• Tidak ada hasil yang ditemukan

Meningkatkan Penguatan Sumber Daya Organisasi

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

Peningkatan kualitas SDM serta sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan pengelolaan keuangan dan barang daerah Terwujudnya kualitas SDM yang profesional Terpenuhinya Sarana dan Prasarana Aparatur yang memadai dan

sesuai dengan

kebutuhan daerah

Meningkatkan tata tertib pengelolaan dan pendayagunaan aset daerah Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kinerja DPKBD Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana penunjang kinerja DPKBD

Melakukan survey awal kebutuhan sarana dan prasarana penunjang kinerja DPKBD Terwujudnya pengelolaan keuangan dan Terlaksananya prinsip-prinsip pengelolaan keuangan dan barang

Meningkatkan

pemahaman dan

IV-9

Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan

barang daerah

DPKBD yang

akuntabel

daerah yang baik dan

sesuai aturan berdasarkan best practice informasi Meningkatnya kepuasan klien (SKPD dan masyarakat) atas pelayanan DPKBD Pelaksanaan survey kepuasan klien (SKPD dan masyarakat) Melaksanakan implementasi reformasi birokrasi berdasarkan arahan Menteri PAN dan RB

Strategi 1

Dalam rangka terwujudnya sistem perencanaan keuangan daerah yang transparan dan efektif yang berorientasi kepada anggaran kinerja dibutuhkan strategi peningkatan ilmu pengetahuan aparatur dalam pengelolaan keuangan dan barang daerah dengan kebijakan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan aparatur atas peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Strategi 2

Dalam rangka terwujudnya penatausahaan keuangan daerah yang tertib dan lengkap sesuai aturan dibutuhkan strategi peningkatan kualitas perencanaan, pengelolaan, administrasi penatausahaan, pertanggungjawaban keuangan daerah dengan kebijakan meningkatkan kualitas sumber daya serta koordinasi dengan Pemerintah Pusat terutama Kementerian yang mengeluarkan kebijakan mengenai pengelolaan keuangan.

Strategi 3

Dalam rangka terwujudnya pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang akuntabel dibutuhkan strategi peningkatan tertib dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dengan kebijakan meningkatkan kualitas sumber daya aparatur yang mampu melakukan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang akuntabel.

Strategi 4

Dalam rangka terwujudnya perencanaan pengadaan barang daerah yang akurat dibutuhkan strategi peningkatan kualitas

IV-10 perencanaan pengadaan barang daerah dengan kebijakan (1) Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan aparatur atas peraturan perundang-undangan yang berlaku dan (2) Tersedianya data yang terinci mengenai inventarisasi barang milik daerah.

Strategi 5

Dalam rangka terwujudnya pelayanan dalam pemanfaatan dan pendayagunaan barang milik daerah yang optimal dibutuhkan strategi optimalisasi penataan, pengadministrasian dan pendayagunaan barang daerah dengan kebijakan meningkatkan sumber daya serta koordinasi dengan pemerintah Pusat terutama Kementerian yang mengeluarkan kebijakan mengenai pengelolaan barang milik daerah.

Strategi 6

Dalam rangka meningkatnya kualitas penatausahaan barang milik daerah dibutuhkan strategi peningkatan kualitas pelaksanaan penatausahaan barang milik daerah sesuai dengan aturan yang berlaku dengan kebijakan meningkatkan tertib penatausahaan barang milik daerah.

Strategi 7

Dalam rangka terwujudnya peningkatan PAD dibutuhkan strategi peningkatan pemberdayaan potensi sumber daya yang menjadi sumber PAD dengan kebijakan meningkatkan kualitas dan kuantitas pendukung teroptimalisasinya potensi PAD.

Strategi 8

Dalam rangka terwujudnya kualitas SDM yang profesional dibutuhkan strategi terpenuhinya sarana dan prasarana aparatur yang memadai dan sesuai dengan kebutuhan daerah dengan kebijakan tertibnya pengelolaan dan pendayagunaan aset daerah.

Strategi 9

Dalam rangka tersedianya sarana dan prasarana penunjang kinerja DPKBD dibutuhkan strategi pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana penunjang kinerja DPKBD dengan kebijakan melakukan

IV-11 survey awal kebutuhan sarana dan prasarana penunjang kinerja DPKBD.

Strategi 10

Dalam rangka terwujudnya pengelolaan keuangan dan barang daerah DPKBD yang akuntabel dibutuhkan strategi Terlaksananya prinsip-prinsip pengelolaan keuangan dan barang daerah yang baik dan sesuai aturan berdasarkan best practice dengan kebijakan meningkatkan pemahaman dan penggunaan teknologi informasi.

Strategi 11

Dalam rangka meningkatnya kepuasan klien (SKPD dan masyarakat) atas pelayanan DPKBD dibutuhkan strategi pelaksanaan survey kepuasan masyarakat (IKM) kepada SKPD dan masyarakat dengan kebijakan melaksanakan implementasi reformasi birokrasi berdasarkan arahan Menteri PAN dan RB.

Strategi dan kebijakan tersebut dirumuskan dalam kerangka mewujudkan pernyataan yang terkandung dalam visi dan misi DPKBD.

4.4 PETA STRATEGI DINAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN BARANG DAERAH

Berdasarkan sasaran untuk setiap misi DPKBD maka berikut akan dilakukan pengujian apakah setiap sasaran sudah sesuai visi dan misi dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018. Pengujian dilakukan menggunakan metode balance scorecard. Pada dasarnya metode ini dilakukan untuk memetakan sasaran strategis sebuah pemerintahan yang tertuang dalam dokumen perencanaan. Terkait dengan kegiatan penyusunan Rencana Strategis Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah Tahun 2013-2018, maka dilakukan pemetaan sasaran dengan sebuah alat bantu berupa peta strategi sebagai berikut:

IV-12 Gambar 4.1 Peta Strategi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah

Visi : ”Terwujudnya Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah yang Transparan, Akuntabel, dan Profesional” Misi :

Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Keuangan Daerah Meningkatkan Kualitas Pengelolaan Barang Milik Daerah

Meningkatkan Penguatan Sumber Daya Organisasi

Perumusan Kebijakan

Terwujudnya sistem perencanaan keuangan daerah yang transparan dan

efektif yang berorientasi kepada anggaran kinerja

Pengawasan dan Penegakan Regulasi

Terwujudnya pertanggungjawaban pelaksanaan APBD yang

akuntabel

Pelayanan, Pengelolaan, dan Pengembangan Perspektif Konsumen Perspektif Proses Internal PETA STRATEGI DPKBD KABUPATEN BOGOR Perspektif Kelembagaan Warga Meningkatnya kepuasan SKPD atas pelayanan DPKBD SKPD Meningkatnya kepuasan Warga atas pelayanan DPKBD SDM Terwujudnya kualitas SDM yang profesional Informasi Terwujudnya pengelolaan keuangan

dan barang daerah DPKBD yang akuntabel Organisasi Perspektif Stakeholder Terwujudnya perencanaan pengadaan barang daerah yang akurat Terwujudnya kualitas penatausahaan barang milik daerah Terwujudnya pelayanan

dalam pemanfaatan dan pendayagunaan barang milik daerah yang optimal

Terwujudnya penatausahaan keuangan daerah tertib dan

lengkap sesuai aturan

Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kinerja

DPKBD

Terwujudnya peningkatan PAD

IV-13 Gambar di atas merupakan peta strategi keterkaitan sasaran dengan visi dan misi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah Kabupaten Bogor Tahun 2013-2018. Dalam peta strategi tersebut kita dapat melihat pembagian sasaran strategis ke dalam 4 (empat) perspektif, yaitu perspektif stakeholder, perspektif konsumen, perspektif proses internal dan perspektif kelembagaan.

a.Perspektif stakeholder

Perspektif stakeholder adalah perspektif yang terkait dengan pihak lain yang berkepentingan dalam pelayanan dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah. Perspektif ini digunakan oleh

stakeholder dalam rangka penyempurnaan sebuah proses yang

dilakukan oleh DPKBD. b.Perspektif konsumen

Perspektif konsumen adalah perspektif yang berorientasi pada pengguna jasa yaitu masyarakat atas jasa yang dihasilkan oleh pemerintah daerah. Dengan kata lain, pemerintah daerah dalam hal ini harus memperhatikan apa yang diinginkan oleh masyarakat.

c. Perspektif proses internal

Perspektif proses internal adalah serangkaian aktivitas yang ada dalam pemerintah daerah untuk menghasilkan jasa dalam rangka memenuhi harapan masyarakat. Perspektif ini menjelaskan proses bisnis yang dikelola untuk memberikan layanan dan nilai-nilai kepada stakeholder

dan konsumen.

d.Perspektif kelembagaan

Perspektif kelembagaan adalah perspektif yang menggambarkan kemampuan pemerintah daerah untuk melakukan perbaikan dan perubahan dengan memanfaatkan sumber daya internal organisasi. Kesinambungan suatu unit kerja dalam jangka panjang sangat bergantung pada perspektif ini.

Berdasarkan keempat perspektif tersebut, pemetaan terhadap sasaran dilakukan dengan memperhatikan keterkaitan dan kesesuaian dengan visi dan misi dari DPKBD. Berdasarkan visi DPKBD Tahun 2013-2018, terdapat 3 (tiga) kata kunci yaitu transparan, akuntabel dan profesional. Transparan mengacu pada proses perencanaan keuangan dan pelaporan program/kegiatan yang dapat dipertanggungjawabkan.

IV-14 Transparan ini tercakup dalam sasaran strategis yang terpetakan dalam perspektif proses internal dalam peta strategi.

Sementara itu, akuntabel mengacu pada pelaksanaan program dan kegiatan yang dapat terukur dan dirasakan hasilnya. Hal ini tercakup dalam sasaran strategis yang terpetakan dalam perspektif konsumen dan

stakeholder dalam peta strategi.

Selanjutnya adalah profesional, dimana proses pengelolaan keuangan dan barang daerah dapat berjalan jika didukung oleh SDM yang kompeten dan sarana prasarana yang memadai. Hal ini merupakan sasaran strategis yang terpetakan dalam perspektif kelembagaan pada peta strategi.

Dengan demikian, peta strategi tersebut di atas menjelaskan bahwa setiap sasaran strategis saling terkait dalam rangka pencapaian visi dan misi dari Dinas Pengelolaan Keuangan dan Barang Daerah untuk Tahun 2013-2018. Tujuan dan sasaran pelayanan DPKBD lebih lengkapnya sebagaimana yang tercantum dalam tabel 4.1. dibawah ini:

IV-15 Tabel 4.1. Tujuan dan Sasaran Pelayanan DPKBD

2014 2015 2016 2017 2018

1 2 5 6 7 8 9

I. 1. 1. 96 Produk Hukum 94 Produk Hukum 94 Produk Hukum 94 Produk Hukum 94 Produk Hukum

2. Terfasilitasinya SKPD dalam penyusunan Dokumen Perencanaan

78 SKPD 78 SKPD 78 SKPD 78 SKPD 78 SKPD

3. Tersedianya Dokumen Rencana Pendapatan dan Pembiayaan

2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen 2 Dokumen

2. 1. - 410 SPD - 410 SPD - 410 SPD - 410 SPD - 410 SPD

- 25 dokumen - 25 dokumen - 25 dokumen - 25 dokumen - 25 dokumen 2. Tersedianya Data Perubahan gaji Pegawai di SKPD 78 SKPD 78 SKPD 78 SKPD 78 SKPD 78 SKPD

3. 511 Orang 524 Orang 468 Orang 468 Orang 468 Orang

4. - 1 Jaringan - 1 Jaringan - 1 Jaringan - 1 Jaringan - 1 Jaringan

- 2 aplikasi - 3 aplikasi - 3 aplikasi - 3 aplikasi - 3 aplikasi

3. 1. 15 Dokumen 15 Dokumen 15 Dokumen 15 Dokumen 15 Dokumen

2. - 36.000 transaksi - 36.000 transaksi - 36.000 transaksi - 36.000 transaksi - 36.000 transaksi - 78 SKPD - 78 SKPD - 78 SKPD - 78 SKPD - 78 SKPD

II. 1. 1. Tersedianya Dasar Pengadaan Barang dan Jasa 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen 4 Dokumen

2. 8 Dokumen 8 Dokumen 8 Dokumen 8 Dokumen 8 Dokumen

2. 1. - 100 berkas - 100 berkas - 100 berkas - 100 berkas - 100 berkas

- 10 GS - 15 GS - 15 GS - 15 GS - 15 GS

2. - 100 Bidang Tanah - 100 Bidang Tanah - 100 Bidang Tanah - 100 Bidang Tanah - 100 Bidang Tanah

- 25 SK - 25 SK - 25 SK - 25 SK - 25 SK

3. - 15 Kecamatan - 15 Kecamatan - 15 Kecamatan - 15 Kecamatan - 15 Kecamatan - 2 Modul - 2 Modul - 2 Modul - 2 Modul - 2 Modul

3. 1. Terwujudnya Pelaporan Barang Milik Daerah - 1 dokumen - 1 dokumen - 1 dokumen - 1 dokumen - 1 dokumen

2. 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen 1 Dokumen

- 12 SK - 12 SK - 12 SK - 12 SK - 12 SK

3 Tersedianya SDM yang Menguasai dan Memahami tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah

78 Orang 78 Orang 78 Orang 78 Orang 78 Orang

4. Terwujudnya Peningkatan PAD 1. Jumlah Pendapatan Asli Daerah 2,358,511,000 2,445,176,000 2,689,693,600 2,958,662,960 3,254,529,256 Tersedianya Dokumen Pertanggungjawaban

Pelaksanaan APBD

Tersedianya Pencatatan Barang Milik Daerah yang Tertib

Tersedianya Dasar Hukum dalam perencanaan dan Pelaksanaan APBD

3 4

No. TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN

Terwujudnya Pendayagunaan Barang Milik Daerah secara Tertib, Transparan dan Dapat

Dipertanggungjawabkan

Meningkatnya Kualitas Penatausahaan Barang Milik Daerah

Terwujudnya Pelayanan Dalam Pemanfaatan dan

Pendayagunaan Barang Milik Daerah yang Optimal Meningkatnya Kualitas Sistem

Perencanaan, Penatausahaan dan Pelaporan Keuangan Daerah

Meningkatnya Tertib Administrasi Pengelolaan dan Optimalisasi Fungsi Barang Milik Daerah dalam Pelayanan kepada Masyarakat

Terwujudnya Perencanaan Pengadaan Barang yang Akurat Terwujudnya Sistem

Perencanaan Keuangan Daerah yang Transparan dan Efektif serta Berorientasi pada Anggaran Kinerja

Terwujudnya Kualitas

Penatausahaan Keuangan Daerah yang Tertib dan Lengkap Sesuai Aturan

Terwujudnya Kualitas Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD yang

Tersedianya Dokumen Perencanaan Kebutuhan Barang Milik Daerah dan Pemeliharaan Barang Milik Daerah

Terwujudnya Dokumen Pendukung Penataan Barang Milik Daerah

Tertatanya Pengadministrasian Pengelolaan Keuangan Daerah

Tersedianya Sarana Untuk Mempermudah Penatausahaan Keuangan Daerah

Terfasilitasinya SKPD dalam Penyusunan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD

Terwujudnya Transparansi Pengelolaan Barang Milik Daerah

Terlatihnya SDM dalam Penatausahaan dan Pengelolaan Keuangan Daerah

IV-16

V-1

BAB V

RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,

Dokumen terkait