• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEOR

B. Kajian tentang Keterampilan Menulis

4. Menulis di Sekolah Dasar

Menulis merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk melahirkan gagasan, ide, pikiran, pengalaman atau perasaan yang akan disampaikan melalui bahasa tulis kepada orang lain sehingga orang lain dapat memahami tujuan yang ingin disampaikan. Dalam kegiatan menulis di sekolah dasar, peserta didik harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut. a. Pilihan kata atau diksi

Menurut Setyawan pujiyono, (2013: 9) kata adalah satuan terkecil dari kalimat yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai makna. Kata terbentuk dari gabungan huruf atau morfem yang sudah mempunyai makna. Pilihan kata yang digunakan oleh peserta didik di sekolah dasar disesuaikan dengan jenis tulisan yang ingin ditulisnya. Sudah tentu peserta didik akan mencari kata yang terbaik untuk menyampaikan sesuatu dalam tulisannya tersebut. A. Widyamartaya (1993: 40) menyatakan bahwa, kata dikatakan baik apabila tepat arti dan tempatnya, artinya kata yang digunakan itu harus sesuai dengan arti dan tempatnya agar tidak salah sasarannya. Selain itu, kata yang digunakan harus seksama dengan apa yang akan dikatakan, dan lazim dikatakan dalam bahasa umum. Jadi, ketika menulis dongeng peserta didik harus memperhatikan kata yang digunakannya agar tepat arti dan tempatnya, seksama dengan apa yang dikatakannya dan lazim dikatakan yang dapat

dijadikannya sebagai pedoman untuk memilih kata dalam menulis dongeng berdasarkan mediapop up.

Penggunaan kata yang berkaitan dengan kegiatan menulis, adalah sebagai berikut.

(a) Kata baku dan tidak baku

Pemakaian bahasa Indonesia terdapat dibagi menjadi kata baku dan tidak baku. Berikut contoh kata baku dan kata tidak baku.

Tabel 1. Kata baku dan kata tidak baku

Kata Baku Kata tidak Baku

Apotek Apotik

Istri Isteri

Nasihat Nasehat

Subjek Subyek

(b) Kata majemuk

Kata majemuk adalah gabungan dua kata atau lebih yang membentuk arti baru, termasuk istilah khusus, unsur-unsurnya ditulis terpisah. Kata majemuk memiliki ciri-ciri sebagai berikut: (1) merupakan gabungan dua kata atau lebih, (2) membentuk arti baru, (3) susunannya tetap, (4) srrukturnya padu artinya tidak dapat disisipi katayang, serta, dan.

Ada dua istilah dalam pembahasaan kata majemuk, yaitu inti atau disebut dengan D (Diterangkan), dan penjelas atau disebut M (Menerangkan).

Contoh:

a. Rumah Sakit D M

b. Kereta Api M D (c) Kata berimbuhan

Kata berimbuhan adalah kata dasar yang dilekati awalan, akhiran serta awalan dan akhiran sekaligus. Gabungan kata yang dilekati awalan dan akhiran sekaligus ditulis serangkai (contoh: pertanggungjawaban, memberitahukan, ketidakadilan, dll.). Gabungan kata yang dilekati awalan atau akhiran saja ditulis terpisah (contoh: bertanggung jawab, memberi tahu, tanda tangani, dll).

(d) Kata ulang

Kata ulang adalah kata yang mengalami pengulangan. Bentuk ulang ditulis secara lengkap dengan menggunakan tanda hubung. Kata ulang dibagi menjadi lima jenis, yaitu. (i) kata ulang dwilingga adalah kata ulang utuh. Artinya kata ulang yang tidak mengalami perubahan dari bentuk awal/ bentuk dasar.Contoh:buku-buku, orang-orang, dll; (ii) kata ulangdwipurwaadalah kata ulang yang berupa pengulangan suku awal, dimana setiap vokal pada suku awal berubah menjadi vokal /e/.Contoh: lelaki, tetamu, dll; (iii) kata ulang dwilingga salin swara adalah kata ulang yang berupa pengulangan berubah/bervariasi bunyi. Contoh:gerak-gerik; (iv) kata ulang berimbuhan adalah kata ulang yang bentuk dasarnya mendapat imbuhan. Contoh: kehijau-hijauan, kemerah-merahan,dll; (v) kata ulang sebagian adalah kata ulang yang bentuk dasarnya diulang sebagian. Contoh: tanam-tanaman, tolong-menolong, dll.

(e) Kata tugas

Kata tugas merupakan kumpulan kata dan partikel. Kata tugas dibagi menjadi lima, yaitu. (i) kata depan atau preposisi( di, ke, dari) adalah kata tugas yang selalu berada di depan kata benda, kata sifat atau kata kerja untuk membentuk bagungan kata depan.Contoh:Baju itu terletakdidalam kamar, Ayah berangkat ke kantor, Andi datang dari Surabaya kemarin; (ii) kata sambung atau konjungsi adalah kata tugas yang berfungsi menghubungkan dua kata atau dua kalimat. Misalnya: dan, dengan, kalau, serta, maupun, tetapi, dan lain-lain. Contoh: Pengetahuannya terbatas karena kurang membaca; (iii) kata seru atauinterjeksiadalah kata tugas yang dipakai untuk mengungkapkan seruan hati seperti rasa kagum, sedih, heran, dan jijik. Misalnya: aduh, ayo, wah, ih, astaga. Contoh: Aduh, perutku sakit sekali, Astaga, dia bukannya belajar, malahan main game; (iv) kata sandang atau

artikel adalah kata tugas yang membatasi makna jumlah orang atau benda. Ada tiga macam artikel, yaitu: artikel yang menyatakan makna tunggal (contoh: sang raja), artikel yang menyatakan makna jamak (contoh: para petani), dan artikel yang menyatakan makna netral (contoh:si hitam manis); dan (v) partikel bermakna unsur-unsur kecil dalam bahasa. Partikel dibagi menjadi tiga macam, yaitu: partikel yang berperan membentuk kalimat tanya: -kah,tah,lah(contoh: Apakahyang tersirat dalam surat itu?), partikel yang berperan membentuk kalimat perintahpun(contoh: Jika ibu pergi, ayahpun ingin pergi), dan partikel yang berperan membentuk kalimat pernyataan:-per

yang berarti ‘mulai/ demi/ tiap (contoh: Mereka masuk ke dalam pesawat satu persatu).

b. Kalimat efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang dengan tepat mampu menyampaikan gagasan dari penulis sehingga menimbulkan gagasan yang sama tepatnya dengan pembaca. Menurut Pusat dan Pengembangan Bahasa Depdiknas Republik Indonesia (2008: 41-54), kalimat efektif adalah kalimat yang dapat melukiskan ide persis seperti yang dimaksud penulis. Dasar-dasar penguasaan kebahasaan yang mendukung keefektifan kalimat antara lain: kosa kata yang tepat, kaidah sintaksis, dan penalaran yang logis.

Fungsi kalimat terdiri dari S, P, O, Pel, Ket. Pola kalimat yang paling sederhana adalah bertipe S-P, dan paling kompleks adalah bertipe S-Po-Ket. Pada pembelajaran keterampilan menulis di sekolah dasar kalimat yang efektif itu adalah kalimat yang terdiri atas subjek, predikat, objek, dan keterangan. Jadi, ketika peserta didik menulis dongeng berdasarkan media

pop up, peserta didik harus menggunakan kalimat yang terdiri atas subjek, predikat, objek dan keterangan.

c. Ejaan

Kemampuan yang dituntut dalam menggunakan ejaan menulis antara lain kemampuan menggunakan tanda baca.

(i) Tanda baca

Tanda baca terdiri dari beberapa macam, yaitu : tanda titik ( . ), tanda koma ( , ), tanda titik koma ( ; ), tanda titik dua ( : ), tanda hubung ( - ),

tanda pisah ( _ ), tanda tanya ( ? ), tanda seru ( ! ), tanda kurang ( - ) tanda garis miring ( / ), dan tanda penyingkat (, ).

(ii) Penulisan kata

Penulisan kata meliputi penulisan kata dasar, kata turunan, kata ulang, gabungan kata, kata ganti, kata depan partikel, angka dan bilangan. Pembahasan mengenai penulisan kata sudah dijelaskan di atas pada bagian pemilihan kata/ diksi. Adapun pembahasan tentang penulisan bilangan adalah sebagai berikut: penulisan bilangan tingkat dapat dilakukan dengan tiga cara. menggunakan angka Romawi, angka Arab, atau memakai huruf, misalnya: Abad XXI, Abad ke-20, dan Abad kedua puluh).

(iii) Penulisan huruf

Cara penulisan huruf kapital dapat dipakai sebagai huruf pertama kata pada awal kalimat, huruf pertama petikan langsung dan dipakai sebagai huruf pertama gelar kehormatan, nama bangsa, suku, dan bahasa, nama tahun, bulan, hari, hari raya, huruf pertama nama geografi, peristiwa sejarah, nama resmi badan, lembaga pemerintahan, ketatanegaraan, dokumentasi resmi, nama buku, huruf pertama nama orang, surat kabar, judul karangan, hubungan kekerabatan seperti Bapak dan Ibu.

Cara penulisan huruf miring dipakai untuk menuliskan nama buku, majalah, surat kabar yang dikutip dalam tulisan, menegaskan atau mengkhususkan huruf, menuliskan nama ilmiah atau ungkapan asing.

Dokumen terkait