MISI III : Meningkatkan Pemerataan Pembangunan Berkelanjutan yang Berkeadilan dan Berwawasan Lingkungan
Tujuan 3.2 Mewujudkan Pemanfaatan Sumberdaya Alam yang Berwawasan Lingkungan
5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan /penurunan serta alternatif solusi yang telah dilakukan
3.2.2. Meningkatnya Pelestarian Lingkungan Hidup
1. Perbandingan antara target dan realisasi tahun 2014
Nama Indikator Satuan Rencana2014 Realisasi2014 Capaian%
1
Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air
% 92 86,95 94,51
2
Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang memenuhi persyaratan administratif dan teknis pencegahan pencemaran udara
Nama Indikator Satuan Rencana 2014 Realisasi 2014 % Capaian 3
Prosentase luasan lahan yang ditetapkan dan diinformasikan status kerusakan lahan dan/atau tanah untuk produksi biomassa
% 50 20,60 41,20
4
Prosentase jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti
% 100 65,52 65,52
1) Capaian indikator Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air pada tahun 2014 sebesar 94,51%. Pada tahun 2014 ditargetkan prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air 92% dengan angka realisasi sebesar 86,95% yang merupakan hasil perhitungan dari jumlah perusahaan/industri yang mematuhi/memenuhi syarat administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air sebanyak 20 perusahaan/industri dibandingkan dengan jumlah perusahaan/industri yang dimonitor sebanyak 23 perusahaan/industri.
2) Capaian indikator Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang memenuhi persyaratan administratif dan teknis pencegahan pencemaran udara pada tahun 2014 sebesar 94,51%. Pada tahun 2014 direncanakan indikator ini mencapai 92% sedangkan pada angka realisasi sebesar 86,95%. Angka realisasi ini diperoleh dengan membandingkan antara jumlah perusahaan/industri yang memenuhi persyaratan administratif dan teknis pencegahan pencemaran udara sebanyak 20 perusahaan/industri dibandingkan dengan jumlah perusahaan/industri yang dimonitor sebanyak 23 perusahaan/industri, monitoring ini dilakukan secara bersamaan dengan monitoring terhadap pencegahan pencemaran air.
3) Capaian indikator Prosentase luasan lahan yang ditetapkan dan diinformasikan status kerusakan lahan dan/atau tanah untuk produksi biomassa pada tahun 2014 sebesar 41,2%. Informasi ini disampaikan melalui Status Lingkungan Hidup Daerah (SLHD) dengan menggunakan data yang disajikan yaitu membandingkan data lahan kritis pada tahun 2014 yaitu 8.770,01 Ha dengan jumlah lahan yang rusak dan berpotensi menjadi lahan kritis yaitu 426.732,82 Ha sehingga menghasilkan angka realisasi sebesar 20,6% masih dibawah target RPJMD sebesar 50%.
4) Capaian indikator Prosentase jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti pada tahun 2014 sebesar 65,52%. Angka realisasi pada tahun 2014 sebesar 65,52% masih dibawah target RPJMD yaitu 100%. Jumlah kasus/pengaduan yang masuk sebanyak 29 kasus dengan rincian sebagai berikut 19 kasus dinyatakan selesai ditindaklanjuti, 4 kasus masih dalam proses, 3 kasus tidak bisa ditangani, 1 kasus belum ditangani, 1 kasus diserahkan ke PT. Medco, dan 1 kasus diserahkan ke Provinsi.
2. Perbandingan realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2014, tahun 2013, dan tahun 2012
Nama Indikator
S
at
u
an
Target Realisasi Capaian
2012 2013 2014 2012 2013 2014 20 12 20 13 20 14 1
Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air
% 90 91 92 89,47 81 86,95 99,41 89 94,51
2
Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang memenuhi persyaratan administratif dan teknis pencegahan pencemaran udara
% 90 91 92 89,47 81 86,95 99,41 89 94,51
3
Prosentase luasan lahan yang ditetapkan dan diinformasikan status kerusakan lahan dan/atau tanah untuk produksi biomassa
% 40 45 50 48 37 20,6 120 82,22 41,20
4
Prosentase jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti
% 100 100 100 77,78 88 65,52 77,78 88 65,52
Berdasarkan hasil evaluasi terhadap sasaran tersebut di atas, diperoleh gambaran pada perbandingan realisasi kinerja serta capaian kinerja selama tahun 2014, 2013 dan tahun 2012 bahwa dari 4 (empat)
indikator sasaran yang ditetapkan terdapat 3 (tiga) indikator yang mengalami tren fluktuatif dalam jumlah angka realisasi dan capaian indikatornya, yaitu pada indikator “Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air”, indikator “Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang memenuhi persyaratan administratif dan teknis pencegahan pencemaran udara” dan indikator “Prosentase jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti” sedangkan 1 (satu) indikator mengalami tren menurun yaitu indikator “Prosentase luasan lahan yang ditetapkan dan diinformasikan status kerusakan lahan dan/atau tanah untuk produksi biomassa”. Analisa perbandingan realisasi dan perbandingan capaian kinerja setiap indikator sebagai berikut:
1) Indikator Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air mengalami tren secara fluktuatif, pada tahun 2012 realisasi sebesar 89,47% kemudian menurun 81% pada tahun 2013 dan meningkat menjadi 86,95% pada tahun 2014. Untuk angka capaian kinerja juga mengalami tren fluktuatif yaitu 99,41% pada tahun 2012 kemudian menurun menjadi 89% pada tahun 2013 dan meningkat kembali menjadi 94,51% pada tahun 2014. Tercatat pada tahun 2013 terdapat 17 perusahaan/industri yang usaha/kegiatannya memenuhi/mentaati syarat administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air dari total jumlah 21 perusahaan/industri yang dimonitor sedangkan pada tahun 2014 jumlah perusahaan/industri yang usaha/kegiatannya memenuhi/mentaati syarat administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air bertambah menjadi 20 perusahaan/industri dari jumlah perusahaan/industri yang dimonitor sebanyak 23 perusahaan/industri. Bertambahnya kuantitas ini, mengakibatkan angka realisasi dan pencapaian kinerja mengalami peningkatan pada tahun 2014.
2) Indikator Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang memenuhi persyaratan administratif dan teknis pencegahan pencemaran udara juga mengalami tren fluktuatif, pada tahun 2012 realisasi sebesar 89,47% menurun pada tahun 2013 sebesar 81% dan meningkat kembali pada tahun 2014 sebesar 86,95%. Begitu juga dengan capaian kinerja indikatornya
mengalami tren fluktuatif, pada tahun 2012 capaian indikatornya sebesar 99,41% menurun pada tahun 2013 sebesar 89% dan meningkat pada tahun 2014 sebesar 94,51%. Meningkatnya angka realisasi dan capaian kinerja indikator dari tahun 2013 ke tahun 2014 disebabkan bertambahnya kuantitas jumlah perusahaan/industri yang memenuhi persyaratan administratif dan teknis pencegahan pencemaran udara dari berjumlah 17 perusahaan/industri pada tahun 2013 dengan jumlah total perusahaan yang dimonitor sebanyak 21 perusahaan/industri menjadi berjumlah 20 perusahaan/industri yang memenuhi persyaratan dari 23 perusahaan/industri yang dimonitor. Hal ini dilakukan secara bersamaan dengan monitoring pencegahan pencemaran air.
3) Indikator Prosentase luasan lahan yang ditetapkan dan diinformasikan status kerusakan lahan dan/atau tanah untuk produksi biomassa menunjukkan penurunan tren dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014. Angka realisasi tahun 2012 sebesar 48% menurun menjadi 37% pada tahun 2013 dan menurun kembali menjadi 20,6% pada tahun 2014. Hal ini berdampak pula pada penurunan capaian kinerja indikator sasarannya, pada tahun 2012 capaian sebesar 120% menurun menjadi 82,22% dan menurun kembali menjadi 41,20% pada tahun 2014.
4) Indikator Prosentase jumlah pengaduan masyarakat akibat adanya dugaan pencemaran dan/atau perusakan lingkungan hidup yang ditindaklanjuti mengalami tren fluktuatif realisasi dan capaian kinerja, pada tahun 2012 realisasi dan capaian kinerja sebesar 77,78% meningkat menjadi 88% pada tahun 2013 dan menurun menjadi 65,52% pada tahun 2012. Hal ini disebabkan oleh jumlah kasus yang masuk pada tahun 2014 meningkat drastis dar tahun sebelumnya. Tercatat pada tahun 2013 terdapat 8 kasus yang terdaftar, hanya 7 kasus yang dapat dtitindaklanjuti 1 kasus masih dalam proses, sedangkan paa tahun 2014 terdapat 29 kasus yang masuk/terdaftar diantaranya 19 kasus dinyatakan selesai/ditindaklanjuti, 4 kasus masih dalam proses, 3 kasus tidak bisa ditangani, 1 kasus belum ditangani, 1 kasus diserahkan ke PT. Medco dan 1 kasus diserahkan ke Provinsi.
3. Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun 2014 dengan target yang telah ditetapkan dalam RPJMD tahun 2012-2017
Realisasi capaian sasaran sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RPJMD dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Nama Indikator Satuan
Realisasi s.dTahun 2014 Rencana sesuai dengan RPJMD Tahun 2017 % Capaian 1
Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan yang mentaati persyaratan administrasi dan teknis pencegahan pencemaran air
% 86,95 95 91,53
2
Prosentase jumlah usaha dan/atau kegiatan sumber tidak bergerak yang memenuhi persyaratan
administratif dan teknis
pencegahan pencemaran udara
% 86,95 95 91,53
3
Prosentase luasan lahan yang ditetapkan dan diinformasikan status kerusakan lahan dan/atau tanah untuk produksi biomassa
% 20,6 60 34,33