• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN

4.3 Deskripsi Hasil Penelitian

4.3.2 Menetapkan Cara yang Tepat

Aktivitas manajemen yang kedua yaitu menetapkan cara bagaimana yang tepat untuk mencapai tujuan organisasi. Dalam hal ini termasuk menetapkan teknik pencapaian, prosedur dan metode. Guna menetapkan cara-cara itu hendaknya melalui penelitian dan percobaan,

sehingga dapat ditemukan cara yang paling tepat untuk kradaan waktu itu, aman dan efisien diantara beberapa alternatif cara. Khusus dalam tugas-tugas pelayanan soal prosedur dan metode harus benar-benar menjadi perhatian manajemen, karena ini akan menentukan kualitas dan kecepatan dalam pelayanan, baik pelayanan manual maupun pelayanan dengan menggunakan peralatan.

Cara dimaksudkan sebagai sesuatu atau strategi yang harus dipilih dengan cermat agar segala tujuan organisasi berjalan sesuai dengan yang dikehendaki. Dalam pelayanan Dokumen Kependudukan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) Orang Asing yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cilegon menggunakan cara atau prosedur yang mereka anggap saat ini tepat. Cara atau prosedur tersebut dilandaskan oleh Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 yang merupakan perubahan dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan dan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2009 Tentang Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan.

4.3.2.1Penetapan strategi dalam pelayanan dokumen

kependudukan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) Orang Asing

Penetapan strategi di sini dimaksudkan adalah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk menentukan strategi atau arahan, serta mengambil keputusan untuk mengalokasikan sumber daya (manusia, finansial, fisik, dan informasi) untuk mencapai strategi tersebut. Di dalam

penetapan strategi ada beberapa tahapan: dari mulai menentukan visi dan misi, membuat perencanaan strategis mengenai teknik apa yang akan digunakan untuk mencapai tujuan.

Dalam pelayanan dokumen kependudukan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) Orang Asing ini tentunya harus memiiki strategi yang matang dalam hal pelaksanannya, agar strategi atau cara yang sudah ditentukan dapat berjalan sesuai perencanaan yang ditetapkan sebelumnya. Dimana strategi ini dilakukan setelah menentukan sasaran dalam pelayanan dokumen kependudukan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) Orang Asing.

Orang Asing yang datang untuk berdomisili di Kota Cilegon wajib melaporkan diri ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cilegon selambat-lambatnya 14 hari terhitung dari masa diterbitkannya KITAS dari Kantor Imigrasi untuk diterbitkan dokumen kependudukan SKTTnya. Bagi Orang Asing yang ingin diterbitkannya Dokumen Kependudukan Surat Keterangan Tempat Tinggalnya, wajib melampirkan beberapa persyaratan kepada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cilegon sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal ini dipertegas oleh pernyataan dari informan I1-1. Menuturkan bahwa :

Biasanya yang melapor ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil untuk dibuatkannya SKTT Orang Asing itu Agen Orang Asing atau sponsor melaporkan diri bahwa Orang Asing yang bersangkutan akan berdomisili di Kota Cilegon itu paling lambat 14 hari setelah kedatangan dia. SKTT akan diproses setelah Orang

Asing tersebut melampirkan persyaratan yang sudah ditetapkan seperti KITAS yang didapat dari Imigrasi, selanjutnya SKM (Surat Keterangan melapor) yang didapat dari Polres setempat. Setelah SKM jadi baru melapor ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cilegon untuk mendapatkannya SKTT karena Orang Asing nya berdomisili diKota Cilegon. Dokumen kependudukan SKTT tersebut paling lama 11 hari pengerjaannya, tapi kalau di sini, kita 3 hari juga sudah jadi. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cilegon tidak pernah melakukan pelayanan SKTT lebih dari jangka waktu yang sudah ditentukan. Para Orang Asing yang datang untuk mengurus dokumen kependudukan di sini bebas dari biaya apapun dalam arti lain gratis setelah Perda No. 16 Tahun 2009 tentang Retribusi Biaya Cetak Penggantian KTP dan Akta Catatan Sipil dihapuskan”. (Wawancara/19 Mei 2016.13.00-14.00 WIB/Wawancara dilakukan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cilegon)

Dari hasil wawancara di atas dilihat bahwa Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cilegon melakukan penerbitan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) Orang Asing dalam waktu 14 hari setelah pihak Orang Asing melapor dan menyerahkan berkas persyaratan wajib tanpa dipungut biaya retribusi.

Hal ini juga di utarakan informan I1-2, mengungkapkan bahwa: “Kita selalu melayani perusahaan-perusahaan yang mendaftarkan Orang Asing untuk diterbitkannya SKTT tanpa pungutan biaya apapun setelah adanya Peraturan Daerah No 8 Tahun 2015 tentang penghapusan Perda Nomor 16 Tahun 2009 tentang Retribusi Biaya Cetak Penggantian KTP dan Akta Catatan Sipil. Jadi pembuatan SKTT, KTP Orang Asing, KK Orang Asing itu sekarang gratis. Jadi sudah tidak dipersulit oleh kendala biaya lagi bagi penerbitan dokumen kependudukan Orang Asing. Masa pengerjaannya juga kurang dari 14 hari.” (Wawancara/20 Mei 2016.09.00-10.00 WIB/Wawancara dilakukan di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cilegon)

Berdasarkan penjelasan dari informan di atas, dapat diketahui bahwa memang pembuatan dokumen kependudukan Orang Asing tidak dikenakan biaya retribusi semenjak dikeluarkannya Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2015 tentang Penghapusan Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2009 tentang Retribusi Biaya Cetak Penggantian KTO dan Akta Catatan Sipil. Kemudian, untuk masa pengerjaan SKTT dalam kurun waktu kurang dari 14 hari.

4.3.2.2 Prosedur yang dilakukan oleh perusahaan dalam menerbitkan Dokumen Kependudukan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) Orang Asing

Penerbitan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) Orang Asing. Biasanya dilakukan oleh Orang Asing yang bekerja di wilayah Kota Cilegon atau Orang Asing yang menikah dengan WNI asal Kota Cilegon. Salah satunya ialah PT. Krakatau Posco yang dewasa ini menarik perhatian karena banyak mempekerjakan Orang Asing yag didominasi oleh Warga Asing asal Korea. Para tenaga kerja asing tersebut rata-rata berdomisili di daerah Kota Cilegon sehingga PT. Krakatau Posco wajib mengurus dokumen kependudukan tenaga kerja asingnya. Menurut data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cilegon. PT. Krakatau Posco memiliki angka yang cukup banyak dalam melakukan penerbitan SKTT Orang Asing.

Hal ini pun dipertegas oleh penuturan dari informan I4 yang mengatakan bahwa:

Seluruh tenaga kerja asing di sini kami sangat legal karena memiliki dokumen-dokumen yang sangat lengkap. Termasuk dokumen kependudukan yang biasa di sebut Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) Orang Asing, karena memang mereka asramanya di wilayah Kota Cilegon. Untuk di PT. Krakatau Posco ini biasanya kami yang selalu mengurusnya adalah Agen dari perusahaan kami. Karena, akan sangat menyulitkan Orang Asing itu jika mereka mengurus segala sesuatunya sendiri. Dan untuk pembuatan SKTT nya itu sendiri terhitung sangat cepat ya dalam kisaran waktu seminggu. Serta memang tidak dipungut biaya retribusi. Tetapi, kami membayar DPKK (Dana Pengembangan Keahlian dan Keterampilan) yang merupakan dana kompensasi pengajuan Tenaga Kerja Asing yang masuk ke Kas Negara, yang mana dibayarkan setiap bulannya $ 100 yang menjadi syarat utama yang harus disetorkan ke pemerintah untuk diterbitkannya IMTA (Izin Memperkerjakan tenaga Asing) dan masih banyak lagi, panjang sekali prosedurnya sampai Orang Asing tiba di sini” (Wawancara/13 Juni 2016.09.00-10.00 WIB/Wawancara dilakukan di PT. Krakatau Posco)

Gambar 4.3

Flowchart Prosedur Dokumen Perizinan PT. Krakatau Posco

Sumber : Data perusahaan PT. Krakatau Posco

Dari hasil wawancara di atas, dapat dilihat bahwa data penerbitan SKTT Orang Asing PT. Krakatau Posco yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cilegon memang paling banyak dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain. Data tersebut juga didukung oleh data dari hasil wawancara di atas.

Hal senada juga diutarakan oleh informan I6, mengatakan bahwa: “Proses Orang Asing yang bekerja di sini sangat membutuhkan banyak sekali perizinan. Untuk membuat KITAS dengan banyak syarat sekali dan harus membayar di kantor Imigrasi setelah KITAS jadi baru para Orang Asing membuat SKM di kepolisian setelah jadi kami langsung mengurus SKTT di Kependudukan karena para Orang Asing tersebut bertempat tinggal di kawasan

Kavling, Kota Cilegon”. (Wawancara/25 Juli 2016.09.00-10.00 WIB/Wawancara dilakukan di Kantor PT. Sankyu Indonesia) Namun, sepertinya kondisi ini tidak sama dengan perusahaan-perusahaan lain yang berada di Kota Cilegon. Tidak sedikit kasus penyelundupan tenaga kerja asing yang didapat dari perusahaan-perusahaan lain. Salah satunya ialah PT. Indorama. Dari hasil data yang diberikan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cilegon, bahwa PT. Indorama dan PT. Indoferro pernah didapati kasus tenaga kerja asing yang ilegal dalam artian di sini ialah tenaga kerja asing tersebut tidak terdaftar dari segi keimigrasiannya maupun kependudukannya. Hal ini dibenarkan oleh informan I2, yang menuturkan bahwa :

“Kami pihak TIMPORA sering mengadakan Sidak ya, nah kami sering sekali menemukan temuan temuan Orang Asing yang bekerja dan tinggal di Kota Cilegon tidak lengkap dokumennya. Itu sih kebanyakan orang-orang China yang sering. Sampai kita di Indoferro dan Indorama itu mereka kan perusahaan perusahaan besar, tetapi para tenaga kerja asingnya tidak memenuhi

persyaratan.”(Wawancara/5 Juni 2016.10.00-11.00/Wawancara

dilakukan di kantor Badan Kesbang dan Linmas Kota Cilegon) Dari informasi yang dipaparkan di atas peneliti menyimpulkan bahwa pelayanan mengenai dokumen kependudukan SKTT Orang Asing yang dilakukan oleh Dinas kependudukan dan Catatan Sipil Kota Cilegon terkait dengan menetapkan cara yang tepat seperti metode, dan prosedurnya bisa dikatakan sudah baik. Namun, masih banyak pihak-pihak yang belum secara penuh mendukung dalam hal pelayanan Surat Keterangan Tempat Tinggal (SKTT) Orang Asing. Sebagai contohnya

dengan berdasarkan hasil wawancara dari beberapa pihak mengenai perusahaan-perusahaan yang masih belum melakukan pelaporan untuk segera diterbitkannya dokumen keimigrasian dan kependudukannya. Hal ini tentu saja banyak dampak negatifnya. Salah satunya dari segi kemasyarakatan serta dari segi administratif.

Dokumen terkait