BAB III. PENGENALAN ARCCATALOG DAN ARCMAP
3.1 ArcCatalog
3.1.4 Merancang Geodatabase
Geodatabase merupakan database relasional yang mencakup informasi
geografis. Geodatabase memuat kelas kelas/golongan feature dan table. Kelas kelas feature dapat diorganisasikan ke dalam set data feature. Personal
Geodatabase dapat dibuat untuk menyimpan serta mengolah data spasial, di
dalam Personal Geodatabase terdapat :
a. Feature Dataset : Feature datasets dapat dibuat di dalam personal
geodatabase maupun ArcSDE geodatabase. Feature datasets berisi feature classes yang memiliki tingkatan serta sistem koordinat yang sama
b. Feature Class : Feature Class dapat menyimpan representasi kenampakan geografis seperti titik, garis, poligon, anotasi, data atribut serta banyak lagi. c. Table : Tabel berisi elemen-elemen data penyusun yang terletak di dalam
baris dan kolom. Tiap baris menyajikan data tunggal, record, atau feature, dan tiap kolom menyajikan field tunggal atau nilai atribut. Table dapat memuat atribut yang dapat digabungkan dalam datasets untuk penambahan informasi tentang data geografis.
d. Raster Catalog : Raster Catalog merupakan kumpulan dari raster datasets yang diorganisasikan dalam tabel. Record dalam table mendefinisikan
dataset raster tunggal yang tercakup dalam catalog. Namun ada kalanya
diperlukan atau diinginkan untuk menampilkan dataset raster yang bersinggungan atau saling overlap tanpa harus membuat mosaic yang berukuran besar. Catalog raster dirancang untuk menghindari pembuatan
mosaic.
e. Raster Dataset : Kumpulan dari satu atau lebih band dalam suatu data
raster
Adapun langkah dalam membangun Personal Geodatabase dapat dilakukan dengan tahapan – tahapan sebagai berikut :
a. Buka ArcCatalog
b. Klik pada katalog tree lokasi folder dari personal geodatabase.
c. Klik File New Personal Geodatabase atau dapat juga dengan klik kanan pada folder lokasi penyimpanan New Personal Geodatabase.
d. Setelah Personal Geodatabase anda terbentuk maka rubahlah namanya menjadi “SUMBAR” maka secara otomatis diikuti dengan .mdb. nantinya
Geodatabase ini berisikan Feature dataset “Data Dasar”, “Data Proses”, dan
“Data_Raster”
e. Selanjutnya kita membuat Features dataset yang merupakan kumpulan data yang memiliki suatu sitem koordinat yang sama, dengan cara klik kanan pada Personal Geodatabase (SUMBAR) New Feature Dataset.
f. Setelah itu maka akan muncul dialog New Feature Dataset yang akan anda buat dengan mengetik nama dari Feature tersebut lalu Next.
g. Selanjutnya anda harus mengisi sistem koordinat untuk data yang anda buat yakni Projected Coordinate System UTM WGS 1984 Southern Hemisphere WGS 1984 UTM Zones 47S lalu klik Next.
h. Selanjutnya diharuskan mengisi Vertical Coordinate Systems dimana ini merupakan data ketinggian tempat. Pada Pelatihan kali ini digunakan World WGS 1984, lalu klik Next, maka akan terlihat XY Tolerance, yakni toleransi ketika mengevaluasi hubungan setiap features.
i. Lalu Klik Finish. Setelah semua pengaturan selesai maka Feature Dataset telah dapat digunakan.
Untuk membuat geodatabase raster catalog dilakukan dengan tahapan sebagai berikut :
a. Raster Catalog merupakan kumpulan data raster yang memiliki suatu sistem koordinat yang sama, dengan cara klik kanan pada Personal
Geodatabase (SUMBAR) New Raster Catalog. Selanjutnya akan tampil
jendela Create Raster Catalog.
b. Tamplate Raster Catalog dapat diisi jika kita memiliki tamplate yang telah ada untuk raster catalog. Isikan nama dari raster catalog sesuai dengan yang diinginkan (tidak boleh spasi). Pada latihan ini diisikan “Data_Raster”.
c. Untuk Coordinate System for Raster Column dan Coordinate System for Geometry Column diisikan dengan sistem koordinat yang akan digunakan
pada latihan ini digunakan WGS_1984_UTM_Zone_47S. Lalu Klik OK. Jika sukses ini ditandai adanya informasi di kanan bawah pada jendela windows.
Setelah Feature Dataset dan Raster Catalog selesai, maka langkah selanjutnya membuat Feature Class pada Feature Dataset. Feature Class ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan hasil digitasi berupa data vektor yang akan kita lakukan. Adapun langkah-langkah dalam pembuatan Feature Class yakni :
b. Setelah itu akan muncul dialog seperti di bawah ini, Isilah data shapefile yang diinginkan kemudian pilih Next. Pada latihan kali ini dilakukan dengan membuat beberapa feature class yakni “Sawah”, “Kecamatan”, dan “Jalan”. Data ini diperlukan nantinya untuk proses Digitasi
c. Ada beberapa pilihan pada Type of Feature yang disimpan pada featur class yakni poligon, line, poin, Multipoint, dll. Selanjutnya klik Next.
d. Jika menginginkan Field tambahan ketik field yang diinginkan dan tipe data yang akan diisikan. Lalu klik Finish.
Kita juga dapat menambahkan kolom yang berisi informasi pada saat membuat Feature Class maupun pada saat anda melakukan editing data setelah melakukan digitasi. Selanjutnya kita juga dapat merencanakan isi masing-masing field. Perencanaan ini terdapat dua macam yaitu isi tersebut dapat digunakan oleh beberapa feature atau hanya dapat digunakan oleh feature saja. a. Isi field hanya dapat digunakan oleh satu feature.
- Klik kanan pada Feature Class (Sawah) kemudian pilih Property - Masuk ke dalam Tab Subtypes
Subtypes ini hanya digunakan untuk memberikan diskripsi pada field yang
mempunyai tipe numerik, dimana nilai numerik tersebut didefinisikan menjadi keterangan.
b. Isi field dapat digunakan oleh beberapa feature dalam satu personal
geodatabase. Pada tab Subtypes klik tool Domains..
- Klik kanan pada personal geodatabase anda (SUMBAR) kemudian pilih Property
- Buat kolom sesuai yang diinginkan, kemudian atur property kolomnya serta isikan rancangan isi kolom yang akan dibuat
- Setelah table domain selesai dibuat maka langkah selanjutnya adalah menghubungkan table domain dengan table dari feature class (Sawah) yang telah dibuat
- Buka property dari feature class (sawah) dengan cara klik kanan feature
class (Sawah) anda kemudian pilih property
- Masuk pada tab Fields
- Kemudian pilih field Sawah dan atur domainnya
Catalog Tree
Property
Nilai dari kolom yang direncanakan