BAB V ANALISIS DAN PERUMUSAN STRATEGI
5.2 Fase Analysis
5.2.2 Menganalisis Situasi Sistem Informasi Saat Ini
Pada sub bab ini dilakukan analisis situasi sistem informasi saat ini dibandingkan dengan situasi eksternal sistem informasi dan arahan bisnis untuk mengidentifikasi kesenjangan (gap analysis). Situasi eksternal sistem informasi berguna untuk mengetahui perkembangan terkini industri SI / TI yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung strategi bisnis di masa yang akan datang.
5.2.2.1 Tren TIK Nasional
Pembentukan Dewan TIK Nasional (DeTIKNas) berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 20 Tahun 2006 yang memiliki tugas merumuskan kebijakan umum dan arahan strategis pembangunan nasional melalui pendayagunaan TIK. Pembentukan DeTIKNas ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ICT di Indonesia, yang pada ujungnya mampu mendongkrak perekonomian nasional.
DeTIKNas diketuai langsung oleh Presiden dengan wakil Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri (Menko EKUIN). Pengurus harian diketuai oleh Menteri Komunikasi dan Informatika dan beranggotakan sembilan menteri lainnya yaitu: Menteri Hukum dan HAM, Menteri Perindustrian, Menteri
Pendidikan Nasional (sekarang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Menteri Dalam Negeri, Menteri Perdagangan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Ketua Bappenas, Menteri Pendayagunaan Aparatus Negara (sekarang Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi), Menteri Negara Riset dan Teknologi serta Sekretaris Kabinet.
Tugas pokok DeTIKNas adalah memberi rekomendasi kebijakan pengembangan yang efektif dan efisien. Sebagai program unggulan, DeTIKNas telah meluncurkan inisiatif yang bernama “7 Flagship Program: e-procurement, e-Anggaran, National Single Window (NSW), e-Education, Palapa Ring, Legalisasi Software Pemerintah dan Nomor Identititas Nasional (NIN)”. Istilah lain yang cukup terkenal dalam konsep ICT economic adalah “Less Capex (capital expenditure), more Opex (operational expenditure)”.
Hal nyata yang telah dirasakan adalah untuk beberapa fungsi layanan pemerintahan, pemerintah daerah telah merasakan manfaatnya berupa hak akses untuk sistem informasi manajemen yang dikeluarkan instansi vertikal dan kementerian dalam melaksanakan tugas pokoknya. Misalnya dalam hal kepegawaian, Badan Kepegawaian Negara telah mengeluarkan Sistem Aplikasi Pelayanan Kepegawaian (SAPK) dimana setiap pemerintah daerah menggunakannya. Hal ini sangat menguntungkan berbagai pihak, Instansi vertikal dapat memutakhirkan basis datanya secara online, pihak pemda dapat menggunakan aplikasi sistem informasi untuk meningkatkan pelayanan publik tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk instalasi sistem informasi.
5.2.2.2 Tren Sistem Informasi
Perkembangan industri sistem informasi dapat bermanfaat guna memastikan penerapan tata kelola pemrintahan yang baik (good governance). Beberapa teknologi informasi yang dapat dimanfaatkan
oleh pemerintah Kota Serang untuk memanfaatkan sistem informasi yang terdepan dan akurat adalah:
Datawarehouse dan Business Intelligence (DWBI)
DWBI dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Kota Serang sebagai data acuan yang dapat digunakan oleh level pimpinan (Kepala Daerah, dan Pejabat Eselon) untuk menentukan kebijakan dan kondisi masyarakat terkini dalam bentuk portal Executive Information System.
Executive Information System
EIS mampu menggambarkan kinerja pemerintahan dalam bentuk grafik untuk mendukung pengambilan keputusan.
Datamining
Datamining dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Kota Serang untuk mendapatkan pola perilaku pelanggan dalam penggunaan e-commerce. Contoh penggunaan Datamining adalah untuk mengetahui tren produk yang sedang digemari pelanggan.
Web Services
Web service dapat digunakan sebagai pendekatan internal dan eksternal untuk pengintegrasian aplikasi. Tren Web 2.0 dapat menjadi pertimbangan
E-procurement
e-procurement merupakan proses permintaan dan pemenuhan kebutuhan melalui teknologi internet. Teknologi ini dapat mengurangi personil, biaya dan waktu.
Document Management
Pengelolaan dokumen termasuk didalamnya retensi, penyimpanan dan pemutakhiran. Teknologi ini sangat bermanfaat untuk kepentingan penelitian.
Beberapa tren teknologi jaringan yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Kota Serang yang dapat mendukung kemajuan teknologi informasi adalah:
Network Protection
Teknologi ini melindungi jaringan dari serangan virus, worms, dan malicious program lainnya.
Voice-over-IP (VoIP)
Teknologi ini akan menggantikan fungsi telepon tradisional yang memerlukan biaya tambahan. Dengan menggunakan VoIP kita dpat memanfaatkan jaringan internet untuk berkomunikasi antar SKPD secara “gratis” (komponen biaya satu paket dengan bandwidth internet).
Internet
Peningkatan penggunaan internet untuk keperluan komunikasi antar SKPD sehingga dapat mengurangi beban anggaran. Bekerjasama dengan ISP untuk pemanfaatan internet ini.
Grid/ Cloud Computing
Teknologi ini menggunakan jaringan internet dan server yang disediakan oleh penyedia layanan untuk mengelola data dan aplikasi. Cloud computing dapat membantu pemerintah Kota Serang untuk menggunakan aplikasi tanpa melakukan instalasi dan mengakses data yang diperlukan dengan memanfaatkan Software as a Service (SaaS) dan Infrastructure as a Service (IaaS) pada Cloud Computing.
Data Center dan Data Recovery Center
Data center adalah suatu fasilitas yang digunakan untuk menempatkan sistem komputer dan komponen terkait, seperti sistem telekomunikasi dan penyimpanan data. Fasilitas ini biasanya mencakup juga catu daya cadangan, koneksi, Air Conditioning (AC), pencegah bahaya kebakaran, serta piranti keamanan fisik. Data recovery center merupakan co-location dari data center sebagai antisipasi bila terjadi gangguan pada data center.
5.2.2.3 SWOT Sistem Informasi
Analisis SWOT pada lingkungan SI / TI dilakukan untuk mendapatkan rekomendasi strategi SI / TI.
Tabel 5.5 Analisis SWOT SI / TI
Kekuatan (S) Kelemahan (W) 1 Kebijakan dan Strategi
Nasional Pengembangan e-Government
2 Flagship program DeTIKNas
3 Beberapa aplikasi yang bersifat key operational telah digunakan
1 Pengelolaan SI / TI masih berada pada level eselon 3 2 Belum tersedianya data center
untuk integrasi database 3 Pulau-pulau aplikasi (tidak
interoperabilitas)
4 Anggaran pengembangan SI / TI belum menjadi prioritas 5 Penggunaan SI / TI hanya
sebatas pendukung 6 Kurangnya kuantitas dan
kualitas SDM SI / TI 7 Belum memiliki legalisasi
hukum perencanaan strategis sistem informasi dan tata kelola teknologi informasi Peluang (O)
Upaya memakai kekuatan untuk memanfaatkan peluang (S-O)
Upaya menanggulangi kelemahan dengan memanfaatkan peluang (W-O) 1 Pemanfaatan SI / TI dapat memperbaiki kinerja organisasi 2 Peningkatan jumlah tenaga SI / TI 3 Harga produk SI / TI cenderung turun 1. Pemanfaatan SI / TI yang terintegrasi di seluruh SKPD sebagai enabler dalam pencapaian visi misi organisasi
2. Pemanfaatan Business
Intelligence sebagai alat
utama dalam perencanaan dan pembuatan keputusan
3. Mengkoordinasikan
perencanaan, pengadaan dan pegembangan SI / TI
1. Sosialisasi untuk mendapatkan dukungan eksekutif dalam pemanfaatan SI / TI untuk meningkatkan kinerja dan pencapaian organisasi
2. Peningkatan tugas dan tanggung jawab manajemen SI / TI
3. Pemanfaatan kerjasama dengan pihak swasta untuk pengembangan SI / TI 4. Peningkatan kualitas SDM SI
/ TI melalui bimtek dan diklat fungsional
Ancaman (T) Upaya memakai kekuatan untuk mengatasi ancaman (S-T)
Upaya memperkecil kelemahan dan mengatasi ancaman (W-T) 1 Kejahatan di bidang Teknologi Informasi 2 Besarnya biaya penyediaan infrastruktur jaringan
1. Sosialisasi dan awareness tentang keamanan teknologi informasi
2. Memanfaatkan kemudahan program 7 flagship
DeTIKNas untuk mengurangi biaya instalasi penyediaan infrstruktur SI / TI
1. Pemanfaatan SI / TI yang terintegrasi di seluruh SKPD 2. Menerbitkan kebijakan dan
prosedur formal mengenai tata kelola TI
5.2.2.4 Analisis Kebutuhan Sistem Informasi
Hasil pendalaman untuk mendapatkan kebutuhan informasi pada tahapan visioning, kemudian dipetakan ke dalam blok fungsi aplikasi e-Government untuk mendapatkan solusi sistem informasi.
Hasil pemetaan Solusi SI berdasarkan kebutuhan informasi sebagaimana dijelaskan pada tabel 5.7 berikut:
Tabel 5.7 Solusi Aplikasi Berdasarkan Kebutuhan Informasi Prioritas
Pembangunan Kebutuhan Informasi Solusi SI I. Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik
Bidang Tata Kelola
Data Kependudukan
Informasi Pelaksanaan SPM Informasi Implementasi SOP
penataan kelembagaan Data Laporan Keuangan
Informasi Pelaksanaan Tugas dan Fungsi
Informasi kegiatan pelayanan masyarakat
Informasi Kebijakan Daerah Data LHP Pengawasan Reguler Data Kepegawaian
Informasi Beban Kerja
SI Administrasi Kependudukan (SIAK) SI Regulasi SI Keuangan SI Pelaporan Pemerintahan SI Katalog Hukum,
Peraturan dan Perundang-undangan
Website Publikasi Informasi Umum dan Kepemerintahan SI Audit SI Kepegawaian SI Penilaian Kinerja PNS Bidang SDM Aparatur Pemerintah
Informasi Keluhan Masyarakat Informasi Kegiatan Masyarakat Data Perijinan
Data Pertanahan Data Arsip Daerah
SI Pengaduan Masyarakat SI Publikasi Informasi
Umum dan Kepemerintahan SI Pendaftaran dan Perijinan SI Dokumen Elektronik Bidang Hukum dan
Politik Informasi Pelaksanaan Pembangunan SI Manajemen Data dan Pembangunan II. Pemantapan Kualitas Kehidupan Relijius dan Berbudaya Luhur
Bidang kehidupan relijius dan berbudaya luhur
Data Kriminalitas
Informasi Kegiatan Pelayanan Masyarakat
Data Keamanan dan Ketertiban
SI Jaring Pengaman Sosial SI Publikasi Informasi
Umum dan Kepemerintahan III. Peningkatan Kualitas Pendidikan
Bidang Pendidikan
Data jumlah anak usia sekolah Data siswa
Data saran dan prasarana pendidikan Data Tenaga Pendidik dan
Kependidikan
SI Kependudukan SI Pendidikan SPSE
IV. Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Bidang Kesehatan
Data kependudukan
Data sarana dan prasarana kesehatan Informasi pelayanan kesehatan Data puskesmas
SI Kependudukan SI Kesehatan SPSE Bidang Keluarga
Berencana Data kependudukan SI Kependudukan V. Peningkatan Infrastruktur
Bidang Tata Ruang
Infromasi Tata Ruang dan Lingkungan Hidup
Data infrastruktur, fasilitas umum dan fasilitas sosial
SI Tata Ruang dan Lingkungan Hidup SI Sarana Umum SPSE
Bidang Sumber
daya air Data sarana dan prasarana pertanian SI pertanian, peternakan dan perkebunan Bidang Drainase Informasi Lingkungan Hidup SI Jalan dan Jembatan SI Sarana Umum
SPSE Bidang Perumahan
dan Pemukiman
Informasi lahan perumahan Data kriminalitas
SI Tata Ruang dan Lingkungan Hidup SI Jaring Pengaman Sosial Bidang Ruang
Terbuka Hijau Informasi Lingkungan Hidup SI Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Bidang
Transportasi
Data sarana dan prasarana transportasi
SI Transportasi SI Jalan dan Jembatan SPSE
VI. Penguatan KUKM, Jasa, Perdagangan, dan Revitalisasi Pertanian Bidang
Perdagangan dan Jasa
Data perekonomian
Data produk perdagangan lokal Data pendapatan daerah
SI Keuangan
SI Industri dan Perdagangan SI Pengelolaan Pendapatan
Daerah SPSE UKM dan Koperasi
Data pendapatan daerah Data perekonomian
Informasi penanaman modal dan investasi
SI Pengelolaan Pendapatan Daerah
SI Potensi Daerah SI Industri Kecil dan
Menengah
Pertanian/Nelayan
Data sarana dan prasarana pertanian Informasi Pertanian
Informasi perikanan dan Kelautan Data perekonomian
SI pertanian, peternakan dan perkebunan
SI Perikanan dan Kelautan SI Pengelolaan Pendapatan
Daerah
Ketenagakerjaan Data Tenaga Kerja SI Ketenagakerjaan Investasi
Informasi Pariwisata
Informasi Pelaksanaan tugas dan fungsi
Data kriminalitas Data perekonomian
SI Pariwisata
SI Penilaian Kinerja PNS SI Jaring Pengaman Sosial SI Pengelolaan Pendapatan
Daerah
Industri Data perekonomian SI Industri dan Perdagangan VII. Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Bidang Kesejahteraan Masyarakat
Data kependudukan
Data tenaga kerja SI Kependudukan SI Ketenagakerjaan VIII. Kepariwisataan, Olahraga, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang Pariwisata
dan Budaya
Data wisatawan Informasi pariwisata
Data sarana dan prasarana pariwisata Data sarana dan prasarana perkotaan
SI Pariwisata SI Potensi Daerah SI Sarana Umum SI Jalan dan Jembatan SPSE
Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak
Sedangkan kebutuhan Sistem Informasi berdasarkan value chain organisasi, didapat beberapa solusi SI sebagai berikut:
Tabel 5.8 Aplikasi Berdasarkan Value Chain Value Chain Aktivitas SKPD Pengelola
Kebutuhan Sistem Informasi Inbound Logistic Perencanaan
Bappeda, Sekretariat Daerah, Sekretariat Dewan, DPKD
Simrenbangda Simda Keuangan
Operation Monitoring dan Pelaporan Bappeda, Sekretariat Daerah, Inspektorat, DPKD Simrenbangda, Simda Keuangan, e-Audit Outbound
Logistisc Pelayanan Stakeholder
Semua SKPD yang memiliki tupoksi pelayanan SIAK, Simpus, Simtap, e-KTP, SimUN, Dapodik, Siduga, SPIPISE Marketing &
Sales Kehumasan Sekretariat Daerah
SI Publikasi, Website, Content Management System Service Penelitian dan
Pengembangan Bappeda
Simrenbangda
Administration & Infrastructure
Keuangan, Tata Usaha
dan Kearsipan Seluruh SKPD, KPAD
Simda Keuangan, Knowledge Management System Human Resources Mangement/ Kepangkatan, Diklat,
Mutasi, Disiplin, Karir Seluruh SKPD, BKD
SAPK, SI Baperjakat Product &
Technology Development /
Sistem informasi dan Teknologi Informasi
Seluruh SKPD,
Dishubkominfo Website
Procurement
Pengadaan SDM, Barang jasa dan pemeliharaan perlengkpan Seluruh SKPD, Setda, BKD SPSE, SAPK, Simda Barang