• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.2 Analisis Data

4.2.1 Jenis Metafora dalam Album Lagu

4.2.1.2 Metafora Sinestetik

Metafora sinestetik merupakan suatu pemindahan atau pengalihan (transfer) dari satu indera ke indera yang lain, misalnya dari bunyi (indera pendengaran) ke penglihatan, dari sentuhan ke bunyi, dan sebagainya. Berdasarkan hasil dari penelitian, ditemukan 10 data jenis metafora sinestetik dalam album lagu Lelaku karya Fourtwnty. Jenis metafora tersebut antara lain sebagai berikut:

(1) ‘Nada yang mendayu’ (B1) ‘Sayupkan mataku’

‘Manjakan Penatku’

‘Nada’ adalah tinggi rendahnya bunyi (dalam lagu, musik, dan sebagainya). ‘Mata’ adalah indra untuk melihat, indra penglihat. ‘Penat’ adalah merasa letih. Jenis data ini termasuk dalam jenis metafora sinestetik. Hal ini terbukti pada ciri dari jenis metafora sinestetik merupakan suatu pemindahan atau pengalihan (transfer) dari satu indera ke indera yang lain, misalnya dari bunyi (indera pendengaran) ke penglihatan, dari sentuhan ke bunyi, dan sebagainya.

Dalam panggalan lirik lagu Diam-diam Ku Bawa Satu terdapat suatu pemindahan dari satu indra ke indra yang lainnya. Dalam panggalan lirik tersebut

terdapat pengalihan dari indra pendengaran (nada) ke indra penglihatan (mata), kemudian ke indra sentuhan (penat).

(2) ‘Bagai langit dan bumi’ (B2)

‘Langit’ adalah ruang luas yang terbentang di atas bumi, tempat beradanya bulan, bintang, matahari, dan planet yang lain. ‘Bumi’ adalah planet tempat manusia hidup. Jenis data ini termasuk dalam jenis metafora sinestetik. Hal ini terbukti pada ciri dari jenis metafora sinestetik merupakan suatu pemindahan atau pengalihan (transfer) dari satu indera ke indera yang lain, misalnya dari bunyi (indera pendengaran) ke penglihatan, dari sentuhan ke bunyi, dan sebagainya.

Dalam panggalan lirik lagu Hitam Putih terdapat pengalihan dari indra penglihatan ke indra peraba atau sentuhan. Indra penglihatan ditunjukan dengan kata langit, sedangkan indra peraba ditunjukkan dengan kata bumi.

(3) ‘Bagai hitam dan putih’ (B3)

‘Hitam’ adalah warna dasar yang serupa dengan warna arang.‘Putih’ adalah warna dasar yang serupa dengan warna kapas. Jenis data ini termasuk dalam jenis metafora sinestetik. Hal ini terbukti pada ciri dari jenis metafora sinestetik merupakan suatu pemindahan atau pengalihan (transfer) dari satu indera ke indera yang lain, misalnya dari bunyi (indera pendengaran) ke penglihatan, dari sentuhan ke bunyi, dan sebagainya.

Dalam panggalan lirik lagu yang berjudul Hitam Putih terdapat pemindahan dari hal yang satu ke hal lainnya yaitu dari warna hitam ke warna putih atau dari sisi gelap ke sisi terang.

(4) ‘Bagai air dan api’ (B4)

‘Air’ adalah cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yang terdapat dan diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan yang secara kimiawi mengandung hidrogen dan oksigen.‘Api’ adalah panas dan cahaya yang berasal dari sesuatu yang terbakar atau nyala. Jenis data ini termasuk dalam jenis metafora sinestetik. Hal ini terbukti pada ciri dari jenis metafora sinestetik merupakan suatu pemindahan atau pengalihan (transfer) dari satu indera ke indera yang lain, misalnya dari bunyi (indera pendengaran) ke penglihatan, dari sentuhan ke bunyi, dan sebagainya.

Dalam panggalan lirik lagu yang berjudul Hitam Putih terdapat pemindahan dari hal yang satu ke hal lainnya yaitu dari benda yang berupa air ke api.

(5) ‘Bagai timur dan barat’ (B5)

‘Timur’ adalah mata angina yang arahnya berlawanan dengan barat, asal matahari terbit.‘Barat’ adalah mata angin yang arahnya berlawanan dengan timur, arah tempat matahari terbenam. Jenis data ini termasuk dalam jenis metafora sinestetik. Hal ini terbukti pada ciri dari jenis metafora sinestetik merupakan suatu pemindahan atau pengalihan (transfer) dari satu indera ke indera yang lain, misalnya dari bunyi (indera pendengaran) ke penglihatan, dari sentuhan ke bunyi, dan sebagainya. Dalam panggalan lirik lagu yang berjudul Hitam Putih terdapat pemidahan dari satu arah ke arah yang lainnya, yaitu arah timur ke arah barat.

(6) ‘Jangan gugur dan terbunuh’ (B6)

‘Gugur’ adalah jatuh sebelum masak (tentang buah-buahan), lahir sebelum waktunya (tentang bayi), runtuh (tentang tanah). ‘Terbunuh’ adalah menghilangkan nyawa atau mati. Jenis data ini termasuk dalam jenis metafora sinestetik. Hal ini terbukti pada ciri dari jenis metafora sinestetik merupakan suatu pemindahan atau pengalihan (transfer) dari satu indera ke indera yang lain, misalnya dari bunyi (indera pendengaran) ke penglihatan, dari sentuhan ke bunyi, dan sebagainya.

Dalam panggalan lirik lagu yang berjudul Hitam Putih terdapat pemindahan dari satu hal ke hal lainnya yaitu dari gugur yang berkaitan dengan menyerah sebelum berjuang ke terbunuh yang berkaitan dengan hal yang sudah kalah/mati.

(7) ‘Debu yang berterbangan’ (B7)

‘Debu’ adalah serbuk halus yang terdapat di tanah dan sebagainya. ‘Berterbangan’ adalah terbang kemana-mana, berhamburan atau melayang-layang di udara. Jenis data ini termasuk dalam jenis metafora sinestetik. Hal ini terbukti pada ciri dari jenis metafora sinestetik merupakan suatu pemindahan atau pengalihan (transfer) dari satu indera ke indera yang lain, misalnya dari bunyi (indera pendengaran) ke penglihatan, dari sentuhan ke bunyi, dan sebagainya.

Dalam panggalan lirik lagu yang berjudul Iritasi Ringan, dimana kata

debu diperlakukan seperti hal yang memiliki sayap dan bisa berterbangan

memiliki sayap seperti burung dan makluk hidup lainnya yang juga memiliki sayap.

(8) ‘Air Tuhan turun, aromamu’ (B8)

‘Air’ adalah cairan jernih tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau yang terdapat dan diperlukan dalam kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan yang secara kimiawi mengandung hidrogen dan oksigen. ‘Aroma’ adalah bau- bauan yang harum. Jenis data ini termasuk dalam jenis metafora sinestetik. Hal ini terbukti pada ciri dari jenis metafora sinestetik merupakan suatu pemindahan atau pengalihan (transfer) dari satu indera ke indera yang lain, misalnya dari bunyi (indera pendengaran) ke penglihatan, dari sentuhan ke bunyi, dan sebagainya.

Dalam panggalan lirik lagu yang berjudul Fana Merah Jambu terdapat pengalihan dari satu indra ke indra lainnya. Air Tuhan di sini diartikan sebagai hujan. Pengalihan indra ini terjadi pada indra penglihatan yang ditunjukkan pada penggalan lirik lagu air Tuhan turun ke indra penciuman yang ditunjukan pada penggalan lirik aromamu.

(9) ‘Dengarkanlah puisi alamku’ (B9)

‘Dengar’ adalah menangkap suara atau bunyi dengan telinga. ‘Alam’ adalah segala yang ada di langit dan di bumi. Jenis data ini termasuk dalam jenis metafora sinestetik. Hal ini terbukti pada ciri dari jenis metafora sinestetik merupakan suatu pemindahan atau pengalihan (transfer) dari satu indera ke indera yang lain, misalnya dari bunyi (indera pendengaran) ke penglihatan, dari sentuhan ke bunyi, dan sebagainya.

Dalam panggalan lirik lagu yang berjudul Puisi Alam terdapat pengalihan dari satu indra ke indra lainnya yaitu dari indra pendengaran yang ditunjukkan dengan kata dengar ke indra penglihatan yang ditunjukkan dengan kata alam yang berarti dapat dilihat.

(10) ‘Kamu buta’ (B10) ‘Beretika’

‘Lewat lisanmu itu’

‘Buta’ adalah tidak dapat melihat karena rusak matanya. ‘Lisan’ adalah kata-kata yang diucapkan. Jenis data ini termasuk dalam jenis metafora sinestetik. Hal ini terbukti pada ciri dari jenis metafora sinestetik merupakan suatu pemindahan atau pengalihan (transfer) dari satu indera ke indera yang lain, misalnya dari bunyi (indera pendengaran) ke penglihatan, dari sentuhan ke bunyi, dan sebagainya. Dalam panggalan lirik lagu Aku Bukan Binatang terdapat pemindahan dari satu indra ke indra lainnya, yaitu dari indra penglihatan yang ditunjukan dengan kata buta ke indra pengecap yang ditunjukkan dengan kata

lisan.

Dokumen terkait