AKUNTABILITAS KINERJA
B. Analisis Pencapaian Kinerja
5. Meningkatnya Penyehatan dan Pengawasan Lingkungan
F. Strategi Pemecahan Masalah
Peningkatan perencanaan program agar lebih terintegrasi dalam penentuan kegiatan terhadap indiukator.
5. Meningkatnya Penyehatan dan Pengawasan Lingkungan.
Untuk mengukur keberhasilan sasaran strategis tersebut diatas ditetapkan indikator sebagai berikut :
5.1 Persentase sarana air minum yang dilakukan pengawasan A. Defenisi Operasional
Tempat atau orang atau jenis usaha yang telah melaksanakan pengawasan air minum yang memenuhi standart.
B. Cara Perhitungan
Jumlah tempat/orang/jenis usaha yang aktif melakukan pengawasan kualitas air minum dan secara berkala periksa oleh KKP terhadap target yang telah ditetapkan pada awal tahun.
C. Capaian Indikator
Target yang ditetapkan adalah 80% (dalam wilayah pelabuhan dan bandar udara di wilayah kerja KKP Kelas III Bengkulu terdapat 15 lokasi
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Bengkulu Ta.2015
pengawasan) dan realisasi kegiatan 80% dan capaian indikator adalah 100% kegiatan dimaksud berupa kegiatan peta kualitas air minum dalam tahun 2015 target yang ditetapkan 1 dokumen sedangkan realisasi dalam tahun 2015 1 dokumen (100%). Pembiayaan kegiatan peta kualitas air minum Rp 29.211.000 dan realisasi serapan Rp. 22.039.100,- (75,44%).
D. Upaya Mencapai Target Indikator
Pencapaian indikator tersebut dilakukan melalui beberapa komponen kegiatan yang merupakan strategi program yang ada di KKP Kelas III Bengkulu seperti :
a. Peta kualitas air minum kegiatan ini dilakukan dengan 1).
Pemetaan kualitas air minum di wilayah pelabuhan berupa pertemuan dalam rangka pemetaan kualitas air minum; 2). Uji petik kualitas air minum di pelabuhan berupa pemetaan kualitas air minum,pengiriman petugas pelatihan bidang penyehatan air; 3).
Pembuatan laporan E. Masalah Dihadapi
-
F. Strategi Pemecahan Masalah
Perlu ditingkatkan selalu kualitas dan dilakukan pemutakhiran peta kualitas air minum pada tiap tahunnya.
5.2 Persentase Tempat Tempat Umum yang memenuhi syarat kesehatan A. Defenisi Operasional
TTU (hotel,fasyankes,sardik dll) yang memenuhi syarat kesehatan dalam kurun waktu tertentu termasuk orang yang beraktifitas di lokasi TTU
B. Cara Perhitungan
Jumlah TTU yang diperiksa dan pengelola yang aktif melakukan pengawasan TTU disekitarnya terhadap jumlah seluruh TTU pada wilayah kerja
C. Capaian Indikator
Target yang ditetapkan adalah 80% (dalam wilayah pelabuhan dan bandar udara di wilayah kerja KKP Kelas III Bengkulu terdapat 18 lokasi tempat tempat umum yang diawasi) dan realisasi kegiatan 77,8% dan capaian indikator adalah 97,25% kegiatan dimaksud berupa rencana kerja di bidang penyehatan TTU dalam tahun 2015 target yang ditetapkan 1 dokumen sedangkan realisasi dalam tahun 2015 1 dokumen (100%); Peta kualitas TTU dalam tahun 2015 target yang ditetapkan 1 dokumen sedangkan realisasi dalam tahun 2015 1 dokumen (100%). Pembiayaan peningkatan rencana kerja di bidang penyehatan TTU Rp. 8.260.000.- dan Rp. 1.120.000,- (13,55%), dan pembiayaan Peta kualitas TTU Rp.
3.156.000,- dan realisasi serapan Rp. 2.276.000,- (72,11%).
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Bengkulu Ta.2015
D. Upaya Mencapai Target Indikator
Pencapaian indikator tersebut dilakukan melalui beberapa komponen kegiatan yang merupakan strategi program yang ada di KKP Kelas III Bengkulu seperti :
a. Rencana kerja di bidang penyehatan TTU berupa pelaksanaan kewaspadaan dini bidang kesling di embarkasi/debarkasi haji melalui pertemuan pembahasan pengawasan TTU di embarkasi/debarkasi haji;pelaksanaan inspeksi sanitasi TTU embarkasi/debarkasi dan pertemuan pemaparan hasil pemantauan sanitasi TTU embarkasi dan debarkasi serta RTL.
b. Peta kualitas TTU E. Masalah Dihadapi
-
F. Strategi Pemecahan Masalah
Peningkatan kualitas hasil kerja dan pernecanaan yang lebih mengacu pada rencana aksi program.
5.3 Persentase Tempat Pengelolaan Makanan (TPM) yang memenuhi syarat kesehatan
A. Defenisi Operasional
TPM yang memenuhi syarat kesehatan dan standart hygiena sanitasi termasuk pengelola dan orang yang beraktifitas di TPM dalam kurun waktu tertentu
B. Cara Perhitungan
Jumlah TPM yang diperiksa dan pengelola yang aktif melakukan pengawasan TPM disekitarnya terhadap jumlah seluruh TPM pada wilayah kerja
C. Capaian Indikator
Target yang ditetapkan adalah 90% (dalam wilayah pelabuhan dan bandar udara di wilayah kerja KKP Kelas III Bengkulu terdapat 14 tempat pengolahan makanan atau penjual makan olahan mandiri) dan realisasi kegiatan 100% dan capaian indikator adalah 111,1% kegiatan dimaksud berupa peningkatan jumlah tempat pengelolan makanan yang memenuhi syarat kesehatan dalam tahun 2015 target yang ditetapkan 14 unit sedangkan realisasi dalam tahun 2015 14 unit (100%) dan tenaga terlatih bidang penyehatan TPM dalam tahun 2015 target yang ditetapkan 27 orang kerja sedangkan realisasi dalam tahun 2015 27 orang (100%).
Pembiayaan peningkatan jumlah tempat pengelolan makanan yang memenuhi syarat kesehatan Rp. 18.825.000,- dan realisasi serapan Rp.
7.368.000,- (39,13.%), dan pembiayaan peningkatan jumlah tenaga
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Bengkulu Ta.2015
terlatih bidang penyehatan TPM Rp. 19.226.000,- dan realisasi serapan Rp. 4.456.500,- (23,17%).
D. Upaya Mencapai Target Indikator
Pencapaian indikator tersebut dilakukan melalui beberapa komponen kegiatan yang merupakan strategi program yang ada di KKP Kelas III Bengkulu seperti :
a. Tempat pengelolan makanan yang memenuhi syarat kesehatan berupa 1). Pemetaan higiene sanitasi TPM di wilayah kerja; 2).
Pengawasan faktor resiko TPM dalam rangka penerbitan sertifikat;
3). Pembinaan terhadap TPM dan penjamaah makanan
b. Tenaga terlatih bidang penyehatan TPM berupa 1). Pertemuan peningkatan pengetahuan penjamaah makanan; 2). On The Job Training tenaga terlatih bidang TPM.
E. Masalah Dihadapi -
F. Strategi Pemecahan Masalah -
5.4 Persentase rekomendasi kajian penyehatan lingkungan meningkat 50
% dari jumlah rekomendasi tahun 2014 A. Defenisi Operasional
Produk kajian penyehatan lingkungan yang disampaikan baik dalam sosialisasi,advokasi maupun diseminasi informasi yang disusun memenuhi syarat
B. Cara Perhitungan
Jumlah rekomendasi yang telah disampaikan kepada lintas sektor/lintas program yang mendapat respon terhadap jumlah rekomendasi yang disusun dan didiseminasikan.
C. Capaian Indikator
Target yang ditetapkan adalah 100% (ditetapkan target 2 dokumen kajian) dan realisasi kegiatan 100% dan capaian indikator adalah 100% kegiatan dimaksud berupa peningkatan rencana kerja di bidang adaptasi dampak kesehatan akibat perubahan iklim dalam tahun 2015 target yang ditetapkan 1 dokumen sedangkan realisasi dalam tahun 2015 1 dokumen (100%) dan pelaksanaan kajian ADKL/ARKL dalam tahun 2015 target yang ditetapkan 1 dokumen sedangkan realisasi dalam tahun 2015 1 dokumen (100%). Pembiayaan peningkatan rencana kerja di bidang adaptasi dampak kesehatan akibat perubahan iklim Rp. 26.822.000,- dan realisasi serapan Rp. 19.422.000,- (72,41%), dan pembiayaan pelaksanaan kajian ADKL/ARKL Rp. 20.860.000,- dan realisasi serapan Rp Rp. 718.000,- (3,44%).
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Bengkulu Ta.2015
D. Upaya Mencapai Target Indikator
Pencapaian indikator tersebut dilakukan melalui beberapa komponen kegiatan yang merupakan strategi program yang ada di KKP Kelas III Bengkulu seperti :
a. Rencana kerja di bidang adaptasi dampak kesehatan akibat perubahan iklim
b. Kajian ADKL/ARKL kegiatan yang dilakukan 1). Pemantauan kualitas udara di kawasan pelabuhan melalui rapat persiapan pelaksanaan pengukuran kualitas udara,pelaksanaan pengukuran kualitas udara, rapat pemaparan hasil pengukuran kualitas udara;
2). Pemantauan pengelolaan B3 dan limbah B3 di kawasan pelabuhan melalui rapat persiapan, pelaksanaan pemantauan,pem,buatan laporan dan pertemuan pemaparan hasil.
E. Masalah Dihadapi
Peningkatan core capacity petugas dalam pengawasan dan identifikasi limbah B3 dan peralatan teknis pendukung.
F. Strategi Pemecahan Masalah
Merencanakan pelatihan atau diklat teknis kepada para petugas dan pengusulan/pengadaan peralatan teknis.
5.5 Persentase pelabuhan / bandara/ PLBDN sehat A. Defenisi Operasional
Pelabuhan atau bandara diwilayah kerja KKP yang telah melaksanakan dan secara berkala diperiksa dalam rangka pelaksanaan pelabuhan atau bandara sehat
B. Cara Perhitungan
Dokumen Pelaksanaan Kegiatan Pelabuhan bandara sehat serta dokumen laporan pengawasan pelaksanaan oleh KKP
C. Capaian Indikator
Target yang ditetapkan adalah 100% (ditetapkan target 3 lokasi) dan realisasi kegiatan 100% dan capaian indikator adalah 100% kegiatan dimaksud berupa peningkatan Rencana kerja di bidang kawasan sehat dalam tahun 2015 target yang ditetapkan 1 dokumen sedangkan realisasi dalam tahun 2015 1 dokumen (100%) dan rencana kerja di bidang penyehatan pemukiman dalam tahun 2015 target yang ditetapkan 1 dokumen sedangkan realisasi dalam tahun 2015 1 dokumen (100%) serta peta kualitas permukiman sehat dalam tahun 2015 target yang ditetapkan 1 dokumen sedangkan realisasi dalam tahun 2015 1 dokumen (100%).
Pembiayaan peningkatan peningkatan rencana kerja di bidang kawasan sehat dalam tahun 2015 ditetapkan Rp. 92.600.000,- sedangkan realisasi dalam tahun 2015 Rp. 14.250.300,- (15,38%) dan rencana kerja di bidang
Laporan Akuntabilitas Kinerja Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas III Bengkulu Ta.2015
penyehatan pemukiman dalam tahun 2015 ditetapkan Rp. 28.220.000,- sedangkan realisasi dalam tahun 2015 Rp. 23.756.100,- (84,18%) serta peta kualitas permukiman sehat dalam tahun 2015 ditetapkan Rp, 55.651.000,- sedangkan realisasi dalam tahun 2015 Rp.31.865.708,- (57,25%).
D. Upaya Mencapai Target Indikator
Pencapaian indikator tersebut dilakukan melalui beberapa komponen kegiatan yang merupakan strategi program yang ada di KKP Kelas III Bengkulu seperti :
a. Rencana kerja di bidang kawasan sehat kegiatan yang dilakukan 1). Penyusunan dokumen rencana kerja pelabuhan sehat melalui rapat pendahuluan penemuan sasaran dan TIM, rapat TIM penyusunan dokumen rencana kerja, koordinasi lintas sektor/lintas program pelabuhan laut dan udara, rapat penyusunan dokumen, pemaparan hasil dokumen rencana kerja pelabuhan sehat dan koordinasi ke jakarta dalam rangka penerbitan dokumen kerja; 2).
Pelaksanaan aksi pelabuhan sehat.
b. Rencana kerja di bidang penyehatan pemukiman melalui pelaksanaan advokasi penyehatan perumahan di wilker KKP c. Peta kualitas permukiman sehat melalui 1). Rapat Tim
penyusunan pembuatan peta kualitas pemukiman sehat; 2).
Pertemuan enumerator dan entri data penilaian faktor dampak resiko kesehatan pemukiman; 3). Pelaksanaan inspeksi sanitasi pada perumahaan di wilayah kerja KKP; 4). Pertemuan pembahasan rencana penyusunan peta kualitas pemukiman; 5).
Sosialisasi hasil pelaksanaan peta kualitas pemukiman sehat dan RTL; 5). Konsultasi bidang penyehatan lingkungan.
E. Masalah Dihadapi -
F. Strategi Pemecahan Masalah -
6. Meningkatnya Dukungan Manajemen Dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya