TM-4: Jembatan Pasar BaruTR-4: Kelor
Langkah 5-3-1: Menetapkan Rencana Pengurangan Beban Pencemaran
Kabupaten/Kota mengatur rencana pengurangan beban pencemaran yang didasarkan pada rencana pengurangan beban pencemaran yang disiapkan oleh pemerintah pusat dan provinsi dalam rangka mencapai tujuan ditetapkan.
Gambar 1.21. Alokasi Pengurangan Beban Pencemaran untuk Berbagai Sektor
2) Pengembangan Rencana PKA/PPA dari Tingkat Provinsi
Provinsi akan mengembangkan Rencana PKA/PPA pada tingkat provinsi. Rencana PKA/PPA tersebut adalah arah Rencana PKA/PPA Kabupaten/Kota berdasarkan hasil alokasi pengurangan beban pencemaran untuk sektor masing- masing Kabupaten/Kota dan juga termasuk hasil dari koordinasi antara Kabupaten dan kota serta langkah-langkah untuk mengendalikan pencemaran air lintas batas propinsi, pencemaran diffuse, tempat pembuangan sampah dll.
(1) Faktor-faktor Pertimbangan untuk Alternatif Pengurangan Beban Pencemaran
Faktor-faktor pertimbangan dalam rencana pengurangan beban pencemaran ditunjukkan pada Gambar 1.22.
0 20,000 40,000 60,000 80,000 100,000 120,000 Target Year (without measures) Target Year (with measures) Natural (Forest) Domestic Industry Livestock Agriculture Urban
Beban Pencemar Yang Dikurangi untuk mencapai
Tujuan di Tahun Target
Pemukiman Pertanian Ala m i/ H u t an Pe t er n a kan Industri Perkotaan Tahun Target Tanpa Pengendalian Tahun Target Dengan Pengendalian
Gambar 1.22. Faktor-Faktor Pertimbangan untuk Alternative Pengurangan Beban Pencemaran
(2) Metodologi Penetapkan Rencana Pengurangan Beban Pencemaran a) Identifikasi Daerah Sasaran dan Pencemaran Sumber
Untuk mempertimbangkan rencana-rencana pengurangan beban pencemaran secara efektif dan efisien, wilayah prioritas dan target sumber-sumber pencemaran perlu diklarifikasi. Sesuai dengan tingkat perbedaan prioritas, sasaran sumber pencemaran dikelompokkan, dan disusun rencana pengurangan beban pencemaran. b) Biaya Kinerja Pengurangan Beban Pencemaran
Jika jumlah beban pencemaran yang sama dapat dikurangi melalui beberapa cara, seperti instalasi pengolahan air limbah pada setiap industria atau pengendalian pencemaran secara dengan sistem sewerage gabungan, satuan biaya untuk mengurangi beban pencemaran harus dibandingkan di antara beberapa kemungkinan cara untuk mengurangi beban pencemaran dengan biaya yang lebih rendah.
c) Mengadopsi Pendekatan Sektor untuk Pengurangan Beban Pencemaran Pada dasarnya dianjurkan mangurangi sejumlah beban pencemaran untuk mencapai tujuan Rencana PKA/PPA yang dialokasikan sesuai dengan sub-jumlah total beban pencemaran dari setiap sektor. Misalnya, jika jumlah beban pencemaran di sektor industri dari tahun sekarang ke tahun target Rencana PKA/PPA meningkat , maka harus dikurangi untuk mencapai tujuan PKA/PPA,sehingga pengurangan sejumlah beban pencemaran harus ditangani pada sektor industri. Apabila lebih disukai dengan cara lain ditimjau dari sudut pandang kuantitasnya, maka jumlah beban yang dikurangi dapat dialokasikan ke sektor lain.
d) Pengenalan Pendekatan Baru untuk Pengurangan Beban Pencemaran
Jika beban pencemaran tidak bisa dikurangi meskipun telah menerapkan peraturan perundang-undangan mengenai pengendalian pencemaran air, maka pendekatan-
Rencana Pengembangan Daerah Persyaratan PKA/PPA Tujuan dan Sasaran dari PKA/PPA load to be reduced Jumlah Beban Pencemaran Yang dikurangi Pemeriksaan Kondisi Current regulation and standards Peraturan perundangan yang berlaku dan Baku Mutunya Applicable technique Tehnik yang berlaku Pengurangan Beban Pencemaran (skenario A) Pendekatan Dasar Identify prior target area and
pollution Identifikasi daerah target sebelumnya dan sumber – sumber pencemar Consider cost- performance of Pertimbangan biaya kinerja dari langkah altenatif Adopt sector approach for pollution load reduction Pendekatan Sektor untuk Pengurangan Beban Pencemaran
Skenario yang harus dilakukan untuk mengurangi beban pencemaran ? Pengurangan Beban Pencemaran (skenario B) Pengurangan Beban Pencemaran (skenario C)
pendekatan baru pengurangan beban pencemaran dianjurkan untuk diperkenalkan sebagai rencana pengurangan beban pencemaran.
(3) Persyaratan yang Harus Diperiksa untuk Mempersiapkan Alternatif Pengurangan Beban Pencemaran
a) Peraturan dan Standar Pengelolaan Lingkungan Air
Untuk persiapan rencana pengurangan beban pencemaran, baku mutu limbah cair dan baku mutu kualitas air permukaan diterapkan. Jika modifikasi Baku Mutu yang ada atau penetapan Baku mutu telah direncanakan oleh target tahun ahir rencana PKA/ PPA, itu bisa diterapkan. Dalam hal melalui pengamatan baku mutu limbah cair tidak cukup untuk mencapai tujuan rencana PKA/PPA, maka Provinsi dapat memperketat baku mutu, atau dapat diterapkan pengaturan yang lebih ketat dari provinsi atau baku mutu untuk DAS yang lebih luas dapat diuji coba.
b) Rencana Pembangunan Daerah
Rencana PKA/PPA harus diselaraskan dengan pembangunan daerah dan perlindungan lingkungan. Pencapaian rencana pembangunan daerah akan menjadi kondisi dasar untuk mempertimbangkan skenario pengurangan beban pencemaran. Jika sulit untuk mencapai tujuan PKA/PPA dengan target pencapaian rencana pembangunan daerah, dianjurkan untuk memeriksa apakah target rencana pembangunan daerah yang ada dapat dimodifikasi atau tidak dengan lembaga yang bersangkutan.
c) Teknik Yang Berlaku untuk mengurangi beban pencemaran
Mengingat ketidakpastian perkembangan teknologi, sulit untuk mengadopsi teknologi maju untuk mengurangi beban pencemaran. Dalam hal rencana nyata pengadopsian teknologi baru untuk mengurangi beban pencemaran dan perbaikan proses produksi, maka dapat mempertimbangkan teknologi maju. dan satuan-satuan beban pencemaran yang digunakan untuk memperkirakan beban pencemaran dalam target akhir tahun akan berubah dari satuan-satuan yang ada.
(1) Konfirmasi Rencana Pengendalian Pencemaran Yang Ada
Di Indonesia, telah ada berbagai program pengendalian polusi seperti PROKASIH (Program Kali Bersih), PROPER (Program untuk peningkatan kepatuhan institusi terhadap undang-undang dan peraturan, baku mutu, dan izin lingkungan), SUPERKASIH/SUPERKELOLA (Program yang dikembangkan untuk meningkatkan kepatuhan dan pengurangan beban pencemaran air oleh institusi-institusi), dan lain sebagianya. Kabupaten/Kota akan mengkonfirmasi keberadaan program-program pengendalian pencemaran seperti di atas dan mempertimbangkan penggunaannya. (2) Pemilihan Pengendalian Beban Pencemaran Secara Langsung
Pengendalian beban pencemaran secara langsung, dapat dilakukan melalui pendekatan regulasi dan pendekatan infrastruktur. Pendekatan ini dapat memperkirakan pengurangan beban pencemaran secara kuantitatif.
Sehubungan dengan pendekatan regulasi, Peraturan Pemerintah No.01, 2010 menetapkan berbagai peraturan seperti penentuan pengetatan baku mutu air limbah (baku mutu limbah cair), izin lingkungan yang terkait dengan pembuangan air limbah dari sumber titik, peninjauani fasilitas yang berkaitan dengan AMDAL, UKL-UPL dan panduan prosedur detil dan metodologi seperti yang terdapat dalam Lampiran IV dan