Langkah 6. Merancang mekanisme keamanan
3. Third Normal Form (3NF)
2.9 Teori-Teori Khusus .1 Teori Penjualan
2.9.1.1 Pengertian Penjualan
Menurut Mulyadi ( 2001, p202 ) penjualan terdiri dari transaksi penjualan barang atau jasa baik secara kredit maupun tunai.
a) Penjualan Tunai
Menurut Mulyadi ( 2001,p202 ), penjualan tunai dilakukan oleh perusahaan dengan cara mewajibkan pembeli melakukan pembayaran harga terlebih dahulu sebelum barang diserahkan oleh perusahaan kepada pembeli. Setelah uang diterima perusahaan, barang kemudian diserahkan kepada pembeli dan transaksi penjualan tunai kemudian dicatat oleh perusahaan.
b) Penjualan Kredit
Menurut Mulyadi ( 2001,p203 ), penjualan kredit adalah penjualan yang pembayarannya dilakukan beberapa waktu kemudian setelah pembeli menerima barang yang dipesannya. Pembayaran biasanya dilakukan dalam jangka waktu yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. Menurut Mulyadi, penjualan kredit dilaksanakan oleh perusahaan dengan cara mengirimkan barang sesuai dengan
pesanan yang diterima dari pembeli dan untuk jangka waktu tertentu perusahaan.menagih kepada pembeli tersebut.
2.9.2 Teori Pembelian 2.9.2.1 Pengertian Pembelian
Menurut Render (2001, h414), pembelian adalah perolehan barang dan jasa. Secara umum definisi pembelian adalah suatu usaha pengadaan barang atau jasa dengan tujuan yang akan digunakan sendiri, untuk kepentingan proses produksi maupun untuk dijual kembali.
2.9.2.2 Tujuan Pembelian
Tujuan pembelian menurut Render (2001, h414), tujuan dari kegiatan pembelian adalah :
a) Membantu identifikasi produk dan jasa yang dapat diperoleh secara eksternal. b) Mengembangkan, mengevaluasi, dan menentukan pemasok, harga dan
pengiriman yang terbaik bagi barang dan jasa tersebut.
Jenis transaksi dalam pembelian dibedakan menjadi dua, yaitu :
a) Pembelian tunai adalah proses pembayaran yang dilakukan secara langsung pada saat barang diterima.
b) Pembelian kredit adalah proses pembayaran yang tidak dilakukan langsung pada saat barang diterima, tetapi pembayaran dilakukan selang beberapa waktu setelah barang diterima sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam proses pembelian adalah : a) Kualitas
b) Harga
c) Waktu proses
2.9.2.3 Fungsi – Fungsi yang Terkait Dengan Pembelian
Pengawasan perlu dilakukan terhadap pelaksanaan proses pembelian ini, karena pembelian menyangkut investasi dana dalam persediaan dan kelancaran arus barang ke dalam perusahaan. Menurut Mulyadi (2001, h299-300) fungsi yang terkait dalam sistem pembelian adalah sebagai berikut :
a) Fungsi Gudang
Bertanggung jawab untuk mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada di gudang dan untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan.
b) Fungsi Pembelian
Bertanggung jawab untuk memperoleh informasi mengenai harga barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang, dan mengeluarkan order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
c) Fungsi Penerimaan
Bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas bahan yang diterima dari pemasok guna menentukan dapat atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan.
d) Fungsi Akuntansi
Bertanggung jawab dalam pencatatan transaksi pembelian yang menjadi hutang sebagai dokumen bukti kas keluar.
Menurut Mulyadi (2001, h301-303), jaringan prosedur yang membentuk sistem pembelian adalah sebagai berikut :
1) Prosedur Permintaan Pembelian
Dalam prosedur ini fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam formulir surat permintaan pembelian kepada fungsi pembelian.
2) Prosedur Permintaan Penawaran Harga dan Pemilihan Pemasok
Fungsi pembelian mengirimkan surat permintaan penawaran harga kepada pemasok untuk memperoleh informasi mengenai harga barang dan berbagai syarat pembelian yang lain untuk memungkinkan pemilihan pemasok yang akan ditunjuk sebagai pemasok barang yang diperlukan oleh perusahaan.
3) Prosedur Order Pembelian
Fungsi pembelian mengirim surat order pembelian kepada pemasok yang dipilih dan memberitahukan kepada unit-unit lain dalam perusahaan mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan.
4) Prosedur Penerimaan Barang
Dalam prosedur ini fungsi penerimaan barang melakukan pemeriksaan mengenai jenis, kuantitas, dan mutu bahan yang diterima dari pemasok, kemudian membuat laporan penerimaan barang untuk menyatakan penerimaan barang dari pemasok tersebut.
5) Prosedur Pencatatan Hutang
Dalam prosedur ini akuntansi memeriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pembelian (surat order pembelian, laporan penerimaan barang, faktur dari pemasok) dan menyelenggarakan pencatatan hutang atau pengarsipan dokumen sumber sebagai catatan hutang.
6) Prosedur Distribusi Pembelian
Prosedur ini meliputi distribusi rekening yang didebet dari transaksi pembelian untuk kepentingan pembuatan laporan manajemen.
2.9.3 Teori Produksi 2.9.3.1 Pengertian Produksi
Produksi atau memproduksi adalah menambah kegunaan(nilai guna) suatu barang (Putong,2002,p100). Menurut Nasution (2003,p3), proses produksi merupakan cara,metode, dan teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu produk dengan mengoptimalkan sumber daya produksi(tenaga kerja, mesin, bahan baku, dana). Kegunaan suatu barang akan bertambah bila memberikan manfaat baru sehingga barang atau jasa yang dihasilkan dapat dijual. Jadi dapat dikatakan bahwa proses produksi adalah sebuah rangkaian kegiatan yang dilakukan umtuk membuat atau menambah nilai guna suatu produk agar dapat memberikan pemasukan bagi organisasi atau perusahaan yang menghasilkannya.
Proses ini mengidentifikasikan kombinasi sumber daya yang harus dialokasikan untuk produksi, mengidentifikasikan pembagian tugas dan urutan tugas. Proses produksi terdiri dari :
1. Persediaan, yaitu pembelian mateial, pengadaan tenaga kerja. 2. Produksi,proses pembuatan barang atau jasa
3. warehousing, yaitu menyimpan hasil produksi ke dalam gudang. 4. selling, yaitu penjualan.
2.9.3.2 Fungsi Produksi
Menurut Nasution (2003,p1), ada tiga fungsi utama dari kegiatan – kegiatan produksi, yaitu:
a. Proses produksi, yaitu metode dan teknik yang digunakan dalam mengolah bahan baku menjadi produk.
b. Perencanaan produksi, yaitu merupakan tindakan antisipasi di masa mendatang sesuai dengan periode waktu yang direncanakan.
c. Pengendalian produksi, yaitu tindakan yang menjamin bahwa semua kegiatan yang dilaksanakan dalam perencanaan telah dilakukan sesuai dengan target yang telah ditetapkan.
2.9.3.3 Sistem Produksi
Untuk melaksanakan fungsi – fungsi produksi dengan baik, maka diperlukan rangkaian kegiatan yang akan membentuk suatu sistem produksi. Sistem produksi merupakan kumpulan dari subsistem yang saling berinteraksi dengan tujuan menginformasi input produksi menjadi output produksi (Nasution,2003,p2). Input produksi ini dapat berupa bahan baku, mesin, tenaga kerja, modal, dan informasi , sedangkan output produksi merupakan produk yang dihasilkan berikut hasil sampingannya, seperti limbah, informasi, dan sebagainya.