Jalan merupakan prasarana pengangkutan darat yang penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Dengan semakin meningkatnya usaha pembangunan maka dituntut adanya
peningkatan pembangunan jalan untuk memudahkan mobilitas penduduk dan memperlancar lalu lintas dari satu daerah ke daerah yang lain.
Program-program yang mendukung sasaran ini teridri dari 5 (lima) program yang dilaksanakan melalui 17 (tujuh belas) kegiatan dengan alokasi anggaran yang tercantum pada APBD sebesar Rp97.327.422.114,00 dan telah terealisasi sebesar Rp93.457.087.294,00 atau 96,02% dari anggaran, dengan rincian sebagai berikut:
No. Program/Kegiatan Anggaran Realisasi %
A. Program pembangunan jalan dan jembatan 1. Pembangunan jalan 245.865.000,00 244.465.000,00 99,43 2. Pembangunan jalan 33.911.236.000,00 32.428.249.006,00 95,63 3. Pembangunan jalan 99.790.000,00 99.300.000,00 99,51 4. Perencanaan pembangunan jembatan 51.000.000,00 500.000,00 0,98
5. Monitoring, evaluasi dan pelaporan 120.895.000,00 50.665.000,00 41,91 6. Pembangunan jalan (SILPA) 1.624.590.467,00 1.624.590.467,00 100,00 7. Pembangunan jembatan (SILPA) 2.229.702.147,00 2.055.619.147,00 92,19
B Program rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan 1. Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jalan 14.950.000,00 10.950.000,00 73,24 2. Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jembatan 17.700.000,00 - - 3. Rehabilitasi/pemeliharaan jalan 3.384.500.000,00 3.379.204.000,00 99,84 4. Monitoring, evaluasi dan pelaporan 32.445.000,00 - -
C Program Inspeksi kondisi jalan dan jembatan
1. Inspeksi kondisi jalan 405.994.000,00 358.934.000,00 88,41 D Program Pengembangan dan
Pengelolaan Jaringan Irigasi, Rawa dan Jaringan Pengairan lainnya
1. Perencanaan pembangunan jaringan
irigasi 2.880.125.000,00 2.877.025.000,00 99,89 2. Pembangunan pintu air 11.274.014.000,00 10.183.712.600,00 90,33 3. Rehabilitasi/pemeliharaan jaringan
irigasi
13.262.458.000,00 13.114.032.000,00 98,88 4. Monitoring, evaluasi dan pelaporan 115.570.000,00 91.275.000,00 78,98
E Program Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh
No. Program/Kegiatan Anggaran Realisasi %
1. Pembangunan/peningkatan
infrastruktur 2.291.864.000,00 2.199.264.574,00 95,96 2. Monitoring, evaluasi dan pelaporan 12.150.000,00 1.155.000,00 9,51 3. Operasional Pelaksanaan Percepatan
Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP)
59.225.000,00 16.252.000,00 27,44
4. Fasilitasi Program Percepatan
Infrastruktur Perdesaan (PPIP) 62.803.000,00 28.434.000,00 45,27 F Program pembangunan
infrastruktur perdesaan 1. Pembangunan jalan dan jembatan
perdesaan 22.527.321.000,00 22.289.082.000,00 98,94 2. Rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan
jembatan perdesaan 730.800.000,00 690.548.000,00 94,49 3. Rehabilitasi/pemeliharaan sarana dan
prasarana air bersih perdesaan 1.895.579.000,00 1.679.334.000,00 88,59 4. Monitoring, evaluasi dan pelaporan 36.240.000,00 800.000,00 2,21 G Program Pengawasan Jasa
Konstruksi
1. Inventasrisasi IUJK di Kabupaten
Kayong Utara 7.476.000,00 6.442.000,00 86,17 2. Rapat Koordinasi Tim Pembinaan
Jasa Konstruksi Kabupaten 11.039.500,00 11.039.500,00 100,00 3. Sosialisasi dan Desiminasi Peraturan
Perundang-undangan Jasa Konstruksi 22.090.000,00 16.215.000,00 73,40
Jumlah 97.327.422.114,00 93.457.087.294,00 96,02
Capaian sasaran “Meningkatnya aksestabilitas jalan dan jembatan” dapat dilihat dari capaian indikator kinerja sebagai berikut:
No Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian
(%) 1. Meningkatnya Panjang jalan yang dibangun meter 82.249 63.684 77,43 2. Meningkatnya jumlah jembatan yang dibangun Paket 1 1 100,00 3. Meningkatnya jumlah gorong-gorong yang
dibangun Paket 5 14 280,00
4. Meningkatnya jumlah konstruksi turap beton
yang dibangun Paket 2 2 100,00
Nilai Capaian Sasaran 88,75
Berdasarkan tingkat capaian indikator kinerja sasaran di atas dapat disimpulkan bahwa pencapaian sasaran “Meningkatnya aksestabilitas jalan dan jembatan” adalah sebesar 88,75% atau dapat dikategorikan Sangat Berhasil.
Pada tahun 2013, panjang jalan Kabupaten Kayong Utara sepanjang 334,16 km sebanyak 77,83 km atau sebesar 23,29% dengan kondisi baik, sepanjang 84,49 km atau 25,28% dengan kondisi rusak ringan dan jalan dengan kondisi rusak berat sepanjang 171,84 km atau sebesar 51,42%, seperti tergambar dalam diagram berikut:
Untuk meningkatkan aksestabilitas jalan dan jembatan bagi masyarakat Kabupaten Kayong Utara serta melakukan perbaikan jalan dengan kondisi rusak berat yang mencapai 51,42% maka Pemerintah Kabupaten Kayong Utara telah melaksanakan Program pembangunan jalan dan jembatan melalui Kegiatan Pembangunan Jalan dengan realisasi Rp32.772.014.006,00 atau 95,56% dari anggaran sebesar Rp34.256.891.000,00, Pembangunan jalan (SILPA) dengan realisasi Rp1.624.590.467,00 atau 100,00 dari anggaran sebesar Rp1.624.590.467,00,00, Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jalan dengan realisasi Rp10.950.000,00 atau 73,24% dari anggaran sebesar Rp14.950.000,00, Rehabilitasi/pemeliharaan jalan dengan realisasi Rp3.379.204.000,00 atau 99,84% dari anggaran sebesar Rp3.384.500.000,00, Kegiatan Inspeksi kondisi jalan dengan realisasi sebesar Rp358.934.000,00 atau 88,41%, Rehabilitasi/pemeliharaan jalan dan jembatan perdesaan teralisasi sebesar Rp690.548.000,00 atau 94,49% dari anggaran sebesar Rp730.800.000,00.
Serta didukung dengan Program pembangunan infrastruktur perdesaan melalui kegiatan Pembangunan jalan dan jembatan perdesaan dengan realisasi dana sebesar Rp22.289.082.000,00 atau 98,94% dari anggaran yang disediakan sebesar Rp22.527.321.000,00.
Keberhasilan dari pelaksanaan kegiatan di atas dapat dilihat dari indikator Meningkatnya Panjang jalan yang dibangun yang mencapai realisasi sebesar 63.684 meter dari target sebesar 82.249 meter atau dengan capaian sebesar 77,43%.
Adapun, indikator Meningkatnya jumlah jembatan yang dibangun yang mencapai realisasi sebesar 1 Paket dari target sebesar 1 Paket atau dengan capaian sebesar 100%. Untuk mencapai indikator ini Pemerintah Kabupaten Kayong melaksanakan Program pembangunan jalan dan jembatan melalui kegiatan Pembangunan jembatan dengan realisasi dana sebesar Rp2.055.619.147,00 atau 92,19% dari anggaran yang disediakan sebesar Rp2.229.702.147,00; serta didukung dengan Program pembangunan infrastruktur perdesaan melalui kegiatan Pembangunan jalan dan jembatan perdesaan dengan realisasi dana sebesar Rp2.199.264.574,00 atau 95,56% dari anggaran yang disediakan sebesar Rp2.291.864.000,00.
Kemudian indikator meningkatnya jumlah gorong-gorong yang dibangun mencapai realisasi sebesar 27 Paket dari target sebesar 37 Paket atau dengan capaian sebesar 72,97%. Pembangunan gorong-gorong dilaksanakan melalui kegiatan Perencanaan pembangunan jaringan irigasi dengan realisasi dana sebesar Rp2.877.025.000,00 atau 99,89% dari anggaran yang disediakan sebesar Rp2.880.125.000,00, Pembangunan pintu air dengan realisasi sebesar Rp10.183.712.600,00 atau 90,33% dari anggarannya sebesar Rp11.274.014.000,00 serta Rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi dengan realisasi sebesar Rp13.114.032.000,00 atau 98,88% dari anggaran sebesar Rp13.262.458.000,00.
Sedangkan untuk indikator meningkatnya jumlah konstruksi turap beton yang dibangun, mencapai realisasi sebesar 1 Paket dari target sebesar 1 Paket atau dengan capaian sebesar 100%. Terealisasinya pembangunan turap beton dilaksanakan melalui Kegiatan Pembangunan/peningkatan infrastruktur dengan realisasi dana sebesar Rp2.199.264.574,00 atau 95,06% dari anggaran yang disediakan sebesar Rp2.291.864.000,00 dan kegiatan Operasional Pelaksanaan Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP) dengan realisasi dana sebesar Rp16.252.000,00 atau 27,24% dari anggaran.
Capaian kinerja peningkatan aksesabilitas jalan dan jembatan lainnya yang telah dicapai oleh Kabupaten Kayong Utara, antara lain:
Sampai dengan tahun 2013, panjang jalan di Kabupaten Kayong Utara sepanjang 334,16 km dengan rincian sesuai dengan jenisnya terdiri dari jalan aspal sepanjang 111,21 km, jalan dengan permukaan kerikil sepanjang 9,15 km, jalan dengan permukaan tanah sepanjang 186,31 km, jalan dengan permukaan rabal beton sepanjang 9,09 km dan permukaan lainnya tidak dapat terinci sepanjang 18,4 km seperti tergambarkan dalam tabel berikut:
Grafik Perbandingan Panjang Jalan berdasarkan Jenis Permukaannya dan Persentasenya
Hambatan dan kendala yang dihadapi dalam mencapai sasaran “Meningkatnya aksestabilitas jalan dan jembatan” diantaranya adalah:
1). KeterbatasanPeralatan;
2). Lokasi yang terpencar dan kondisi lapangan yang kurang baik;
3). Keterbatasan data base untuk bidang infrastruktur sehingga program yang dibuat belum optimal;
4). Keterbatasan sumber daya manusia yang tersedia.
Untuk lebih mengoptimalkan pencapaian sasaran “Meningkatnya aksestabilitas jalan dan jembatan”, akan ditempuh langkah langkah sebagai berikut:
1). Menambah peralatan yang dibutuhkan; 2). Melakukan Perencanaan yang lebih matang;
3). Menganggarkan program pembuatan basis data bidang Bina Marga dan Pengairan pada tahun anggaran 2013;
4). Menambah jumlah SDM melalui rekrutmen baru.