TINJAUAN PUSTAKA A. Deskripsi Teoritis
3. Meta-Analisis
a. Pengertian Meta-Analisis
Meta-analisis merupakan suatu teknik statistika untuk menggambarkan hasil dua atau lebih penelitian sejenis sehingga diperoleh paduan data secara kuantitatif. Saat ini meta-analisis paling banyak digunakan untuk uji klinis.
Hal ini dapat dimengerti, karena uji klinis desainnya lebih baku dan memberikan bukti hubungan kausal yang kuat. Namun, meta-analisis juga dapat dilakukan terhadap berbagai studi observasional untuk menghasilkan kesimpulan dari penggabungan hasil penelitian.40
Saat ini meta-analisis paling banyak digunakan untuk uji klinis. Hal ini dapat dimengerti, karena uji klinis desainnya lebih baku dan memberikan bukti hubungan kausal yang paling kuat. Namun, meta-analisis juga dapat dilakukan terhadap berbagai studi observasional untuk menghasilkan kesimpulan dari penggabungan hasil penelitian tersebut. 41 Meta-analisis merupakan analisis integratif hasil penelitian dengan fokus atau tema yang sama. Metode meta-analisis mengubah data kualitatif ke kuantitatif dan kemudian menggunakan analisis statistik untuk mendapatkan esensi informasi
39 Ahmad Susanto, op.cit., h. 190
40Rievan Dana Nindrea, Pengantar Langkah-Langkah Praktis Studi Meta Analisis, (Yogyakarta: Gosyen Publishing, 2016), cet.1, h. 9.
41Rievan Dana Nindrea, op. cit., h.9
20
dari sejumlah data penelitian sebelumnya. 42 Peneliti akan mengambil beberapa penelitian yang memiliki satu topik atau tema yang sama dalam penelitian ini. Metode ini digunakan untuk meringkas, merangkum dan memperoleh intisari hasil temuan dari sejumlah penelitian. Meta-analisis dapat bersifat kuantitatif dan merupakan suatu analisis statistik untuk memperoleh serangkaian informasi yang berasal dari sejumlah data dari penelitian-penelitian sebelumnya.43
Dari beberapa definisi tersebut dapat dikemukakan bahwa meta-analisis merupakan metode penelitian berbasis kuantitatif dengan cara mengakumulasi data dari penelitian terdahulu dengan kriteria tertentu atau bisa disebut dengan analisis di atas analisis.
b. Model-Model Statistik Meta-Analisis
Pengolahan data dengan analisis statistik merupakan salah satu kunci dari meta-analisis, oleh karena itu meta-analisis mempunyai beberapa model statistik untuk mendapatkan hasil dan interprestasi penelitiannya. Terdapat dua kategori model-model statistik dalam meta-analisis, yaitu model statistik yang hanya mencakup studi efek dan model statistik yang mencakup studi efek yang disertai tambahan informasi dan analisis.44
Metode statistik yang hanya mencakup studi efek dibedakan menjadi dua macam, yaitu fixed effect model dan random effect model. memberikan gambaran Fixed effect model bobot rata-rata dari berbagai studi yang masuk ke dalam studi meta-analisis yang dilakukan. Secara statistik, perhitunganya mengasumsikan bahwa studi atau penelitian yang masuk dalam studi meta-analisis dilakukan pada populasi yang sama dan menilai variabel yang sama pula. Fixed effect model menggunakan studi atau penelitian dalam skala besar,
42Kadir, Meta-analysis of the Effect of Learning Intervention Toward Mathematical Thinking on Research and Publication of Students, Tarbiya: Journal of Education in Muslim Society, 2017, pp. 165.
43Boisandi dan Handy Darmawan, “Meta Analisis Pengaruh Penerapan Pembelajaran Berbasis Konstruktivisme pada Materi Fisika di Kalimantan Barat”, Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, Vol.06, 2017, h. 180.
44Rievan Dana Nindrea, op. cit., h.13
21
misalnya dengan jumlah sampel yang besar cenderung memberikan bobot rata-rata hasil meta-analisis. Oleh karena itu, jika dalam suatu meta-analisis sebagian besar studi yang masuk dalam analisis adalah studi yang berskala besar, maka studi dengan skala kecil sangat kecil dampaknya terhadap hasil dan interprestasi akhir dari meta-analisis yang dilakukan.45
Random effect model dilihat karena adanya keanekaragaman pada penelitian. Random effect model menunjukkan bobot rata-rata dari dampak studi meta-analisis yang dilakukan atau effect size pada sebuah kelompok penelitian tanpa melihat bobot masing-masing studi. Secara teoritis statistik, random effect model diperoleh dari dua tahap yaitu dengan melakukan inversi dari varian bobot studi yang ada, kemudian menghilangkan masing-masing bobot yang telah dibalikkan.46
Model statistik dengan perhitungan dan informasi tambahan adalah dengan menilai quality effect model. Quality effect model adalah perhitungan statistik untuk melakukan penyesuaian terhadap keanekaragaman antar studi yang dilakukan pegolahan pada meta-analisis dengan mempertimbangkan varian dan kualitas studistudi tersebut. Bukti-bukti empiris atau fakta secara metodologis dapat digunakan dalam perhitungannya, bukan hanya berpatokan kepada hasil angka-angka pada perhitungan statistic semata. Adanya bias varian dihitung berdasrakan kualitas data dalam melakukan perhitungan.47 c. Tahapan Meta-Analisis
Meta-analisis dapat dikatakan sebagai suatu penelitian tersendiri.
Subjek dalam meta-analisis adalah hasil penelitian yang akan disertakan dalam meta analisis. Proses sistematika review meliputi beberapa tahapan yang selaras dengan penelitian primer. Terdiri dari perumusan masalah,
45 Rievan Dana Nindrea, loc. cit., h.13
46Ibid., h.14
47 Ibid., h.15
22
pengumpulan data sampling, analisis data, interpretasi, dan presentasi hasil.
Berikut merupakan proses tahapan meta-analisis sebagai berikut:48 Tabel. 2.2 Tahapan Meta-Analisis masalah/kondisi, populasi, seting, intervensi dan hasil yang menarik; spesifikasi studi dengan kriteria inklusif dan ekslusif
Pengambilan Sampel (Sampling)
Mengembangkan rencana pengambilan sampel;
sampling unit penelitian; pertimbangan universal dari semua studi yang relevan; memperoleh studi.
Pengumpulan Data (Data Collection)
Data beasal (diekstraksi) dari penelitian ke form standarisasi
Analisis Data (Data Analysis) Mendeskripsikan data (cek kualitas, sampel, dan karakteristik intervensi penelitian; menghitung effect size); menghitung effect size dan menilai heterogenitas (meta-analisis); mengakumulasikan meta-analisis, analiss sub grup dan moderat, analisis sensitivitas, analisis publikasi dan bias sampel; meta-regresi; deskripsi hasil dalam bentuk naratif, tabel, dan grafik; interpretasi dan diskusi; implikasi kebijakan, praktek dan penelitian lebih lanjut.
Dilihat dari prosesnya, meta-analisis merupakan suatu studi observasional retrospektif, dalam arti peneliti membuat rekapitulasi fakta
48 Julia H. Littel, Jaquwline Corcoran, dan Vijayan Pillai, Systematic Review and MetaAnalysis, (United State of America: Oxford University Press, 2008), p. 20-21.
23
tanpa melakukan manipulasi eksperimental. Proses perencanaan penelitian meta-analisis dimulai dengan 1) perumusan masalah, 2) pengumpulan dan penilaian data, 3) analisis dan penafsiran data dan, 4) laporan penelitian.49 Perumusan masalah adalah langkah awal dari setiap jenis penelitian. Secara garis besar, dalam perumusan masalah peneliti harus menentukan penelitian yang akan digunakan. Penelitian yang akan digunakan harus memiliki prosedur perlakukan, kontrol dan percobaan serta memiliki ukuran hasil penelitian yang sama.50 Selanjutnya adalah pengumpulan data. Data meta-analisis yang dikumpulkan terdiri dari kumpulan isi penelitian dan indeks ekstraksi kuantitatif dari karakteristik penelitian dan besarnya efek. 51 Selanjutnya data dikumpulkan dan disusun dalam bentuk lembar pengkodean.
Lembar pengkodean disusun untuk memberikan informasi mengenai penelitian terkait, serta memudahkan peneliti untuk menganalisis penelitiaanya.52