• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2014

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2014"

Copied!
238
0
0

Teks penuh

(1)

AKUNTABILITAS KINERJA TAHUN 2014

Akuntabilitas kinerja adalah kewajiban untuk menjawab dari perorangan, badan hukum atau pimpinan kolektif secara transparan mengenai keberhasilan atau kegagalan dalam melaksanakan misi organisasi kepada pihak-pihak yang berwenang menerima pelaporan akuntabilitas/pemberi amanah.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin selaku pengemban amanah masyarakat Kabupaten Musi Banyuasin melaksanakan kewajiban berakuntabilitas melalui penyajian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin yang dibuat sesuai ketentuan yang berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 tahun 2014 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2014 Kabupaten Musi Banyuasin merupakan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah tahun ketiga dari pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Musi Banyuasin periode 2012 – 2017 dan disusun berdasarkan kontribusi capaian kinerja setiap instansi yang ada dibawah Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Capaian kinerja suatu instansi menggambarkan capaian kinerja Pemerintah Daerah dalam suatu bidang/sektor tertentu.

Proses penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin masih banyak mengalami hambatan. Hambatan utama yang dijumpai dalam penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah tahun 2014 ini adalah kesulitan dalam pengumpulan data kinerja yang tersebar pada berbagai unit organisasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin. Oleh karena itu di masa yang akan datang, pengembangan sistem pengukuran kinerja akan menjadi fokus perhatian

(2)

seluruh instansi pemerintah yang ada di Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.

A. Capaian Kinerja

 Metode Pengukuran Kinerja

Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan rencana dan realisasi, dengan cara perhitungan sebagai berikut: 1) Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin

tingginya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja, digunakan rumus:

Realisasi

Capaian indikator kinerja = x 100% Rencana

2) Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan semakin rendahnya kinerja atau semakin rendah realisasi menunjukkan semakin tingginya kinerja, digunakan rumus:

Rencana – (Realisasi – Rencana)

Capaian indikator kinerja = x100 % kinerja Rencana

Selain membandingkan rencana dengan realisasi, pengukuran kinerja juga dilakukan dengan membandingkan realisasi tahun ini dengan realisasi tahun lalu, serta capaian sampai dengan tahun ini dengan target pada akhir periode dokumen RPJMD.

 Metode Penyimpulan Capaian Kinerja Sasaran

Pengukuran kinerja dilakukan dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran. Pengukuran dengan menggunakan indikator kinerja pada level sasaran digunakan untuk menunjukkan secara langsung hubungan antara sasaran dengan indikator kinerja pengukur keberhasilan sasaran yang telah direncanakan.

(3)

Hasil pengukuran capaian kinerja disimpulkan baik untuk masing-masing indikator kinerjanya maupun untuk capaian pada tingkat sasaran. Penyimpulan dilakukan dengan menggunakan skala pengukuran ordinal sebagai berikut :

X > 85 % : Sangat Berhasil

70 % < X < 85 % : Berhasil

55 % < X < 70 % : Cukup Berhasil

X < 55% : Tidak Berhasil

Hasil pengukuran kinerja sesuai mekanisme perhitungan pencapaian kinerja yang diperoleh melalui pengukuran kinerja atas pelaksanaan program/kegiatan sesuai dengan sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rangka mewujudkan visi dan misi instansi pemerintah. Pengukuran kinerja ini merupakan hasil dari suatu penilaian sistematik yang sebagian besar didasarkan pada kelompok indikator kinerja berupa indikator masukan, keluaran dan hasil.

a. Analisis atas Pencapaian Sasaran Strategis

1. Hubungan Indikator Kinerja Utama dengan Pencapaian Kinerja Sasaran

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor: PER/09/M.PAN/05/2007, indikator kinerja utama (IKU) merupakan ukuran keberhasilan dari suatu tujuan dan sasaran strategis instansi pemerintah. IKU ditetapkan oleh instansi pemerintah dan digunakan sebagai acuan dalam penetapan indikator dalam RPJMD, RKPD, Penetapan Kinerja, serta RKA/DPA SKPD. Dengan demikian akan tercipta keselarasan antara indikator kinerja dalam IKU dengan dokumen perencanaan yang ada dalam Pemerintahan Daerah.

Nilai capaian kinerja sasaran dicerminkan oleh capaian kinerja dari indikator kinerja sasaran. Indikator kinerja yang digunakan dalam mengukur pencapaian sasaran merupakan indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen indikator kinerja utama. Target pencapaian indikator kinerja ditetapkan dalam dokumen penetapan kinerja secara

(4)

definitif setiap tahun. Pengukuran terhadap setiap pencapaian indikator kinerja tersebut dilakukan pada setiap akhir tahun yang diwujudkan dalam bentuk formulir pengukuran kinerja. Dengan demikian pengukuran kinerja sasaran sekaligus menggambarkan pengukuran pencapaian indikator kinerja utama.

2. Capaian Indikator Makro

Indikator kinerja makro daerah merupakan indikator kinerja yang terkait dengan ekonomi dan soaial budaya dimana pencapaiannya didukung oleh seluruh SKPD yang ada dilingkungan Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin.

Indikator tersebut dapat dicapai melalui pelaksanaan program dan kegiatan selama 5 (lima) tahun dalam periode 2012-2017. Adapun target dan realisasi indikator makro Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin sebagai berikut :

Tabel 3.1

Indikator Kinerja Daerah Kabupaten Musi Banyuasin CAPAIAN INDIKATOR MAKRO KABUPATEN

MUSI BANYUASIN TAHUN 2014

No Indikator Kinerja Satuan Target2014 Realisasi2014 % Penjelasan SumberData Perekonomian 1 Pertumbuhan Ekonomi ( Non Migas) % 8,96 9,26 103,3 Laju peningkatan produksi (PDRB tanpa Migas) berdasarkan harga konstan yang sudah dihilangkan faktor kenaikan tingkat harga (tahun dasar 2000)

BAPPEDA

2 Pertumbuhan Ekonomi

(Migas) % 3,83 4,21 109,9 Laju peningkatan produksi (PDRB

Dengan Migas) berdasarkan harga konstan yang sudah dihilangkan faktor kenaikan tingkat harga (tahun dasar 2000)

(5)

No Indikator Kinerja Satuan Target2014 Realisasi2014 % Penjelasan SumberData

3 Pendapatan per kapita

(Migas) Juta Rp 48.276 53,099 109,9 Data diperoleh dari pihak BPS setelah

dibukukan oleh Bappeda kedalam buku muba dalam angka dan PDRB

BAPPEDA

4 Pendapatan per kapita

(Non Migas)

Juta Rp 24.723 26,342 106,5 Data diperoleh dari

pihak BPS setelah dibukukan oleh Bappeda kedalam buku muba dalam angka dan PDRB

BAPPEDA

5 PDRB per kapita (Migas) Juta Rp 60,054 64,363 107,2 Pendapatan

regional (Migas, Harga berlaku) dibagi Jumlah penduduk

BAPPEDA

6 PDRB per kapita (Non

Migas) Juta Rp 29,385 31,930 108,7 Pendapatan regional (Non Migas, Harga berlaku) dibagi Jumlah penduduk BAPPEDA 7 Pengeluaran Konsumsi

Rumah Tangga per kapita

Juta Rp 1.641.280 1.703.396,46 103,80 Data diperoleh dari

pihak BPS setelah dibukukan oleh Bappeda kedalam buku muba dalam angka dan PDRB

BAPPEDA

8 Nilai Tukar Petani Jt/KK/thn 38 30,12 79,26 Data nilai tukar

petani ini disajikan berdasarkan data dari BPS tahun 2013 BAPPEDA Kontribusi PDRB 9 Kontribusi Sektor Pertanian (palawija) terhadap PDRB

Juta Rp 515,099 466,523 90,6 Penjumlah Nilai

Tambah (Selisih Nilai Produksi Dengan Nilai Antara) Bruto dari sektor pertanian dalam periode tertentu (1 Tahun) BAPPEDA 10 Kontribusi sektor Perkebunan (tanaman keras) terhadap PDRB

Juta Rp 2,393 2,252 94,1 Penjumlah Nilai

Tambah (Selisih Nilai Produksi Dengan Nilai Antara) Bruto dari sektor industri dalam periode tertentu (1 Tahun)

(6)

No Indikator Kinerja Satuan Target

2014 Realisasi2014 % Penjelasan SumberData

11 Kontribusi sektor

industri terhadap PDRB Juta Rp 2,592 2,721 105,0 Penjumlah nilai tambah (selisih nilai produksi

dengan nilai antara) bruto dari sektor perkebunan dalam periode tertentu (1 tahun)

BAPPEDA

12 Kontribusi industri

rumah tangga terhadap PDRB sektor industri

Juta Rp 585 602 102,90 Data diperoleh dari

pihak BPS setelah dibukukan oleh Bappeda kedalam buku muba dalam angka dan PDRB

BAPPEDA

13 Kontribusi Sektor

Kehutanan terhadap PDRB

Juta Rp 1,838 1,665 90,6 Penjumlah Nilai Tambah

(Selisih Nilai Produksi dengan Nilai antara) bruto dari sektor kehutanan dalam periode tertentu (1 tahun) BAPPEDA 14 Kontribusi Sektor Pertambangan terhadap PDRB

Juta Rp 21,292 20,567 96,6 Penjumlah nilai tambah

(selisih produksi dengan nilai antara) bruto dari sektor petambangan dalam periode tertentu (1 tahun)

BAPPEDA

15 Kontribusi Sektor

Perdagangan terhadap PDRB

Juta Rp 2,772 3,117 112,4 Penjumlah Nilai tambah

(selisih nilai produksi dengan nilai antara) bruto dari sektor perdaganagan dalam periode tertentu (1 Tahun) BAPPEDA Sosial Budaya 16 Persentase Penduduk

Miskin % 13,50 18,02 133,48 Data diperoleh dari pihak BPS setelah

dibukukan oleh Bappeda kedalam buku muba dalam angka dan PDRB

BAPPEDA

17 Berkurangnya Tingkat

Kesenjangan

Indeks 1,42 1,42 100 Data diperoleh dari

pihak BPS setelah dibukukan oleh Bappeda kedalam buku muba dalam angka dan PDRB

(7)

No Indikator Kinerja Satuan Target

2014 Realisasi2014 % Penjelasan SumberData

18 Tingkat Pengangguran

Terbuka Orang 15,032 12,325 81,99 Data diperoleh dari pihak BPS setelah

dibukukan oleh Bappeda kedalam buku muba dalam angka dan PDRB

BAPPEDA

19 Rasio Ketergantungan % 50 50 100 Data diperoleh dari

pihak BPS setelah dibukukan oleh Bappeda kedalam buku muba dalam angka dan PDRB BAPPEDA 20 Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Konstan ta

73,77 73,67 99,86 Data diperoleh dari

pihak BPS setelah dibukukan oleh Bappeda kedalam buku muba dalam angka dan PDRB

BAPPEDA

Keuangan Daerah

21 Desa telayani air bersih Desa 211 183 86,72 Realisasi belum dapat

mencapai target karena jauhnya daerah jangkauan, dan banyak penduduk yang menggunakan air sumur. Data diperoleh dari Muba dalam Angka

BAPPEDA

22 Jumlah APBD Trilyun

Rp 3,11 3,91 125,72 Angka realisasi didapatkan dari jumlah

pendapatan ditambah dengan penerimaan pembiayaan. Terjadinya peningkatan tersebut dari dana perimbangan yang meningkat sampai dengan 125,72% yang terdiri dari bagi hasil pajak dan bagi hasil bukan pajak

DPPKAD

23 Jumlah PAD Milyar

Rp

105,18 172,92 164,40 Realisasi PAD pada

tahun 2013 mengalami kenaikan sebesar 111,8% dan melebihi target dikarenakan terdapat kenaikan pada pendapatan di sektor Retribusi daerah yang ditargetkan Rp.3.484.440.000 melampaui target sebesar Rp.4.081.568.991 atau mengalami kenaikan sebesar 117,14% sedangkan target PAD yang didapatkan dari pajak daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan

(8)

No Indikator Kinerja Satuan Target

2014 Realisasi2014 % Penjelasan SumberData

serta lain-lainnya Pendapatan Daerah yang sah walau tidak memenuhi target namun tidak terlalu signifikan.

Perbankan, Asuransi dan Penginapan

24 Jenis dan Jumlah Bank

dan Cabang % 6 8 133 Realisasi didapat berdasarkan data

pembuatan surat izin dari Badan Pelayanan Perizinan dibagi target tahun 2013.

SIUP/TDP

25 Jenis dan Jumlah

perusahaan asuransi dan cabang - 1 1 100 BP3M belum melakukan survey langsung ke lapangan dikarenakan terjadinyanya transisi indikator dari Bappeda ke BP3M

BP3M

26 Jenis, Kelas dan Jumlah

restoran 7 561 8014 peningkatan ini merupakan salah satu

indikator dari makin baiknya perekonomian masyarakat terutama di bidang kuliner di wilayah Musi Banyuasin.

BPS Kab MUBA dalam Buku MUBA dalam Angka 2011-2012

27 Jenis,Kelas dan jumlah

penginapan/hotel

15 28 186 Data diperoleh dari

pihak BPS setelah dibukukan oleh Bappeda kedalam buku muba dalam angka dan PDRB BPS Kab MUBA dalam Buku MUBA dalam Angka 2011-2012 Pendidikan

28 Angka Melek Huruf % 99,99 100 100,01 Pada Angka Melek huruf

tersebut, ternyata mengalami peningkatan capaian sebesar 100,01% dimana rencana target yang harus dicapai sebesar 99,98% ternyata terealisasi 99,99%. Juga apabila bandingkan dengan tahun 2012 yang lalu mengenai

peningkatan sebesar 0,01% dimana data realisasi tahun 2012 yang lalu sebesar 99,97% namun capaian realisasi tahun 2012 sebesar 100%

(9)

No Indikator Kinerja Satuan Target

2014 Realisasi2014 % Penjelasan SumberData

29 Angka rata-rata lama

sekolah % 8,8 - - BPS Kabupaten Muba belum melaksanakan

survei terhadap angka rata - rata lama sekolah karena BPS melalukan survei lima tahun sekali, sehingga data belum dpt ditampilkan

DIKNAS

30 Angka Partisipasi Kasar % 104,73 106,47 101,66 Adanya pembangunan

unit sekolah baru, penambahan ruang kelas baru dan kegiatan kelompok belajar program paket A setara SD serta kegiatan kelompok belajar program paket B setara SMP bagi anak - anak yang kurang mampu

DIKNAS

31 Angka Partisipasi Murni

(APM) SD/MI/Paket A

% 100 100 100 Meningkatnya

kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anaknya yang sudah berumur 7 tahun. Adanya pebmangunan unit sekolah baru, penambahan ruang kelas baru dan kegiatan kelompok belajar program paket A setara SD bagi anak - anak nya yang kurang beruntung

DIKNAS

32 Angka Partisipasi Murni

(APM) SMP/MTs/Paket B % 99,53 100 99,53 Meningkatnya kesadaran masyarakat

untuk menyekolahkan anaknya yang sudah berumur 13 tahun. Adanya pembangunan unit sekolah baru, penambahan ruang kelas baru dan kegiatan kelompok belajar program paket B setra SMP bagi anak - anaknya yang kurang beruntung

(10)

No Indikator Kinerja Satuan Target

2014 Realisasi2014 % Penjelasan SumberData

33 Angka Partisipasi Murni

(APM)

SMA/SMK/MA/Paket C

% 76,92 78,77 102,41 Meningkatnya

kesadaran masyarakt untuk menyekolahkan anakanya yang sudah berumur 16 tahun. Adanya pembangunan unit sekolah

baru,penambahan ruang kelas baru dan kegiatan kelompok belaiar program paket C setara SMA bagi anak - anaknya yang kurang beruntung

DIKNAS

33 Angka Partisipasi Murni

(APM)

SMA/SMK/MA/Paket C

% 76,92 78,77 102,41 Meningkatnya

kesadaran masyarakt untuk menyekolahkan anakanya yang sudah berumur 16 tahun. Adanya pembangunan unit sekolah

baru,penambahan ruang kelas baru dan kegiatan kelompok belaiar program paket C setara SMA bagi anak - anaknya yang kurang beruntung

DIKNAS

34 Angka Putus Sekolah

(APS) SD/MI

% 0,08 0,07 87,5 Menurut angka putus

sekolah di SD/MI dikarenakan : a. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan b. Adanya bantuan program sekolah gratis c. Adanya bantuan siswa miskin d. Terjangkaunya

permukiman penduduk dengan sekolah

DIKNAS

35 Angka Putus Sekolah

(APS) SMP/MTs

% 0,24 0,08 33,33 Menurut angka putus

sekolah di SMP/Mts dikarenakan : a. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan b. Adanya bantuan program sekolah gratis c. Adanya bantuan siswa miskin d. Terjangkaunya

permukiman penduduk dengan sekolah

(11)

No Indikator Kinerja Satuan Target

2014 Realisasi2014 % Penjelasan SumberData

36 Angka Putus Sekolah

(APS) SMA/SMK/MA % 0,20 0,14 70,00 Menurut angka putus sekolah di SMA/MA

dikarenakan : a. Kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan b. Adanya bantuan program sekolah gratis c. Adanya bantuan siswa miskin d. terjangkaunya

permukiman penduduk dengan sekolah

DIKNAS

37 Rasio jumlah puskesmas

per 1000 penduduk 100.00 per

pendud uk

5 4,49 89,70 Jumlah pertambahan

penduduk yang cepat dan tidak sebanding

Dinkes

38 Rasio jumlah poskesdes

per Desa 1,15 1,11 96,52 Terjadinya penurunan dari tahun 2012 Dinkes

39 Rasio tenaga dokter per

100.000 penduduk per 100.000 pendud uk 20 11,63 58,14 realisasi belum

mencapai target, karena masih terdapat kekurangan tenaga dokter di sarana kesehatan.

Dinkes

40 Rasio bidan per 100.000

penduduk 100.000 per

pendud uk

70 41,53 59,32 realisasi belum

mencapai target, karena masih terdapat kekurangan tenaga bidan di sarana kesehatan.

Dinkes

42 Angka Usia Harapan

Hidup

Tahun 70,72 70,44 99,60 melebihi target yang

yang diinginkan, karena dikabupaten musi banyuasin kepala daerahnya sangat berperan positif dalam kegiatan lansia.

Dinkes

43 Persentase balita gizi

buruk % 0,22 0,04 18,18 pada tahun 2012 persentase realisasi di

dapatkan dari dengan membandingkan jumlah balita gizi buruk yang ada yang berjumlah 38 org dengan jumlah balita yang ditimbang berjumlah 14.309 org. Jumlah balita ditimbang lebih sedikit

dibandingkan tahun 2012 begitu juga dengan jumlah balita gizi buruk jumlahnya lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya, tetapi persentase realisasi tahun 2012 dan 2013 sama yaitu 0.27% Dinkes

(12)

3. Evaluasi Pencapaian Sasaran dan Pengukuran Kinerja

Secara umum, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin telah dapat melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggung jawab organisasi. Dari 29 sasaran yang telah ditetapkan di dalam RPJMD Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2012-2017, pengukuran, evaluasi dan analisis capaian sasaran strategis dilakukan terhadap sasaran dengan 129 indikator kinerja yang program dan kegiatannya dilaksanakan pada tahun 2014. Pencapaian indikator sasaran kinerja Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin adalah sebagai berikut:

Tabel 3.2

Persentase Kategori Pencapaian Indikator Sasaran

No. Kategori Jumlah Indikator

Sasaran Persentase

Misi I ( 12 Indikator Sasaran )

1. Baik Sekali 11 91,67

2. Baik -

-3. Cukup -

-4. Kurang 1 8,33

Misi II ( 13 Indikator Sasaran )

1. Baik Sekali 9 69,23

2. Baik 1 7,69

3. Cukup -

-4. Kurang 3 23,08

Misi III ( 28 Indikator Sasaran )

1. Baik Sekali 19 67,86

2. Baik 2 7,14

3. Cukup 1 3,57

4. Kurang 6 21,43

Misi IV ( 51 Indikator Sasaran )

1. Baik Sekali 41 80,39

2. Baik 3 5,88

3. Cukup 1 1,96

4. Kurang 6 11,76

Misi V ( 25 Indikator Sasaran )

1. Baik Sekali 18 72

2. Baik -

-3. Cukup 3 12

(13)

Analisis pencapaian Tujuan Dan Sasaran Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin tahun 2014 adalah sebagai berikut :

MISI I : Memperkuat Ekonomi rakyat Berbasis Sumber Daya dan Kearifan Lokal yang Mandiri, Berdaya Saing dan Religius

Tujuan 1.1. Mewujudkan Swasembada Pangan yang Merata dan Berkelanjutan

Tujuan mewujudkan swasembada pangan yang merata dan berkelanjutan didukung oleh 1 (satu) sasaran. Rincian analisis capaian masing-masing sasaran yang mendukung tercapainya tujuan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

1.1.1. Sasaran Meningkatnya Hasil Produksi Pertanian, Perkebunan dan Perikanan yang Mendukung Ketahanan Pangan

1. Perbandingan antara target dan realisasi tahun 2014

Nama Indikator Satuan Rencana

2014

Realisasi 2014

% Capaian

1 Produktivitas padi pertahun ton/ha 4,37 4,16 95,19

2 Produktivitas jagung pertahun ton/ha 4,56 7,20 157,89

3 Penguatan cadangan pangan pertahun% 100 758 758

4 Skor pola pangan harapan (PPH) % 87,40 94,86 108,54

5 Produksi daging pertahun ton/tahun 1.613 1.764,00 109,36

6 Produksi telur pertahun ton/tahun 667 677,01 101,50

7 Produksi perikanan pertahun ton/tahun 15,226 37.018,00 243,12

1) Capaian indikator produktivitas padi pertahun sebesar 95,19%. Pada tahun 2014 ditargetkan produktivitas padi pertahun sebesar 4,37 ton, angka realisasi indikator produktivitas padi pertahun pada tahun 2014 adalah 4,16 ton yang merupakan hasil perhitungan dari produksi padi tahun 2014 sebanyak 239.665 ton dibagi luas lahan tahun 2014 sebesar

(14)

57.555 ha, sehingga pertumbuhan produktivitas padi pertahun mencapai 4,16 ton.

2) Capaian indikator produktivitas jagung pertahun sebesar 157,96%, pencapaian indikator kinerja ini cukup tinggi. Pada tahun 2014 direncanakan indikator ini mencapai target 4,56 ton, sedangkan pada realisasinya mencapai angka 7,20 ton. Angka realisasi ini didapat dari jumlah produksi jagung tahun 2014 sebesar 21.875 ton dibagi luas lahan tanam tahun 2014 sebesar 3.037 ha, sehingga menunjukkan hasil sebesar 7,20 ton.

3) Capaian indikator penguatan cadangan pangan sebesar 758%. Untuk tahun 2014 indikator penguatan cadangan pangan ditargetkan sebesar 100% pertahun, namun realisasi yang dicapai sebesar 758%. Angka realisasi ini didapat dengan menggunakan rumus SPM yaitu jumlah cadangan pangan kabupaten tahun 2014 sebesar 758 ton dibagi 100 ton dan dikali 100%, sehingga hasil realisasi yang dicapai sebesar 758%. 4) Capaian indikator skor pola pangan harapan tahun 2014 sebesar

108,53%. Pada tahun 2014 indikator skor pola pangan harapan ditargetkan sebesar 87,40%, untuk realisasi yang dicapai pada tahun 2014 sebesar 94,86%. Perhitungan angka realisasi ini didapat dari nilai jumlah skor PHH yang didapat dari persentase AKG kelompok bahan pangan dikali bobot ketersedian bahan makanan.

5) Capaian indikator produksi daging tahun 2014 sebesar 109,40% capaian indikator tersebut sudah di atas target. Produksi daging untuk tahun 2014 ditargetkan sebanyak 1.613 ton sementara realisasi yang dicapai adalah 1.764,66 ton, realisasi ini merupakan perhitungan dari jumlah kebutuhan konsumsi daging pada tahun 2014.

6) Capaian indikator produksi telur tahun 2014 sebesar 101,50%, target untuk tahun 2014 indikator Produksi telur pertahun adalah 667 ton dan realisasi yang tercapai adalah 677,01 ton. Perhitungan angka realisasi produksi telur ini didapat dari jumlah produksi telur yang dihasilkan pada tahun 2014.

7) Capaian indikator produksi perikanan tahun 2014 sebesar 243,12%. Pada tahun 2014 indikator produksi perikanan tersebut ditargetkan sebesar 15,22 ton, dan yang terealisasi adalah sebesar 37.018,34 ton. Angka realisasi produksi perikanan didapat dari jumlah hasil produksi tangkap ditambah dengan jumlah produksi budidaya.

(15)

2. Perbandingan realiasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2014, tahun 2013, dan tahun 2012

Nama Indikator

S

at

u

an

Target Realisasi Capaian

2012 2013 2014 2012 2013 2014 20 12 20 13 20 14 1 Produktivitas

padi pertahun ton/th 4,27 4,32 4,37 4,32 4,34 4,16 101,17 100,46 95,19

2 Produktivitas

jagung pertahun ton/th 4,34 4,45 4,56 3,48 3,47 7,20 80,18 77,97 157,89

3 Penguatan cadangan Pangan % 100 100 100 100 320 758 100 320 758 4 Skor Pola Pangan Harapan (PPH) % 79,30 83,20 87,40 86,10 92,36 94,86 108,58 111 108,53 5 Produksi daging pertahun ton/thn 1,535 1.573 1.613 1.740,94 1.790,40 1.764,6 6 113,42 113,82 109,40

6 Produksi telur pertahun ton/thn 650 660 667 667 681 677,01 102,61 103,18 101,50 7

Produksi perikanan pertahun

ton/thn 13.81 14,5 15,226 20.222 20,22 37.018,34 146,43 146,43 243,12 Berdasarkan hasil evaluasi terhadap sasaran tersebut di atas,

diperoleh gambaran pada perbandingan realisasi kinerja tahun 2014, tahun 2013 dan tahun 2012 bahwa dari 7 (tujuh) indikator sasaran yang tetapkan terdapat 3 (satu) indikator yang mengalami tren fluktuatif dalam jumlah angka realisasinya yaitu pada “indikator produktivitas padi pertahun, indikator produksi daging pertahun dan indikator produksi telur pertahun” dan 4 (empat) indikator “produktivitas jagung pertahun, indikator penguatan cadangan pangan, indikator skor pola pangan harapan dan indikator produksi perikanan pertahun” mengalami tren meningkat. Untuk capaian kinerja tahun 2014, tahun 2013 dan tahun 2012 dari 7 (tujuh) indikator sasaran yang ditetapkan terdapat 4 (ua) indikator yang mengalami tren fluktuatif yaitu indikator “produktivitas padi pertahun, skor pola pangan harapan, produksi daging pertahun dan produksi telur pertahun”, sedangkan

(16)

untuk indikator “produktivitas jagung pertahun, penguatan cadangan pangan dan produksi perikanan pertahun memiliki tren meningkat”. Analisa perbandingan realisasi kinerja dan capaian kinerja setiap indikator sebagai berikut:

1) Indikator produktivitas padi pertahun mengalami tren secara fluktuatif, pada tahun 2012 realisasi 4,32 ton kemudian meningkat menjadi 4,34 ton pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami penurunan angka realisasi menjadi 4,16 ton. Untuk angka capaian kinerja indikator produktivitas padi pertahun mengalami tren cenderung menurun, pada tahun 2012 capaian kinerja sebesar 101,17% kemudian menurun menjadi 100,46% di tahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami penurunan kembali menjadi 95,19%. Capaian indikator ini menghasilkan nilai rata-rata sebesar 98,94%.

2) Indikator produktivitas jagung pertahun mengalami tren meningkat, ini dapat terlihat dari perbandingan realisasi kinerja pada tahun 2012 produktivitas jagung pertahun mencapai 3,48 ton, pada tahun 2013 mengalami penurunan menjadi 3,47 ton dan pada tahun 2014 meningkat menjadi 7,20 ton/tahun. Untuk capaian kinerja pada indikator produktivitas jagung pertahun mengalami tren fluktuasi, dimana tahun 2012 mencapai 80,18%, menurun menjadi 77,97% di tahun 2013 dan meningkat menjadi 157,89% di tahun 2014. Capaian indikator ini menghasilkan nilai rata-rata sebesar 105,3%.

3) Indikator penguatan cadangan pangan mengalami tren meningkat, pada tahun 2012 realisasi 100% kemudian meningkat menjadi 320% di tahun 2013 dan pada tahun 2014 menjadi 758%, penghitungan realisasi kinerja ini menggunakan rumus SPM. Untuk capaian kinerja indikator penguatan cadangan pangan mengikuti realisasi kinerja, yaitu cenderung mengalami tren meningkat, ini dapat dilihat dari tahun 2012 sebesar 100%, naik menjadi 320% pada tahun 2013 dan naik lagi menjadi 758% pada tahun 2014. Capaian indikator ini menghasilkan nilai rata-rata sebesar 392,66%.

4) Indikator skor pola pangan harapan untuk realisasi mengalami tren peningkatan, ini dapat terlihat dari perbandingan mulai dari tahun 2012 sebesar 86,10%, 92,36% di tahun 2013 dan 94,86% di tahun 2014. Untuk capaian kinerja pada indikator skor pola pangan harapan

(17)

mengalami tren fluktuasi, ini dapat terlihat di tahun 2012 sebesar 108,58%, kemudian meningkat menjadi 111% ditahun 2013 dan 108,53% di tahun 2014. Capaian indikator ini menghasilkan nilai rata-rata sebesar 109,37%

5) Indikator produksi daging pertahun mengalami tren secara fluktuatif pada realisasi kinerja, pada tahun 2012 realisasi yang tercapai adalah 1.790 ton, kemudian meningkat menjadi 1.790,40 ton di tahun 2013 dan mengalami penurunan realisasi menjadi 1.764,66 ton di tahun 2014. Pada capaian kinerja juga mengalami tren fluktuatif, ini terlihat dari capaian indikator tahun 2012 sebesar 113,42% kemudian meningkat menjadi 113,82% di tahun 2013 dan mengalami penurunan menjadi 113,12% di tahun 2014. Capaian indikator ini menghasilkan nilai rata-rata sebesar 113,45%.

6) Indikator produksi telur pertahun untuk realisasi mengalami tren secara fluktuatif, hal ini terlihat dari realisasi pada tahun 2012 sebesar 667 ton, di tahun 2013 realisasi meningkat menjadi 681 ton dan di tahun 2014 menurun menjadi 677,01 ton. Untuk capaian kinerja indikator produksi telur pertahun juga mengalami tren fluktuatif, dapat di lihat dari capaian kinerja paada tahun 2012 sebesar 102,61%, meningkat menjadi 103,18% ditahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami penurunan menjadi 101,50%. Capaian indikator ini menghasilkan nilai rata-rata sebesar 102,43%.

7) Indikator produksi perikanan pertahun realisasi kinerja cenderung mengalami tren meningkat, hal ini dapat dilihat dari realisasi tahun 2012 sebesar 14,5 ton, menjadi 15,226 ton di tahun 2013 dan meningkat lagi menjadi sebesar 37.018,34 ton di tahun 2014. Untuk capaian kinerja juga indikator produksi perikanan pertahun cenderung selalu meningkat, ini dapat dilihat dari capaian tahun 2012 sebesar 146,43%, 224,76% di tahun 2013 dan meningkat lagi sebesar 243,12% ditahun 2014. Capaian indikator ini menghasilkan nilai sebesar 204,77%.

3. Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun 2014 dengan target yang telah ditetapkan dalam RPJMD tahun 2012-2017

(18)

Realisasi capaian sasaran sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RPJMD dapat dilihat pada tabel berikut :

Nama Indikator Satuan

Realisasi s.d Tahun 2014 Rencana sesuai dengan RPJMD Tahun 2017 % Capaian

1 Produktivitas padi pertahun ton/ha 4,16 4,5 96,44

2 Produktivitas jagung pertahun ton/ha 7,20 4,56 157,89

3 Penguatan cadangan pangan

%

pertahun 758 100 758

4 Skor pola pangan harapan

(PPH) % 94,86 100 105,41

5 Produksi daging pertahun ton/tahun 1.764,66 1.717 102,77

6 Produksi telur pertahun ton/tahun 667 687 97,08

7 Produksi perikanan

pertahun ton/tahun 37.018,34 17.625 210

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi sampai dengan tahun 2014 dibandingkan dengan rencana akhir RPJMD pada tahun 2017 menunjukkan angka yang positif dengan perkembangan 96,44%, 157,89%, 758% 105,41%, 102,77%, 97,08% dan 210 untuk masing-masing indikator. Capaian kinerja ini merupakan capaian pada tahun ke-3 RPJMD. Untuk mencapai target yang ditentukan direncanakan pada tahun ke-5 akan mampu mencapai angka 100% atau lebih.

(19)

Dari 7 (tujuh) indikator sasaran yang digunakan, belum terdapat standar nasional ( SPM) sehingga indikator tersebut tidak dapat diperbandingkan dengan standar nasional

5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan /penurunan serta alternatif solusi yang telah dilakukan.

Berikut merupakan analisa penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan serta alternatif solusi yang telah dilakukan;

1) Pencapaian indikator produktivitas padi pertahun sebesar 95,29%, capaian indikator ini untuk tahun 2014 belum memenuhi target, hal ini disebabkan karena tahun 2014 ini pada waktu tanaman sedang masa berbunga terjadi musim kemarau. Untuk mencapai sasaran peningkatan produktivitas padi ini diambil kebijakan melalui program peningkatan penerapan teknologi pertanian/perkebunan, pengadaan sarana dan prasarana teknologi pertanian/perkebunan tepat guna, dan program peningkatan produksi pertanian/perkebunan.

2) Pencapaian indikator produktivitas jagung pertahun sebesar 157,89%, capaian indikator ini lebih tinggi dari target yang ditetapkan, hal ini disebabkan adanya bantuan benih unggul yang ditanam pada awal tahun (bibit jagung hybrida). Selain itu tidak adanya serangan hama dan harga jagung ditingkat petani cukup bagus sehingga minat petani untuk menanam jagung meningkat.

3) Pencapaian indikator penguatan cadangan pangan sebesar 758%, capaian ini melebihi target yang ditetapkan, bahkan jauh diatas target nasional sebesar 60%. Capaian yang melebihi target ini disebabkan karena didukung oleh anggaran APBD Kabupaten Musi Banyuasin, sejak tahun 2012 pengadaan cadangan pangan (beras) diatas 60 ton, yaitu pada tahun 2012 sebanyak 120 ton, tahun 2013 sebanyak 320 ton dan pada tahun 2014 sebanyak 445 ton.

4) Pencapaian indikator skor pola pangan harapan (PPH) sebesar 108,53%, mengalami penurunan dibanding tahun 2013 sebesar 111% ,

(20)

walaupun untuk realisasinya mengalami peningkatan hal ini disebabkan target tahun 2014 lebih tinggi dari tahun 2013.

5) Pencapaian indikator produksi daging pertahun sebesar 109,40%, capaian ini melebihi target. Capaian indikator ini melebihi target disebabkan jumlah permintaan untuk konsumsi naik sehingga jumlah pemotongan juga naik, akibatnya mempengaruhi jumlah produksi daging. 6) Pencapaian indikator produksi telur pertahun sebesar 101,50%, capaian ini sudah diatas target. Capaian indikator produksi telur pertahun melampaui target disebabkan populasi ayam buras dan itik mengalami peningkatan. Peningkatan ini didukung oleh kebijakan yang diambil melalui kegiatan pembangunan sarana dan prasarana pembibitan ternak. 7) Pencapaian indikator produksi perikanan pertahun sebesar 243,12% pada tahun 2014. Capaian indikator ini sudah melebihi target, adapun penyebab meningkatnya capaian indikator produksi perikanan pertahun adalah meningkatnya produksi budi daya ikan di masyarakat dengan ditunjang adanya program kegiatan yang memberikan bantuan bibit ikan kepada masyarakat.

Tujuan 1.2 Mewujudkan Pemerataan Ekonomi yang Berbasisi Sumber Daya Lokal Dengan Optimalisasi Peran Koperasi, UKM dan Masyarakat Desa

Tujuan mewujudkan pemerataan ekonomi yang berbasis sumber daya lokal dengan optimalisasi peran Koperasi, UKM dan Masyarakat Desa didukung oleh 2 (dua) sasaran. Rincian analisis capaian masing-masing sasaran yang mendukung tercapainya tujuan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :

1.2.1. Sasaran Berkembangnya Koperasi, Usaha kecil dan Menengah

(21)

Nama Indikator Satuan Rencana 2014 Realisasi 2014 % Capaian 1 Koperasi Aktif % 97 95,57 98,53

2 Jumlah usaha kecil dan mikro unit 1.187 13.556 1.142,04

1) Capaian indikator koperasi aktif sebesar 98,52 %. Pada tahun 2014 koperasi aktif ditargetkan sebesar 97%, angka realisasi indikator koperasi aktif pada tahun 2014 yaitu sebesar 95,57% yang merupakan hasil perhitungan dari perbandingan jumlah koperasi yang aktif di tahun 2014 sebanyak 259 koperasi dengan jumlah seluruh koperasi yang ada pada tahun 2014 sebanyak 271 koperasi.

2) Capaian indikator jumlah usaha kecil dan mikro sebesar 1142 % jauh melebihi target. Pada tahun 2014 target indikator jumlah usaha kecil dan mikro sebanyak 1.187 unit. Angka realisasi jumlah usaha kecil dan mikro sebesar 13,556 unit ditahun 2014 merupakan jumlah usaha kecil dan mikro yang beraktifitas pada tahun 2014 di 14 ( empat belas ) Kecamatan dalam Kabupaten Musi Banyuasin.

2. Perbandingan realiasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2014, tahun 2013, dan tahun 2012

Nama Indikator S

at

u

an Target Realisasi Capaian

2012 2013 2014 2012 2013 2014 20 12 20 13 20 14 1 Koperasi Aktif % 95 96 97 94,80 95,40 95,57 99,79 99,37 98,52 2 Jumlah Usaha Kecil dan Mikro unit 987 1.087 1.187 12.628 13.556 13.556 1.279 1.247,10 1.142,03

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap sasaran tersebut di atas, diperoleh gambaran pada perbandingan realisasi kinerja tahun 2014, tahun 2013 dan tahun 2012 bahwa dari 2 ( dua ) indikator sasaran yang ditetapkan

(22)

semuannya mengalami tren meningkat. Ini dapat dilihat dari angka realisasi yang dicapai oleh kedua indikator tersebut, yaitu indikator Koperasi aktif dan indikator jumlah usaha kecil dan mikro. Untuk capaian kinerja tahun 2014, tahun 2013 dan tahun 2012 kedua indikator sasaran mengalami tren fluktuatif. Analisa perbandingan realisasi kinerja dan capaian kinerja setiap indikator sebagai berikut

1) Indikator koperasi aktif pada realisasi kinerja mengalami tren meningkat, ini dapat dilihat dari realisasi kinerja pada tahun 2012 sebesar 94,80%, meninkat menjadi 95,40% di tahun 2013 dan kembali meningkat menjadi 95,57% pada tahun 2014. Sementara untuk capaian kinerja indikator koperasi aktif cenderung mengalami tren secara fluktuatif, ini dapat dilihat dari capaian kinerja pada tahun 2012 sebesar 99,79% kemudian menurun menjadi 99,37% pada tahun 2013 dan kembali menurun menjadi 98,52% pada tahun 2014. Capaian indikator ini menghasilkan nilai rata-rata sebesar 99,22%.

2) Indikator jumlah usaha kecil dan mikro pada realisasi kinerja mengalami tren meningkat, dapat di lihat pada tahun 2012 realisasi kinerja indikator ini sebanyak 12.628 unit, mengalami kenaikan menjadi 13.556 unit ditahun 2013 dan pada tahun 2014 realisasi tetap sebesar 13.556 unit. Untuk capaian kinerja indikator jumlah usaha kecil dan mikro mengalami tren secara fluktuatif, ini dapat dilihat pada tahun 2012 sebesar 1.279% di tahun 2013 turun menjadi 1.247,01% dan kembali menurun pada tahun 2014 menjadi 1.142,03%. Capaian indikator ini menghasilkan nilai rata-rata sebesar 1.222,68%.

3. Perbandingan antara capaian realisasi kinerja sampai dengan tahun 2014 dengan target dalam RPJMD Tahun 2012 – 2017

Realisasi akumulasi capaian sasaran sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RPJMD dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Nama Indikator Satuan

Realisasi s.d Tahun 2014 Rencana sesuai dengan RPJMD Tahun 2017 % Capaian

(23)

1 Koperasi Aktif % 95,57 100 95,57 2 Jumlah usaha kecil danmikro Unit 13.556 1.487 911,63

Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi sampai dengan tahun 2014 dibandingkan dengan rencana akhir RPJMD pada tahun 2017 menunjukkan angka 95,57% dan 911,63 dengan perkembangan indikator koperasi aktif dan Jumlah usaha kecil dan mikro .

Capaian kinerja ini merupakan capaian pada tahun ke-3 RPJMD. Untuk mencapai target yang ditentukan atau direncanakan pada tahun ke-5 akan mampu mencapai angka 100 % atau lebih.

4. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2014 dengan standar nasional

Dari 2 (dua) indikator sasaran yang digunakan, belum terdapat standar nasional (SPM) sehingga indikator tersebut tidak dapat diperbandingkan dengan standar nasional.

5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan /penurunan serta alternatif solusi yang telah dilakukan

Berikut merupakan analisa penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan serta alternatif solusi yang telah dilakukan;

1) Pencapaian indikator koperasi aktif pada tahun 2014 sebesar 98,52%, capaian indikator ini mengalami penurunan, hal ini disebabkan karena meningkatnya target kinerja indikator, namun secara kuantitas mengalami peningkatan, ini terlihat dari realisasi yang dicapai pada tahun 2014 sebesar 95,57%. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan capaian kinerja pada indikator koperasi aktif adalah meningkatkan unit usaha yang berjalan dan sosialisasi kepaada anggota koperasi.

2) Pencapaian indikator jumlah usaha kecil dan mikro sebesar 1.142%, capaian ini dibanding capaian pada tahun 2013 adalah menurun, penurunan ini disebabkan target yang ditetapkan pada tahun 2014 meningkat, namun secara jumlah indikator jumlah usaha kecil dan mikro mengalami peningkatan. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan

(24)

capaian kinerja pada indikator ini adalah melalui program ekonomi kerakyatan.

1.2.2. Sasaran Meningkatnya Pemberdayaan Masyarakat Desa

1. Perbandingan antara target dan realisasi tahun 2014

Nama Indikator Satuan Rencana

2014 Realisasi 2014 % Capaian 1 Lembaga pemberdayaan

masyarakat yang aktif % 16,20 17,50 108,02

2 PKK aktif klpk 75 72 96

3 Cakupan desa siaga aktif % 89 -

-1) Capaian indikator lembaga pemberdayaan masyarakat yang aktif pada tahun 2014 sebesar 108,02%. Pada tahun 2014 indikator Lembaga pemberdayaan masyarakat desa yang aktif ditargetkan sebesar 16,20%, dan realisasi yang tercapai sebesar 17,50%. Angka realisasi ini di dapat dari jumlah lembaga pemberdayaan masyarakat berprestasi tahun 2014 sebanyak 42 lembaga dibagi jumlah seluruh lembaga pemberdayaan masyarakat tahun 2014 sebanyak 240.

2) Capaian indikator PKK yang aktif sebesar 96%. Tahun 2014 PKK aktif ditargetkan sebanyak 75 kelompok, realisasi yang tercapai tahun 2014 sebanyak 72 kelompok, angka realisasi ini didapat dari jumlah PKK aktif yang ada di 14 Kecamatan dalam Kabupaten Musi Banyuasin.

3) Capaian indikator cakupan desa siaga aktif tidak dapat terealissi dikarenakan pada tahun ini tidak terdapat anggaran sehingga kegiatan tidak terlaksana.

2. Perbandingan realiasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2014, tahun 2013, dan tahun 2012

Nama Indikator S

at

u

an Target Realisasi Capaian

2012 2013 2014 2012 2013 2014 20 12 20 13 20 14 1 Lembaga pemberdayaan % 15 15,60 16,20 14 5,83 15,75 93,33 37,37 97,22

(25)

masyarakat yang aktif

2 PKK aktif klpk 65 70 75 14 14 72 21,54 20,00 96

3 Cakupan desa

siaga aktif % 87 88 89 - - - -

-Berdasarkan hasil evaluasi terhadap sasaran tersebut di atas diperoleh gambaran pada perbandingan realisasi kinerja tahun 2014, 2013 dan 2012 bahwa dari 3 (tiga) indikator sasaran yang ditetapkan terdapat 1 (satu) indikator yang mengalami tren secara fluktuatif yaitu indikator lembaga pemberdayaan masyarakat yang aktif, sedangkan indikator PPK aktif cenderung mengalami tren meningkat ditahun 2014 dan 1(satu) indikator cakupan desa siaga aktif menurun. Sementara untuk capaian kinerja tahun 2014, tahun 2013 dan tahun 2012 kedua indikator diatas mengalami tren secara fluktuatif. Analisa perbandingan realisasi kinerja dan capaian kinerja setiap indikator sebagai berikut:

1) Indikator lembaga pemberdayaan masyarakat yang aktif mengalami tren secara fluktuatif, pada tahun 2012 persentase realisasi sebesar 14%, menurun menjadi 5,83% ditahun 2013 dan kembali meningkat menjadi 15,75% ditahun 2014. Pada capaian kinerja indikator LPM yang aktif juga mengalami tren secara fluktuatif, ini dapat dilihat dari tabel capaian kinerja pada tahun 2012 sebesar 93,33%, menurun menjadi 37,37% ditahun 2013 dan kembali meningkat menjadi 97,22% ditahun 2014. Capaian indikator ini menghasilkan nilai rata-rata sebesar 75,97%.

2) Indikator PKK aktif mengalami tren cenderung meningkat untuk realisasi kinerja, ini dapat dilihat dari tabel realisasi pada tahun 2012 PKK Aktif sebanyak 14 kelompok, masih sebanyak 14 kelompok ditahun 2013 dan meningkat menjadi 72 kelompok ditahun 2014. Untuk capaian kinerja indikator PKK aktif mengalami tren secara fluktuatif, dapat dilihat pada tahun 2012 capaian kinerja sebesar 21,54%, menurun menjadi 20,00% ditahun 2013 dan kembali meningkat menjadi 96% ditahun 2014. Capaian indikator ini menghasilkan nilai rata-rata sebesar 45,84%.

(26)

3) Indikator pada cakupan desa siaga aktif pada tahun 2012, tahun 2013 dan tahun 2014 tidak menunjukan angka realisasi selama 3 tahun berturut turut.

3. Perbandingan antara capaian realisasi kinerja sampai dengan tahun 2014 dengan target dalam RPJMD tahun 2012 – 2017

Realisasi akumulasi capaian sasaran sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RPJMD dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Nama Indikator Satuan

Realisasi s.d Tahun 2014 Rencana sesuai dengan RPJMD Tahun 2017 % Capaian 1 Lembaga pemberdayaan

masyarakat yang aktif % 15,75 18 87,5

2 PKK aktif klpk 72 85 84

3 Cakupan desa siaga aktif % - 95

-Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi sampai dengan tahun 2014 dibandingkan dengan rencana akhir RPJMD pada tahun 2017 menunjukkan bahwa kedua indikator belum mencapai target RPJMD. Capaian kinerja ini merupakan capaian pada tahun ke-3 RPJMD. Untuk mencapai target yang ditentukan direncanakan pada tahun ke-5 akan mampu mencapai angka 100% atau lebih.

4. Perbandingan realisasi kineja tahun 2014 dengan standar nasional

Dari 2 (dua) indikator sasaran yang digunakan, belum terdapat standar nasional (SPM) sehingga indikator tersebut tidak dapat diperbandingkan dengan standar nasional.

5. Analisa penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan /penurunan serta alternatif solusi yang dilakukan

(27)

Berikut merupakan analisa penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan serta alternatif solusi yan telah dilakukan.

1) Capaian indikator lembaga pemberdayaan masyarakat yang aktif sebesar 97,22%. Capaian pada indikator ini sudah sesuai dengan target, dimana hal yang mendukung keberhasilan ini disebabkan meningkatnya LPM berprestasi yang ada Kabupaten Musi Banyuasin.

2) Capaian indikator PKK aktif sebesar 96%. Capaian ini sudah sesuai dengan target, dimana hal yang mendukung keberhasilan ini disebabkan meningkatnya sumber daya manusia dalam anggota tim penggerak PKK didesa desa.

3) Capaian indikator cakupan desa siaga aktif tidak dapat terealissi dikarenakan pada tahun ini tidak terdapat anggaran sehingga kegiatan tidak terlaksana.

MISI II : Mengembangkan Pusat-Pusat Pertumbuhan dan Pelayanan Industri Kreatif yang Didukung Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Tujuan 2.1 Mewujudkan Daerah Industri Maju Yang Berbasis Sumber Daya Lokal

Tujuan terwujudnya daerah industri maju yang berbasis sumber daya lokal didukung oleh 3 (tiga) sasaran. Rincian analisis capaian masing-masing sasaran yang mendukung tercapainya tujuan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:

2.1.1. Sasaran Berkembangnya Industri Kecil dan Menengah Yang Mendukung Peningkatan Nilai Investasi Daerah

1. Perbandingan antara target dan realiasi tahun 2014

Nama Indikator Satuan Rencana2014 Realisasi2014 Capaian%

1 Pertumbuhan industri kecil dan menengah % 11,77 11,61 98,64 2 Kapasitas Produksi Industri Kecil dan Menengah per tahun % 4,35 4,33 99,54

(28)

3 Peningkatan Nilai Investasi

Industri Kecil dan Menengah % 3,80 510,50 13.434,21

1) Capaian indikator pertumbuhan industri kecil dan menengah sebesar 98.64%. Pada tahun 2014 ditargetkan pertumbuhan industri kecil dan menengah 11,77%, angka realisasi indikator pertumbuhan industri kecil dan menengah pada tahun 2014 yaitu 11,61% yang merupakan hasil perhitungan dari jumlah IKM (industri kecil dan menengah) tahun 2014 sebanyak 2.470 unit dikurangi jumlah IKM tahun 2013 sebanyak 2.213 unit usaha, kemudian dibagi jumlah IKM tahun 2013 selanjutnya dikalikan 100%. sehingga pertumbuhan industri kecil dan menengah ini mencapai 11, 61%.

2) Capaian indikator kapasitas produksi industri kecil dan menengah pertahun sebesar 99.54%, pencapaian indikator kinerja ini dalam ketegori baik sekali. Pada tahun 2014 direncanakan indikator ini mencapai target 4.35%, sedangkan pada angka realisasi sebesar 4.33%, angka realiasi ini didapat dari perbandingan jumlah kapasitas industri kecil dan menengah tahun 2014 pertahun sebesar 149.428.556, tahun sebelumnya (tahun 2013) kapasitas produksi industri kecil dan menengah sebesar 143.233.644 unit, sehingga menunjukan perkembagan/pertumbuhan senilai 4.33%.

3) Capaian indikator peningkatan nilai investasi industri kecil dan menengah pada tahun 2014 sebesar 13.434,21%. Angka realisasi indikator peningkatan nilai investasi industri kecil dan menengah pada tahun 2014 sebesar 510,50% merupakan perbandingan jumlah nilai investasi industri kecil dan menengah tahun 2014 Rp. 24.784.494.140.289 di kurang jumlah nilai investasi industri kecil dan menengah tahun 2013 sebesar Rp. 4.059.542.822.365 dibagi nilai investasi industri kecil menegah tahun lalu sebesar Rp. 4.059.542.822.365 di kali 100%.

2. Perbandingan realisasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2014, tahun 2013, dan tahun 2012

(29)

S at u an 2012 2013 2014 2012 2013 2014 20 12 20 13 20 14

1 Pertumbuhan industri kecil dan menengah % 8,30 11,19 11.77 4,99 52.72 11,61 60,12 471 98,64 2

Kapasitas Produksi Industri Kecil dan Menengah per tahun

% 3,50 3,68 4.35 11,88 90.22 4,33 339,4 2451 99, 3

Peningkatan Nilai Investasi Industri Kecil dan Menengah

% 3,25 3,50 3.80 0 168,7 510,50 0 4820 13.434,21

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap sasaran tersebut di atas, diperoleh gambaran pada perbandingan realiasi kinerja serta capaian kinerja tahun tahun 2014, tahun 2013 dan tahun 2012 bahwa dari 3 (tiga) indikator sasaran yang ditetapkan mengalami tren fluktuatif. Analisa perbandingan realiasi dan perbandingan capaian kinerja setiap indikator sebagai berikut : 1) Indikator pertumbuhan industri kecil dan menengah, mengalami tren

secara fluktuatif, pada tahun 2012 realisasi 4,99% kemudian meningkat menjadi 52,72% pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami penuruan angka realisasi menjadi 11, 61%. Untuk angka capaian kinerja juga mengalami tren fluktuatif pada tahun 2012 capaian 60,12% kemudian meningkat menjadi 471% pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami penuruan angka capaian menjadi 98,64%. Realisasi dan capaian mengalami penurunan disebabkan bukan karena tidak memenuhi target yang ditetapkan melainkan pada tahun 2013 realisasi dan capaian mengalami peningkatan yang signifikan (melampaui target yang direncanakan). Namun, secara kuantitas indikator tersebut mengalami peningkatan. Tercatat pada tahun 2012, jumlah usaha kecil dan menengah sebanyak 1449 unit usaha, meningkat pada tahun 2013 jumlah usaha kecil dan menengah sebanyak 2213 unit usaha, dan tahun 2014 jumlah usaha kecil dan menengah juga mengalami peningkatan menjadi 2470. Capaian indikator kinerja ini dalam kurun waktu 2012 sampai dengan 2014 memiliki rata-rata capaian diatas 85%.

2) Indikator kapasitas produksi industri kecil dan menengah pertahun, mengalami tren secara fluktuatif, pada tahun 2012 realisasi 11,88%

(30)

kemudian meningkat menjadi 90,22% pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami penuruan angka realisasi menjadi 4,33%. Untuk angka capaian kinerja juga mengalami tren fluktuatif, pada tahun 2012 capaian 339,4% kemudian meningkat menjadi 2451% pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami penuruan angka capaian menjadi 99,54%. Realisasi dan capaian mengalami penurunan disebabkan bukan karena tidak memenuhi target yang ditetapkan melainkan pada tahun 2013 mengalami peningkatan secara signifikan melampaui target yang direncanakan. Namun, secara kuantitas indikator tersebut mengalami peningkatan. Tercatat pada tahun 2012 kapasitas produksi industri kecil dan menengah sebesar 75.295.083 unit meningkat pada tahun 2013 menjadi 143.233.644 unit dan tahun 2014 jumlah kapasitas produksi industri kecil dan menengah juga mengalami peningkatan menjadi 149.428.556 unit. Capaian indikator kinerja ini dalam kurun waktu 2012 sampai dengan 2014 memiliki rata-rata capaian diatas 85%.

3) Indikator peningkatan nilai investasi industri kecil dan menengah memiliki tren meningkat, pada tahun 2012 realisasi 0% kemudian meningkat menjadi 168,7% pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami peningkatan angka realisasi menjadi 510,50%. Untuk angka capaian kinerja juga mengalami tren meningkat pada tahun 2012 capaian 0% kemudian meningkat menjadi 4820% pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami penuruan angka capaian menjadi 13.434,21%. Tercatat pada tahun 2013 nilai investasi industri kecil Rp. 4.059.542.822.365 dan pada tahun 2014 meningkat nilai investasi industri kecil dan menengah menjadi Rp. 24.784.494.140.289.

3. Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun 2014 dengan target yang telah ditetapkan dalam RPJMD tahun 2012 -2017

Realisasi akumulasi capaian sasaran sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RPJMD dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Nama Indikator Satuan Realisasi

s.d Tahun

Rencana sesuai

% Capaian

(31)

2014

dengan RPJMD Tahun

2017 1 Pertumbuhan industri kecil

dan menengah % 11,61 15,77 73,62

2

Kapasitas Produksi Industri Kecil dan Menengah per tahun

% 4,33 5,10 84,90

3

Peningkatan Nilai Investasi Industri Kecil dan

Menengah

% 510,50 4,40 11.602,27

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi sampai dengan tahun 2014 dibandingkan dengan rencana akhir RPJMD pada tahun 2017 menunjukkan angka yang positif yaitu 73,62%, 84,90% dan 11602,27% bahkan terdapat indikator yang sudah melebihi target indikator capaian pada akhir periode RPJMD, yaitu indikator peningkatan nilai investasi industri kecil dan menengah. Capaian kinerja ini merupakan capaian pada tahun ke-3 RPJMD. Untuk mencapai target yang ditentukan direncanakan pada tahun ke-5 telah mampu mencapai angka 100% atau lebih.

4. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2014 dengan standar nasional

Dari 3 (tiga) indikator sasaran yang digunakan, belum terdapat standar nasional (SPM) sehingga indikator tersebut tidak dapat diperbandingkan dengan standar nasional.

5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan /penurunan serta alternatif solusi yang telah dilakukan

Berikut merupakan analisa penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan serta alternatif solusi yang telah dilakukan;

1) Pencapaian indikator peningkatan kapasitas produksi industri kecil dan menengah sebesar 98,64% dan pertumbuhan industri kecil dan menengah sebesar 99,54%, capaian kedua indikator ini sesuai target, dimana hal yang mendukung keberhasilan ini disebabkan pada tahun

(32)

2014 terdapat banyak program dan kegiatan Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang bersifat mengembangkan industri kecil dan menengah yang sudah ada maupun menstimulasi tumbuhnya industri kecil baru yang sekaligus pemberian bantuan hibah mesin peralatan secara otomatis meningkatkan kapasitas produksi melaui kegiatan bimbingan tehnis yang melibatkan peserta generasi muda sebagai calon wirausahawan baru.

2) Pencapaian indikator peningkatan nilai investasi industri kecil dan menengah sebesar 13.434,21%, capaian Indikator tersebut diatas melebihi target, meningkatnya nilai investasi industri kecil dan menengah pada tahun 2014, dalam pelaksanaannya terdapat 1 (satu ) program dan 7 (tujuh) kegiatan yang mendukung capaian indikator peningkatan nilai investasi industri kecil dan menengah.

2.1.2. Sasaran Meningkatnya Perlindungan Konsumen dan

Pengamanan Perdagangan

1. Perbandingan antara target dan realiasi tahun 2014

Nama Indikator Satuan Rencana2014 Realisasi2014 Capaian%

1 Unit usaha yang memiliki perizinan % 15 100 666,67

2 Cakupan bina kelompok

pedagang/usaha informal % 18,20 17,36 95,38

1) Capaian indikator unit usaha yang memiliki perizinan sebesar 666,67%, telah melebihi target. Angka realisasi indikator unit usaha yang memiliki perizinan tahun 2014 sebesar 100% dari yang ditargetkan senilai 15%. Angka realiasi ini merupakan perbandingan jumlah usaha yang membuat perizinan SIUP-TDP pada tahun 2014 sebanyak 771 izin usaha dengan jumlah usaha formal dan informal tahun 2014 sebanyak 771 unit usaha,

(33)

sehingga persentase unit usaha yang memiliki perizinan SIUP-TDP senilai 100%.

2) Capaian indikator cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal sebesar 95,38%. Angka realisasi indikator cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal tahun 2014 sebesar 17,36% (Tujuh belas koma tiga puluh enam persen) dari yang ditargetkan senilai 18,20%. angka realisasi ini merupakan perbandingan jumlah pedagang yang dibina tahun 2014 sebanyak 900 pedagang berbanding jumlah seluruh pedagang informal Kabupaten Musi Banyuasin yaitu sebanyak 5185 pedagang, sehingga mendapatkan nilai cakupan bina kelompok pedangang/usaha informal sebesar 17,36%.

2. Perbandingan realiasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2014, tahun 2013, dan tahun 2012

Nama Indikator

S

at

u

an

Target Realisasi Capaian

2012 2013 2014 2012 2013 2014

20

12

20

13

1 Unit usaha yang

memiliki perizinan % 7,00 10 15 48,31 100 100 118,71 1.000 666,67

2

Cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal

% 9,87 12,84 18.20 9,00 16,27 17.36 91,19 126,70

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap sasaran tersebut di atas, diperoleh gambaran pada perbandingan realiasi kinerja serta capaian kinerja tahun tahun 2014, tahun 2013 dan tahun 2012 bahwa dari 2 indikator sasaran yang ditetapkan mengalami tren meningkat, sedangkan untuk perbandingan capaian kinerja selama tahun 2014 sampai tahun 2012 bahwa dari 2 (dua) indikator sasaran yang ditetapkan mengalami tren fluktuatif.

(34)

Analisa perbandingan realiasi dan perbandingan capaian kinerja setiap indikator sebagai berikut :

1) Indikator unit usaha yang memiliki perizinan, pada angka realisasi mengalami tren meningkat, pada tahun 2012 realisasi 48,31% kemudian meningkat menjadi 100% pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 angka realisasi 100%. Untuk angka capaian kinerja mengalami tren fluktuatif pada tahun 2012 capaian 118,71% kemudian meningkat menjadi 1000% pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami penuruan angka capaian menjadi 666,67%. Angka capaian mengalami fluktuatif disebakan karena meningkatnya target unit usaha yang memiliki perizinan setiap tahunnya, meskipun demikian besarnya angka realisasi dan capaian jauh melebihi target.Tercatat pada tahun 2012, jumlah unit usaha yang memiliki perizinan sebanyak 431 unit usaha, meningkat pada tahun 2013 jumlah unit usaha yang memiliki perizinan menjadi sebanyak 438 unit usaha, dari total unit usaha yang ada sebanyak 771 unit. Capaian indikator kinerja ini dalam kurun waktu 2012 sampai dengan 2014 memiliki rata-rata capaian diatas 85%.

2) Indikator cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal, pada perbandingan realisasi mengalami tren secara meningkat, pada tahun 2012 realisasi 9,00% kemudian meningkat menjadi 16,27% pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 juga mengalami peningkatan angka realisasi menjadi 17,36%, hal ini diiringi dengan meningkatnya jumlah pedagang yang dibina untuk setiap tahunnya. Untuk angka capaian kinerja juga mengalami tren fluktuatif pada tahun 2012 capaian 91,19% kemudian meningkat menjadi 126,70% pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami penuruan angka capaian menjadi 95,38%. Capaian mengalami penurunan disebabkan bukan karena tidak memenuhi target yang ditetapkan melainkan pada tahun sebelumnya tahun 2013, mengalami peningkatan secara signifikan melampaui target yang direncanakan, namun secara kuantitas indikator tersebut mengalami peningkatan. Tercatat pada tahun 2012, jumlah pedagang yang dibina sebanyak 450 pedagang, meningkat pada tahun 2013 sebanyak 852 pedagang, dan tahun 2014 mengalami peningkatan menjadi 900

(35)

pedagang yang dibina. Capaian indikator kinerja ini dalam kurun waktu 2012 sampai dengan 2014 memiliki rata-rata capaian diatas 85%.

3. Perbandingan realisasi kinerja sampai dengan tahun 2014 dengan target yang telah ditetapkan dalam RPJMD tahun 2012 -2017

Realisasi akumulasi capaian sasaran sampai dengan tahun ini dibandingkan dengan rencana yang tercantum dalam RPJMD dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Nama Indikator Satuan

Realisasi s.d Tahun 2014 Rencana sesuai dengan RPJMD Tahun 2017 % Capaian

1 Unit usaha yang memiliki

perizinan % 100 35 285,71

2 Cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal % 17,36 44,26 39,22

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa realisasi akumulasi sampai dengan tahun 2014 dibandingkan dengan rencana akhir RPJMD pada tahun 2017 menunjukkan angka 285,71% dan 39,22%.

Capaian kinerja ini merupakan capaian pada tahun ke-3 RPJMD. Untuk mencapai target yang ditentukan direncanakan pada tahun ke-5 akan mampu mencapai angka 100% atau lebih terutama untuk indikator cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal.

4. Perbandingan realisasi kinerja tahun 2014 dengan standar nasional

Dari 2(dua) indikator sasaran yang digunakan, belum terdapat standar nasional (SPM) sehingga indikator tersebut tidak dapat diperbandingkan dengan standar nasional.

5. Analisis penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan /penurunan serta alternatif solusi yang telah dilakukan

Berikut merupakan analisa penyebab keberhasilan/kegagalan atau peningkatan/penurunan serta alternatif solusi yang telah dilakukan;

(36)

1) Pencapaian indikator unit usaha yang memiliki perizinan. Mengalami peningkatan serta melebihi yang ditargetkan hal ini disebabkan karena terdapat kenaikan jumlah unit usaha yang mendaftarkan izin usahanya serta didukung dengan dilakukannya 7 kegiatan yang mendukung capaian indikator peningkatan nilai investasi, antara lain ;

1) Koordinasi perencanaan dan pelaksanaan penanaman modal 2) Pengendalian pelaksanaan penanaman modal

3) Sosialisasi peraturan pelaksanaan penanaman modal 4) Promosi penanaman modal

5) Fasilitasi kerjasama dengan dunia usaha

6) Penyusunan potensi dan peluang insvestasi daerah 7) Penyusunan rencana umum penaman modal.

2) Pencapaian indikator cakupan bina kelompok pedagang/usaha informal secara realisasi mengalami peningkatan setiap tahunnya, hal ini dikarenakan meningkatnya jumlah pedagang yang telah dibina untuk setiap tahunya, upaya yang dilakukan untuk mencapai target yang diharapkan pada tahun 2017 yaitu dilakukan bimbingan kepada kelompok usaha dan bantuan timbangan standar bagi pedagang.

2.1.3. Sasaran Meningkatnya Kapasitas Ketenagakerjaan Dan Perlindungan Tenaga Kerja

1. Perbandingan antara target dan realiasi tahun 2014

Nama Indikator Satuan Rencana

2014

Realisasi 2014

% Capaian

1 Angka partisipasi angkatan kerja % 82 66,99 81,70

2 Pencari kerja yang ditempatkan % 47 83,43 177,51

3 Pengangguran terbuka % 15,03 3,74 175,12

4 Keselamatan kerja dan hubungan

industrial yang harmonis % 25 88.89 355,56

1) Capaian indikator angka partisipasi angkatan kerja sebesar 81,70%. Pada tahun 2014 ditargetkan Angka partisipasi angkatan kerja 82%, Angka realisasi indikator Angka partisipasi angkatan kerja pada tahun 2014 yaitu 66,99%, angka realisasi ini didapat dari perhitungan persentase perbandingan jumlah angkatan kerja usia 15 tahun ke atas tahun 2014 sebanyak 278.929 orang dengan jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas sebanyak 416.314 orang.

(37)

2) Capaian indikator pencari kerja yang ditempatkan sebesar 177,51%. Pada tahun 2014 ditargetkan pencari kerja yang ditempatkan 47%, Angka realisasi indikator pencari kerja yang ditempatkan pada tahun 2014 yaitu 83,43%, angka realiasi ini merupakan hasil perhitungan persentase perbandingan dari jumlah pencari kerja yang ditempatkan tahun 2014 sebanyak 1.113 orang dengan jumlah pencari kerja yang mendaftar sebanyak 1.334 orang.

3) Capaian indikator pengangguran terbuka sebesar 175,12 %. Pada tahun 2014 ditargetkan pengangguran terbuka 15,03%, angka realisasi indikator pengangguran terbuka pada tahun 2014 yaitu 3,74%, Angka realisasi pengangguran terbuka pada tahun 2014 di dapat dari jumlah angkatan kerja yang benar-benar tidak bekerja sebanyak 10.434 orang dibandingkan dengan jumlah angkatan kerja yang ada sebanyak 278.929 orang.

4) Capaian indikator keselamatan kerja dan hubungan industrial yang harmonis sebesar 355,56%, Pada tahun 2014 ditargetkan keselamatan kerja dan hubungan industrial yang harmonis 25%, angka realisasi indikator keselamatan kerja dan hubungan industrial yang harmonis pada tahun 2014 yaitu 88,89%, Angka realisasi keselamatan kerja dan hubungan industrial yang harmonis pada tahun 2014 di dapat dari hasil perhitungan jumlah kasus yang diselesaikan dengan perjanjian bersama sebanyak 40 kasus dibagi jumlah kasus yang tercatat di instansi yang bertanggung jawab dibidang ketenagakerjaan sebanyak 45 kasus, dikali seratus persen.

2. Perbandingan realiasi kinerja serta capaian kinerja tahun 2014, tahun 2013, dan tahun 2012

Nama Indikator

S

at

u

an

Target Realisasi Capaian

2012 2013 2014 2012 2013 2014 20 12 20 13 20 14

(38)

2 Pencari kerja yang ditempatkan % 42 45 47 5,18 4,49 83,43 12,33 9,98 177,51

3 Pengangguran terbuka % 15,33 15,18 15.03 3,47 3,2 3,74 177.32 178,92 175,

4

Keselamatan kerja dan hubungan industrial yang harmonis

% 21 23 25 9 91,30 88,89 43,00 396,96 355,56

Berdasarkan hasil evaluasi terhadap sasaran tersebut di atas, diperoleh gambaran pada perbandingan realiasi kinerja serta capaian kinerja tahun tahun 2014, tahun 2013 dan tahun 2012 bahwa dari empat indikator sasaran yang ditetapkan mengalami tren fluktuatif. Analisa perbandingan realiasi dan perbandingan capaian kinerja setiap indikator sebagai berikut : 1) Indikator angka partisipasi angkatan kerja, pada angka realisasi

mengalami tren fluktuatif, pada tahun 2012 realisasi 74,13% kemudian menurun menjadi 50,37% pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami peningkatan angka realisasi menjadi 66,99%. Untuk angka capaian kinerja juga mengalami tren fluktuatif pada tahun 2012 capaian 92,66% kemudian menurun menjadi 62,19% pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami peningkatan angka capaian menjadi 81,70%, ini disebabkan karena meningkatnya target kinerja indikator dan rendahnya angkatan kerja. Tercatat pada tahun 2013 jumlah Angka partisipasi angkatan kerja menjadi sebanyak 278.027, dan pada tahun 2014 meningkat jumlah Angka partisipasi angkatan kerja 278.929 orang. 2) Indikator pencari kerja yang ditempatkan, pada perbandingan realisasi

dan capaian kinerja mengalami tren secara flukutuatif, pada tahun 2012 realisasi 5,18% kemudian menurun menjadi 4,49% pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami peningkatan angka realisasi menjadi 83,43%. Untuk angka capaian kinerja juga mengalami tren fluktuatif pada tahun 2012 capaian 12,33% kemudian menurun menjadi 9,98% pada tahun 2013 dan pada tahun 2014 mengalami peningkatan angka capaian menjadi 177,51%, melebihi target yang direncanakan, ini diiringi dengan

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui kesesuaian penggunaan antibiotik yang meliputi ketepatan indikasi, ketepatan obat, ketepatan pasien dan ketepatan dosis pada pasien anak infeksi saluran

Mengevaluasi prinsip, teknik dan prosedur penilaian pembelajaran yang dilakukan oleh dosen pengampu mata kuliah Daftar Hadir Rapat Notulen Rapat RPS, Rancangan Tugas dan

Seperti pada larutan gula pasir, hasil sintesis C-dots berbahan dasar air jeruk dari kedua metode untuk selanjutnya dilakukan karakterisasi UV-Vis, PL, dan TRPL. Karakterisasi

Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahunan Kejaksaan Tinggi dibuat oleh Kepala Kejaksaan Tinggi disampaikan kepada Jaksa Agung Republik Indonesia.. Laporan Akuntabilitas Kinerja

elektromagnetik, kondisi kesehatan dan interaksi antara frekuensi gelombang elektromagnetik dengan kondisi kesehatan terhadap nilai kadar gula darah tikus putih.selain itu

Tahapan analisis kebutuhan mengambil subjek yakni guru TK A TK “Negeri Kuncup Bunga” yang mana guru TK A lebih memahami kebutuhan pembelajaran kosakata pada

Penentuan sampel tanaman kelapa sawit yang akan diambil anak daun ke 17 adalah pertama-tama blok dibagi dua, lalu batang kelima dari batas blok dan batang ke lima yang

Tahap selanjutnya adalah pengumpulan data kondisi fisik secara lebih detil pada setiap tipologi pesisir sebagai faktor internal seperti kondisi iklim, dan perilaku