Menurut Connolly dan Begg ( 2005 , p463 ), tujuannya adalah menciptakan relasi – relasi untuk model data logikal untuk merepresentasikan entitas – entitas, relationship – relationship, dan atribut – atribut yang telah diidentifikasikan. Relationship yang dapat muncul pada model data konseptual :
● Strong Entity Type dan Weak Entity Type
Menurut Connolly dan Begg (2005 , p354), strong entity type adalah tipe entitas yang keberadaannya tidak bergantung (independent) pada beberapa tipe entitas lainnya. Karakteristik dari strong entity type adalah tiap entity occurrence dapat diidentifikasi secara unik menggunakan atribut primary key dari tipe entitas. Strong entity type sering juga disebut parent atau owner atau dominant entities.
Menurut Connolly dan Begg (2005 , p355), weak entity type adalah tipe entitas yang keberadaannya bergantung (dependent) pada beberapa tipe entitas lainnya. Weak entity type juga disebut child, dependent, atau subordinate entities.
● One-to-many (1:*) binary relationship types
Menurut Connolly dan Begg (2005 , p465), untuk tiap 1:* binary relationship, entitas pada ‘one side’ dari relationship dianggap sebagai entitas parent dan entitas pada ‘many side’ dianggap sebagai entitas child. Untuk merepresentasikan relationship ini, pasangkan salinan primary key dari entitas parent ke dalam relation yang merepresentasikan entitas child, untuk berlaku sebagai foreign key.
● One-to-one (1:1) binary relationsip types
Menurut Connolly dan Begg (2005 , p465), penciptaan relasi – relasi untuk merepresentasikan 1:1 relationship sedikit lebih kompleks karena cardinality tidak dapat digunakan untuk membantu mengidentifikasikan entitas – entitas parent dan child dalam relationship. Sebagai gantinya participation constraint digunakan untuk membantu memutuskan apakah baik untuk merepresentasikan relationship dengan menggabungkan entitas - entitas yang terlibat kedalam satu relasi atau dengan menciptakan dua relasi dengan menyalin salinan dari primary key dari satu relasi ke relasi lainnya. Kita mempertimbangkan bagaimana menciptakan relasi – relasi untuk merepresentasikan participation constraint berikut :
- Mandatory participation pada 2 sisi dari 1:1 relationship - Mandatory participation pada 1 sisi dari 1:1 relationship - Optional participation pada 2 sisi dari 1:1 relationship
● Mandatory participation pada 2 sisi dari 1:1 relationship
Menurut Connolly dan Begg (2005 , p466), pada kasus ini, kita harus menggabungkan entitas – entitas yang terlibat kedalam satu relasi dan memilih
salah satu dari primary key dari entitas – entitas aslinya untuk menjadi primary key dari relasi yang baru, sedangkan yang lainnya dijadikan alternate key. ● Mandatory participation pada 1 sisi dari 1:1 relationship
Menurut Connolly dan Begg (2005 , p466), pada kasus ini, kita dapat mengidentifikasikan entitas - entitas parent dan child untuk 1:1 relationship
menggunakan participation constraint. Entitas yang mempunyai optional participation dalam relationship dianggap sebagai entitas parent, dan entitas yang mempunyai mandatory participation dalam relationship dianggap sebagai entitas child. Seperti yang diuraikan diatas, salinan primary key dari entitas parent ditempatkan dalam relasi yang merepresentasikan entitas child. Jika relationship mempunyai satu atau lebih atribut, atribut ini harus menyertakan penyalinan primary key ke relasi child.
● Optional participation pada 2 sisi dari 1:1 relationship
Menurut Connolly dan Begg ( 2005 , p467 ), kita dapat memilih primary key mana yang dipilih tergantung dari kasus yang ada.
● One-to-one (1:1) recursive relationship
Menurut Connolly dan Begg (2005 , p467), untuk 1:1 recursive relationship, kita mengikuti aturan untuk participation seperti yang diuraikan untuk 1:1 relationship. Untuk 1:1 recursive relationship dengan mandatory participation pada 2 sisi, representasikan recursive relationship sebagai relasi tunggal dengan 2 salinan primary
key. Sedangkan salah satu salinan dari primary key merepresentasikan foreign key dan harus diubah namanya untuk menandakan relationship yang direpresentasikan.
Untuk 1:1 recursive relationship dengan mandatory participation pada satu sisi, kita mempunyai pilihan untuk menciptakan relasi tunggal dengan 2 salinan primary key atau untuk menciptakan relasi baru untuk merepresentasikan relationship. Relasi baru hanya akan mempunyai 2 atribut, keduanya merupakan salinan primary key.
Untuk 1:1 recursive relationship dengan optional participation pada 2 sisi, kita menciptakan relasi baru seperti yang telah diuraikan diatas. ● Superclass /subclass relationship types
Menurut Connolly dan Begg (2005 , p467),untuk tiap superclass / subclass relationship dalam data model konseptual, kita mengidentifikasikan entitas superclass sebagai entitas parent dan entitas subclass sebagai entitas child. Terdapat banyak pilihan dalam merepresentasikan relationship sebagai salah satu atau lebih relasi – relasi. Pilihan yang paling sesuai tergantung dari sejumlah faktor seperti disjointnese dan participation constraint pada superclass / subclass relationship apakah subclass – subclass terlibat dalam distinct relationship dan jumlah participant – participant dalam superclass / subclass relationship.
● Many-to-many (*:*) binary relationship types
Menurut Connolly dan Begg ( 2005 , p469 ), untuk tiap * : * binary relationship menciptakan relasi untuk merepresentasikan relationship dan meliputi atribut – atribut yang menjadi bagian dari relationship. Kita menyalin salinan primary key dari entitas yang berhubungan dalam relationship kedalam relasi baru. Untuk berlaku sebagai foreign key.
● Complex relationship types
Menutur Connolly dan Begg ( 2005 , p470 ), untuk setiap complex relationship menciptakan sebuah relasi untuk merepresentasikan relationship dan termasuk semua atribut yang merupakan bagian dari relationship tersebut. Kita menyalin salinan primary key dari entitas yang berhubungan dalam complex relationship kedalam relasi baru, untuk berlaku sebagai foreign key.
● Multi-valued attributes
Menurut Connolly dan Begg ( 2005 , p471 ), menciptakan relasi yang merepresentasikan atribut – atribut multi-valued dan menyalin salinan primary
key dari entitas owner kedalam relasi baru untuk menjadi foreign key. Langkah 2.2 Validasi Model dengan Normalisasi
Menurut Connolly dan Begg (2005 , p473), tujuannya adalah untuk memvalidasi relasi – relasi dalam model data konseptual menggunakan teknik normalisasi.
Menurut Connolly dan Begg (2005 , p388), normalisasi adalah teknik untuk menghasilkan sekumpulan relasi – relasi dengan properti – properti yang diinginkan, sesuai dengan kebutuhan data – data yang diberikan oleh perusahaan.
Tujuan dari normalisasi ini adalah untuk meminimalkan redudansi data
(perulangan data) dan update anomalies, menciptakan representasi data, hubungan antar data dan contraint yang akurat, serta meningkatkan stabilitas. Untuk mencapai tujuan tersebut maka harus dilakukan identifikasi dengan benar atas relasi – relasi yang ada. Pada dasarnya, proses normalisasi ini dilakukan karena terjadinya redundansi data atau kejanggalan pengubahan (update anomaly).
Menurut Connolly dan Begg ( 2005 , p391 ), update anomaly ada tiga jenis yaitu insert anomaly, delete anomaly, dan modification / update anomaly. Insert anomaly
adalah kejanggalan yang terjadi terhadap sebuah table pada saat dilakukan penambahan suatu record, yaitu berupa pelanggaran terhadap integrity constraint. Delete anomaly adalah kejanggalan yang terjadi terhadap suatu tabel pada saat dilakukan penghapusan suatu record, penghapusan bermaksud untuk menghapus suatu data tertentu tetapi menyebabkan kehilangan informasi lain dari tabel tersebut. Modification/update anomaly adalah kejanggalan yang terjadi terhadap suatu tabel pada saat dilakukan pengubahan suatu record, pengubahan terhadap suatu nilai tertentu harus dilakukan lebih dari sekali. Hal ini amat memungkinkan terjadinya inkonsistensi data. Menurut Connolly dan Begg ( 2005 , p401 ), proses normalisasi meliputi langkah – langkah utama berikut :
- First Normal Form ( 1NF ), yang menghilangkan repeating groups
- Second Normal Form ( 2NF ), yang menghilangkan partial dependency dalam primary key
- Third Normal Form ( 3NF ), yang menghilangkan transitive dependencies dalam primary key