i
iii
KATA PENGANTAR
B
ulan September 2015 menandai kesepakatan dunia untuk program pembangunan yaitu “Transforming Our World: The 2030 Agenda for Sustainable Development” atau “Mengalihrupakan Dunia Kita: Agenda Tahun 2030. Dalam kesepakatan itu, ditetapkan Sustainable Development Goals atau SDGs, yang terdiri dari 17 gol, misi-misi ini diarahkan untuk menyelesaikan masalah dunia mulai dari pemberantasan kemiskinan dan kelaparan, penyediaan air bersih dan sanitasi, sampai pelestarian lingkungan. Salah satu bagian yang harus dicapai dan menjadi ukuran keberhasilan dari suatu negara adalah Goal ke 4 dan 5 yaitu Quality Education (Goal 4) dan Gender Equality (Goal 5).Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-4 untuk Indonesia terdiri dari target 4.1, yaitu Pendidikan Dasar dan menengah yang gratis, setara dan berkualitas.
Selanjutnya target 4.2 yaitu Perkembangan, Pengasuhan, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang Berkualitas. Kemudian pada target 4.3 terdapat Pendidikan Tinggi, Teknis dan Kejujuran yang Berkualitas dan Terjangkau. Keahlian Teknis dan Kejuruan yang Relevan menjadi salah satu tujuan prioritas 4.4. dan pada tujuan target 4.5, akses yang setara pada semua tingkatan pendidikan dan pelatihan bagi anak yang rentan. Tujuan target 4.6 yaitu kemampuan membaca dan matematika.
Hal ini dilihat dari kelompok penduduk dengan tingkat keaksaraan terendah adalah penduduk dari kuintil termiskin. Target tujuan yang terakhir, 4.7, ialah pengetahuan dan keahlian yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.
Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) terus memperbarui komitmen internasional untuk pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan, dengan menciptakan sebuah lingkungan dan pembangunan berkelanjutan, melalui lingkungan dan sistem akuntabilitas global yang mengutamakan kolaborasi, kerjasama, dan inovasi. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-4 secara khusus diarahkan untuk pengembangan pendidikan dan bertujuan untuk memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas yang setara dan juga mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua.
Begitupun halnya dengan Goal (tujuan) ke 5 yaitu Gender Equality yang didalamnya terdiri dari yaitu kesetaraan antara laki-laki dan perempuan dalam usia harapan hidup, pendidikan, jumlah pendapatan, serta GEM (Gender Empowerment Measure), yang mengukur kesetaraan dalam partisipasi politik dan beberapa sektor lainnya. Memiliki kesataran pendapatan, menerima pendidikan yang sama, atau Modul Pencegahan Perdagangan Orang Untuk Perempuan
Perempuan Untuk Dicintai, Bukan Dijual
Penulis: Roslina Sinaga
Editor: Dr. Samto; Dr. Subi Sudarto, Betty Sinaga, Roslina Sinaga
Diterbitkan oleh: Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Ditjen PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2020 vi+ 34 hlm + foto; 17 x 24 cm
Hak Cipta © 2020 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang
v proporsi yang aktif dalam politik sama-sama 20 persen, maka angka GDI (Gender
Development Index), dan GEM adalah 1, atau telah terjadi “perfect equality”.
Konsep kesetaraan kuantitatif (50/50) inilah yang diidealkan oleh UNDP (United Nations Development Programme), sehingga mengharapkan seluruh negara di dunia dapat mencapai kesetaraan yang demikian.
Dalam rangka dukungan terhadap tercapainya Goals tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dalam hal ini Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Direktorat Jenderal PAUD dan Pendidikan Masyarakat berupaya secara maksimal untuk menciptakan sarana dan prasarana pembelajaran yang mumpuni. Di tahun 2019 ini sebanyak 15 modul terkait dengan Pendidikan Berkelanjutan dengan kekhususan yang berprespektif gender dengan melibatkan tim penyusun sesuai kepakarannya.
Modul ini sebagai bahan bacaan bagi perempuan atau individu yang peduli pada isu pemberdayaan perempuan sebagai aset bangsa. Modul ini berisi uraian materi yang bertujuan sebagai penyadaran kritis untuk perempuan yang memiliki potensi luar biasa untuk membangun keluarga dan komunitas yang sejahtera, damai, dan toleran. Membangun keluarga dan komunitas ini, perempuan diharapkan peka terhadap isu kemandirian ekonomi, akses sumber daya, keberlanjutan lingkungan, dan toleran dalam keragaman masyarakat Indonesia serta bijak dalam memilih konten-konten yang mempunyai manfaat tinggi.
Jakarta, Oktober 2020 Direktur Pendidikan Masyarakat
dan Pendidikan Khusus
Dr. Samto
NIP. 196506201992031002
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ... iii
Daftar Isi ... v
Pendahuluan ... 1
PERDAGANGAN ORANG ... 3
A. Perdagangan Orang ... 3
B. Modus Operandi (Cara yang sering muncul) ... 4
C. Terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang ... 7
D. Upaya Pencegahan Tindakan Pidana Perdagangan Orang ... 10
E. Mengenal Lebih Awal Tindak Pidana Perdagangan Orang. ... 12
Rangkuman ... 16
Evaluasi ... 17
Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 18
Upaya- Upaya Pencegahan Perdagangan Orang ... 29
Kunci Jawaban ... 30
Daftar Bacaan ... 33
1 Perdagangan Orang adalah bentuk perlakuan perbudakan manusia dan merupakan tindakan kejahatan luar biasa terhadap harkat martabat manusia, melanggar Hak Azasi Manusia(HAM) dan merupakant ragedi terhadap nilai kemanusiaan. Dalam prakteknya pelaku perdagangan orang menjadikan manusia sebagai komoditi yang diperlakukan bagaikan benda atau barang, binatang yang bebas diperdagangkan untuk mencari dan memperoleh keuntungan pribadi atau kelompok.
Masalah kemiskinan, pengangguran , tingkat pendidikan,dan keterampilan kerja yang rendah sehingga sulit memperoleh lapangan pekerjaan membuat para pelaku menjadi mudah melakukan aksinya dengan memberikan iming iming, rayuan, janji yang menyenangkan untuk mendapatkan uang dan pekerjaan, ditambah lagi dengan pengetahuan dan informasi tentang modus perdagangan orang tidak dimiliki oleh masyarakat. Kondisi demikian mempermudah pelaku mendapatkan korban sasaran.
Akibat berbagai kondisi yang dialami masyarakat aksi perdagangan orang semakin semarak diberbagai Negara, termasuk Indonesia.Kasusnya meningkat dari tahun ketahun, namun sangat disayangkan karena data yang ada belum mencerminkan data yang sebenarnya. Hal ini dikarenakan data kasus perdagangan orang merupakan fenomena gunung es, Kenyataannya,data yang sebenarnya adalah jauh lebih besar dari data yang tersedia .Hal tersebut dapat diketahui dari berita atau informasi korban yang terjerat dalam perdagangan orang.
Pendahuluan
Perempuan
Untuk Dicintai, Bukan Dijual
3 Di Indonesia, kasus perdagangan orang terjadi diberbagai kota, provinsi dan tidak
mengenal batas wilayah, bahkan terjadi antar Negara. perdagangan orang sangat luas, bekerja dengan sistematis, sehingga diperlukan kerjasama semua pihak untuk memberantas terjadinya kasus perdagangan orang.
Pemerintah menetapkan Undang-UndangRI Nomor21Tahun2007 tentang PemberantasanTindak Pidana Perdagangan Orang untuk member sanksi dan efek jera terhadap pelaku TPPO dan dalam rangka memberikan perlindungan terhadap korban.
Sebagai kejahatan yang luar biasa, perdagangan orang memberikan akibat yang negatif terhdap kehidupan individu, keluarga, masyarakat. Pada prakteknya yang menjadi korban perdagangan orang sebagian besar adalah kaum perempuan dan anak. Hal ini dikarenakan kaum perempuan dan anak merupakan kelompok yang rentan, sehingga para pelaku menjadikan kaum perempuan dan anak menjdi sasaran yang empuk.
Sebagai upaya peningkatan wawasan bagi masyarakat khususnya kaum perempuan tentang perdagangan orang. Dengan demikian, dipandang perlu adanya buku bacaan pencegahan perdagangan orang yang bertujuan untuk memberikan informasi yang cukup, yang meliputi modus, pencegahan, pengenalan dini yang dilakukan oleh para pelaku untuk mendapatkan sasarannya.
1. Tujuan
Tujuan penyusunan buku bacaan perdagangan orang adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat khususnya kaum perempuan tentang praktek-praktek perdagangan orang yang terjadi dimasyarakat sehingga diharapkan mampu berperan dalam pencegahan terjadinya perdagangan orang.
2. Sasaran
Sasaran buku bacaan perdagangan orang adalah kaum perempuan, anak, remaja, dan masyarakat luas.
A. Perdagangan Orang
Menurut Undang Undang No 21 tahun 2007 tentang PemberantasanTindakan Perdagangan Orang Pasal 1 ayat (1). Perdagangan orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau member bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang lain yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam Negara maupun antar Negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang lain tereksploitasi.
Ada tiga unsur pokok yang terkandung dalam pengertian perdagangan orang yaitu, pertama unsur perbuatan, dimana pelaku memindahkan korban jauh dari komunitasnya atau lingkungannya dengan merekrut ,mengangkut, memindahkan, menyembunyikan atau menerima calon korban.Kedua unsur sarana atau cara pelaku menggunakan berbagai bentuk kekerasan, penculikan, penipuan, penyekapan, kecurangan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan atau pemberian/penerimaan atas jeratan hutang, penerimaan atau keuntungan untuk memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas diri korban. Ketiga, unsur tujuan, pelaku mengeksploitasi atau menyebabkan korban tereksploitasi, yang pada umumnya untuk prostitusi atau bentuk eksploitasi seksual lainnya, kerja paksa, perbudakan, penghambaan, bahkan sampai pengambilan organ tubuh.yang bertujuan untuk keuntungan fi nansial/uang/barang.
Pengertian korban dalam hal ini adalah seseorang yang mengalami penderitaan mental, fi sik, ekonomi, dan atau sosial yang diakibatkan pelaku tindak pidana perdagangan orang.
Perdagangan Orang
5 Pengertian eksploitasi adalah tindakan dengan atau tanpa persetujuan korban yang
tidak hanya terbatas pada pelacuran, kerja atau pelayanan paksa, atau praktek berupa perbudakan, penindasan, pemerasan, pemanfaatan fi sik, seksual, memindahkan organ atau jaringan tubuh atau memanfaatkan tenaga orang atau kemampuan seseorang oleh pihak lain untuk mendapatkan keuntungan baik material maupun immaterial.
B. Modus Operandi (Cara yang sering muncul)
Berbagai cara yang sering dilakukan oleh pelaku perdagangan orang sebagai berikut:
1. Pengiriman tenaga kerja
Program magang ke luar negeri dapat dimanfaatkan oleh pelaku perdagangan orang. Peserta diwajibkan mengikuti magang sebagai persyaratan kelulusan.
Program ini disalahgunakan oleh pelaku tindak pidana perdagangan orangdengan cara menawarkan tempat permagangan yang diakui sebagai mitra kerjanya. Calon peserta diwajibkan membayar sejumlah uang untuk pengurusan su-rat-surat, paspor dan biaya per-magangan. Ternyata setelah tiba di negara tujuan mereka ditampung bukan di tempat per-magangan melainkan dipeker-jakan di tempat yang tidak sesuai dengan program yang dijanjikan tanpa menerima upah dan tidak diperkenankan untuk menghubungi siapapun.
Pelakun biasanya menggunakan jasa Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia
Contoh: PMI ditempatkan awalnya ke negara yang tidak terkena Moratorium seperti Bahrain dan Qatar. Namun setibanya di Bahrain dan Qatar, PMI dijemput oleh agensi/
majikan untuk dipekerjakan di negara seperti Arab Saudi atau Uni Emirat Arab (UEA).
2. Duta Seni Budaya
Perempuan dan anak perempuan dijanjikan bekerja sebagai penari duta budaya, penyanyi, atau penghibur di negara asing. Pada kenyataannya banyak dari perempuan ini dipaksa untuk bekerja di industri seks atau pada pekerjaan dengan kondisi mirip perbudakan. Ada diantara perempuan korban tahu bahwa mereka akan memasuki industri seks tetapi mereka ditipu dengan kondisi kerja dan mereka dikekang di bawah paksaan dan tidak diperbolehkan menolak bekerja.
Para perempuan yang bekerja di panti-panti pijat di Indonesia dapat diminta memberikan layanan seks kepada para pelanggan mereka. Tidak diketahui dengan jelas tentang kewajiban mereka untuk memenuhi permintaan tersebut, apakah karena keterikatan mereka dengan tempat tersebut, atau karena kebutuhan akan pendapatan tambahan.
3. Perkawinan Pesanan
Beberapa perempuan dan anak perempuan yang bermigrasi sebagai istri dari orang ber-kebangsaan asing, telah ditipu dengan perkawinan pesanan.
Mayoritas pasangan dikenalkan oleh calo dengan niat awal untuk dikawinkan dengan ma-sa perkenalan yang singkat.
Para suami mereka memaksa istri bekerja untuk keluarga mereka dengan kondisi mirip perbudakan atau menjual mereka ke industri seks.
4. Pengangkatan Anak dengan cara tidak legal/tidak sesuai hukum dan peraturan
Ada keluarga yang dengan alasan kemiskinan, tidak mampu merawat anak dan sebagainya, lalu memberikan anaknya diasuh oleh seseorang, kemudian seseorang tersebut mencarikan orang tua yang mau membayar mahal kepadanya dan mengangkat anak tersebut sebagai anaknya, tetapi tidak dilengkapi dengan surat keterangan atau akte notaris sebagai dasar hukum yang sah.
5. Penjeratan Hutang dan Kerja paksa
6. Kondisi yang sering terjadi dalam penjeratan hutang dan kerja paksa modus yang terjadi;
• Perekrutan dilakukan dengan memberi informasi tentang upah dan kondisi kerja yang menggiurkan.
• Tidak ada kejelasan tentang tugas-tugas kerja, jam kerja, libur mingguan dan cuti.
• Terjadi pemotongan gaji yang berlebihan
https://kabarmadura.id/wp-content/uploads/2018/11/f-tki-2.jpg
https://i2.wp.com/www.nationalreview.com/porn-human- traffi cking.jpg
https://vcdn-english.vnecdn.net
7
• Penahanan pembayaran upah tidak dijelaskan.
• Pengurungan melalui penyitaan dokumen-dokumen perjalanan atau lainnya.
• Perlakuan kasardan/atau kekerasan seksual.
• Perekrut, agen pengiriman tenaga kerja, agen penempatan, petugas yang terkait dengan proses pemindahan, atau majikan mengambil keuntungan yang tidak semestinya.
• Jam kerja sangat panjang, kadang-kadang sampai 14 – 16 jam dalam sehari.
• Menggunakan Visa Peserta didik, Tourist, Umroh ke Negara tertentu.
• Memindahkan dari satu daerah/negara ke daerah/negara lainnya secara ilegal.
7. Pekerja rumahtangga
Calon Pekerja Migran diberangkatkan sebagai pekerja disektor jasa dengan jabatan seperti petugas kebersihan (cleaning service) atau penjaga restoran.Namun setibanya di negara penempatan, ternyata mereka bekerja sebagai.
Pekerja rumah tangga,atau sebaliknya,dalam perjanjian kontrak kerja tertulis bekerja di sektor rumah tanagga,tetapi kenyataannya dipekerjakan di sektor perkebunan maupun jasa lainnya yang tidak sesuai dengan informasi yang disampaikan.
8. Pemalsuan Dokumen
Pelaku perdagangan orang se-ring melakukan pemalsuan do-kumen berupa identitas seperti usia, alamat,pemalsuan stempel pemerintah, dan pemalsuan tan-datangan orangtua/suami dalam hal memberikan izin calon pe- kerja migran ke luar negeri.
Para calon pekerja migran ini
diberangkatkan melalui visa turis dan setibanya di negara penempatan ada
yang diberi sponsor izin tinggal sementara bahkan izin tinggal tetap. Bahkan ditemukan menggunakan Visa peserta didik ke Negara tertentu dan atau memindahkan dari satu daerah/Negara ke daerah/Negara lainnya secara illegal atau tidak resmi.
9. Penjualan organ tubuh
Sindikat jual beli organ tubuh manusia cukup banyak terjadi di masya-rakat. Biasanya target dari para sindikat ini adalah mereka yang memiliki tingkat ekonomi rendah. Dengan iming-iming uang yang ba-nyak, mereka mau saja menyerahkan
satu buah ginjalnya tanpa memikirkan akibat kelangsungan kesehatan di masa yang akan datang.
C. Terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang
Terjadinya tindak pidana perdagangan orang disebabkan berbagai kondisi dan persoalan yang beragam. Kondisi yang menyebabkan terjadinya perdagangan orang sebagai berikut;
1. Kemiskinan.
Kondisi kemiskinan dalam keluarga membuat keluarga terjerat dalam hutang yang semakin banyak karena mereka juga akan membayar bunga pinjaman/hutang dalam kondisi yang demikian, mereka melakukan rencana dan strategi agar kelanjutan kehidupan keluarga dapat berjalan dari hari
ke hari dan utamanya untuk membayar hutang. Keluarga ada yang merencanakan berimigrasi untuk memperoleh pekerjaan dan melakukan pekerjaan dari hari kehari dimana upah atau penghasilannya untuk membayar hutang atau pinjaman.
2. Kurangnya pengetahuan dan kesadaran.
Banyak para korban yang berimigrasi atau berpindah tempat untuk mencari pekerjaan, akan tetapi tidak mengetahui cara yang digunakan para pelaku untuk menipu atau menjebak korban dalam pekerjaan yang diperlakukan https://i.ytimg.com/vi/-AlTPWvzacc/maxresdefault.jpg
https://4.bp.blogspot.com/harun1.jpg
https://www.nydailynews.com/resizer
https://cdn0-production-images-kly./medias/- Penduduk-Indonesia-Jakarta-IA1.jpg
9 dengan sewenang wenangnya
atau dipekerjakan sebagai budak/diperbudak. Dimana korban tidak mengetahui apa ygang menjadi haknya.
3. Tingkat pendidikan yang masih rendah.
Pelaku perdagangan orang sering mencari orang yang rendah tingkat pendidikannya
dan atau tidak memiliki keterampilan/kompetensi untuk mendapatkan kesempatan kerja.Orang orang seperti inilah yang lebih mudah diperdagangkan karena mereka berkeinginan mencari kerja yang tidak mempersyaratkan kompetensi/keterampilan.
4. Perkawinan dini
Perkawinan dini mempunyai pengaruh yang sangat merugikan bagi para anak perempuan kejadian ini dapat mengakibatkan anak putus sekolah, bahaya dalam kesehatannya utamanya kesehatan reproduksi anak, gangguan psikologis/kejiwaan
anak yang belum dewasa dan menjadi rentan terhadap perceraian, sementara pandangan masyarakat anak perempuan yang sudah bercerai dianggap kelompok orang dewasa dan mereka ini rentan terhadap perdagangan orang yang disebabkan anak perempuan ini juga sedang menghadapi kesulitan ekonomi.
5. Dipekerjakan akibat jeratan hutang
Mempekerjakan dengan cara menyewakan tenaga anak sebagai anggota keluarga menjadi buruh atau
bekerja serabutan dilakukan untuk tujuan membayar utang/
pinjaman hal ini dipandang wajar untuk menopang kelanjutan kehidupan keluarga artinya anak dianggap harus siap kerja dalam membantu ekonomi keluarga.
kenyataannya orang yang bekerja
https://jabar.pojoksatu.id/wp-content/
uploads/2016/04/Pencaker-390x250.jpg
https://4.bp.blogspot.com//pernikahandini.jpg
https://poskotanews.com/pekerja-anak.jpg
sebagai buruh karena jeratan hutang sering diperlakukan sewenang wenang yang kodisinya mirip dengan kerja paksa atau perbudakan.
6. Pencatatan kelahiran/akte lahir yang kurang tertib
Dalam praktek perdagangan orang, pembohongan usia sudah tidak menjadi rahasia utamanya karena iming iming memperoleh pekerjaan.
Orang tanpa memiliki pencatatan yang tepat tentang data dirinya misalnya akte atau tanda lahir, alamat, kewarganegaraan dll akan menjadi sasaran empuk bagi pelaku perdagangan orang, karena tidak terdokumentasikan data anak tersebut.
Anak anak siperti ini sangat mudah diperdagangan karena mudah diwaliki oleh orang dewasa yang meminta atau membeli si anak tersebut.
7. Sifat ingin cepat kaya
Timbulnya keinginan cepat kaya agar memiliki banyakharta dan uang, serta berkeinginan memiliki tingkat kehidupan yang lebih tinggi memicu terjadinya migrasi untuk bekerja di wilayah lain, orang orang yang berimigrasi rentan terhadap perdagangan orang.
8. Peran ganda perempuan dalam keluarga
Perempuan sebagai isteri dan juga pencari nafkah untuk mendukung kebutuhan dan ketahanan ekonomi keluarga terpanggil untuk bekerja. Ter- panggil akan tanggung jawab dalam pemenuhan kebutuhan keluarga para perempuan siap berimigrasi untuk memperoleh pekerjaan. Mereka ini juga menjadi sasaran empuk dan rentan terhadap perdagangan orang.
9. Sifat pemalas.
Orang pemalas merupakan sifat yang sangat rentan terhadap praktek perdagangan orang, karena pelaku akan menjanjikan pekerjaan yang menyenangkan dan tidak perlu capek dan tidak perlu keahlian.
https://media.beritagar.id
https://www.konfrontasi.com//public/article
11 10. Sosialisasi dan pengawasan aparat pemerintah.
Sosialisasi dan pengawasan praktek perdagangan orangdirasakan sangat kurang sehingga para pelaku yakin masyarakat tidak mengerti strategi yang direncanakan dan dengan mudah mereka bebas melakukannya.
D. Upaya Pencegahan Tindakan Pidana Perdagangan Orang
Masyarakat memiliki peranan penting dalam upaya mencegah terjadinya tindakan pidana perdagangan orang. Peran serta masyarakat, pemerintah, dan keluarga termaktub di dalam Undang undang PTPPO yaitu:
Pasal 56: Pencegahan tindakan pidana perdagangan orang bertujuan mencegah sedini mungkin tindakan perdagangan orang.
Pasal 57 ayat 1: Pemerintah, Pemerintah daerah, masyarakat dan keluarga wajib mencegah terjadinya tindakan perdagangan orang.
Pasal 60:
1. Masyarakat berperan serta membantu upaya pencegahan dan penanganan korban tindak pidana perdagangan orang
2. Peran serta masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diwujutkan dengan tindakan memberikan informasi dan atau melaporkan adanya tindak pidana perdagangan orang kepada penegak hukum atau pihak yang berwajib, atau turut serta dalam menangani korban tindakan perdagangan orang.
Berbagai praktek dan cara yang dapat dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah desa dalam pencegahan perdagangan orang. Dimana setiap cara memiliki tujuan antara lain:
1. Meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui pemberian informasi tentang tindakan perdagangan orang yang dapat difokuskan terhadap resiko kekerasan dan eksploitasi ketika anak meninggalkan rumah atau Negara untuk tinggal di wilayah lain dan menjelaskan perilaku apa yang dimungkinkan dapat terjadi terhadap korban seperti masuk dalam jebakan para pelaku perdagangan orang(berada dalam kontrol para pelaku.
2. Menyediakan berbagai layanan pendidikan masyarakat khususnya penguatan pendidikan keluarga dan pendidikan keterampilanbagi perempuan. Perlu disadari masyarakat umum sangat rawan menjadi korban tindak perdagangan orang.
Apabila mereka mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang memadai, dapat diyakini tenaga kerjaakan lebih percaya diri dalam menyikapi tawaran kerja.
3. Pemerintah, masyarakat dan keluarga secara bersama-sama meningkatkan semangat belajar anak-anak dan mencegah anak agar tidak putus sekolah. Menumbuhkan semangat belajar agar anak memiliki tekad dan berusahamenyelesaikan pendidikannya minimal lulus SMA sederajat bahkan sampai pada jenjang perguruan tinggi.
4. Mengingatkan anak/masyarakat agar tidak tergoda untuk meninggalkan rumah atau kampung halaman dan memilih berimigrasi ke wilayah lain atau keluar negeri. Kenyataan ditemukan dilapangan banyak oknum/calo tenaga kerja yang menawarkan atau memberikan janji dan iming-iming yang menyenangkan korbannya, oknum/pelakusangat jeli mencari korbannya di desa,mereka mendekati anak-anak atau orangtua dari keluargadengan kondisi sedang menghadapi masalah perekonomian yang sulit (miskin),anak-anak yang senang berpenampilan modern, dantidak mau sekolah. Dengan kondisi yang sulitdan keinginan hidup mewah baik anak maupun orangtua mudah menerima tawaran dari oknum/pelaku.Hal tersebut dikarenakan mereka berpikir yang penting ada pekerjaan dan tentunya akan mendapatkan uang, tanpa memikirkan secara seksama hal-hal buruk yang mungkin dapat terjadi dikemudian hari.
5. Memberikan informasi kepada masyarakat, anak dan remaja cara bermigrasi yang aman, mereka harus mendapatkan penjelasan langkah-langkah yang tepat dan baik, dan dapat mengetahui dengan jelas apakah tawaran pekerjaan di luar negeri tersebut aman untuk diterima.Hal tersebut sangat perlu dipahami agar terhindar dari pelaku perdagangan orangdan menghindari terjadinya koban perdagangan orang pada saat merekaberkeinginan bekerja didalam dan di luar negeri.
6. Memberikan perlindungan dan pendampingan bagi anak agar terhindar dari tindakan kekerasan baik di dalam maupun di luar rumah khususnya bagi anak- anak yang memiliki kecenderungan meninggalkan rumah.
7. Membuka peluang yang seluas-luasnya bagi keluarga khususnya anak-anak dan remaja perempuan untuk memperoleh berbagai pelatihan keterampilan kerja.
8. Memberikan pemahaman dan kesadaran bagi para orangtua agar tidak tergantung kepada penghasilan anak, misalnya kerentanan orangtua untuk tidak terjebak dalam jebakan pelaku perdagangan orang dengan memberikan pinjaman/utang yang bertujuan seolah olah membantu dari masalah kesulitan ekonomi, namun pada saat tertentupelaku/oknum akan menekan orangtua dengan tawaran mempekerjakan anaknya.
9. Memberikan informasi kepada orangtua dan masyarakat agar melakukan pengawasan kepada anak dan remaja. Pengawasan yang utama sebaiknya dilakukan oleh keluarga dan secara bersama sama dengan masyarakat atau lingkungan. Hal ini akan mempersulit oknum/pelaku untuk menjalankan jebakan-jebakan yang digunakan untuk membohongi masyarakat.
10. Meningkatkan hubungan dan silaturahmi para orangtua agar lebih mengenal perkembangan dan seputar duniaanak.Pengetahuan dan pengalamanyang beragam tentang perkembangan dan seputar dunia anak dapat memperkaya pemahaman untuk bisa saling berbagi dengan sesama orangtua. Kebersamaan orangtua dengan menyediakn fasilitas bermain dan beraktifi tas bagi anak dan juga masyarakat. Menjalin hubungan dan silaturahmi yang baik bertujuan untuk
13 memahami keterbatasan yang dimiliki masing-masing anak. Pada akhirnya
anak terlindungi dari oknum/ pelaku perdagangan orang
11. Membuat kebijakan teknis di tingkat desa (perdes) sebagai operasionalisasi dari kebijakan yang lebih makro
Melakukan penyebaran informasi, pendataan, penanganan kasus dan pemberdayaan mantan PMI dan korban TPPO. Memberikan perlindungan kepada setiap warga masyarakat dari segala risiko dan bahaya TPPO, memberikan perlindungan kepada korban TPPO dengan mengupayakan pelayanan terpadu bagi korban TPPO, memberikan pelayanan administrasi dan perlindungan di tingkat desa kepada Calon PMI, PMI, serta pekerja lainnya gunamengurangi risiko dan bahaya TPPO
Perlu disdari disamping peran keluarga untuk memberikan hasil yang maksimal diperlukan upaya-upaya tindakan pencegahan perdagangan orang, juga memerlukan keterlibatan pihak pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, dan organisasi international serta media massa baik cetak maupun elektronik.
Secara khusus diharapkan kepada aparat pemerintah khususnya Kepala Desa agar melakukan pencatatan/administrasi yang tertib terhadap data setiap warga yang ada diwilayah desanya.
Tertib administrasi masyarakat ini bertujuan untuk mencegah adanya pemalsuan identitas yang selama ini sangat banyak ditemukan dilapangan khususnya dalam pengurusan syarat-syarat untuk menjadi Tenaga Kerja ke luar negeri.Selain itu, sangat diharapkan penerapan hukum yang tegasbagi para oknum/pelaku perdagangan orang.
Pastikan bahwa Undang Undang No 21 tahun 2007 dinyatakan bahwa sanksi pidana bagi pelaku hingga 15 tahun penjara.Apabila sanksi ini tidak dilakukan secara tegas kepada para pelaku tindakan pidana perdagangan orang, maka praktek perdagangan orang akan semakin bertambah, dan dapat berulang-ulang terjadi karena pelaku tidak merasakan pidana yang harus dijalani.
Penguatan peran agama dengan meyakini bahwa manusia sebagai ciptaan Tuhan yang diberikan harkat martabat tertinggi dibandingkan semua ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang lainnya, bahwa manusia bukan barang atau komoditi yang dapat diperjual belikan atau diperbudak.
E. Mengenal Lebih Awal Tindak Pidana Perdagangan Orang.
1. Kerentanan anak dan kaum perempuan menjadi korban tindakan pidana perdagangan orang.
Dari uraian yang sebelumnya dinyatakan bahwa kejahatan perdagangan orang merupakan salah satu kejahatan yang serius dan berdampak luas sertadikategorikan sebagai perbuatan kejahatan luar biasa terhadap orang yang dilakukan secara terorganisir. Pada umumnya dilakukan oleh organisasi atau kelompok tertentu dengan melibatkan orang-orang yang dekat dengan
korban, yakni orang tua, anggota keluarga, saudara dekat, tetangga, teman, masyarakat. Kenyataan di lapangan melalui informasi terdapat aparat yang terlibat dalam masalah ini. Praktek perdagangan orang dikatakan sangat tidak manusiawi, pelaku tidak memperdulikan agama yang mengajarkan kabaikan dan kebajikan dalam berkehidupan, mereka menganggap lebuh mudah dipengaruhi dengan cara merayu, memberikan janji dan iming-iming yang menyenangkan mereka. Pelaku juga dapat melakukan kekerasan berupa intimidasi, penculikan, ancaman, dan pemindahan.
Para orangtua dan masayarakat harus mengetahui bahwa oknum/pelaku sering mengincar anak anak dan remaja sebagai sasaran utama mereka, sehingga pelaku banyak mendekati sekolah tempat anak anak belajar dan beraktifi tas.Pemerintah, para orangtua, penyelenggara sekolah, guru-guru dan masyarakat harus lebih serius dalam melakukan pengawasan dan perlindungan mulai dari rumah sampai ke sekolah dan demikian pula sebaliknya.Ada dua hal yang membuat anak-anak, remaja menjadi sasaran empuk bagi oknum/pelaku perdagangan orang,
Pertama. Dapat dilihat dari dalam diri si anak.
Dari sisi usia, anak yang masih sangat muda dengan pola pikir yang belum matang/dewasa dalam menentukan pilihan yang terbaik untuk dirinya dan masa depannya. Pada umumnya pola pikir anak, dan remaja cenderung mengutamakan keinginan bukan kebutuhan, maka sering terlihat anak-anak dan remaja senang meniru atau mengikuti mode dan gaya hidup orang dewasa dan lingkungan teman- temannya yang memiliki barang barang yang indah, bagus dan mahal. Pada akhirnya dapat membuat anak ingin memiliki barang tersebut dan menimbulkan hedonis yang cenderung menjadi konsumtif dalam hidupnya. Kondisi yang tidak mampu dan terhempit dengan masalah ekonomi menjadi sasaran yang mudah bagi oknum/pelaku
untuk mencari dan menemukan sasarannya pada kelompok ini.
Minimnya pengetahuan dan informasi yang baik tentang tindakan pidana perdagangan orang bagi sebahagian orang tua dengan menganggap bahwa masalah tersebut bukan merupakan
masalah yang serius https://www.inspiradata.com/wp-content/
uploads/2016/10/belana.jpg
15 sehingga mengakibatkan orangtua tidak memiliki kemampuan untuk mengawasi,
mengendalikan dan memberikan informasi bagaimana menghadapi dan mencegah agar terhindar dari masalah perdagangan orang kepada anak anak mereka.
Kurangnya perhatian orangtua dan keluarga terhadap masalah yang dihadapi anak baik di dalam keluarga, sekolah maupun dalam lingkungan pergaulan anak di masyarakat. mengakibatkan banyak anak anak dan remaja mencari konpensasi atau pelampiasan di luar rumah.
Kedua. Masalah yang dihadapi dari luar atau lingkungan
Timbulnya keinginan mengikuti gaya kebebasan beraktifi tas dan dalam pergaulan menyebabkan anak anak dan remaja memaksakan diri untuk menyamakan gaya yang ada di lingkungannya.
Informasi yang sangat terbuka dari berbagai media,langsung diterima tanpa terlebih dahulu dilakukan konfi rmasi atau penyaringan.
Mengadopsi gaya hidup berlebihan yang terkesan m e m a k s a k a n ketidak mampuan untuk mencukupi k e i n g i n a n n y a , dimana anak- anak, remaja dan masyarakat tertarik mencontoh atau menjiplak gaya hidup yang dilihat atau dibaca melalui
media cetak maupun elektronik khususnya tontonan dari televise mereka tidak mempertimbangkan lagi apa yang mereka lihat atau tonton yang disajikan di Televisi, bukanlah semua menggambarkan fakta yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan.
Ketiga. Perubahan penampilan
Pada umumnya anak anak dan remaja dengan keuangan sangat minim namun dapat memiliki barang barang yang baru.
Anak anak dan remaja yang memiliki barang-barang mewah, misalnya handphone terbaru, sepatu dan tas yang mahal serta perhiasan-perhiasan juga senang merubah penampilan atau dandan yang berlebihan.
https://365psd.com/images/previews/927/disco- party-people-vector-background-free-34002.jpg
2. Peran orangtua dan masyarakat dalam mengenal lebih awal (deteksi) tentang perdaganganorang.
Orangtua,masyarakat dan tokoh masyarakat memiliki peran penting untuk mengenal lebih awal gejala atau tanda-tanda bagi anak, remaja yang rentan menjadi korban perdagangan orang.
Diharapkan para orang tua, orang dewasa dan masyarakat melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap perubahan sikap dan perilaku yang terjadi pada diri anak anak dan remaja.
Selain dari itu orangtua, masyarakat perlu memantau dan mengawasi pergaulan anak anak baik di sekolah maupun diluar sekolah. Masyarakat dapat melakukan pembinaan misalnya melalui kegiatan berkesenian atau olahraga bersama, lomba lomba yang mendidik, dimana pada saat kegiatannya diselenggarakan dapat dilakukan kampanye dan penyuluhan pencegahan tindakan pidana perdagangan orang.
17 Modul Pencegahan Perdagangan Orang bagi masyarakat sangat penting untuk
dipahami dan dipelajari oleh masyarakat khususnya kaum perempuan, anak dan remaja serta keluarga agar dapat menyadari dan mewaspadai pencegahan terjadinya perdagangan orang. Sebagian besar yang menjadi korban adalah anak-anak yang berada pada masa remaja, dimana sangat rentan terhadap semua resiko baik dari perilakunya sendiri maupun dari dorongan, rangsangan ataupun paksaan dari pihak luar.
Bagi anak anak dan remaja yang merupakan sasaran empuk bagi para pelaku sangat memerlukan sikap yang tegas, kemampuan menolak dan memiliki sikap kritis terhadap masa depan. Katakan ‘ Stop Perdagangan Manusia ‘ karena manusia bukan barang atau komiti yang dapat diperjual belikan dan diperbudak.
Disamping orang tua,peran guru dan pemuka agama dan juga tokoh masyarakat sebagai sosok yang disegani dan diteladani dilingkungan masyarakat sangat berpengaruh untuk didengarkan dan diperhatikan dalam memberikan informasi dan pengetahuan terkait cara pencegahan perdagangan orang. Dengan demikian, para pendidik, pemuka agama dan tokoh masyarakat sangat diharapkan agar terpanggil untuk terlibat dalam pencegahan terjadinya perdagangan orang, Dengan demikian anak anak dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana semestinya serta terpenuhi hak-haknya sesuai yang tercantum dalam Undang-Undang No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Untuk memperjelas uraian-uraian di atas, secara singkat pengertian perdagangan orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.
Selanjutnya, Tindak Pidana Perdagangan Orang adalah setiap tindakan atau serangkaian tindakan yang memenuhi unsur-unsur tindak pidana yang ditentukan dalam Undang-Undang ini. Korban adalah seseorang yang mengalami penderitan psikis, mental, fi sik, seksual, ekonomi, dan/atau sosial, yang diakibatkan tindak pidana perdagangan orang.
Setiap Orang adalah orang perseorangan atau korporasi yang melakukan tindak pidana perdagangan orang.Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan.
Rangkuman Eksploitasi adalah tindakan dengan atau tanpa persetujuan korban yang meliputi tetapi tidak terbatas pada pelacuran, kerja atau pelayanan paksa, perbudakan atau praktik serupa perbudakan, penindasan, pemerasan, pemanfaatan fi sik, seksual, organ reproduksi, atau secara melawan hukum memindahkan atau mentransplantasi
Perekrutan adalah tindakan yang meliputi mengajak, mengumpulkan, membawa, atau memisahkan seseorang dari keluarga atau komunitasnya. Sedangkan pengiriman adalah tindakan memberangkatkan atau melabuhkan seseorang dari satu tempat ke tempat lain. Kekerasan adalah setiap perbuatan secara melawan hukum, dengan atau tanpa menggunakan sarana terhadap fi sik dan psikis yang menimbulkan bahaya bagi nyawa, badan, atau menimbulkan terampasnya kemerdekaan seseorang. Ancaman kekerasan adalah setiap perbuatan secara melawan hukum berupa ucapan, tulisan, gambar, simbol, atau gerakan tubuh, baik dengan atau tanpa menggunakan sarana yang menimbulkan rasa takut atau mengekang kebebasan hakiki seseorang.
Penjeratan Utang adalah perbuatan menempatkan orang dalam status atau keadaan menjaminkan atau terpaksa menjaminkan dirinya atau keluarganya atau orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya, atau jasa pribadinya sebagai bentuk pelunasan utang.
Evaluasi
Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan singkat.
1. Jelaskan apa pengertianTindak Pidana Perdagangan Orang?
2. Tindak perdagangan orangmemenuhi tiga unsur yaitu, proses, cara, tujuan, jelaskan arti masing masing unsur tersebut.
3. Sebutkan yang dapat berperan menjadi pelaku/oknum tindak perdagangan orang
4. Jelaskan modus atau cara cara yangdilakukan para pelaku/oknum untuk mempengaruhi atau menjerat orang yang menjadi korban perdagangan orang, 5. Siapa sasaran yang sering menjadi korban perdagangan orang?
6. Jelaskan apa yang menjadi penyebab terjadinya perdagangan orang
7. Sebutkan dan jelaskan bagaimana cara-cara pencegahan tindak perdagangan orang
8. Apabila hendak bermigrasi menjadi pekerja di luar daerahnya atau ke luar negeri informasi apa yang harus diketahui calon tenaga kerja?
9. Bagaimana mengenal lebih awal (deteksi dini) perdagangan orang yang rentan terjadi bagi anak anak, remaja?
10. Apa saja yang menjadi dampak tindakan pidana perdagangan orang bagi anak anak, remaja?
19
Umpan Balik dan Tindak Lanjut
“Dialog Tentang Kasus Perdagangan Orang”
Joko: Bang Surya,apa sih yang dimaksud dengan Tindak Pidana Perdagngan Orang?
Bang Surya: Perdagangan Orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utangatau memberi bayaran atau manfaat sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang terekspoloitasi”.
Joko : Penjelasannya panjang sekali Bang Surya,tolong dijelaskan lagi agar mudah memahaminya bang.
Bang Surya: Jadi, ada tiga unsur yang pertama ada proses pelaku pemindahan korban jauh dari komunitasnya dengan merekrut, mengangkut, mengirim, dan memindahkan atau menerima mereka (calon korban), mangkanya upin harus terhadap orang yang baru kenal. Yang kedua cara Pelaku menggunakan ancaman kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penyalahgunaan kekuasaan/posisi rentan atau jeratan hutang untuk mendapat kendali atas diri korban sehingga dapat memaksa mereka. Yang ketiga Pelaku mengeksploitasi atau menyebabkan korban terekploitasi untuk keuntungan fi nansial pelaku kejahatan
Joko : eksploitasi itu apa sih Bang ?
Bang Surya: bisa berupa perlakuan apapun yang tidak sesuai dengan kehendak korban atau korban menderita karena perlakuan tersebut.
Joko: Bentuk-bentuk eksploitasi itu apa saja Bang ?
Bang Surya: Bentuk-bentuk eksploitasi yang dilakukan oleh pelaku tindak pidana perdagangan orang adalah:
a. Dilacurkan
¾ Contoh kasus.
(4/3/2019) malam, tersangka Reza kembali menawarkan pemandu lagu yang bisa diajak kencan. “Tersangka menawarkan bisa main dengan dua PSK sekaligus di mana cewek yang ditawarkan itu masih anak di bawar umur (usia 13 dan 14 tahun),”
kata Burhan, dihubungi Kompas.com, Sabtu (9/3/2019).
Setelah disepakati, tersangka menghubungi dua anak di bawah umur itu melalui WhatsApp dan mengatakan kepada korban bahwa ada job atau pekerjaan.
Selanjutnya, kata Burhan, tersangka menjemput kedua korban menggunakan sepeda motor dan membawa mereka ke sebuah hotel di wilayah Blitar. “Setelah check in kamar hotel dan memasukkan (korban) ke kamar, tersangka mendapatkan uang dari pelanggan,” katanya. Menurut Burhan, total uang yang telah diterima tersangka, Rp. 3.000.000. Berdasarkan keterangan tersangka, uang tersebut diberikan masing-masing Rp 1,2 juta kepada dua anak di bawah umur dan sisanya menjadi keuntungan tersangka.
“Saat tersangka meninggalkan kamar hotel dan hendak keluar hotel, anggota Satreskrim Polres Blitar melakukan penangkapan,” ungkap Burhan. Penangkapan terhadap mucikari atas nama Reza itu dilakukan tepatnya pada Selasa (5/3/2019) sekitar pukul 01.00 di sebuah hotel di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Modus yang digunakan tersangka, lanjutnya, yakni menawarkan pemandu lagi yang sekaligus bisa diajak kencan melalui akun Facebook tersangka yang dibagikan ke grup Facebook. Kemudian melakukan chatting di kotak masuk Facebook dan apabila ada kesepakatan, proses transaksi dilanjutkan melalui pesan WhatsApp.
“Sistemnya cari kenalan lewat pemandu lagu.Nah, mereka oleh tersangka ditawari dengan iming-iming bayaran besar,” katanya. Akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat Pasal 76 I jo Pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak, atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002 atau Pasal 45 Ayat (1) sub Pasal 27 Ayat 1 UU No 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008. Saat ini, Reza mendekam di balik jeruji besi dan diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.
Kronologi Kasus Prostitusi “Online” yang Libatkan Anak-anak di Blitar
Editor: Aprillia Ika Penulis Kontributor Surabaya, Ghinan Salman
Surabaya,KOMPAS.com. Tersangka prostitusi online di Blitar, Reza Satya Angga Pratama Putra (24), tak pernah menyangka pemesan PSK yang dia kelola adalah polisi. Menurut Kabag Humas Polres Blitar Iptu Burhanuddin, awalnya pada Sabtu (2/3/2018), tersangka menawarkan PSK yang siap dibawa kencan di sebuah hotel di Blitar dengan tarif Rp 1.500.000. Kemudian pada Senin
b. Bekerja tidak sesuai pekerjaan yang dijanjikan Contoh Kasus.
Perdagangan Anak di Situbondo, Modus Diiming-imingi Pekerjaan
Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 02 Agu 2019, 15:00 WIB
Liputan6.com, Jakarta Berawal diimingi-imingi pekerjaan, lima perempuan yang diidentifi kasikan usia anak dijadikan sasaran perdagangan anak. Kejadian ini terjadi di Situbondo, Jawa Timur. Pada 30 Juli 2019, Polres Situbondo menemukan dari 10 perempuan yang menjadi korban perdagangan manusia, 5 di antaranya diidentifi kasi usia anak.
21 Dari laporan Polres Situbondo, mereka direkrut dari Kabupaten Bandung dan Kota
Bandung untuk dijadikan pramusaji di sebuah rumah makan.Pada kenyataannya, nasib mereka berakhir untuk dieksploitasi secara seksual.Perdagangan manusia yang melibatkan anak ini menjadi fokus Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
“Dalam kurun waktu tahun 2019, kasus perdagangananak untuk tujuan eksploitasi seksual masih menduduki tren tertinggi dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO0 dan eksploitasi anak di data kami,” kata Komisioner KPAI Bidang Traffi cking dan Eksploitasi, Ai Maryati Solihah kepada Health Liputan6.com melalui keterangan rilisnya, Kamis (1/8/2019).
Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, informasi bahwa lima anak dalam situasi yang memprihatinkan ini ditemukan kepolisian.
Sebab mereka dijanjikan pekerjaan yang tidak ada hubungan dengan eksploitasi seksual, tapi saat tiba di tempat kerja, mereka harus menyetujui utang sebesar 10 juta rupiah.
Menyoal perdagangan anak yang ditemukan di Situbondo, KPAI telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Deputi Perlindungan Anak dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memantau kasus ini.
Adapun KPAI akan melakukan langkah, sebagai berikut:
1. Pengawasan langsung kepada anak korban dalam memastikan proses pendampingan anak saat masuk dalam proses hukum.
“Sebab hal ini memberikan tekanan psikologis yang tidak mudah, seperti rasa takut, malu, panik dan lain-lain sehingga kebutuhan konseling dan penanganan psikologis sangat diperlukan,” ujar Ai.
2. KPAI telah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar memastikan proses rehabilitasi sosial dan pemulihan.
“Upaya ini akan dilaksanakan secara optimal setelah anak ditangani di tempat kejadian sesuai dengan standar penanganan korban TPPO. Tentunya, bukan hanya kepentingan untuk dipulangkan/reintegrasi dengan keluarga, melainkan pemulihan psikologis dan kemungkinan dampak lainnya yang diderita anak korban. Misal, rusaknya organ reproduksi dan kehamilan yang tidak diinginkan (KTD),” Ai menambahkan.
3. KPAI mendorong KPPPA serta kepolisian mengembangkan proses hukum terkait pelaku, jaringan mucikari, dan germo serta rekrutmen yang menggiring anak-anak masuk dalam gurita TPPO.
c. Adopsi illegal/Penjualanbayi/anak Contoh Kasus.
Polisi Tahan 13 Orang Terduga Praktik Adopsi Ilegal di Simalungun
Yusron Fahmi, 09 Agu 2017, 14:11 WIB
Liputan6.com, Medan - Polisi mengamankan 13 warga yang memiliki keterlibatan dalam praktik adopsi ilegal di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting menyatakan, 13 tersangka itu kini sudah ditahan.
“Sekarang kasusnya tengah dikembangkan oleh Polres Simalungun,” kata Rina saat dihubungi Liputan6.com, Rabu (9/8/2017)
Kasus adopsi ilegal berawal dari laporan seorang warga bernama Ralus Siahaan yang mengetahui adanya praktik adopsi ilegal.
Tersangka utama kasus tersebut adalah seorang wanita berisial LP yang telah tiga kali melahirkan dan memberikan anaknya kepada orang lain secara ilegal dan disertai bayaran.
Dalam penyidikan kasus tersebut, pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa surat pernyataan untuk adopsi anak yang ditandatangai LP dengan tersangka lain berinisial Pry.
Kasus itu berawal ketika LP melahirkan anak pertama yang persalinannya pada 2013 dibantu tersangka HM yang ikut dijadikan tersangka. Anak tersebut diberikan kepada tersangka MIS dan diberi nama Togi Parulian Sidabutar.
Anak kedua LP lahir pada 2016 yang persalinannya juga dibantu HM. Anaknya dijual kepada seseorang bermarga Sinaga dan dibawa ke Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Sedangkan anak ketiganya dilahirkan pada 23 Juli 2017 di lokasi praktik bidan ES dan bidan EPAS yang telah dijadikan tersangka.Anak itu dijual kepada pasangan tersangka Pry dan Rsd dengan harga Rp15 juta.
Praktik adopsi ilegal kedua melibatkan tersangka NR yang melahirkan pada Juli 2010 yang persalinannya dibantu tersangka HM. Anak yang dilahirkannya diberikan kepada tersangka THS dan dan isterinya MS untuk dirawat karena tidak sanggup untuk membiayai persalinannya. Pasangan suami isteri itu merawat anak NR dan diberi nana Valentina Sinaga.
Kemudian, diamankan tersangka berinisial TRN yang membeli dan mengasuh seorang anak bayi laki-laki dari tersangka HM pada Februari 2014 dengan harga Rp7 juta.
Tersangka lain adalah LT yang juga membeli dan mengasuh seorang anak bayi laki-laki dari tersangka HM pada Februari 2014 dengan harga pembelian Rp7 juta.
Seluruh tersangka diduga melanggar Pasal 83 UU 35 tahun 2014 tantangperubahan UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto Pasal 55 ayat 1 KUHPidana atau Pasal 79 UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
23 d. Ayah Jual Anak Kandung
Contoh Kasus:
Tak Mampu Bayar Utang, Ayah Jual Anak Kandung Rp 127 Juta
Sulung Lahitani pada 31 Mar 2019, 08:00 WIB
Liputan6.com, Jakarta - Seorang pria dari Tiongkok ditangkap karena menjual anaknya seharga 60.000 yuan atau sekitar Rp 127 juta. Pria dengan nama keluarga Jiang dari Guiyang, Guizhou, mengaku melakukan hal tersebut untuk melunasi hutang judi online-nya. Sementara dia sendiri tidak bekerja.
Awalnya, Jiang mengaku pada istrinya akan membawa putri mereka ke rumah neneknya. setiap kali bertanya pada Jiang tentang putri mereka, pria itu selalu memberikan alasan berbeda.
Namun, setelah 3 bulan, sang istri mulai curiga. Wanita itu kemudian memeriksa ponsel suaminya dan menemukan Jiang telah berkomunikasi dengan pasangan dari Zhoushan, Zhejiang. Dari situ pula ia baru mengetahui rencana sang suami menjual putri mereka.
Sang istri lalu pergi menemui ibu mertuanya dan terkejut setelah diberi tahu bahwa putrinya telah dibawa pergi beberapa minggu yang lalu. Wanita itu kemudian melaporkan kasus itu dan pihak berwenang mulai bergerak karena Jiang juga turut menghilang.
Melansir dari World of Buzz, polisi akhirnya menemukan Jiang di sebuah hotel di Guiyang dan menangkapnya atas dugaan perdagangan manusia. Pria itu mengaku pada polisi bahwa ia terpaksa melakukannya karena ia menganggur tapi memiliki hutang judi sebesar Rp 127 juta.
Setelah melihat informasi tentang adopsi anak di internet, Jiang menghubungi pasangan yang ccok dan mengklaim siap menjual putrinya sendiri. Ia juga berbohong dengan mengatakan bahwa istrinya telah menceraikannya dan ia terlalu miskin untuk membesarkannya sendiri.
Setelah pembeli dilacak, anak itu akhirnya ditemukan dibawa pulang untuk bersatu kembali dengan ibunya. Untungnya, selama 3 bulan tersebut ia tidak terluka sama sekali. Sang ayah sendiri kini masih berada dalam penahan kepolisian untuk ditindak lebih lanjut
e. Jermal Contoh Kasus :
Dijanjikan Kerja di Perusahaan Roti, Anak Dibawa Umur Asal Indramayu Dijadikan Pemandu Lagu di Kafe
Handhika Rahman, Senin, 15 Juli 2019 16:00 WIB
Tribunnews.Com.Com, Indramayu - Korban perdagangan manusia di bawah umur asal Kabupaten Indramayu akan diserahkan dinas terkait untuk dipulihkan psikologisnya.Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki sangat menyanyangkan adanya kasus perdagangan manusia atau traffi cking yang menimpa warga Kabupaten Indramayu.Apalagi status korban masih merupakan pelajar baik di SMA ataupun SMP di Kabupaten Indramayu.
Ironisnyanya, salah seorang pelaku SR (15) yang berperan sebagai perekrut adalah seorang perempuan berusia di bawah umur.”Perekrutan perdagangan manusia ini sudah berlangsung lama, adapun untuk korban yang diincar merupakan wanita yang masih di bawah umur,” katanya saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Senin (15/7/2019).Polres Indramayu akan melakukan penyuluhan terhadap masyarakat agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban penipuan, pelacuran, dan lain sebagainya.
Para korban perdagangan manusia atau traffi cking asal Indramayu dijanjikan tersangka akan dibayar Rp 700 ribu per dua minggu kerja.Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris MY Marzuki mengatakan, mereka dipaksa para tersangka untuk menjadi pelayanan wanita atau pemandu lagu (PL) di dua buah kafe.
“Pertama di Lapo Ratu Cafe di daerah Cikarang, Bekasi, dan satunya di Bintang Cafe yang berada di sekitar Kabupaten Karawang,” ujar Kapolres Indramayu saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Senin (15/7/2019).
Beruntung orangtua korban cepat melapor sehingga Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Indramayu dapat cepat menyelidiki kasus tersebut.
Mulanya korban dijanjikan untuk bekerja di sebuah pabrik roti di daerah Karawang.
Berdasarkan pengakuan dua orangtua korban, anak-anak mereka berjumlah 6 orang dijemput oleh tersangka menggunakan mobil.
“Saat kami memeriksa TKP berhasil mengamankan tiga orang tersangka dan 19 korban yang semuanya merupakan korban di bawah umur,” ujar dia.
Dari 19 korban itu 10 di antaranya adalah warga Kabupaten Indramayu dan 9 orang lainnya merupakan warga Kabupaten Purwakarta.
Beruntung, saat pemeriksaan keenam korban yang merupakan anak pelapor baru dipekerjakan selama dua hari.
25
“Tapi saat penangkapan korban ini belum menerima gaji, karena memang baru bekerja,” ujar Kapolres.Adapun untuk kasus perdagangan manusia ini sudah berjalan cukup lama dan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Disebutkan Kapolres, ada tiga tersangka yang diciduk, yakni SR (15) dan AJS (34) yang berperan merekrut, serta PM pemilik cafe (41).Tiga pelaku perdagangan orang atau traffi cking berhasil diciduk Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Indramayu.AKBP M Yoris MY Marzuki mengatakan, ketiga tersangka yakni sebut saja bunga (15), AJS (34), dan PM (41), tersangka diciduk polisi di Lapo Ratu Cafe di daerah Cikarang Bekasi.
“Bunga ini tugasnya sebagai perekrut biasa dipanggilnya Mami. Sedangkan PM pemilik cafe dan AJS adalah manajer kafe,” ujar AKBP M Yoris MY Marzuki saat konfersi pers di Mapolres Indramayu, Senin (15/7/2019).
Menjanjikan anak bekerja di pabrik roti.
Laporan wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman
Kapolres Indramayu mengatakan pihaknya mendapat laporan dari orangtua salah seorang korban warga Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur tentang adanya dugaan tindak pidana perdagangan orang yang menimpa anak kandungnya.
Adapun, modus tersangka yakni menjanjikan korban untuk bekerja di sebuah pabrik roti yang berada di Karawang oleh tersangka Bunga dan AJS.
Setelah sampai di Karawang ternyata korbandipekerjakan sebagai Pemandu Lagu (PL) di New Lapo Ratu Cafe milik tersangka PM.
“Polisi kemudian melakukan penggerebekan terhadap tersangka pada Senin (8/7/2019) sekitar pukul 01.00 WIB di Lapo Ratu Cafe di daerah Cikarang Bekasi,” ujarnya.
Kemudian penggerebekan dilanjut ke cafe Bintang Cafe yang berada di sekitar Kabupaten Karawang.
Hasil dari penggerebekan di dua lokasi itu, polisi mendapatkan sebanyak 19 orang korban dengan 12 di antaranya merupakan anak di bawah umur.
“Dari seluruh korban, 10 itu warga Kabupaten Indramayu, sisanya merupakan warga Purwakarta,” ujarnya.
Mereka dipaksa pelaku menjadi pelayan wanita atau pamandu lagu (PL) untuk melayani para lelaki hidung belang
Kasus Kedua:
Perdagangan Anak di Situbondo, Modus Diiming-imingi Pekerjaan
Oleh Fitri Haryanti Harsono pada 02 Agustus 2019, 15:00 WIB
Liputan6.com, Jakarta Berawal diimingi-imingi pekerjaan, lima perempuan yang diidentifi kasikan usia anak dijadikan sasaran perdagangan anak. Kejadian ini terjadi di Situbondo, Jawa Timur. Pada 30 Juli 2019, Polres Situbondo menemukan dari 10 perempuan yang menjadi korban perdagangan manusia, 5 di antaranya diidentifi kasi usia anak.
Dari laporan Polres Situbondo, mereka direkrut dari Kabupaten Bandung dan Kota Bandung untuk dijadikan pramusaji di sebuah rumah makan.Pada kenyataannya, nasib mereka berakhir untuk dieksploitasi secara seksual.Perdagangan manusia yang melibatkan anak ini menjadi fokus Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).
“Dalam kurun waktu tahun 2019, kasus perdagangan anak untuk tujuan eksploitasi seksual masih menduduki tren tertinggi dalam kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO0 dan eksploitasi anak di data kami,” kata Komisioner KPAI Bidang Traffi cking dan Eksploitasi, Ai Maryati Solihah kepada Health Liputan6.com melalui keterangan rilisnya, Kamis (1/8/2019).
Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, informasi bahwa lima anak dalam situasi yang memprihatinkan ini ditemukan kepolisian.
Sebab mereka dijanjikan pekerjaan yang tidak ada hubungan dengan eksploitasi seksual, tapi saat tiba di tempat kerja, mereka harus menyetujui utang sebesar 10 juta rupiah.Menyoal perdagangan anak yang ditemukan di Situbondo, KPAI telah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Deputi Perlindungan Anak dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memantau kasus ini.
Adapun KPAI akan melakukan langkah, sebagai berikut:
1. Pengawasan langsung kepada anak korban dalam memastikan proses pendampingan anak saat masuk dalam proses hukum.
“Sebab hal ini memberikan tekanan psikologis yang tidak mudah, seperti rasa takut, malu, panik dan lain-lain sehingga kebutuhan konseling dan penanganan psikologis sangat diperlukan,” ujar Ai.
2. KPAI telah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar memastikan proses rehabilitasi sosial dan pemulihan.
27
“Upaya ini akan dilaksanakan secara optimal setelah anak ditangani di tempat kejadian sesuai dengan standar penanganan korban TPPO. Tentunya, bukan hanya kepentingan untuk dipulangkan/reintegrasi dengan keluarga, melainkan pemulihan psikologis dan kemungkinan dampak lainnya yang diderita anak korban. Misal, rusaknya organ reproduksi dan kehamilan yang tidak diinginkan (KTD),” Ai menambahkan.
3. KPAI mendorong KPPPA serta kepolisian mengembangkan proses hukum terkait pelaku, jaringan mucikari, dan germo serta rekrutmen yang menggiring anak-anak masuk dalam gurita TPPO.
- Kerjapaksa adalah pelaku mempekerjakan korban tanpa memberikan hak-hak yang harus diterima korban seperti upah, jam istirahat, cuti dan hak lainnya.
- Penculikan: pelaku melakukan penculikan terhadap korban untuk kepentingan exslpoitasi.
- Pekerja Rumah Tangga: pelaku merekrut anak –anak untuk dijadikan pekerja rumah tangga di tempat jauh dari kampung halamannya, biasanya pekerja rumah tangga anak tidak memiliki batasan waktu kerja.
Joko : yang menjadi pelakunya siapa aja Bang ?
Bang Surya: iya bisa orang-orang terdekat seperti orang tua, paman, bibi, tetangga dan dll. Ada juga calo, oknum aparat pemerintah, oknum guru atau sindikat perdagangan orang.
Joko: selain perempuan dan anak siapa lagi bisa jadi korban Bang ?
Bang Surya: Korban perdagangan orang tidak mengenal umur maupun jenis kelamin, siapapun bisa menjadi korban.
Joko : yang menjadi penyebab terjadinya TPPO itu apa Bang, kog bisa menjadi korban?
Bang Surya: TPPO itu bisa terjadi karena orang tersebut dalam situasi yang rentan seperti kemiskinan, pendidikan masyarakat yang rendah, buta huruf, tingkat pengangguran yang tinggi, kondisi keluarga yang rentan.
Bisa juga kurangnya ketrampilan, terjadinya konfl ik dan bencana alam, gaya hidup, pernikahan usia anak, kurangnya informasi dan penyalahgunaan teknologi Bisa juga terjadi adanya tuntutan ekonomi semakin tinggi, sehingga pelaku mengabaikan etika, moral dan spiritual dimasyarakat.
Joko : terus kalau ada anak yang menjadi korban perdagangan orang bagaimana Bang?
Bang Surya : kalau ada korban dia punya hak untuk mendapatkan pelayanan antara lain, pelayanan pengaduan, Layanan Rehabilitasi Kesehatan, Layanan Rehabilitasi Sosial, Layanan Bantuan Hukum, Pemulangan dan Reintegrasi Sosial
Joko : pelakunya nanti dapat sangsi apa Bang ?
Bang Surya: Berdasarkan Pasal 2 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang menyebutkan bahwa:
“setiap orang yang melakukan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyahlahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penejeratan hutang atau memberi bayaran atau manfaat walaupun memperoleh persetujuan dari oran yang memegang kendali atas lain untuk tujuan mengeksploitasi orang tersebut di wilayah Negara Republik Indonesia, dipidana dengan paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda Joko: Cara kerja pelakunya bagaimana Bang ?
Bang Surya: Pengiriman tenaga kerja (korban dijanjikan pekerjaan yang layak diluar daerahnya dengan iming iming gaji atau upah yang tinggi. Namun kenyataannnya setelah sampai ditempat tujuan tidak sesuai dengan yang dijanjikan.
Duta seni budaya ( korban dijanjikan sebagi duta budaya seperti menari, menyanyi DLL, tetapi kenyataannya dipaksa bekerja ditempat-tempat yang tidak layak seperti pelayanan seks, panti pijat DLL.
Perkawinan pesanan adalah perempuan dan anak yang dinikahkan dengan orang asing untuk waktu tertentu dan dalam perkawinan itu ada pihak-pihak yang mendapatkan keutungan secara fi nancial.
Pengangkatan anak adalah pelaku menawarkan jasa /diriuntuk menjadi orang tua angkat secara ilegal atau tidak resmi. Namun setelah mendapatkan anak tersebut, pelaku memperlakukan anak untuk mendapatkan keuntunagan dengan mengekploitasi atau menjual kepada orang lain
Menggunakan perusahaan pengerah jasa tenaga kerja Indonesia (PJTKI) swasta.PJTKI menjajnjikan bekerja keluar negeri.
Menggunakan Visa Pelajar ke Negara tertentu: pelaku merekrut pelajar untuk dijanjikan program pertukaran pelajar antar negara, namun setelah sampai di luar negeri mereka diexpliotasi.
Memindahkan dari satu daerah/negara ke daerah/negara lainnya secara ilegal: pelaku memindahkan korban dengan tidak dilengkapi dengan dokumen-dokumen resmi dan melalui jalur tidak resmi.
Bang Surya: Bagaimana, Joko sudah mengerti ? Joko : Iya ada lagi ngga Bang, modus yang lain ? Bang Surya: ada yaitu tentang Penjeratan Hutang.
- Pelaku meminjamkan uang dengan mudah tanpa jaminan namun jika korban tidak bisa membayar, pelaku memaksa korban untuk melakukan pekerjaan tertentu tanpa upah sebagai pelunasan hutang korban.
29 paling sedikit Rp. 120. 000. 000, - (seratus dua puluh juta rupiah) dan paling
banyak Rp. 600. 000. 000 (Enam ratus juta rupiah). Apabila terjadi pemalsuan dokumen oleh aparat yang berwenang (Ketua RT/RW/Lurah/Kepala Desa/
Camat), maka Ketua RT/RW/Lurah/Kepala Desa/Camat tersebut termasuk dalam kategori pelaku dan bisa dituntut dengan Undang-undang Nomor 21 tahun 2007 tentang PTPPO (Pasal 8) yang berbunyi :
(1) Setiap penyelenggara negara yang menyalahgunakan kekuasaan yang mengakibatkan terjadinya Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagaimana dimaksud dalm pasal 2, pasal 3, pasal 4, pasal 5, dan pasal 6 maka pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana pasal 2, pasal 3, pasal 4, pasal 5, dan pasal 6.
(2) Selain sanksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pelaku dapat dikenakan pidana tambahan berupa pemberhentian secara tidak hormat dari jabatannya.
Joko : apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah terjadinya perdagangan orangBang?
Bang Surya: pencegahannya antara lain pemerintah telah membuat kebijakan Undang- Undang TPPO, sedangkan ditingkat daerah seharusnya dibuat peraturan daerah atau gugus tugas, dengan melibatkan organisasikeagamaan, LSM, perguruan tinggi, mediamassa, danseluruhkomponen masyarakat.
Joko sebagai anak-anak juga dapat ikut berpartisipasi untuk melakukan pencegahan TPPO, misalnya melalui kelompok partisipasi anak seperti osis, pramuka, kelompok sebaya lainnya dengan informasikan kepada teman sebayanya tentang perdagangan orang. Jika menemukan atau mengetahui dugaan adanya perdagangan orang, Jokodan kawan-kawan dapat menghubungi kepolisian terdekat atau organisasi peduli anak dilingkungan masing-masing.
Setiap ada tawaran pekerjaan harus betul-betul memperhatikan peraturan dan ketentuan tentang ketenagakerjaan. Tidak mudah menyetujui untuk berimigrasi tanpa mengetahui kejelasan tempat dan status pekerjaan.
Hindari pergaulan bebas dan gaya hidup yang berlebihan, tetap belajar dan menyelesaikan pendidikan dengan baik disertai nilai moral dan agama yang kuat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Upaya- Upaya Pencegahan Perdagangan Orang
Perdagangan Orang sangat kompleks dan bersifat multi dimensi yang memerlukan upaya pencegahan dan penanganan menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan serta terkoordinasi dengan baik antara pemerintah pusat, daerah, organisasi keagamaan, LSM, sekolah, perguruantinggi, media massa, dan seluruh komponen masyarakat meliputi upaya-upaya pencegahan dan partisipasi anak, rehabilitasi kesehatan, sosial, pemulangan dan reintegrasi, pengembangan norma hukum, penegakan hukum, koordinasi dan kerjasama. Keberhasilannya sangat tergantungdari besarnya komitmen berbagai pihak baik nasional maupun internasional.Disamping itu,masyarakat sangat dibutuhkan untuk berperan secara aktif, meningkatkan kewaspadaan terhadap rayuan dan bujuk rayu para calo tenaga kerja.
Agar tidak terjadi Tindak Pidana Perdagangan Orang, maka perlu diperhatikan hal-hal sbb.:
1. Pastikan pelaksanaan penempatan tenaga kerja Indonesia Swasta yang akan merekrut memiliki Surat Pengantar Rekrut Calon TKI yang diterbitkan Badan Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia
2. Ikuti Penyuluhan yang dilaksanakan petugas PPTKS bersama pegawai dinas ketenagakerjaan
3. Miliki pengetahuan agar mampu berpikir kritis dan mengolah informasi dengan cermat dan baik serta mampu mengambil keputusan yang tepat .
4. Miliki ketrampilan kerja untuk memasuki lapangan kerja yang tersedia atau pekerjaan yang ditawarkan
5. Hindari sifat malas, konsumtif, dan meniru kehidupan orang lain yang tidak sesuai dengan kemampuan dan kondisi yang dimiliki
6. Tetap memperkuat ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan menjalankan ajaran ajaranNya
7. Jalin komunikasi dengan pemerintah di Desa, tokoh agama, masyarakat para pendidik utamanya untuk mendapatkan informasi dan pencerahan tentang perdagangan orang dan modus modusnya
8. Tingkatkan pengawasan dan pengendalian bagi anak anak dan remaja dalam beraktitas dan dalam pergaulan serta perkembangan yang terjadi dalam kehidupan anak dan remaja.
9. Tidak perlu ragu ragu atau takut melaporkan kepada aparat pemerintah/ desa jika ditemukan orang yang diyakini melakukan perekrutan, pemindahan dan modus lainnya secara illegal atau tidak sesuai dengan peraturan pemeritah dan ketentuan hukum yang berlaku di Negara RI.
31 1. Perdagangan orang adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan,
pengiriman, pemindahan, atau penerimaan seseorang dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan utang atau memberi bayaran atau manfaat, sehingga memperoleh persetujuan dari orang yang memegang kendali atas orang lain tersebut, baik yang dilakukan di dalam negara maupun antar negara, untuk tujuan eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi.
2. Proses :
Adalah tindakan perekrutan, pengangkutan, penampungan, pengiriman, pemindahan atau penerimaan seseorang.
Cara :
Dengan ancaman kekerasan, penggunaan kekerasan, penculikan, penyekapan, pemalsuan, penipuan, penyalahgunaan kekuasaan atau posisi rentan, penjeratan hutang atau memberi bayaran atau manfaat.
Tujuan :
Eksploitasi atau mengakibatkan orang tereksploitasi untuk mendapatkan keuntungan.
3. Oknum :
• Orang tua, kerabat seperti bibi, paman, suami, tetangga, saudara, dan pacar
• Agen perekrut tenaga kerja
• Perusahaan jasa tenaga kerja
• Sponsor
• Pengelola spa, salon
• Majikan
• Pekerja migran
• Pengelola tempat hiburan
4. Modus atau cara cara yang dilakukan para pelaku/oknum untuk mempengaruhi atau menjerat orang yang menjadi korban perdagangan orang, adalah:
Kunci Jawaban
• Pengiriman tenaga kerja
• Pengiriman pekerja migran
• Duta seni budaya
• Perkawinan pesanan\
• Pengangkatan anank dengan cara tidak legal sesuai hukum dan peraturan
• Penjeratan hutang dan kerja paksa
• Pekerja rumah tangga
• Pemalsuan dokumen
• Penjualan organ tubuh
5. Sasaran yang sering menjadi korban perdagangan orang:
• Perempuan
• Laki-laki
• Anak-anak
• Bayi
6. Penyebab terjadinya perdagangan orang, adalah:
• Ketidakpahaman orang tua tentang modus tindakan pidana perdagangan orang
• Kemiskinan\
• Pernikahan dini dan budaya yang masih menganggap anak perempuan sebagai aset keluarga yang siap bekerja.
• Putus sekolah dan tidak emmiliki keterampilan kerja
• Pendidikan alternatif yang kurang tersiapkan di masyarakat
• Gaya hidup yang berlebihan.
• Penyalahgunaan teknologi informasi merupakan bisnis yang mudah mendatangkan uang
• Kurang informasi dokumen
• Kurang informasi tentang negara tujuan
• Keterbatasan lapang pekerjaan dan pengangguran 7. Cara-cara pencegahan tindak perdagangan orang:
• Meningkatkan iman dan takwa didalam keluarga
• Berusaha meningkatkan pengetahuan dan keterampilan hidup bagi anak
• Tidak mudah tergiur dengan rayuan atau janji-janji untuk mendapatkan uang dan pekerjaan dengan cara yang mudah.