Assalamua'laikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Pimpinan dan anggota Komisi I DPR RI yang kami hormati,
Puji dan syukur kita panjatkan ke hadirat Tuhan yang maha besar, Allah SWT atas segala rahmat, hikmat dan iman kesehatannya yang telah dilimpahkan kepada kita sekalian sehingga pada siang hari ini kita telah sampai pada tahap akhir proses pembahasan Rancangan Undang-undang Republik Indonesia tentang pengesahan persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Islam Pakistan tentang kegiatan kerjasama di bidang pertahanan dan Rancangan Undang-undang Republik Indonesia tentang persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Demokratik Timor Leste tentang kegiatan kerjasama di bidang pertahanan.
Atas nama pemerintah kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya pada Komisi I DPR RI yang telah bekerja secara optimal dalam rangkaian pembahasan
59
Rancangan Undang-undang Republik Indonesia tentang pengesahan persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Islam Pakistan tentang kegiatan kerjasama di bidang pertahanan dan Rancangan Undang-undang Republik Indonesia tentang persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Demokratik Timor Leste tentang kegiatan kerjasama di bidang pertahanan.
Pemerintah memandang dinamika pembahasan kedua Rancangan Undang-undang yang berlangsung dalam suasana kebersamaan, kondusif, dialogis dan komunikatif telah memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi penyusunan Rancangan Undang-undang Republik Indonesia tentang pengesahan persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Islam Pakistan tentang kegiatan kerjasama di bidang pertahanan dan Rancangan Undang-undang Republik Indonesia tentang pengesahan persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Demokratik Timor Leste tentang kegiatan kerjasama di bidang pertahanan.
Dari proses pembahasan yang telah berlangsung, pemerintah memandang bahwa kesungguhan dan kerjasama para anggota Komisi I DPR RI telah menghantarkan kita pada persamaan presepsi, tekad tentang pentingnya pembahasan pengesahan persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Islam Pakistan tentang kegiatan kerjasama di bidang pertahanan dan pengesahan persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Demokratik Timor Leste tentang kegiatan kerjasama di bidang pertahanan sebagai salah satu komitmen pentingnya hubungan kerjasama interdependensi antar negara khususnya kerjasama di bidang pertahanan.
Para anggota Komisi I DPR RI yang sangat kami hormati.
Diterimanya naskah akhir pembahasan Rancangan Undang-undang Pemerintah Republik Indonesia tentang pengesahan persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Islam Pakistan tentang kegiatan kerjasama di bidang pertahanan dan Rancangan Undang-undang Republik Indonesia tentang pengesahan persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Demokratik Timor Leste tentang kegiatan kerjasama di bidang pertahanan merupakan pencapaian penting dalam rangka peningkatan hubungan persahabatan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Republik Islam Pakistan dan Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste.
Akhirnya sekali lagi kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang tinggi atas perhatian dan kerjasama anggota Komisi I DPR RI dalam proses pembahasan Rancangan Undang-undang Republik Indonesia tentang pengesahan persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Islam Pakistan tentang kegiatan kerjasama di bidang pertahanan dan Rancangan Undang-undang Republik Indonesia tentang pengesahan persetujuan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Demokratik Timor Leste tentang kegiatan kerjasama di bidang pertahanan.
Demikian juga kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Hukum dan HAM serta Sekertariat Komisi I DPR RI atas kerjasama yang baik semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat memberikan dorongan, meningkatkan hubungan bilateral yang telah ada melalui kerjasama pertahanan diantara kedua negara. Semoga Allah SWT, Tuhan yang maha besar senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semua. Sekali lagi kepada anggota Komisi I DPR RI kami menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus dan sebesar-besarnya.
Wassalamualaikum Wr Wb. KETUA RAPAT :
Terima kasih kepada Menteri Pertahanan Republik Indonesia yang sudah menyampaikan pendapat akhir pemerintah terhadap dua Rancangan Undang-undang yang sudah kita bahas bersama.
60 Bapak dan ibu sekalian.
Setelah kita mendengarkan seluruh pandangan fraksi-fraksi dan pendapat akhir pemerintah, maka sekali lagi di dalam forum rapat kerja ini kami ingin meminta persetujuan apakah kita setuju terhadap Rancangan Undang-undang pengesahan persetujuan antara pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Islam Pakistan tentang kerjasama di bidang pertahanan akan kita lanjutkan kepada pembicaraan tingkat dua para rapat paripurna DPR untuk disahkan menjadi Undang-Undang?
(RAPAT SETUJU)
Dan apakah kita setuju terhadap Rancangan Undang-undang tentang pengesahan persetujuan antara pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste tentang kegiatan kerjasama di bidang pertahanan selanjutnya akan kita bawa pada pembicaraan tingkat 2 pada rapat paripurna DPR RI untuk disahkan menjadi Undang-Undang?
(RAPAT SETUJU)
Dan sebagai informasi bapak ibu sekalian dan Pak Menteri siang ini akan berlangsung rapat Badan Musyawarah DPR RI untuk menjadwalkan agenda DPR pada sidang paripurna dan informasi sementara ini kemungkinan besar dua Rancangan Undang-undang ini akan di bawa pada pembicaraan tingkat 2 rapat paripurna DPR kemungkinan pada hari Selasa tanggal 10 Februari, ketoknya di sana pak ini informasi saja. Sekaligus juga pengesahan di paripurna 2 Rancangan Undang-undang ratifikasi yang sudah kita selesaikan beberapa hari yang lalu. Bapak dan ibu sekalian,
Pimpinan anggota Komisi I DPR RI, Bapak Menteri dan hadirin sekalian.
Sebelum kita mengakhiri agenda ini kita masih ada 1 agenda yaitu penandatangganan naskah Rancangan Undang-undang dan naskah penjelasannya tetapi saya ingin mengusulkan penandatangganan naskah ini akan kita lakukan setelah kita menutup rapat ini sehingga kita bisa mengefektifkan waktu yang tersedia dan penandatangganan itu tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembahasan pada tingkat 1 ini, bisa disetujui?
(RAPAT SETUJU)
Sebelum kami tutup, saya ingin menggarisbawahi bahwa kita alhamdulilah secara bersama-sama dengan pemerintah sudah meratifikasi sejumlah kerjasama di bidang pertahanan dengan negara-negara sahabat, tadi ada catatan penting dari Ibu Meutya Hafid bahwa jangan sampai ratifikasi Undang-Undang kerjasama ini menjadi dokumen yang hampa tetapi harus menjadi dokumen yang hidup dan pesan dari Pak Marinus Gea dari Fraksi PDIP bahwa kerjasama ini harus diaplikasikan secara maksimal ini menjadi penting dan nanti kita bersama-sama dengan Kementerian Pertahanan akan bersinergi untuk memastikan tindak lanjut dari kerjasama bidang pertahanan ini.
Dan yang kedua bahwa kerjasama di bidang pertahanan ini harus kita maknai dan transformasikan secara lebih utuh dari prespektif atau dimensi kepentingan ekonomi jadi isu tentang ekonomi pertahanan itu menjadi penting sekarang sehingga siapapun baik di DPR maupun di pemerintah tidak memaknai atau tidak memandang pertahanan sebagai sesuatu yang terpisah dari ekonomi. Oleh karena itu dorongan untuk kerjasama antar industri pertahanan Indonesia dan negara-negara sahabat yang kita bekerjasama ini tentu saja punya dimensi ekonomi, kalau ini dipahami dengan baik oleh semua pihak maka tidak ada orang yang berpikir saya nambah anggaran untuk pertahanan terus dampak ekonominya apa kalau masih ada yang berpikir begini mungkin perlu kita hadirkan di ruangan ini ya Pak Menteri.
61
Dan yang ketiga, ini pesan dari kami, dari Komisi I DPR RI bahwa ada sejumlah persetujuan antara Pemerintah Indonesia dengan beberapa negara sahabat tentang kerjasama pertahanan yang belum kita ratifikasi diantaranya adalah kerjasama Indonesia dengan Polandia, kerjasama Indonesia dengan Jerman dan juga kerjasama Indonesia dengan Tiongkok dan sebagai tambahan informasi insya Allah bulan September ini adalah peringatan 60 tahun hubungan Indonesia dengan Polandia, dubes kita di Polandia dan dubes Polandia di Jakarta sekarang sedang mempersiapkan acara bersama peringatan 60 tahun kerjasama bilateral ini dan mereka berdua ini berharap salah satu kado 60 tahun hubungan bilateral Indonesia dengan Polandia adalah diratifikasinya perjanjian kerjasama pertahanan Indonesia dengan Polandia, mudah-mudahan ini bisa menjadi atensi pemerintah melalui Kementerian Pertahanan.
Bapak ibu sekalian.
Demikian seluruh rangkaian rapat kerja kita pada siang hari ini dan alhamdulilah sekarang jam 14.00 hampir 20 menit, ini merupakan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-undang paling singkat yang kita lakukan selama ini dan ini juga produk legislasi pertama yang dihasilkan Komisi I DPR RI selama ini dengan Kementerian Pertahanan kita berikan applaus dahulu dan mudah-mudahan ini menjadi awal yang baik.
Sebelum saya tutup menginformasikan untuk teman-teman anggota Komisi I DPR RI, insya Allah jam 16.00 kita ada lanjutan RDP dengan Kepala Lemsaneg mohon tidak berterbangan keluar DPR.
Demikian dengan mengucapkan bismilah hirohman nirohim, terima kasih atas kerjasamanya dan juga kepada Sekertariat Jenderal khususnya Sekertariat Komisi I DPR RI kami ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr Wb. Rapat kami tutup.
Kepada perwakilan fraksi dan pihak pemerintah untuk bisa menandatanggani naskah. (RAPAT DITUTUP PADA PUKUL 14.05 WIB)
Jakarta, 5 Februari 2015 a.n Ketua Rapat SEKRETARIS RAPAT,
ttd.
SUPRIHARTINI, S.I.P. NIP. 19710106 199003 2 001