• Tidak ada hasil yang ditemukan

ap^ah kegiatan usaha dilakukan secara

2. Menetapl^ keseimbangan antara tingkat kebutuhan

produksi, tehnik pemesanan, serta membandingkannya dengan rencana produksi.

3. Dapat mengetahui Jadwal produksi, penugasan, pembebasan mesin, dm tenaga keija yang terperinci sesuai ketersediaan kapasitas dan fluktuasi permintaan pada suatu periode.

4. Dapat digunakan sebagai alat untuk meramalkan permintan produk yang dinyatakan dalam jumlah produksi.

Selanjutnya Salvatore (2006,246) menyatakan bahwa:

"Suatu fungsi produksi adalah persaman, tabel, atau grafik yang menunjukkan output komoditas maksimal perusahaan yang dapat diproduksi pada seti^ periode dengan kombinasi input".

2.3.4 Jenis Biaya Produksi

Untuk menjalankan kegiatan produksi, perusahaan membutubkan biaya-biaya yang mendukung jalannya proses produksi. Biaya produksi adalah biaya-biaya yang teijadi dalam hubungannya dengan proses pengolahan bahan baku menjadi produk jadi.

Dalam hubungannya dengan produksi, biaya produksi menurut Bastian Bustami Nurlela dibagi menjadi tiga bagian yaitu:

a) Biaya Bahan Baku

Bahan baku adalah bahan dasar yang diolah menjadi produk selesai, bahan baku ini dapat dibagi menjadi:

bahan baku langsung : bahan baku langsung ini mempunyai ciri:

1. Mudah ditelusuri ke produk selesai 2. Merupakan bahan utama produk selesai

3. Dapat di identifikasi langsung ke proses produksi setiap produk.

Bahan baku tak langsung adalah selain bahan baku langsimg yang digunakan dalam proses produksi dan

biaya ini dpandang sebagai biaya overhead.

b) Biaya Tenaga Keqa

Tenaga keija adalah daya keija fisik maupun mental yang merupakan sumbangsih manusia untuk menghasilkan suatu produk dan jasa tertentu. Biaya tenaga keija merupakan pembayaran kepada tenaga keija sebagai pengguna jasa untuk menghasilkan suatu produk atau jasa. Biaya tenaga kerja dalam perusahaan manufaktur d^at dibedakan menjadi:

1. Biaya tenaga keija langsung : yaitu biaya tenaga yang dapat ditelusuri kepada produk yang

HihgLiilkan, merupakan biaya utama untuk

menghasilkan produk dan jasa tertentu, dan secara langsung di identifikasikan kepada produksi.

2. Biaya tenaga keija tidak langsung : merupakan seluruh biaya tenaga kerja selain biaya tenaga kerja langsung yang berhubungan dengan proses produksi untuk menghasilkan produk dan jasa

tertentu.

31

c) Biaya Overhead Pabrik

Biaya Overhead Pabrik adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga keija langsimg yang digolongkan menjadi:

1) Biaya bahan penolong

2) Penyusutan dan amortisasi aktiva tetap pabrik 3) Reparasi dan pemeliharaan aktiva tetap pabrik 4) Biaya listrik dan air

5) Biaya asuransi pabrik

2.4. Peranan Pemeriksaan Operasional dalam Menunjang Tingkat Efisiensi Biaya Produksi

Pemeriksaan operasional memiliki peranan sangat penting bagi suatu organisasi, yaitu untuk mengetahui sejak awal bila teijadi gejala defisiensi dan aktivitas-aktivitas yang menyebabkan pemborosan di dalam penggunaan sumber daya. Dengan adanya laporan atas gejala defisiensi dan pemborosan di dalam penggunaan sumber daya tersebut, maka manajemen dapat dengan segera mengambil tindakan untuk menanggulangi masalah

tersebut.

Pengertian audit operasional menurut Sukrisno Agoes adalah:

"Audit operasional adalah suatu pemeriksaan terhad^

kegiatan atau operasi suatu perusahaan, termasuk kebijakan akuntansi, dan kebijakan operasional yang telah ditentukan oleh manajemen, untuk mengetahui apakah kegiatan operasi

tersebut sudah dilakukan secara efektif, efisien dan ekonomis."

(2004:1)

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemeriksaan operasional dalam suatu organisasi berperan untuk menilai efektivitas, efisiensi, dan ekonomis suatu program, kegiatan, dan aktivitas dalam perusahaan secara keseluruhan maupun tiap unit atau bagian dalam organisasi yang d^at diperiksa. Pemeriksaan Operasional dilakukan untuk

menyelesaikan pennasalahan dalam manajemen organisasi, yang berkaitan dengan kelemahan dalam aktivitas operasional perusahaan untuk kemudian diberikan saran dan rekomendasi perbaikan terhadap penyelesaian kelemahan tersebut. Hasil dari audit operasional akan bermanfaat bagi manajemen karena dapat meningkatkan kualitas operasional agar pencapaian tujuan perusahaan terc^ai; salah satunya fungsi biaya produksi.

Audit operasional atas fungsi biaya dilakukan dengan tujuan untuk menilai seberapa efisien pengelolaan biaya apakah telah terc^ai. Salah satu cara yang dilakukan auditor imtuk menilai efisiensi biaya dengan melihat perbandingan antara anggaran biaya dengan realisasinya, jika realisasi biaya lebih besar dari anggaran maka dianggap tidak menguntungkan (unfavorable), dengan demikian diperlukan langkah-langkah untuk menyusim strategi seperti melakukan pengendalian biaya, dari anggaran tersebut kemudian dilakukan analisis untuk mengetahui ^akah teijadi penyimpangan seperti pemborosan dengan cara membandingkan hasil yang sebenamya dengan yang dianggarkan, selanjutnya diadakan koreksi atau perbaikan untuk masa yang akan datang.

Dari kegiatan pelaksanaan audit operasional atas fungsi biaya produksi, auditor akan mengumpulkan bahan bukti audit agar diperoleh simpulan audit dan memberikan rekomendasi perbaikan terhadap kelemahan yang ditemukan kepada manajemen. Rekomendasi tersebut kemudian akan ditindak lanjuti manajemen (auditee) agar permasalahan yang teijadi dapat segera diatasi. Hal ini secara tidak langsung akan mendorong terciptanya efisiensi biaya produksi agar kemungkinan kesalahan dan penyinqiangan

33

yang teijadi dalam pengelolaan biaya produksi dapat diminimalisasi, sehingga eflsiensi biaya produksi pun akan tercapai.

3.1. Objek Penelitian

Dalam penelitian ini, objek yang diteliti adalah peranan pemeriksaan operasional dalam menunjang efisiensi biaya produksi pada FT Kandakawana Sakti. Untuk mendapatkan data dan informasi yang

memadai, penulis melakukan penelitian pada PT Kandakawana Sakti yang

berlokasi di Jl. Pembina Rawa Haur, Kampung Liobaru, Desa Leuwinutug,

Citeureup, Cibinong, Bogor. Dengan luas tanah ± 5.329 m? dan luas bangunan ± 2.048,5 m^.

Perusahaan ini bergerak dalam bidang industri jasa, dimana usaha yang dilakukan yaitu pengecatan (painting) dan pembuatan plastic part kendaraan khususnya kendaraan roda empat dan roda dua. PT Kandakawana Sakti memiliki NPWP No. 01.738.2.026.000 yang dikukuhkan tanggal 9 November 1995. dan memiliki SIUP (Surat Izin Usaha Pedagang) No.

1125/09-01/PB/UI/97.

Penelitian dilakukan dengan menilai prosesur-prosedur yang terkait dengan biaya produksi, seperti dengan men^erbandingkan antara realisasi unit produksi dengan realisasi biaya produksi tahun 2007 s/d 2011 li. Hal ini bertujuan untuk menilai apakah penggunaan biaya tersebut sudah efisien atau belum yang telah dilakukan perusahaan.

Terkait dengan pengefisiensian biaya produksi yang dilakukan oleh perusahaan, tidak terlepas dari peran intemal audit yang menjadi suatu unsur badan pengawas dalam mengawasi seluruh kegiatan operasional perusahaan

34

35

agar dapat berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan. Selain itu internal audit juga bertindak sebagai konsultan dan kolega bagi unit operasi untuk membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan peningkatan efisiensi, efektivitas dan ekonomis suatu proses keija.

3.2. Metode Penelitian

3.2.1. Desain Penelitian

Desain penelitian merupakan rencana, mengun:q)ulkan, mengukur, dan menganalisis data dengan mcmbantu peneliti mengetahui hubungan antar variable. Hal ini juga membantu penulis untuk pemilihan keputusan yang dilakukan dengan menggunakan rasional. Untuk memudahkan dalam memperoleh data dan informasi dalam penyusunan skripsi ini, penulis melakukan desain penelitian

yang mencakup:

1. Jenis, Metode, dan Teknik Penelitian a. Jenis Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif eksploratif, yaitu penelitian yang bertujuan untuk memperoleh data-data yang relevan dengan masalah yang diamati dan berkaitan dengan peranan

pemeriksaan operasional dalam menunjang efisiensi biaya

produksi.

b. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan penulis adalah studi kasus pada PT Kandakawana Sakti. Metode ini menggambarkan

keadaan yang sebenamya teijadi dan dilakukan dalam

keseharian operasional perusahaan.

c. Teknik penelitian

Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis menggunakan teknik penelitian analisis kualitatif dan kuantitatif (nonstatistik), yaitu analisis yang menggunakan alat analisis bersifat kuantitatif nonstatistik. Hasil analisis penelitian disajikan dalam bentuk angka kemudian dijelaskan dan diinterprestasikan dalam suatu uraian.

2. Unit analisis

Unit analisis dari Penelitian ini adalah group, yaitu sumber data yang unit analisisnya diperoleh dari respon Bagian Keuangan, Bagian Produksi dan Bagian Internal Audit pada

PT Kandakawana Sakti.

3.2.2. Operasionalisasi Variabel

Untuk memudahkan proses analisis, maka terlebih dahulu penulis mengklarifikasikan variabel penelitian menjadi dua kelon^ok, yaitu:

1. Variabel Independen (variabel tidak terikat/ bebas), yaitu variabel

yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahan/ timbul.

Yang menjadi variabel independen adalah pemeriksaan operasional, yang diartikan sebagai aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan informasi dan mengetahui perkembangan operasional perusahaan.

37

2. Variabel Dependen (variabel terikat/ tidak bebas), yaitu variabel

Dokumen terkait