• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 Kelengkapan Tool Bantu Menggambar

5.3 Menggambar dengan perintah Move

Perintah pada latihan 3 ini adalah dengan menggeser setiap objek darisatutitik ketitik yang dituju, sebagaimanayang tersaji pada Gambar 5.18 menggunakan perintah move

49 Gambar 5. 13 Latihan menggunakan perintah Move

Langkah-langkah “Move 1” adalah sebagai berikut:

• Perhatikan perintah menggunakan Move 1

Gambar 5. 14 Latihan menggunakan perintah Move 1

• Aktifkan orthomode/F8 → blok terlebih dahulu objeknya→ ketik pada keyboard command MO (move)

→ lakukan move objek (A) tersebut → geser dan tempatkan objek tersebut (C) ke posisi A (intersection) dan posisi C (intersection) →Begitu juga untuk posisi B→

sehingga hasilnya akan seperti pada Gambar 5.16 dan 5.16.

50 Gambar 5. 15 Arah penggunaan Move pada posisi A

Gambar 5. 16 Arah penggunaan Move pada posisi B

Langkah-langkah “Move 2” adalah sebagai berikut:

• Perhatikan perintah menggunakan Move 2 pada Gambar 5.17

Gambar 5. 17 Latihan menggunakan perintah Move 2

51

• Aktifkan orthomode/F8 → blok terlebih dahulu objeknya→ ketik pada keyboard command MO (move)

→specify bese point (intersection) → lakukan move objek tersebut → geser kekanan dan berikan jarak objek tersebut menjadi 3,5 mm → enter → sehingga hasilnya akan seperti pada Gambar 5.18 dan 5.19.

Gambar 5. 18 Menggeser objek menggunakan perintah move dari 3 mm menjadi 6.5 mm

Gambar 5. 19 Hasil akhir latihan menggunakan perintah Move

Langkah-langkah “Move 3” adalah sebagai berikut:

• Perhatikan perintah menggunakan Move 3 pada Gambar 5.20

52 Gambar 5. 20 Latihan menggunakan perintah Move 3

• Nonaktifkan orthomode/F8 → blok terlebih dahulu objek 1→ ketik pada keyboard command MO (move)

→specify bese point (endpoint) → lakukan move objek tersebut → geser kekiri → enter → sehingga hasilnya akan seperti pada Gambar 5.21dan 5.22.

Gambar 5. 21 Posisi dan arah perintah (endpoint) move pada objek 1

Gambar 5. 22 Hasil akhir perintah Move objek 1

• Nonaktifkan orthomode/F8 → blok terlebih dahulu objek 2→ ketik pada keyboard command MO (move)

53

→specify bese point (endpoint) → lakukan move objek tersebut → geser kekiri → enter → sehingga hasilnya akan seperti pada Gambar 5.23 dan 5.24.

Gambar 5. 23 Posisi dan arah perintah (endpoint) move pada objek 2

Gambar 5. 24 Hasil akhir perintah Move objek 2

• Nonaktifkan orthomode/F8 → blok terlebih dahulu objek 3→ ketik pada keyboard command MO (move)

→specify bese point (endpoint) → lakukan move objek tersebut → geser kekiri → enter → sehingga hasilnya akan seperti pada Gambar 5.25.

54 Gambar 5. 25 Posisi dan arah perintah (endpoint) move

pada objek 3

• untuk mengubah warna kuning pada objeknya , langkahnya adalah →Blok garis kuning yang ditandai warna merah → pilih layer pada tool bar → pilih objek → sehingga hasil akhir akan seperti pada Gambar 5.26.

Gambar 5. 26 Hasil akhir latihan 3 perintah Move

55 5.4 Menggambar dengan perintah Chamfer

Perintah pada latihan 4 ini adalah dengan mengubah bentuk bagian objek sesuai dengan kontour yang dibutuhkan, sebagaimana yang tersaji pada Gambar 5.27 menggunakan perintah Chamfer

Gambar 5. 27 Latihan menggunakan perintah chamfer dan fillet

.

Langkah-langkah “Chamfer 1” adalah sebagai berikut:

• Perhatikan perintah menggunakan Chamfer 1

Gambar 5. 28 Latihan menggunakan perintah chamfer

• Nonaktifkan orthomode/F8 → ketik pada keyboard command CHA (chamfer) → pilih garis pertama →pilih

56 distance → arahkan dari endpoint sepanjang 4mm → kemudian garis kedua dari endpoint sepanjang 1mm → sehingga proses hasil akhirnya akan tersaji pada Gambar akhirnya 5.29, 5.30 dan 5.31.

Gambar 5. 29 Panjang dan arah garis pertama (sb.x) pada chamfer 1

Gambar 5. 30 Panjang dan arah garis pertama (sb.y) pada chamfer 1

Gambar 5. 31 Hasil akhir proses chamfer 1

57 Langkah-langkah “Chamfer 2” adalah sebagai berikut:

• Perhatikan perintah menggunakan Chamfer 2

Gambar 5. 32 Latihan menggunakan perintah chamfer 2

• Nonaktifkan orthomode/F8 → ketik pada keyboard command CHA (chamfer) → pilih garis pertama →pilih distance → arahkan dari endpoint sepanjang 4mm → kemudian garis kedua dari endpoint sepanjang 1mm → sehingga hasil akhirnya akan tersaji pada Gambar akhirnya 5.34, 5.35 dan 5.36.

Gambar 5. 33 Panjang dan arah garis pertama (sb.x) pada chamfer 2

Chamfer 2

58 Gambar 5. 34 Panjang dan arah garis pertama (sb.y)

pada chamfer 2

Gambar 5. 35 Hasil akhir proses chamfer 2

Langkah-langkah “Chamfer 3” adalah sebagai berikut:

• Perhatikan perintah menggunakan Chamfer 3

Gambar 5. 36 Latihan menggunakan perintah chamfer 3

59

• Nonaktifkan orthomode/F8 → ketik pada keyboard command CHA (chamfer) → pilih garis pertama →pilih distance → arahkan dari endpoint sepanjang 10 mm → kemudian garis kedua dari endpoint sepanjang 2 mm → sehingga hasil akhirnya akan tersaji pada Gambar akhirnya 5.37, 5.38 dan 5.39.

Gambar 5. 37 Panjang dan arah garis pertama (sb.x) pada chamfer 3

Gambar 5. 38 Panjang dan arah garis pertama (sb.y) pada chamfer 3

60 Gambar 5. 39 Hasil akhir proses chamfer 3

Langkah-langkah “Chamfer 4” adalah sebagai berikut:

• Perhatikan perintah menggunakan Chamfer 4

Gambar 5. 40 Latihan menggunakan perintah chamfer 4

• Nonaktifkan orthomode/F8 → ketik pada keyboard command CHA (chamfer) → pilih garis pertama →pilih distance → arahkan dari endpoint sepanjang 10 mm → kemudian garis kedua dari endpoint sepanjang 2 mm → sehingga hasil akhirnya akan tersaji pada Gambar akhirnya 41, 42 dan 43.

61 Gambar 5. 41 Panjang dan arah garis pertama (sb.x)

pada chamfer 4

Gambar 5. 42 ). Panjang dan arah garis pertama (sb.y) pada chamfer 4

Gambar 5. 43 Hasil akhir proses chamfer 4

62 5.5 Menggambar dengan perintah fillet

Langkah-langkah Fillet adalah sebagai berikut

• Perhatikan perintah menggunakan fillet

Gambar 5. 44 Latihan menggunakan perintah fillet

• Nonaktifkan orthomode/F8 → ketik pada keyboard command F (fillet) → pih garis pertama/blok garis pertama →pilih radius → ketikkan angka 1.25 mm→

kemudian blok garis kedua → sehingga hasil akhirnya akan tersaji pada Gambar akhirnya 140. Ulangi perintah tersebut secara berulang hingga objek terakhir, sehingga akan tersaji seperti Gambar 5.45 dan 5.46.

Gambar 5. 45 Blok objek pertama dan ketikkan besar radius pada fillet 1

63 Gambar 5. 46 Blok objek kedua, ketikkan besar radius

pada fillet 1 dan hasil akhirnya

Selanjutnya untuk Fillet 2, 3, 4 dan 5 langkahnya adalah sebagai berikut:

• Dengan cara yang sama seperti fillet 1 yaitu → Nonaktifkan orthomode/F8 → ketik pada keyboard command F (fillet) → pih garis pertama/blok garis pertama →pilih radius → ketikkan angka 1.25 mm→

kemudian blok garis kedua → sehingga hasil akhirnya akan tersaji pada Gambar akhirnya 47.

Gambar 5. 47 Hasil akhir Latihan menggunakan perintah fillet

64 5.6 Menggambar dengan perintah Array

Gambar 5. 48 Latihan menggunakan perintah Array polar dan Rectangle

Langkah-langkah “Array Polar” adalah sebagai berikut:

• Perhatikan perintah menggunakan Array practice pada objek 1

Gambar 5. 49 Latihan menggunakan perintah array 1

• Nonaktifkan orthomode/F8 → ketik pada keyboard command AR (array) → pilih dan blok objek pertama

65 (objek 1) enter → pilih polar → specify base point (berada di pusat sumbu/midpoint) → atur item menjadi 8, → enter→ sehingga hasil akhirnya akan tersaji pada Gambar akhirnya 5.50dan 5.51.

Gambar 5. 50 Blok dan Specify point objek 1

Gambar 5. 51 Hasil akhir array polar perintah objek 1

Langkah-langkah “array objek 2” adalah sebagai berikut:

• Perhatikan perintah menggunakan Array objek 2

• Nonaktifkan orthomode/F8 → ketik pada keyboard command AR (array) → pilih dan blok objek pertama (objek 1) enter → pilih polar → specify base point (berada di pusat sumbu/midpoint) → atur item menjadi

66 8, → enter→ sehingga hasil akhirnya akan tersaji pada Gambar akhirnya 52 dan 53

Gambar 5. 52 Blok dan Specify point objek 2

Gambar 5. 53 Hasil akhir array polar perintah objek 2

Langkah-langkah Array Rectangle adalah sebagai berikut:

• Perhatikan perintah menggunakan Array pada objek rectangle

Gambar 5. 54 Latihan 1 menggunakan perintah array 1 rectangle

67

• Nonaktifkan orthomode/F8 → ketik pada keyboard command AR (array) → pilih dan blok objek pada titik A hingga Titik B → enter → pilih rectangular→ atur

→ enter→

sehingga akan tersaji pada Gambar akhirnya 5.55.

Gambar 5. 55 Blok objek A-B dengan 5 kolom dan 4 baris

• Untuk mengatur jarak antar objek satu dengan lainya, maka diperluhkan pengaturan pada “row spacing” dan

“coloum spacing”,seperti yang tersaji pada Gambar 167 (b), langkahnya adalah sebagai berikut:

Letakkan kursor lalu drag row spacing → pindahkan kursor lalu drag coloumn spacing → sehingga hasil akhirnya akan tersaji pada Gambar akhirnya 5.56.

Gambar 5. 56 Hasil akhir menggunakan perintah array 1 rectangle

68 5.7 Menggunakan perintah strech

Gambar 5. 57 Latihan menggunakan perintah stretch

Langkah-langkah Stretch dengan Cross Polygon adalah sebagai berikut:

• Perhatikan perintah menggunakan Stretch pada objek

Gambar 5. 58 Latihan menggunakan perintah stretch (gambar awal)

69

• Penambhan garis ke sumbu x sebesar 40 mm, langkahnya adalah sebagai berikut:

aktifkan orthomode/F8 → ketik pada keyboard command STR (stretch) → ketik ketik cp (cross polygon)→ muncul first polygon → ikuti garis polygon → enter 2 kali sehingga → specify base point → masukkan angka 40 → sehingga hasil akhirnya akan tersaji seperti pada Gambar 5.59 dan 5.60.

Gambar 5. 59 Membuat dengan cross polygon

Gambar 5. 60 Hasil akhir perintah stretch CP penambahan 40 mm

70

• Penambhan garis ke sumbu y sebesar 50 mm, langkahnya adalah sebagai berkut:

aktifkan orthomode/F8 → ketik pada keyboard command STR (stretch) → ketik cp (cross polygon) → muncul first polygon → ikuti garis polygon → enter 2 kali sehingga → specify base point → masukkan angka 50 → sehingga hasil akhirnya akan tersaji seperti pada Gambar 5.61 dan 5.62.

Gambar 5. 61 Membuat dengan cross polygon

Gambar 5. 62 Hasil akhir perintah stretch penambahan 50 mm

71 5.8 Menggunakan perintah Trim

Pada Gambar 5.68 dan 5.69 merupakan penjelasan mengenai sebuah gambar awal dan gambar akhir dari sebuah objek, dimana yang diminta adalah dengan menghilangkan 2 buah lingkaran warna hijau di setiap objek menggunakan perintah “Trim”.

Gambar 5. 63 Latihan menggunakan perintah trim (Gambar awal)

Gambar 5. 64 Latihan menggunakan perintah trim (Gambar akhirl)

72 Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

• Perhatikan perintah menggunakan trim

Gambar 5. 65 Empat bidang gambar awal yang akan dilakukan dengan perintah Trim

• Blok terlebih dahulu 2 garis yang menjadi batas perpotonganya, seperti pada Gambar 5.71.

Gambar 5. 66 Dua garis yang menjadi perpotongan dari 4 bidang

• ketik pada keyboard command TR (trim) → tekan enter → Posisikan kursor pada bidang 1 → Klik kiri (1)

73 sambil digeser ke arah kanan (2) → kemudian kursor dilepas, sehingga akan tersaji seperti Gambar 5.67 dan 5.68.

Gambar 5. 67 Posisi dan arah penggunaan Trim pada bidang 1

Gambar 5. 68 Hasil posisi dan arah penggunaan Trim pada bidang 1

• ketik pada keyboard command TR (trim) → tekan enter → Posisikan kursor pada bidang 2 → Klik kiri (1) sambil di geser ke arah bawah (2) → kemudian kursor

74 dilepas, sehingga akan tersaji seperti Gambar 5.69dan 5.70.

Gambar 5. 69 Posisi dan arah penggunaan Trim pada bidang 2

Gambar 5. 70 Hasil posisi dan arah penggunaan Trim pada bidang 2

• ketik pada keyboard command TR (trim) → tekan enter → Posisikan kursor pada bidang 3 → Klik kiri (1) sambil di geser ke arah bawah (2) → kemudian kursor

75 dilepas, sehingga akan tersaji seperti Gambar 5.71 dan 5.72.

Gambar 5. 71 Posisi dan arah penggunaan Trim pada bidang 3

Gambar 5. 72 Hasil posisi dan arah penggunaan Trim pada bidang 3

• ketik pada keyboard command TR (trim) → tekan enter → Posisikan kursor pada bidang 4 → Klik kiri (1)

76 sambil di geser ke arah bawah (2) → kemudian kursor dilepas, sehingga akan tersaji seperti Gambar 5.73 dan 5.74.

Gambar 5. 73 Posisi dan arah penggunaan Trim pada bidang 4

Gambar 5. 74 Hasil akhir penggunaan Trim pada latihan 4

77 5.9 Menggunakan Lenghten

Tool ini digunakan untuk memperpanjang dimensi sebuah gambar dengan ukuran yang telah ditentukan atau diinginkan. Lenghten ini dibedakan menjadi 4 yaitu:

• Lenghten – Delta

Tool ini digunakan untuk mendefinisikan selisih panjang arah sumbu x ataupun sumbu y dengan metris/inch Langkahnya → ketikkan shorcut “Lenghten” atau simbol yang ada pada toolbar , pilih dan blok objek yang akan di Lenghten (1) → pilih delta → masukkan angka 10 mm →arahkan kursor kekanan → enter, sehingga hasilnya seperti Gambar 5.75.

Gambar 5. 75 Lenghten - delta dan penerapanya

• Lenghten – Percent

Tool ini digunakan untuk menambah ataupun mengurangi dimensi panjang arah sumbu x ataupun sumbu y dengan satuan prosentase.

Langkahnya → ketikkan shorcut “Lenghten” atau simbol yang ada pada toolbar , pilih dan blok objek yang akan di Lenghten (1) → pilih percent → masukkan angka

78 120% →arahkan kursor kekanan → enter, sehingga hasilnya seperti Gambar 5.76.

Gambar 5. 76 Lenghten - percent dan penerapanya

• Lenghten – Total

Tool ini digunakan untuk mendefisikan total dimensi yang dibutuhkan pada arah sumbu x ataupun sumbu y dengan satuan metris/inch

Langkahnya → ketikkan shorcut “Lenghten” atau simbol yang ada pada toolbar , pilih dan blok objek yang akan di Lenghten (1) → pilih total → masukkan angka 20

→arahkan kursor kekanan → enter →sehingga hasilnya seperti Gambar 5.77.

Gambar 5. 77 Lenghten - total dan penerapanya

79

• Lenghten – Dynamic

Tool ini digunakan untuk mendefisikan dimensi yang dibutuhkan pada arah sumbu x ataupun sumbu y yang bersifat kondisonal.

Langkahnya → ketikkan shorcut “Lenghten” atau simbol yang ada pada toolbar , pilih dan blok objek yang akan di Lenghten (1) → pilih Dynamic→arahkan kursor kekanan → enter → sehingga hasilnya seperti Gambar 5.78

Gambar 5. 78 Lenghten - dynamic dan penerapanya

Dokumen terkait