A. Tujuan Kegiatan Pembelajaran :
4. Mengelola Program Penilaian
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Menengah dan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian dijelaskan bahwa Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan yang dilakukan secara
terencana dan sistematis yang dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar melalui penugasan dan evaluasi hasil belajar. Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek pengetahuan dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis dalam bentuk penilaian akhir dan ujian sekolah/madrasah. Penilaian Akhir adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik pada akhir semester dan/atau akhir tahun.
Ujian Sekolah/Madrasah yang merupakan kegiatan dilakukan untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian dari Satuan Pendidikan.
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh Satuan Pendidikan, mengacu pada standar kompetensi kelulusan, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi Satuan Pendidikan.
Mekanisme Penilaian Hasil Belajar oleh Satuan Pendidikan meliputi: a. menyusun perencanaan penilaian tingkat satuan pendidikan;
b. kkm yang harus dicapai oleh peserta didik ditetapkan oleh satuan pendidikan; c. penilaian dilakukan dalam bentuk penilaian akhir dan ujian sekolah/madrasah; d. penilaian akhir meliputi penilaian akhir semester dan penilaian akhir tahun; e. hasil penilaian sikap dilaporkan dalam bentuk predikat dan/atau deskripsi;
f. hasil penilaian pengetahuan dan keterampilan dilaporkan dalam bentuk nilai, predikat dan deskripsi pencapaian kompetensi mata pelajaran;
g. laporan hasil penilaian pendidikan pada akhir semester, dan akhir tahun ditetapkan dalam rapat dewan guru berdasar hasil penilaian oleh pendidik dan hasil penilaian oleh satuan pendidikan; dan
h. kenaikan kelas dan/atau kelulusan peserta didik ditetapkan melalui rapat dewan guru.
i. hasil belajar yang diperoleh dari penilaian oleh pendidik digunakan untuk menentukan kenaikan kelas peserta didik.
Peserta didik dinyatakan tidak naik kelas apabila hasil belajar dari 3 (tiga) mata pelajaran pada kompetensi pengetahuan, keterampilan belum tuntas dan/atau sikap belum baik.
Penilaian Sikap
Penilaian sikap dilakukan oleh guru mata pelajaran, guru bimbingan konseling (BK), dan wali kelas, melalui observasi yang dicatat dalam jurnal sikap. Teknik penilaian sikap dijelaskan pada skema berikut.
Gambar 5. Teknik Penilaian Sikap Penilaian Pengetahuan
a. Pengertian
Penilaian pengetahuan merupakan penilaian untuk mengukur kemampuan peserta didik berupa pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif, serta kecakapan berpikir tingkat rendah sampai tinggi. Penilaian ini berkaitan dengan ketercapaian Kompetensi Dasar pada KI-3 yang dilakukan oleh guru mata pelajaran. Penilaian pengetahuan dilakukan dengan berbagai teknik penilaian. Pendidik menetapkan teknik penilaian sesuai dengan karakteristik kompetensi yang akan dinilai. Penilaian dimulai dengan perencanaan pada saat menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan mengacu pada silabus. Penilaian pengetahuan, untuk mengetahui apakah peserta didik telah mencapai ketuntasan belajar, juga untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan penguasaan pengetahuan peserta didik dalam proses pembelajaran (diagnostic). Oleh karena itu, pemberian umpan balik (feedback) kepada peserta didik oleh pendidik merupakan hal yang sangat penting, sehingga hasil penilaian dapat segera digunakan untuk perbaikan mutu pembelajaran. Ketuntasan belajar untuk pengetahuan ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mempertimbangkan batas standar minimal nilai Ujian Nasional yang ditetapkan oleh Pemerintah. Secara bertahap satuan pendidikan berusaha meningkatkan kriteria ketuntasan belajar dengan mempertimbangkan potensi dan karakteristik satuan pendidikan sebagai bentuk peningkatan kualitas hasil belajar
Teknik Penilaian Pengetahuan
Berbagai teknik penilaian pengetahuan dapat digunakan sesuai dengan karakteristik masing-masing KD. Teknik yang biasa digunakan adalah tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Namun tidak menutup kemungkinan digunakan teknik lain yang sesuai, misalnya portofolio dan observasi. Skema penilaian pengetahuan dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 6. Tehnik Penilaian Pengetahuan Penilaian Keterampilan
a. Pengertian
Penilaian keterampilan adalah penilaian untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik terhadap kompetensi dasar pada KI-4. Penilaian keterampilan menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu. Penilaian ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah pengetahuan yang sudah dikuasai peserta didik dapat digunakan untuk mengenal dan menyelesaikan masalah dalam kehidupan sesungguhnya (real life).
Ketuntasan belajar untuk keterampilan ditentukan oleh satuan pendidikan, secara bertahap satuan pendidikan terus meningkatkan kriteria ketuntasan belajar dengan mempertimbangkan potensi dan karakteristik masing-masing satuan pendidikan sebagai bentuk peningkatan kualitas hasil belajar.
b. Teknik Penilaian Keterampilan
Penilaian keterampilan dapat dilakukan dengan berbagai teknik antara lain penilaian praktik/kinerja, proyek, dan portofolio. Teknik penilaian lain dapat digunakan sesuai dengan karakteristik KD pada KI-4 pada mata pelajaran yang akan diukur. Instrumen yang digunakan berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yang dilengkapi rubrik.
Skema penilaian keterampilan dapat dilihat pada gambar berikut.
Gambar 7. Teknik Penilaian Ketrampilan
Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian KD pada KI-1, KI-2, KI-3, dan KI-4 yang menggunakan acuan kriteria, yaitu penilaian yang membandingkan capaian peserta didik dengan kriteria kompetensi yang ditetapkan sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM). KKM ditentukan oleh satuan pendidikan mengacu pada SKL dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi satuan pendidikan Penilaian dilakukan secara terencana dan berkelanjutan artinya semua indikator diukur kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan KD yang sudah dan belum dikuasai peserta didik dan untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik. Hasil penilaian dianalisis dan digunakan untuk tindak lanjut berupa program remedial, program pengayaan dan umpan balik bagi pendidik dalam memperbaiki proses pembelajaran
D. Aktivitas Pembelajaran
Kegiatan 5.1 Berpikir Reflektif
(
Brainstorming)
(15 Menit)Sebelum melaksanakan diskusi dengan kelompok pengawas lainnya, Saudara terlebih dahulu membaca kasus sebagai berikut :
Setelah Saudara dengan pengawas lainnya membaca kasus tadi, selanjutnya silahkan Saudara untuk berdiskusi dan menjawab pertanyaan pertanyannya pada LK- 5.1 diberikut ini.
LK 5.1 Berpikir Reflektif
1. Apakah guru sudah mendapat informasi terkait peraturan yang menjadi tugas pokoknya?
2. Apakah guru di sekolah binaan pak Yudo telah membuat perangkat pembelajaran sesuai dengan permen tentang Standar proses?
3. Apakah guru binaan pak Yudo telah membuat perangkat penilaian sesuai dengan permen tentang Standar penilaian?.
4. Apakah perangkat admintrasi guru di ke 10 sekolah binaan pak Yudo telah sesuai dengan Standar standar berlaku?
Selanjutnya Saudara berdiskusi dengan sesama pengawas untuk melanjutkan kegiatan refleksi kekuatan dan kelemahan guru dalam melaksanakan tugas pokoknya.
STUDI KASUS
Pak Yudo seorang pengawas senior membina 10 sekolah dengan jumlah guru secara keseluruhan sebanyak 200 guru. Pak Yudo pengawas dengan latar belakang pendidikan guru matematika, dari 200 guru sekolah binaannya jumlah guru matematika sebanyak 30. Orang. Karakteristik dari 30 orang itu aktif di MGMP matematika, 3 orang wakasek kurikulum, 4 orang wakasek kesiswaan dan 1 orang pernah mengikuti lomba guru inovatif tingkat provinsi. Dari ke -10 sekolah binaan pak Yudo kondisinya tidak sama, 2 sekolah di pusat kota, 4 sekolah di sekitar kota dan 4 sekolah lagi merupakan sekolah yang jauh dari pusat kota. Dengan lokasi yang berbeda akses informasipun tidak sama.
Sebagai infomasi tambahan pak Yudo secara rutin tiap bulan melakukan pembinanan ke 10 sekolah tersebut.
Kegiatan 5.2 Refleksi Perencanaan Administrasi Pembelajaran (15 Menit)
Saudara sebagai seorang pengawas menyadari bahwa guru berdasarkan Peraturan Mendiknas Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Standar Kompetensi Guru dikembangkan secara utuh dari 4 kompetensi utama, yaitu: (1) Kompetensi pedagogik, (2) Kompetensi kepribadian, (3) Kompetensi sosial, dan (4) Kompetensi profesional. Keempat kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru yang harus dinilai oleh pengawas satuan pendidikan. Ciri-ciri guru yang profesional dalam melaksanakan tugas keguruan adalah: (a) Komitmen dalam kepentingan siswa dan pelaksanaan pembelajaran; (b) Menguasai secara mendalam materi dan penggunaan strategi pembelajaran; (c) Mampu berfikir sistematik dan selalu belajar dari pengalaman; (d) Mau refleksi diri dan koreksi, (e) proses belajar mengajar menjadi semakin baik dan (f) Bertanggung jawab monitoring dan mengamati tingkah peserta didik melalui kegiatan evaluasi
Untuk melaksanakan hal tersebut diatas seorang guru harus melakukan perencanaan admintrasi pembelajaran, Saudara bersama dengan pengawas lainnya melakukan identifikasi proses perencanaan administrasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru di sekolah binaan masing masing.
Untuk memudahkan kegiatan identifikasi tersebut, Saudara dengan pengawas lainnya dapat menggunakan format dibawah ini, dalam mengidentifikasi perencanaan administrasi guru, hendaknya menyiapkan dokumen peraturan menteri pendidikan nasional Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar proses, dokumen Permendikbud Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar kompetensi guru serta dokumen hasil supervisi manajerial.
Identifikasi Perencanaan Administrasi Pembelajaran
Petunjuk : Silahkan isi di kolom yang kosong berdasarkan pengalaman Saudara disekolah binaan dengan cara memberi tanda ( V ) kecuali untuk kolom solusi . No Komponen Rencana Pelaksanaan Pembejaran Jumlah Sekolah Binaan Ketersediaan Tindak lanjut
Ada Tidak Ada
1 Identitas Satuan Pendidikan 2 Identitas Mata Pelajaran 3 Tema/ Sub Tema 4 Kelas Semester 5 Alokasi waktu
6 Tujuan Pembelajaran 7 Kompetensi Dasar dan
Indikator Pencapaian Kompetensi 8 Materi Pembelajaran 9 Metode Pembelajaran 10 Media Pembelajaran 11 Sumber Belajar 12 Langkah-langkah pembelajaran a.kegiatan pendahuluan
No Komponen Rencana Pelaksanaan Pembejaran Jumlah Sekolah Binaan Ketersediaan Tindak lanjut
Ada Tidak Ada
b.kegiatan inti c.kegatan penutup
13 Penilaian Hasil Pembelajaran : a.teknik penilaian
b.instrumen penilaian c.pemebelajaran remedial d.pengayaan
Setelah Saudara mengisi format tadi. saudara mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan perencanaan administrasi guru tersebut dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan pada berikut ini :
LK 5.2 Merefleksi Perencanaan Administrasi Pembelajaran
1. Apa yang menjadi kekuatan perencanaan administrasi guru, kalau dibuat presentase kira kira berapa persen ?
2. Apa yang menjadi kelemahan perencanaan administrasi guru, kalau dibuat persentase kira kira berapa persen ?
3. Apa solusi yang Saudara programkan setelah mengetahui kelemahan dan kekuatan perencanaan administrasi guru ?
4. Apa tindakan yang Saudara rencanakan bagi guru setelah mengetahui kelemahan dan kekuatan perencanaan administrasi guru ?
Kegiatan 5.3 Refleksi Pelaksanaan Proses Pembelajaran (30 Menit)
Saudara telah melaksanakan refleksi perencanaan admintrasi sekolah, selanjutnya Saudara diminta untuk melakukan refleksi kekuatan dan kelemahan pelaksanaan proses pembelajaran ,
Untuk melaksanaan refleksi pelaksanaan proses pembelajaran Saudara terlebih dahulu harus memahami beberapa hal yang dapat merangsang tumbuhnya motivasi belajar aktif pada diri peserta didik, antara lain:
2. Peserta didik mengetahui maksud dan tujuan pembelajaran
3. Tersedia fasilitas, media/sumber belajar, dan lingkungan belajar yang mendukung kegiatan pembelajaran
4. Adanya prinsip pengakuan penuh atas pribadi setiap siswa (individual learning) 5. Adanya konsistensi dalam penerapan aturan atau perlakuan oleh guru dalam
pembelajaran
6. Adanya pemberian reinforcement atau penguatan dalam proses pembelajaran 7. Jenis kegiatan pembelajaran menarik atau menyenangkan dan me-nantang 8. Penilaian hasil belajar dilakukan serius, objektif, teliti dan terbuka
Dengan memahami upaya guru dalam menciptakan motivasi belajar maka Saudara sebagai seorang pengawas akan bisa mengetahui bagaimana pelaksanaan proses belajar yang dirancang oleh guru, untuk selanjutnya Saudara dengan pengawas lainnya melakukan diskusi kelompok dengan pengawas lainnya.
Untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar.agar diskusi kelompok dengan pengawas lainnya berjalan lancar sebaiknya Saudara menyiapkan dokumen Permendikdud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses, disamping itu pula Saudara dengan teman pengawas lainnya menyiapkan dokumen hasil supervisi manajerial.
LK 5.3.1 Merefleksi Pelaksanaan Proses Pembelajaran Berilah tanda centang (V) pada kolom yang sesuai
Format : Identifikasi Pelaksanaan Proses Pembelajaran
No Komponen Kondisi Tindak lanjut
Ya Tidak
I Kegiatan Pendahuluan 1. Menyiapkan peserta didik 2. Memberi motivasi
3. Mengjukan pertanyan-pertanyaan 4. Menjelaskan tujuan
5. Menyampaikan cakupan materi II Kegiatan Inti
Meorganisasikan proses pembelajaran dengan menggunakan, model, metode media, dan sumber pembelajaran yang mengcover sikap, pengetahuan, dan keterampilan
III Kegiatan Penutup
Melakukan refleksi yang berupa;
Manfaat, umpan balik, tindak lanjut, dan rencana kegiatan berikutnya
Setelah Saudara mengisi format tadi selanjutnya Saudara mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan proses pengelolaan pembelajaran guru dengan menjawab pertanyaan pertanyaan pada LK 5.3.2 berikut.
Tugas Baca !!
LK 5.3.2 Mengidentifikasi Kekuatan dan Kelemahan Proses Pengelolaan Pembelajaran
1. Apakah yang menjadi kekuatan proses pembelajaran guru, kalau dibuat presentase kira kira berapa persen ?
2. Apakah yang menjadi kelemahan proses pembelajaran guru, kalau dibuat persentase kira kira berapa persen ?
3. Apa solusi yang Saudara programkan setelah mengetahui kelemahan dan kekuatan proses pembelajaran guru ?
4. Apa tindakan yang Saudara rencanakan bagi guru setelah mengetahui kelemahan dan kekuatan proses pembelajaran guru ?
Langkah selanjutnya Saudara sebagai pengawas melakukan pembinaan yang lebih intensif bagi guru yang masih lemah dalam proses pembelajaran, serta memberikan penghargaan yang bersifat mendidik bagi guru yang proses pembelajaran telah memenuhi Standar. Penghargaan dengan menjadikan dokumen proses pelaksanaan pembelajaran guru sebagai good practice bagi guru lainnya.
Kegiatan 5.4 Refleksi Pengelolaan Program Penilaian (45 Menit )
Pada kegiatan ini Saudara akan melakukan refleksi, untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pengelolaan program penilaian yang telah dilakukan oleh guru,
Untuk kelancaran kegiatan ini Saudara dan pengawas lainnya hendaknya membaca Permendikbdud Nomor 53 Tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar dan Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian.
Setelah Saudara bersama pengawas lainnya membaca Permendikbud tersebut, untuk selanjutnya Saudara mendiskusikan pertanyaan-pertanyaan pada LK 5.4.1 berikut :
Bacalah : Permendikbud No 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan
LK 5.4.1Merefleksi Pengelolaan Program Penilaian
1. Uraikan yang dimaksud konsep penilaian pada kurikulum 2013
2. Apa yang menjadi prinsip penilaian pada kurikulum 2013
3. Karateristik penilaian pada kurikulum 2013
Selesai mendiskusikan pertanyaan tadi selanjutnya Saudara diminta untuk melakukan identifikasi kelemahan dan kekuatan pengelolaan program penilaian yang dilaksanakan oleh guru. Untuk melakukan identifikasi diharapkan Saudara menggunakan dokumen laporan hasil supervisi manajerial di sekolah binaan Saudara. Adapun untuk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan proses penilaian.
LK 5.4.2 Identifikasi Pelaksanaan Proses Penilaian
No Komponen Ketersediaan Tindak lanjut Ada Tidak Ada A Penilaian sikap 1 menentukan jurnal 2 Penialain diri
3 Penilaian antar teman 4 Penilaian observasi
B Penilaian pengetahuan
1 Menentukan tes tertulis 2 Menentukan tes lisan 3 Menentukan tes penugasan
C Penilaian ketrampilan
1 Menentukan penilaian portofolio 2 Menentukan penialian projek 3 Menentukan penilaian praktek
Setelah Saudara mengisi format tadi selanjutnya Saudara mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pengelolaan penilaian guru tersebut dengan menjawab pertanyaan pertanyaan LK 5.4.3 berikut.
LK 5.4.3 Mengidentifikasi Kekuatan dan Kelemahan Pengelolaan Penilaian
1. Apakah yang menjadi kekuatan pengelolaan penilaian yang dibuat guru, kalau dibuat presentase kira kira berapa persen ?
2. Apakah yang menjadi kelemahan pengelolaan penilaian yang guru,kalau dibuat persentase kira kira berapa persen ?
3. Apa tindak lanjut yang Saudara programkan setelah mengetahui kelemahan dan kekuatan program penilaian guru ?
4. Apa tindakan yang Saudara rencanakan bagi guru setelah mengetahui kelemahan dan kekuatan proses pembelajaran guru ?
Langkah selanjutnya Saudara sebagai pengawas melakukan pembinaan yang lebih instensif bagi guru yang masih lemah dalam proses pembelajaran, serta memberikan penghargaan yang bersifat mendidikan bagi guru yang proses pembelajaran telah memenuhi Standar. Penghargaan dengan cara menjadikan dokumen proses pelaksanaan pembelajaran guru sebagai good practice bagi guru lainnya
Kegiatan 5.5 Refleksi Analisis Hasil Evaluasi (30 Menit)
Langkah selanjutnya Saudara dengan pengawas lainnya melakukan refleksi kekuatan dan kelemahan guru dalam melakukan analisis hasil evaluasi.
Setelah membaca Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015 dan Nomor 23 Tahun 2016 tersebut, selanjutnya Saudara melakukan diskusi terkait dengan analisis hasil evaluasi berdasarkan pengalaman Saudara melakukan pembinaan di sekolah binaannya.
Untuk memudahkan jalannya diskusi maka Saudara dengan pengawas lainnya cukup dengan mendiskusikan pertanyaan pertanyaan pada LK 5.5 berikut;
LK 5.5 Analisis Hasil Evaluasi
1. Apakah guru-guru melakukan analisis hasil evaluasi? 2. Apakah hasil analisis didokumentasikan di sekolah? 3. Bagaimanakah pemanfaatan hasil analisis evaluasi?
4. Apakah dari jumlah guru yang dibina melakukan analisis hasil evaluasi, kira kira berapa persen ?
Untuk kelancaran diskusi sebaiknya Saudara membaca Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015 terkait dengan Standar penilaian dan dokumen lain tentang pengolahan hasil evaluasi pembelajaran.
Setelah Saudara dan pengawas lainnya melakukan refleksi kelemahan dan kekuatan tugas pokok guru dalam hal analisis hasil evaluasi.
Kegiatan 5.6 Refleksi Mengelola Pelaksanaan Program Perbaikan dan Pengayaan (30 Menit)
Langkah selanjutnya Saudara dengan pengawas lainnya melakukan refleksi kekuatan dan kelemahan guru dalam melakukan program perbaikan dan pengayaan , berdasarkan pengalaman Saudara melakukan pembinaan di sekolah binaan
Untuk memudahkan maka Saudara dengan pengawas lainya dengan mendiskusikan pertanyaan pertanyaan pada LK 5.6 berikut,
LK 5.6.1 Merefleksi Mengelola Pelaksanaan Program Perbaikan dan Pengayaan
1. Apakah guru mempunyai dokumen program perbaikan dan pengayaan ? 2. Apakah program perbaikan dan pengayaan telah menjadi program sekolah ? 3. Bagaimanakah tindak lanjut dari program perbaikan dan pengayaan?
Setelah Saudara melakukan diskusi tersebut diatas lakukanlah kegiatan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pelaksanaan program perbaikan dan pengayaan dengan mengisi format dibawah ini.
LK 5.6.2 Format identifikasi program perbaikan
No Aspek Jumlah sekolah Pelaksanaan Tindak lanjut Dilaksanakan Tidak Dilaksanakan 1 Program pengayaan 2 Program perbaikan
Setelah mengidentifikasi keterlaksanaan program pengayaan dan program perbaikan, banyak guru yang belum melaksanakan program pengayaan dan perbaikan, maka Saudara sebagai pengawas menidaklanjutinya dengan melakukan pembinaan, sedangkan kalau sebaliknya Saudara memberikan apresiasi sebagai good practice.
E. Latihan/Kasus/Tugas
Pilihlah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (x) pada huruf A, B, C, atau D
1. RPP merupakan salah satu admisitrasi yang harus dipersiapkan guru,dalam menyusun RPP harus memenuhi berbagai prinsip.manakah hal yang bertentangan prinsip tersebut .…
A. RPP disusun guru sebagai terjemahan dari ide kurikulum dan berdasarkan silabus yang telah dikembangkan di tingkat nasional ke dalam bentuk rancangan proses pembelajaran untuk direalisasikan dalam pembelajaran.
B. RPP dikembangkan guru dengan menyesuaikan apa yang dinyatakan dalam silabus dengan kondisi di satuan pendidikan baik kemampuan awal peserta didik, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, C. RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan,
pengayaan, dan remedi. Pemberian pembelajaran remedi dilakukan setiap saat setelah suatu ulangan atau ujian dilakukan, hasilnya dianalisis, dan kelemahan setiap peserta didik dapat teridentifikasi. Pemberian pembelajaran diberikan sesuai dengan kelemahan peserta didik.
D. RPP disusun tidak harus memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara KI dan KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar..
2. Menurut Standar proses tahap kedua dalam pembelajaran yaitu pelaksanaan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.dari pernyataan dibawah ini yang bukan termasuk kegiatan pendahuluan adalah ….
A. menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
B. mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang materi yang sudah dipelajari dan terkait dengan materi yang akan dipelajari;
C. mengantarkan peserta didik kepada suatu permasalahan atau tugas yang akan dilakukan untuk mempelajari suatu materi dan menjelaskan tujuan pembelajaran atau KD yang akan dicapai;
D. menyampaikan pre test untuk mengetahui peta kemampuan siswa untuk mempelajarai materi
3. Dari pernyataan berikut yang bukan prinsip penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah :
A. Sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
B. Terbuka berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
C. Merata berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
D. Berkelanjutan, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
4. Indikator kompetensi pengetahuan diturunkan dari KD pada KI-3 dengan menggunakan kata kerja operasional. Beberapa kata kerja operasional yang dapat digunakan antara lain:
A. mengingat: menyebutkan, memberi label, mencocokkan, memberi nama, mengurutkan, memberi contoh, meniru, dan memasangkan;
B. Mengevaluasi : menggolongkan, menggambarkan, membuat ulasan, menjelaskan, mengekspresikan, mengidentifikasi, menunjukkan, menemukan, membuat laporan, mengemukakan, membuat tinjauan, memilih, dan menceritakan;
C. menerapkan: menuliskan penjelasan, membuatkan penafsiran, mengoperasikan, merancang persiapan, menyusun jadwal, menyelesaikan masalah, dan menggunakan;
D. menganalisis: menilai, menghitung, mengelompokkan, menentukan, membandingkan, membedakan, membuat diagram, menginventarisasi, memeriksa dan menguji;
5. Pembelajaran remedial dan pengayaan dilaksanakan untuk kompetensi pengetahuan dan keterampilan. Pembelajaran remedial diberikan kepada siswa yang belum mencapai KKM, sedangkan pengayaan diberikan kepada siswa yang telah mencapai atau melampaui KKM, Adapun cara yang bukan untuk Pembelajaran remedial adalah ….
A. pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda, menyesuaikan dengan gaya belajar siswa;
B. pemberian bimbingan secara perorangan;
C. pemberian tugas-tugas atau latihan secara khusus, dimulai dengan tugas-tugas atau latihan sesuai dengan kemampuannya;
D. pemanfaatan lembaga bimbingan belajar untuk membantu guru memberi penguatan materi KKM.
F. Rangkuman
G. Umpan Balik
Cocokkanlah jawaban Saudara dengan kunci jawaban kegiatan pembelajaran 5 yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban Saudara yang benar. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Saudara terhadap kegiatan pembelajaran 5.
Guru yang profesional dalam melaksanakan tugas pokoknya membuat perencanan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, melakukan evalausi pembelajaran, melakukan analisisi hasil belajar. tugas pokok tersebut diatur