1. Kerentanan anak dan kaum perempuan menjadi korban tindakan pidana perdagangan orang.
Dari uraian yang sebelumnya dinyatakan bahwa kejahatan perdagangan orang merupakan salah satu kejahatan yang serius dan berdampak luas sertadikategorikan sebagai perbuatan kejahatan luar biasa terhadap orang yang dilakukan secara terorganisir. Pada umumnya dilakukan oleh organisasi atau kelompok tertentu dengan melibatkan orang-orang yang dekat dengan
korban, yakni orang tua, anggota keluarga, saudara dekat, tetangga, teman, masyarakat. Kenyataan di lapangan melalui informasi terdapat aparat yang terlibat dalam masalah ini. Praktek perdagangan orang dikatakan sangat tidak manusiawi, pelaku tidak memperdulikan agama yang mengajarkan kabaikan dan kebajikan dalam berkehidupan, mereka menganggap lebuh mudah dipengaruhi dengan cara merayu, memberikan janji dan iming-iming yang menyenangkan mereka. Pelaku juga dapat melakukan kekerasan berupa intimidasi, penculikan, ancaman, dan pemindahan.
Para orangtua dan masayarakat harus mengetahui bahwa oknum/pelaku sering mengincar anak anak dan remaja sebagai sasaran utama mereka, sehingga pelaku banyak mendekati sekolah tempat anak anak belajar dan beraktifi tas.Pemerintah, para orangtua, penyelenggara sekolah, guru-guru dan masyarakat harus lebih serius dalam melakukan pengawasan dan perlindungan mulai dari rumah sampai ke sekolah dan demikian pula sebaliknya.Ada dua hal yang membuat anak-anak, remaja menjadi sasaran empuk bagi oknum/pelaku perdagangan orang,
Pertama. Dapat dilihat dari dalam diri si anak.
Dari sisi usia, anak yang masih sangat muda dengan pola pikir yang belum matang/dewasa dalam menentukan pilihan yang terbaik untuk dirinya dan masa depannya. Pada umumnya pola pikir anak, dan remaja cenderung mengutamakan keinginan bukan kebutuhan, maka sering terlihat anak-anak dan remaja senang meniru atau mengikuti mode dan gaya hidup orang dewasa dan lingkungan teman-temannya yang memiliki barang barang yang indah, bagus dan mahal. Pada akhirnya dapat membuat anak ingin memiliki barang tersebut dan menimbulkan hedonis yang cenderung menjadi konsumtif dalam hidupnya. Kondisi yang tidak mampu dan terhempit dengan masalah ekonomi menjadi sasaran yang mudah bagi oknum/pelaku
untuk mencari dan menemukan sasarannya pada kelompok ini.
Minimnya pengetahuan dan informasi yang baik tentang tindakan pidana
masalah yang serius https://www.inspiradata.com/wp-content/
uploads/2016/10/belana.jpg
15 sehingga mengakibatkan orangtua tidak memiliki kemampuan untuk mengawasi,
mengendalikan dan memberikan informasi bagaimana menghadapi dan mencegah agar terhindar dari masalah perdagangan orang kepada anak anak mereka.
Kurangnya perhatian orangtua dan keluarga terhadap masalah yang dihadapi anak baik di dalam keluarga, sekolah maupun dalam lingkungan pergaulan anak di masyarakat. mengakibatkan banyak anak anak dan remaja mencari konpensasi atau pelampiasan di luar rumah.
Kedua. Masalah yang dihadapi dari luar atau lingkungan
Timbulnya keinginan mengikuti gaya kebebasan beraktifi tas dan dalam pergaulan menyebabkan anak anak dan remaja memaksakan diri untuk menyamakan gaya yang ada di lingkungannya.
Informasi yang sangat terbuka dari berbagai media,langsung diterima tanpa terlebih dahulu dilakukan konfi rmasi atau penyaringan.
Mengadopsi gaya hidup berlebihan yang terkesan m e m a k s a k a n ketidak mampuan untuk mencukupi k e i n g i n a n n y a , dimana anak-anak, remaja dan masyarakat tertarik mencontoh atau menjiplak gaya hidup yang dilihat atau dibaca melalui
media cetak maupun elektronik khususnya tontonan dari televise mereka tidak mempertimbangkan lagi apa yang mereka lihat atau tonton yang disajikan di Televisi, bukanlah semua menggambarkan fakta yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan.
Ketiga. Perubahan penampilan
Pada umumnya anak anak dan remaja dengan keuangan sangat minim namun dapat memiliki barang barang yang baru.
Anak anak dan remaja yang memiliki barang-barang mewah, misalnya handphone terbaru, sepatu dan tas yang mahal serta perhiasan-perhiasan juga senang merubah penampilan atau dandan yang berlebihan.
https://365psd.com/images/previews/927/disco-party-people-vector-background-free-34002.jpg
2. Peran orangtua dan masyarakat dalam mengenal lebih awal (deteksi) tentang perdaganganorang.
Orangtua,masyarakat dan tokoh masyarakat memiliki peran penting untuk mengenal lebih awal gejala atau tanda-tanda bagi anak, remaja yang rentan menjadi korban perdagangan orang.
Diharapkan para orang tua, orang dewasa dan masyarakat melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap perubahan sikap dan perilaku yang terjadi pada diri anak anak dan remaja.
Selain dari itu orangtua, masyarakat perlu memantau dan mengawasi pergaulan anak anak baik di sekolah maupun diluar sekolah. Masyarakat dapat melakukan pembinaan misalnya melalui kegiatan berkesenian atau olahraga bersama, lomba lomba yang mendidik, dimana pada saat kegiatannya diselenggarakan dapat dilakukan kampanye dan penyuluhan pencegahan tindakan pidana perdagangan orang.
17 Modul Pencegahan Perdagangan Orang bagi masyarakat sangat penting untuk
dipahami dan dipelajari oleh masyarakat khususnya kaum perempuan, anak dan remaja serta keluarga agar dapat menyadari dan mewaspadai pencegahan terjadinya perdagangan orang. Sebagian besar yang menjadi korban adalah anak-anak yang berada pada masa remaja, dimana sangat rentan terhadap semua resiko baik dari perilakunya sendiri maupun dari dorongan, rangsangan ataupun paksaan dari pihak luar.
Bagi anak anak dan remaja yang merupakan sasaran empuk bagi para pelaku sangat memerlukan sikap yang tegas, kemampuan menolak dan memiliki sikap kritis terhadap masa depan. Katakan ‘ Stop Perdagangan Manusia ‘ karena manusia bukan barang atau komiti yang dapat diperjual belikan dan diperbudak.
Disamping orang tua,peran guru dan pemuka agama dan juga tokoh masyarakat sebagai sosok yang disegani dan diteladani dilingkungan masyarakat sangat berpengaruh untuk didengarkan dan diperhatikan dalam memberikan informasi dan pengetahuan terkait cara pencegahan perdagangan orang. Dengan demikian, para pendidik, pemuka agama dan tokoh masyarakat sangat diharapkan agar terpanggil untuk terlibat dalam pencegahan terjadinya perdagangan orang, Dengan demikian anak anak dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana semestinya serta terpenuhi hak-haknya sesuai yang tercantum dalam Undang-Undang No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Untuk memperjelas uraian-uraian di atas, secara singkat pengertian perdagangan orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.
Selanjutnya, Tindak Pidana Perdagangan Orang adalah setiap tindakan atau serangkaian tindakan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana yang ditentukan dalam Undang-Undang ini. Korban adalah seseorang yang mengalami penderitan psikis, mental, fi sik, seksual, ekonomi, dan/atau sosial, yang diakibatkan tindak pidana perdagangan orang.
Setiap Orang adalah orang perseorangan atau korporasi yang melakukan tindak pidana perdagangan orang.Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.
Rangkuman Eksploitasi adalah tindakan dengan atau tanpa persetujuan korban yang meliputi tetapi tidak terbatas pada pelacuran, kerja atau pelayanan paksa, perbudakan atau praktik serupa perbudakan, penindasan, pemerasan, pemanfaatan fi sik, seksual, organ reproduksi, atau secara melawan hukum memindahkan atau mentransplantasi
Perekrutan adalah tindakan yang meliputi mengajak, mengumpulkan, membawa, atau memisahkan seseorang dari keluarga atau komunitasnya. Sedangkan pengiriman adalah tindakan memberangkatkan atau melabuhkan seseorang dari satu tempat ke tempat lain. Kekerasan adalah setiap perbuatan secara melawan hukum, dengan atau tanpa menggunakan sarana terhadap fi sik dan psikis yang menimbulkan bahaya bagi nyawa, badan, atau menimbulkan terampasnya kemerdekaan seseorang. Ancaman kekerasan adalah setiap perbuatan secara melawan hukum berupa ucapan, tulisan, gambar, simbol, atau gerakan tubuh, baik dengan atau tanpa menggunakan sarana yang menimbulkan rasa takut atau mengekang kebebasan hakiki seseorang.
Penjeratan Utang adalah perbuatan menempatkan orang dalam status atau keadaan menjaminkan atau terpaksa menjaminkan dirinya atau keluarganya atau orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya, atau jasa pribadinya sebagai bentuk pelunasan utang.
Evaluasi
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat.
1. Jelaskan apa pengertianTindak Pidana Perdagangan Orang?
2. Tindak perdagangan orangmemenuhi tiga unsur yaitu, proses, cara, tujuan, jelaskan arti masing masing unsur tersebut.
3. Sebutkan yang dapat berperan menjadi pelaku/oknum tindak perdagangan orang
4. Jelaskan modus atau cara cara yangdilakukan para pelaku/oknum untuk mempengaruhi atau menjerat orang yang menjadi korban perdagangan orang, 5. Siapa sasaran yang sering menjadi korban perdagangan orang?
6. Jelaskan apa yang menjadi penyebab terjadinya perdagangan orang
7. Sebutkan dan jelaskan bagaimana cara-cara pencegahan tindak perdagangan orang
8. Apabila hendak bermigrasi menjadi pekerja di luar daerahnya atau ke luar negeri informasi apa yang harus diketahui calon tenaga kerja?
9. Bagaimana mengenal lebih awal (deteksi dini) perdagangan orang yang rentan terjadi bagi anak anak, remaja?
10. Apa saja yang menjadi dampak tindakan pidana perdagangan orang bagi anak anak, remaja?
19
Umpan Balik dan Tindak Lanjut
“Dialog Tentang Kasus Perdagangan Orang”
Joko: Bang Surya,apa sih yang dimaksud dengan Tindak Pidana Perdagngan Orang?
Bang Surya: Perdagangan Orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utangatau memberi bayaran atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang terekspoloitasi”.
Joko : Penjelasannya panjang sekali Bang Surya,tolong dijelaskan lagi agar mudah memahaminya bang.
Bang Surya: Jadi, ada tiga unsur yang pertama ada proses pelaku pemindahan korban jauh dari komunitasnya dengan merekrut, mengangkut, mengirim, dan memindahkan atau menerima mereka (calon korban), mangkanya upin harus terhadap orang yang baru kenal. Yang kedua cara Pelaku menggunakan ancaman kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penyalahgunaan kekuasaan/posisi rentan atau jeratan hutang untuk mendapat kendali atas diri korban sehingga dapat memaksa mereka. Yang ketiga Pelaku mengeksploitasi atau menyebabkan korban terekploitasi untuk keuntungan fi nansial pelaku kejahatan
Joko : eksploitasi itu apa sih Bang ?
Bang Surya: bisa berupa perlakuan apapun yang tidak sesuai dengan kehendak korban atau korban menderita karena perlakuan tersebut.
Joko: Bentuk-bentuk eksploitasi itu apa saja Bang ?
Bang Surya: Bentuk-bentuk eksploitasi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana perdagangan orang adalah:
a. Dilacurkan
¾ Contoh kasus.
(4/3/2019) malam, tersangka Reza kembali menawarkan pemandu lagu yang bisa diajak kencan. “Tersangka menawarkan bisa main dengan dua PSK sekaligus di mana cewek yang ditawarkan itu masih anak di bawar umur (usia 13 dan 14 tahun),”
kata Burhan, dihubungi Kompas.com, Sabtu (9/3/2019).
Setelah disepakati, tersangka menghubungi dua anak di bawah umur itu melalui WhatsApp dan mengatakan kepada korban bahwa ada job atau pekerjaan.
Selanjutnya, kata Burhan, tersangka menjemput kedua korban menggunakan sepeda motor dan membawa mereka ke sebuah hotel di wilayah Blitar. “Setelah check in kamar hotel dan memasukkan (korban) ke kamar, tersangka mendapatkan uang dari pelanggan,” katanya. Menurut Burhan, total uang yang telah diterima tersangka, Rp. 3.000.000. Berdasarkan keterangan tersangka, uang tersebut diberikan masing-masing Rp 1,2 juta kepada dua anak di bawah umur dan sisanya menjadi keuntungan tersangka.
“Saat tersangka meninggalkan kamar hotel dan hendak keluar hotel, anggota Satreskrim Polres Blitar melakukan penangkapan,” ungkap Burhan. Penangkapan terhadap mucikari atas nama Reza itu dilakukan tepatnya pada Selasa (5/3/2019) sekitar pukul 01.00 di sebuah hotel di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Modus yang digunakan tersangka, lanjutnya, yakni menawarkan pemandu lagi yang sekaligus bisa diajak kencan melalui akun Facebook tersangka yang dibagikan ke grup Facebook. Kemudian melakukan chatting di kotak masuk Facebook dan apabila ada kesepakatan, proses transaksi dilanjutkan melalui pesan WhatsApp.
“Sistemnya cari kenalan lewat pemandu lagu.Nah, mereka oleh tersangka ditawari dengan iming-iming bayaran besar,” katanya. Akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat Pasal 76 I jo Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 atau Pasal 45 Ayat (1) sub Pasal 27 Ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008. Saat ini, Reza mendekam di balik jeruji besi dan diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Kronologi Kasus Prostitusi “Online” yang Libatkan Anak-anak di Blitar
Editor: Aprillia Ika Penulis Kontributor Surabaya, Ghinan Salman
Surabaya,KOMPAS.com. Tersangka prostitusi online di Blitar, Reza Satya Angga Pratama Putra (24), tak pernah menyangka pemesan PSK yang dia kelola adalah polisi. Menurut Kabag Humas Polres Blitar Iptu Burhanuddin, awalnya pada Sabtu (2/3/2018), tersangka menawarkan PSK yang siap dibawa kencan di sebuah hotel di Blitar dengan tarif Rp 1.500.000. Kemudian pada Senin
b. Bekerja tidak sesuai pekerjaan yang dijanjikan Contoh Kasus.
Perdagangan Anak di Situbondo, Modus Diiming-imingi Pekerjaan
Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 02 Agu 2019, 15:00 WIB
Liputan6.com, Jakarta Berawal diimingi-imingi pekerjaan, lima perempuan yang diidentifi kasikan usia anak dijadikan sasaran perdagangan anak. Kejadian ini terjadi di Situbondo, Jawa Timur. Pada 30 Juli 2019, Polres Situbondo menemukan dari 10 perempuan yang menjadi korban perdagangan manusia, 5 di antaranya diidentifi kasi usia anak.
21 Dari laporan Polres Situbondo, mereka direkrut dari Kabupaten Bandung dan Kota
Bandung untuk dijadikan pramusaji di sebuah rumah makan.Pada kenyataannya, nasib mereka berakhir untuk dieksploitasi secara seksual.Perdagangan manusia yang melibatkan anak ini menjadi fokus Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
“Dalam kurun waktu tahun 2019, kasus perdagangananak untuk tujuan eksploitasi seksual masih menduduki tren tertinggi dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO0 dan eksploitasi anak di data kami,” kata Komisioner KPAI Bidang Traffi cking dan Eksploitasi, Ai Maryati Solihah kepada Health Liputan6.com melalui keterangan rilisnya, Kamis (1/8/2019).
Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, informasi bahwa lima anak dalam situasi yang memprihatinkan ini ditemukan kepolisian.
Sebab mereka dijanjikan pekerjaan yang tidak ada hubungan dengan eksploitasi seksual, tapi saat tiba di tempat kerja, mereka harus menyetujui utang sebesar 10 juta rupiah.
Menyoal perdagangan anak yang ditemukan di Situbondo, KPAI telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Deputi Perlindungan Anak dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memantau kasus ini.
Adapun KPAI akan melakukan langkah, sebagai berikut:
1. Pengawasan langsung kepada anak korban dalam memastikan proses pendampingan anak saat masuk dalam proses hukum.
“Sebab hal ini memberikan tekanan psikologis yang tidak mudah, seperti rasa takut, malu, panik dan lain-lain sehingga kebutuhan konseling dan penanganan psikologis sangat diperlukan,” ujar Ai.
2. KPAI telah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar memastikan proses rehabilitasi sosial dan pemulihan.
“Upaya ini akan dilaksanakan secara optimal setelah anak ditangani di tempat kejadian sesuai dengan standar penanganan korban TPPO. Tentunya, bukan hanya kepentingan untuk dipulangkan/reintegrasi dengan keluarga, melainkan pemulihan psikologis dan kemungkinan dampak lainnya yang diderita anak korban. Misal, rusaknya organ reproduksi dan kehamilan yang tidak diinginkan (KTD),” Ai menambahkan.
3. KPAI mendorong KPPPA serta kepolisian mengembangkan proses hukum terkait pelaku, jaringan mucikari, dan germo serta rekrutmen yang menggiring anak-anak masuk dalam gurita TPPO.
c. Adopsi illegal/Penjualanbayi/anak Contoh Kasus.
Polisi Tahan 13 Orang Terduga Praktik Adopsi Ilegal di Simalungun
Yusron Fahmi, 09 Agu 2017, 14:11 WIB
Liputan6.com, Medan - Polisi mengamankan 13 warga yang memiliki keterlibatan dalam praktik adopsi ilegal di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting menyatakan, 13 tersangka itu kini sudah ditahan.
“Sekarang kasusnya tengah dikembangkan oleh Polres Simalungun,” kata Rina saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (9/8/2017)
Kasus adopsi ilegal berawal dari laporan seorang warga bernama Ralus Siahaan yang mengetahui adanya praktik adopsi ilegal.
Tersangka utama kasus tersebut adalah seorang wanita berisial LP yang telah tiga kali melahirkan dan memberikan anaknya kepada orang lain secara ilegal dan disertai bayaran.
Dalam penyidikan kasus tersebut, pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa surat pernyataan untuk adopsi anak yang ditandatangai LP dengan tersangka lain berinisial Pry.
Kasus itu berawal ketika LP melahirkan anak pertama yang persalinannya pada 2013 dibantu tersangka HM yang ikut dijadikan tersangka. Anak tersebut diberikan kepada tersangka MIS dan diberi nama Togi Parulian Sidabutar.
Anak kedua LP lahir pada 2016 yang persalinannya juga dibantu HM. Anaknya dijual kepada seseorang bermarga Sinaga dan dibawa ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Sedangkan anak ketiganya dilahirkan pada 23 Juli 2017 di lokasi praktik bidan ES dan bidan EPAS yang telah dijadikan tersangka.Anak itu dijual kepada pasangan tersangka Pry dan Rsd dengan harga Rp15 juta.
Praktik adopsi ilegal kedua melibatkan tersangka NR yang melahirkan pada Juli 2010 yang persalinannya dibantu tersangka HM. Anak yang dilahirkannya diberikan kepada tersangka THS dan dan isterinya MS untuk dirawat karena tidak sanggup untuk membiayai persalinannya. Pasangan suami isteri itu merawat anak NR dan diberi nana Valentina Sinaga.
Kemudian, diamankan tersangka berinisial TRN yang membeli dan mengasuh seorang anak bayi laki-laki dari tersangka HM pada Februari 2014 dengan harga Rp7 juta.
Tersangka lain adalah LT yang juga membeli dan mengasuh seorang anak bayi laki-laki dari tersangka HM pada Februari 2014 dengan harga pembelian Rp7 juta.
Seluruh tersangka diduga melanggar Pasal 83 UU 35 tahun 2014 tantangperubahan UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto Pasal 55 ayat 1 KUHPidana atau Pasal 79 UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
23 d. Ayah Jual Anak Kandung
Contoh Kasus:
Tak Mampu Bayar Utang, Ayah Jual Anak Kandung Rp 127 Juta
Sulung Lahitani pada 31 Mar 2019, 08:00 WIB
Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria dari Tiongkok ditangkap karena menjual anaknya seharga 60.000 yuan atau sekitar Rp 127 juta. Pria dengan nama keluarga Jiang dari Guiyang, Guizhou, mengaku melakukan hal tersebut untuk melunasi hutang judi online-nya. Sementara dia sendiri tidak bekerja.
Awalnya, Jiang mengaku pada istrinya akan membawa putri mereka ke rumah neneknya. setiap kali bertanya pada Jiang tentang putri mereka, pria itu selalu memberikan alasan berbeda.
Namun, setelah 3 bulan, sang istri mulai curiga. Wanita itu kemudian memeriksa ponsel suaminya dan menemukan Jiang telah berkomunikasi dengan pasangan dari Zhoushan, Zhejiang. Dari situ pula ia baru mengetahui rencana sang suami menjual putri mereka.
Sang istri lalu pergi menemui ibu mertuanya dan terkejut setelah diberi tahu bahwa putrinya telah dibawa pergi beberapa minggu yang lalu. Wanita itu kemudian melaporkan kasus itu dan pihak berwenang mulai bergerak karena Jiang juga turut menghilang.
Melansir dari World of Buzz, polisi akhirnya menemukan Jiang di sebuah hotel di Guiyang dan menangkapnya atas dugaan perdagangan manusia. Pria itu mengaku pada polisi bahwa ia terpaksa melakukannya karena ia menganggur tapi memiliki hutang judi sebesar Rp 127 juta.
Setelah melihat informasi tentang adopsi anak di internet, Jiang menghubungi pasangan yang ccok dan mengklaim siap menjual putrinya sendiri. Ia juga berbohong dengan mengatakan bahwa istrinya telah menceraikannya dan ia terlalu miskin untuk membesarkannya sendiri.
Setelah pembeli dilacak, anak itu akhirnya ditemukan dibawa pulang untuk bersatu kembali dengan ibunya. Untungnya, selama 3 bulan tersebut ia tidak terluka sama sekali. Sang ayah sendiri kini masih berada dalam penahan kepolisian untuk ditindak lebih lanjut
e. Jermal Contoh Kasus :
Dijanjikan Kerja di Perusahaan Roti, Anak Dibawa Umur Asal Indramayu Dijadikan Pemandu Lagu di Kafe
Handhika Rahman, Senin, 15 Juli 2019 16:00 WIB
Tribunnews.Com.Com, Indramayu - Korban perdagangan manusia di bawah umur asal Kabupaten Indramayu akan diserahkan dinas terkait untuk dipulihkan psikologisnya.Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki sangat menyanyangkan adanya kasus perdagangan manusia atau traffi cking yang menimpa warga Kabupaten Indramayu.Apalagi status korban masih merupakan pelajar baik di SMA ataupun SMP di Kabupaten Indramayu.
Ironisnyanya, salah seorang pelaku SR (15) yang berperan sebagai perekrut adalah seorang perempuan berusia di bawah umur.”Perekrutan perdagangan manusia ini sudah berlangsung lama, adapun untuk korban yang diincar merupakan wanita yang masih di bawah umur,” katanya saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Senin (15/7/2019).Polres Indramayu akan melakukan penyuluhan terhadap masyarakat agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban penipuan, pelacuran, dan lain sebagainya.
Para korban perdagangan manusia atau traffi cking asal Indramayu dijanjikan tersangka akan dibayar Rp 700 ribu per dua minggu kerja.Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki mengatakan, mereka dipaksa para tersangka untuk menjadi pelayanan wanita atau pemandu lagu (PL) di dua buah kafe.
“Pertama di Lapo Ratu Cafe di daerah Cikarang, Bekasi, dan satunya di Bintang
“Pertama di Lapo Ratu Cafe di daerah Cikarang, Bekasi, dan satunya di Bintang