Skoran

Nilai = Jumlah Nilai Skor Yang diperoleh x100 Jumlah Skor maksimal

3. Penilaian “Cerïtaku”

a. Format penilaian No

.

Hal yang dinilai Skor

1. Ketepatan isi fenomena/kisah 4

2. Kepercayaan diri penampil 4

3 Keruntutan penyampaian 4

4 Ketaatan pada prosedur penceritaan yang telah disepakati

4

5. Kreativitas menyajikan 4

Total 20

b. Pedoman Pen-Skoran

Nilai = Jumlah Nilai Skor Yang diperoleh x100 Jumlah Skor maksimal

4. Penilaian “Rencana Aksiku” Skor penilaian sebagai berikut:

1. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya tepat pada waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya benar, nilai 100.

2. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya setelah waktu yang ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya benar, nilai 90. 3. Jika peserta didik dapat mengumpulkan tugasnya setelah waktu yang

ditentukan dan perilaku yang diamati serta alasannya sedikit ada kekurangan, nilai 80.

Untuk menambah pemahaman kalian tentang tradisi Islam dan adat upacara di Nusantara, coba jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.

1. Coba perankan tradisi dan upacara adat kesukuan di Nusantara bersama kelompokmu!

2. Buatlah skenario cerita pewayangan yang bernafaskan Islam dan perankan cerita tersebut di depan kelas!

a. Jamus kalimosodo b. Wahyu tohjali

c. Wahyu purboningrat d. Babat Alas Wonomarto

Tugas Kelompok

Buatlah baju kesenian dan adat budaya kesukuan di Nusantara pada karton dan hasilnya tempel di mading kelas!

Latihan Soal

Untuk menguji pemahaman kalian tentang isi, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.

I. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat dan benar !

1. Salah seorang dari walisongo yang menciptakan wayang sebagai sarana dakwah Islam adalah ....

a. Sunan Giri c. Sunan Bonang

b. Sunan Ampel d. Sunan Kalijaga

2. Dibawah ini yang bukan termasuk nilai yang terdapat pada seni wayang adalah ….

a. religius c. klasik

b. pendidikan d. filosofis

3. Sekaten merupakan tradisi Islam yang berkembang di daerah ....

a. Jawa Tengah c. Kalimantan

b. Jawa Barat d. Jawa Timur

4. Sekaten berasal dari kata ....

a. sa’ah c. shadaqotan

b. sa’atan d. syahadatain

5. Dalam berdakwah sunan Kalijaga menggunakan media kesenian ….

a. tayub c. kudalumping

Uji Kompetensi

Uji Kompetensi

b. ludruk d. wayang

8. Dibawah ini yang tidak termasuk tema lagu-lagu yang dibawakan dalam qosidah adalah ….

a. pujian terhadap Nabi saw c. pujian terhadap Allah swt b. pujian terhadap orang tua d. syair - syair arab

9. Salah satu cara merubah tradisi yang tidak Islami dengan simpatik adalah …. a. melalui jejak pendapat c. melalui peperangan

b. mewarnai dengan budaya Islami d. mengikuti tradisi yang modern 8. Diantara salah satu cara melestarikan tradisi yang Islami adalah....

a. menganti tradisi yang modern

b. memberi penghargaan tradisi sekarang c. mengambil manfaat yang terkandung d. memperingati seperlunya

9. Salah satu contoh adat Minang bagi anak perempuan yang masuk usia dewasa diadakan upacara…

a. merias wajah c. memasak nasi

b. merias rambut d. merias baju

10. Dibawah ini termasuk contoh adat Sunda adalah ….

a. khitan setelah lahir c. khitan usia 7 hari

b. khitan usia 7-8 tahun d. khitanan masal usia 10 tahun

II. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar !

1. Apa faktor yang mendorong lahirnya kesenian dan tradisi Islam, baik di Jawa maupun di Luar Jawa dengan berbagai nama dan istilahnya di Nusantara ? 2. Jelaskan maksud pernyataan ini: Apapun nama dan tujuannya, kesenian dan

tradisi merupakan bagian penting dalam penyebaran Islam di Indonesia, dan mungkin bahkan di dunia.

3. Berilah contoh bentuk kearifan para tokoh penyebar Islam terhadap budaya lokal!

4. Sebutkan 3 nilai yang terkadung dalam cerita pewayangan ! 5. Berilah 4 contoh cerita pewayangan yang bernafaskan Islam! Kunci Jawaban 1. a. Pilihan ganda 1 D 6 D 2 C 7 B 3 A 8 C 4 D 9 B 5 D 1 0 B b. Pedoman pen-skoran

Jumlah jawaban benar x 1 = nilai (maksimal 10 x 1=10) II. Essay

1. Lahirnya kesenian dan tradisi Islam, baik di Jawa maupun di Luar Jawa dengan berbagai nama dan istilahnya di Nusantara, diantaranya didorong oleh:

a. Pendidikan masyarakat setempat

b. kepedulian dan kearifan lokal masyarakat setempat

2. Maksud dari kesenian dan tradisi Islam merupakan bagian penting dalam penyebaran Islam di Indonesia, dan mungkin bahkan di dunia, adalah

kesenian dan tradisi Islam merupakan media yang efektif dalam menyebarkan budaya Islam.

3. Contoh bentuk kearifan para tokoh penyebar Islam terhadap budaya lokal, antara lain:

a. berusaha mewarnai dengan nuansa Islam

b. meluruskan dengan cara-cara yang simpatik dan santun 4. Tiga nilai yang terkadung dalam cerita pewayangan

a. Pendidikan, b. Filosofis, c. Religius 5. Berilah 4 contoh cerita pewayangan yang bernafaskan Islam

a. Jamus kalimosodo, c.Wahyu purboningrat

b. Pedoman Penilaian No.

Soal Rubrik Penilaian Skor

Skor Maks.

1

Menuliskan tentang lahirnya kesenian dan tradisi Islam sangat lengkap dan sempurna

4

4 Menuliskan tentang lahirnya kesenian dan tradisi Islam

dengan lengkap

3

Menuliskan tentang lahirnya kesenian dan tradisi Islam tidak

lengkap 2

2

Menuliskan maksud dari kesenian dan tradisi Islam merupakan bagian penting dalam penyebaran Islam di Indonesia dengan sangat lengkap dan sempurna

4

4 Menuliskan maksud dari kesenian dan tradisi Islam

merupakan bagian penting dalam penyebaran Islam di Indonesia dengan lengkap

3 Menuliskan maksud dari kesenian dan tradisi Islam merupakan bagian penting dalam penyebaran Islam di Indonesia tidak lengkap

2

3

Menuliskan contoh bentuk kearifan para tokoh penyebar Islam terhadap budaya lokal dengan sangat lengkap dan sempurna

4

4 Menuliskan contoh bentuk kearifan para tokoh penyebar

Islam terhadap budaya lokal dengan lengkap

3 Menuliskan contoh bentuk kearifan para tokoh penyebar Islam terhadap budaya lokal dengan tidak lengkap

2

4

Menuliskan tiga nilai yang terkadung dalam cerita pewayangan dengan sangat lengkap dan sempurna

4

4 Menuliskan tiga nilai yang terkadung dalam cerita

pewayangan dengan lengkap

3 Menuliskan tiga nilai yang terkadung dalam cerita pewayangan dengan tidak lengkap

2

5

Menuliskan contoh cerita pewayangan yang bernafaskan Islam dengan sangat lengkap dan sempurna

4

4 Menuliskan contoh cerita pewayangan yang bernafaskan

Islam dengan sangat lengkap dan sempurna dengan lengkap

3 Menuliskan contoh cerita pewayangan yang bernafaskan Islam) dengan sangat lengkap dan sempurna dengan tidak lengkap

2

G. Pengayaan

Peserta didik yang sudah menguasai materi, mengerjakan soal pengayaan yang telah disiapkan oleh guru berupa pertanyaan-pertanyaan tentang Menariknya Tradisi Islam di Nusantara (Guru mencatat dan memberikan tambahan nilai bagi peserta didik yang berhasil dalam pengayaan).

H. Remedial

Peserta didik yang belum menguasai materi akan dijelaskan kembali oleh guru materi tentang “Menariknya Tradisi Islam di Nusantara”. Guru akan melakukan penilaian kembali dengan soal yang sejenis. Remedial dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu yang disesuaikan contoh: pada saat jam belajar, apabila masih ada waktu, atau di luar jam pelajaran (30 menit setelah jam pelajaran selesai).

I. Interaksi Guru Dengan Orang Tua

Guru meminta peserta didik memperlihatkan kolom “Uji Kompetensi” dalam buku teks kepada orang tuanya. Cara lainnya dapat juga dengan menggunakan buku penghubung kepada orang tua yang berisi tentang perubahan perilaku siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran atau berkomunikasi langsung baik langsung, maupun memalui telepon, SMS center tentang perkembangan perilaku anaknya.

Nilai Akhir Peserta Didik sebagai berikut

c. Jumlah nilai rata- rata pada kolom “Uji kompetensi (UK) dan tugas (TG) x 50%

d. Jumlah nilai rata-rata pada kolom Aktifitasku (AK) dan Pengamatan (PM) x 50%.

a = ( (UK x 60%) + (TG x 30%) ) x 50% b = (AK + PB) x 50%

PENGHARGAANKU PADA TRADISI DAN UPACARA ADAT KESUKUAN NUSANTARA

A. Kompetensi Inti (KI)

KI-1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya. KI-2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung

jawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

KI-3 : Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata

KI-4 : Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang semua dalam sudut pandang/teori.

B. Kompetensi Dasar (KD)

Kompetensi Dasar:

1.2. Berkomitmen ikut melestarikan tradisi dan adat budaya yang Islami. 2.2 Menghargai tradisi dan upacara adat kesukuan Nusantara (Jawa, Sunda,

Melayu, Bugis, Minang, Madura).

3.2. Menerapkan seni budaya lokal sebagai bagian dari tradisi Islam (Jawa, Sunda, Melayu, Bugis, Minang, Madura).

4.2. Menyajikan bentuk tradisi, adat dan seni budaya lokal di Jawa, Sunda, Melayu, Bugis, Minang, Madura.

C. Indikator

Indikator:

1.2.1 : Menunjukkan komitmen ikut serta dalam melestarikan tradisi dan adat budaya yang Islami.

2.2.1 : Menghargai tradisi dan upacara adat kesukuan Nusantara (Jawa, Sunda, Melayu, Bugis, Minang, Madura).

3.3.1 : Mempraktekkan seni budaya lokal sebagai bagian dari tradisi Islam (Jawa, Sunda, Melayu, Bugis, Minang, Madura).

4.3.1 : Mensimulasikan bentuk tradisi, adat dan seni budaya lokal di Jawa, Sunda, Melayu, Bugis, Minang, Madura.

BAB

D. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengamati, menanya, mengekplorasi, menalar, dan merefleksi, peserta didik diharapkan mampu:

1. Menunjukkan komitmen ikut serta dalam melestarikan tradisi dan adat budaya yang Islami.

2. Mengapresiasi tradisi dan upacara adat kesukuan Nusantara (Jawa, Sunda, Melayu, Bugis, Minang, Madura).budaya lokal sebagai bagian dari tradisi Islam

E. Materi Pokok

Apresiasi tradisi dan upacara adat kesukuan Nusantara (Jawa, Sunda, Melayu, Bugis, Minang, Madura). dalam melestarikan tradisi dan adat

F. Proses Pembelajaran

Secara umum pembelajaran pada kegiatan inti dilakukan dengan pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mencoba/menggali data, menalar, mengkomunikasikan, hubungkan antar fenomna, refleksi dan rencana aksi).

Pertemuan IX: Penghargaanku Pada Tradisi dan upacara adat

Dalam dokumen SKI IX MTs BUKU GURU 2013A (Halaman 88-105)

Dokumen terkait