AKUNTABILITAS KINERJA
Sasaran 6 Meningkatnya kunjungan wisatawan
mengembangkaan konsep “Pembangunan Berkelanjutan” dan Kepariwisataan
bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Presiden telah menetapkan
“Nawa Cita” sebagai program
prioritas pembangunan
Kabinet Kerja 2015 – 2019. Pada Kabinet Kerja, sektor
kepariwisataan tumbuh
menjadi sektor unggulan dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan menjadi lokomotif untuk penerimaan devisa negara, pengembangan usaha, pembangunan infrastruktur serta penyerapan tenaga kerja. Sektor ini telah memberi kontibusi sebesar 9,5 % pada PDB global. Dalam beberapa tahun terakhir, industri pariwisata selalu menepati urutan ke -4 atau ke-5 penghasil devisa bagi negara. Sementara sektor-sektor usaha lain seperti minyak dan gas, batu bara, karet dan tekstil yang menempati posisi urutan ke-1 hingga ke-4 cenderung menurun sesuai dengan karakternya sebagai “non-renewable” produk yang diyakini akan dapat dilampaui oleh sektor pariwisata pada penghujung tahun 2019, dengan target kunjungan wisman sebesar 20 juta dan wisnu sebesar 275 juta dapattercapai. Sebagai mana disampaikan Menteri Kepariwisataan RI dalam sambutannya pada peringatan World Tourism Day pada bulan september 2015.
Tiga pintu masuk yang memberikan kontribusi tinggipenerima wisman adalah Bali, Batam, Jakarta, pemberlakuan kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) serta gencarnya promosi Wonderful Indonesia diharapkan akan menjadi pendorong meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia. Padahal beberapa negara ASEAN untuk periode yang sama justru mengalami pertumbuhan negatif. Kabupaten Kerinci berada pada akses pintu masuk Batam, memiliki sumber daya alam yang paling menonjol yang dikaruniakan tuhan kepada Kabupaten Kerinci adalah kawasan wisata. Hal ini sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Kerinci yaitu “Terwujudnya Kerinci Yang Lebih Baik dengan Meningkatkan Pendapatan Daerah dan Masyarakat Berbasis Pertanian,Industri Makro, Kecil dan Menengah, serta Pariwisata.
Sebagai sebuah kekayaan alam yang given, kawasan wisata di Kabupaten Kerinci adalah suatu kawasan wisata yang terdiri dari gunung, perbukitan, danau, hutan tropis yang sangat terjaga diselingi beberapa air terjun, mengelilingi hamparan persawahan dan perkampungan. Sehingga secara keseluruhan, kawasan ini membentuk satu kesatuan alam yang sangat elok dan menarik. Sejatinya kekayaan alam yang diterima begitu saja dari penciptaan yang maha kuasa, haruslah memberikan dampak yang baik bagi penduduk yang dilokasi dan sekitar lokasi tersebut melalui peningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakatnya. Untuk itu dibutuhkan berbagai upaya yang baik dalam merencanakan, mengelola dan memelihara kekayaan alam Kerinci itu supaya tidak kurang daya guna dan hasilnya. Dan sebuah kesempatan bagi Kabupaten untuk berperan aktif terhadap pencapaian target kunjungan wisman dan wisnu, dengan terpilihnya Kabupaten Kerinci sebagai Branding Pariwisata Provinsi Jambi dengan demikian Kabupaten Kerinci dapat memberikan konstribusi dalam mewujudkan tujuan umum Pembangunan Kepariwisataan Jangka Menengah 2015-2019.
Untuk itu sektor Pariwisata merupakan salah satu sektor yang bisa dikembangkan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kerinci, hal ini didukung oleh tersedianya sumber daya alam Kabupaten kerinci yang mempunyai potensi yang baik untuk dikembangkan.
Beberapa objek wisata di Kabupaten Kerinci yang selalu banyak dikunjungi oleh wisatawan baik wisatawan nusatantara maupun wisatawan mancanegara, antara lain :
Tabel 3.5.
Nama Objek dan Lokasi Wisata Di Kabupaten Kerinci
No. Nama Objek Wisata Lokasi
1. 2. 3.
1. Gunung Kerinci Kec. Kayu Aro
2. Gunung Tujuh Kec. Gunung Tujuh
3. Danau Gunung Tujuh Kec. Gunung Tujuh
4. Air Terjun Telun Berasap Kec. Gunung Tujuh
5. Kebun Teh / Aroma Pecco Kec. Kayu Aro, Kec. Kayu Aro
Barat dan Kec. Gunung Tujuh
6. Sumber Air Panas Semurup Kec. Air Hangat Barat
7. Pemandian Air Hangat Sungai Medang
8. Danau Kerinci Kec. Danau Kerinci, dan Kec. Keliling Danau
9. Danau Lingkat Kec. Gunung Raya
10. Danau Kaco Kec. Gunung Raya
11. Air Terjun Pancuran Rayo Kec. Keliling Danau
12. Air Terjun Talang Kemulun Kec, Danau Kerinci
13. Danau Duo Kec. Gunung Raya
14. Goa Kasah Kec. Kayu Aro
15. Air Terjun Air Terjun Panorama 7 Kec. Siulak
16. Air Terjun Pendung Kec. Air Hangat
17. Panorama Bukit Tapan sekukung Kec. Depati VII
18. Air Terjun tingkat 13 Kec. Air Hangat Timur
19. Goa Batu Tanjung Tanah Kec. Danau Kerinci
20. Air Terjun Pauh Tinggi Kec. Gunung Tujuh
21. Pantai Indah Koto Petai Kec. Danau Kerinci 22. Air Terjun Seluang Bersisik Emas
lempur
Kec. Gunung Raya
Sumber : Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Kerinci
Selain objek wisata sebagai dimaksud dalam tabel diatas, masih banyak objek dan lokasi wisata lainnya di Kabupaten Kerinci yang dapat dikembangkan.
Dengan potensi wisata yang cukup besar tersebut, menjadi sumber pemasukan tersendiri bagi masyarakat di Kabupaten Kerinci yang berada di sekitar objek wisata tersebut.
Potensi wisata yang cukup besar itu juga menjadi sumber pendapatan asli daerah yang dapat dikembangkan lebih baik ke depannya. Dengan banyaknya wisatawan yang datang mengunjungi objek wisata tersebut, secara tidak langsung dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.
Grafik 3.9.
Jumlah Wisatawan Lokal, Nusantara dan Asing Tahun 2016
Sumber : Dinas Pemuda dan Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Tahun 2016 - 2,000 4,000 6,000 8,000 10,000 12,000 14,000 16,000 18,000 Jan u ar i Fe b ru ar i Ma re t Ap ri l Me i Ju n i Ju li Agu stu s Se p tem b e r Ok to b e r N o p e m b e r De se m b e r BULAN 3,722 3,852 4,911 5,506 6,959 13,305 16,497 15,400 15,195 11,035 10,654 11,227 73 85 90 94 99 101 149 167 102 87 187 315 Wisatawan Nusantara + Lokal Wisatawan Asing
Dari grafik diatas, terlihat bahwa total kunjungan wisatawan lokal, nusantara dan mancanegara pada setiap objek wisata di Kabupaten Kerinci sepanjang tahun 2016 mencapai 119.812. orang. Dari jumlah tersebut 98,9% diantaranya adalah wisatawan lokal dan nusantara, sedangkan wisatawan mancanegara hanya 1,29%. Dengan target kunjungan wisatawan pada 2016 sebanyak 130.000 orang, dan jumlah kunjungan wisatawan lokal, nusantara maupun mancanegara pada tahun 2016 sebanyak 119.812 orang, maka sasaran ke-6 ini mencatat terjadi peningkatan dari tahun sebelumnya, namun untuk capaian target belum mencapai dengan target yang telah ditetapkan atau hanya mencapai 92,17% untuk wisatawan lokal dan Nusantara terjadi penurunan dikarenakan keadaan Gunung Kerinci yang mengalami tingkat waspada sedangkan untuk mancanegara terjadi kenaikan dari sebelumnya. Data jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kerinci ini dihimpun dari berbagai sumber, yakni antara lain :
a. Pusat Informasi Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci;
b. Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS);
c. Data kunjungan setiap objek wisata dalam Kabupaten Kerinci; dan d. Homesyat, mess, dan rumah penduduk dalam Kabupaten Kerinci.
Meskipun angka kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2016 belum mencapai angka yang telah ditargetkan, namun terdapat upaya-upaya peningkatan jumlah kunjungan wisatawan yang dilakukan oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kerinci melalui beberapa program Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata. Beberapa upaya yang dilakukan tersebut antara lain :
1. Melakukan pembenahan dan pembangunan fasilitas/sarana
penunjang/infrastruktur diobjek-objek wisata yang ada
2. Promosi objek wisata melalui brosur/booklet, website, maupun pameran- pameran. Salah satu bentuk promosi wisata yang efektif mendatangkan wisatawan adalah adanya event atau agenda nasional tahunan yang diadakan di Danau Kerinci, yakni Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK).
4. Pengembangan desa wisata baru, salah satunya adalah Desa Wisata Lempur di Kecamatan Gunung Raya, Desa Talang Kemulung Kecamatan Danau Kerinci. Desa wisata ini menawarkan paket wisata alam kepada para wisatawan yang datang, dimana paket wisata alam ini cukup menarik minat wisatawan mancanegara yang datang berkunjung.
Upaya pencapaian sasaran ke-6 ini didukung oleh Program Pengembangan, Pengelolaan Pariwisata dan Budaya dan alokasi anggaran sebesar Rp 4.690.085.200,00,-
Angka Melek Huruf (AMH) adalah proporsi penduduk usia 15 tahun ke atas yang mempunyai kemampuan membaca dan menulis huruf latin dan huruf lainnya, tanpa harus mengerti apa yang di baca/ditulisnya terhadap penduduk usia 15 tahun ke atas.
Angka Melek Huruf (AMH) dihitung dengan menggunakan rumus :
Keterangan :
AMHt15 = Jumlah penduduk 15 ke atas yang melek huruf tahun ke-t. P t15 = Jumlah penduduk 15 pada tahun ke-t.
Target peningkatan angka melek huruf di Kabupaten Kerinci pada tahun 2016 adalah sebesar 97,29 %, dengan capaian kinerja tahun 2016 mencapai 97,30 % dengan tingkat keberhasilan mencapai 100,01 %. Pencapaian ini juga naik 0,01% jika dibandingkan dengan pencapaian tahun 2015.
Dalam rangka target pengentasan buta aksara, Dinas Pendidikan Kabupaten Kerinci melalui Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) akan memaksimalkan kegiatan Pembinaan penyelenggaraan Keaksaraan Fungsional (KF) serta Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan.