setelah pada tampilan interface mike dhi selanjutnya klik file – new – file – pilih mike zero – lalu pilih time series (.dfs0) klik ok.
Muncul tampilan new file lalu pilih blank time series lalu klik ok. Sehingga muncul tampilan berikut ini:
Selanjutnya pada kotak dialog file properties, pada title tulis nama file contoh boundary condition. Selanjutnya pada axis type pilih equidistant calendar axis. Lanjut pada start time tuliskan tanggal awal pengukuran atau nilai pasut pada waktu yang pertama, contoh:
Format waktu nya bulan/tanggal/tahun (hasil dfs0 dan saat setting). Maka start time masukan 1/1/2014 jamnya 00.00.00 AM. Pada time step nya masukan 01.00.00 (1 jam) karena data pasut perjam dan pada no. of time step masukan angka menyesuaikan dengan banyaknya jam dalam jumlah hari data pasut kita. Contoh data kita selama 4 hari maka 4 hari = 96 jam sehingga pada no. of time step masukan 96 jam.
Selanjutnya pada item information, pada kolom 2 tulis nama stasiun pengukuran contoh ‘’titik 1’’, pada kolom 3 masukan tipe jenis data (water depth). lalu klik OK. Sehingga nanti dalam boundary condition dalam modul hydrodinamika specified level nya kita masukan varying in time and constan along boundary, artinya dalam satu line open boundary data pasut yang kita masukan adalah data pasut yang memiliki nilai pasut yang konstan sepanjang line open boundary namun bervariasi terhadap waktu atau terjadi perubahan angka setiap jamnya.
Selanjutnya kita tinggal memasukan nilai pasut yang sudah kita susun dalam excel. Copy data dalam excel – klik pada cell Titik 1 (meter) dingga terblok hitam lalu klik edit dan paste.
Lalu save file. File – save as – pada kotak dialog specified nama format .dfs0 b. Profile series editor (dfs1)
apabila data memiliki lebih dari 1 koordinat pengukuran pasut maka mike zero pilih profile series. Sehingga muncul box dibawah dan pilih blank T1 Document. Lalu ok.
Sehingga muncul kotak dialog file properties. Selanjutnya pada kotak dialog file properties, pada title tulis nama file contoh boundary condition. Selanjutnya pada axis type pilih equidistant calendar axis. Lanjut pada start time tuliskan tanggal awal pengukuran atau nilai pasut pada waktu yang pertama, contoh:
Format waktu tanggal/bulan/tahun (hasil dfs1) dan bulan/tanggal/tahun (saat setting). Maka start time masukan 1/1/2014 jamnya 00.00.00 AM. Pada time step nya masukan 3600 s karena data pasut perjam dan pada no. of time step masukan angka menyesuaikan dengan banyaknya jam dalam jumlah hari data pasut kita. Contoh data kita selama 4 hari maka 4 hari = 96 jam sehingga pada no. of time step masukan 96 jam. Sehingga saat pada modul hidrodinamika maka specified levelnya kita masukan varying in time and along boundary, artinya disini dalam 1 line open boundary terdapat beberapa vertice yang menyatakan titik koordinat yang masing-masing titik memiliki nilai pasut sendiri dan nilai pasut di setiap koordinat juga bervariasi terhadap waktu sehingga dalam satu line open boundary nilai pasut bervariasi setiap vertice dan bervariasi setiap jam nya. Sehingga nilai number of grid point nya kita masukan berapa banyak jumlah point dalam satu line open boundary yaitu total vertice+node, jumlah grid ini bisa kita cek melalui draw arc lalu kita klik pada line open boundary lalu klik kanan – redistribute vertice – lihat pada set number of vertice as. grid stepnya kita masukan nilai jarak antar vertice ke vertice. Grid step bisa kita lihat juga pada redistribute vertice – set distance as.
Contoh lain:
Open boundary
Contoh 1. Open boundary hanya dibatasi oleh 2 node / 1 line, maka number of grid point = 2, dan grid stepnya adalah jarak dari node selatan ke node utara.
Open Boundary
Contoh 2. Dalam 1 open boundary terdapat beberapa titik koordinat atau beberapa vertice sehingga setiap vertice dapat kita cari nilai pasutnya sendiri, maka number of grid point = 7, dan grid stepnya adalah jarak antara point. Node – vertice, vertice – vertice, vertice – node. Sehingga di usahakan jarak antar vertice dan node itu sama. Saat pembuatan mesh jaraknya harus di atur saat redistribute vertice.
Selanjutnya pada item information, pada kolom 2 tulis nama stasiun pengukuran contoh ‘’titik 1’’, pada kolom 3 masukan tipe jenis data (water depth). Lalu insert untuk menambah informasi stasiun. Lalu klik ok.
Contoh hasil data dalam profile series. Nilai pasut pada titik koordinat A masukan dalam kolom 0 dan titik koordinat B masukan pada kolom paling ujung. Missal number of grid point kita 10 maka stasiun 2 masukan pada kolom 10. Lalu di antara dua nilai itu kita interpolasi. Namun apabila semua titik kita memiliki datanya makanya bisa kita masukan semuanya tanpa harus interpolasi.
Tahap awal grid series:
Merubah data pts menjadi xyz melalui mike :
Seperti biasa kita menggunakan mesh generator lalu input data boundary, garpan dan batimetri format pts.
Contoh diatas boundary dan batimetri telah kita masukan.
Selanjutnya menggunakan select arc kita klik pada boundary atau garis pantai lalu klik kanan – export xyz, maka muncul kotak dialog seperti diatas. pilih symbol diatas untuk memilih lokasi
Lalu buat nama dan pilih open.
Sedangkan untuk batimetri adalah sebagai berikut:
Pilih data – reduce scatter data set
Maka muncul tampilan kotak dialog diatas. pilih limit scatter ………… Lalu pilih output scatter file untuk memilih lokasi penyimpanan.
Lalu pilih save.
Setelah selesai klik ok
Gambar di atas adalah setelah di klik apply. Maka bati kembali ke bentuk semula
Gambar diatas setelah menjadi format xyz
Selanjutnya buka data boundary dan bati seperti biasa dengan format xyz.
Data format xyz sangat penting untuk inputan batimetri (.batsf) untuk inputan model dengan domain grid cell/finite elemen.
Untuk mengeksport data xyz masuk kedalam excel: Klik icon format .xyz 2 kali.
Membuat boundary condition agar setengah lingkaran : Seperti biasa kita masukan garis pantai atau digit garis pantai.
Selanjutnya kita dengan menggunakan draw arc buat boundary condition dengan menghubungkan node awal tarik ke atas dan buat cukup 2 titik seperti gambar dibawa. Posisi dari 2 titik kita bisa atur dengan move point agar hasil lingkaran lebih mendekati lingkaran.
Selanjutnya kita pilih select arc lalu klik kanan pilih redistribute vertice – untuk tahap awal set number of vertice as isi 10 lalu ok.
Maka hasil akan terlihat seperti gambar dibawah. Selanjutnya kita dapat mengatur kembali jumlah vertice pada boundary condition sesuai dengan yang kita inginkan dengan mengaturny pada redistribute vertice.
Mengatur workspace pada mesh generator :
lalu atur nilai x dan y dari workspace. Contoh nilai minimal sumbu x sebelah kanan 108.440 ganti agar lebih lebar misal 108.70. lalu klik ok
Perhatikan dalam mendefinisi boundary condition antara land dan open.. perhatikan warna code nya. Dalam 1 code dari node ke node lain warna harus sama karena satu code kita akan
menginput nilai boundary condition masing-masing.
Triangulate tidak akan berhasil apabila dalam satu line terdapat overlay nodestring atau point. Setiap triangular mesh elemen mewakili 1 nilai hasil interpolasi. Setiap segitiga memiliki 1
nilai. Sehingga setiap lebar elemen yang kita atur luasnya akan pengaruhi cakupan nilainya. Setiap parameter dalam modul inputannya bisa berupa constant ataupun specified dimana:
Time series = untuk memberikan boundary condition yang hanya bervariasi terhadap waktu, tidak hanya tidal tp juga bisa wind atau wave. Untuk spetrl wave initial condition dimasukan water level secara time series. Sedangkan boundary conditionnya dimasukan nilai parameter gelombangnya. Bisa juga lateral BC. (dfs0)
profile series = untuk memberi boundary condition yang tidak hanya bervariasi terhadap waktu tp juga terhadap ruang terutama dalam 1 line atau 1 boundary. (dfs1)
Grid series = untuk membuat grid atau batimetri atau mesh lebih spesifik biasanya nilainya lebih linier atau lateral tp bisa juga untuk membuat BC wind yaitu kondisi angina berdasar grid. Lebih untuk ke proses di pantai (dfs2), untuk NSW, mike21 flow model, litpack.
Pada dasarnya fleksible mesh hanya untuk mike21 2D flow model fm, mike21 3D flow model fm, dan mike21 spectral waves.
Untuk mengedit data time, profile atau grid series yang sudah jadi, klik edit – properties – lakukan edit pada file properties.
Mike zero toolbox dan mike21 toolbox berbeda. Perbedaannya mike21 toolbox berisi semua nilai untuk inputan yang nilainya hasil ramalan mike. Mike zero toolbox berisi untuk segala data pendukung yang sifatnya untuk seluruh program mike. Mike11, mike21, mike she, dll.
Belajar mike:
1. tutorial di file comed (video klause dan dari youtube, exercise, pdf, ppt, dll) 2. telusuri mike help di software
3. buka di local disc C - program file ( mike DHI)