BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
C. Stres Kerja
7. Mengelola Stres Kerja Karyawan
Mengatasi stres dapat dilakukan melalui dua pendekatan antara lain pendekatan individu dan pendekatan organisasi. Pendekatan individu penting dilakukan karena stres dapat mempengaruhi kehidupan, kesehatan, produktivitas, dan penghasilan. Pendekatan organisasi karena alasan kemanusiaan dan juga karena pengaruhnya terhadap prestasi semua aspek dari organisasi dan efektivitas organisasi secara keseluruhan.
Perbedaan penanggulangan stres antara pendekatan individu dengan pendekatan organisasi tidak dibedakan secara tegas, pengurangan stres dapat dilakukan pada tingkat individu, organisasi, maupun kedua-duanya. Tabel 2.1 (Siregar,2006:24) berikut ini menyajikan dua pendekatan dalam menanggulangi stres.
Tabel 2.2
Penanggulangan Stres Secara Individual dan Organisasi
Secara Individual Secara Organisasi
- Meningkatkan keimanan - Melakukan perbaikan iklim organisasi - Melakukan meditasi dan
pernafasan
- Melakukan perbaikan terhadap lingkungan fisik - Melakukan kegiatan olah
raga
- Menyediakan sarana olah raga
- Melakukan relaksasi - Melakukan analisis dan kejelasan tugas
- Dukungan sosial dari teman-teman dan keluarga
- Mengubah struktur dan proses organisasi
- Menghindari kebiasaan rutin yang membosankan
- Meningkatkan partisipasi dalam proses pengambilan keputusan - Melakukan restrukturisasi tugas - Menerapkan konsep
Siagian (2003:302-303) mengatakakan bahwa ada berbagai langkah yang dapat diambil untuk mengatasi stres kerja karyawan, yaitu :
a. Merumuskan kebijakan manajemen dalam membantu para karyawan menghadapi berbagai stres.
b. Menyampaikan kebijaksanaan tersebut kepada seluruh karyawan sehingga mereka mengetahui kepada siapa mereka dapat meminta bantuan dan dalam bentuk apa jika mereka menghadapi stres.
c. Melatih para manajer dengan tujuan agar mereka peka terhadap timbulnya gejala-gejala stres di kalangan para bawahannya dan dapat mengambil langkah-langkah tertentu sebelum stres itu berdampak negatif terhadap prestasi kerja para bawahannya.
d. Melatih para karyawan mengenali dan menghilangkan sumber-sumber stres.
e. Membuka jalur komunikasi dengan para karyawan sehingga mereka benar-benar diikutsertakan untuk mengatasi stres yang dihadapinya. f. Memantau terus-menerus kegiatan organisasi sehingga kondisi yang
dapat menjadi sumber stres dapat diidentifikasikan dan dihilangkan secara dini.
g. Menyempurnakan rancang bangun tugas dan tata ruang kerja sedemikian rupa sehingga berbagai sumber stres yang berasal dari kondisi kerja dapat dielakkan.
h. Menyediakan jasa bantuan bagi para karyawan apabila mereka sempat mengahadapi stres.
Rivai (2004:518) mengatakan bahwa langkah pertama dari program penanggulangan stres ialah mengakui bahwa stres itu ada, sehingga langkah tersebut masih tetap di dalam batas yang dapat ditolerir. Dua program cikal bakal manajemen stres yang sering digunakan ialah klinis dan keorganisasian. Yang pertama diprakarsai oleh perusahaan dan memusatkan perhatian atas masalah –masalah individu . Yang berikutnya menyangkut unit atau kelompok dalam angkatan kerja dan memusatkan perhatian atas masalah-masalah kelompok atau organisasi secara keseluruhan.
1. Program klinis
Program ini penanggulangannya didasarkan atas pendekatan medis tradisional. Beberapa unsur dari program tersebut mencakup : diagnosis, pengobatan (treatment), penyaringan (screening), pencegahan (prevention). Program klinis harus ditangani oleh orang yang berwenang jika dimaksudkan untuk menghasilkan mamfaat. Kepercayaan dan rasa hormat harus ditanamkan untuk memanfaatkannya.
2. Program keorganisasian
Program keorganisasian ditujukan lebih luas meliputi seluruh karyawan. Kadang-kadang program ini merupakan perluasan program klinis. Program tersebut sering didorong oleh masalah-masalah yang ditemukan dalam kelompok atau suatu unit, atau oleh perubahan penangguhan seperti relokasi pabrik, dan sebagainya. Termasuk dalam daftar program semacam itu ialah manajemen
berdasarkan sasaran (management by objectives) , program pengembangan organisasi, pengayaan pekerjaan , perancangan kembali struktur organisasi, pembentukan kelompok kerja otonom, pembentukan jadwal kerja variabel, penyediaan fasilitas kesehatan karyawan.
3. Penanggulangan secara mandiri
a. Tenang , ambil nafas panjang dan cobalah untuk santai dan tenangkan diri.
b. Kenali permasalahan, coba kenali akar permasalahnnya , apa yang membuat diri resah.
c. Terapi, ikutilah kegiatan sosial sehingga dapat menghindari permasalahan sejenak.
d. Hadapilah , sebaiknya dihadapi dan selesaikan agar tidak mengganggu lagi.
e. Atur jadwal, buat jadwal yang harus diprioritaskan lebih dahulu dan tentukan mana yang dapat ditunda. Perkecil peluang untuk timbulnya stres dengan mempersibuk diri sendiri.
f. Diskusi, diskusikan masalah yang menyebabkan timbulnya stres dengan atasan atau psikolog.
g. Curhat , ceritakan masalah yang dihadapi pada keluarga atau pasangan.
h. Keseimbangan , stres muncul karena terlalu fokus pada pekerjaan, bagilah waktu antara pekerjaan dan keluarga.
Melakukan hal-hal bersama keluarga akan membuat kembali segar.
i. Memahami tugas dan kewajiban sebagai karyawan, mungkin inilah yang jelas-jelas akan mengurangi stres yang dialami di tempat kerja.
j. Kekuatan yang bersumber dari dalam diri sendiri berupa : keberanian menerima cobaan dengan berdo’a ; ikhlas menerima akan membantu menyelesaikan masalah ; mampu mengendalikan perasaan ; lebih mementingkan kesehatan badan ; mampu sebagai pendengar yang baik ; mendengar keluhan orang ; mampu menempatkan diri sebagai sahabat bagi orang yang sedang menghadapi musibah; mengupayakan mendapat dukungan dari keluarga dalam menghadapi berbagai masalah ; mampu menyelesaikan setiap masalah selangkah demi selangkah ; bilamana perlu mengubah filosofi kehidupan ; selalu positif thinking ; selalu bersyukur bilamana menghadapi masalah ; selalu senyum dalam menghadapi berbagai masalah.
BAB III
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
A. Sejarah Singkat Perusahaan
Toko Roti dan Kue PD. AL BAIK didirikan oleh AKP. H. Drs. Joko Susilo pada tanggal 23 Juni 2005 bertempat di Jalan Letda.Sudjono No 50 AB Medan Tembung ( Sebelah kantor Polsek Percut Sei tuan ). Bentuk usaha hingga saat ini masih berupa usaha dagang dengan kepemilikan tunggal.
Menurut beliau keinginan memulai usaha ini bersifat spritual yaitu bermula dari kebiasaan bersedekah roti setiap menunaikan sholat jumat di mesjid sekitar tempat tinggal beliau. Atas ridho Allah SWT beliau diberi kesempatan untuk membuka usaha makanan dan minuman tersebut.
Berdasarkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Kecil yang diterbitkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan dengan Nomor : 691/ 02.13 / PK / IV /2005 tanggal 25 April 2005 :
Nama : Perusahaan Dagang PD . AL BAIK
Alamat : Jalan Letda Sujono No.50 Kel. Bandar Selamat Kec.Medan Tembung
Berdasarkan Tanda Daftar Perusahaan Perusahaan Perorangan yang diterbitkan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Medan dengan Nomor TDP : 02.12.5.52.27188 tanggal 26 April 2005 :
Nama : PD. AL BAIK Status : Kantor Tunggal
NPWP : 09.850.748.6.121.000
Kegiatan : Perdagangan eceran khusus roti, kue kering dan sejenisnya didalam bangunan.
B. Struktur Organisasi Perusahaan
Penyusunan struktur organisasi pada PD. AL BAIK berdasarkan beberapa pertimbangan pokok sebagai berikut:
1. Perusahaan masih bersifat perseorangan sehingga membutuhkan kesederhanaan dan kerapian organisasi.
2. Perlu adanya struktur organisasi dan uraian peran yang jelas dari setiap bagian, sehingga masing-masing karyawan dapat mengetahui dengan jelas batas-batas tugas, wewenang, dan tanggung jawab.
3. Keinginan dari pimpinan puncak perusahaan untuk memiliki wewenang dan tanggung jawab yang jelas serta terkoordinasi . Pimpinan memusatkan pikiran dan tenaganya untuk hal-hal yang lebih bersifat strategis demi kelangsungan hidup, kemajuan, dan perkembangan perusahaan.
4. Pasar semakin meningkat dan meluas sehingga perlu pembentukan suatu wadah berupa struktur organisasi yang tangguh, dinamis, dan dapat mengikuti perkembangan usaha.
5. Perlunya sistem komunikasi di dalam organisasi sehingga semua tingkat dapat berkomunikasi secara vertikal dan horizontal.
Secara diagram struktur organisasi PD. ALBAIK Medan dapat dilihat pada Gambar 3.1 sebagai berikut.
40
Gambar 3.1
STRUKTUR ORGANISASI
ALBAIK. PD MEDAN
Sumber : PD.ALBAIK MEDAN (Diolah)
PRODUKSI PENJUALAN PENJUALAN DELIVERY ORDER ADMINISTRASI DAN KEUANGAN PEMILIK CABANG PENJUALAN PIMPINAN
ADMINISTRASI DAN KEUANGAN
Susunan organisasi PD. AL BAIK. Medan terdiri dari: 1. Pemilik PD. AL BAIK Pusat
2. Pemilik cabang PD. AL BAIK 3. Administrasi dan Keuangan 4. Kepala Koki Bagian Produksi
a. Bagian kue kering b. Bagian kue basah c. Bagian bika ambon 5. Kasir Penjualan
a. Shift pagi b. Shift malam 6. Kepala Delivery Order
1. Pemilik PD. AL BAIK Pusat
Pemilik PD. AL BAIK Pusat sebagai pendiri dan pemilik merek paten dari PD. AL BAIK adalah pimpinan tertinggi yang mengelola dan bertanggung jawab atas kelangsungan hidup perusahaan.
Tugas dan wewenang Pemilik adalah :
a. Menerima dan menghentikan kerjasama dengan pemilik mitra penjualan atau pemilik cabang PD. AL BAIK
b. Bertanggung jawab atas pemamfaatan modal atau aset perusahaan untuk mencapai tujuan
c. Mengawasi pelaksanaan sistem kerja yang dibebankan pada seluruh bagian dalam perusahaan dan menciptakan inovasi.
2. Pemilik Cabang PD. AL BAIK
Sebagai mitra penjualan produk , pemilik mengarahkan dan memberdayakan seluruh sumber daya yang dimiliki cabang penjualaannya secara optimal untuk mewujudkan operational excellence. Melaksanakan, memantau, analisa, evaluasi, dan pemanfaatan sumber daya sehingga terwujud kemitraan dengan masyarakat dan konsumen di lingkungan perusahaan.
3. Administrasi dan Keuangan
Melaksanakan fungsi manajemen dengan mengelola aspek pencatatan dan pengarsipan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Melakukan koordinasi dengan adminstrator cabang-cabang penjualan. Melaksanakan pemantauan, analisa, dan evaluasi dalam pemberdayaan sumber daya keuangan dan akuntansi secara optimal untuk mewujudkan kondisi keuangan yang sehat.
4. Kepala Koki Bagian Produksi
Melaksanakan pemberdayaan sumber daya dalam melaksanakan pengawasan, dan evaluasi untuk mencapai kinerja yang optimal sehingga terwujudnya produksi yang tepat kualitas dan kuantitas.
5. Kasir Penjualan
Melaksanakan dan mengkoordinir sumber daya penjualan secara optimal. Sehingga transaksi dan interaksi dengan pelanggan berjalan dengan baik. Bertanggung jawab atas kerapian dan keindahan tata letak meja display untuk meletakkan produk sehinga menciptakan suasana yang nyaman sehingga tercipta kepuasan pelanggan .
6. Kepala Delivery Order
Mengelola dan memberdayakan sumber daya transportasi, sarana dan prasarana sehingga tercapainya kinerja pengantaran produk dari Cabang Utama kepada Cabang lainnya secara optimal dan tepat waktu.
C. Organisasi dan Manajemen
Pemilik perusahaan memiliki hak untuk mengadakan dan memutuskan kerjasama dengan mitra penjualan atau Cabang dan stakeholders yang lain. Pemilik Cabang adalah pengambil keputusan tertinggi pada tingkat cabang yang dibawahinya.
Hubungan yang jelas antara pemilik merek dagang PD. AL BAIK dengan pemilik cabang lainnya berupa hak untuk menggunakan merek dagang tersebut, melakukan penjualan produk, penggunaan sistem yang terpadu , dan hal-hal lain yang dilakukan secara musyawarah sesuai kebutuhan dan karakteristik cabang tersebut.
D. Maksud dan Tujuan Perusahaan
Berdasarkan keterangan pemilik perusahaan, maksud dan tujuan perusahaan adalah turut melaksanakan dan menunjang kebijakan serta program pemerintah pada bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya di sub sektor perdagangan eceran, khusus roti dan kue dalam arti seluas-luasnya dengan tujuan mencari keuntungan berdasarkan prinsip perusahaan yang sehat berlandaskan kepada asas :
1. Mempertahankan dan meningkatkan sumbangan di bidang perdagangan bagi pendapatan nasional melalui peningkatan produksi dan pemasaran dari berbagai jenis produk untuk kepentingan konsumsi daerah maupun nasional, sekaligus dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan.
2. Memperluas lapangan kerja untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat pada umumnya serta meningkatkan taraf hidup karyawan pada khususnya.
3. Memelihara kelestarian resep tata boga dan meningkatkan kreatifitas penciptaan aneka makanan.
E. Wilayah Kerja
PD. AL BAIK yang berkantor pusat di Jalan Letda Sudjono Medan, mempunyai Wilayah Kerja di Kotamadya Medan, yakni :
Tabel 3.1
Wilayah Kerja
Cabang Alamat Pemilik
I Jln. Jamin Ginting Bpk Idhan dan Ibu Lina II Jln. Sutomo Bpk Sudung Ujung III Jln. Karya Bpk Buyung
IV Jln. Mojopahit Bpk Drs. Joko Susilo V Jln. Titi Kuning Bpk Fuad
VI Jln. AR.Hakim Bpk Fikri / Musnadi VII Jln. Gagak Hitam Ibu Fery
VIII Bandara Polonia Drs. Joko Susilo
F. Partisipasi pada Pengembangan Masyarakat
PD. AL BAIK melakukan beberapa upaya untuk mensejahterakan dan meningkatkan nilai spritualitas karyawan dan masyarakat, antara lain :
1. Mengadakan pengajian yang teratur dan memberikan insentif naik haji bagi karyawan yang setia pada perusahaan.
2. Menyediakan Roti dan Air mineral secara teratur kepada jamaah yang melakukan sholat jumat , untuk saat ini masih di tiga mesjid . 3. Memberikan bantuan dana partisipasi dan snack pada berbagai
kegiatan pengembangan kemahasiswaan dan kepemudaan yang mengajukan proposal bantuan.
G. Mitra Perusahaan
Untuk mendukung bisnis perusahaan, PD. AL BAIK Medan juga memiliki mitra perusahaan antara lain:
Tabel.3.2
Mitra Perusahaan
Kemasan Nama Barang Tlp Supplier
Sak Tepung, gula 061-6623263 Cahaya Baru Ctn Keju, mentega 061-4522522 Acai jaya
Btr Telur 061-7862179 Makmur
Ctn Air Mineral 061-77803780 Tirta Alpin Lbr Kotak Snak & Tart 061-77811929 Creative Designe Kg Plastik asoy 061-4563593 Aba Plastik
H. Aneka Produk
1 Roti Abon sapi 2 Roti Ayam 3 Butter Bun 4 Roti Bluebery 5 Roti Bawang keju 6 Roti Dennis boy 7 Doraya
8 Roti Eka Polo 9 Roti Chocho nut 10 Roti Coklat Keju spcl 11 Roti Coklat London 12 Roti Coklat kacang 13 Roti Campur
14 Roti Cake banana mini 15 Roti Gunung keju 16 Roti Gunung Coklat 17 Roti Kepang coklat 18 Roti Kacang Merah 19 Roti Kacang hitam 20 Roti Kacang hijau 21 Roti Kacang Hijau spcl 22 Roti Keju skipi
23 Roti Kalatak 24 Roti keju spesial 25 Roti Keju fla 26 Roti Kelapa jagung 27 Roti Kelapa Gulung 28 Roti Kelapa special 29 Roti Kelapa srikaya 30 Roti Muffin
31 Roti Mocca cream 32 Roti Nenas
33 Roti Pisang coklat 34 Roti Pisang keju
35 Roti Polo Cream 36 Roti Polo coklat 37 Roti Polo coklat spcl 38 Roti Polo butter 39 Roti Polo Keju
40 Roti Polo Susu / zebra 41 Roti Srikaya
42 Roti saychese 43 Roti sosies 44 Roti Sosies Abon 45 Roti Tiga rasa 46 Roti Manis Keju 47 Roti Bulan kismis 48 Roti Coklat bks
49 Roti Coklat pandan bks 50 Roti Kelapa bks
51 Roti Manis bks 52 Roti keju bks 53 Tawar besar/kupas 54 Tawar sedang 55 Tawar pandan besar 56 Tawar Kecil
57 Tawar kismis 58 Tawar keju 59 Tawar Coklat 60 Tawar cake 61 Tawar rol bread 62 Donat meses / ayam 63 Donat mini bungkus 64 Kue Basah
65 Gorengan 66 Pastri 67 Sus
68 Risol & Lemper 69 Bika ambon biasa
70 Blackforest tart 71 BF 72 Roll cake 73 Cake banana 74 Cake banana 75 Bolu gulung 76 Bolu pandan meses 77 Bolu gulung 78 Cake 79 Cake 80 Cake 81 Cake sedang(tart) 82 Mascopis / Spekuk 83 Prunes / pandan 84 Agar-agar 85 Srikaya biasa 86 Srikaya kecil 87 Bolu kukus 88 Fruite cake
89 Brownis kukus keju 90 Brownis kukus coklat 91 Tarcis / cake mini 92 Tarcis / cake mini 93 Tarcis / cake mini 94 Tarcis / cake mini
BAB IV
ANALISIS DATA
A. Analisis Deskriptif Responden
Instrumen yang digunakan untuk penelitian ini adalah kuesioner. Kuesioner memberikan gambaran umum mengenai karakteristik responden. Karakteristik responden dalam penelitian ini antara lain berdasarkan usia, lama bekerja, jenis kelamin, dan pendidikan terakhir di PD. ALBAIK Medan.
1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Tabel 4.1 menunjukkan gambaran mengenai usia responden berdasarkan hasil penelitian.
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Di PD. ALBAIK Medan
Tahun 2007
Usia Frekuensi Persentase
17 – 21 tahun 8 80
>21 tahun 2 20
Sumber : hasil pengolahan data primer (kuesioner), 2007
Berdasarkan Tabel 4.1 diketahui bahwa kategori usia yang paling banyak adalah usia 17-21 tahun yaitu sebanyak 8 karyawan atau 80%.
2. Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja
Tabel 4.2 memberikan gambaran mengenai lama bekerja responden berdasarkan hasil penelitian.
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Bekerja
Di PD.ALBAIK Medan
Tahun 2007
Lama Bekerja Frekuensi Persentase
1 tahun < 6 60
1 – 2 tahun 2 20
>2 tahun 2 20
Sumber : hasil pengolahan data primer (kuesioner), 2007
Berdasarkan Tabel 4.2 diketahui bahwa lamanya bekerja responden yang paling banyak diteliti adalah dibawah 1 tahun yaitu sebanyak 6 karyawan atau 60% .
3. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Tabel 4.3 memberikan gambaran mengenai pendidikan terakhir responden berdasarkan hasil penelitian.
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan
Di PD. ALBAIK Medan
Tahun 2007
Pendidikan Frekuensi Persentase
SMK 4 40
SMA 6 60
Sumber : hasil pengolahan data primer (kuesioner), 2007
Berdasarkan Tabel 4.3 dapat diketahui bahwa tingkat pendidikan yang paling banyak ditempuh responden adalah SMA sebanyak 6 karyawan atau 60%.
4. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Berdasarkan jenis kelamin responden hasil penelitian melalui kuesioner menunjukkan seluruh karyawan berjenis kelamin wanita atau 100%.
5. Karakteristik Responden Berdasarkan Gaji dan Insentif
Tabel 4.5 memberikan gambaran mengenai gaji dan insentif responden berdasarkan hasil penelitian.
Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Gaji dan Insentif
Di PD. ALBAIK Medan
Tahun 2007
Jumlah Frekuensi Persentase
Rp.400.000 4 40
Rp.450.000 2 20
Rp.500.000 2 20
Rp. 550.000 2 20
Sumber : hasil pengolahan data primer (kuesioner), 2007
Berdasarkan Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa tingkat gaji dan insentif yang paling banyak diterima responden adalah Rp.400.000 sebanyak 4 karyawan atau 40%.
6. Karakteristik Responden Berdasarkan Absensi
Berdasarkan frekuensi absensi diluar cuti 2 hari dalam sebulan atau 24 hari dalam setahun. Setiap responden mengatakan minimal absen selama 2 hari selama setahun dikarenakan sakit , kegiatan keluarga, hal yang tak terduga
lainnya. Responden tidak dapat mengingat secara pasti jumlah absensi dan data absensi administrasi kurang lengkap.
7. Karakteristik Responden Berdasarkan Waktu Padat Pelanggan
Tabel 4.5 memberikan gambaran mengenai waktu padat pelanggan menurut pengalaman responden berdasarkan hasil penelitian melalui kuesioner.
Tabel 4.5
Karakteristik Responden Berdasarkan Waktu Padat Pelanggan
Di PD. ALBAIK Medan
Tahun 2007
Shift Hari Pukul/hari
Pagi Sabtu, Minggu, Libur 12.00-14.00 WIB Siang Sabtu, Minggu, Libur 19.00-21.00 WIB Sumber : hasil pengolahan data primer (kuesioner), 2007
B. Uji Validitas dan Reliabilitas
Data untuk pengujian validitas dan reliabilitas diperoleh dari instrumen yaitu berupa kuesioner yang disebarkan dan diuji coba kepada 10 orang karyawan PD.ALBAIK Medan Instrumen terdiri dari 20 pertanyaan, dimana tiap butir pertanyaan disiapkan 5 interval jawaban. Jawaban terendah diberi skor 1 dan hingaa skor 5.
Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah data yang didapat setelah penelitian merupakan data yang valid dengan alat ukur yang digunakan (kuesioner). Pengujian validitas tiap butir menggunakan analisis item, yaitu mengkorelasikan skor tiap butir dengan skor total yang merupakan jumlah skor tiap butir . Uji Validitas dan Reliabilitas digunakan untuk melihat persepsi karyawan tentang waktu kerja, dan stres kerja karyawan. Analisis Regresi Linier Sederhana digunakan untuk melihat hubungan fungsional antara variabel waktu kerja terhadap variabel stres kerja karyawan. Metode menganalisis data digunakan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) Versi 12.00.
1. Uji Validitas
Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan SPSS 12.00 degan kriteria sebagai berikut:
a) Jika r hitung positif dan r hitung > r tabel maka pertanyaan dinyatakan valid
b) Jika r hitung negatif atau r hitung < r tabel maka pertanyaan tersebut dinyatakan tidak valid
c) r hitung dapat dilihat pada kolom corrected item-total correlation .
Kuesioner berisi 20 butir pertanyaan yang menyangkut variabel bebas yaitu waktu kerja dan varibel terikat yaitu stres kerja pada PT. ALBAIK Medan.
Tabel 4.4
Validitas Tiap Pertanyaan
Corrected Item - Total Correlation (r hitung) r tabel Validitas Pertanyaan 1 0.416 0.2992 Valid Pertanyaan 2 0.420 0.2992 Valid Pertanyaan 3 0.626 0.2992 Valid Pertanyaan 4 0.489 0.2992 Valid Pertanyaan 5 0.588 0.2992 Valid Pertanyaan 6 0.917 0.2992 Valid
Pertanyaan 7 0.875 0.2992 Valid Pertanyaan 8 0.727 0.2992 Valid Pertanyaan 9 0.432 0.2992 Valid Pertanyaan 10 0.516 0.2992 Valid Pertanyaan 11 0.917 0.2992 Valid Pertanyaan 12 0.732 0.2992 Valid Pertanyaan 13 0.576 0.2992 Valid Pertanyaan 14 0.400 0.2992 Valid Pertanyaan 15 0.773 0.2992 Valid Pertanyaan 16 0.551 0.2992 Valid Pertanyaan 17 0.844 0.2992 Valid Pertanyaan 18 0.844 0.2992 Valid Pertanyaan 19 0.383 0.2992 Valid Pertanyaan 20 0.359 0.2992 Valid
Sumber : hasil pengolahan data primer (kuesioner) dengan SPSS versi 12.00, 2007
Kolom corrected item-total correlation menunjukkan korelasi antara skor item dengan skor total item yang dapat digunakan untuk menguji validitas instrument. Pada signifikansi 5% dengan derajat bebas df = 18 (jumlah kasus – 2), r tabel sebesar 0.2992. Pada hasil dapat dilihat bahwa nilai corrected item-total correlation (r hitung) semuanya lebih besar dari r tabel sehingga dapat disimpulkan bahwa ke-20 pertanyaan tersebut valid.
1. Uji Reliabilitas
Pengujian dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 12.00. Butir pertanyaan yang sudah dinyatakan valid dalam uji validitas ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria sebagai berikut :
a. Jika r alpha positif dan lebih besar dari r tabel maka reliabel.
b. Jika r alpha negatif atau r alpha lebih kecil dari r tabel maka tidak reliabel.
Tabel 4.5
Reliabilitas Kuesioner
r alpha r tabel
0.928 0.2992
Sumber : hasil pengolahan data primer (kuesioner) dengan SPSS versi 12.00, 2007
Pada 20 butir pertanyaan dengan tingkat signifikansi 5%, r alpha = 0.928. Hal ini berarti r alpha > r tabel yaitu 0.2992, sehingga dapat dinyatakan bahwa kuesioner tersebut telah reliabel dan dapat disebarkan kepada responen sebagai instrumen penelitian ini.
C. Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas yang terdiri dari waktu kerja (X)
terhadap stres kerja karyawan (Y) sebagai variabel terikat. Persamaan regresinya adalah sebagai berikut :
Y = a + bx+ e
1. Model Regresi Linear Sederhana
Analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini menggunakan program SPSS versi 12.00 dan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 4.6 Coefficients(a) Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 68.563 12.423 5.519 .001 waktu_kerja -1.181 .401 -.721 -2.947 .019
a Dependent Variable: stress_kerja
Sumber : hasil pengolahan data primer (kuesioner) dengan SPSS versi 12.00, 2006
Berdasarkan hasil pengolahan data seperti terlihat pada tabel 4.6 kolom 2 (Unstandardized Coefficients) bagian B diperoleh persamaan regresi linear berganda :
Y = 68,563 –1,181 X
Dimana :
Y = Variabel Stres Kerja Karyawan a = Konstanta
Dari persamaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
a. Konstanta (a) = 68,563, menunjukkan harga konstan, dimana jika nilai variabel X= 0, maka stres kerja karyawan (Y) = 68,563.
b. Koefisien X = -1,181 menunjukkan bahwa variabel waktu kerja (X) berpengaruh negatif terhadap stres kerja karyawan (Y). Artinya, jika variabel waktu kerja ditingkatkan sebesar satu satuan maka stres kerja karyawan akan berkurang sebesar 68,563. Hal ini menunjukkan hubungan berbanding terbalik antara waktu kerja dengan stres kerja karyawan.
2. Uji Signifikansi Individual (Uji - t)
Uji t dilakukan untuk menguji secara parsial apakah waktu kerja (X) berpengaruh signifikan terhadap stres kerja (Y) karyawan di PD.ALBAIK Medan.
Urutan pengujian adalah sebagai berikut :
a. Menentukan model hipotesis untuk Ho dan H1
b. Mencari nilai t tabel dengan cara menentukan tingkat kesalahan (α) dan menentukan derajat kebebasan.
c. Menentukan kriteria pengambilan keputusan
d. Mencari nilai t hitung dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS 12.00
e. Kesimpulan Hasil pengujian :
1. Ho : bi = 0
Artinya variabel bebas (X) yaitu berupa waktu kerja secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja karyawan sebagai variabel terikat (Y).
Ha : b1 ≠0
Artinya variabel bebas (X) yaitu berupa waktu kerja secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap stres kerja karyawan sebagai variabel terikat (Y).
2. t tabel diperoleh dengan derajat bebas (df) = n – k n = jumlah sampel, yaitu 10
k = jumlah variabel yang digunakan, k = 2