BEKERJA DENGAN INASAFE
D. Menjelajahi Plugin InaSAFE Lebih Jauh
Anda dapat menyeret dan meletakkan panel dock untuk mengatur ulang posisinya pada user interface. Misalnya, Dengan menyeret panel ke margin kanan pada aplikasi QGIS akan membuat posisi dock berada pada sisi kanan layar.
Tergantung pada tampilan Anda, Anda dapat menampilkan panel Layer dan InaSAFE pada waktu yang bersamaan.
148 Atau menampilkan panel Layer dan panel InaSAFE pada sebuah sistem tab.
Atau agar lebih nyaman, buat kedua panel tersebut bertumpuk satu sama lain.
149
Tutorial QGIS-InaSAFE - Tingkat Dasar
Panel InaSAFE terdiri dari tiga bagian yaitu: Questions, Results and Buttons. Kita akan mengeksplor ketiga bagian tersebut satu per satu.
Tujuan dari InaSAFE adalah untuk membuat analisis dampak Anda sederhana dan mudah untuk dilakukan. Bagian Pertanyaan menyediakan cara yang mudah bagi Anda untuk merumuskan, apa itu yang Anda ingin cari? Semua pertanyaan yang ada dirumuskan dalam bentuk sebagai berikut:
Apabila terjadi [hazard] berapa banyak [exposure] yang mungkin [impact].
Misalnya: “Pada saat kejadian gempa bumi berapa banyak bangunan yang mungkin ditutup?”
Untuk menjawab pertanyaan semacam itu, Pengembang InaSAFE telah membangun sejumlah fungsi dampak yang mencakup skenario risiko seperti banjir, tsunami, abu vulkanik, gempa dan sebagainya. Pada kasus kita, kami akan menggunakan fungsi dampak gempa bumi.
Untuk menjawab pertanyaan kita “Pada saat kejadian gempa bumi, berapa banyak bangunan yang mungkin ditutup?”, Kita perlu melengkapi semua bagian dalam pertanyaan ini: Bahaya, paparan (exposure) dan dampak. Mari ulang lagi sekilas pengertian ini:
a. Bahaya
Bahaya adalah peristiwa fisik yang menyebabkan risiko.
Sebuah bahaya (pada saat kejadian) dapat direpresentasikan sebagai sebuah layer raster atau area (poligon). Sebagai contoh:
Raster: dimana setiap piksel dalam raster mewakili magnitude gempa bumi pada saat terjadinya peristiwa genangan.
Polygon: dimana telah diidentifikasi bahwa gempa bumi terjadi di daerah tersebut (jenis ini
tidak memiliki informasi terkait kedalaman)
Untuk latihan kita, kita akan menggunakan sebuah contoh dari Bandung, Indonesia.
Data-data tersebut sudah terinstal pada komputer Anda
di C://Users/<username anda>/desktop/inasafe_data. Jika tidak ada, Anda dapat memuatnya dari komputer Anda dengan menggunakan USB drive yang terdistribusi bersama materi ini.
Paket inasafe_data berisi berbagai data geografis yang akan kita gunakan sepanjang workshop.Sekarang, kita akan menambahkan layer hazard ke dalam dock INASAFE. Untuk itu, kita perlu menambahkan layer hazard pada QGIS terlebih dahulu. Layer flood ada dalam bentuk format raster, sehingga kita akan menuju ke menu QGIS, kemudian klik pada Layer dan pilih Add Raster Layer.
150 Begitu Anda mengkliknya, sebuah jendela pop-up akan muncul dimana Anda akan mengambil data gempa Anda. Pilih file “Lembang_Earthquake_Scenario.asc” dari folder hazard. Data ini adalah data raster (dalam format ASCII) yang mewakili magnitude dari gempa bumi yang terjadi.Nama yang tampil adalah Gempa Lembang.
Anda akan melihat bahwa layer tersebut mengisi area “hazard” secara otomatis pada panel dock InaSAFE. Ada dua hal penting yang perlu diingat ketika memasukkan data ke dalam InaSAFE.
Data harus mengikuti sistem metadata keyword yang memungkinkan InaSAFE untuk
menentukan apakah layer tersebut hazard atau apakah layer tersebut eksposure.
Area analisis harus bertumpukan satu sama lain (overlap).
Menambahkan Metadata Keyword
Anda mungkin bertanya-tanya bagaimana plugin InaSAFE menentukan apakah suatu layer harus dicantumkan dalam kotak kombo “Pada suatu peristiwa” “Berapa banyak”? InaSAFE bergantung pada keyword metadata sederhana untuk dihubungkan dengan setiap layer (Sistem keyword dijelaskan secara rinci dalam manual pengguna pada Keywords system). Setiap layer yang memiliki keyword mengalokasikan kategori itu untuk bahaya akan terdaftar dalam combo “In the event of”. Demikian pula dengan keyword kategori eksposure untuk sebuah layer, akan terdaftar pada combo “How Many”. InaSAFE menggunakan kombinasi dari kategori, subkategori, unit dan keywords tipe data untuk menentukan fungsi dampak mana yang akan terdaftar dalam combo “Might”.
Dalam latihan kita, keywords sudah dibuat, sehingga data tersebut dapat diisikan secara otomatis pada kotak “In the event of” “How many combo”. Jika keyword tidak dibuat di awal, maka kita akan membuat keyword tersebut dengan mengikuti salah satu dari dua tahap berikut ini :
151
Tutorial QGIS-InaSAFE - Tingkat Dasar
Atau, buka menu Plugin pada toolbar QGIS, klik pada InaSAFE, kemudian klik pada Keyword Editor pada scroll list.
Setelah Anda mengklik pada Keyword Editor, sebuah kotak dialog berisi data gempa bumi akan diminta. Karena data gempa bumi adalah layer hazard, arahkan pada kategori Hazard. Pada sub-kategori, kita akan memilih earthquake(MMI) karena data kita merepresentasikan magnitud gempa di Lembang dengan unit satuan MMI.
152 Sekarang, data kita mengikuti aturan keyword dan bisa digunakan pada fungsi InaSAFE.
b. Exposure
Exposure adalah jumlah aset dan populasi yang beresiko.
Sebuah layer eksposure (seberapa banyak) dapat direpresentasikan, contohnya, sebagai data vektor poligon yang merepresentasikan garis luar sebuah bangunan, atau garis luar raster dimana setiap pixel merepresentasikan jumlah pemukiman penduduk pada sel itu.
Sekarang, kita akan menambahkan layer eksposure dalam proyek InaSAFE. Untuk itu, kita perlu menambahkan layer ke QGIS terlebih dahulu. Pada contoh kita saat ini, kita akan menggunakan data OpenStreetMap (OSM) yang merepresentasikan bangunan di Provinsi Jawa Barat.
Layer bangunan OSM adalah format vektor, sehingga kita akan menuju ke toolbar menu QGIS, klik pada Layer dan pilih Add Vector Layer.
Saat Anda mengklik Add Vector Layer, sebuah jendela pop-up akan muncul dimana Anda harus mengambil data bangunan OSM Anda.
Pilih file “bandung_building.shp” dari folder exposure. Klik Open.
153
Tutorial QGIS-InaSAFE - Tingkat Dasar
Ini adalah data vektor (dalam format shapefile ESRI) yang merepresentasikan kumpulan data bangunan dari komunitas Provinsi Jawa Barat menggunakan tool partisipatif OSM. Nama tampilannya adalah “Bangunan_Bandung “.
Perlu diketahui bahwa data eksposure harus mengikuti sistem keyword yang sama yang telah kita jelaskan sebelumnya untuk data bahaya.
Untuk kasus kita, keyword sudah dibuat. Jika keyword belum dibuat di awal, maka kita akan membuatnya dengan menggunakan Keyword Editor dalam InaSAFE yang ada di toolbar atau dari menu Plugins.
Arahkan ke Plugin menu pada toolbar QGIS. Klik aktif pada InaSAFE. Kemudian, klik pada Keyword Editor di kotak dialog. Tunjuk pada kategori Ekposure. Pilih structure [osm] dalam kotak gulir Subcategory. Pilih OK.
Sekarang data bangunan OSM kita dapat digunakan dalam InaSAFE dan secara otomatis masuk dalam kotak How many pada panel dock InaSAFE.
154