Sasaran ini merupakan bagian dari pembangunan pelayanan sosial kemasyarakatan guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, terutama dalam hal peningkatan kualitas kehidupan demokrasi dan harmonisasi antar kelompok masyarakat yang pluralis. Kebijakan yang ditempuh untuk mencapai sasaran pembangunan berkaitan dengan sasaran ini adalah mewujudkan pelembagaan demokrasi yang lebih kokoh berdasarkan mekanisme checks and ballances.
Untuk mencapai sasaran ini, Pemerintah Kabupaten Kayong Utara telah melaksanakan 5 (lima) program yaitu : Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan, Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ, Peningkatan pelayanan angkutan, Pembangunan sarana dan prasarana perhubungan, dan Pengendalian dan pengamanan lalu lintas yang meliputi 14 (empat belas) kegiatan.
Anggaran yang dialokasikan untuk sasaran ini sebesar Rp6.838.150.000,00 yang berasal dari APBD dan direalisasikan sebesar Rp5.023.836.300,00 atau 73,47%.
Capaian sasaran “Meningkatnya aksestabilitas perhubungan” dapat dilihat dari capaian indikator kinerja sebagai berikut:
No Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian
(%) 1. Berfungsinya detail rencana pembangunan
Prasarana dan Fasilitas Perhubungan secara optimal
% 100,00 100,00 100,00
2. Tingkat ketepatan waktu Penyusunan kebijakan, norma, standar dan prosedur bidang perhubungan
% 100,00 100,00 100,00
3. Tingkat pemanfaatan Monitoring, evaluasi dan
pelaporan % 100,00 100,00 100,00
4. Tingkat berfungsinya
Rehabilitasi/pemeliharaan terminal/pelabuhan secara optimal
% 100,00 100,00 100,00
5. Tingkat berfungsinya Rehabilitasi terminal
Gerbang Kayong Teluk Batang secara optimal % 100,00 100,00 100,00 6. Tingkat berfungsinya Rehabilitasi Lampu
Penerangan Jalan Umum/ Hias secara optimal % 100,00 100,00 100,00 7. Tingkat berfungsinya Lampu Penerangan
Jalan Umum/ Hias secara optimal % 100,00 100,00 100,00 8. Tingkat pemanfaatan Kegiatan pengendalian
disiplin pengoperasian angkutan umum dijalan raya
% 100,00 100,00 100,00
9. Tingkat Berfungsinya sarana dan prasarana pelayanan jasa angkutan yang telah dibangun dengan optimal
% 100,00 100,00 100,00
10. Tingkat pemanfaatan Sosialisasi/penyuluhan
ketertiban lalu lintas dan angkutan % 100,00 100,00 100,00 11. Tingkat pemanfaatan Pembangunan Dermaga
No Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi Capaian (%) 12. Tingkat pemanfaatan rambu-rambu lalu lintas
secara optimal % 100,00 100,00 100,00
13. Tingkat pemanfaatan marka jalan secara
optimal % 100,00 100,00 100,00
14. Tingkat pemanfaatan pagar pengaman
jalan secara optimal % 100,00 100,00 100,00
15. Tingkat pemanfaatan Warning Light
secara optimal % 100,00 100,00 100,00
Nilai Capaian Sasaran 92,50
Berdasarkan tingkat capaian indikator kinerja sasaran di atas dapat disimpulkan bahwa pencapaian sasaran “Meningkatnya aksestabilitas perhubungan ” adalah sebesar 92,50% atau dapat dikategorikanSangat Berhasil.
Pencapaian indikator kinerja sasaran tersebut diatas diuraikan berikut ini.
Indikator sasaran Berfungsinya detail rencana pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan secara optimal terealisasi 100,00% dari target 100,00% atau dengan capaian 100,00%, yang dilaksanakan dengan kegiatan Penyusunan kebijakan, norma, standar dan prosedur bidang perhubungan yang terealisasi sebesar Rp10.200.000,00 atau 48,69% dari anggaran Rp20.950.000,00. Kegiatan ini menghasilkan output 1 Paket Tersusunnya kebijakan, norma, standar dan prosedur bidang perhubungan.
Seperti indikator pertamana, Indikator sasaran Tingkat ketepatan waktu Penyusunan kebijakan, norma, standar dan prosedur bidang perhubungan terealisasi 100,00% dari target 100,00% atau dengan capaian 100,00%, yang dilaksanakan dengan kegiatan Penyusunan kebijakan, norma, standar dan prosedur bidang perhubungan yang terealisasi sebesar Rp10.200.000,00 atau 48,69% dari anggaran Rp20.950.000,00. Kegiatan ini menghasilkan output 1 Paket Terlaksananya Penyusunan kebijakan, norma, standar dan prosedur bidang perhubungan. Indikator sasaran Tingkat pemanfaatan Monitoring, evaluasi dan pelaporan terealisasi 100,00% dari target 100,00% atau dengan capaian 100,00%, yang dilaksanakan dengan kegiatan Monitoring, evaluasi dan pelaporan yang terealisasi sebesar Rp37.465.000,00 atau 98,68% dari anggaran Rp37.965.000,00. Kegiatan ini menghasilkan output 1 Paket Terlaksananya Monitoring, evaluasi dan pelaporan.
Indikator sasaran Tingkat berfungsinya Rehabilitasi Lampu Penerangan Jalan Umum/ Hias secara optimal terealisasi 100,00% dari target 100,00% atau dengan capaian 100,00%, yang dilaksanakan dengan kegiatan Rehabilitasi Lampu Penerangan Jalan Umum/ Hias yang terealisasi sebesar Rp220.502.000,00 atau 98,84% dari anggaran Rp223.100.000,00.
Kegiatan ini menghasilkan output 1 Paket Terlaksananya Rehabilitasi Lampu Penerangan Jalan Umum/ Hias.
Indikator sasaran Tingkat pemanfaatan Kegiatan pengendalian disiplin pengoperasian angkutan umum dijalan raya terealisasi 100,00% dari target 100,00% atau dengan capaian 100,00%, yang dilaksanakan dengan kegiatan Kegiatan pengendalian disiplin pengoperasian angkutan umum dijalan raya yang terealisasi sebesar Rp19.370.500,00 atau 78,21% dari anggaran Rp24.766.000,00. Kegiatan ini menghasilkan output 1 Paket Terlaksananya Kegiatan pengendalian disiplin pengoperasian angkutan umum dijalan raya.
Indikator sasaran Tingkat Berfungsinya sarana dan prasarana pelayanan jasa angkutan yang telah dibangun dengan optimal terealisasi 100,00% dari target 100,00% atau dengan capaian 100,00%, yang dilaksanakan dengan kegiatan Pengembangan sarana dan prasarana pelayanan jasa angkutan yang terealisasi sebesar Rp300.239.000,00 atau 76,98% dari anggaran Rp390.000.000,00. Kegiatan ini menghasilkan output 1 Paket Terlaksananya Pengembangan sarana dan prasarana pelayanan jasa angkutan.
Indikator sasaran Tingkat pemanfaatan Sosialisasi/penyuluhan ketertiban lalu lintas dan angkutan terealisasi 100,00% dari target 100,00% atau dengan capaian 100,00%, yang dilaksanakan dengan kegiatan Sosialisasi/penyuluhan ketertiban lalu lintas dan angkutan yang terealisasi sebesar Rp0,00 atau 100% dari anggaran Rp0,00. Kegiatan ini menghasilkan output 1 Paket Terlaksananya Sosialisasi/penyuluhan ketertiban lalu lintas dan angkutan.
Indikator sasaran Tingkat pemanfaatan Pembangunan Dermaga Laut, Sungai dan Penyebrangan secara optimal terealisasi 100,00% dari target 100,00% atau dengan capaian 100,00%, yang dilaksanakan dengan kegiatan Pembangunan Dermaga Laut, Sungai dan Penyeberangan yang terealisasi sebesar Rp2.489.109.300,00 atau 60,21% dari anggaran Rp4.134.070.000,00. Kegiatan ini menghasilkan output 1 Paket Terlaksananya Pembangunan Dermaga Laut, Sungai dan Penyebrangan.
Indikator sasaran Tingkat pemanfaatan rambu-rambu lalu lintas secara optimal terealisasi 100,00% dari target 100,00% atau dengan capaian 100,00%, yang dilaksanakan dengan kegiatan Studi Zona Rawan Kecelakaan Lalulintas Sebagai Aspek Tinjauan Dari KONTUR JALAN yang terealisasi sebesar Rp345.535.000,00 atau 98,72% dari anggaran Rp350.000.000,00. Kegiatan ini menghasilkan output 1 Paket Terlaksananya Studi Zona Rawan Kecelakaan Lalulintas Sebagai Aspek Tinjauan Dari KONTUR.
Indikator sasaran Tingkat pemanfaatan Warning Light secara optimal terealisasi 100,00% dari target 100,00% atau dengan capaian 100,00%, yang dilaksanakan dengan kegiatan Pengadaan Warning Light yang terealisasi sebesar Rp51.590.600,00 atau 97,89% dari
anggaran 52.700.000,00. Kegiatan ini menghasilkan output 1 Paket Terlaksananya Pengadaan
Warning Light.
Selain indikator tersebut di atas, terdapat juga beberapa fasilitas perhubungan yang menjadi target Pemerintah Daerah Kabupaten Kayong Utara yaitu:
No Indikator Kinerja Satuan Target Realisasi
1. Jumlah Kendaraan roda dua Unit 4.000 4.300
2. Jumlah kendaraan roda empat Unit 70 129
3. Jumlah fasilitas lalu lintas Buah 20 18
4. Jumlah kecelakaan Kejadian 20 18
5. Jumlah pelanggaran lalu lintas Kejadian 25 22
6. Jumlah terminal Buah 1 1
7. Jumlah halte Buah 4 4
8. Kebutuhan jumlah halte Buah 4 4
9. Daya tampung terminal Buah 100 80
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa indikator kinerja jumlah kendaraan bermotor roda dua pada tahun 2013 sebanyak 4.300 unit atau 107,50% dari target yang ditetapkan sebanyak 4.000 unit. Jumlah kendaraan roda dua ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan dengan jumlah kendaraan pada tahun 2012 sebesar 40,29% atau 1.235 unit dari jumlah kendaraan roda dua pada tahun 2012 yang mencapai 3.065 unit. Sedangkan jumlah kendaraan roda empat pada tahun 2013 sebanyak 129 unit atau sebesar 184,29% dari target yang ditetapkan sebanyak 70 unit.
Sedangkan jumlah angkutan transportasi umum yang ada di Kabupaten Kayong Utara berupa bus dengan jumlah sebanyak 11 unit, angkutan penumpang sungai berupa speedboat sebanyak 16 unit, kapal motor sebanyak 12 unit dan longboat sebanyak 11 unit serta terdapat 3 unit angkutan penyeberangan. Jumlah kendaraan di Kabupaten Kayong Utara dapat dilgambarkan pada diagram berikut:
Berdasarkan data dari Polres Ketapang Sektor Sukadana, selama tahun 2012 terjadi sebanyak 63 kali kerjadian kecelakaan dengan jumlah korban sebanyak 9 orang meninggal dunia, 15 orang luka berat, 20 orang luka ringan dan 1 orang korban tabrak lari.
Hambatan dan kendala yang dihadapi dalam mencapai sasaran “Meningkatnya aksestabilitas perhubungan” diantaranya adalah:
1). Tenaga sangat terbatas
2). Belum dapat melakukan uji kendaraan roda 4 (umum), karena kendala SDM
3). Ijin trayek angkutan, belum dilakukan karena belum jelas jalurnya, belum ditetapkan terminalnya dan jalanya masih rusak
4). Rambu-rambu belum dipasang, karena jalan yang ada adalah jalan provinsi.