ﻊﺑﺎﺴﻟا ) نأ ﻻ ﺪﻘﺘﻌﻳ ًﺎﺿﺮﻓ ( يأ ًﺎﻨﻴﻌﻣ ) ﻦﻣ ﺎﻬﺿوﺮﻓ ﺔﻨﺳ ( اﺬﻫ ﰲ ﻖﺣ ﻲﻣﺎﻌﻟا ﻮﻫو
ﻦﻣ ﱂ ﻞﺼﳛ ًﺎﻓﺮﻃ ﻦﻣ ﻪﻘﻔﻟا يﺪﺘﻬﻳ ﻪﺑ ﱃإ ﻪﻴﻗﺎﺑ
Syarat sah sholat yang ketujuh adalah musholli tidak meyakini perkara yang fardhu ain dari fardhu-fardhu sholat sebagai perkara yang sunah. Syarat ini berlaku bagi musholli yang ‘aami, yaitu orang yang belum mengetahui satu pemahaman (fiqih) yang dapat ia gunakan untuk mengetahui pemahaman-pemahaman (fiqih) lainnya.
8. Menjauhi Perkara-perkara yang Membatalkan Sholat
)و ( ﻦﻣﺎﺜﻟا ) بﺎﻨﺘﺟا تﻼﻄﺒﳌا ( ﻞﻳﻮﻄﺘﻛ ﻦﻛر ﲑﺼﻗ ًاﺪﻤﻋ ﻩﻮﳓو ﺎﳑ ﻒﻘﺘﺳ ﻪﻴﻠﻋ نإ ءﺎﺷ
ﷲا ﱃﺎﻌﺗ ﰲ مﻼﻛ ﻒﻨﺼﳌا
Syarat sah sholat yang kedelapan adalah menghindari perkara-perkara yang dapat membatalkan sholat, seperti;
memanjangkan rukun yang pendek secara sengaja dan perkara-perkara lain yang akan dijelaskan nanti, insya Allah, dalam keterangan Mushonnif.
ﺎﳕإو ﱂ ﺮﻛﺬﻳ ﻒﻨﺼﳌا مﻼﺳﻹا ﺰﻴﻴﻤﺘﻟاو ﺎﻤ ﻷ نﺎﻣﻮﻠﻌﻣ ﻦﻣ ةرﺎﻬﻃ ﲔﺛﺪﳊا ذإ ﺎﻬﻃﺮﺷ
ﺔﻴﻨﻟا طﺮﺷو ﺔﻴﻨﻟا مﻼﺳﻹا ﺰﻴﻴﻤﺘﻟاو ﻢﻠﻌﻳو ﺰﻴﻴﻤﺘﻟا ًﺎﻀﻳأ ﻦﻣ طاﱰﺷا ﺔﻓﺮﻌﻣ ﺖﻗﻮﻟا
Adapun mushonnif tidak menyebutkan Islam dan Tamyiz sebagai termasuk syarat-syarat sah sholat karena keduanya telah diketahui dalam bagian syarat suci dari dua hadas, karena syarat bersuci adalah niat, sedangkan syarat niat adalah Islam dan tamyiz.
Begitu juga, tamyiz dapat diketahui dari disyaratkannya mengetahui masuknya waktu sholat.
Pembagian Hadas
] ﻪﻴﺒﻨﺗ [ ) ثاﺪﺣﻷا نﺎﻨﺛا
( لوﻷا لﺎﺧدﺈﺑ ﺔﺑﺎﻨﳉا ﰲ ﱪﻛﻷا ) ﺮﻐﺻأ و(
ﱐﺎﺜﻟا ) ﱪﻛأ
ﺮﻐﺻﻷﺎﻓ ﺎﻣ
ﺐﺟوأ ءﻮﺿﻮﻟا ( لﺎﻗ يﺮﻔﳉا ﰲ ﺔﻴﻘﻳﺮﺑﻷا ﻲﻫ ﻪﻀﻗاﻮﻧ ) ﱪﻛﻷاو ﺎﻣ ﺐﺟوأ
ﻞﺴﻐﻟا ( ﻲﻫو ﺔﺑﺎﻨﳉا ﺾﻴﳊاو سﺎﻔﻨﻟاو ةدﻻﻮﻟاو اﺬﻫ ﻰﻠﻋ ﺔﻘﻳﺮﻃ ﻢﻬﻀﻌﺑ ﻢﻬﻀﻌﺑو ﻞﻌﺟ
ثاﺪﺣﻷا ﺔﺛﻼﺛ
مﺎﺴﻗأ ﱪﻛأ ﻂﺳوأو ﺮﻐﺻأو نﻮﻜﻠﻓ ﺎﻣ مﺮﳛ ﺾﻴﳊﺎﺑ ﺮﺜﻛأ ﻦﻣ ﻩﲑﻏ
ﻰﻤﺴﻳ ًﺎﺛﺪﺣ ﱪﻛأ ﻜﻟو ﻮ ن ﺎﻣ مﺮﳛ ﺔﺑﺎﻨﳉﺎﺑ ﻞﻗأ ﺎﳑ مﺮﳛ ﺾﻴﳊﺎﺑ ﺮﺜﻛأو ﺎﻣ مﺮﳛ ثﺪﳊﺎﺑ
ﺮﻐﺻﻷا ﻰﻤﺴﻳ ًﺎﺛﺪﺣ ﻂﺳوأ نﻮﻜﻟو ﺎﻣ مﺮﳛ ﺾﻗﺎﻨﺑ ءﻮﺿﻮﻟا ﻞﻗأ ﻦﻣ ﻚﻟذ ﻰﻤﺴﻳ ًﺎﺛﺪﺣ
ﺮﻐﺻأ ﻪﺘﻳﺮﻐﺻﺄﻓ ﻪﺘﻳﱪﻛأو
ﻪﻄﺳﻮﺗو رﺎﺒﺘﻋﺎﺑ ﺔﻠﻗ ﺎﻣ مﺮﳛ ﻪﺑ مﺪﻋو ﻪﺘﻠﻗ
[TANBIH]
Hadas dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Hadas Kecil atau asghor, yakni dengan memasukkan jinabat ke dalam kategori hadas besar. Pengertian hadas kecil adalah hadas yang mewajibkan wudhu. Al-Jefri berkata, “Yang dimaksud dengan hadas asghor adalah perkara-perkara yang membatalkan wudhu.”
2. Hadas Besar atau akbar, yaitu hadas yang mewajibkan mandi, seperti; jinabat, haid, nifas, dan melahirkan.
Pembagian hadas menjadi dua bagian ini berdasarkan ketetapan pembagian yang dilakukan oleh sebagian ulama.
Ulama lain ada yang membagi hadas menjadi 3 (tiga) bagian, yaitu akbar, awsat (sedang), dan asghor. Dikarenakan perkara-perkara yang diharamkan karena haid (seperti memegang mushaf, membaca al-Quran, lewat masjid, dll) adalah lebih banyak daripada perkara-perkara yang diharamkan karena selain haid, maka haid disebut dengan hadas akbar. Dikarenakan perkara-perkara yang diharamkan karena jinabat adalah lebih sedikit daripada perkara-perkara yang diharamkan karena haid dan lebih banyak daripada perkara-perkara yang diharamkan karena hadas kecil, maka jinabat
disebut dengan hadas awsat. Dikarenakan perkara-perkara yang diharamkan karena perkara-perkara yang membatalkan wudhu adalah lebih sedikit daripada perkara-perkara yang diharamkan karena haid dan jinabat, maka perkara-perkara yang membatalkan wudhu itu disebut dengan hadas asghor. Jadi, sifat asghor, awsat, dan akbar dari hadas tergantung dari sedikit tidaknya perkara-perkara yang diharamkan karena masing-masing dari ketiga-tiganya tersebut.
Pembagian Aurat
) ﻪﻴﺒﻨﺗ ﺮﺧآ ( لﺎﻗ ) تارﻮﻌﻟا ﻊﺑرأ ( ﻲﻫو ﺔﻐﻟ ﺺﻘﻨﻟا ءﻲﺸﻟاو ﳌا ﺴ ﺢﺒﻘﺘ ﻲﲰو راﺪﻘﳌا يﺬﻟا
ﻩﺮﻛﺬﻴﺳ ﻒﻨﺼﳌا ﺎ
ﺢﺒﻘﻟ ﻩرﻮﻬﻇ ﻖﻠﻄﺗو ًﺎﻋﺮﺷ ﻰﻠﻋ ﺎﻣ ﺐﳚ ﻩﱰﺳ ﰲ ةﻼﺼﻟا ﻰﻠﻋو ﺎﻣ
مﺮﳛ ﺮﻈﻨﻟا ﻪﻴﻟإ
[TANBIH]
Mushonnif mengatakan bahwa pembagian aurat ada 4 (empat). Pengertian aurat menurut bahasa berarti kurang, dan sesuatu yang dianggap buruk apabila terlihat yang mana sesuatu tersebut adalah ukuran (batas tubuh) yang akan disebutkan oleh mushonnif.
Menurut istilah, aurat didefinisikan sebagai sesuatu (bagian tubuh) yang wajib ditutupi pada saat sholat dan sesuatu yang haram dilihat.
Empat pembagian aurat itu adalah:
a. Aurat Laki-laki
) ةرﻮﻋ ﻞﺟﺮﻟا ( يأ ﺮﻛﺬﻟا ﻖﻘﶈا ﻮﻟو ًاﺮﻓﺎﻛ وأ ًاﺪﺒﻋ وأ ًﺎﻴﺒﺻ ﻮﻟو ﲑﻏ ﳑ ﺰﻴ ) ًﺎﻘﻠﻄﻣ ( ءاﻮﺳ
ﰲ ةﻼﺼﻟا وأ ﺎﻬﺟرﺎﺧ ﺎﻣ ﲔﺑ ةﺮﺴﻟا ﺔﺒﻛﺮﻟاو ﻦﻜﻟ ﺔﺒﺴﻨﻟﺎﺑ ﺮﻈﻨﻟ ﻪﻣرﺎﳏ ﻪﻠﺛﺎﳑو ﺎﻣأ ﺲﻔﻧ
ةﺮﺴﻟا ﺔﺒﻛﺮﻟاو ﺎﺴﻴﻠﻓ ةرﻮﻌﺑ ﻦﻜﻟ ﺐﳚ ﱰﺳ ﺎﻤﻬﻀﻌﺑ ﻦﻣ بﺎﺑ ﺎﻣ ﻻ ﻢﺘﻳ ﺐﺟاﻮﻟا ﻻإ ﻪﺑ
ﻮﻬﻓ ﺐﺟاو
Aurat laki-laki yang tulen, meskipun kafir, budak, atau anak kecil yang belum tamyiz, baik auratnya saat di dalam sholat atau di
luarnya, adalah bagian tubuh antara pusar dan lutut jika yang melihatnya adalah orang-orang semahramnya atau setunggal jenis kelamin. Adapun pusar dan lutut sendiri bukan termasuk aurat, tetapi sebagian mereka wajib ditutupi agar menjadi sempurna dalam penutupan auratnya, karena masuk dalam bab;
ﺎﻣ ﻢﺘﻳ ﻻ ﺐﺟاﻮﻟا ﻻإ ﻪﺑ ﻮﻬﻓ ﺐﺟاو
Sesuatu yang menjadi penyempurna perkara wajib maka sesuatu itu juga wajib.
ﺎﻣأ ﻪﺗرﻮﻋ ﺔﺒﺴﻨﻟﺎﺑ ﺮﻈﻨﻟ ﺔﻴﺒﻨﺟﻷا ﻪﻴﻟإ ﻊﻴﻤﺠﻓ ﻪﻧﺪﺑ ﱴﺣ ﻪﺟﻮﻟا ﲔﻔﻜﻟاو ﻮﻟو ﺪﻨﻋ ﻦﻣأ
ﺔﻨﺘﻔﻟا ﻮﻟو ًﺎﻘﻴﻗر مﺮﺤﻴﻓ ﺎﻬﻴﻠﻋ نأ ﺮﻈﻨﺗ ﱃإ ءﻲﺷ ﻦﻣ ﻚﻟذ ﺔﺒﺴﻨﻟﺎﺑو ةﻮﻠﺨﻠﻟ نﺎﺗأﻮﺴﻟا ﻂﻘﻓ
ﻰﻠﻋ ﺪﻤﺘﻌﳌا ﻞﺼﺤﺘﻓ نأ ﻪﻟ ثﻼﺛ تارﻮﻋ
Adapun aurat laki-laki adalah seluruh tubuhnya jika orang yang melihatnya adalah perempuan ajnabiah, bahkan wajah dan kedua telapak tangan, meskipun aman dari fitnah, dan meskipun laki-laki tersebut adalah seorang budak. Oleh karena itu, diharamkan bagi perempuan ajnabiah melihat bagian tubuh manapun dari laki-laki.
Menurut pendapat mu’tamad, aurat laki-laki adalah qubul dan dubur saja ketika ia berada di tempat sepi dan sendirian.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa aurat laki-laki dibagi menjadi tiga bagian tergantung dari penisbatannya, artinya, tergantung dari siapa yang melihatnya.
) عﺮﻓ ( ﻢﻠﻋا نأ ﺮﻈﻧ ةأﺮﳌا ﱃإ ﺎﻬﺟوز ﺰﺋﺎﺟ ﰲ ﻊﻴﲨ ﻪﻧﺪﺑ ﻪﺴﻜﻌﻛ ﻢﻌﻧ نإ ﺎﻬﻌﻨﻣ ﻦﻣ
ﺮﻈﻨﻟا ﱃإ ﻪﺗرﻮﻋ ﻊﻨﺘﻣا ﺎﻬﻴﻠﻋ ﺮﻈﻨﻟا ﺎﻬﻴﻟإ فﻼﲞ ﺲﻜﻌﻟا ﻪﻧﺈﻓ ﺰﺋﺎﺟ ًﺎﻌﻄﻗ ﻪﻧﻷ ﻚﻠﳝ
ﻊﺘﻤﺘﻟا ﺎ ﻻو ﻚﻠﲤ ﻊﺘﻤﺘﻟا ﻪﺑ ﻦﻜﻟ ﻩﺮﻈﻧ ﱃإ ﺎﻬﺟﺮﻓ ًﻼﺒﻗ وأ ًاﺮﺑد ﻩوﺮﻜﻣ اذإ نﺎﻛ ﲑﻐﺑ
ﺔﺟﺎﺣ
ﱃإو
ﻪﻨﻃﺎﺑ
ﺪﺷأ
ﺔﻫاﺮﻛ
[CABANG]
Ketahuilah bahwa istri diperbolehkan melihat seluruh bagian tubuh suaminya, begitu juga sebaliknya, artinya diperbolehkan bagi suami melihat seluruh bagian tubuh istrinya.
Apabila suami melarang istri melihat auratnya, maka istri tidak boleh melihatnya. Berbeda dengan sebaliknya, artinya suami tetap diperbolehkan melihat aurat istri, meskipun istri melarang, karena suami memiliki hak tamattuk atau bersenang-senang dengan istri, sedangkan istri tidak memiliki hak tamattuk dengan suami.
Meskipun suami mutlak diperbolehkan melihat aurat istri, melihat bagian qubul dan dubur adalah makruh apabila tidak ada hajat. Dan lebih makruh lagi adalah melihat bagian dalam qubul dan dubur.
b. Aurat Perempuan Amat
) ﺔﻣﻷاو ( ﺮﳉﺎﺑ فﻮﻄﻌﻣ ﻰﻠﻋ ﻞﺟﺮﻟا يأ ﺎ رﻮﻋو ﻮﻟو ﻰﺜﻨﺧ ﻮﻟو ﺔﻀﻌﺒﻣ ةﺮﺑﺪﻣو ﺔﺒﺗﺎﻜﻣو
مأو ﺪﻟو ) ﰲ ةﻼﺼﻟا ( يأ اﺬﻛو ﺪﻨﻋ لﺎﺟﺮﻟا مرﺎﶈا ﰲو ةﻮﻠﳋا اﺬﻛو ﺪﻨﻋ ءﺎﺴﻨﻟا ) ﺎﻣ ﲔﺑ
ةﺮﺴﻟا ﺔﺒﻛﺮﻟاو ( يأ ﺎ رﻮﻌﻓ ﰲ ﻊﻴﲨ ﻚﻟذ ﺎﻣ ﲔﺑ ﻚﻟذ ﺎﻣأو ﺎ رﻮﻋ ﺪﻨﻋ لﺎﺟﺮﻟا ﺐﻧﺎﺟﻷا
ﻊﻴﻤﺠﻓ ﺎ ﺪﺑ ةﺮﳊﺎﻛ ﺎﻤﻛ ﻩﺮﻛﺬﻴﺳ ﻒﻨﺼﳌا
Aurat amat (budak perempuan), meskipun khuntsa dan meskipun budak muba’adah, atau mudabbaroh, atau mukatabah, atau ummu walad, adalah bagian tubuh antara pusar dan lutut ketika dalam sholat, ketika disamping laki-laki mahrom, ketika sendirian di tempat sepi, dan ketika di samping perempuan ajnabiah. Oleh karena itu, sekali lagi, aurat amat ketika keadaan tersebut adalah bagian tubuh antara pusar dan lutut.
Adapun aurat amat ketika di samping laki-laki ajnabi yang bukan mahram maka seluruh bagian tubuhnya, seperti perempuan merdeka sebagaimana yang akan disebutkan oleh mushonnif.
ﺺﺨﻠﺘﻓ نأ ﺎﳍ ﲔﺗرﻮﻋ ﻞﻴﻗو ﺎ إ ةﺮﳊﺎﻛ ﺔﺒﺴﻨﻟﺎﺑ ﲑﻐﻟ ﺐﻧﺎﺟﻷا ﻻإ
ﺎﻬﺳأر نﻮﻜﺘﻓ ﺎ رﻮﻋ
ﺎﻣ اﺪﻋ ﻪﺟﻮﻟا ﲔﻔﻜﻟاو سأﺮﻟاو ﻞﻴﻗو ﺎﻣ ﻻ وﺪﺒﻳ ﺪﻨﻋ ﺔﻨﻬﳌا ﻞﻴﻗو ﺔﺒﻛﺮﻟا ﺎﻬﻨﻣ نود ةﺮﺴﻟا
ﻞﻴﻗو ﻪﺴﻜﻋ ﻞﻴﻗو نﺎﺗأﻮﺴﻟا ﻂﻘﻓ ﻪﺑو لﺎﻗ ﻚﻟﺎﻣ ﺔﻋﺎﲨو
Dapat disimpulkan bahwa aurat amat ada dua, yaitu bagian pusar dan lutut pada saat tertentu, dan seluruh tubuh pada saat tertentu pula.
Ada yang mengatakan bahwa aurat amat adalah seperti aurat hurrah (perempuan merdeka) dengan dinisbatkan pada selain laki-laki yang bukan mahram, kecuali kepala. Oleh karena itu auratnya adalah bagian tubuh selain wajah, kedua telapak tangan, dan kepala.
Ada yang mengatakan bahwa aurat amat adalah bagian tubuh yang tidak kelihatan saat menyelesaikan pekerjaan rumah tangga.
Ada yang mengatakan bahwa aurat amat adalah bagian tubuh antara lutut dan pusar. Ditambah dengan satu pendapat mengatakan bahwa lututnya juga termasuk aurat, bukan pusarnya.
Pendapat lain mengatakan bahwa pusarnya termasuk aurat, bukan lututnya.
Ada yang mengatakan aurat amat adalah qubul dan dubur saja. Pendapat terakhir ini dinyatakan pula oleh Imam Malik dan jama’ah ulama.
c. Aurat Hurrah (Perempuan Merdeka)
) ةرﻮﻋو ةﺮﳊا ( يأ ﺔﻠﻣﺎﻛ ﺔﻳﺮﳊا ﺎﻬﻠﺜﻣو ﻰﺜﻨﳋا ) ﰲ ةﻼﺼﻟا ﻊﻴﲨ ﺎ ﺪﺑ ﺎﻣ ىﻮﺳ ﻪﺟﻮﻟا
ﲔﻔﻜﻟاو ( يأ ًاﺮﻬﻇ وأ ًﺎﻨﻄﺑ ﱃإ ﲔﻋﻮﻜﻟا ﻼﻓ ﺐﳚ ﺎﳘﱰﺳ ﻞﺧدو ﺎﻤﻴﻓ ﺎﳘاﻮﺳ
،ﺮﻌﺸﻟا
اﺬﻛو ﻦﻃﺎﺑ مﺪﻘﻟا ﺐﺠﻴﻓ ﻩﱰﺳ ﻮﻟو ضرﻷﺎﺑ لﺎﺣ مﺎﻴﻘﻟا ﻲﻔﻜﻴﻓ ﻚﻟذ ًﺎﺳﺎﻴﻗ ﻰﻠﻋ ﺎﻣ ﻮﻟ
ﻒﺸﻜﻧا ﺾﻌﺑ ﻪﻛرو ﰲ ﻩﺪﻬﺸﺗ ًﻼﺜﻣ ﻩﱰﺴﻓ ﻪﻗﺎﺼﻟﺈﺑ ضرﻷﺎﺑ نﺈﻓ ﺮﻬﻇ ﻦﻣ ﻦﻃﺎﺑ مﺪﻘﻟا
ءﻲﺷ ﺪﻨﻋ ﺎﻫدﻮﺠﺳ وأ
ﺮﻬﻇ ﺎﻬﺒﻘﻋ ﺪﻨﻋ ﺎﻬﻋﻮﻛر وأ ﺎﻫدﻮﺠﺳ ﺖﻠﻄﺑ
ﺎ ﻼﺻ
Aurat hurrah, yaitu perempuan merdeka utuh dan khuntsa, maksudnya orang merdeka yang berkelamin ganda, ketika sholat adalah seluruh tubuh selain wajah dan bagian luar dan dalam dua telapak tangan sampai dua pergelangan tangan. Oleh karena itu, tidak diwajibkan atas mereka menutupi wajah dan kedua telapak tangan saat sholat.
Termasuk dari aurat hurrah dan khuntsa adalah rambut dan telapak kaki. Oleh karena itu, wajib atas mereka menutupi telapak kaki meskipun harus dengan tanah pada saat berdiri. Kecukupan menutupi telapak kaki dengan tanah adalah berdasarkan pengqiyasan kasus apabila sebagian pantat hurrah atau khuntsa terbuka pada saat duduk tasyahhud, misalnya, kemudian ia mendempetkan bagian yang terbuka tersebut dengan tanah, maka sudah mencukupi dalam menutupinya. Oleh karena telapak kaki termasuk dari aurat mereka, maka apabila telapak kaki terbuka sedikit saja ketika sujud, atau bagian tumit terbuka saat rukuk atau sujud, maka sholat menjadi batal.
ﺎﻣأو ﻪﺟﻮﻟا نﺎﻔﻜﻟاو ﺎﺴﻴﻠﻓ ةرﻮﻌﺑ ﺎﳕإو ﱂ ﺎﻧﻮﻜﻳ ةرﻮﻋ نﻷ ﺔﺟﺎﳊا ﻮﻋﺪﺗ ﱃإ ﺎﳘزاﺮﺑإ
Adapun wajah dan kedua telapak tangan hurrah dan khuntsa maka bukan termasuk aurat karena adanya hajat yang mengharuskan untuk membuka keduanya.
) ةرﻮﻋو ةﺮﳊا ﺔﻣﻷاو ﺪﻨﻋ ﺐﻧﺎﺟﻷا ( يأ ﺔﺒﺴﻨﻟﺎﺑ ﻢﻫﺮﻈﻨﻟ ﺎﻤﻬﻴﻟإ ) ﻊﻴﲨ نﺪﺒﻟا ( ﱴﺣ ﻪﺟﻮﻟا
ﲔﻔﻜﻟاو ﻮﻟو ﺪﻨﻋ ﻦﻣأ ﺔﻨﺘﻔﻟا مﺮﺤﻴﻓ ﻢﻬﻴﻠﻋ نأ اوﺮﻈﻨﻳ ﱃإ ءﻲﺷ ﻦﻣ ﺎﻤ ﺪﺑ ﻮﻟو ﺔﻣﻼﻗ
ﺮﻔﻇ ﺔﻠﺼﻔﻨﻣ ﺎﻤﻬﻨﻣ
Aurat hurrah dan amat disamping para laki-laki lain (ajnabi) yang bukan mahram, maksudnya dinisbatkan pada saat para laki-laki melihat mereka, adalah seluruh tubuh termasuk wajah dan kedua telapak tangan, meskipun ketika wajah dan kedua telapak tangan terbuka maka akan aman dari fitnah. Oleh karena itu, diharamkan atas para laki-laki yang bukan mahrom melihat bagian tubuh hurrah
dan amat, meskipun berupa sepotong kuku yang telah lepas dari jari-jari kaki.
) ﺪﻨﻋو ﺎﻤﻬﻣرﺎﳏ ( يأ ﺔﺒﺴﻨﻟﺎﺑ لﺎﺟﺮﻠﻟ مرﺎﶈا ) ءﺎﺴﻨﻟاو ( يأ ًﺎﻘﻠﻄﻣ ﲑﻏ تاﺮﻓﺎﻜﻟا ﰲ
ةﺮﳊا
ﺔﺻﺎﺧ اﺬﻛو ﰲ ةﻮﻠﳋا ) ﺎﻣ ﲔﺑ ةﺮﺴﻟا ﺔﺒﻛﺮﻟاو (
Bagian tubuh antara pusar dan lutut adalah aurat hurrah dan amat ketika mereka berada disamping para laki-laki mahrom dan perempuan-perempuan lain. Khusus bagi hurrah ada catatan bahwa perempuan-perempuan lain itu bukan yang kafir, baik mereka adalah merdeka atau budak. Begitu juga, bagian tubuh antara pusar dan lutut termasuk aurat hurrah dan amat ketika mereka di tempat sepi.
ﺎﻣأ ﺔﺒﺴﻨﻟﺎﺑ ءﺎﺴﻨﻠﻟ تاﺮﻓﺎﻜﻟا ﰲ
ةﺮﳊا ﺎﻤﻓ اﺪﻋ ﺎﻣ وﺪﺒﻳ ﺪﻨﻋ ﺔﻨﻬﳌا يأ ﺔﻣﺪﳋا لﺎﻐﺘﺷﻻاو
ءﺎﻀﻘﺑ ﺎﻬﺠﺋاﻮﺣ
Adapun perempuan hurrah ketika ia berada disamping perempuan-perempuan kafir, maka auratnya adalah bagian tubuh yang tidak kelihatan saat melakukan pelayanan mengerjakan urusan-urusan rumah tangga dan memenuhi kebutuhan.
ﺺﺨﻠﺘﻓ نأ ةﺮﺤﻠﻟ ﻊﺑرأ
،تارﻮﻋ ﺎﻣأو ﺔﻣﻷا ﺪﻘﻓ مﺪﻘﺗ نأ ﺎﳍ ﲔﺗرﻮﻋ
Dapat disimpulkan bahwa perempuan hurrah memiliki 4 (empat) rincian aurat. Adapun perempuan amat, seperti yang telah disebutkan sebelumnya, memiliki rincian 2 (dua) aurat.
] ﻪﻴﺒﻨﺗ [ ﻊﻨﻣ ﻲﻌﻓاﺮﻟا ﺮﻈﻨﻟا ﱃإ جﺮﻓ ةﲑﻐﺼﻟا ﻊﻄﻗو ﻲﺿﺎﻘﻟا ﲔﺴﺣ زاﻮﲜ ﺮﻈﻨﻟا ﱃإ جﺮﻓ
ةﲑﻐﺼﻟا ﱵﻟا ﻻ ﻲﻬﺘﺸﺗ ﲑﻐﺼﻟاو ًﺎﻀﻳأ ﻊﻄﻗو يزوﺮﳌا زاﻮﳉﺎﺑ ﰲ ﲑﻐﺼﻟا ﺔﺻﺎﺧ ﺔﺣﺎﺑإو
ﻚﻟذ ﻰﻘﺒﺗ ﱃإ غﻮﻠﺑ ﻦﺳ ﺰﻴﻴﻤﺘﻟا ﻩﲑﺼﻣو ﺚﻴﲝ ﻪﻨﻜﳝ ﱰﺳ ﻪﺗرﻮﻋ ﻦﻋ سﺎﻨﻟا
[TANBIH]
Imam Rofii melarang melihat farji anak perempuan kecil.
Al-Qodhi Husain menetapkan diperbolehkannya melihat farji anak perempuan kecil yang belum mencapai batas menimbulkan syahwat, begitu juga boleh melihat farji anak laki-laki yang masih kecil.
Imam al-Mawarzi menetapkan diperbolehkannya melihat farji anak laki-laki kecil saja.
Diperbolehkannya melihat farji anak kecil, baik laki-laki atau perempuan, adalah sampai mereka berdua mencapai usia tamyiz dan sampai mereka memungkinkan menutup aurat dari orang-orang.