• Tidak ada hasil yang ditemukan

MET5DE PENELITIAN

Dalam dokumen 11. Kti Asam Urat (Halaman 22-35)

3.1. Ranangan Peneltan

#S#) U/#? ;/)#> 3-P/U/-S)-#

P=#4-? 9#?U: 4;/;/ 

Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan ranang  bangun cross sectional .

3.2. Po!la# "an #a+el 3.2.1 Po!la# Peneltan

a/ Po!la# target

Populasi target untuk penelitian ini adalah semua pasien gagal ginjal kronik.

$/ Po!la# ter(angka!

Populasi terjangkau untuk penelitian ini adalah semua pasien gagal ginjal kronik di /SU" Soeroto gawi pada periode $ 9anuari 20$$ 8 1$ "esember 20$$.

3.2.2. Sa+el Peneltan

a/ 7ara enga+$lan #a+el

Pengambilan sampel dilakukan dengan ara on /andom Sampling dengan teknik consecuti$e sampling .

$/ Be#ar #a+el

Perkiraan besar sampel untuk menentukan adanya kadar asam urat  pada penelitian ini dihitung dengan menggunakan rumus analitik 

komparatif kategorikal tidak berpasangan yaituB

?abel 1. Perhitungan besar sampel kategorikal

22 : ; 5< ; 1=960 > ; 20< ; 0=842 )1)2 ; 20< ; 20?100 ; 0=2 )2 ; 0=19 dari #usta!a )1 ; )2 @ )1)2 ; 0=19 @ 0=2 ; 0=39 A1 ; 1  )1 ; 1 B 0=39 ; 0=61 C A2 ; 1 B )2 ; 1 B 0=19 ; 0=81 ) ; )1 @ )2 ? 2 ; 0=39 @ 0=19 ? 2 ; 0=29 A ; 1 B ) ; 1 B 0=29 ; 0=71 ) ; )1 @ )2 ? 2 ; 0=39 @ 0=19 ? 2 ; 0=29 D1 ; D2 ;  : 2)A @ > )1A1@)2A2 2 )1 B )2 2 D1 ; D2 ; 1=960 2 0=29 0=71 @ 0=842 0=39 / 0=61 @ 0=19 -0=812

.

"ata P2 diambil dari jurnal (ric )cid *e$el as a Risk actor for  Cardio$ascular and )ll-Cause +ortality in +iddle-aged +en dengan nilai 0.$ dan dari hasil perhitungan sampel didapatkan ** rekam medis yang kadar asam urat tinggi $C** dan yang kadar asam urat normal 2C** jadi total keseluruhan sampel adalah '' rekam medis pasien. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik consecuti$e sampling yaitu dengan ara mengambil sampel yang ada dan memenuhi kriteria pemilihan sampel yang telah ditentukan. 9umlah  pengambilan sampel yang memenuhi kriteria akan diambil sesuai dengan jumlah  besaran sampel di atas. ?ujuan dari penggunaan teknik ini adalah untuk 

mendapatkan data dengan jumlah yang representatif untuk dianalisis dan menggambarkan kondisi populasi penelitian.

. Sampel penelitian yang akan digunakan nanti, akan diambil dari  populasi terjangkau dengan kriteriaB

$. 4riteria inklusi

a. Pasien yang didiagnosis gagal ginjal kronik dari tanggal $ 9anuari 20$$ 8 1$ "esember 20$$.

 b. Pasien gagal ginjal kronik yang mempunyai atatan mengenai kadar asam urat normal sebagai kontrol (priaF 1.* 8 7.0 mgAd>, wanitaF 2,* 8 %.7 mgAd>! serta kadar asam urat tinggi (pria G 7.0 mgAd>, wanita G %.7 mgAd>!.

. )empunyai atatan mengenai kejadian penyakit jantung koroner   baik dari diagnosis rekam medis, riwayat nyeri dada, dan 4:. 2 4riteria ekslusi

a. Pengisian rekam medis tidak lengkap.

 b. Pasien gagal ginjal karena nefropati diabetikum. 6ara menyingkirkan dengan melihat diagnosis diabetes di rekam medis  pada pasien gagal ginjal. "i ekslusi karena gagal ginjal bisa

disebabkan oleh kondisi diabetes.

3.3. 8ara$el Peneltan

Mariabel Penelitian adalah semua hal dalam suatu penelitian yang datanya ingin diperoleh. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran terhadap kadar asam urat pada sampel penelitian dengan variabel penelitianB

$. Mariabel tergantungB

Penyakit jantung koroner. 2. Mariabel bebas

4adar asam urat normal dan tinggi.

$. :agal ginjal kronik 

:agal ginjal kronik adalah penyakit kegagalan ginjal dengan >: @ +0

mlAmntA$,71 m2  selama lebih dari 1 bulan. Penghitungan :/ dengan menggunakan rumus 4okroft&:ault. Penyakit kegagalan ginjal ini ditandai dengan karakteristik lemas, puat, mual, muntah, nafsu makan turun, kulit gatal, kening sedikit, edema, hipertensi, gangguan kesadaran, sesak napas, dan o$erload   airan (SP) /SU" Soeroto gawi, 20$$!. Skala yang dipakai merupakan skala numerik. "iagnosis ditegakan oleh dokter spesialis penyakit dalam dan datanya diperoleh dari rekam medis. 2. 4adar #sam urat

5erupa angka dengan satuan mgAd> yang terantum di rekam medis. Pengukuran asam urat dilakukan dengan menggunakan metode enJimatik  seara kolorimetri. "inyatakan kadar asam urat normal jika priaB 1.* 8 7.0 mgAd> dan wanitaB 2,* 8 %.7 mgAd>. "inyatakan kadar asam urat tinggi  jika pria G 7.0 mgAd> dan wanita G %.7 mgAd>. "ata yang akan diambil  berupa kategorikal. Skala yang dipakai merupakan skala numerik.

3 Penyakit 9antung 4oroner 

Penyakit jantung koroner adalah sekelompok penyakit jantung yang ditegakan dengan kriteria anamnesis, perubahan 4:, dan perubahan enJim jantung. "iagnosisnya memenuhi 2 dari 1 kriteria diatas "ata yang diambil berupa kategorikal. Skala yang dipakai merupakan skala numerik. Penyakit jantung koroner terbagi menjadiB

a. #ngina pektoris tidak stabil

Penyakit ini ditandai dengan nyeri dada angina yang terjadi pertama kali, bertambah frekuensinya atau bertambah lama atau bertambah hebat, dan timbul ketika istirahat (SP) /SU" Soeroto gawi, 20$$!. "iagnosis ditegakan oleh dokter spesialis penyakit dalam dan data diperoleh dari rekam medis. Skala yang dipakai merupakan skala numerik.

Penyakit ini ditandai dengan sakit dada atau ekuivalennya, berlokasi di retroternal atau prekordial kemudian dapat menjalar ke bahu kiri dan lengan kanan atau leher dan punggung, timbul saat melakukan aktifitas atau dietuskan oleh suatu keadaan dan hilang bila beristirahat atau  penetus ditiadakan, angina dapat ditimbulkan hal&hal yang sama (SP) /SU" Soeroto gawi, 20$$!. "iagnosis ditegakan oleh dokter  spesialis penyakit dalam dan data diperoleh dari rekam medis. Skala yang dipakai merupakan skala numerik.

. -nfark )iokard #kut

Penyakit ini ditandai dengan nyeri dada khas lamanya 20 menit atau lebih dan terdapat perubahan 4: iskemis (gelombang K, elevasi segmen S?, depresi gelombang, dan ? hiperakut (SP) /SU" Soeroto  gawi, 20$$!. "iagnosis ditegakan oleh dokter spesialis penyakit

dalam dan data diperoleh dari rekam medis. Skala yang dipakai merupakan skala numerik.

3.%. In#tr!+en Peneltan "an 7ara Peng!k!ran

$. >embar kerja, merupakan tabel yang telah dipersiapkan sedemikian rupa sebelum pelaksanaan penelitian, dengan tujuan agar memudahkan dalam usaha pengelompokkan data saat pengambilan data dilaksanakan.

2. #lat tulis, digunakan untuk memasukkan data ke dalam lembar kerja yang telah disiapkan.

3.6. Taa eneltan

Permohonan ijin  penelitian

3.. Renana Anal## Data

"ata yang sudah dilakukan pemeriksaan kemudian diolah menggunakan  bantuan komputer dengan bantuan perangkat lunak S,SS dengan metode Chi

Suare. #nalisis dilakukan seara univariat dan bivariat setelah data terkumpul.

3.9. Etka Peneltan

Penelitian ini akan dilakukan setelah mendapatkan iJin penelitian dari 4U--. Selanjutnya dilakukan pemberitahuan dan penjelasan kepada pihak rumah sakit tentang penelitian yang akan dilakukan serta meminta iJin untuk melakukan  penelitian.

BAB I8. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Ha#l

Penelitian ini berlangsung bulan 9anuari & ebruari 20$1 di /SU" Soeroto  gawi, dan data diperoleh dari bagian rekam medis di /SU" Soeroto gawi.

Pengambilan rekam medis

#nalisis data

"ata yang diperoleh berupa rekam medis pasien gagal ginjal kronik yang memiliki asam urat tinggi sebanyak ** sampel, dan sebagai kontrol berupa rekam medis pasien yang memiliki asam urat normal sebanyak ** sampel dengan total '' sampel kemudian masing&masing dilihat kejadian penyakit jantung koronernya. /ekam medis pasien yang diambil merupakan rekam medis pasien yang dirawat inap dengan rentang waktu antara $ 9anuari 20$$ sampai 1$ "esember 20$2.

/ekam medis yang diambil merupakan rekam medis yang masuk dalam kriteria inklusi dan jumlah rekam medis tersebut telah sesuai dengan batasan sampel yang sudah ditentukan dalam besar sampel pada bab tiga. 4emudian data diolah dengan analisis univariat dan analisis bivariat.

#nalisis univariat yang dilakukan menggambarkan distribusi dan frekuensi karakteristik pasien dengan asam urat yang meningkat dan asam urat yang normal. 4emudian dilihat distribusi dan frekuensi pasien dengan asam urat yang tinggi dan asam urat yang normal terhadap jenis kelamin, usia, kadar ureum, dan kadar  kreatinin.

#nalisis bivariat dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara asam urat dengan penyakit jantung koroner pada populasi gagal ginjal kronik  sebagaimana seperti yang telah dihipotesiskan oleh peneliti. Uji untuk analisis  bivariat menggunakan  software  analisis statistik SPSS $+ dengan metode Chi- suare test , yang dikhususkan untuk uji dengan menggunakan tabel 2I2.

?abel *. "istribusi dan Presentase 4arakteristik Pasien

#sam urat normal #sam urat tinggi

9umlah Persen (! 9umlah Persen (!

9enis kelamin

>aki&laki 2 +%.0  1$ 70.*% 

@10tahun 2 *.%* $ 2.27 E 10 tahun *2 %.*%  *1 7.72  4reatinin  ormal * .0  0 0  ?inggi *0 0.0  ** $00  Ureum  ormal ' $'.$'  2 *.%* ?inggi 1+ '$.'$ *2 %.*%

Penyakit jantung koroner 

=a $2 27.27 17 '*.0

?idak 12 72.72  7 $%.0 

:/ (m>AmntA$.71 m2!

@+0 *$ 1.$' *2 %.*%

E+0 1 +.'$ 2 *.%*

"ari tabel * didapatkan pasien dengan jenis kelamin laki&laki lebih banyak  memiliki kadar asam urat tinggi yaitu sebanyak 1$ orang dibanding dengan jenis kelamin perempuan yaitu $1 orang. "ari karakterisktik usia dari tabel 1 didapatkan pasien dengan usia E 10 tahun dengan asam urat tinggi dan asam urat normal sebanyak *1 orang dibanding dengan usia @ 10 tahun yaitu $ orang baik  dengan asam urat normal dan asam urat tinggi.

)ayoritas pasien dengan kreatinin tinggi memiliki kadar asam urat yang tinggi juga yaitu ada ** pasien dan pasien dengan kreatinin normal dan memiliki kadar asam urat normal yaitu *0 orang walaupun perbedaan jumlahnya tidak  signifikan. 4emudian pasien dengan ureum tinggi juga mayoritas mempunyai kadar asam urat tinggi yaitu sebanyak *2 orang.

Pada tabel * untuk nilai :/ @ +0 m>AmntA$.71 m2 pada pasien dengan kadar  asam urat normal sebanyak *$ (1.$' ! serta pada pasien dengan kadar asam urat tinggi sebanyak *2 (%.*% !. 4emudian untuk :/ E +0 m>AmntA$.71 m2 pada pasien dengan kadar asam urat normal sebanyak 1 (+.'$ ! dan pada pasien dengan kadar asam urat tinggi sebanyak 2 (*.*% !.

Pada tabel + didapatkan kadar asam urat terendah ialah 2.% mgAd> untuk kadar  asam urat tertinggi adalah $.% mgAd>. Sedangkan rata&rata total asam urat ialah 7.1 mgAd>, rata&rata kadar asam urat normal %.0' mgAd>, dan rata&rata kadar asam urat tinggi adalah $0.7' mgAd>.

#nalisis bivariat dari penelitian ini adalah mendeskripsikan hubungan antara kadar asam urat dengan kejadian penyakit jantung koroner. 5erikut ini tabel yang menggambarkan analisis bivariat dari hal tersebut.

?abel %. 3ubungan kadar asam urat dengan penyakit jantung koroner 

4adar #sam Urat

?inggi ormal ?otal  , 

 

P94 

=a 17 '*.0 $2 27.27 * 0.000

?idak 7 $%.0 12 72.72 1

?otal ** 0.% ** 0.% ''

5erdasarkan tabel % di atas yang menunjukkan karakteristik kejadian  penyakit jantung koroner dengan kadar asam urat normal dan kadar asam urat tinggi. Pada Pasien dengan asam urat tinggi dan menunjukkan penyakit jantung koroner (P94! sebanyak 17 orang ('*.0!, sedangkan yang asam urat tinggi dan tidak menunjukan P94 ada 7 orang ($%.0!. Sedangkan pada kontrol pasien dengan asam urat normal dan menunjukan P94 ada $2 orang pasien (27,27! dan  pasien yang asam urat normal dan tidak menunjukan P94 ada 12 orang (72.72!.

Penelitian hubungan kadar asam urat dengan kejadian penyakit jantung koroner pada populasi gagal ginjal kronik ini diuji dengan menggunakan Chi- suare test . Untuk memenuhi penggunaan tes tersebut diperlukan syarat yaitu tidak ada sel yang mempunyai nilai e&pe&ted  kurang dari %, dan pada penelitian ini 0 sel atau tidak ada sel yang mempunyia nilai e&pected  kurang dari %, maka sudah memenuhi syarat sehingga bisa diuji dengan menggunakan Chi-suare test .

?abel +. Profil asam urat

Profil asam urat mgAd>

)aksimal $.%

)inimal 2.%

)ean

#sam urat normal %.0'

#sam urat tinggi $0.7'

-nterpretasi dari hasil uji Chi-suare test  ini menunjukkan nilai p adalah 0,000 yang berarti menunjukkan p @ 0,0%. Sehingga kesimpulannya terdapat hubungan seara statistik antara kadar asam urat tinggi dengan kejadian penyakit  jantung koroner pada pasien gagal ginjal kronik.

 ilai ratio pre$alence dari hubungan kadar asam urat dengan penyakit  jantung koroner pada pasien gagal ginjal kronik adalah *,2$ (% 6- C 2,$$$ & ',1'%!. 9ika ratio pre$alence G $ maka merupakan faktor risiko, jika C $ maka  bukan sebagai faktor risiko, sedangkan jika @ $ maka sebagai faktor protektif.

4arena nilai ratio pre$alence *,2$ dan itu berarti G $ maka kadar asam urat tinggi merupakan faktor risiko terhadap penyakit jantung koroner pada pasien gagal ginjal kronik. 9ika nilai lower limit   dari % 6- menakup $, maka hubungan yang ditemukan bermakna. Pada penelitian ini nilai % 6- C 2,$$$ sampai ',1'%,  berarti terdapat hubungan bermakna. )aka kesimpulan dari semuanya bahwa kadar asam urat tinggi menjadi faktor risiko yang bermakna terhadap tingginya kejadian penyakit jantung koroner pada pasien gagal ginjal kronik.

4.2. Pe+$aa#an

?otal '' pasien diantaranya yang memiliki kadar asam urat normal dan kadar asam urat tinggi pada populasi gagal ginjal kronik, dan berjenis kelamin laki&laki +0 orang (+',$'! dan berjenis kelamin perempuan 2' orang (1$,'$!. Pada penelitian ini ditemukan pasien yang memiliki kadar asam urat yang normal dan tinggi pada populasi gagal ginjal kronik adalah berjenis kelamin laki 8 laki. Pada penelitian 9ungers et al ($+! didapatkan hasil bahwa jenis kelamin laki& laki memiliki risiko dua kali lebih tinggi menderita gagal ginjal kronik dibanding dengan perempuan.

Pada penelitian ini pasien yang memiliki asam urat yang tinggi lebih  banyak berumur G 10 tahun yaitu *1 orang (7,72! sedangkan yang berumur @

10 tahun hanya $ orang (2,27!. Umur batas diambil 10 tahun karena menurut 5alogun et al./ (200+! penurunan fungsi ginjal mulai pada usia 10 tahun.

Sumiasihni (200+!, menyebutkan bahwa penderita gagal ginjal kronik  akan memiliki kenaikan ureum dan kreatinin hal ini diakibatkan karena gagal ginjal kronik ditandai oleh penurunan laju filtrasi glomerulus, sehingga kadar  ureum dan kreatinin darah meningkat, kenaikan kadar urea dan kreatinin darah dan meningkatnya proses penyaringan oleh nefron yang mengalami hipertrofi, menyebabkan muatan solut yang sampai ke masing&masing tubulun yang masih  berfungsi akan menjadi lebih besar dibanding dengan normal. Pada penelitian ini

didapatkan pasien gagal ginjal kronik dengan ureum normal dan asam urat normal hanya sebanyak ' orang ($'.$' !, sedangkan yang ureum normal dan asam urat tinggi didapatkan hasil 1+ orang ('$.'$ !. 4emudian pasien kreatinin tinggi dan asam urat normal sebanyak ** pasien ($00!, sedangkan kretinin normal dan asam urat tinggi sebanyak 0 pasien (0!.

)enurut 4umar et al./ (2001! gagal ginjal juga bisa disebabkan oleh nefropati diabetikum. 4arena diabetes menimbulkan lesi glomerulus yaitu  penebalan membran kapiler, glomerulosklerosis difus, dan glomerulosklerosis nodular. Perubahan penebalan membran kapiler ini dapat terjadi beberapa tahun onset diabetes, kadang tanpa disetai perubahan pada fungsi ginjal. 4emudian glomerulosklerosis difus dijumpai pada hampir setiap pasien yang mengidap diabetes lebih dari $0 tahun. ;leh karena itu, pada penelitian ini peneliti tidak  mengambil data pasien ::4 yang diakibatkan diabetes karena bisa menimbulkan  bias.

"ari pasien yang kadar asam urat tinggi dan mempunyai penyakit jantung koroner didapatkan hasil '* pasien ('*,0!, kemudian pasien dengan kadar  asam urat normal dan mempunyai penyakit jantung koroner didapatkan hasil $2  pasien (27,27!. Pada penelitian iskanen et al./ (200+! menyebutkan bahwa

serum asam urat menjadi prediktor yang kuat terhadap kejadian kematian dan kesakitan akibat penyakit jantung. 4emudian pada penelitian ang et al   (200!  juga menyebutkan bahwa serum asam urat memiliki hubungan yang positif 

)enurut Suwitra (200!, untuk kriteria gagal ginjal kronik yaitu :/  kurang dari +0 mlAmenitA$,71 m2 selama 1 bulan, dengan atau tanpa kerusakan ginjal. "ari hasil penelitian didapatkan pasien dengan :/ @ +0 mlAmenitA$,71 m2  pada kadar asam urat normal sebanyak *$ (1.$' ! serta pada pasien dengan kadar  asam urat tinggi sebanyak *2 (%.*% !. 4emudian untuk yang :/ E +0 +0 mlAmenitA$,71 m2 pada pasien dengan kadar asam urat normal sebanyak 1 (+.'$ ! dan  pada pasien dengan kadar asam urat tinggi sebanyak 2 (*.*% !, hal ini kemungkinan disebabkan oleh beberapa kelemahan penghitungan :/ dengan menggunakan kreatinin seperti nilai kreatinin dipengaruhi dari massa otot, ketika massa otot rendah maka :/  akan lebih tinggi dari aslinya.

)enurut penelitian yang dilakukan "evei et al./ (20$0!, hasil utama yang didapatkan dari penelitiannya bahwa kadar serum asam urat lebih tinggi pada  pasien dengan penyakit arteri koroner. 4emudian pasien dengan bukti nyata gangguan arteri koroner ternyata juga memiliki kadar serum asam urat yang tinggi. 3al ini disebabkan oleh karena pada fase awal proses aterosklerosis asam urat beraksi atau bekerja sebagai antioksidan . amun ketika asam urat meningkat diatas + mgAdl (wanita! dan diatas 7.0 mgAdl (laki&laki!, maka fungsi asam urat disini bukan lagi sebagai antioksidan, namun fungsinya malah menjadi pro& oksidan. 3al inilah yang menjadikan mengapa kadar asam urat yang tinggi menjadi faktor risiko kejadian penyakit jantung koroner.

4elemahan pada penelitian ini dijumpai dari sampel yang yang tidak  mewakili populasi dari keseluruhan jumlah penderita 64" di /SU" Soeroto  gawi. "ata penelitian ini diambil dari data sekunder rekam medis sehingga tidak   bisa meneliti lebih dalam. 4emudian jenis penelitian merupakan kategorikal.

Cofounding factor   dalam penelitian ini adalah kadar kolesterol dan trigliserid yang tinggi karena merupakan faktor risiko kejadian penyakit jantung koroner. 5ias dalam penelitian ini kemungkinan peneliti terdapat kesalahan dalam menginterpretasikan rekam medis.

BAB 8. SIMPULAN DAN SARAN

%.1. S+!lan

?erdapat hubungan antara kadar asam urat dengan kejadian penyakit  jantung koroner pada populasi gagal ginjal kronik ( [email protected]%!.

Dalam dokumen 11. Kti Asam Urat (Halaman 22-35)

Dokumen terkait