KEGIATAN PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN KE-63 RI SMA BAKTI NUSA
D. MENGIDENTIFIKASI TEMA DAN CIRI-CIRI PUISI KONTEMPORER 1 Membaca Puisi Kontemporer
3. Menjelaskan Maksud Puisi Kontemporer
Perhatikan kembali puisi “Tragedi Winka & Sihka”. Dalam puisi tersebut, bentuk grafis lebih dipentingkan. Bukan tanpa maksud penyair menulis puisi berbentuk zig-zag. Ia sebenarnya mempunyai maksud tertentu dengan membalik kata-kata yang digunakan karena di dalam puisi yang tidak
bermakna diberi makna; dan mungkin pula kata yang sudah bermakna diberi makna baru. Maju-mundurnya baris dan maju-mundurnya pernyataan
mungkin mengandung maksud tersendiri. Dengan kata lain, bentuk, larik, dan kata dalam puisi di atas membentuk makna tersembunyi.
Meskipun makna puisi tersebut tidak diungkapkan, tetapi bentuk fisik ouisi tersebut membentuk makna tersendiri. Puisi di atas adalah tragedi,
yakni tragedi winka dan sihka. Pembalikan kata /kawin/ menjadi /winka/ dan /kasih/ menjadi /sihka/ mengandung makna bahwa perkawinan antara suami istri itu berantakan dan kasih antara suami dan istri tersebut sudah berbalik menjadi kebencian.
Baris-baris puisi yang membentuk zig-zag mengandung makna terjadinya kegelisahan dalam perjalanan perkawinan itu. Pada baris ketujuh, kata
/kawin/ berjalan mundur. Hal ini mengandung makna bahwa cinta dalam perkawinan yang tadinya besar, berubah menjadi semakin kecil. Di baris ke- 15, kata /kawin/ sudah berubah menjadi /winka/ yang dapat ditafsirkan sebagai percekcokan dan perpisahan yang sudah sering terjadi sehingga kata /kasih/ itu berubah menjadi /sihka/. Dengan kata lain, kasih itu sedang benar-benar berubah menjadi kebencian. Di baris ke-22, kasih itu sangat mundur sampai akhirnya tinggal sebelah saja, yakni /sih/. Akhir puisi ini menjelaskan bahwa /kawin/ dan /kasih/ kini menjadi kaku atau menjadi tragedi. /Ku/ dimulai dengan huruf kapital yang bermakna bahwa sang penyair akhirnya berpaling kepada Tuhan.
Kegiatan
1. Secara berkelompok, jelaskan maksud puisi “Amuk” dan “Pada Mulanya Sepi” seperti yang dicontohkan di atas.
2. Presentasikan pendapat kelompok Anda itu di depan kelompok lainnya untuk ditanggapi.
Tes Kognitif
Tulislah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan berikut dalam kertas HVS/polio. Kemudian, kumpulkan hasilnya kepada guru Anda untuk dinilai.
1. Hal-hal apa saja yang dapat Anda lakukan untuk pengecekan ulang atas informasi yang telah diterima?
2. Sebutkan hal-hal yang menentukan apakah sebuah informasi itu penting untuk diketahui atau tidak.
3. Apakah yang dimaksud dengan program kerja? Jelaskan. 4. Apakah yang dimaksud dengan propposal? Jelaskan. 5. Sebutkan perbedaan kritik sastra dan resensi.
6. Jelaskan langkah-langkah menulis esai. 7. Sebutkan ciri-ciri puisi kontemporer.
8. Sebutkan dan jelaskan pengelompokan tema dalam puisi. Telusur Makna
Carilah makna dari kata-kata berikut dalam kamus.
- anggarani - gigih - logika - primadona
- blog - inovatif - narasumber
- efektif - kreativitas - posting Rangkuman
1. Informasi langsung adala informasi yang disampaikan oleh narasumbernya secara langsung dengan tidak menggungakan perantara. Saran
penyampaian informasi dapat berkenaan dengan kelengkapan dan kejelasannya.
2. Program kerja adalah suatu rancangan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh seseorang atau lembaga dalam suatu periode tertentu. Adapun proposal merupakan suatu rancangan usulan. Proposal berbentuk usulan tertulis untuk melakukan suatu kegiatan yang ditujukan kepada pihak tertentu. 3. Kritik sastra adalah ulasan mengenai suatu karya sastra, baik yang
berkenaan dengan keunggulan ataupun kelemahannya. Esai merupakan tulisan yang mengungkapkan pendapat pribadi penulis mengenai suatu hal. 4. Puisi kontemporer merupakan bentuk puisi yang mengutamakan kekuatan
bunyi daripada maknanya. Puisi kontemporer juga menggunakan kekuatan grafis dalam menyatakan maksud si penyair.
Uji Kompetensi
Kerjakanlah soal-soal berikut sesuai perintah.
1. Guru Anda akan membacakan informasi berikut. Dengarkanlah sengan
saksama untuk kemudian Anda ajukan saran mengenai isi informasi tersebut. Biji Nangka Antarkan Pelajar SMA ke Belanda
Karya pembuatan edibel film dari pati biji buah nangka, mengantarkan dua pelajar SMA Teuku Nyak Arief Fatih dari Bilingual School Banda Aceh, mewakili Indonesia ke Olimpiade Science Internasional (INESPO)di
Armsterdam, Belanda pada 3-7 Juni 2010.
“Pembuatan edibel film dari pati biji buah nangka menjadikan Cut Savira dan Aisyah Minzikrina Masbar meraih dua medali emas (bidang kimia)
olimpiade proyek penelitian sains (ISPO) 2010,” kata Sri Iswatiningsih selaku guru pembimbing.
Guru pembimbing Fatih Bilingual School Banda Aceh itu menambahkan edibel film biji buah nangka merupakan pengemas makanan yang bisa dimakan dan ramah bagi lingkungan. Selain itu, juga dapat memberi nilai ekonomis bagi masyarakat, termasuk lingkungan hidup.
Sri Iswatiningsih juga menambahkan bahwa “selama ini, biji buah nangka hanya dimanfaatkan oleh sebagian orang yang suka, dan sebagian besar terbuang. Jadi, temuan karya dua siswi SMA Teuku Nyak Arief Fatih dari Bilingual School nantinya bisa juga memberi manfaat besar bagi
masyarakat.”
“Di samping itu, secara ekonomis, biji buah nangka yang selama ini terbuang akan lebihberharga. Dan pengemas makanan tidak lagi
mengandalkan plastik yang setelah digunakan pasti akan terbuang. Jadi, kami ingin memperkenalkan produk pengemas makanan yang ramah lingkungan,” kata dia menambahkan.
Edibel biji buah nangka itu dicampur bahan sobitor (bahan pelarut) dan minyak kelapa sawit, kemudian diracik menjadi pengemas makanan yang bisa dimakan.
(Sumber: http://www.mediaindonesia.com, dengan pengubahan)
2. Bacalah dengan saksama,kemudian analisislah hal-hal penting yang disampaikan penulis dalam teks tersebut.
Sastra Madura & Kekerasan Oleh Halimi Zuhdi LS
Sastra Madura yang penuh dengan pesan, kesan, kritik dan ajaran-ajaran sempat lenyap dari permukaan, di masa lampau sastra lisan madura sangat diminati oleh masyarakat dari kalangan grass root (rakyat jelata) sampai kalangan elit (kraton). Dengan sastra tersebut, rakyat madura dapat mengekspresikan diri, menyampaikan pesan moral, gejolak hati, ajaran agama.
Orang Madura yang terkenal keras menghadapi hidup, maju menentang arus, masih sempat untuk mendendangkan sastra-sastra, dengan kondisi geokrafis yang panas, ombak lautan yang garang, maka sastra-sastranya penuh dengan motivasi, pesan ajaran yang ketat. Diantara sastra Madura yang sangat digemari antara lain, dongeng (dungeng madure), lok-olok, syi’ir, tembang, dan puisi mainan anak-anak.
Dungeng madure adalah cerita atu kisah yang di ambil dari cerita-cerita rakyat madura, yang mengandung beberapa pesan, dan harapan. Dongeng ini sering di dendangkan dalam pengajian, perkumpulan-perkumpulan. Sehingga hal tersebut dianggap primer dalam menumbuhkan kembangkan tradisi-tradisi yang ada di pulau madura. Dongeng tersebut merupakan cermin kehidupan pada masa lampau.
Syi’ir merupakan untuaian kata-kata indah, dengan susunan kalimat- kalimat yang terpadu. Biasanya syi’ir ini dibaca di pesantren-pesantren, majlis ta’lim, dan walimatul urs.
Tembang tidak jauh berbeda dengan syi’ir, biasanya tembang dibaca ketika mempunyai hajat atau akan menikahkan anaknya. Tembang dibaca oleh dua orang atau lebih sepanjang malam.
Sastra Madura yang akhir-akhir ini, disinyalir semakin melemah karena publik kurangmemerhatikan sebagai mana diungkapkan oleh Prof. Dr. Suripan Sadi Hotomo “Sastra Madura (modern) telah mati, sebab sastra ini tak lagi
mempunyai majalah berbahasa Madura. Buku-buku berbahasa Madura pun tak laku dijual. Selain itu, sastra Madura tak lagi mempunyai kader-kader penulis muda sebab yang muda-muda umumnya menulis dalam bahasa Indonesia”. Meskipun demikian, dewasa ini sedikit bahkan dapat dikatakn tidak ada, yang berminat menulis sastra dalam bahasa Madura. Bahkan tokoh-tokoh sastrawan Madura, seperti Abdul Hadi WM, Moh. Fudoli, dan lain- lain lebih suka menulis dalam bahasa Indonesia. Nama-nama penerjemah sastra Madura yang terkenal seperti SP. Sastramihardja, R.
Sosrodanoekoesoemo, R. Wongsosewojo kini telah tiada dan belum ada penggantinya. Mungkin hal ini merupakan sebuah proses sastra Madura sedang mengindonesiakan diri. Namun, meskipun demikian sastra Madura tidaklah lenyap dari peredaran tanpa menyisakan bekas sedikitpun.
(Sumber: www.penulislepas.com, dengan pengubahan)
3. Bacalah dengan saksama, kemudian analisislah tema dan ciri-ciri bahwa puisi berikut ini tergolong puisi kontemporer.
Sepisaupi
Karya Sutardji Calzoum Bachri sepisau luka sepisau duri
sepikuldosa sepukau sepi sepisau duka serisau diri sepisau sepi sepisau nyanyi sepisaupa sepisaupi
sepisapanya sepikau sepi sepisaupa sepisaupoi sepikul diri keranjang duri sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi sepisaupa sepisaupi
sampai pisauNya ke dalam nyanyi 1973 Refleksi Diri Pokok Bahasan Tingkat Pemahaman A B C D
A. Mengajukan saran perbaikan tentang informasi yang disampaikan secara langsung.
B. Mempresentasikan program kegiatan/proposal.
C. Mengidentifikasi tema dan ciri-ciri puisi kontemporer melalui kegiatan membaca buku kumpulan puisi kontemporer.
D. Memahami prinsip-prinsip penulisan kritik dan esai.
11.1
A. MENEMUKAN IDE POKOK SUATU TEKS