• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menjelaskan terbentuknya

Dalam dokumen KURIKULUM PENDIDIKAN KIMIA SARJANA (S1) (Halaman 61-75)

PRAKTIKUM BIOKIMIA A. IDENTITAS

2.2. Menjelaskan terbentuknya

akrolein

3. Kompetensi Dasar : Memahami dan melakukan eksperimen Reaksi Uji Asam Amino dan Protein. 3.1.Menjelaskan terbentuknya bau dan perubahan lakmus melalui percobaan reaksi uji asam amino dan protein. 3.2.Menjelaskan terbentuknya komplek warna melalui percobaan uji ninhidrin. 3.3.Menjelaskan terbentuknya warna violet pada uji biuret. 3.4.Menjelaskan

terbentuknya warna merah pada uji millon. 3.5.Menjelaskan terbentuknya endapan melalui uji pengendapan protein oleh asam kompleks. 3.6.Menjelaskan terbentuknya endapan melalui pengendapan dengan pelarut organik

 Melakukan percobaan reaksi uji asam amino dan protein,

mengkaji terbentuknya bau dan perubahan lakmus.

 Mendiskusikan terjadinya komplek warna.

 Melakukan percobaan uji biuret.  Melakukan percobaan uji millon.  Melakukan percobaan

pengendapan protein oleh asam kompleks.

 Melakukan percobaan pengendapan dengan pelarut organik.

3.1.Reaksi Uji Asam Amino dan Protein.

3.2.-Uji asam amino dan protein, uji ninhidrin. 3.3.Uji Biuret, Uji

Millon 3.4.Pengendapan

protein oleh asam kompleks,

pengendapan dengan pelarut organik.

4. Kompetensi Dasar : Melakukan eksperimen dan memahami penentuan kadar protein dengan cara biuret.

4.1.Menjelaskan sesuai dengan hukum Lambert Beer, absorbsi sinar tampak oleh suatu larutan

 Melakukan percobaan penentuan kadar protein dengan cara biuret, dengan alat spektrofotometer.

4. Penentuan kadar protein dengan cara biuret.

berwarna berbanding lurus dengan konsentrasi zat terlarut yang menimbulkan warna.

5. Kompetensi Dasar : Melakukan eksperimen dan memahami penentuan kadar protein secara Lowry (folin ciocalteu test).

 Menjelaskan bahwa cara lowry lebih peka

dibandingkan dengan cara biuret.

 Melakukan percobaan penentuan kadar protein secara lowry (folin ciocalteu test), dengan alat spektrofotometer.

5. Penentuan kadar protein secara Lowry (folin ciocalteu). Kompetensi Dasar-6 : Memahami dan melakukan eksperimen penentuan konsentrasi

glukosa dengan cara Nelson Somogyi. 6. Menjelaskan hasil

reduksi ion kupri oleh glukosa atau gula pereduksi lainnya dalam suasana basa dengan arsenomolibdat memberikan warna biru yang kekuatan intensitasnya sesuai dengan konsentrasi glukosa.

 Melakukan percobaan penentuan konsentrasi glukosa dengan cara Nelson Somogyi, absorbsi larutan diukur dengan

spektrofotometer pada panjang gelombang 660 nm. 6. Penentuan konsentrasi glukosa dengan cara Nelson Somogyi.

Kompetensi Dasar-7 : Melakukan eksperimen dan memahami penggunaan dan fungsi enzim sellulase.

7. Menjelaskan cara menentukan aktivitas spesifik yaitu kecepatan kerja enzim untuk menghasilkan 1 mol produk per detik per gram enzim.

 Melakukan percobaan enzim sellulase yaitu suatu enzim yang dapat mengkatalisa penguraian sellulosa sehingga menjadi molekul-molekul kecil (glukosa, dll), mendiskusikan cara penentuan aktivitas yang dilakukan atas dasar penentuan kadar zat-zat pereduksi yang terjadi.

7. Penggunaan dan fungsi enzim Sellulase.

Kompetensi Dasar-8 : Memahami dan melakukan eksperimen cara isolasi enzim bromelain dengan menggunakan senyawa organik dan anorganik.

8.1.Menjelaskan terjadinya proses isolasi dengan berbagai fraksi menggunakan pelarut organik.

 Melakukan percobaan isolasi enzim bromelain dengan menggunakan aseton dengan berbagai fraksi. 8.1.Isolasi enzim bromelain dengan menggunakan aseton. 8.2.Isolasi enzim bromelain dengan menggunakan amonium sulfat.  Menjelaskan terjadinya proses isolasi dengan berbagai fraksi menggunakan senyawa anorganik.

 Melakukan percobaan isolasi enzim bromelain dengan menggunakan amonium sulfat dengan berbagai fraksi.

C. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Kegiatan pembelajran : a. Kuliah teori : - b. Praktik/Magang : 150 menit/minggu 2. Metode  Ceramah  Eksperimen  Diskusi  Tanya jawab  Pemberian Tugas 3. Evaluasi  UTS  UAS  Tugas terstruktur

4. Sarana : LCD, komputer, ruang laboratorium, alat laboratorium, bahan kimia

5. Dosen Pengampu : S3, S2 bidang biokimia dan kimia organik D. KEPUSTAKAAN

1. Soedigdo, P.,dkk (1980). Penuntun Praktikum Biokimia Dasar, Bagian I dan II, Bandung : Penerbit ITB.

2. Ciptadi, (2003). Penuntun Praktikum Biokimia, Prodi Kimia, FKIP-UNPAR.

3. Clark, J.M and R.L. Switzer, (1978). Exsperimental Biochemistry. 4. Plummer, A., (1978). An Introduction to Practical Biochemistry.

1

KIMIA FISIK I A. IDENTITAS

1. Kode Mata Kuliah :1312

2. SKS/JS : 3

3. Prasyarat : Telah menempuh Kimia Dasar I, Kimia Dasar II dan Matematika Kimia

B. KOMPETENSI

1. Kompetensi Mata Kuliah

Mahasiswa memahami tentang keadaan gas yang meliputi : Sifat Gas, hukum-hukum gas, persamaan gas ideal, campuran gas, gas nyata, persamaan gas nyata. Memahami hukum-hukum termodinamika dan dapat menerapkan hukum-hukum ini dan konsep-konsep termodinamika lainnya pada berbagai sistem kimia. Memahami kesetimbangan kimia yang meliputi keadaan setimbang, tetapan kesetimbangan, kesetimbangan homogen dan kesetimbangan heterogen

2. Kompetensi Dasar, Indikator Hasil Belajar, Pengalaman Belajar dan Materi Pokok

Indikator Pengalaman Belajar Materi Pokok Kompetensi dasar -1 : Mendeskripsikan persamaan keadaan, hukum-hukum gas, persamaan

gas ideal, campuran gas, persamaan gas nyata, isoterm gas, hukum keadaan sehubungan dan faktor daya mampat

1.1 Menurunkan persamaan gas ideal

1.2 Menerapkan persamaan gas ideal dalam perhitungan

Mengkaji Hukum-hukum gas

Mengkaji Persamaan gas ideal

Mengkaji beberapa persamaan gas nyata

Latihan menerapkan persamaan gas dalam perhitungan 1. Gas 1.1 Hukum-hukum gas 1.2 Persamaaan gas Ideal 1.3 Persamaan gas nyata

Kompetensi dasar-2 : Mendeskripsikan Hukum pertama Termodinamika dan menerapkan konsep-konsep termodinamika dalam sistem Kimia

2.1 Menjelaskan konsep tentang Sistem, Lingkungan, kalor, Energi, kerja dan energi dalam 2.2 Merumuskan Hukum Pertama

Termodinamika

2.3 Menjabarkan kalor reaksi pada volume tetap

2.4 Menjabarkan kalor reaksi pada tekanan tetap

2.5 menjelaskan kapasitas kalor pada tekanan tetap dan kapasistas kalor pada volume tetap

2.6 menerapkan Hukum Pertama Termodinamika dalam sistem Kimia

2.7 menghitung entalpi reaksi dengan Hukum Hess

Mengkaji Konsep tentang : Sistem, Lingkungan , Kerja kalor, Energi Dalam dan Fungsi Keadaan

Mengkaji perumusan Hukum Pertama termodinamika

Mengkaji Kalor reaksi pada volume tetap

mengkaji kalor reaksi pada tekanan tetap

mengkaji konsep kapasitas kalor mengkaji penerapan Hukum Pertama Termodinamika dalam sistem Kimia 2.1 Konsep –konsep dasar Termodinamika: Sistem, Lingk., kalor, kerja, energi dalam dan fungsi keadaan 2.2 Hukum Pertama Termo- dinamika 2.3 Fungsi Enegi dalam 2.4 Fungsi Entalpi 2.5 Konsep kapasitas kalor

2

2.8 Menghitung entalpi reaksi dari data entalpi pembentukkan satandar

2.9 Menghitung entalpi reaksi dari data entalpi pembakaran standar

2.10 Menghitung enltalpi reaksi dari data energi ikat

2.11 Menghitung entalpi reaksi dari perubahan fasa

2.12 Menerapkan hukum kirchoff dalam menentukan entalpi reaksi pada berbagai temperatur Mengkaji pengaruh temperatur terhadap entalpi 2.6 Termokimia 2.7 Kebergantungan entalpi reaksi pada temperatur

Kompetensi dasar -3 : Mendeskripsikan hukum kedua termodinamika dan hukum ketiga termodinamika

3.1 Menjelaskan langkah-langkah pada proses lingkar Karnot 3.2 Menjabarkan Efisiensi

pengubahan kalor menjadi kerja pada proses lingkar Karnot 3.3 Mendefinisikan Entropi 3.4 Menurunkan hukum kedua

Termodinamika

3.5 Menyimpulkan hukum kedua Termodinamika

3.6 Menjelaskan kriteria kespontanan suatu proses berdasarkan konsep entropi 3.7 Menjelaskan kriteria

kesetimbangan berdasarkan konsep entropi

3.8 Menghitung perubahan enmtropi dari perubahan temperatur dan volume

3.9 Menghitung perubahan entropi dari perubahan temperatur dan tekanan

3.10 Menghitung perubahan entropi pada proses pencampuran 3.11 Menentukan perubahaan

entropi pada proses kimia

3.12 Menjelaskan hukum ketiga termodinamika

3.13 Menjabarkan kespontanan suatu proses dari konsep energi bebas Gibbs

3.14 Menentukaan suatu proses spontan atau tidak, berdasarkan konsep energi bebas Gibbs 3.15 Menentukan pengaruh

temperatur terhadaap

perubahan energi bebas Gibbs.

Mencermati proses lingkar Karnot

Mengkaji konsep entropi

Mengkaji perumusan Hukum kedua Termodinamika

Mengkaji konsep Entropi sebagai kriteria

kespontanan suatu proses

Mengkaji penentuan entropi pada proses fisika

mengkaji penentuan entropi pencampuran gas ideal

Mengkaji penentuan perubahan entropi pada reaksi kimia

mengkaji/mendiskusikan hukum ketiga

termodinamika

mengkaji kriteria

kespontanan suatu reaksi kimia 3. Hukum Kedua Termodinamika 3.1 Efisiensi Pengubahan kalor menjadi kerja 3.2 Konsep entropi 3.3 perumusan Hukum kedua Tertmodinamika 3.4 Entropi sebagai suatu kriteria kespontan dan kriteria kesimbangan. 3.5 Entropi zat murni

sebagai fungsi parameter sistem 3.6 entropi pencampuran gas ideal 3.7 perubahan entropi pada reaksi kimia 3.8 hukum ketiga termodinamika 3.9 Fungsi energi bebas 3.10 persamaan funda-mental

3

3.16 Menentukan Perubahan enrgi bebas Gibbs dari perubahan entalpi dan entropi

3.17 Menurunkan hubungan silang 3.18 Membuktikan pada temperatur

tetap perubahan energi dalam gas ideal tidak bergantung pada volume

Mengkaji penggabungan hukum kedua dan ketiga pada persamaan fudamental

Kompetensi dasar-4 : Mendeskripsikan konsep-konsep kesetimbangan Kimia yang meliputi konsep tetapan kesetimbangan dan pergeseran kedudukan

kesetimbangan dan penerapannya dalam proses-proses kimia 4.1 menurunkan rumus tetapan

kesetimbangan berdasarkan konsep kriteria kesetimbangan berdasarkan fungsi energi bebas Gibbs.

4.2 menurunkan hubungan antara K, Kp, dan Kc

4.3 menentukan tetapan

kesetimbangan suatu reaksi yang melibatkan gas-gas

4.4 menentukan perubahan energi bebas Gibbs standar dari data perubahan entalpi dan perubahan entropi

4.5 menghitung harga tetapan kesetimbangan dari ungkapan tetapan kesetimbangan 4.6 menghitung harga tetapan

kesetimbangan dari data perubahan energi bebas pembentukan standar 4.7 menghitung tetapan

kesetimbangan menggunakan fungsi energi bebas Gibbs 4.8 menjabarkan pengaruh

temperatur terhadap tetapan kestimbangan

4.9 menghitung tetapan

kesetimbangan pada berbgai temperatur 4.10 Menjelaskan pengaruh temperatur terhadap pergeseran kedudukan kesetimbangan 4.11 Menjelaskan pengaruh perubahan konsentrasi terhadap pergeseran kedudukan kesetimbangan 4.12 Menjelaskan pengaruh

perubahan tekanan terhadap pergeseran kedudukan kesetimbangan

Mengkaji reaksi kimia sebagai suatu sistem terbuka

Mencermati syarat kesetimbangan

mengkaji isoterm reaksi

Mengkaji konsep tetapan kesetimbangan.

Mengkaji tetapan kesetimbangan berdasarkan fungsi energi bebas Gibbs.

mencermati contoh perhitungan tetapan kesetimbangan mengkaji pengaruh temperatur terhadap tetapan kesetimbangan mengkaji pergeseran kedudukan kesetimbangan 4. Kesetimbangan 4.1 Reaksi kimia sebagai sistem terbuka. 4.2 Syarat kesetimbangan 4.3 Isoterm reaksi. 4.4 Konsep tetapan kesetimbangan. 4.5 Evaluasi besaran ∆Go . 4.6 Perhitungan tetapan kesetimbangan 4.7 Pengaruh temperatur terhadap tetapan kesetimbangan 4.8 Pergeseran kedudukan kesetimbangan (Azas Le Chatelier)

4

C. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Kegiatan pembelajaran :

a. Kuliah teori : 150 menit/minggu b. Tugas : menyelesaikan soal-soal 2. Metode : - ceramah

- diskusi - penugasan 3. Evaluasi : UTS dan UAS 4. Sarana : LCD, OHP

5. Dosen Pengampu : - S2 bidang kimia fisik

D. KEPUSTAKAAN

1. Adamson, A.W. 1990 Physicl Chemistry Of Surface. 5th ed. New York: John Wiley & Sons

2. Atkin, PW. (terjemahan Irma I. Kartomiharjo) (1999) Kimia Fisika Jilid 1, Edisi Keempat, Jakarta, Erlangga

3. Atkin, PW. (terjemahan Irma I. Kartomiharjo) (1999) Kimia Fisika Jilid 2, Edisi Keempat, Jakarta, Erlangga

4. Barraw, G.M., 1996. Physicl Chemistry. 2nd Ed., New York: Mc Graw Hill Book

5. Castelan, G.W. 1983. Physicl Chemistry . 3rd ed. Amsterdam: Addison Wesley Publishing Co.

KIMIA FISIK II A. IDENTITAS

1. Kode Mata Kuliah : 1413

2. SKS : 3

3. Prasyarat : Telah menempuh Kimia Dasar I, Kimia Dasar II dan Matematika Kimia

B. KOMPETENSI 1. Kompetensi Mata Kuliah

Mahasiswa memahami tentang teori kinetik gas, konsep-konsep kinetika kimia dan elektrokimia

2. Kompetensi Dasar, Indikator Hasil Belajar, Pengalaman Belajar dan Materi Pokok Indikator Pengalaman Belajar Materi Pokok Kompetensi dasar -1 : Mendeskripsikan teori kinetik gas

1.1 mejelaskan asumsi asumsi dasar yang digunakan dalam pembahasan dalam teori kinetik gas

1.2 Menghitung tekanan dari teori kinetik gas

1.3 menjabarkan hukum-hukum gas dari teori kinetik gas

1.4 menghitung kecepatan yang paling mungkin, kecepatan rata-rata, dan kecepatan kuadrat rata-rata dari molekul gas

1.5 menghitung kerapatan tumbukan untuk tumbukan antar molekul

1.6 menghitung jalan bebas rata-rata dan frekuensi tumbukan

1.7 menjelaskan laju efusi gas 1.8 mendefinisikan koefisien difusi,

koefisien konduktivitas dan koefisien viskositas.

Mengkaji postulat-postulat yang mendasari teori kinetik gas

Menyimak penurunan persamaan pokok teori kinetik gas

Menguji hukum-hukum gas menggunakan persamaan pokok teori kinetik gas

Mengkaji energi kinetik translasi molekul dan kecepatan molekul

Mengkaji teori trumbukan antar molekul

mengkaji laju efusi dan viskositas

1.1 Teori kinetik gas

penurunan hukum-hukum gas dari teori kinetik gas

distribusi kecepatan molekul

tumbukan antar molekul

laju efusi dan viskositas

Kompetensi dasar -2 : mendeskripsikan tentang laju reaksi, tetapan laju reaksi dan orde reaksi 2.1 mendefinisikan laju reaksi, hukum laju

reaksi dan konstanta laju reaksi 2.2 menuliskan ungkapan pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi

2.3 menjabarkan tetapan laju reaksi orde satu 2.4 menghitung tetapan laju reaaksi untuk

reaksi orde satu

2.5 menghitung waktu paruh reaksi orde satu 2.6 menyimpulkan /membuktikan reaksi

orde satu berdasarkan nilai tetapan laju reaksi

2.7 menurunkan rumus tetapan laju reaksi orde dua dengan reaktan/konsentrasi reaktan sama

2.8 menurunkan rumus tetapan laju reaksi

Mendiskusikan Konsep tentang: laju raksi, hukum laju dan tetapan laju reaksi

Mengkaji pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi

mengkaji reaksi orde satu

menyelesaikan soal-soal reaksi orde satu

mengkaji reaksi orde dua dengan reaktan

2.1 Laju reaksi, hukum laju reaksi dan konstanta laju reaksi 2.2 Orde reaksi 2.3 Reaksi orde satu 2.4 latihan mengerja-kan soal Reaksi orde satu 2.5 Reaksi orde dua

orde dua dengan reaktan/konsentrasi reaktan sama

2.9 menghitung tetapan laju reaksi dengan grafik

2.10 Menurunkan rumus tetapan laju reaksi orde dua dengan konsentrasi/reaktan berbeda

2.11 Menghitung tetapan laju reaksi orde dua dengan konsentrasi/reaktan berbeda 2.12 Menggambar grafik plot antara

konsentrasi terhadap waktu

2.13 Menghitung tetapan laju reaksi orde dua dengan grafik

2.14 Menurunkan rumus tetapan laju reaksi orde tiga dengan reaktan/konsentrasi reaktan sama

2.15 Menghitung tetapan laju reaksi orde tiga dengan konsentrasi/reaktan sama 2.17 Menggambar grafik plot antara konsentrasi

terhadap waktu

2.18 Menghitung tetapan laju reaksi orde dengan grafik

2.19 Menentukan orde reaksi dengan metode mintegrasi

2.20 Menentukan orde reaksi dengan metode /konsep laju awal

2.21 Menentukan orde reaksi dengan metode waktu paruh

2.22 Menjelaskan pengaruh temperatur terhadap laju reaksi

2.23 Menghitung konstanta laju reaksi pada berbagai temperatur

2.24 Menghitung energi aktivasi suatu reaksi 2.25 Menggambar grafik plot antara konstanta

laju reaksi terhadap temperatur 2.26 Menghitung Ea dengan grafik

2.27 Menjelaskan pengaruh katalis terhadap laju reaksi

2.28 Menggambar diagram energi, reaksi dengan katalis dan reaksi tanpa katalis 2.29 Menjelaskan pengaruh katalis dalam

menurunkan energi aktivasi

tunggal

menyelesaikan soal-soal reaksi orde dua dengan reaktan tunggal

menyimak pembuatan grafik plot antara konsentrasi terhadap waktu

mengkaji reaksi orde dua dengan reaktan berbeda

mengerjakan soal-soal reaksi orde dua

menyimak pembuatan grafik plot antara konsentrasi terhadap waktu

Mengkaji reaksi orde tiga

Mengkaji cara penentuan orde reaksi

mengkaji pengaruh temperatur terhadap laju reaksi (persamaan Arrhenius)

mengkaji pengaruh katalis terhadap laju reaksi konsentrasi/reaktan sama 2.6 Penentuan Orde reaksi 2.7 Pengaruh temperatur

terhadap laju reaksi 2.8 Pengaruh katalis

Kompetensi dasar -3: mendeskripsikan sel elektrokimia aspek termodinamika sel elektrokimia, keaktifan elektrolit, kekuatan ion dan teori debye Huckel

3.1 Mendiskusikan Hukum Coulomb dan Potensial Kimia

3.2 Mengkaji sel elektrokimia 3.3 Mendiskusikan

perjanjianmengenai reaksi, notasi dan potensial sel 3.4 Mengkaji aspek

termodinamika sel elektrokimia

3.5 mengkaji ketergantungan potensial sel pada konsentrasi/keaktifan 3.6 Mendiskusikan keaktifan

Elektrolit

3.7 Mengkaji Kekuatan Ion dan teori Debye Huckel 3.8 Mendiskusikan cara

penentuan koefisien keaktifan dari pengukuran DGL sel

3.9 Mengkaji pengukuran pH dari pengukuran

elektrokimia

Mendefinisikan arus listrik, muatan listrik, dan potensial sel

Menjelaskan reaksi yang terjadi pada anoda

Menjelaskan reaksi yang terjadi pada Katoda

Menyebutkan jenis-jenis elektroda dan memberikan masing-masing contoh

Menjelaskan cara perhitungan dan pengukuran potensial sel

Menuliskan notasi sel dari reaksi yang terjadi pada masing-masing elektroda

Menjelaskan lambang yang terdapat pada penulisan notasi sel

Menuliskan reaksi sel yang terjadi pada masing-masing elektroda dari notasi sel

Menjelaskan cara penentuan potensial sel

Menjelaskan arti fisik dari harga potensial sel

Menghitung perubahan energi bebas dari data pengukuran potensial sel

Menghitung perubahan entropi dari data pengukuran potensial sel

Menghitung perubahan kalor reaksi dari data pengukuran potensial sel

Menurunkan persamaan Nerst

Menghitung potensial sel dengan persamaan Nerst

Menghitung tetapan kesetimbangan dari data potensial sel

Menjabarkan ungkapan keaktfan elektrolit sebagai fungsi kemolalan

Menjelaskan pengaruh koefisien keaktifan penyimpangan dari keadaan ideal

Mendefinisikan kekuatan ion

Menghitung kekuatan Ion larutan elektrolit

Menghitung koefisien keaktifan

Menggambarkan grafik hubungan antara potensial sel dengan kemolalan

Menghitung koefisien keaktifan dari pengukuran data potensial sel

Menentukan ph dari pengukuran potensial sel 3.1 Hukum Coulomb dan Potensial Listrik 3.2 Sel Elektrokimia 3.3 Notasi sel 3.4 Potensial sel 3.5 Aspek Termodinamika sel Elektrokimia 3.6 Persamaan Nerst 3.7 Keaktifan Elektrolit 3.8 Kekuatan Ion 3.10 Penentuan koefisien 3.11 penentuan pH

C. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Kegiatan pembelajaran :

a. Kuliah teori : 150 menit/minggu b. Tugas : menyelesaikan soal-soal 2. Metode : - ceramah

- diskusi - penugasan 3. Evaluasi : UTS dan UAS 4. Sarana : LCD, OHP

5. Dosen Pengampu : - S2 bidang kimia fisik

D. KEPUSTAKAAN

1. Adamson, A.W. 1990 Physicl Chemistry Of Surface. 5th ed. New York: John Wiley & Sons

2. Atkin, PW. (terjemahan Irma I. Kartomiharjo) (1999) Kimia Fisika Jilid 1, Edisi Keempat, Jakarta, Erlangga

3. Atkin, PW. (terjemahan Irma I. Kartomiharjo) (1999) Kimia Fisika Jilid 2, Edisi Keempat, Jakarta, Erlangga

4. Barraw, G.M., 1996. Physicl Chemistry. 2nd Ed., New York: Mc Graw Hill Book

5. Castelan, G.W. 1983. Physicl Chemistry . 3rd ed. Amsterdam: Addison Wesley Publishing Co.

KIMIA FISIK 3 A. IDENTITAS

1. Kode Mata Kuliah : 1515 2. SKS/JS : 2/2

3. Prasyarat : Telah menempuh Kimia Dasar I, Kimia Dasar II, Kimia Fisik I, Kimia Fisik II dan Matematika Kimia

B. KOMPETENSI

1. Kompetensi Mata Kuliah

Mahasiwa memahami tentang kesetimbangan fasa yang meliputi hukum fasa, diagram fasa satu komponen, dua komponen, dan tiga komponen. Memahami tentang kimia permukaan dan koloid yang meliputi klasifikasi dispersi koloid,

Adsorpsi gas. Memahami tentang konsep kinetika reaksi rantai, reaksi bolak-balik, reaksi konsekutif

2. Kompetensi Dasar, Indikator Hasil Belajar, Pengalamnan Belajar dan materi pokok Indikator Pengalaman Belajar Materi Pokok Kompetensi dasar – 1: Mendeskripsikan Kesetimbangan Fasa

1.1 Menjelaskan ruang lingkup kesetimbangan fasa

1.2 Menjelaskan syarat-syarat kesetimbangan antara berbagai fasa dalam system 1.3 Menuliskan persamaan Clayperon dan menjelaskan notasi-notasinya 1.4 Mengaplikasikan persamaan Clayperon dalam kesetimbangan padat-cair, cair gas, dan padat-gas

1.5 Menggambarkan/ mengidentifikasi diagram fasa system satu

komponen 1.6 Menghitung panas

penguapan atau panas sublimasi dengan mengunakan persamaan Clausiaus-Clapeyron Mendiskusikan ruang lingkup kesetimbangan fasa menelaah syarat-syarat kesetimbangan antara berbagai fasa dalam system menyimak penjabaran persamaan clapeyron mendiskusikan konsep kaidah fasa menelaah pengertian jumlah fasa,

komponen, dan derajat kebebasan dalam system

mengkaji beberapa contoh diagram fasa untuk system satu komponen

mengkaji diagram fasa larutan biner

mengkaji hubungan tekanan uap total dengan komposisi uap

1.1 Ruang lingkup kesetimbangan fasa 1.2 Syarat-syarat

kesetimbangan anatara berbagai fasa dalam system

1.3 Persamaan Clapeyron 1.4 Persamaan

Clausius-clapeyron

1.5 Konsep kaidah fasa 1.6 Diagram fasa satu

komponen

1.7 Diagram fasa system dua komponen

1.7 Menulis dan

menurunkan aturan fasa 1.8 Mendefinisikan aturan

fasa, komponen dan derajat kebebasan 1.9 Menentukan derajat

kebebasan suatu system 1.10 Menjelaskan diagram

fasa system

kesetimbangan dua komponen

Kompetensi Dasar -2 : mendeskripsikan konsep laju reaksi kompleks 2.1 Menjelaskan pengertian

mekanisme reaksi, reaksi elementer, dan reaksi total 2.2 Mengidentifikasi jenis-jenis

reaksi kompleks

2.3 Menurunkan persamaan laju reaksi bolak-balik orde 1

2.4 Menurunkan persamaan laju reaksi konsekutif 2.5 Menjelaskan pengertian

langkah penentu laju reaksi

 Menyimak penjelasan/ uraian tentang

mekanisme reaksi, reaksi elementer dan reaksi total

 mengkaji pengolongan reaksi kompleks

 mengkaji persamaan lajub reaksi bolak-balik

 mengkaji persamaan laju reaksi konsekutif

 menyimak penjelasan tentang langkah penentu laju reaksi

2. Reaksi Kompleks 2.1 Mekanisme reaksi 2.2 Penggolongan reaksi kompleks 2.2.1 reaksi bolak-balik 2.2.2 reaksi konsekutif

Kompetensi dasar -3 : mendeskripsikan kimia koloid dan proses adsorpsi 3.1 menggolongkan

macam-macam koloid berdasarkan fase terdispersinya 3.2 menjelaskan cara pembuatan koloid 3.3 menjelaskan cara-cara pemurnian koloid 3.4 menjelaskan sifat-sifat

optik dari koloid

3.5 membedakan adsorpsi fisik dan adsorpsi kimia

3.6 menjelaskan isoterm adsorpsi Freundlich 3.6 menjelaskan isoterm

adsorpsi Langmuir

 Mengkaji penggolongan koloid berdasarkan fase terdispersinya

 Menyimak penjelasan cara pembuatan koloid

 Mendiskusikan cara-cara pemurnian koloid

 Mendiskusikan sifat-sifat dari koloid

 Mengkaji perbedaan adsorpsi fisik dan adsorpsi kimia

 Mendiskusikan isoterm adsorpsi Freundlich

 Mendiskusikan isoterm adsorpsi Langmuir

3. Kimia Koloid dan adsorpsi 3.1 Penggolongan Koloid 3.2 Cara Pembuatan Koloid 3.3 Cara pemurnian koloid 3.4 Sifat-sifat Koloid 3.5 Isoterm adsorpsi Freundlich

3.6 Isoterm adsorpsi Langmuir

C. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Kegiatan pembelajaran :

a. Kuliah teori : 100 menit/minggu b. Tugas : menyelesaikan soal-soal

2. Metode : - ceramah - diskusi - penugasan 3. Evaluasi : UTS dan UAS 4. Sarana : LCD, OHP

5. Dosen Pengampu : - S2 Bidang Kimia Fisik

D. KEPUSTAKAAN

1. Adamson, A.W. 1990 Physicl Chemistry Of Surface. 5th ed. New York: John Wiley & Sons

2. Atkin, PW. (terjemahan Irma I. Kartomiharjo) (1999) Kimia Fisika Jilid 1, Edisi Keempat, Jakarta, Erlangga

3. Atkin, PW. (terjemahan Irma I. Kartomiharjo) (1999) Kimia Fisika Jilid 2, Edisi Keempat, Jakarta, Erlangga

4. Barraw, G.M., 1996. Physicl Chemistry. 2nd Ed., New York: Mc Graw Hill Book

5. Castelan, G.W. 1983. Physicl Chemistry . 3rd ed. Amsterdam: Addison Wesley Publishing Co.

IKATAN KIMIA

Dalam dokumen KURIKULUM PENDIDIKAN KIMIA SARJANA (S1) (Halaman 61-75)

Dokumen terkait