• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagaimana Menterjemahkan Temuan Yang Terdapat Pada Rencana usaha

Sebelum memulai suatu bisnis, perintis bisnis yang potensial harus dapat menjawab pertanyaan pertanyaan berikut.

1. Apakah bisnis akan menghasilkan uang yang selalu cukup untuk pembayaran kewajibankewajiban yang ada?

2. Berapa banyak barang atau jasa yang harus dijual dalam bisnis untuk menutup semua biaya dan mulai menghasilkan laba?

3. Apa yang akan terjadi jika turnover menurun atau biaya-biaya bertambah?

Apakah bisnis akan menghasilkan uang yang cukup?

Untuk menjawab pertanyaan pertama, kita harus tahu bahwa perintis bisnis harus menghasilkan uang untuk kehidupan sehari-hari mereka, bahwa pajak pendapatan harus dibayar dan jika ada pinjaman, maka pinjaman tersebut beserta bunganya harus dibayar secara bertahap.

Dengan melihat pada Perencanaan Arus Kas akan memberikan informasi tentang situasi kas.

Biaya operasional meliputi biaya untuk menggaji staf dan, jika wirausahawan bekerja dalam perusahaan sendiri, maka dia akan memasukan gaji mereka dalam kategori biaya ini. Tetapi mungkin gaji ini tidak mencukupi dan wirausahawan membutuhkan uang lebih banyak lagi. Uang ini dapat diambil dari laba bersih (jika ada) dan jumlahnya harus dicatat sebagai "Kas lainnya yang keluar" di dalam Perencanaan Arus Kas.

Bisnis harus membayar pajak dari keuntungan, dan ini secara teratur dibayar pada akhir tahun tutup buku. Jumlah besarnya pajak dihitung dalam tabel "Estimasi Bulanan Laba Bersih". Jumlah ini harus dimasukan dalam Perencanaan Arus Kas sebagai "Kas lainnya yang keluar"

Pembayaran pinjaman selalu dibayar secara berkala; bisa secara bulanan, atau setiap tiga, enam atau dua belas bulan. Bunga juga dibayar pada waktu yang sama. Bunga dan pembayaran pinjaman juga tercatat di dalam Perencanaan Arus Kas.

Jika selama periode perencanaan "Kas setiap Akhir Bulan" selalu positif, bisnis ini mempunyai kesempatan untuk berjalan dengan lancar.

Berapa banyak barang atau jasa yang harus dijual dalam bisnis untuk menutup semua biaya dan mulai menghasilkan laba ?

Jawaban dari pertanyaan ini memberikan Analisa Titik Impas.

Pada Analisa Titik Impas, jumlah penerimaan dari penjualan sama besar dengan jumlah semua biaya. Setiap penjualan tambahan akan menghasilkan laba. Untuk menghitung titik impas, kita harus tahu jumlah total dari biaya tak langsung (disebut juga biaya tetap atau overheads), biaya langsung (disebut juga biaya variabel) secara keseluruhan ataupun per unit dan turnover atau harga per unit. Perbedaan antara penjualan dan biaya langsung juga disebut margin kontribusi (contribution margin).

Titik Impas = biaya tidak langsung / margin kontribusi Margin Kontribusi = Penjualan – Biaya Langsung

Titik impas dapat diketahui dengan menghitung :

1. Berapa jumlah unit barang yang harus diproduksi dan atau dijual sehingga akan menemukan jumlah yang sama besar dengan biaya yang dikeluakan (BEP unit) BEP Unit : Biaya Tetap

Harga – Biaya Variabel

2. Berapa jumlah penerimaan uang hasil penjualan yang akan diterima ( sebagai target atau nilai pencapaian) sehingga jumlahnya sama besar dengan biaya yang dikeluarkan. (BEP rupiah)

BEP Rupiah : Biaya Tetap

1 – (Biaya Variabel / Harga )

3. Berapa titik impas atas penjualan dalam unit atau jumlah penerimaan uang bila

diharapkan tambahan sejumlah laba

BEP Unit + Laba : Biaya Tetap + Laba Yang diharapkan Harga - Biaya Variabel

BEP Rupiah + Laba : Biaya Tetap + Laba Yang diharapkan 1 – (Biaya Variabel / Harga )

Contoh Perhitungan

Amirall adalah seorang lulusan dari Sekolah Kejuruan Jurusan Teknik las, saat ini dia memiliki usaha bengkel teknik las yang memproduksi barang-barang kebutuhan rumah tangga secara masal, dan kadang juga menerima pesanan. Produk yang dibuat adalah berupa kursi belajar. Biaya yang dikeluarkan untuk mengerjakan produk tersebut adalah : Biaya sewa, biaya depresiasi, biaya bunga sebesar Rp. 10.000.000. Setiap pembuatan kursi Amirall membayar kepada pegawai bagian produksi Rp. 30.000, dan biaya bahan yang dikeluarkan sebesar Rp. 20.000 untuk setiap unitnya. Setiap kursi dijual dengan harga Rp.100.000.

1. Bantulah Saudara Amirall menghitung titik impas ( unit dan rupiah ) sehingga diketahui jumlah unit dan penerimaan yang harus diterima ?

2. Apabila Amirall menginginkan laba sebesar Rp. 2.000.000 dalam masa satu bulan, berapa unit kursi harus diproduksi, dan berapa jumlah penjualan yang harus direalisasikan

Jawaban :

1. Diketahui

Biaya tetap = Rp. 10.000.000 per bulan Biaya variable

Bahan = Rp. 20.000 per unit Tenaga bag. Produksi = Rp. 30.000 per unit Harga Jual = Rp. 100.000 per unit

BEP Unit : = Biaya Tetap

Harga – Biaya Variabel

= Rp. 10.000.000

Rp. 100.000 – 50.000

= 200 Unit

BEP Rupiah = Biaya Tetap

1 - (Biaya Variabel / harga)

= 10.000.000

1 - ( Rp. 50.000 / Rp.100.000 )

= Rp. 20.000.000

2. Laba diharapkan Rp. 2.000.000

BEP Unit : = Biaya Tetap + Laba Harga – Biaya Variabel

= Rp. 10.000.000 + 2.000.000 Rp. 100.000 – 50.000

= Rp. 12.000.000 Rp. 50.000

= 240 Unit

BEP Rupiah = Biaya Tetap + Laba

1 - (Biaya Variabel / harga)

= 12.000.000

1 - ( Rp. 50.000 / Rp.100.000 )

= Rp. 24.000.000

Grafik berikut ini akan menunjukan hubungan antara penjualan, biaya tetap dan biaya variable. p Biaya Langsung (biaya variable) Penjualan Biaya tdk Langsung (biaya tetap)

Jumlah Barang Dijual

Penda at a n n Titik Impas Titik Im as p

39

Grafik diatas memberikan indikasi berapa turnover yang harus didapatkan oleh bisnis tersebut, atau berapa banyak yang harusn terjual sebelum bisnis bisa mendapatkan keuntungan. Semakin cepat itu mencapai titik balik modal, semakin baik untukn bisnis tersebut.

Apa yang akan terjadi bila turnover menurun atau biaya naik?

Analisa Titik Impas itu akan menunjukkan apa dampak dari kenaikan atau penurunan harga pada titik impas. Bila pasar mengijinkan, harga dapat dinaikkan dan zona keuntungan dapat dicapai lebih cepat. Namun pasar tidak sering membiarkan harga meningkat. Bila harga pasar sedemikian rupa sehingga penjualan hanya mencapai tingkat pengeluaran biaya ketika 80% atau 90% dari turnover dicapai, maka bisnis tidak akan mempunyai cukup uang untuk membayar semua obligasinya.

Untuk mengetahui persis dampak dari perubahan harga dan/atau biaya dalam situasi uang kas dan keuntungan, maka suatu analisa sensitivitas harus dilakukan.

Analisa sensitivitas mengukur dampak pada hasil suatu proyek dari merubah satu atau lebih nilai input kunci (key input values) ketika terdapat ketidak-pastian. Contohnya, nilai pesimis, yang diharapkan, dan optimis mungkin dipilih sebagai variabel yang tidak pasti. Kemudian suatu analisa dapat dilakukan untuk melihat bagaimana hasilnya berubah ketika tiap macam nilai itu dipertimbangkan dengan menggunakan hal-hal lain yang tetap. Analisa sensitivitas menunjukkan apabila suatu proyek menguntungkan atau tidak menguntungkan bila nilai input dari suatu analisa dirubah dari apa yang selama ini diasumsikan dalam pendekatan satu-jawaban dalam mengukur nilai satu proyek.

Analisa ini mudah untuk dilakukan karena hanya membutuhkan penghitungan sederhana: 1. Merubah penjualan:

Langkah Pertama : Turnover penjualan yang direncanakan dalam suatu perencanaan aliran kas akan dinaikkan 5% atau 10%. Semua angka lainnya tidak dirubah. Kas pada akhir bulan akan turut naik dengan sesuai.

Langkah kedua: Turnover penjualan yang direncanakan akan dikurangi 5% atau 10%. Maka uang akan berkurang sesuai dengan pengurangan itu dan kita akan segera melihat bila bisnis kekurangan uang. bila itu tidak terjadi maka bisnis itu memiliki margin yang bagus.

2. Merubah biaya

Sekarang kita lihat faktor biaya dan lakukan hal yang sama dengan menaikkan biaya 5% atau 10% dan membiarkan angka-angka lainnya tidak dirubah. Perencanaan aliran kas akan menunjukkan bila bisnis akan kehabisan uang atau tidak.

3. Merubah penjualan dan biaya

Skenario terburuk adalah ketika harga turun dan biaya naik.

Perhitungan kembali perencanaan aliran kas memberikan jawaban atas pertanyaan dalam skenario apa bisnis akan gagal.

Analisa ini menunjukkan kepekaan reaksi bisnis kepada perubahan. Bila harga atau penjualan turn over sebesar 10% sudah dapat menimbulkan masalah keuangan, seseorang yang hendak memulai bisnis harus mempertimbangkan kembali rancangan bisnisnya dan mulai memikirkan langkah-langkah untuk memperbaiki keuntungan.

TRANSPARANSI 2

Break Even Analysis

Grafik di bawah ini akan menunjukan hubungan antara penjualan, biaya penjualan dan biaya tidak langsung.

Titaik Impas = biaya tidak langsung / margin kontribusi

Biaya Langsung (biaya variable) Penjualan Biaya tdk Langsung (biaya tetap) Jmlh Barang Dijual Penda p at a n n Titik Impas Titik Im pas

Grafik diatas membeirkan indikasi berapa turnover yang harus didapatkan oleh bisnis tersebut, atau berapa banyak yang harus terjual sebelum bisnis itu bisa mendapatkan keuntungan.

LEMBAR KERJA 1

Dokumen terkait