Problem Sosial Masyarakat Multikultural
D. Pemecahan Masalah Keanekaragaman Sungguh cerdas pujangga Mpu Tantular Sesaat setelah
1. Menggunakan Kearifan Lokal
Ada sisi positif dan negatif dari kehadiran ratusan suku bangsa di Indonesia. Selain bisa memperkaya khazanah kebudayaan nasional, juga menjadi pemicu munculnya disintegrasi sosial. Sering kita dengar terjadinya perang antarsuku atau konflik sosial antaretnis di Indonesia. Ada banyak alasan yang mendasarinya. Tetapi, yang
Sumber: www.dhammacakka.org
Gambar 4.8Prinsip Bhinneka Tunggal Ika bisa dijadikan
solusi tepat mengatasi masalah keaneka- ragaman.
menarik adalah ternyata banyak suku bangsa yang mempunyai mekanisme atau cara di dalam menyelesaikan permasalahan itu.
Kisah tentang kehidupan masyarakat di Lembah Baliem, bisa jadi merupakan contoh kearifan lokal yang dapat kita jadikan referensi dalam upaya mencarikan solusi atas permasalahan antaretnis atau antarsuku bangsa di Indonesia. Selengkapnya, bacalah Bilik Info berikut ini.
Budaya Perang Masyarakat Baliem dan Cara Penyelesaiannya
Masyarakat yang mendiami Lembah Baliemdi Papua mempunyai budayaperangyangtelahberlangsunglama. Budayaituberawaldarimitologi,
bahwamanusiapertamaadalahmoity Wayadanmoity Wita. Merekamenjadi pasangandanberkembangsecararukundandamai.
Kekacauanataudisebutwiomunculsetelahmasyarakatbertambah banyak. Biasanyawioditandaiadanyaseseorangberwarnakulitlebihterang danmenjadirebutandiantaramereka, hinggamenimbulkanpersengketaan.
Rebutan itu berkembang menjadi perselisihan, percekcokan, dan pertengkaranantarklanhinggameluasmenjadipeperangan.Kesepakatan kemudian terjadi, orang tersebut harus dibunuh dan dipotong-potong tubuhnya. Potongannyakemudiandibawaolehmasing-masingklandan menjadidasarpersebaranmanusiadi Lembah Baliem. Meskipunbegitu,
masing-masingklantetapmembangunwim aelaataubalaiperang. Itulah mitologiyangberkembangdimasyarakat Baliem.
Ternyata, budayaperangitutidakhanyaterjadididalammitossaja.
Masyarakat Lembah Baliemmemangbiasaberperangkarenabeberapa alasan. Misalnya, pencurianbabi, penculikanwanita, tuduhanmelakukan sihir, danpertikaianhakatastanah. Peperanganbiasanyadiawalidengan perangantarindividu, pembunuhanantarkelompok, pembunuhanantarklan kecil, permusuhan gabungan klan lokal, dan perang antarkonfederasi.
(Konfederasiadalahgabungandaribeberapaklan/kampung, yangnamanya diambildarinamaklanterkuat. Fungsikonfederasiadalahsebagaikesatuan sosialuntukmenyusunkekuatandalammenghadapiperangdanarenabagi lelakiuntukmemperlihatkankemampuannyaberorganisasidanberpidato).
Sebuahpertempuranbiasanyadiawalidenganserangkaianupacara keagamaanolehkeduapihakyangberlawanan, yangdilaksanakandiwim aela. Setelahupacara, barulahperangterbukadilakukanbertempatdiwim bolak. (Wimbolakadalahdaerahlapangyangbebasdarikekuasaanmasing-
masing konfederasi dan berada di antara kedua konfederasi yang
bermusuhan). Pasukan perang biasanya bersenjatakanlembing, busur dengananakpanahnya, kapakbatu, danbeliung. Pasukanitudipimpinoleh
wim matekdanmengawalipeperangandengangegapgempitasertasaling meneriakkancemoohanatauperkelahiansatulawansatu. Korbanyang
jatuhataumeninggaldisingkirkandandirawatdigarisbelakang.
Peperanganbisaberlangsungselama 5 sampai 10 haridanpenghentian- nyadisebabkankeduapihakmemutuskanuntukberdamai. Perangbiasanya akanberhentiapabila: adaorangataukelompokdiluaranggotakonfederasi yangmelintasiarenawimbolak, korbankeduabelahpihaksudahberimbang,
atau karena hari sudah gelap. Selanjutnya, setiap pihak mengadakan upacarapenghargaankepadaparawam oat balin yaitu paraprajuritnya secarasendiri-sendiri, waktunyabersamaandenganpestababi. Biasanya berupasu (kantong jaring) danye (rangkaiankerangdanbatuberharga
Apa yang bisa kamu temukan dari budaya perang dalam masyarakat Lembah Baliem? Setidaknya ada beberapa pelajaran penting yang bisa dipetik.
a. Masyarakat Baliem selalu mengaitkan roh nenek moyang dengan tradisi perang, sehingga berperang bagi mereka adalah kegiatan ritual yang diikat oleh aturan-aturan adat yang ketat.
b. Meskipun berperang dengan semangat tinggi, namun mereka sangat taat pada peraturan-peraturan, seperti berperang untuk tidak memusnahkan musuh. Karena perang dianggap penting untuk menciptakan keseimbangan ekosistem.
c. Perang merupakan media pengembangan diri bagi laki-laki. Karena perang merupakan arena untuk melangsungkan terjadinya regenerasi kepemimpinan. Dalam sebuah peperangan biasanya muncul seorang tokoh yang kuat, berani, cakap, dan dipercaya bisa melindungi serta mengatur kehidupan mereka.
d. Apabila seorang anggota klan atau konfederasi takut berperang, ia dianggap pawi yaitu sama dengan orang yang melakukan insest (hubungan seks sedarah). Ia akan mendapat hukuman berat secara adat seperti diasingkan.
e. Perang bagi masyarakat Lembah Baliem merupakan inti sari dari romantika kehidupan masyarakat. Karena masyarakat Lembah Baliem sangat memuja ke- pahlawanan. Hal ini bisa dilihat dari pola rumah Honai yang menunjukkan rumah laki-laki selalu berada di bagian depan, siap untuk menantang bahaya yang datang.
Itulah prinsip-prinsip hidup yang berasal dari masyarakat Lembah Baliem di pedalaman Papua. Prinsip- prinsip inilah yang dinamakan kearifan lokal Lembah Baliem. Meskipun mereka hidup dalam pola yang sangat sederhana, namun mereka mempunyai mekanisme tersendiri di dalam memecahkan dan menyelesaikan per-
sengketaan yang muncul di antara mereka. Bagaimana masyarakat di sekitarmu berusaha menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi?
berbentuk pipih). Penghargaan biasanya diadakan dalambentuk pesta beberapaharidenganmengadakanedat wasinatautariankemenangandi suatulapanganyangterbuka. Tujuannyaadalahmenghormatkonfederasi lawanyangbarusajaselesaiberperangatauuntukmenghiburkerabatpara korbanperang.
Budayaperangyangterjadipadamasyarakat Lembah Baliemdidasari olehadanyatugi danperasaandendamsertaabwarek.Tugi adalahbenda keramatberbentuk pahatanbatu ataukapakbatu yangtipis. Fungsinya
sebagai lambang leluhur dan orang yang gugur dalam peperangan.
Masyarakat Baliem percayabahwa anggotaklanataukonfederasiyang gugurmenuntutkepadaklanataukonfederasinyauntukmembalaskematian- nya. Inilahyangmenyebabkanbudayaperangterjadisecaraturun-temurun dan sulit dihilangkan. Sedangkan abwarek adalah sisa potongan tubuh berbentuk rangka dari jenazah musuh hasil peperangan antarklan/
konfederasi. Biasanyaberupatulangtengkorak, yangdimanfaatkanuntuk membangkitkansemangatberperang.
Sumber: www.balarpalembang.go.id
Melalui keterangan di
samping, mari kita amati lingkungan kita, adakah potensikearifanlokaldalam mengatasimasalah?
Sumber: Tempo, 04–10 Oktober 1999
Gambar 4.9Tradisi perang antarklan dalam masya-