2. Pelaksanaan Pembelajaran Bahasa Indonesia Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement
1.2 Merangkum isi pembicaraan dalam wawancara
>KKM (%) 1.1 Menemukan pokok-pokok isi
sambutan /khotbah
76 36,1% 63,9 %
1.2 Merangkum isi pembicaraan dalam wawancara
76 5,6 % 86,1 %
(Analisis lihat lampiran, hal 172-173)
Demikian pula diperkuat dengan penelitian Pandya (2011) yang menyatakan bahwa studi ini menemukan bahwa pengaruh model pembelajaran kooperatif pada prestasi akademik siswa adalah maksimum. Model pembelajaran kooperatif ditemukan lebih efektif untuk siswa dengan tujuan penguasaan sedangkan metode ceramah tradisional ditemukan lebih efektif bagi siswa dengan tujuan kinerja.
Hasil evaluasi yang telah diperoleh kemudian di susun oleh guru dalam laporan akademik yang nantinya akan dilaporkan kepada kepala sekolah dan juga orang tua siswa. Administrasi yang dilakukan guru Bahasa Indonesia cukup lengkap sebab kepala sekolah mewajibkan guru untuk membuat laporan perkembangan kemampuan siswa. Data hasil penilaian kemampuan siswa itu dibuat secara lengkap baik dari aspek kognitif, afektif maupun psikomotrik. Orang tua siswa juga akan memperoleh informasi mengenai hasil belajar putra-putrinya. Pihak sekolah juga akan melakukan tindakan jika hasil belajar siswa masih belum baik.
commit to user
Tindak lanjut dari hasil evaluasi ada dua cara yaitu tindak lanjut jika hasinya belum baik dan tindak lanjut jika hasinya sudah baik. Untuk tindak lanjut hasil evaluasi yang kurang baik adalah diadakannya kegiatan remedial mengingat nilai siswa belum mebacapi KKM. Berbeda dengan tindak lanjut untuk hasil belajar yang sudah baik yaitu dengan menyelenggarakan kegiatan pengayaan.
4. Hambatan dan bagaimana cara mengatasi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) pada siswa kelas XI di SMA N 1 Purwodadi Grobogan.
Mekipun fasilitas yang disediakan oleh pihak sekolah sudah lengkap namun dalam pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) di SMA N 1 Purwodadi mengalami beberapa kendala. Kendala tersebut misalnya saja adalah waktu. Waktu yang disediakan oleh pihak sekolah dirasa masih kurang jika harus digunakan untuk kegiatan pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD).
Gillies dan Boyle (2010) dalam penelitiannya menyatakan bahwa dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif terdapat beberapa kendala antara lain kurangnya kerjasama yang diakukan siswa dalam kelompok, pengelolaan waktu yang kurang efektif, dan juga diperlukannya persiapan yang lebih. Selain itu dalam pembelajaran kooperatif keberadaan guru sangat penting sebagai pengelola pembelajaran dan orang yang melakukan penilaian
commit to user
pembelajaran dalam kelompok. Demikian pula dalam penelitian ini, pada saat pelaksanaan pembelajaran kooperatif juga mengalami beberapa kendala, seperti penguasaan ICT guru yang terbatas, adanya siswa yang pasif pada saat KBM, waktu yang digunakan untuk pembelajaran sangat minim.
Waktu yang diberikan pihak sekolah untuk melakukan kegiatan pembelajaran adalah 2x45 menit. Waktu tersebut memang dirasa kurang jika kegiatan pembelajaran diawali dengan pembentukan kelompok dan menata ruang kelas. Untuk mengatasi kendala waktu guru Bahasa Indonesia SMA N 1 Purwodadi menyediakan waktu pembelajaran khsusus untuk membentuk kelompok dan menata ruang kelas. Guru membentuk kelompok di akhir pertemuan sebelumnya maka pada saat KBM siswa tinggal menata ruang kelas dan berkumpul dengan kelompoknya.
Penyusunan RPP yang akan digunakan untuk kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe S Student Team Achievement Division (STAD) memiliki perbedaan dengan RPP pada mata pelajaran lainnya. Komponen dalam pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) antara lain penyajian kelas, menetapkan siswa dalam kelompok, tes dan kuis, skor peningkatan individual, dan pengakuan kelompok harus terlihat dari rancangan skenario. Belum semua guru bahasa Indonesia menyiapkan RPP yang ideal untuk pembelajaran dengan pendekatan koopertaif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Guru masih sangat membutuhkan waktu untuk menyusun perangkat pembelajaran atau RPP yang baik sehingga kegiatan pembelajaran
commit to user
bahasa Indonesi dengan model koopertaif tipe Student Team Achievement Division (STAD) akan berjalan lancar serta mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Terkadang guru juga masih belum paham aspek apa saja yang harus dicantumkan dalam RPP tersebut. Untuk mengatasi kendala tersebut pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan workshop mengenai penyusunan RPP dan juga mendatangkan ahli utnuk melatih guru untuk menyusun RPP. Dengan dua kegiatan tersrbut guru kami dapat menyusun RPP yang memuat komponen Student Team Achievement Division (STAD) yang salah satunya adalah penilaian kelompok.
Disamping belum menguasainya guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran, guru juga belum mengoptimalkan penggunaan media pembelajaran. Media yang digunakan guru hanya sebatas media DVD player untuk memutar materi dalam bentuk rekaman serta powerpoint pada saat guru menyampaikan materi teori. Minimnya jenis media yang digunakan guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran disebabkan kemampuan guru yang kurang dalam bidang teknologi. Untuk meningkatkan kemampuan guru dalam membuat media pembelajaran pihak sekolah menyelenggarakan kegiatan pelatihan berbasis ICT dan menyediakan media inetarktif yang didapat dari Dinas Pendidikan Kabupaten.
Siswa dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) dituntut untuk aktif dan saling memotivasi dan membantu satu sama lain dalam menguasai materi pelajaran. Hal ini menjadikan siswa yang aktif
commit to user
semakin aktif dan siswa yang kurang aktif merasa terbebani dan cenderung merasa minder dengan teman-teman yang lainnya. Keaktivan dan kerjasama dalam pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) menjadi salah satu kendala siswa dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia. Cara mengatasi kendala siswa yang kurang aktif dengan pemberian motivasi kepada siswa. Guru juga terus memberikan pemahaman terhadap siswa tentang pembelajaran dengan model koopertatif tipe Student Team Achievement Division (STAD). Guru juga menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievement Division (STAD) secara berulang-ulang.
5. Hasil yang diperoleh dalam penerapan model pembelajaran kooperatif