• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menelusuri Model Teks Proposal

Dalam dokumen Ekspresi Diri dan Akademik BUKU AJAR MAT (Halaman 103-111)

BAB III MENDESAIN PROPOSAL PENELITIAN DAN PROPOSAL KEGIATAN

B. Kegiatan 2 : Menelusuri dan Menganalisis Model Teks Proposal

1. Menelusuri Model Teks Proposal

Baik proposal penelitian maupun proposal kegiatan disusun menurut struktur teks tertentu. Struktur teks itu terdiri atas tahapan-tahapan yang direalisasikan oleh genre mikro yang sesuai dengan isi dan fungsi tahapan-tahapan tersebut. Pada Bab III ini Anda akan menemukan hakikat proposal penelitian dan proposal kegiatan serta akan menelusuri struktur teks dan formulasi bahasa yang disyaratkan pada kedua jenis proposal tersebut. Agar arah pembelajaran terfokus, Anda diminta untuk mengerjakan tugas-tugas sesuai dengan yang diharapkan.

a.

Menelusuri Model Teks Proposal Penelitian

Untuk mengawali kegiatan eksplorasi terhadap unsur-unsur proposal penelitian, kerjakanlah tugas di bawah ini terlebih dahulu. Pada tugas itu, hanya diajukan beberapa pertanyaan. Anda boleh mengajukan pertanyaan-pertanyaan lain sebanyak-banyaknya. Tulislah jawaban Anda di kertas tersendiri, kemudian bandingkan dengan jawaban milik teman Anda. Simpulkanlah hasilnya sebagai jawaban yang diterima bersama untuk sementara. Jawaban itu akan Anda konfirmasikan dengan uraian-uraian di subbab-subbab yang terkait selanjutnya.

1) Observasilah proposal penelitian yang berjudul Peranan ketersediaan eceng gondok (eichronia crassipes) pada badan air dalam menurunkan beberapa parameter pencemar di Sungai Citarum (Waduk Saguling) di bawah ini, lalu tentukanlah struktur teksnya dengan mengeksplorasi tahapan-tahapan yang ada di dalamnya.

2) Pusatkan perhatian pada Bab Landasan Teori dan Bab Metodologi Penelitian. Apakah bab-bab itu terkait dengan masalah dan tujuan penelitian? Berikan alasan secukupnya.

3) Jelaskan formulasi bahasa yang bagaimana yang dominan pada proposal penelitian? Anda dapat mengeksplorasi pilihan kata, kalimat, penanda wacana, dan unsur-unsur kebahasaan yang lain. Mengapa terjadi pemilihan formulasi bahasa seperti yang Anda temukan itu?

78

Proposal penelitian yang berjudul

Peranan ketersediaan eceng gondok (eichhornia crassipes) pada badan air dalam menurunkan beberapa parameter pencemar di Sungai Citarum (Waduk Saguling) itu adalah karya Aprilda (2008). Sambil Anda menelusuri proposal tersebut, Anda boleh membuat catatan-catatan yang dapat membantu Anda dalam memahami isinya.

Gambar 3.2 Waduk Saguling dan lingkungan di sekitarnya (Foto oleh http://static.panoramio.com/photos/original/55657274.jpg )

PERANAN KETERSEDIAAN ECENG GONDOK (EICHRONIA CRASSIPES) PADA BADAN AIR

DALAM MENURUNKAN BEBERAPA PARAMETER PENCEMAR DI SUNGAI CITARUM (WADUK SAGULING)

Tika Aprilda Institut Teknologi Bandung

A. Pendahuluan

1. Latar Belakang Penelitian

Sungai adalah salah satu sumber daya perairan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Sungai mempunyai berbagai fungsi strategis sebagai penunjang pengembangan suatu daerah yang sangat vital, di antaranya sebagai sumber air minum, penunjang kegiatan industri dan pertanian, pusat listrik tenaga air, serta sarana rekreasi air. Akan tetapi, peningkatan berbagai aktivitas manusia di sepanjang sungai dapat menyebabkan terjadinya penurunan kualitas sungai. Penyebab penurunan kualitas sungai adalah limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah dari berbagai aktivitas penduduk lainnya.

Kualitas sumber air sungai-sungai utama di Indonesia pada umumnya tercemar sangat berat oleh limbah organik yang berasal dari limbah penduduk, limbah industri, dan limbah lainnya. Berdasarkan hasil penelitian Pusat Penelitian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Universitas Padjadjaran (2006) Bandung, ditemukan adanya empat konsentrasi logam berat yang terdapat di dalam ikan yang diambil dari jaring apung milik warga di Waduk Saguling. Empat kandungan logam berat itu adalah timbal (Pb) 6 part per million (ppm), zinc/seng (Zn) 22,45 ppm, crom (Cr) 0,1 ppm, dan air raksa atau merkuri (Hg) 179,13 ppb.

Merkuri adalah satu-satunya logam yang berwujud cair pada suhu ruang. Merkuri, baik logam maupun metal merkuri (CH3Hg), biasanya masuk ke dalam

79

tubuh manusia lewat pencernaan. Cara masuk merkuri dapat melalui asupan ikan, kerang, udang, atau perairan yang terkontaminasi. Merkuri dalam bentuk logam tidak begitu berbahaya karena hanya 15% yang bisa terserap oleh tubuh manusia.

Akan tetapi, begitu terpapar ke alam, dalam kondisi tertentu merkuri dapat bereaksi dengan metana yang berasal dari dekomposisi senyawa organik dan membentuk metil merkuri yang bersifat toksis. Dalam bentuk metal, merkuri sebagian besar akan berakumulasi di otak. Karena penyerapannya besar, dalam waktu singkat merkuri dapat menyebabkan berbagai gangguan. Jika terjadi akumulasi yang berlebih merkuri dapat berakibat pada degenerasi sel-sel saraf di otak kecil yang menguasai koordinasi saraf, gangguan pada luas pandang, degenerasi sarung selaput saraf, dan bagian dari otak kecil (Edward, 2008).

Timbal banyak dipergunakan dalam pembuatan baterai, aki, peledak, pestisida, cat karat, dan pelapisan logam. Timbal juga terdapat pada pipa untuk aliran air minum yang merupakan alloy di logam timbal. Penggunaan timbal dalam skala besar dapat mengakibatkan polusi, baik di darat maupun di perairan. Timbal yang masuk dalam perairan dalam bentuk limbah akan mengalami pengendapan yang dikenal dengan istilah sedimentasi (Palar, 1994).

Namun, peneliti berkeyakinan bahwa permasalahan pencemaran ini dapat diatasi. Salah satu cara mengatasi polusi perairan oleh logam berat adalah penanggulangan secara biologi dengan memanfaatkan eceng gondok (eichhorniacrassipes). Penelitian-penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa eceng gondok mempunyai kemampuan menyerap logam berat dengan sangat baik (Misalnya, Soerjani, 1975; Kirkby & Mengel, 1987).

Berdasarkan uraian di atas perlu dilakukan penelitian untuk melihat efisiensi penyerapan logam berat Merkuri (Hg) dan Timbal (Pb). Selanjutnya perlu dilihat pula perubahan kualitas air yang terjadi setelah adanya tumbuhan eceng gondok.

2. Rumusan Masalah Penelitian

Pencemaran air sungai Citarum (waduk Saguling) sudah sangat mengkhawatirkan. Berdasarkan status mutu sungai Citarum kelas II PP No. 82 Tahun 2001, sungai Citarum termasuk dalam kategori tercemar berat, baik di hulu maupun di hilir sungai. Pemakaian air sungai yang telah tercemar oleh masyarakat untuk keperluan perikanan dan pertanian dapat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat dengan akumulasi logam berat di tubuh manusia. Dalam jangka panjang hal itu dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti penyakit minimata, bibir sumbing, kerusakan susunan saraf, dan cacat pada bayi.

Untuk mengatasi pencemaran perairan oleh logam berat adalah dengan memanfaatkan eceng gondok. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa eceng gondok mempunyai kemampuan untuk menyerap logam berat dengan sangat baik. Berdasarkan kenyataan di atas, perlu dilakukan penelitian terhadap tingkat akumulasi logam berat di Sungai Citarum dengan menggunakan eceng gondok serta terhadap perubahan kualitas air sebelum dan setelah adanya penyerapan logam berat oleh eceng gondok.

3. Tujuan Penelitian

Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat efisiensi penyerapan logam oleh eceng gondok di sungai Citarum (Waduk Saguling). Secara lebih khusus, penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat akumulasi logam berat Pb dan Hg dalam tumbuhan eceng gondok; dan (2) mengetahui kualitas air sungai di lokasi sebelum dan sesudah adanya tumbuhan eceng gondok.

4. Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di lapangan dan laboratorium dengan batasan yang diambil sebagai berikut:

(1) Tempat sampling disasarkan pada satu lokasi keberadaan tumbuhan eceng gondok di sungai Citarum.

(2) Karakteristik fisika-kimia yang akan dianalisis adalah debit air, DHL, TSS, pH, DO, COD, temperatur, nitrat, dan fosfat.

80

(3) Logam berat yang akan dianalisis pada tumbuhan eceng gondok adalah logam berat PB dan Hg.

(4) Sampling akan dilakukan pada empat waktu yang berbeda berdasarkan seri waktu dengan pengulangan pada masing-masing stasiun.

5. Hipotesis

Hipotesis penelitian ini adalah: “Kehadiran tumbuhan eceng gondok

(eichhornia crassipes) dapat menurunkan konsentrasi logam berat Pb dan Hg di sungai Citarum (Waduk Saguling)”.

B. Landasan Teori dan Tinjauan Pustaka 1. Landasan Teori

1.1 Pencemaran Sungai

Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air, seperti danau, sungai, lautan, dan air tanah akibat aktivitas manusia. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal. Meningkatnya kandungan nutrient dapat mengarah pada eutrofikasi. Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada kekurangan oksigen yang dapat berdampak negatif terhadap ekosistem.

Pencemaran air pada umumnya terjadi akibat aktivitas manusia, baik sektor rumah tangga, pertanian, perikanan, maupun industri. Sumber utama limbah rumah tangga dari masyarakat adalah berasal dari perumahan dan daerah perdagangan. Dari rumah tangga dapat dihasilkan berbagai macam zat organik maupun zat anorganik yang dialirkan melalui selokan-selokan dan akhirnya bermuara ke sungai- sungai.

Penggunaan pupuk di daerah pertanian akan mencemari air dan memberikan nutrient pada tanaman air sehingga meningkatkan pertumbuhannya. Hal ini akan memengaruhi ekosistem perairan, baik secara fisik maupun kimia. Selain itu pestisida yang digunakan oleh petani dapat membahayakan lingkungan perairan karena bersifat toksik.

Industri mengeluarkan limbah yang dapat mencemari ekosistem air. Polutan yang dihasilkan pabrik dapat berupa logam berat maupun panas. Suatu sumber air dapat dikatakan tercemar tidak hanya karena tercampur dengan bahan pencemar, tetapi juga apabila air tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan tertentu.

1.2 Pencemaran Sungai Citarum

Dengan kategori sungai super prioritas, sungai Citarum merupakan sungai yang memiliki fungsi vital dalam menunjang kehidupan masyarakat luas. Sungai ini memiliki berbagai pemanfaatan untuk menunjang kebutuhan air di Provinsi Jawa Barat, juga menunjang kebutuhan air baku di DKI Jakarta yang diambil dari Saluran Tarum Barat untuk diolah di PDAM DKU Jakarta.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2004, sungai Citarum termasuk dalam status mutu tercemar berat, baik di bagian hulu maupun bagian hilir. Baku mutu air mengacu pada kelas II PP No 82 Tahun 2001. Hal ini cukup mengkhawatirkan bila melihat fungsi sungai Citarum yang penting sehingga memerlukan pengelolaan yang sangat komprehensif dari semua pihak terkait.

Diperlukan solusi untuk mengatasi pencemaran sungai Citarum ini, baik secara kimia maupun secara biologi. Namun, pengelolaan secara kimia relatif lebih mahal bila dibandingkan dengan penanggulangan secara biologi. Penanggulangan pencemaran air secara biologi dapat menggunakan tanaman sebagai penyerap kontaminan yang umum disebut dengan teknik fitoremediasi.

1.3 Fitoremediasi

Fitoremediasi adalah pemanfaatan tumbuhan mikroorganisme untuk meminimalisasi dan mendetoksifikasi polutan. Sebagai fitoakumulator dan

81

pemanfaatan tumbuhan dan mikroorganisme untuk meremediasi tanah yang terkontaminasi polutan adalah pengembangan terbaru dari teknik pengolahan limbah. Fitoremediasi dapat diaplikasikan pada limbah organik maupun anorganik dalam bentuk padat, cair, dan gas (Salt et.al, 1998).

1.4 Mekanisme Penyerapan Logam Berat oleh Eceng Gondok

Penyerapan dan akumulasi logam berat oleh tumbuhan dapat dibagi menjadi tiga proses yang berkesinambungan, yaitu penyerapan logam oleh akar, translokasi logam dari akar ke bagian tumbuhan lain, dan lokalisasi logam pada bagian tertentu untuk menjaga agar tidak menghambat metabolisme tumbuhan tersebut (Priyanto & Priyanto, 2000).

2. Tinjauan Pustaka

Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk mengatasi pencemaran air dengan memanfaatkan eceng gondok. Misalnya, LIPI yang bekerja sama dengan pengelola waduk Saguling menanam eceng gondok sebagai pilot project untuk memperbaiki kualitas air sungai yang masuk ke Waduk Saguling.

Menurut Kirkby dan Mengel (1987), eceng gondok mampu menyerap logam karena terdapatnya akar yang bercabang-cabang halus yang berfungsi sebagai alat untuk menyerap senyawa logam sehingga logam yang terlarut semakin berkurang (Kirkby & Mengel, 1987). Selanjutnya Soerjani menyatakan tumbuhan ini mempunyai daya regenerasi yang cepat dan toleransinya terhadap lingkungan cukup besar sehingga eceng gondok dapat dimanfaatkan sebagai tumbuhan pengendali pencemaran lingkungan (Soerjani, 1975).

Di pihak lain, penelitian yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Sumber Daya Alam dan Lingkungan Universitas Padjadjaran (2006) Bandung mengungkap adanya empat kandungan logam berat–yaitu timbal (Pb) 6 part per million (ppm), zinc/seng (Zn) 22,45 ppm, crom (Cr) 0,1 ppm, dan air raksa atau merkuri (Hg) 179,13 ppb–di dalam ikan yang dipelihara di jaring apung di Waduk Saguling. Apabila hipotesis penelitian yang akan dilakukan ini terbukti, hasil-hasil penelitian ini dapat memperkuat temuan-temuan pada penelitian-penelitian sebelumnya dalam hal tingkat akumulasi logam berat Pb dan Hg dalam tumbuhan eceng gondok di Waduk Saguling, dan dalam hal kualitas air sungai di lokasi tersebut sebelum dan sesudah adanya tumbuhan eceng gondok.

C. Metodologi Penelitian 1. Waktu dan Lokasi Studi

Penelitian ini akan dilakukan pada bulan Desember 2008 sampai dengan Maret 2009 yang merupakan musim hujan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang akan dilaksanakan di DAS Citarum.

2. Sumber Data Penelitian

Data penelitian ini diambil dari tiga stasiun. Stasiun I berlokasi di Kampung Balakasap. Stasiun I dibagi menjadi enam titik pengambilan sampel air, masing- masing pada jarak ¼ (IA), ½ (IB), ¾ (IC) lebar sungai pada 0,2 dan 0,8 kali kedalaman sungai. Sampel sedimen dibagi menjadi tiga titik sesuai dengan lokasi pengambilan sampel air. Jarak antara stasiun I sampai dengan Stasiun II adalah 700 m. dst.

3. Alur Penelitian

Penelitian ini akan dilaksanakan dengan alur yang ketat. Alur tersebut terdiri atas langkah-langkah sebagai berikut.

(1) Penelitian Pendahuluan;

(2) Pengambilan Sampel Air dan Sedimen; (3) Pengambilan Sampel Eceng Gondok; (4) Analisis Sampel;

82

DAFTAR PUSTAKA

Edward. (2008). Pengamatan kadar merkuri di perairan Teluk Kao (Halmahera) dan perairan Anggai (Pulau Obi) Maluku Utara. Makara Sains, Vol. 12, No. 2, 97- 101.

Kirkby, & Mengel, K. (1987). Principles of landnutrition. International Potash Institute. Swithzerland.

Palar, H. (1984). Pencemaran dan toksologi logam berat. Jakarta: Rineka Cipta. ... .

(Diadaptasi dan ditata kembali dari Aprilda, 2008)

b.

Menelusuri Model Teks Proposal Kegiatan

Dengan cara yang sama seperti pada saat Anda menelusuri proposal penelitian di atas, untuk mengawali kegiatan eksplorasi terhadap unsur-unsur proposal kegiatan, kerjakanlah tugas di bawah ini terlebih dahulu. Karena pada tugas itu hanya diajukan beberapa pertanyaan, Anda boleh mengajukan pertanyaan-pertanyaan lain sebanyak- banyaknya. Bandingkan jawaban Anda dengan jawaban milik teman Anda. Anggaplah simpulan yang Anda hasilkan sebagai jawaban yang diterima bersama untuk sementara. Jawaban itu akan Anda konfirmasikan dengan uraian-uraian di subbab-subbab berikutnya.

1) Observasilah proposal kegiatan yang berjudul Kegiatan magang menjadi staf di CV Explore Solo di bawah ini, lalu tentukanlah struktur teksnya dengan mengeksplorasi tahapan-tahapan yang ada di dalamnya.

2) Mengapa pada proposal kegiatan tidak terdapat Bab Landasan Teori dan Bab Metodologi Penelitian? Apakah bab-bab itu terkait dengan masalah dan tujuan kegiatan? Berikan alasan secukupnya.

3) Jelaskan formulasi bahasa yang bagaimana yang dominan pada proposal kegiatan? Anda dapat mengeksplorasi pilihan kata, kalimat, penanda wacana, dan unsur-unsur kebahasaan yang lain. Mengapa terjadi pemilihan formulasi bahasa seperti yang Anda temukan itu?

Proposal kegiatan yang berjudul Kegiatan magang menjadi staf di CV Explore Solo

yang akan Anda telusuri di bawah ini adalah karya Nurjanah (2014). Agar Anda terbantu dalam memahami isinya, pada saat Anda menelusuri proposal tersebut, Anda sebaiknya membuat catatan-catatan yang diperlukan.

83

Gambar 3.3 Sejumlah mahasiswa sedang melakukan kegiatan (Foto oleh Arif Jauhari)

KEGIATAN MAGANG MENJADI STAF DI CV EXPLORE SOLO

Disti Irfani Nurjanah Universitas Sebelas Maret

A. Pendahuluan

Dewasa ini sumber daya manusia dipandang penting dalam menunjang proses bangsa Indonesia dari negara berkembang menjadi negara maju. Oleh karena itu bangsa Indonesia melakukan berbagai cara untuk mengembangkan sumber daya manusia Indonesia menjadi lebih berkualitas. Salah satu cara yang ditempuh adalah dengan menyediakan pendidikan hingga taraf perguruan tinggi. Namun untuk mencapai sumber daya manusia yang berkualitas, ilmu di bangku perkuliahan saja dirasa kurang mencukupi karena belum membekali siswanya dengan keahlian untuk bekerja di dunia nyata.

Program D-3 dibentuk dengan tujuan menghasilkan sumber daya manusia yang siap dan ahli di bidangnya serta tanggap terhadap perubahan perkembangan ilmu teknologi dan seni, maupun masalah yang dihadapi khususnya yang berkaitan dengan pelayanan langsung di bidang keahliannya. Pada kenyataannya sering dijumpai lulusan baru dari perguruan tinggi mengalami kesulitan dalam menghadapi kenyataan yang ada dalam dunia kerja. Hal ini disebabkan oleh kurang siapnya lulusan tersebut dalam menghadapi kenyataan yang ada di lapangan yang jauh berbeda dengan apa yang didapat oleh mahasiswa di bangku kuliah. Kurangnya bekal teknikal yang dimiliki oleh mahasiswa dapat mengakibatkan sumber daya manusia yang dihasilkan kurang mempunyai kualifikasi dan kompetensi seperti yang diinginkan oleh pemberi kerja.

Jurusan Sastra Inggris, khususnya mainstream pariwisata dalam melaksanakan proses pembelajaran tidak cukup hanya di lingkungan kampus. Oleh

84

karena itu, Kegiatan Magang Mahasiswa (KMM) diadakan untuk memenuhi kebutuhan akan sumber daya manusia yang berilmu, berkeahlian, dan juga berpengalaman. Dengan adanya kegiatan magang diharapkan mahasiswa tidak hanya mengantongi ilmu yang didapatnya di bangku kuliah saja, tetapi juga kemampuan untuk menerapkan ilmu tersebut di lapangan kerja. KMM juga ditujukan untuk membentuk tenaga kerja yang kreatif, beretos kerja tinggi, bertanggung jawab serta dapat bekerja sama dengan rekan sekerjanya.

Penyelenggaraan KMM bekerja sama dengan banyak institusi mitra terkait yang bersedia menyediakan tempat dan pekerjaan yang sesuai bagi para mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmunya. Bagi Jurusan Sastra Inggris, salah satu institusi mitra yang berkenan untuk menampung mahasiswa melaksanakan kegiatan magang adalah CV Explore Solo. Oleh karena itu, mahasiswa Sastra Inggris dapat memilih dan mengajukan diri untuk melaksanakan kegiatan magang di CV Explore Solo. Alasan dipilihnya CV Explore Solo menjadi institusi mitra adalah karena di CV tersebut tersedia pekerjaan yang relevan dengan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan. CV Explore Solo akan menyediakan lapangan kerja bagi mahasiswa magang untuk dapat mengaplikasikan ilmunya dengan menjadi staf yang berkompeten di bidang pariwisata dan humas (public relations).

Diharapkan mahasiswa magang dapat memberikan sumbangsih dengan membantu instansi terkait dalam menjalankan programnya sampai akhirnya tujuan magang yang telah saya rencanakan tercapai. Dengan adanya kegiatan magang ini diharapkan semua pihak, baik Jurusan Sastra Inggris selaku wakil Universitas, mahasiswa magang, maupun institusi mitra mendapatkan manfaat yang sepadan. Manfaat yang akan diperoleh mahasiswa dari hasil kegiatan magang ini adalah tercapainya pembelajaran yang selaras antara ilmu yang didapat di bangku perkuliahan dan pengalaman mengaplikasikan ilmu tersebut di dunia kerja, sehingga mahasiswa memiliki bekal kreativitas, wawasan, dan kualitas tenaga kerja ahli untuk menghadapi dunia kerja nantinya. Adapun manfaat yang diperoleh pihak Universitas adalah terjalinnya hubungan yang baik antara Sastra Inggris Fakultas Sastra dan Seni Rupa Universitas Sebelas Maret Surakarta dengan lembaga/instansi tempat mahasiswa menjalankan praktik magang.

B. Tata Laksana Kegiatan

KMM ini akan dilaksanakan dengan tata cara yang telah ditentukan bersama antara mahasiswa dan lembaga tempat dilaksanakannya magang. Tata cara itu terkait dengan pelaksana KMM, tujuan KMM, waktu dan tempat KMM, serta strategi pelaksanaan KMM. Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Pelaksana KMM

Pelaksana KMM adalah mahasiswa yang menjadi peserta yang sedang melakukan magang, yaitu mahasiswa D-3 Jurusan Sastra Inggris dengan Peminatan Pariwisata semester 6 tahun akademik 2014. Dalam hal ini, pembuat proposal ini adalah pelaksana yang dimaksud. Adapun biodata mahasiswa peserta kegiatan magang adalah sebagai berikut:

Nama : Disti Irfani Nurjanah

Tempat, tanggal lahir : Malang, 9 Mei 1993 Jenis kelamin : Perempuan

Alamat : Jalan Teuku Umar 65 Banjarsari, Surakarta Kewarganegaraan : Indonesia

85

Agama : Islam

Telephone : 081390737973

E-mail : [email protected]

2. Tujuan KMM

Tujuan dilaksanakannya KMM ini adalah: (1) untuk mendapatkan pengalaman kerja dengan mempraktikkan kemampuan bahasa Inggris di CV Explore Solo; dan (2) untuk mengetahui sejauh mana ilmu yang didapat di bangku kuliah dapat menunjang pekerjaan yang dikerjakan.

3. Waktu dan Tempat KMM

Waktu : Bulan Februari – April 2014 (± 100 jam) Tempat : CV Explore Solo

4. Strategi Pelaksanaan KMM

Kegiatan magang ini diikuti oleh mahasiswa D3 Bahasa Inggris yang memiliki kemampuan di bidang pariwisata dan public relations, dengan tujuan untuk menerapkan bahasa Inggris dan mendapatkan pengalaman kerja di CV Explore Solo. Kegiatan magang ini dilakukan dengan cara ikut serta dalam mengerjakan kegiatan rutin yang berjalan di CV tersebut. Adapun penempatan kerja direncanakan pada bagian staf namun dapat berubah sesuai dengan kebijakan institusi yang ditempati.

Prosedur yang ditempuh untuk melaksanakan KMM adalah sebagai berikut: (1) survei awal untuk menentukan waktu dan tempat KMM; (2) mengajukan usulan tertulis; (3) melaksanakan KMM setelah usulan disetujui; (3) membuat laporan pelaksanaan setelah KMM selesai.

C. Penutup

Demikian proporsal ini disampaikan dengan harapan akan terjalin kerja sama yang baik dan memberikan manfaat bagi pengembangan dan kemajuan semua pihak. Saya mengharapkan pembimbing tugas akhir dapat menyetujui dan menerima proposal ini. Atas perhatian dan kesediaan pihak pembimbing tugas akhir untuk dapat menyetujui dan menerima pelaksanaan kerja praktik mahasiswa jurusan D3 Bahasa Inggris, saya mengucapkan banyak terima kasih.

(Diadaptasi dan ditata kembali dari Nurjanah, 2014)

Dalam dokumen Ekspresi Diri dan Akademik BUKU AJAR MAT (Halaman 103-111)