• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengenali Beh, Kelezatan Buah Surga

Dalam dokumen Islam Gizi dan Kesehatan pdf (Halaman 48-56)

S

alah satu buah yang memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan tubuh manusia adalah quince. Buah ini berwarna putih ke kuning-kuningan yang berbentuk agak keras dengan rasa pahit dan asam. Buah yang lebih dikenal dengan nama beh dalam bahasa Persia ini termasuk jenis buah yang sangat baik dikonsumsi manusia. Terkait keutamaan buah quince, Imam Ali as berkata, “Suatu hari saya bertemu dengan Rasulullah dan menyaksikan beliau sedang menyantap quince. Kemudian Rasulullah menawarkan buah tersebut. Beliau berkata, ‘Wahai Ali! Makanlah buah hadiah Allah bagi kita ini. Aku menyaksikan seluruh kelezatan dalam buah quince. Wahai Ali, barangsiapa yang memakan buah ini selama tiga hari di pagi hari, maka mulutnya akan segar, ...”

Buah yang disebut safarjal dalam bahasa Arab ini mengandung banyak sekali vitamin dan mineral, seperti vitamin A, B3, B6, C, zat besi, fiber, folate, kalsium, potassium, sodium, energi, karbohidrat, fosfor dan protein.

Buah quince bermanfaat untuk mengontrol sistem syaraf dan menurunkan tekanan darah tinggi. Selain itu, buah ini juga bermanfaat untuk menguatkan lambung dan hati. Tidak hanya itu, buah quince berkhasiat mengaktifkan fungsi otak, sekaligus

meredakan stres.

Sejak dahulu kala buah quince dikenal mengandung sejumlah unsur yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Bukan hanya buahnya, tapi biji dan daunnya pun digunakan untuk mengobati sejumlah penyakit. Ketika biji quince direndam dalam air panas, air rebusan tersebut berkhasiat untuk meredakan penyakit batuk. Imam Shadiq berkata, “Quince memperbaiki lambung dan menguatkan hati.”

Pengaruh psikis dan psikologis makanan sejak dulu hingga kini masih menjadi rahasia ilmu pengetahuan umat manusia. Dewasa ini banyak temuan baru yang mengungkap pengaruh makanan terhadap kondisi kejiwaan manusia. Namun hingga kini masih banyak yang belum terungkap dan menjadi rahasia yang perlu sentuhan tangan-tangan peneliti untuk mengorek dan menyelaminya.

Agama Islam begitu banyak menjelaskan pengaruh makanan terhadap mental dan jiwa manusia. Dalam berbagai riwayat disebutkan bahwa buah quince selain memiliki khasiat bagi fisik, juga berpengaruh terhadap mental dan kejiwaan manusia. Rasulullah bersabda, “Makanlah buah quince, karena memperkuat ingatanmu, menjauhkan dari gundah-gulana dan memperindah keturunan.”

Kini, pakar gizi menyinggung pengaruh makanan terhadap perilaku manusia. Sebuah buku yang ditulis Ahmad Amin Shirazi, berjudul “Islam: Dokter tanpa Obat” mengungkapkan bahwa ketimun suri mentah memiliki rasa asam yang khas dan berkhasiat meningkatkan rasa takut. Namun sebaliknya, ketimun suri yang matang dan manis justru menghilangkan rasa takut dan menjadikan manusia lebih berani. Demikian juga dengan makanan manis lainnya yang mengandung gula.

kadar gula yang terdapat pada buah. Argumentasi ilmiahnya begini; ketika seseorang mengalami rasa takut, maka kadar gula dalam dirinya turun. Kekurangan gula ini diatasi dengan mengkonsumsi makanan manis. Imam Shadiq berkata, “Salah satu kekhususan yang ada pada buah beh, namun tidak ada pada buah lain, buah ini menyebabkan orang yang takut menjadi berani.” Buah lain yang memiliki kandungan bernilai bagi manusia adalah labu. Labu termasuk tumbuhan merambat dengan buah yang berukuran besar. Tumbuhan ini banyak terdapat di Amerika Utara, Eropa tengah, Australia, Selandia Baru, India dan negara lainnya.

Biasanya, yang dinamakan “labu” dalam pengertian waluh atau pumpkin adalah tumbuhan yang termasuk dalam empat jenis Cucurbita, yaitu C. moschata, C. maxima, C. mixta, dan C. pepo.

Labu berwarna oranye. Saat baru tumbuh, buahnya berwarna oranye. Jika dipotong, buah ini mempunyai penampang yang berbentuk bintang. Berbiji besar dan berwarna coklat. Buah ini renyah saat dimakan, rasanya manis dan sedikit asam.

Berbagai riwayat menyebutkan bahwa labu termasuk buah yang baik untuk otak. Rasulullah bersabda, “Selamat bagi orang yang mengkonsumsi buah labu, karena buah ini akan meningkatkan fungsi otak.”

Labu terdiri dari dua bagian, daging dan bijinya. Buah ini mengandung banyak vitamin A. Konsumsi buah ini bisa mencegah masuknya racun dalam tubuh dan menurunkan berat badan. Lebih dari itu labu berkhasiat meningkatkan daya ingat. Tidak hanya itu, labu dikenal sebagai makanan yang baik untuk hati.

Selain berbagai khasiat tersebut, labu bermanfaat untuk meredakan gangguan ginjal, penderita diabetes dan kolesterol tinggi. Pakar medis menganjurkan kepada para penderita diabetes untuk mengkonsumsi labu manis. Menariknya, meskipun labu

manis termasuk buah yang rasanya manis, tapi tidak berbahaya bagi penderita penyakit diabetes.

Sejak dahulu kala, labu digunakan sebagai makanan yang menyegarkan, terutama untuk mengatasi dahaga. Selain rasanya yang lezat, labu juga berguna untuk meredakan panas. Ibnu Sina menyebut labu sebagai obat untuk mengatasi gangguan sulit tidur dan mengobati penyakit akibat tingginya suhu badan.

Selain dagingnya, biji labu juga mengandung berbagai khasiat. Biji labu memiliki sejumlah nutrisi yang dibutuhkan tubuh manusia seperti magnesium, mangan, fosfor, zat besi dan zinc. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa biji labu menghambat pertumbuhan kanker prostat. Pakar medis mengungkapkan bahwa biji labu mengandung begitu banyak kadar zinc yang meningkatkan kekebalan tubuh dari serangan penyakit prostat.

Dalam sebuah hadis Rasulullah menganjurkan kepada Imam Ali untuk mengkonsumsi labu. Rasulullah berkata, “Makanlah labu, karena buah labu akan memperbaiki akhlak sekaligus menyegarkan wajahmu.”

Berbagai makanan beraneka ragam yang dianugerahkan Allah swt kepada umat manusia masing-masing memiliki khasiat tertentu. Untuk itu, kita harus senantiasa selalu mensyukurinya.

Sayuran

S

ayuran menghadiahkan keindahan dan kesegaran bagi manusia. Kebanyakan sayuran adalah bagian vegetatif dari tumbuhan, terutama daun beserta tangkainya. Beberapa sayuran merupakan bagian tumbuhan yang tertutup tanah, seperti wortel, kentang, dan lobak.

Sayuran dikonsumsi dengan cara yang sangat bermacam-macam, baik sebagai bagian dari menu utama maupun sebagai makanan sampingan. Kandungan nutrisi antara sayuran yang satu dan sayuran yang lain pun berbeda-beda, meski umumnya sayuran mengandung sedikit protein atau lemak, dengan jumlah vitamin, provitamin, mineral, fiber dan karbohidrat yang bermacam-macam. Beberapa jenis sayuran mengandung zat antioksidan, antibakteri, antijamur, maupun zat anti racun. Konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan diabetes. Selain itu dapat membantu melawan kanker dan mengurangi keropos tulang. Sayuran juga mengandung zat potasium yang dapat membantu mencegah terbentuknya batu ginjal.

Berbagai riwayat menunjukkan perhatian khusus terhadap sayuran. Rasulullah bersabda, “Hiasilah taplak makanmu dengan sayur-mayur, karena dengan izin Allah, sayuran akan menghancurkan berbagai jenis setan (mikroba dan kotoran).” Kini para pakar gizi membahas berbagai khasiat sayuran. Mereka menganjurkan untuk mengkonsumsi sayur-mayur setiap hari bersama makanan lainnya. Para dokter menyebut salah satu manfaat terbesar sayuran adalah anti-kanker.

Para psikolog berkeyakinan bahwa warna hijau yang terdapat pada sayuran menimbulkan rasa bahagia. Untuk itulah Allah swt menciptakan alam semesta ini dengan warna hijau yang menawan. Para pakar gizi menyebut warna hijau yang ada pada daun sayuran berasal dari adanya pigmen klorofil (zat hijau daun). Klorofil ini dipengaruhi oleh pH (keasaman) dan berubah warna menjadi hijau olive dalam kondisi asam, dan berubah menjadi hijau cerah dalam kondisi basa. Sejumlah asam tadi dikeluarkan dari batang sayuran dalam proses memasak, khususnya bila dimasak tanpa penutup. Warna kuning/oranye yang ada pada buah-buahan berasal dari zat yang bernama karotenoid. Dimana zat ini juga dipengaruhi oleh proses memasak yang normal atau perubahan pH (zat asam).

Suatu hari seorang lelaki bernama Hannan duduk bersama Imam Shadiq dalam sebuah jamuan makan sederhana. Imam mempersilahkan Hannan menyantap sayur, namun ia menolaknya karena sedang sakit. Ketika itu Imam berkata, “Setiap kali Imam Ali membentangkan taplaknya, beliau tidak pernah lupa menyediakan sayuran.”

Riwayat ini dan berbagai riwayat lainnya menegaskan urgensi mengkonsumsi sayur-mayur dalam menu makanan sehari-hari. Para pakar gizi berkeyakinan bahwa sayuran meningkatkan nafsu makan dan kesegaran bagi manusia.

Sayuran memiliki berbagai jenis dengan khasiat yang beragam. Salah satu jenis sayuran yang sangat ditekankan dalam berbagai riwayat adalah Cichorium intybus.

Para pakar medis dan gizi melakukan berbagai kajian tentang jenis tumbuhan ini. Sayuran jenis keluarga Asteraceae ini dipercaya dapat membersihkan darah dan hati. Selain itu, Cichorium intybus menjadi obat herbal populer karena efek penyembuhan terhadap beberapa penyakit seperti sakit kuning, batu empedu dan rematik. Ia juga dapat digunakan sebagai kompres untuk diterapkan secara eksternal guna mengurangi peradangan kulit dan pembengkakan. Imam Shadiq menyebut Cichorium intybus sebagai sayuran terbaik, dan Imam Ali menyebutnya sebagai tumbuhan surga.

Uji laboratorium menunjukkan bahwa Cichorium intybus mengandung carbon tetracholoride yang bermanfaat mencegah terjadinya keracunan hati. Menyinggung manfaat Cichorium intybus, Imam Ridha berkata, “Cichorium intybus memiliki ribuan khasiat. Tidak ada rasa sakit yang tidak bisa disembuhkan Cichorium intybus.”

Pakar medis muslim dewasa ini mengkaji perkataan Imam Ridha as tersebut dan menemukan fakta bahwa Cichorium intybus berkhasiat menyembuhkan masalah hati.

Jenis sayuran yang sangat ditekankan dalam riwayat adalah seledri. Rasulullah kepada cucunya Imam Husein memberikan nasehat mengenai khasiat seledri. Beliau berkata, “Anakku! Makanlah seledri, karena ia adalah tumbuhan yang tidak pernah lupa (untuk dikonsumsi) oleh para nabi. Seledri melonggarkan penyempitan pembuluh darah, menerangi hati dan meningkatkan daya ingat serta menjauhkan manusia dari rasa takut...”

Kini para pakar medis dan gizi berkesimpulan bahwa seledri berkhasiat menjaga keselamatan jantung dan pembuluh darah. Situs Health Day News mengungkapkan bahwa para peneliti berkeyakinan bahwa seledri sangat baik bagi jantung karena mengandung zat yang dapat menurunkan kadar kolesterol buruk dan menekan tekanan darah tinggi. Selain itu, seledri juga berkhasiat meningkatkan kekebalan tubuh dan mengurangi ancaman serangan jantung, mengurangi sakit persendian tulang

dan rematik.

Mentimun suri adalah buah yang lezat dan memiliki berbagai khasiat. Buah dengan nama latin Curcumis Lativus ity itu memiliki tekstur yang mudah rusak ketika matang, beraroma harum dan daging buah bercitarasa manis serta miliki kadar air yang cukup tinggi sehingga bisa menambah kesegaran.

Buah ini juga mengandung mineral kalium dan provitamin. Serat di dalam timun suri mampu mencegah timbulnya kanker saluran pencernaan, seperti kanker usus dan kolon. Hal ini disebabkan sifat serat timun suri yang mengikat zat-zat karsinogen penyebab kanker yang ada di saluran pencernaan.

Timun suri juga kaya akan provitamin A, berfungsi menjaga kesehatan mata dan sebagai antioksidan alami pencegah rusaknya sel tubuh penyebab penuaan dini. Vitamin C di dalam timun suri termasuk tinggi. Keberadaan vitamin C inilah yang dapat mencegah timbulnya gangguan penyakit flu dan infeksi. Hal ini disebabkan sifat vitamin C yang berfungsi sebagai anti virus dan pencegah infeksi. Selain vitamin, mineral esensial seperti kalsium, fosfor dan zat besi juga banyak terdapat di dalam timun suri.

Tak hanya itu, kandungan zat gizi dan nir gizi yang terkandung di dalam buah timun suri bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh, menyehatkan fungsi ginjal dan limpa, serta menurunkan tekanan darah.

Rasulullah menyebut mentimun suri sebagai buah yang berkah serta membersihkan mulut dan hati serta memutihkan gigi. Waktu paling baik untuk mengkonsumsi buah lezat ini adalah antara dua makan dan menghindari mengkonsumsinya di pagi hari sebelum makan.

Dalam dokumen Islam Gizi dan Kesehatan pdf (Halaman 48-56)