B. Tema Wawancara
10. Mengucapkan terima kasih atas berlangsungnya wawancara
136 Lampiran 10. Hasil Pedoman Lembar Wawancara
PEDOMAN WAWANCARA
A. Data Umum
Nama Guru : Ibu Eko Pratiwiningsih, S.Pd,M.Pd Tanggal Wawancara : 30 Maret 2022
1. Apakah bapak/ibu selalu mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebelum melaksanaan pembelajaran daring pada mata pelajaran ekonomi ?
Ibu Eko : Untuk penyusunan RPP wajib setiap awal tahun pembelajaran, RPP sebagai pedoman kegiatan pembelajaran di kelas apa yang nanti akan dilakukan, materinya sampai di mana, langkah-langkahnya seperti apa jadi nanti tercover di RPP termasuk juga evaluasi penilaian karena di RPP ada semuanya.
2. Apakah bapak/ibu menggunakan RPP Merdeka belajar ?
Ibu Eko : Semenjak pak Nadiem menjadi mendikbud RPPnya dibuat sesimpel mungkin jadi tidak ada pedoman seperti apa membuat RPP dan itu adalah salah satu bukti yang penting guru itu membuat RPP sesuai kebutuhan. Ada point-point di RPP yang memang harus dipenuhi seperti tujuan pembelajarannya apa, materinya apa, evaluasinya bagaimana, tidak seperti RPP yang dulu, yang penting ada tujuan pembelajaran, materinya apa, model evaluasi dan penilaiannya seperti apa.
3. Apakah ada hal yang berbeda dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merdeka belajar daring dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) konvesional?
Ibu Eko: Jelas ada perbedaan. RPP lama/RPP konvensional terdiri dari berlembar-lembar, sehingga di mata pelajaran ekonomi misalnya ada 13 KD di kelas X ketika diprint bisa menghabiskan kertas1 rim lebih. Kalau merdeka belajar lebih simpel. Cuma satu lembar saja.
4. Bagaimana langkah-langkah pengembangan RPP sesuai kebijakan yang berlaku selama masa pandemi pada mata pelajaran ekonomi ?
Ibu Eko : Kita sesuaikan dengan keadaan, karena tidak memungkinkan seluruh siswa masuk selama masa pandemi kadang-kadang berdasarkan situasi dan kondisi kebijakan yang diambil berdasarkan dengan kebijakan pemerintah dalam hal ini adalah pemerintah daerah, artinya ketika 50%
shift 1 shift 2 awalnya dimasa pandemi dulu memang agak kaget ketika menyusun RPP karena bingung pada bulan maret tahun 2020, sekolah sudah menyiapkan RPP konvensional terus pada bulan maret harus daring 100% dan itu sudah tentu merubah strategi terutama dalam kegiatan pembelajaran (lebih kepada pengubahan startegi), strategi itu berubah lagi ketika 50% boleh tatap muka, 50% daring. Di RPP juga harus mencakup kepentingan seluruh siswa baik yang tatap muka maupun yang daring pada waktu itu, kemudian berubah lagi ketika boleh tatap muka 100% walaupun kemarin hanya sebentar saja melihat situasi dan kondisi. Kemudian sekarang ada kebijakan lagi. Ada 2 shift yaitu sesi pagi dan sore. Itu yang perlu dirubah adalah strateginya jadi ketika mengembangkan RPP strategi kegiatan pembelajaran dirubah. Sebagai guru harus bisa merubah strategi-strategi itu meskipun secara konsep sudah disiapkan daring 50% atau 100%.
5. Media/Aplikasi apa sajakah yang digunakan dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran ekonomi yang sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ?
Ibu Eko: Menggunakan G-Classroom, sesungguhnya banyak aplikasi-aplikasi yang sama artinya platfrom yang bisa digunakan untuk daring.
Hanya menyesuaikan dengan kondisi siswa dan kebetulan di kementrian sudah menyiapkan akun belajar id baik untuk guru maupun siswa sehingga saya putuskan menggunakan G-classroom sehingga ketika nanti dipembelajaran daring disitu sudah komplit ada google meetingnya, jadi kalau kita mau butuh ketemu di kelas virtual kita pakai google meeting kemudian kalau tugas, penilaian ataupun juga menyampaikan materi yang tadi sudah dibahas di google meet kita sampaikan di google classroom.
Saya jarang menggunakan zoom karena dipertimbangkan dengan kestabilan jaringan. Google meet lebih ringan daripada zoom. Zoom itu berat membutuhkan koneksi yang lebih stabil daripada zoom. Kasian anak-anaknya. Aplikasi kalau sudah google classrom sudah tercover di itu semua. Kalau kita mau mengajak semua siswa zoom juga agak kasian karena tidak semua siswa mempunyai hp yang memadai yang bisa digunakan untuk menggunakan zoom. Ini meminimalisir agar semua dapat mengikuti pembeljaran dengan baik.
6. Menurut bapak/ibu pembelajaran daring selama masa pandemi pada mata pelajaran ekonomi sudah sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)?
Ibu Eko: Di strategi, kadang kita memang harus mengubah strategi. Jadi bagaimana pun juga kadang-kadang memotivasi siswa itu agak susah karena ketika daring pasti ada siswa yang tidak terjangkau oleh guru jadi pasti ada yang terlepas dari guru. Misalnya dibutuhkan kontrol yang tepat
dari guru. Kalau saya hanya ke situ saja. Masalah sesuai atau tidak.
Pedoman itu bisa mungkin dilaksanakan. RPP berarti pedoman kita mengajar, bisa saja dilaksanakan 100% kadang 75%, itu menyesuaikan kondisi.
7. Apakah ada kendala dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran ekonomi ?
Ibu Eko: Dulu memang mengalami kendala. Namun sekarang sudah terbiasa. Kalau dulu memang agak tergagap, apalagi melihat kondisi siswa itu juga sambutannya kadang-kadang juga beda ketika kita ketemu di kelas dengan di virtual. Selalu memunculkan ide-ide bagaimana menyusun RPP supaya sesuai dengan kondisi pandemi di KBM daring.
8. Apakah bapak/ibu pernah melakukan metode pembelajaran daring sebelumnya pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Baru sejak pandemi saya melakukan pembelajaran daring, kalau dulu tatap muka sehingga jarang digunakan. Paling ketika presentasi menggunakan IT terbatas. Jadi hikmahnya ketika pandemi, khususnya saya yang dulunya meminta tolong ke orang lain namun dengan adanya pandemi jadi lebih mengembangkan diri.
9. Bagaimana pendapat bapak/ibu tentang metode pembelajaran daring selama masa pandemi pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Metodenya tergantung guru, gurunya mau atau tidak menyesuaikan, kan guru memang harus mau selalu belajar,kalau tidak mau belajar tidak usah jadi guru. Jadi, metode pembelajaran daring itu sebetulnya sama dengan metode pembelajaran tatap muka hanya memang
kita butuh mengembangkan eksplor diri lebih dalam lagi supaya kegiatan dalam kelas virtual lebih lancar.
10. Menurut bapak/ibu, apakah kelebihan dan kekurangan metode pembelajaran daring selama masa pandemi pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Kelebihannya banyak, kekurangannya juga banyak.
Kelebihannya keiatan pembelajaran bisa dilakukan di mana saja, ketika daring tidak mengikat harus di mana atau ada di suatu tempat, hanya yang dibutuhkan adalah koneksi internet yang stabil, kuota. Kekurangannya kalau bagi saya, saya tidak mengontrol siswa, jadi ada dari siswa yang tidak bisa saya jangkau kaya misalnya bagaimana ketika pembelajaran tatap muka, saya bisa mengontrol terutama di attitude siswa, tingkah laku di bagaimana cara mereka berpakaian, kedispilinan dan tanggung jawab tapi kalau di daring agak kesulitan karena kadang-kadan siswa itu hp saja yang on, merekanya tidak tau ke mana. Sementara di tatap muka ketika siswa tidak ada, saya bisa mencari.
11. Hambatan apa saja yang bapak/ibu temui dalam perencanaan pembelajaran daring selama masa pandemi pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu eko: Bagi saya tidak ada hambatan, karena saya punya komunitas teman-teman yang selalu support sehingga ketika saya kesulitan saya kita akan diskusikan bersama, jadi kalau hambatan yang besar tidak ada. Cuma hambatan ketika menggunakan laptop, misalnya saat kegiatan pembelajaran daring laptop tiba-tiba laptop eror.
12. Solusi apa saja yang bapak/ibu lakukan dalam perencanaan pembelajaran daring selama masa pandemi pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Solusinya GCR tetap berfungsi, jadi ketika laptop tidak berfungsi ada hp yang bisa kita gunakan, makannya dituntut sekarang meskipun saya guru saya juga butuh hp yang ramnya besar, untuk menjembatani ketika ada trouble di laptop.
Pelaksanaan Pembelajaran
1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19 pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Kalau bagi saya pelaksanaannya lancar karena ketika siswa bilang tidak punya kouta, beberapa kali lalu permendikub sudah menyiapkan kuota sehingga kalaupun ada kekuranga sedikit wajarlah orangtua menambahkan sedikit tapi tidak banyak, kalau hambatan lebih ke motivasi siswa yang susah di kontrol misalnya hpnya on anaknya ke tempat lain
2. Apa saja point utama dan terpenting dalam pelaksanaan pembelajaran daring selama masa pandemi covid-19 pada mata pelajaran ekonomi ? Ibu Eko: Pointnya adalah bagaimana tetap kegiatan pembelajaran bisa berlangsung dengan sesuai dengan yang direncanakan kemudian bagaimana tetap etika tetap tertanam dalam diri siswa, sama seperti ketika pembelajatan saat tatap muka di kelas, itu point penting yang harus dicapai selain point penting dalam mata pelajaran, kompetensi dasar misalnya yang harus dikuasi siswa tapi semenjaknya pandemi ada kebijakan dari kemendikbud tentang struktur kurikulum atau kompetensi dasar yang harus diberikan siswa diusahakan tidak memberatkan siswa ketika dalam pandemi. Jadi silabusnya ada tapi ada penyederhanaan silabus, ada
penyederhanaan kompetensi dasar ketika tatap muka 100% dengan musim pandemi ada yang berbeda. Terkait mengaktifkan on came menyesuaikan dengan guru yang lain.
3. Bagaimana menciptakan keterlaksanaan pembelajaran daring yang ideal selama masa pandemi covid-19 pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Lebih kepada mendekati ideal karena kan dengan segala keterbatasannya, kelebihan dan kekuran, plus minus yang ada dalam pembelajaran daring, kita susah mencapai kondisi yang ideal sementara struktur kurikulum pun atau struktur silabus diturunkan, kenapa kita harus menuntut siswa seperti ditatap muka ?
4. Apakah keterlaksanaan kegiatan pembelajaran daring mampu meningkatkan produktivitas belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Jadi siswa itu terbagi menjadi dua, kubu siswa yang pintar dan kurang pintar. Jadi kalau saya bilang itu kurang pintar, itu sebenarnya tidak adil karena kita tidak boleh menjudge siswa pintar dan tidak pintar tapi faktanya adalah yang secara akademik tidak berpengaruh dengan adanya pembelajaran daring jadi dia tetap survive tetap mau belajar dan sehingga dalam penilaian itu termasuk juga produktif tapi dengan adanya pembelajaran daring juga ada siswa yang butuh motivasi lebih, suntikan motivasi lebih dari guru, orang tua dan juga termasuk dalam hal ini bagaiamana dia bisa mencapai produktivitas belajar yang dikehendaki.
5. Apakah pelaksanaan pembelajaran daring sama bagusnya dengan pembelajaran tatap muka pada mata pelajaran ekonomi ?
Ibu Eko: Saya tidak bisa bilang bagus atau tidak bagusnya karena tergantung kesiapan infrastruktur juga dalam. Kalau di SMA 2 ini selalu berusaha untuk sama kualitasnya antara daring dan tatap muka, meskipun secara pribadi saya lebih suka tatap muka daripada daring, karena saya bisa menjangkau siswa saya ketika tatap muka langsung secara fisik bisa menjangkau lebih gampang berbicara dari hati kehati daripada lewat kelas daring.
6. Bagaimana cara mewujudkan pembelajaran daring efektif dan menyenangkan pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Kalau saya kadang selingan, jadi bermain game kemudian ice breaking dengan anak-anak jadi tidak meluluh diberi atau dicecar dengan materi pembelajaran.
7. Bagaimana penguasaan penggunaan aplikasi dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Kalau saya tidak masalah, jadi bukan hal yang masalah.
Kebetulan dulu ketika masih tatap muka saya sering belajar IT dengan teman-teman dari Balai Tekkomdik DIY, kemudian untuk media pembelajarannya saya sering ikuti diklat di Seameo Seamolec di Jakarta.
Jadi, bagi saya itu bukan hambatan.
8. Bagaimana penguasaan media pembelajaran pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Ya seperti tadi, hubungan dengan penggunaan aplikasi jadi itu juga bukan masalah
9. Bagaimana sikap guru dalam menghadapi pembelajaran daring pada mata pelajaran ekonomi ?
Ibu Eko: Bagi saya pribadi, saya itu terpaksa harus menurunkan idealisme saya ketika saya harus mengajar menghadapi pembelajaran daring, karena kan sebelumnya sebetulnya kalau idealisme siswa harus menguasai apa yang kita ajarkan, kita diskusikan, kemudian semua harus dengan prinsip ketuntasan belajar itu masing-masing tetap harus tuntas hanya waktu yang membedakan. Tapi pada waktu ini harus diberi, dicari solusinya. Karena dalam pembelajaran daring itu ada pemotongan banyak sekali jam. Jadi, yang dari untuk kelas XI dan XII 4 jam mata pelajaran ekonomi kan hanya dijadikan 2 jam pelajaran ekonomi itupun tidak penuh. Jadi hanya misalnya satu jam itu 25 menit , kadang-kadang ada kebijakan dari pemerintah 1 jam jadi 30 menit sehingga tidak bisa materi yang bisa kita berikan 90 menit terpotong jadi 50 menit atau 60 menit jadi itu kan berarti sekali ternyata. Jadi tetap harus menyesuaikan diri dengan kondisi dan situasi.
10. Apa saja harapan guru untuk pelaksanaan pembelajaran daring pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Kalau saya harapannya tatapan muka soalnya, pandemi segeralah berlalu sehingga bisa tatap muka, sehngga bisa menjangkau siswa karena kalau kelamaan daring itu juga ada learning lost, ada proses belajar yang hilang dari siswa. Dipenguasaan pengetahuan juga begitu jadi kalau di kelas virtual itu ditanya sudah, didaring kan ketika dijelaskan sudah ketika tatap muka kemarin dijelaskan apa. Termasuk juga ketika siswa mencatat
itu kan kalau di daring ada GCR semua materi sudah di GCR, jadi tidak mau menulis mereka andalkan di GCR. Padahalkan daya ingat itu akan lebih tertancap kuat kalau ketika kita menulis daripada ketika kita membaca.
11. Apa saja kompetensi yang perlu diperbaharui oleh guru dalam pembelajaran daring pada mata pelajaran ekonomi ?
Ibu Eko: Bagi saya semuanya kompetensi akademik iya karena bagaimana pun juga ilmu pengetahuan itu selalu berkembang, berubah. Ekonomi juga itu termasuk ilmu yang selalu berkembang,kemudian dibidang IT penguasaan ilmu teknologi itu juga harus mengingat sekarang itu banyak sekali plat from- plat from teknologi yang baru yang ketika melihat dan mempelajari itu agak tergangga. Kemudian juga kompetensi sosial, terutama didalam menghadapi siswa itu juga guru harus ditingkatkan, harus lebih bijak menghadapi siswa. Bagaimana ketika pembelajaran daring itu diterapkan harus lebih peduli.
12. Bagaimana cara guru untuk menumbuhkan perhatian dan meningkatkan minat belajar siswa selama pembelajaran daring berlangsung pada mata pelajaran ekonomi ?
Ibu Eko: Lewat ice breaking virtual cuma mainnya simple saja.
13. Apakah banyak siswa yang absen saat terlaksanannya pembelajaran daring dari rumah? Bagaimana cara mengatasinya?
Ibu Eko: Biasanya kalau anak SMA 2 itu sudah lebih bagus ketika daring, mereka tidak ikut biasanya izin jadi saya bisa mengontrol berapa yang
absen. Biasanya daring ada yang alasan ketiduran, sakit tapi tetap lebih banyak yang ikut daripada yang absen
14. Hambatan apa saja yang bapak/ibu temui dalam pelaksanaan pembelajaran daring selama masa pandemi pada mata pelajaran ekonomi? Solusi apa yang dilakukan mengatasi hambatan?
Ibu Eko: Saya tidak merasa itu sebagai sebuah hambatan jadi hambatan apa saja itu adalah bagi saya tantangan bagaimana saya mengatasi hambatan itu sehingga menjadi sebuah peluang untuk kelancaran daring.
Jadi misalnya siswa itu badmood tidak mau ikut pembelajaran daring, bagaimana saya memotivasi siswa. Biasanya saya dekati secara pribadi, lewat japri saya ajak ngobrol menanyakan alasan kenapa tidak ikut, tapi kalau suatu saat pernah ada yang bilang hambatannya pulsa, kuota data saya tidak mungkin membelikan tapi kalau ada hambatan yang kaya begitu biasanya konfirmasi ke saya tidak bisa karena kuota data.
15. Apa saja tantangan guru dalam pelaksanaan mengajar pembelajaran daring pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Tantangannya banyak bagaimana menumbuhkan minat siswa untuk belajar ketika mereka ada diluar jangkauan saya.Saya anggap ketika daring itu mereka ada diluar jangkauan saya karena kan saya tidak ketemu secara fisik. Bagaimana mereka memotivasi untuk tetap mau belajar.
16. Bagaimana guru membangun interaksi antara siswa dengan siswa, siswa dengan guru, guru dengan sesama guru ?
Ibu Eko: Kalau saya sama ketika tatap muka, melempar pertanyaan dari siswa ke siswa yang lain. Kadang-kadang memang perlu dipanggil kalau
pas daring kaya gini tapi kalau tatap muka biasanya ada yang tunjuk muka tapi ada juga yang ketika dilontrakan pertanyaan diskusi mereka mau dan itu saya jumpai disebagian besar siswa. Kalau guru dengan guru bagi saya yang secara IT bukan masalah menjadi justru bermasalah ketika saya berhadapan dengan sesama guru karena pernah saya pindah dari artinya ada pergeseran jam/kelas yang diampuh. Ini fakta yang saya tunjukan yang bisa ditemukan seluruh Indonesia. Jadi misalnya sekarang saya mengampuh kelas XI IPS kemudian karena ada guru baru terus GCR saya dipakai guru yang baru datang itu, saya sudah invite beberapa kali tapi selow respon. Ketika di invite selow respon jadi undangan kaldaluarsa jadi ini yang menjadi masalah sehingga membuang waktu.
Penilaian
1. Apakah bapak/ibu selalu menyusun kisi-kisi sebelum melaksanakan penilaian jarak jauh (online) pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Kalau di SMADA wajib
2. Bagaimana menurut bapak/ibu mengenai penilaian dalam aspek pengetahuan pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Dengan situasi dan kondisi pandemi kaya begini semua serba daring terpaksa ada yang beberapa hal yang diturunkan tingkat kesulitannya bukan dihilangkan tetapi diturunkan saja tingkat kesulitannya, jadi soal yang ketika tatap muka sulit mungkin menjadi sulit sekali ketika pandemi sehingga terpaksa harus menurunkan tingkat kesulitannya.
3. Bagaimana cara bapak/ibu menentukan tujuan penilaian aspek pengetahuan pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Berdasarkan KD biasanya berdasarkan silabus ada kompetensi dasarnya, kemudian nanti juga berdasarkan sebaran materi ini materi a misalnya jadi saya mengajar akuntasi kelas XII misalnya akuntansi sebagai sistem informasi itu sebaran materinya berapa luas/berapa banyak nanti itu menentukan berapa jam tatap mukanya, berapa jam mengajarnya, berapa jam di kelas. Kemudian dari situ baru kita breakdown ini mau dijadikan berapa butir soal.
4. Bagaimana bapak/ibu memilih teknik dalam penilaian aspek pengetahuan pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Inikan biasanya di kisi-kisi sudah ada tujuan pembelajaran, kemudian indikator. Kita buat indikator dari tujuan pembelajaran itu kita buat indikatornya itu seperti apa nanti untuk penilaian pengetahuannya.
5. Bagaimana bapak/ibu menyusun pedoman penskoran penilaian aspek pengetahuan dalam mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Kalau aspek penskoran biasanya sesuai kesepakatan sekolah jadi mau seperti apa itu untuk PTS dan PAS tapi kalau ulangan harian tergantung nanti, kita mau bikin soal pilihan ganda atau soal isian.
6. Bagaimana pelaksanaan penilaian daring selama pandemi berdasarkan prosedur RPP pada mata pelajaran ekonomi?
Ibu Eko: Kalau ini saya agak lebih luwes artinya tidak stuck harus seperti ini tetapi justru disana kedisplinan siswa bagi saya itu bisa tercapai. Saya menggunakan Gfrom kalau untuk penilaian harian kecuali kalau PTS dan
PAS itu ditentukan sekolah. Kalau pakai Gfrom bisa di setting batas waktunya bisa disetting sehingga di sana akan kelihatan siswa yang tepat waktu, kalau sudah menyelesaikan atau yang terlambat diselesaikan.
7. Secara umum bagaimana cara mengaplikasikan teknik penilaian yang telah ditetapkan dalam melaksanakan penilaian aspek pengetahuan?
Ibu Eko: Kalau saya biasanya simpel jadi KD atau tujuan pembelajaran yang mau dicapai itu seperti apa, itu nanti menyesuaikan juga teknik penulisannya apakah penilaiannya menggunakan lisan. Kalau lisan lebih agak susah mengukurnya makanya digunakan dua penguasan kemudian ada evaluasi-evaluasi itu pun nanti modelnya juga ada dua, pilihan ganda dan uraian.
8. Bagaimana cara memulai, memantau, dan menutup berlangsungnya penilaian pembelajaran daring?
Ibu Eko: Kalau untuk harian saya biasanya menggunakan g from. Jadi gfrom itu ada di setting limit batas waktunya. Kalau dari sekolah juga begitu. Sekolah itu pakai g-school jadi PTA sama PTS memantau dari proses kehadiran siswa dari sana diketahui langsung
9. Menurut bapak/ibu apa manfaat dari penilaian dalam aspek pengetahuan dalam pembelajaran daring?
Ibu Eko: Tetap sama seperti tatap muka fungsinya penilaian itu dipembelajaran daring, jadi tetap untuk mengetahui seberapa jauh siswa itu mampu menguasai KD yang sudah ditetapkan. Sehingga itu tetap ada konsep ketuntasannya
10. Apakah setiap akhir penilaian daring bapak/ibu selalu mendapat umpan balik dari peserta didik?
Ibu Eko: Sering, jadi kalau saya open sama anak-anak. Kaya misalnya siswa bertanya merasa bisa tapi kenapa nilai jelek? Jadi itu kita sebagai guru mengoreksi
11. Bagaimana bapak/ibu memastikan bahwa penilaian sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang tercantum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran daring?
Ibu Eko: Dari angka, kalau itu kuantitasnya dari angka kalau soal juga angka jadi ketika siswa itu sesuai dengan kriteria ketentuntasan minimal berarti itu sudah sesuai. Tapi kalau hubungannya dengan akses ketuntasan belajar nilai dibawah KKM bearti itu belum sesuai dengan tujuan pembelajaran. Wajib tuntas sesuai KKM.
12. Hambatan apa saja yang bapak/ibu temui dalam pelaksanaan penilaian aspek pengetahuan?
Ibu Eko: Hambatannya ada pada siswa terkait koneksi internet yang mungkin tidak stabil, harus terlambat masuk atau juga ketika mengikuti itu terlambat apa karena sedang sakit sehingga harus set ulang waktu di g-form begitu juga kalau g-school juga set ulang waktu. Kalau sudah ditutup tidak bisa kerjakan lagi/dibuka.
13. Solusi apa yang bisa bapak/ibu gunakan dalam mengatasi hambatan yang terjadi dalam proses penilaian daring?
Ibu Eko: Iya kita set ulang siswa yang terlambat, misalnya siswa sudah mengerjakan tapi belum selesai sudah ended dengan sendirinya atau siswa