PRAKTIKUM BIOKIMIA A. IDENTITAS
2.2. Menjelaskan terbentuknya
akrolein
3. Kompetensi Dasar : Memahami dan melakukan eksperimen Reaksi Uji Asam Amino dan Protein. 3.1.Menjelaskan terbentuknya bau dan perubahan lakmus melalui percobaan reaksi uji asam amino dan protein. 3.2.Menjelaskan terbentuknya komplek warna melalui percobaan uji ninhidrin. 3.3.Menjelaskan terbentuknya warna violet pada uji biuret. 3.4.Menjelaskan
terbentuknya warna merah pada uji millon. 3.5.Menjelaskan terbentuknya endapan melalui uji pengendapan protein oleh asam kompleks. 3.6.Menjelaskan terbentuknya endapan melalui pengendapan dengan pelarut organik
Melakukan percobaan reaksi uji asam amino dan protein,
mengkaji terbentuknya bau dan perubahan lakmus.
Mendiskusikan terjadinya komplek warna.
Melakukan percobaan uji biuret. Melakukan percobaan uji millon. Melakukan percobaan
pengendapan protein oleh asam kompleks.
Melakukan percobaan pengendapan dengan pelarut organik.
3.1.Reaksi Uji Asam Amino dan Protein.
3.2.-Uji asam amino dan protein, uji ninhidrin. 3.3.Uji Biuret, Uji
Millon 3.4.Pengendapan
protein oleh asam kompleks,
pengendapan dengan pelarut organik.
4. Kompetensi Dasar : Melakukan eksperimen dan memahami penentuan kadar protein dengan cara biuret.
4.1.Menjelaskan sesuai dengan hukum Lambert Beer, absorbsi sinar tampak oleh suatu larutan
Melakukan percobaan penentuan kadar protein dengan cara biuret, dengan alat spektrofotometer.
4. Penentuan kadar protein dengan cara biuret.
berwarna berbanding lurus dengan konsentrasi zat terlarut yang menimbulkan warna.
5. Kompetensi Dasar : Melakukan eksperimen dan memahami penentuan kadar protein secara Lowry (folin ciocalteu test).
Menjelaskan bahwa cara lowry lebih peka
dibandingkan dengan cara biuret.
Melakukan percobaan penentuan kadar protein secara lowry (folin ciocalteu test), dengan alat spektrofotometer.
5. Penentuan kadar protein secara Lowry (folin ciocalteu). Kompetensi Dasar-6 : Memahami dan melakukan eksperimen penentuan konsentrasi
glukosa dengan cara Nelson Somogyi. 6. Menjelaskan hasil
reduksi ion kupri oleh glukosa atau gula pereduksi lainnya dalam suasana basa dengan arsenomolibdat memberikan warna biru yang kekuatan intensitasnya sesuai dengan konsentrasi glukosa.
Melakukan percobaan penentuan konsentrasi glukosa dengan cara Nelson Somogyi, absorbsi larutan diukur dengan
spektrofotometer pada panjang gelombang 660 nm. 6. Penentuan konsentrasi glukosa dengan cara Nelson Somogyi.
Kompetensi Dasar-7 : Melakukan eksperimen dan memahami penggunaan dan fungsi enzim sellulase.
7. Menjelaskan cara menentukan aktivitas spesifik yaitu kecepatan kerja enzim untuk menghasilkan 1 mol produk per detik per gram enzim.
Melakukan percobaan enzim sellulase yaitu suatu enzim yang dapat mengkatalisa penguraian sellulosa sehingga menjadi molekul-molekul kecil (glukosa, dll), mendiskusikan cara penentuan aktivitas yang dilakukan atas dasar penentuan kadar zat-zat pereduksi yang terjadi.
7. Penggunaan dan fungsi enzim Sellulase.
Kompetensi Dasar-8 : Memahami dan melakukan eksperimen cara isolasi enzim bromelain dengan menggunakan senyawa organik dan anorganik.
8.1.Menjelaskan terjadinya proses isolasi dengan berbagai fraksi menggunakan pelarut organik.
Melakukan percobaan isolasi enzim bromelain dengan menggunakan aseton dengan berbagai fraksi. 8.1.Isolasi enzim bromelain dengan menggunakan aseton. 8.2.Isolasi enzim bromelain dengan menggunakan amonium sulfat. Menjelaskan terjadinya proses isolasi dengan berbagai fraksi menggunakan senyawa anorganik.
Melakukan percobaan isolasi enzim bromelain dengan menggunakan amonium sulfat dengan berbagai fraksi.
C. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Kegiatan pembelajran : a. Kuliah teori : - b. Praktik/Magang : 150 menit/minggu 2. Metode Ceramah Eksperimen Diskusi Tanya jawab Pemberian Tugas 3. Evaluasi UTS UAS Tugas terstruktur
4. Sarana : LCD, komputer, ruang laboratorium, alat laboratorium, bahan kimia
5. Dosen Pengampu : S3, S2 bidang biokimia dan kimia organik D. KEPUSTAKAAN
1. Soedigdo, P.,dkk (1980). Penuntun Praktikum Biokimia Dasar, Bagian I dan II, Bandung : Penerbit ITB.
2. Ciptadi, (2003). Penuntun Praktikum Biokimia, Prodi Kimia, FKIP-UNPAR.
3. Clark, J.M and R.L. Switzer, (1978). Exsperimental Biochemistry. 4. Plummer, A., (1978). An Introduction to Practical Biochemistry.
1
KIMIA FISIK I A. IDENTITAS
1. Kode Mata Kuliah :1312
2. SKS/JS : 3
3. Prasyarat : Telah menempuh Kimia Dasar I, Kimia Dasar II dan Matematika Kimia
B. KOMPETENSI
1. Kompetensi Mata Kuliah
Mahasiswa memahami tentang keadaan gas yang meliputi : Sifat Gas, hukum-hukum gas, persamaan gas ideal, campuran gas, gas nyata, persamaan gas nyata. Memahami hukum-hukum termodinamika dan dapat menerapkan hukum-hukum ini dan konsep-konsep termodinamika lainnya pada berbagai sistem kimia. Memahami kesetimbangan kimia yang meliputi keadaan setimbang, tetapan kesetimbangan, kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen
2. Kompetensi Dasar, Indikator Hasil Belajar, Pengalaman Belajar dan Materi Pokok
Indikator Pengalaman Belajar Materi Pokok Kompetensi dasar -1 : Mendeskripsikan persamaan keadaan, hukum-hukum gas, persamaan
gas ideal, campuran gas, persamaan gas nyata, isoterm gas, hukum keadaan sehubungan dan faktor daya mampat
1.1 Menurunkan persamaan gas ideal
1.2 Menerapkan persamaan gas ideal dalam perhitungan
Mengkaji Hukum-hukum gas
Mengkaji Persamaan gas ideal
Mengkaji beberapa persamaan gas nyata
Latihan menerapkan persamaan gas dalam perhitungan 1. Gas 1.1 Hukum-hukum gas 1.2 Persamaaan gas Ideal 1.3 Persamaan gas nyata
Kompetensi dasar-2 : Mendeskripsikan Hukum pertama Termodinamika dan menerapkan konsep-konsep termodinamika dalam sistem Kimia
2.1 Menjelaskan konsep tentang Sistem, Lingkungan, kalor, Energi, kerja dan energi dalam 2.2 Merumuskan Hukum Pertama
Termodinamika
2.3 Menjabarkan kalor reaksi pada volume tetap
2.4 Menjabarkan kalor reaksi pada tekanan tetap
2.5 menjelaskan kapasitas kalor pada tekanan tetap dan kapasistas kalor pada volume tetap
2.6 menerapkan Hukum Pertama Termodinamika dalam sistem Kimia
2.7 menghitung entalpi reaksi dengan Hukum Hess
Mengkaji Konsep tentang : Sistem, Lingkungan , Kerja kalor, Energi Dalam dan Fungsi Keadaan
Mengkaji perumusan Hukum Pertama termodinamika
Mengkaji Kalor reaksi pada volume tetap
mengkaji kalor reaksi pada tekanan tetap
mengkaji konsep kapasitas kalor mengkaji penerapan Hukum Pertama Termodinamika dalam sistem Kimia 2.1 Konsep –konsep dasar Termodinamika: Sistem, Lingk., kalor, kerja, energi dalam dan fungsi keadaan 2.2 Hukum Pertama Termo- dinamika 2.3 Fungsi Enegi dalam 2.4 Fungsi Entalpi 2.5 Konsep kapasitas kalor
2
2.8 Menghitung entalpi reaksi dari data entalpi pembentukkan satandar
2.9 Menghitung entalpi reaksi dari data entalpi pembakaran standar
2.10 Menghitung enltalpi reaksi dari data energi ikat
2.11 Menghitung entalpi reaksi dari perubahan fasa
2.12 Menerapkan hukum kirchoff dalam menentukan entalpi reaksi pada berbagai temperatur Mengkaji pengaruh temperatur terhadap entalpi 2.6 Termokimia 2.7 Kebergantungan entalpi reaksi pada temperatur
Kompetensi dasar -3 : Mendeskripsikan hukum kedua termodinamika dan hukum ketiga termodinamika
3.1 Menjelaskan langkah-langkah pada proses lingkar Karnot 3.2 Menjabarkan Efisiensi
pengubahan kalor menjadi kerja pada proses lingkar Karnot 3.3 Mendefinisikan Entropi 3.4 Menurunkan hukum kedua
Termodinamika
3.5 Menyimpulkan hukum kedua Termodinamika
3.6 Menjelaskan kriteria kespontanan suatu proses berdasarkan konsep entropi 3.7 Menjelaskan kriteria
kesetimbangan berdasarkan konsep entropi
3.8 Menghitung perubahan enmtropi dari perubahan temperatur dan volume
3.9 Menghitung perubahan entropi dari perubahan temperatur dan tekanan
3.10 Menghitung perubahan entropi pada proses pencampuran 3.11 Menentukan perubahaan
entropi pada proses kimia
3.12 Menjelaskan hukum ketiga termodinamika
3.13 Menjabarkan kespontanan suatu proses dari konsep energi bebas Gibbs
3.14 Menentukaan suatu proses spontan atau tidak, berdasarkan konsep energi bebas Gibbs 3.15 Menentukan pengaruh
temperatur terhadaap
perubahan energi bebas Gibbs.
Mencermati proses lingkar Karnot
Mengkaji konsep entropi
Mengkaji perumusan Hukum kedua Termodinamika
Mengkaji konsep Entropi sebagai kriteria
kespontanan suatu proses
Mengkaji penentuan entropi pada proses fisika
mengkaji penentuan entropi pencampuran gas ideal
Mengkaji penentuan perubahan entropi pada reaksi kimia
mengkaji/mendiskusikan hukum ketiga
termodinamika
mengkaji kriteria
kespontanan suatu reaksi kimia 3. Hukum Kedua Termodinamika 3.1 Efisiensi Pengubahan kalor menjadi kerja 3.2 Konsep entropi 3.3 perumusan Hukum kedua Tertmodinamika 3.4 Entropi sebagai suatu kriteria kespontan dan kriteria kesimbangan. 3.5 Entropi zat murni
sebagai fungsi parameter sistem 3.6 entropi pencampuran gas ideal 3.7 perubahan entropi pada reaksi kimia 3.8 hukum ketiga termodinamika 3.9 Fungsi energi bebas 3.10 persamaan funda-mental
3
3.16 Menentukan Perubahan enrgi bebas Gibbs dari perubahan entalpi dan entropi
3.17 Menurunkan hubungan silang 3.18 Membuktikan pada temperatur
tetap perubahan energi dalam gas ideal tidak bergantung pada volume
Mengkaji penggabungan hukum kedua dan ketiga pada persamaan fudamental
Kompetensi dasar-4 : Mendeskripsikan konsep-konsep kesetimbangan Kimia yang meliputi konsep tetapan kesetimbangan dan pergeseran kedudukan
kesetimbangan dan penerapannya dalam proses-proses kimia 4.1 menurunkan rumus tetapan
kesetimbangan berdasarkan konsep kriteria kesetimbangan berdasarkan fungsi energi bebas Gibbs.
4.2 menurunkan hubungan antara K, Kp, dan Kc
4.3 menentukan tetapan
kesetimbangan suatu reaksi yang melibatkan gas-gas
4.4 menentukan perubahan energi bebas Gibbs standar dari data perubahan entalpi dan perubahan entropi
4.5 menghitung harga tetapan kesetimbangan dari ungkapan tetapan kesetimbangan 4.6 menghitung harga tetapan
kesetimbangan dari data perubahan energi bebas pembentukan standar 4.7 menghitung tetapan
kesetimbangan menggunakan fungsi energi bebas Gibbs 4.8 menjabarkan pengaruh
temperatur terhadap tetapan kestimbangan
4.9 menghitung tetapan
kesetimbangan pada berbgai temperatur 4.10 Menjelaskan pengaruh temperatur terhadap pergeseran kedudukan kesetimbangan 4.11 Menjelaskan pengaruh perubahan konsentrasi terhadap pergeseran kedudukan kesetimbangan 4.12 Menjelaskan pengaruh
perubahan tekanan terhadap pergeseran kedudukan kesetimbangan
Mengkaji reaksi kimia sebagai suatu sistem terbuka
Mencermati syarat kesetimbangan
mengkaji isoterm reaksi
Mengkaji konsep tetapan kesetimbangan.
Mengkaji tetapan kesetimbangan berdasarkan fungsi energi bebas Gibbs.
mencermati contoh perhitungan tetapan kesetimbangan mengkaji pengaruh temperatur terhadap tetapan kesetimbangan mengkaji pergeseran kedudukan kesetimbangan 4. Kesetimbangan 4.1 Reaksi kimia sebagai sistem terbuka. 4.2 Syarat kesetimbangan 4.3 Isoterm reaksi. 4.4 Konsep tetapan kesetimbangan. 4.5 Evaluasi besaran ∆Go . 4.6 Perhitungan tetapan kesetimbangan 4.7 Pengaruh temperatur terhadap tetapan kesetimbangan 4.8 Pergeseran kedudukan kesetimbangan (Azas Le Chatelier)
4
C. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Kegiatan pembelajaran :
a. Kuliah teori : 150 menit/minggu b. Tugas : menyelesaikan soal-soal 2. Metode : - ceramah
- diskusi - penugasan 3. Evaluasi : UTS dan UAS 4. Sarana : LCD, OHP
5. Dosen Pengampu : - S2 bidang kimia fisik
D. KEPUSTAKAAN
1. Adamson, A.W. 1990 Physicl Chemistry Of Surface. 5th ed. New York: John Wiley & Sons
2. Atkin, PW. (terjemahan Irma I. Kartomiharjo) (1999) Kimia Fisika Jilid 1, Edisi Keempat, Jakarta, Erlangga
3. Atkin, PW. (terjemahan Irma I. Kartomiharjo) (1999) Kimia Fisika Jilid 2, Edisi Keempat, Jakarta, Erlangga
4. Barraw, G.M., 1996. Physicl Chemistry. 2nd Ed., New York: Mc Graw Hill Book
5. Castelan, G.W. 1983. Physicl Chemistry . 3rd ed. Amsterdam: Addison Wesley Publishing Co.
KIMIA FISIK II A. IDENTITAS
1. Kode Mata Kuliah : 1413
2. SKS : 3
3. Prasyarat : Telah menempuh Kimia Dasar I, Kimia Dasar II dan Matematika Kimia
B. KOMPETENSI 1. Kompetensi Mata Kuliah
Mahasiswa memahami tentang teori kinetik gas, konsep-konsep kinetika kimia dan elektrokimia
2. Kompetensi Dasar, Indikator Hasil Belajar, Pengalaman Belajar dan Materi Pokok Indikator Pengalaman Belajar Materi Pokok Kompetensi dasar -1 : Mendeskripsikan teori kinetik gas
1.1 mejelaskan asumsi asumsi dasar yang digunakan dalam pembahasan dalam teori kinetik gas
1.2 Menghitung tekanan dari teori kinetik gas
1.3 menjabarkan hukum-hukum gas dari teori kinetik gas
1.4 menghitung kecepatan yang paling mungkin, kecepatan rata-rata, dan kecepatan kuadrat rata-rata dari molekul gas
1.5 menghitung kerapatan tumbukan untuk tumbukan antar molekul
1.6 menghitung jalan bebas rata-rata dan frekuensi tumbukan
1.7 menjelaskan laju efusi gas 1.8 mendefinisikan koefisien difusi,
koefisien konduktivitas dan koefisien viskositas.
Mengkaji postulat-postulat yang mendasari teori kinetik gas
Menyimak penurunan persamaan pokok teori kinetik gas
Menguji hukum-hukum gas menggunakan persamaan pokok teori kinetik gas
Mengkaji energi kinetik translasi molekul dan kecepatan molekul
Mengkaji teori trumbukan antar molekul
mengkaji laju efusi dan viskositas
1.1 Teori kinetik gas
penurunan hukum-hukum gas dari teori kinetik gas
distribusi kecepatan molekul
tumbukan antar molekul
laju efusi dan viskositas
Kompetensi dasar -2 : mendeskripsikan tentang laju reaksi, tetapan laju reaksi dan orde reaksi 2.1 mendefinisikan laju reaksi, hukum laju
reaksi dan konstanta laju reaksi 2.2 menuliskan ungkapan pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi
2.3 menjabarkan tetapan laju reaksi orde satu 2.4 menghitung tetapan laju reaaksi untuk
reaksi orde satu
2.5 menghitung waktu paruh reaksi orde satu 2.6 menyimpulkan /membuktikan reaksi
orde satu berdasarkan nilai tetapan laju reaksi
2.7 menurunkan rumus tetapan laju reaksi orde dua dengan reaktan/konsentrasi reaktan sama
2.8 menurunkan rumus tetapan laju reaksi
Mendiskusikan Konsep tentang: laju raksi, hukum laju dan tetapan laju reaksi
Mengkaji pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi
mengkaji reaksi orde satu
menyelesaikan soal-soal reaksi orde satu
mengkaji reaksi orde dua dengan reaktan
2.1 Laju reaksi, hukum laju reaksi dan konstanta laju reaksi 2.2 Orde reaksi 2.3 Reaksi orde satu 2.4 latihan mengerja-kan soal Reaksi orde satu 2.5 Reaksi orde dua
orde dua dengan reaktan/konsentrasi reaktan sama
2.9 menghitung tetapan laju reaksi dengan grafik
2.10 Menurunkan rumus tetapan laju reaksi orde dua dengan konsentrasi/reaktan berbeda
2.11 Menghitung tetapan laju reaksi orde dua dengan konsentrasi/reaktan berbeda 2.12 Menggambar grafik plot antara
konsentrasi terhadap waktu
2.13 Menghitung tetapan laju reaksi orde dua dengan grafik
2.14 Menurunkan rumus tetapan laju reaksi orde tiga dengan reaktan/konsentrasi reaktan sama
2.15 Menghitung tetapan laju reaksi orde tiga dengan konsentrasi/reaktan sama 2.17 Menggambar grafik plot antara konsentrasi
terhadap waktu
2.18 Menghitung tetapan laju reaksi orde dengan grafik
2.19 Menentukan orde reaksi dengan metode mintegrasi
2.20 Menentukan orde reaksi dengan metode /konsep laju awal
2.21 Menentukan orde reaksi dengan metode waktu paruh
2.22 Menjelaskan pengaruh temperatur terhadap laju reaksi
2.23 Menghitung konstanta laju reaksi pada berbagai temperatur
2.24 Menghitung energi aktivasi suatu reaksi 2.25 Menggambar grafik plot antara konstanta
laju reaksi terhadap temperatur 2.26 Menghitung Ea dengan grafik
2.27 Menjelaskan pengaruh katalis terhadap laju reaksi
2.28 Menggambar diagram energi, reaksi dengan katalis dan reaksi tanpa katalis 2.29 Menjelaskan pengaruh katalis dalam
menurunkan energi aktivasi
tunggal
menyelesaikan soal-soal reaksi orde dua dengan reaktan tunggal
menyimak pembuatan grafik plot antara konsentrasi terhadap waktu
mengkaji reaksi orde dua dengan reaktan berbeda
mengerjakan soal-soal reaksi orde dua
menyimak pembuatan grafik plot antara konsentrasi terhadap waktu
Mengkaji reaksi orde tiga
Mengkaji cara penentuan orde reaksi
mengkaji pengaruh temperatur terhadap laju reaksi (persamaan Arrhenius)
mengkaji pengaruh katalis terhadap laju reaksi konsentrasi/reaktan sama 2.6 Penentuan Orde reaksi 2.7 Pengaruh temperatur
terhadap laju reaksi 2.8 Pengaruh katalis
Kompetensi dasar -3: mendeskripsikan sel elektrokimia aspek termodinamika sel elektrokimia, keaktifan elektrolit, kekuatan ion dan teori debye Huckel
3.1 Mendiskusikan Hukum Coulomb dan Potensial Kimia
3.2 Mengkaji sel elektrokimia 3.3 Mendiskusikan
perjanjianmengenai reaksi, notasi dan potensial sel 3.4 Mengkaji aspek
termodinamika sel elektrokimia
3.5 mengkaji ketergantungan potensial sel pada konsentrasi/keaktifan 3.6 Mendiskusikan keaktifan
Elektrolit
3.7 Mengkaji Kekuatan Ion dan teori Debye Huckel 3.8 Mendiskusikan cara
penentuan koefisien keaktifan dari pengukuran DGL sel
3.9 Mengkaji pengukuran pH dari pengukuran
elektrokimia
Mendefinisikan arus listrik, muatan listrik, dan potensial sel
Menjelaskan reaksi yang terjadi pada anoda
Menjelaskan reaksi yang terjadi pada Katoda
Menyebutkan jenis-jenis elektroda dan memberikan masing-masing contoh
Menjelaskan cara perhitungan dan pengukuran potensial sel
Menuliskan notasi sel dari reaksi yang terjadi pada masing-masing elektroda
Menjelaskan lambang yang terdapat pada penulisan notasi sel
Menuliskan reaksi sel yang terjadi pada masing-masing elektroda dari notasi sel
Menjelaskan cara penentuan potensial sel
Menjelaskan arti fisik dari harga potensial sel
Menghitung perubahan energi bebas dari data pengukuran potensial sel
Menghitung perubahan entropi dari data pengukuran potensial sel
Menghitung perubahan kalor reaksi dari data pengukuran potensial sel
Menurunkan persamaan Nerst
Menghitung potensial sel dengan persamaan Nerst
Menghitung tetapan kesetimbangan dari data potensial sel
Menjabarkan ungkapan keaktfan elektrolit sebagai fungsi kemolalan
Menjelaskan pengaruh koefisien keaktifan penyimpangan dari keadaan ideal
Mendefinisikan kekuatan ion
Menghitung kekuatan Ion larutan elektrolit
Menghitung koefisien keaktifan
Menggambarkan grafik hubungan antara potensial sel dengan kemolalan
Menghitung koefisien keaktifan dari pengukuran data potensial sel
Menentukan ph dari pengukuran potensial sel 3.1 Hukum Coulomb dan Potensial Listrik 3.2 Sel Elektrokimia 3.3 Notasi sel 3.4 Potensial sel 3.5 Aspek Termodinamika sel Elektrokimia 3.6 Persamaan Nerst 3.7 Keaktifan Elektrolit 3.8 Kekuatan Ion 3.10 Penentuan koefisien 3.11 penentuan pH
C. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Kegiatan pembelajaran :
a. Kuliah teori : 150 menit/minggu b. Tugas : menyelesaikan soal-soal 2. Metode : - ceramah
- diskusi - penugasan 3. Evaluasi : UTS dan UAS 4. Sarana : LCD, OHP
5. Dosen Pengampu : - S2 bidang kimia fisik
D. KEPUSTAKAAN
1. Adamson, A.W. 1990 Physicl Chemistry Of Surface. 5th ed. New York: John Wiley & Sons
2. Atkin, PW. (terjemahan Irma I. Kartomiharjo) (1999) Kimia Fisika Jilid 1, Edisi Keempat, Jakarta, Erlangga
3. Atkin, PW. (terjemahan Irma I. Kartomiharjo) (1999) Kimia Fisika Jilid 2, Edisi Keempat, Jakarta, Erlangga
4. Barraw, G.M., 1996. Physicl Chemistry. 2nd Ed., New York: Mc Graw Hill Book
5. Castelan, G.W. 1983. Physicl Chemistry . 3rd ed. Amsterdam: Addison Wesley Publishing Co.
KIMIA FISIK 3 A. IDENTITAS
1. Kode Mata Kuliah : 1515 2. SKS/JS : 2/2
3. Prasyarat : Telah menempuh Kimia Dasar I, Kimia Dasar II, Kimia Fisik I, Kimia Fisik II dan Matematika Kimia
B. KOMPETENSI
1. Kompetensi Mata Kuliah
Mahasiwa memahami tentang kesetimbangan fasa yang meliputi hukum fasa, diagram fasa satu komponen, dua komponen, dan tiga komponen. Memahami tentang kimia permukaan dan koloid yang meliputi klasifikasi dispersi koloid,
Adsorpsi gas. Memahami tentang konsep kinetika reaksi rantai, reaksi bolak-balik, reaksi konsekutif
2. Kompetensi Dasar, Indikator Hasil Belajar, Pengalamnan Belajar dan materi pokok Indikator Pengalaman Belajar Materi Pokok Kompetensi dasar – 1: Mendeskripsikan Kesetimbangan Fasa
1.1 Menjelaskan ruang lingkup kesetimbangan fasa
1.2 Menjelaskan syarat-syarat kesetimbangan antara berbagai fasa dalam system 1.3 Menuliskan persamaan Clayperon dan menjelaskan notasi-notasinya 1.4 Mengaplikasikan persamaan Clayperon dalam kesetimbangan padat-cair, cair gas, dan padat-gas
1.5 Menggambarkan/ mengidentifikasi diagram fasa system satu
komponen 1.6 Menghitung panas
penguapan atau panas sublimasi dengan mengunakan persamaan Clausiaus-Clapeyron Mendiskusikan ruang lingkup kesetimbangan fasa menelaah syarat-syarat kesetimbangan antara berbagai fasa dalam system menyimak penjabaran persamaan clapeyron mendiskusikan konsep kaidah fasa menelaah pengertian jumlah fasa,
komponen, dan derajat kebebasan dalam system
mengkaji beberapa contoh diagram fasa untuk system satu komponen
mengkaji diagram fasa larutan biner
mengkaji hubungan tekanan uap total dengan komposisi uap
1.1 Ruang lingkup kesetimbangan fasa 1.2 Syarat-syarat
kesetimbangan anatara berbagai fasa dalam system
1.3 Persamaan Clapeyron 1.4 Persamaan
Clausius-clapeyron
1.5 Konsep kaidah fasa 1.6 Diagram fasa satu
komponen
1.7 Diagram fasa system dua komponen
1.7 Menulis dan
menurunkan aturan fasa 1.8 Mendefinisikan aturan
fasa, komponen dan derajat kebebasan 1.9 Menentukan derajat
kebebasan suatu system 1.10 Menjelaskan diagram
fasa system
kesetimbangan dua komponen
Kompetensi Dasar -2 : mendeskripsikan konsep laju reaksi kompleks 2.1 Menjelaskan pengertian
mekanisme reaksi, reaksi elementer, dan reaksi total 2.2 Mengidentifikasi jenis-jenis
reaksi kompleks
2.3 Menurunkan persamaan laju reaksi bolak-balik orde 1
2.4 Menurunkan persamaan laju reaksi konsekutif 2.5 Menjelaskan pengertian
langkah penentu laju reaksi
Menyimak penjelasan/ uraian tentang
mekanisme reaksi, reaksi elementer dan reaksi total
mengkaji pengolongan reaksi kompleks
mengkaji persamaan lajub reaksi bolak-balik
mengkaji persamaan laju reaksi konsekutif
menyimak penjelasan tentang langkah penentu laju reaksi
2. Reaksi Kompleks 2.1 Mekanisme reaksi 2.2 Penggolongan reaksi kompleks 2.2.1 reaksi bolak-balik 2.2.2 reaksi konsekutif
Kompetensi dasar -3 : mendeskripsikan kimia koloid dan proses adsorpsi 3.1 menggolongkan
macam-macam koloid berdasarkan fase terdispersinya 3.2 menjelaskan cara pembuatan koloid 3.3 menjelaskan cara-cara pemurnian koloid 3.4 menjelaskan sifat-sifat
optik dari koloid
3.5 membedakan adsorpsi fisik dan adsorpsi kimia
3.6 menjelaskan isoterm adsorpsi Freundlich 3.6 menjelaskan isoterm
adsorpsi Langmuir
Mengkaji penggolongan koloid berdasarkan fase terdispersinya
Menyimak penjelasan cara pembuatan koloid
Mendiskusikan cara-cara pemurnian koloid
Mendiskusikan sifat-sifat dari koloid
Mengkaji perbedaan adsorpsi fisik dan adsorpsi kimia
Mendiskusikan isoterm adsorpsi Freundlich
Mendiskusikan isoterm adsorpsi Langmuir
3. Kimia Koloid dan adsorpsi 3.1 Penggolongan Koloid 3.2 Cara Pembuatan Koloid 3.3 Cara pemurnian koloid 3.4 Sifat-sifat Koloid 3.5 Isoterm adsorpsi Freundlich
3.6 Isoterm adsorpsi Langmuir
C. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Kegiatan pembelajaran :
a. Kuliah teori : 100 menit/minggu b. Tugas : menyelesaikan soal-soal
2. Metode : - ceramah - diskusi - penugasan 3. Evaluasi : UTS dan UAS 4. Sarana : LCD, OHP
5. Dosen Pengampu : - S2 Bidang Kimia Fisik
D. KEPUSTAKAAN
1. Adamson, A.W. 1990 Physicl Chemistry Of Surface. 5th ed. New York: John Wiley & Sons
2. Atkin, PW. (terjemahan Irma I. Kartomiharjo) (1999) Kimia Fisika Jilid 1, Edisi Keempat, Jakarta, Erlangga
3. Atkin, PW. (terjemahan Irma I. Kartomiharjo) (1999) Kimia Fisika Jilid 2, Edisi Keempat, Jakarta, Erlangga
4. Barraw, G.M., 1996. Physicl Chemistry. 2nd Ed., New York: Mc Graw Hill Book
5. Castelan, G.W. 1983. Physicl Chemistry . 3rd ed. Amsterdam: Addison Wesley Publishing Co.
IKATAN KIMIA