GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
2.6. Mesin dan Peralatan
Mesin dan peralatan yang digunakan dalam proses produksi yang ada di PKS PT. Multimas Nabati Asahan adalah sebagai berikut.
a. Stasiun Penerimaan
1. Loading Ramp c.w Hydrolic System
Fungsi : Tempat penimbunan sementara dan pemindahan TBS ke lori
Jumlah : 3 unit (24 pintu, 14 pintu, 14 pintu)
Ukuran : p = 10200 mm, l = 5300 mm, kemiringan = 270 Kapasitas : 146 ton TBS
Elektromotor : Daya (55 kw ) b. Stasiun Perebusan
1. Capstan
Fungsi : Menarik lori dengan tali sling yang dililitkan di bollard Jumlah : 4 unit Model : Flender Ukuran Head : d = 610 mm Line Pull : 20 lbs Bollard rate : 300.000 lbs Elektromotor : Daya (5,5 hp ; 20 rpm) 2. Transfer Carriage
Fungsi : Memindahkan lori dari satu rail track ke rail track lainnya Jumlah : 2 unit
Kapasitas : 2 lori/angkut
Elektromotor : Daya (11kw; 23 A; 1450 rpm; 380 v) 3. Condesate Pump
Fungsi : Memompakan air kondensat dari sterilizer ke fat fit Jumlah : 2 unit
Model : 3 N6 Flow : 22 m3/jam
Elektromotor : Daya(11 kw ; 2950 rpm) 4. Sterilizer
menyebabkan naiknya asam lemak bebas, memudahkan lepasnya buah dari tandannya, melunakkan daging buah dan mengurangi kadar air
Tipe : 2100 OXP Jumlah : 2 unit Ukuran : p = 3300 mm, d = 1200 mm, tebal = 16mm Tekanan Kerja : 3,0 kg/cm2 Tekanan Uji : 6,5 kg/cm2 Kapasitas : 6 lori/siklus c. Stasiun Pembantingan 1. Cage Tippler
Fungsi : Menuangkan TBS masak dari lori ke hopper Jumlah : 2 unit
Kapasitas : 1 lori/siklus
Elektromotor : Daya (3 hp ; 5 A ; 940 rpm ; 380 v) 2. Fruit Bunch Scrapper
Fungsi : Mengangkut TBS masak dari hopper ke auto feeder Jumlah : 2 line
Kapasitas : 60 ton/ jam
Elektromotor : Daya (5,5 kw ; 29 rpm) 3. Thresher
Fungsi : Melepaskan atau memisahkan buah dari janjangan Jenis : Tresher with shaft
Jumlah : 3 unit
Ukuran : p = 4000 mm, d = 2000 mm Kecepatan : 23-25 rpm
Kapasitas : 60 ton TBS/jam
Elektromotor : Daya (11kw; 23A; 1450 rpm; 380 v) 4. Under Thresher Conveyor
Fungsi : Mengangkut buah dari thresher ke bottom cross conveyor Type : screw
Jumlah : 3 unit Ukuran : d = 537 mm Kapasitas : 26 mc/ h
Elektromotor : Daya (5,5 kw ; 29 rpm) 5. Empty Bunch Conveyor To Crusher
Fungsi : Mengangkut janjangan dari thresher ke crusher. Type : screpper
Jumlah : 1 line Kapasitas : 26 mc/ h
Elektromotor : Daya (5,5 kw ; 29 rpm) 6. Bunch Crusher
Fungsi : Mencabik-cabik janjangan Jumlah : 1 unit
Ukuran Roda : 310 mm
Kapasitas : 6 ton/jam
Elektromotor : Daya (30 kw ; 35 rpm) 7. Horizontal Empty Bunch Scrapper
Fungsi : Mengangkut janjangan dari thresher ke F.B. Hopper. Type : screpper
Jumlah : 1 line Kapasitas : 26 mc/ h
Elektromotor : Daya (5,5 kw ; 29 rpm) 8. Bottom Cross Conveyor
Fungsi : Mengangkut buah dari under thresher conveyor ke fruit elevator Type : screw Jumlah : 1 line Ukuran : d = 537 mm Kapasitas : 26 mc/ h Elektromotor : Daya (5,5 kw ; 29 rpm) d. Stasiun Pengepresan
1. Fruit Bunch Elevator
Fungsi : Mengangkut buah dari bottom cross conveyor ke top cross conveyor
Jumlah : 2 line Kapasitas : 30 ton/ jam
2. Top Cross Conveyor
Fungsi : Mendistribusikan buah dari fruit elevator ke digester Type : screw Jumlah : 2 line Ukuran : d = 537 mm Kapasitas : 26 mc/ h Elektromotor : Daya (5,5 kw ; 29 rpm) 3. Digester
Fungsi : Untuk melumatkan buah hingga hancur
Model : LD 3500 Jumlah : 7 unit Ukuran : t = 3200 mm, d = 1200 mm Berat : 5500 kg Kecepatan : 10-15 rpm Volume : 3500 l Tekanan uap : 3,5 kg/cm2 Elektromotor : Daya (30 pk) Buatan/ Tahun : Malaysia/ 2005 4. Screw Press
Fungsi : Untuk memisahkan minyak kasar (crude oil)
Jumlah : 7 unit
Ukuran : p = 5150 mm, l = 1560 mm Kapasitas : 15 ton/jam
Elektromotor : Daya (30 kw; 45 A; 1460 rpm; 380 v) Buatan/ Tahun : Malaysia/ 2005
e. Stasiun Pengolahan Biji 1. Cake Breaker Conveyor
Fungsi : Untuk mengeringkan dan mengurai cake
Type : screw Jumlah : 2 unit Ukuran : p = 17000 mm, d = 537 mm Kapasitas : 26 mc/ h Elektromotor : Daya (5,5 kw; 29 rpm) 2. Depericarper - Separating Coloumn
Fungsi : Ruang pemisah antara serat dan biji Jumlah : 1 unit
Ukuran : t = 17000 mm, d = 1270 mm
Electro blower: Daya (11kw; 23A; 1450 rpm; 380 v) Buatan/ Tahun: PT. Sumatera Raya Sari Indonesia/ 2000
- Nut Polyshing Drum
Fungsi : Untuk membersihkan serat yang melekat pada biji Jumlah : 1 unit
Ukuran : p = 7480 mm, d = 1270 mm Kecepatan : 32 rpm
Elektromotor : Daya (11kw; 23A; 1450 rpm; 380 v) Buatan/ Tahun: PT. Sumatera Raya Sari Indonesia/ 2000
3. Wet Nut Conveyor
Fungsi : Mendistribusikan biji dari nut polyshing drum ke destoner system Type : screw Jumlah : 1 unit Ukuran : d = 537 mm Kapasitas : 26 mc/ h Elektromotor : Daya (5,5 kw ; 29 rpm) 4. Destoner System
Fungsi : Untuk memisahkan biji dari batu, dan biji kosong Jumlah : 1 unit
Ukuran : t = 17000 mm, d = 700 mm
Electro blower: Daya (11kw; 23A; 1450 rpm; 380 v) 5. Nut Grading Drum
Fungsi : Untuk memisahkan biji menurut besar diameternya Jumlah : 1 unit
Ukuran : p = 1570 mm, d = 700 mm Kecepatan : 1420 rpm
Kapasitas : 16 ton/jam
Elektromotor : Daya (4 kw; 9,4 A; 940 rpm; 380 v) Buatan/ Tahun: PT. Sumatera Raya Sari Indonesia/ 2000
Fungsi : Untuk memecahkan biji Jumlah : 3 unit
Kecepatan : 1440 rpm Kapasitas : 3 ton/jam
Elektromotor : Daya ( 15 hp; 22,6 A; 2935 rpm; 380 v) Merk : Teco Elec dan Mech
7. Craked Mixture Conveyor
Fungsi : Mendistribusikan craked mixture dari ripple mill ke craked mixture elevator Type : screw Jumlah : 1 line Ukuran : d = 537 mm Kapasitas : 26 mc/ h Elektromotor : Daya (5,5 kw ; 29 rpm) 8. Craked Mixture Elevator
Fungsi : Mengangkut biji dari craked mixture Conveyor ke LTDS 1 Jumlah : 1 line
Kapasitas : 6 ton/ jam
Elektromotor : Daya (5,5 kw; 29 rpm) 9. Light Tenera Dust Separating (LTDS)
Fungsi : Memisahkan inti sawit utuh dari pecahan cangkang Jumlah : 1 unit
Kapasitas : 14300 m3/jam
Electro fan : Daya (11 kw; 23A; 1450 rpm; 380 v) 10.Claybath
Fungsi : Memisahkan inti sawit dari pecahan cangkang Jumlah : 2 unit
Buatan/ Tahun: PT. Sumatera Raya Sari Indonesia/ 2000 - Pump
Elektromotor: Daya ( 10 kw; 15,33 A; 1440 rpm; 380 v) - Screening
Ukuran : p = 1070 mm, d = 700 mm 11.Wet Kernel Conveyor
Fungsi : Mendistribusikan inti sawit dari hydrocyclone ke wet kernel elevator Type : screw Jumlah : 1 line Ukuran : d = 537 mm Kapasitas : 26 mc/ h Elektromotor: Daya (5,5 kw ; 29 rpm) 12.Wet Kernel Elevator
Fungsi : Mengangkut inti sawit dari wet kernel conveyor ke kernel distribution conveyor
Jumlah : 1 line Kapasitas : 6 ton/ jam
Elektromotor: Daya (5,5 kw ; 29 rpm) 13.Top Wet Kernel Conveyor
Fungsi : Mendistribusikan inti sawit dari ke kernel silo Type : screw
Jumlah : 1 line Ukuran : d = 537 mm Kapasitas : 26 mc/ h
Elektromotor: Daya (5,5 kw ; 29 rpm) 14.Dry Wet Kernel Conveyor
Fungsi : Mendistribusikan inti sawit dari dry kernel ke kernel transport fan Type : screw
Jumlah : 1 line Ukuran : d = 537 mm Kapasitas : 26 mc/ h
Elektromotor: Daya (5,5 kw ; 29 rpm) 15.Kernel Transport Fan
Fungsi : Mendistribusikan inti sawit dari kernel silo ke kernel bunker Jumlah : 1 unit
Kapasitas : 26 mc/ h
Elektromotor : Daya (5,5 kw ; 29 rpm) 16.Fibre Shell Conveyor
Fungsi : Mendistribusikan fibre, shell dari hopper ke boiler. Type : screw
Jumlah : 1 unit Ukuran : d = 537 mm Kapasitas : 26 mc/ h
Elektromotor : Daya (5,5 kw ; 29 rpm) f. Stasiun Pemurnian Minyak
1. Vibrating Screen
Fungsi : Menyaring serat dan kotoran dari minyak kasar Model : VS70
Jumlah : 2 unit
Ukuran : d = 1800 mm
Penggerak : 1500 rpm(2 seperasi)
Elektromotor : Daya (5,5 pk; 3 fasa; 50 Hz; 380 v) Buatan/ Tahun: PT. Sumatera Raya Sari Indonesia/ 2000 2. Sentrifusi Minyak (Oil Purifier)
Fungsi : Memurnikan minyak yang berasal dari oil tank Jumlah : 2 unit
Ukuran : t = 700 mm, d = 400 mm Kecepatan : 1450 rpm
Kapasitas : 6 ton /jam
Buatan/ Tahun: PT. Sumatera Raya Sari Indonesia/ 2000 3. Purifier Feed Pump
Fungsi : Memompakan minyak dari oil purifier ke vacum drier Jumlah : 2 unit
Model : 3 N6 Flow : 22 m3/jam
Elektromotor : Daya(11 kw ; 2950 rpm) 4. Pengeringan Minyak (Vacum Drier)
Fungsi : Mengurangi kadar air dalam minyak Jumlah : 1 unit
Kapasitas : 9 ton /jam
Elektromotor : Daya (15 kw; 22,5 A; 1440 rpm; 380 v) 5. Dried Oil Pump
Fungsi : Memompakan minyak dari vacum drier ke storage tank. Jumlah : 1 unit Model : SK Speed : 2825 rpm Flow : 27 m3/jam Elektromotor : Daya(1,1 kw) 6. Sand Cyclone
Fungsi : Memisahkan partikel padat Jumlah : 3 unit
Kapasitas : 30 ton /jam
Elektromotor : Daya (15 kw; 22,5 A; 1440 rpm; 380 v) 7. Precleaner Pump
Fungsi : Memompakan minyak dari COT ke sand cyclone Jumlah : 2 unit
Model : SK Speed : 2825 rpm Flow : 27 m3/jam
Elektromotor : Daya(11 KW) 8. Decanter
Fungsi : Memisahkan fasa cair dan padat Jumlah : 2 unit
Kapasitas : 20-30 ton TBS /jam Kecepatan bowl
Max. : 3500 rpm
Elektromotor : Daya (60 kw) Berat kotor : 6400 kg
Buatan/ Tahun: Malaysia/ 2007 9. Sludge Centrifuge Separator
Fungsi : Memisahkan minyak dari sludge Jumlah : 2 unit
Kapasitas : 10 ton /jam
Elektromotor : Daya (15 kw; 22,5 A; 1400 rpm; 380 v) Buatan/ Tahun: Malaysia/ 2007
10.Reclaimed Oil Pump
Fungsi : Memompakan minyak dari collect tank ke centrifugal separator Jumlah : 2 unit
Speed : 2825 rpm Flow : 27 m3/jam
Elektromotor : Daya(11 kw)
Penjelasan mengenai peralatan produksi yang ada di PKS PT. Multimas Nabati Asahan untuk tiap stasiun adalah sebagai berikut.
a. Stasiun Penerimaan 1. Jembatan Timbang
Fungsi : Menimbang berat TBS yang diangkut dengan truk. Kapasitas : 50 ton
2. Lori
Fungsi : Pengangkut TBS dari Loading Ramp ke sterilizer dan cage tippler Kapasitas : 10,5 ton TBS
3. Rail Track
Fungsi : Landasan jalur lori dan canti lever b. Stasiun Perebusan
1. Trolley/canti lever
Fungsi : Landasan jalur lori yang menghubungkan mesin sterilizer dengan rail track
2. Back Pressure Vessel (BPV)
Fungsi : Menampung steam yang akan didistribusikan ke seluruh proses c. Stasiun Pengepresan
1. Oil Gutter
2. Sand Trap Tank
Fungsi : Memisahakan minyak dengan pasir e. Stasiun Pengolahan Biji
1. Nut Silo
Fungsi : Tempat pengeraman biji yang akan di pecah 2. Kernel Silo
Fungsi : Memanaskan kernel untuk mengurangi kadar airnya 3. Kernel Bunker
Fungsi : Tempat penyimpanan sementara kernel yang akan dikirim 4. Shell Hopper
Fungsi : Tempat penyimpanan cangkang 5. Fibre Hopper
Fungsi : Tempat penyimpanan serabut f. Stasiun Pemurnian Minyak
1. Crude Oil Tank
Fungsi : Menampung minyak yang akan dialirkan ke CS tank 2. Sludge Distribution 1 dan 2
Fungsi : Memanaskan, mengencerkan dan mengendapkan sludge 3. Oil Tank
Fungsi : Menampung minyak dari reclaimed tank 1 dan 2 4. Sludge Drain Tank
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Permasalahan
1
Pemeliharaan atau maintenance adalah suatu kombinasi dari berbagai tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang dalam, atau memperbaikinya sampai suatu kondisi yang bisa diterima. Secara umum jenis perawatan terbagi atas dua yaitu preventive maintenance dan corrective maintenance. Preventive maintenance adalah perawatan yang dilakukan sebelum kegagalan/ kerusakan terjadi sedangkan corrective maintenance dilakukan setelah terjadinya kegagalan/kerusakan pada sebuah sistem. Dampak yang terjadi akibat ketidakteraturan terhadap perawatan mesin/peralatan diantaranya tidak tercapainya target produksi, kehilangan waktu proses produksi, biaya perbaikan yang lebih tinggi dan biaya lembur akibat kehilangan waktu produksi.
Hal tersebut diatas juga terjadi di PT. Multimas Nabati Asahan Departemen Pengolahan Kelapa Sawit (PKS). Perusahaan telah menerapkan sistem perawatan mesin dengan menjalankan preventive maintenance dan correcctive maintenance untuk mendukung kelancaran proses produksi. Penerapan sistem perawatan dengan preventive maintenance yang dilakukan di PKS adalah melakukan perawatan secara berkala seperti pelumasan mesin-mesin, pengencangan baut-baut mesin dan pembersihan bagian dalam mesin. Penerapan sistem perawatan secara corrective maintenance dilakukan setelah terjadi
kerusakan pada mesin yaitu melakukan perbaikan maupun penggantian komponen mesin yang rusak.
Penggantian komponen pada mesin yang bersifat corrective ini mengakibatkan mesin berhenti beroperasi pada saat proses produksi sedang berlangsung. Hal ini akan mengakibatkan kerugian pada perusahaan akibat kerusakan yang terjadi tidak pada waktunya dan peluang keuntungan yang hilang. Besar kerugian yang terjadi di perusahaan akibat penggantian komponen secara corrective maintenance ini dapat dilihat pada Tabel 1.1. Komponen mesin ini merupakan komponen mesin Screw Press dengan frekuensi kerusakan terbesar selama periode 2013 – 2014. Mesin Screw Press juga merupakan mesin dengan frekuensi kerusakan terbesar pada periode tersebut.
Tabel 1.1. Kerugian Kehilangan Produksi TBS akibat Penggantian Komponen secara Corrective Maintenance
Komponen Mesin Waktu Penggantian Komponen (Jam) Kapasitas Produksi TBS Mesin (Ton/Jam) TBS tidak Diolah (Ton) Rata-rata Total TBS Masuk (Ton/Hari)
Left and Right Handed Worm
P/N 13 17 15 255 1237,53 Bushing 15 15 225 1237,53 Rebuild Worm 15 15 225 1237,53 Press Cylynder 18 15 270 1237,53 Bearing SKF 29326 16 15 240 1237,53
Sumber : PT. Multimas Nabati Asahan
Dari Tabel 1.1. diatas dapat diketahui bahwa karena terjadi kerusakan mesin pada komponen Left and Right Handed Worm P/N 13 yang membutuhkan rata-rata waktu penggantian selama 17 jam, menyebabkan mesin berhenti dan kesempatan produksi olah TBS hilang sebesar 255 Ton. Hal ini menyebabkan
target produksi olah TBS sebesar 1237,53 Ton tidak tercapai karena 255 Ton TBS tidak sempat diolah pada jam kerja standar.
Penggantian komponen mesin secara corrective ini juga mengakibatkan kerugian pada biaya perawatan mesin karena keuntungan yang hilang akibat mesin tidak beroperasi dari waktu kerusakan hingga dapat dioperasikan kembali dan biaya operator untuk melakukan penggantian. Kerugian biaya perawatan secara corrective maintenance pada mesin screw press ini dapat dilihat pada Tabel 1.2.
Tabel 1.2. Biaya Perawatan secara Corrective Maintenance
Komponen Mesin Waktu Penggantian Komponen (jam) Biaya Tenaga Kerja (Rp/Hari) Biaya Kehilangan Produksi (Rp/Hari) Harga Komponen (Rp) Biaya Perawatan Corrective (Rp)
Left and Right Handed
Worm P/N 13 17 300.000 226.940.421,2 8.250.000 249.692.947,6 Bushing 15 300.000 226.940.421,2 1.460.000 214.497.894,9 Rebuild Worm 15 300.000 226.940.421,2 450.000 213.487.894,9 Press Cylynder 18 300.000 226.940.421,2 7.240.000 262.885.473,9 Bearing SKF 29326 16 300.000 226.940.421,2 4.210.000 231.450.421,2
Sumber: PT. Mulitmas Nabati Asahan
Biaya perawatan corrective didapatkan dari (biaya tenaga kerja + biaya kehilangan produksi) x waktu penggantian komponen + harga komponen. Biaya perawatan ini dapat diminimalkan dengan menghilangkan biaya kehilangan produksi dan mengurangi waktu yang diperlukan untuk melakukan penggantian komponen. Menghilangkan biaya kehilangan produksi dan meminimalkan waktu penggantian komponen dapat dilakukan dengan perencanaan penggantian komponen mesin yaitu menjadwalkan waktu penggantian komponen.
Oleh karena itu untuk menyelesaikan masalah tersebut perlu diterapkan perencanaan perawatan yang terjadwal secara preventive maintenance untuk melakukan penggantian komponen sehingga mesin mampu beroperasi pada jam kerja standar tanpa terjadi kerusakan saat proses produksi berlangsung sehingga proses produksi dapat berjalan dengan lancar dan biaya perawatan yang timbul pada perawatan yang sudah terjadwal akan dapat dioptimalkan.
Penelitian dengan melakukan penjadwalan penggantian komponen mesin ini telah dilakukan diantaranya pada penelitian yang dilakukan di 2PT. Chaeron Phokphand Indonesia dengan sistem perawatan breakdown maintenance dan corrective maintenance, menyebabkan kerugian diantaranya kehilangan biaya produksi dan biaya perbaikan yang tinggi sebab tidak adanya jadwal perbaikan mesin berdasarakan analisa kegagalan mesin dan pada 3Joint Operating Body Pertamina-Petrochina East Java (JOB-PEJ) yang sering mengalami kerusakan mesin secara tiba-tiba, diperlukan tindakan perbaikan yang mengeluarkan biaya perbaikan komponen lebih mahal jika dibandingkan dengan pencegahan sebelum mesin atau peralatan mengalami kerusakan. Kedua kasus ini berhasil menerapkan metode Reliability Engineering untuk menjaga kondisi mesin tetap dalam kondisi optimal dengan membuta jadwal perawatan mesin berdasarkan tingkat keandalannya dan meminimalkan biaya perawatan setelah melakukan perawatan secara terjadwal.
2
Ivan Soesetyo dan Liem Yenny Bendatu. “Penjadwalan Preventive Maintenance dan Biaya Perawatan mesin Pellet di PT. Chaeron Pokphand Indonesia – Sepanjang”. Universitas Kristen Petra. Surabaya. 2014.
3
Eko Nursubiyantoro dan Triwiyanto. “Sistem Manajemen Perawatan Unit MMU Pump dan Oil
Metode ini sangat tepat diterapkan pada PT. Multimas Nabati Asahan untuk meyelesaikan permasalahan menentukan interval waktu penggantian komponen mesin untuk menghindari kerusakan mesin secara tiba-tiba dan menjaga keandalan mesin tetap pada tingkat yang diharapakan dengan menerapkan jadwal penggantian komponen mesin secara berkala.
Penerapan sistem perencanaan perawatan mesin metode Reliability engineering ini dapat divisualisasikan dengan suatu sistem yang mempresentasikan aliran material dan informasi sehingga dapat menghasilkan suatu gambaran umum sebuah proses yang mudah dipahami dengan metode Maintenance Value Stream Mapping (MVSM). Metode ini sudah dilakukan pada
4
PT. XXX yang memberikan dampak positif dengan penurunan downtime komponen mesin. MVSM menggambarkan keseluruhan proses perawatan dengan lengkap dan sistematis juga memudahkan untuk mengambil keputusan dalam mengeliminasi kegiatan-kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah (non value added activities) seperti tidak tersedianya sumber daya (teknisi dan komponen mesin) ketika terjadi kerusakan, dan masih besarnya waktu yang diperlukan teknisi untuk perbaikan mesin akibat belum tersedianya prosedur perbaikan mesin sebagai acuan operator bagian perawatan.
4Putri Oktalisa P. “Perancangan Sistem Perawatan Mesin dengan Pendekatan Reliability