BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
C. Analisis Jalur ( Path Analysis)
2. Menguji dan Memaknai Sub-Struktur II
Persamaan Jalur II (Z= ρx1z X1 + ρx3z X3 + ρyz Y + ρz ε2)
Tabel 4.3 Sub-Struktur II b. Hipotesis Sub-Struktur II Debt Financing (X1) Return on Equity (Y) Non Performing Financing (X3) Return on Assetss (Z)
87 a. H0 : β5 = 0 (debt financing tidak berpengaruh terhadap return
on assets)
Ha : β5 ≠ 0 (debt financing berpengaruh terhadap return on assets)
b. H0 : β6 = 0 (non performing financing tidak berpengaruh terhadap return on assets)
Ha : β6 ≠ 0 (non performing financing berpengaruh terhadap return on assets)
c. H0 : β7 = 0 (return on equity tidak berpengaruh terhadap return on assets)
Ha : β7 ≠ 0 (return on equity berpengaruh terhadap return on assets)
d. H0 : β8 = 0 (debt financing, non performing financing dan return on equity tidak berpengaruh terhadap return on assets) Ha : β8 ≠ 0 (debt financing, non performing financing dan return on equity berpengaruh terhadap return on assets)
c. Koefisien Determinasi Struktur II
Untuk melihat pengaruh variabel debt financing, non performing financing, return on equity dan return on Assets terhadap return on Assets ditunjukkan oleh tabel summary, khususnya pada adjusted R square dibawah ini.
88 Tabel 4.5
Koefisien Determinasi Struktur 2
Besarnya angka adjusted R square adalah 0.609 angka ini digunakan untuk melihat besarnya pengaruh yang dimiliki debt financing, non performing Financing dan return on equity terhadap return on Assets caranya adalah dengan menghitung Koefisien Determinasi dengan rumus:
KD = adjusted r2 x 100% KD = 0.609 x 100% KD = 60.9%
Angka tersebut memiliki arti bahwa pengaruh debt financing, equity financing dan non performing financing terhadap return on equity sebesar 60.9% sedangkan sisanya 39.1% dipengaruhi oleh faktor lain atau variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti capital adequacy ratio, financing to deposit ratio, return on investment , BOPO dan lain-lain
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .793a .628 .609 .32350
89 H. Koefisien Jalur Persamaan II
Dalam penentuan pengaruh variabel penelitian secara keseluruhan didapat nilai koefisien jalur dari penjumlahan seluruh variabel eksogen terhadap variabel endogen. Nilai koefisien jalur (berdasarkan estimate ) variabel debt financing, non performing Financing dan return on equity terhadap return on Assets diolah dengan menggunakan bantuan software SPSS 22. Berikut adalah hasil pengelolaannya.
Tabel 4.6 Koefisien Jalur II
Model Standardized Coefficients Beta 1(Constant) DF -0.415 NPF -0.550 ROE 0.743
a. Dependent Variable: ROA
ρx1Z X1 = -0.415
ρx3Z X2 = -0.550
90 Jadi persamaan analisis jalur yang terbentuk adalah sebagai berikut:
Z = -ρx1Z X1 –ρx3Z X3 + ρyz Z + ρz ε2
Z = -0.415 X1– 0.550 X3 + 0.743 X3 + 0,609 ε2
Angka koefisien residu sebesar 0,688 didapat dari 1-R2√1 -0,628= 0,609
1) Melihat Pengaruh Debt Financing (X1), Equity Financing (X2), Non Performing Financing (X3) secara Parsial Terhadap Return on Equity (Y)
Pengujian hipotesis secara parsial dimaksudkan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh variabel bebas secara parsial terhadap variabel terikat. 0,Hasil hipotesis dalam pengujian ini adalah.
Hasil Uji Parsial (T-Test) Struktur I
a. Menguji signifikan koefisien X1 (debt financing) terhadap Y (return on equity)
91 Tabel 4.7
Koefisien Jalur DF ke ROE
Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 26.209 1.652 15.865 .000 DF .000 .000 -.584 -5.667 .000 a. Dependent Variable: ROE
H0: β1=0 (debt financing tidak berpengaruh terhadap return on equity)
Ha : β1≠0 (debt financing berpengaruh terhadap return on equity)
Membandingkan nilai thitung dengan ttabel
Jika nilai thitung > nilai ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima
Jika nilai thitung < nilai ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak
Dari perhitungan didapat nilai thitung untuk koefisien debt financing adalah 5.667. Dan dengan ttabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α = 0,05, karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari ttabel ,
nilai α dibagi dua menjadi 0,025, dan df= 61 (didapat dari rumus n-2, dimana n adalah jumlah data, 63-2= 61) didapat ttabel adalah 2.000.
92 Oleh karena thitung > nilai ttabel (5.667 > 2,000 ), maka H0 ditolak
dan Ha diterima, sehingga mempunyai kesimpulan yang sama dengan nilai signifikan 0.000 < 0.005, bahwa debt financing berpengaruh signifikan terhadap return on equity.
b. Menguji signifikansi koefisien X2 (equity financing) terhadap Y(return on equity)
Tabel 4.8
Koefisien Jalur EF ke ROE
Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficient s T Sig. B Std. Error Beta (Constant) 28.729 1.520 18.896 .000 EF -.001 .000 -.708 -7.886 .000
a. Dependent Variable: ROE
H0: β2=0 (equity financing tidak berpengaruh terhadap return on equity).
Ha : β2≠0 (equity financing berpengaruh terhadap return on equity).
Membandingkan nilai thitung dengan ttabel
Jika nilai thitung > nilai ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima
Jika nilai thitung < nilai ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak
Dari perhitungan didapat nilai thitung untuk koefisien equity financing adalah 7.886. Dan dengan ttabel bisa dihitung pada tabel
93 t-test, dengan α = 0,05, karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari ttabel , nilai α dibagi dua menjadi 0,025, dan df = 61 (didapat
dari rumus n-2, dimana n adalah jumlah data, 63-2) didapat ttabel
adalah 2,000
Oleh karena thitung > nilai ttabel ( 7,886 > 2,000 ), maka H0 ditolak dan Ha diterima, sehingga mempunyai kesimpulan yang sama
dengan uji t yaitu equity financing berpengaruh signifikan terhadap return on equity.
c. Menguji signifikansi koefisien x3 (non performing financing) terhadap Y(return on equity)
Tabel 4.9
Kofisien Jalur NPF ke ROE
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 29.591 3.385 8.743 .000 NPF -3.410 .941 -.418 -3.626 .001 a. Dependent Variable: ROE
H0: β3=0 (non performing financing tidak berpengaruh terhadap return on equity)
Ha : β3≠0 (non performing financing berpengaruh terhadap return on equity)
94
Membandingkan nilai thitung dengan ttabel
Jika nilai thitung > nilai ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima
Jika nilai thitung < nilai ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak
Dari perhitungan didapat nilai thitung untuk koefisien non performing financing adalah 3.626. Dan dengan ttabel bisa dihitung
pada tabel t-test, dengan α = 0,05, karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari ttabel , nilai α dibagi dua menjadi 0,025, dan df=
61 (didapat dari rumus n-2, dimana n adalah jumlah data, 63-2= 61) didapat ttabel adalah 2,000
Oleh karena thitung > nilai ttabel ( 3.626 > 2,000 ), maka H0 ditolak
dan Ha diterima, sehingga mempunyai kesimpulan yang sama dengan uji t yaitu non performing financing berpengaruh signifikan terhadap return on equity.
d. Menguji signifikansi koefisien X1 (debt financing), X2 (equity financing), X3 (non performing financing) terhadap Y (return on equity)
95 Tabel 4.10
Analisis Varian ( Annova ) Struktur I
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig. 1Regression 1978.069 3 659.356 66.491 .000a
Residual 594.987 60 9.916
Total 2573.055 63
a. Predictors: (Constant), NPF, DF, EF
Pada tabel diatas analsis varian (Anova) struktur I ditampilkan hasil uji F yang dapat dipergunakan untuk menguji model apakah variabel debt financing, equity financing dan non performing financing secara simultan berpengaruh signifikan terhadap return on equity. Pengujian dilakukan dengan uji F, hipotesis yang diajukan:
H0 : β4 = 0 debt financing, equity financing dan non performing financing tidak berpengaruh secara simultan terhadap return on equity.
Ha : β4 ≠ 0 debt financing, equity financing dan non performing financing
berpengaruh secara simultan terhadap return on equity. Jika Fhitung > Ftabel , maka H0 ditolak
Jika Fhitung < Ftabel , maka H0 ditolak
Dari perhitungan didapat nilai Fhitung sebesar 66.491 dengan tingkat signifikansi sebesar 5 % dan df1 = 3 dan df2 = 60, didapat Ftabel = 2.76 karena
nilai Fhitung 66.491 > nilai Ftabel 2.76 maka H0 ditolak Ha diterima atau terdapat kecocokan antara model dengan data. Sehingga dapat disimpulkan
96 bahwa aspek varibel debt financing, equity financing dan non performing financing secara simultan berpengaruh signifikan terhadap return on equity. Sehingga model analisis jalur yang didapatkan layak digunakan untuk memprediksi. Atau jika dilihat pada nilai dengan menggunakan nilai signifikansi, diketahui bahwa nilai sig (0,000 < 0,005) sehingga memiliki kesimpulan yang sama dengan uji F yaitu terdapat kecocokan data.
Gambar 4.3
Struktur 1. Hubungan Kausal X1, X2 danX3 ke Y
2. Melihat Pengaruh Debt Financing (X1), Non Performing Financing (X3) dan Return on Equity (Y) secara Parsial Terhadap Return on Assets (Z) 0.481 ε1 -0.584 -0.708 -0.481 Debt financing (X1) equity financing (X2) Non Performing Financing (X3) Return on Equity (Y)
97 a. Meguji signifikansi koefisien X1 (debt financing) terhadap Z return on assets
H0 : β5 = 0 (debt financing tidak berpengaruh terhadap return on assets)
Ha : β5 ≠ 0 (debt financing berpengaruh terhadap return on assets)
Membandingkan nilai thitung dengan ttabel
Jika nilai thitung > nilai ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima
Jika nilai thitung < nilai ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak
Dari perhitungan didapat nilai thitung untuk koefisien debt
financing adalah 3.591. Dan dengan ttabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α = 0.05, karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari ttabel , nilai α dibagi dua menjadi 0.025, dan df = 61 (didapat
dari rumus n-2, dimana n adalah jumlah data, 63-2) didapat ttabel 2.000
Tabel 4. 11 Koefisien DF ke ROA Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constan t) 2.161 .150 14.404 .000 DF -1.303E-5 .000 -.415 -3.591 .001 a. Dependent Variable: ROA
98 Oleh karena thitung > nilai ttabel (3.591 > 2.000 ), maka H0 ditolak
dan Ha diterima sehingga mempunyai kesimpulan yang sama dengan uji t yaitu debt financing berpengaruh signifikan terhadap return on Assets.
Pada model koefisien didapat nilai signifikan 0.001 < 0.005 maka H0 diterima dan Ha ditolak, sehingga mempunyai kesimpulan
yang berbeda dengan uji t, yaitu debt financing tidak berpengaruh signifikan return on Assets.
b. Menguji signifikansi koefisien X3 (non performing financing) terhadap return on assets.
Tabel 4.12 Koefisien NPF ke ROA Model Unstandardized Coefficients Standardiz ed Coefficien ts T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.942 .252 11.673 .000 NPF -.363 .070 -.550 -5.186 .000 a. Dependent Variable: ROA
H0 : β6 = 0 (non performing financing tidak berpengaruh terhadap return on assets )
99 Ha : β6 ≠ 0 (non performing financing berpengaruh terhadap return on assets )
Membandingkan nilai thitung dengan ttabel
Jika nilai thitung > nilai ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima Jika nilai thitung < nilai ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak
Dari perhitungan didapat nilai thitung untuk koefisien non performing financing adalah 5.186. Dan dengan ttabel bisa dihitung
pada tabel t-test, dengan α = 0.05, karena digunakan hipotesis dua
arah, ketika mencari ttabel , nilai α dibagi dua menjadi 0.025, dan df =
61 (didapat dari rumus n-2, dimana n adalah jumlah data, 63-2) didapat ttabel adalah 2.000
Oleh karena thitung > nilai ttabel (5.186 > 2.000 ), maka H0
ditolak dan Ha diterima, sehingga mempunyai kesimpulan yang sama dengan uji t yaitu equity financing berpengaruh signifikan terhadap return on Assets.
Pada model koefisien didapat nilai signifikan 0.000< 0.005 maka Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga mempunyai kesimpulan,
sehingga mempunyai kesimpulan yang sama dengan uji t yaitu non performing financing berpengaruh signifikan terhadap return on assets.
100 c. Menguji signifikansi koefisien Y (return on equity) terhadap Z (return on assets)
H0 : β7 = 0 (return on equity tidak berpengaruh terhadap return on assets )
Ha : β7 ≠ 0 (return on equity berpengaruh terhadap return on assets)
Membandingkan nilai thitung dengan ttabel
Jika nilai thitung > nilai ttabel maka H0 ditolak dan Ha diterima
Jika nilai thitung < nilai ttabel maka H0 diterima dan Ha ditolak
Dari perhitungan didapat nilai thitung untuk koefisien non
performing financing adalah 8.748. Dan dengan ttabel bisa dihitung pada tabel t-test, dengan α = 0,05, karena digunakan hipotesis dua arah, ketika mencari ttabel , nilai α dibagi dua menjadi 0.025, dan df =
61 (didapat dari rumus n-2, dimana n adalah jumlah data, 63-2) didapat ttabel adalah 2.000
Tabel 4.13
Koefisien ROE ke ROA
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .606 .129 4.702 .000 ROE .060 .007 .743 8.748 .000
101 Oleh karena thitung < nilai ttabel (8.748 > 2.000 ), maka H0
diterima dan Ha ditolak, sehingga mempunyai kesimpulan yang sama dengan uji t yaitu equity financing berpengaruh signifikan terhadap return on Assets.
Pada model koefisien didapat nilai signifikan 0.000< 0.005 maka Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga mempunyai kesimpulan,
sehingga mempunyai kesimpulan yang sama dengan uji t yaitu return on equity berpengaruh signifikan terhadap return on Assets.
d. Menguji signifikansi koefisien X1 (debt financing), X3 (non performing financing), Y (return on equity) terhadap Z (return on assets)
Z = -ρx1Z X1 –ρx3Z X3 + ρyZ Y + ρZ ε2
Tabel 4. 14
Analisis Varian ( Annova ) Struktur II
Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1Regression 10.603 3 3.534 33.77
4
.000a
Residual 6.279 60 .105
Total 16.882 63
a. Predictors: (Constant), ROE, NPF, DF b. Dependent Variable: ROA
102 Pada tabel diatas analisis varian ( Annova ) struktur II ditampilkan hasil uji F yang dapat dipergunakan untuk menguji model apakah variabel debt financing, non performing Financing dan return on equity secara simultan berpengaruh signifikan terhadap return on Assets. Pengujian dilakukan dengan uji F, hipotesis yang diajukan:
Ho : β8 = 0 variabel debt financing, non performing financing dan return on equity tidak berpengaruh secara simultan terhadap return on Assets. Ha : β8 ≠ 0 variabel debt financing, non performing Financing dan return on equity berpengaruh secara simultan terhadap return on Assets.
Pengambilan keputusan berdasarkan perbandingan nilai Jika Fhitung > Ftabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima
Jika Fhitung < Ftabel, maka H0 diterima Haditolak
Dari perhitungan didapat nilai Fhitung sebesar 33.774 dengan
tingkat signifikan sebesar 5% dan df1= 3 dan df2 = 60, didapat Ftabel = 2.76 . Karena nilai Fhitung (33.774) > Ftabel (2.76) maka H0 ditolak dan Ha
diterima atau terdapat kecocokan antara model dan data. Sehingga disimpulkan bahwa aspek variabel debt financing,equity financing secara simultan beroengaruh signifikan terhadap return on Assets. Sehingga model analisis jalur yang didapatkan layak digunakan untuk memprediksi. Atau jika dilihat dengan nilai dengan menggunakan nilai signifikansi, diketahui bahwa nilai signifikan (0.000 < 0.005 ) sehingga memiliki
103 kesimpulan yang sama dengan Uji F yaitu terdapat kecocokan antara model dan data.
Gambar 4.5
Model Jalur Path Struktur II
Tabel 4.15 Koefisien Jalur
DF EF NPF ROE ROA DF Pearson Correlation 1 .975** -.029 -.584** -.415** Sig. (2-tailed) .000 .823 .000 .001 N 64 64 64 64 64 EF Pearson Correlation .975** 1 .167 -.708** -.535** Sig. (2-tailed) .000 .187 .000 .000 N 64 64 64 64 64 0,688 ε2 -0.415 -0.550 0.743 Debt Financing( X1) Non Performing Financing (X2) Return on Equity (Y) Return on Assetss ( Z )
104 NPF Pearson Correlation -.029 .167 1 -.418** -.550** Sig. (2-tailed) .823 .187 .001 .000 N 64 64 64 64 64 ROE Pearson Correlation -.584** -.708** -.418** 1 .743** Sig. (2-tailed) .000 .000 .001 .000 N 64 64 64 64 64 ROA Pearson Correlation -.415** -.535** -.550** .743** 1 Sig. (2-tailed) .001 .000 .000 .000 N 64 64 64 64 64
**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui nilai korelasi antara variabel. Angka koefisien korelasi positif (+) menunjukkan bahwa hubungan antara kedua variabel tersebut bersifat positif terbalik, artinya peningkatan satu variabel akan diikuti oleh peningkatan variabel lain. Artinya jika nilai variabel X tinggi, maka nilai variabel Y akan tinggi pula. Sebaliknya, jika koefesien korelasi negatif (-), maka kedua variabel mempunyai hubungan terbalik. Artinya jika nilai variabel X tinggi, maka nilai variabel Y akan menjadi rendah dan berlaku sebaliknya:
0 : Tidak ada korelasi antara dua variabel >0 – 0,25 : Korelasi sangat lemah
>0,25 – 0,5 : Korelasi cukup >0,5 – 0,75 : Korelasi kuat
105 >0,75 – 0,99 : Korelasi sangat kuat
1 : Korelasi sempurna
Untuk pengujian lebih lanjut, maka diajukan hipotesis sebagai berikut:
Ho : tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dua variabel Ha : terdapat hubungan yang signifikan antara dua variabel
Pengujian berdasarkan uji probabilitas akan diterima apabila nilai probabilitas lebih dari 0,05 maka H0 diterima dan jika nilai probabilitas kurang dari 0,05 maka H0 ditolak.
Tabel 4.16 Koefisien Korelasi
Hubungan Kofisien
korelasi
Kategori Nilai sig. Kesimpulan
Return on Equity (Y) dengan debt financing (X1)
-0.584 Kuat 0.000 Signifikan
Return on Equity ( Y ) dengan equity financing (X2
)
-0.708 Kuat 0.000 Signifikan
Return on Equity ( Y ) dengan Non Performing Financing ( X3)
106 Berdasarkan hasil pengujian diatas, diketahui bahwa hanya 2 variabel yang memiliki hubungan yang tidak signifikan yaitu hubungan antara Equity Financing (X2 ) dengan Non Performing Financing ( X3 ) dan Debt Return on Assets ( Y2 )
dengan Debt Financing (X1 )
-0,415 Cukup 0.001 Signifikan
Return on Assets ( Y2 )
dengan Non Performing Financing ( X3 )
-0,550 Kuat 0.000 Signifikan
Return on Assets (Y2 )
dengan Return on equity (Y)
0.743 Kuat 0.000 Signifikan
Debt Financing (X1 )
dengan Non Performing Financing ( X3 ) -0,029 Sangat Lemah 0,823 Tidak Signifikan Equity Financing (X2 )
dengan Non Performing Financing ( X3 ) 0,167 Sangat Lemah 0,187 Tidak Signifikan
107 Financing (X1 ) dengan Non Performing Financing ( X3 ) karena nilai
probabilitasnya lebih besar dari 0,05 sedangkan hubungan yang lainnya signifikan karena memiliki nilai probabilitasnya lebih kecil 0,05 .