• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menjadi seorang guru adalah tugas mulia mengingat peran guru selaku pelaku pendidikan.

Dalam dokumen Kilasan Setahun Kinerja Kemendikbud 2016 (Halaman 47-49)

Tanpa guru berkualitas, sulit membayangkan mutu

pendidikan nasional akan meningkat.

Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005, guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Tidak heran dalam menjalankan tugasnya, guru dituntut untuk memiliki kompetensi yang memadai dan juga semangat untuk berkarya di bidangnya.

Menjadi guru yang baik tidaklah mudah. Tugas itu

membutuhkan kualiikasi

akademik yang tepat dan panggilan jiwa sebagai pendidik calon penerus bangsa. Kemuliaan seorang guru salah satunya terletak pada karya yang dihasilkannya—karya yang dapat diartikan dalam banyak hal. Ada karya yang berwujud seperti karya tulis dan hasil-hasil penelitian. Namun juga perlu diperhatikan karya dalam bentuk lain yang memiliki tujuan tak kalah penting. Yakni, kiprah guru dalam ikhtiar mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana tertuang dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945.

Kemendikbud menasbihkan “Guru Mulia karena Karya” sebagai

tema Hari Guru Nasional tahun 2015. Pada acara puncak peringatan Hari Guru Nasional, 24 November 2015, di Istora Senayan, Jakarta, Presiden Joko Widodo meminta para guru Indonesia untuk terus berkarya dan menghasilkan metode pembelajaran yang kreatif sehingga dapat mendorong peserta didik menjadi anak yang kreatif pula. “Dirgahayu Guru Indonesia. Karya muliamu membuka jalan bagi masa depan Indonesia yang lebih baik,” kata Presiden menyemangati.

Guru memiliki pengaruh kuat dalam membentuk karakter anak didiknya. Nilai-nilai seperti etos kerja keras, integritas, optimisme, disiplin, gotong- royong, bisa ditumbuhkan dan menjadi kebiasaan di ruang kelas. Pendidikan karakter harus terus dilakukan di sekolah sebagai arena pembelajaran anak-anak dalam pembentukan karakter.

“Saya mengajak semua pihak untuk menggunakan momentum Hari Guru Nasional untuk menyadari peran penting guru dalam pendidikan karakter bangsa. Guru adalah agen perubahan karakter bangsa,” lanjut Presiden Joko Widodo.

Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, khususnya pasal 36, 37, dan 38, dijelaskan bahwa mendapatkan promosi dan penghargaan sesuai dengan tugas dan prestasi kerja merupakan hak seorang guru. Dalam rangka memberikan apresiasi terhadap kinerja para guru dan tenaga kependidikan,

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) mengadakan pemilihan Guru dan Tenaga Kependidikan yang berprestasi dan berdedikasi dalam melaksanakan perannya.

Sebanyak 821 guru dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti acara penghargaan guru berprestasi dan berdedikasi yang digelar pada 12-18 Agustus

2016. Mendikbud Muhadjir Efendi

menyampaikan penghargaan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap karya dan prestasi guru dan tenaga kependidikan. Apa lagi mereka telah memberikan prestasi dan dedikasinya terhadap dunia pendidikan.

Penyelenggaraan pemilihan GTK berprestasi ini dilaksanakan secara bertingkat mulai dari tingkat satuan pendidikan, kabupaten/kota, provinsi, sampai tingkat nasional dengan 34 kategori. Direktur Jenderal GTK Kemendikbud Sumarna Surapranata menuturkan ke-821 guru merupakan hasil seleksi dari tingkat provinsi sebelumnya. Para guru berprestasi dari berbagai daerah itu hadir mulai dari tingkat PAUD hingga SMA/ SMK. Mereka mengikuti kegiatan penilaian selama beberapa hari lewat penilaian portofolio dan juga presentasi. Untuk selanjutnya, juri akan menetapkan sepuluh guru terbaik yang akan mendapatkan penghargaan.

Ada dua kategori yang termasuk dalam rangkaian pemilihan, yaitu kategori guru berprestasi dan guru berdedikasi. Guru berprestasi merupakan guru yang memiliki prestasi di bidang belajar mengajar, salah satunya

dalam membuat karya berupa metode pembelajaran yang inovatif. Kriteria guru berprestasi berikutnya adalah guru yang memiliki kinerja melampaui standar yang telah ditetapkan oleh satuan pendidikan, mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional; menghasilkan karya kreatif atau inovatif yang diakui baik pada tingkat daerah, nasional dan atau internasional; dan secara langsung membimbing peserta didik hingga mencapai prestasi di bidang intrakurikuler dan/atau ekstrakurikuler.

Sementara guru berdedikasi merupakan guru yang berjuang mengajar di daerah terpencil. Mereka direkomendasikan oleh provinsi masing-masing berdasarkan dedikasi yang telah dilakukan selama mengajar di daerah tersebut. Terdapat total 34 guru berdedikasi yang masing- masing mewakili satu provinsi.

Kemudian para guru terpilih akan dikirim untuk melakukan praktek kerja lapangan di beberapa negara seperti Jepang, Finlandia, dan Australia untuk mendapatkan pengalaman di sekolah terbaik di negara- negara tersebut. Diharapkan, ketika kembali bertugas, mereka dapat menerapkan praktik baik saat kembali ke tempat tugas mengajarnya.

Pemilihan guru berprestasi ini bersifat kompetitif mencari yang terbaik. Masing-masing guru yang memenuhi persyaratan berhak mengikuti proses

pemilihan tersebut. Pemilihan guru berprestasi juga dilaksanakan secara objektif, transparan, dan akuntabel yang mengacu pada proses penilaian yang dapat dipertanggungjawabkan kepada semua pemangku kepentingan

pendidikan, baik secara akademik maupun administratif. Bentuk apresiasi terhadap karya guru seperti ini berdampak positif terhadap berbagai aspek tenaga pendidik, antara lain meningkatkan motivasi kerja guru dan

mempengaruhi prestasi belajar mengajar.

Penghargaan yang diterima seyogyanya berlanjut dengan karya-karya guru yang semakin banyak dan berdampak besar dalam upaya memajukan pendidikan Indonesia. Guru diharapkan mau meningkatkan kompetensi diri serta profesional dalam bertugas. Peningkatan profesionalisme dapat juga dilakukan secara mandiri dengan membaca buku dan jurnal ilmiah. Guru juga dapat aktif dalam melakukan penelitian dan pengembangan metode belajar- mengajar di luar program-program yang bersumber dari pemerintah atau organisasi profesi guru, misalnya dengan mengikuti diklat, seminar, maupun lomba-lomba inovasi pelajaran.

Selain melaksanakan tugasnya sebagai pengajar dan pendidik, guru juga harus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Negeri ini tentu butuh sosok guru yang profesional, berdedikasi, dan mampu menjadi teladan bagi siswa- siswanya. Kemajuan sebuah bangsa ditentukan oleh kemampuan para pendidiknya untuk mengubah karakter generasi penerus yang menjadi anak didiknya.

Lewat bentuk-bentuk apresiasi terhadap kinerja seorang guru, diharapkan para guru akan selalu memiliki semangat dan motivasi memberikan karya terbaiknya untuk memajukan pendidikan Indonesia.

37

Dalam dokumen Kilasan Setahun Kinerja Kemendikbud 2016 (Halaman 47-49)

Dokumen terkait