PERANCANGAN BATAS AKHIR PENAMBANGAN (PIT LIMIT DESIGN)
5.2.3. Metoda Kerucut Mengambang (Floating Cone 3- 3-Dimensi)
1) Tujuan
a. Menentukan batas akhir satu tambang terbuka (ultimate pit limit) dengan menggunakan analisis ekonomik pulang pokok (break even economic analysis).
b) Sasaran yang ingin dicapai dalam penentuan batas akhir penambangan mengharuskan batas akhir tersebut dihitung menggunakan dasar ekonomik pulang pokok.
c) Keuntungan dari menambang tahapan bijih terakhir harus tepat membayar biaya pengupasan lapisan penutupnya.
2) Masukan Data Yang diperlukan a) Model Blok Cadangan Bijih
i. Model komputer yang membagi cebakan bijih menjadi blok-blok yang seragam
ii. Tiap blok memiliki informasi tentang tofografi, geologi dan taksiran kadar mineral
iii. Informasi yang disimpan dalam tiap blok cukup untuk menghitung nilai ekonomiknya dari data ekonomi yang ada
b) Data Ekonomik
i. Harga komoditas (Cu, Au, Ag, Mo, ... dll)
ii. Semua ongkos-ongkos yang berkaitan dengan penambangan dan pengolahan bijih :
− Ongkos penambangan per ton bijih
− Ongkos penambangan/pengupasan per ton lapisan penutup
− Ongkos pengolahan (penggerusan, milling/leaching) per ton bijih
− Ongkos peleburan, pemurnian dan pengangkutan (SRF) per unit produk akhir komoditas
− Perolehan (recovery) dari peleburan dan pemurnian − Ongkos umum dan administrasi (G&A) per ton bijih − Ongkos royalti
c) Data Sudut Lereng
i. Satu sudut lereng yang sama untuk pit , atau
ii. Sudut lereng yang bervariasi dengan zona-zona di pit d) Lebar Pit Bottom Minimum – cukup untuk ruang kerja
peralatan
3) Algoritma floating cone bekerja dalam dua tahap :
a) Pada tahap pertama, taksiran kadar blok dan parameter ekonomik (harga komoditas, ongkos penambangan dan pengolahan, perolehan dan royalti) digunakan untuk membuat suatu model blok ekonomik. Setiap blok memiliki nilai moneter, blok bijih nilainya positif dan blok lapisan penutup (waste) negatif. Nilai uang ini mewakili keuntungan bersih dari penambangan blok yang bersangkutan.
b) Pada tahap kedua analisis kerucut mengambang dilakukan terhadap blok-blok dalam model, dari atas ke bawah. Dasar (bagian lancip) dari suatu kerucut terbalik diletakkan di pusat setiap blok bijih (blok yang nilainya positif)
i. Suatu analisis ekonomik kemudian dilakukan dengan menjumlahkan nilai uang dari seluruh blok di dalam kerucut terbalik ini. Jika hasilnya positif, semua blok ini harus ditambang/dikeluarkan dari model dan tidak lagi diperhitungkan dalam analisis berikutnya.
ii. Kerucut ini digerakkan secara sistematis dalam model blok hingga semua material yang ekonomis habis ditambang. Kerucut dimulai dari atas dan bergerak ke
bawah, kemudian mulai lagi dari atas model blok untuk mengambil blok-blok yang mungkin sekarang menjadi ekonomiskarena pengupasan material waste oleh blok-blok bijih di bawahnya. Ini akan berlangsung hingga tak ada lagi material yang dapat ditambang. iii. Dinding lereng dari kerucut ini memililki sudut yang
sama dengan sudut lereng tambang yang ditentukan. iv. Jari-jari penambangan minimum atau lebar minimum
pada pit bottom merupakan salah satu masukan. Biasanya jari-jari ini dibuat berukuran 1,5 kali ukuran blok, sehingga lebar minimum di pit bottom adalah 9 blok (cukup untuk beroperasinya peralatan).
v. Analisis kerucut mengambang ini menggunakan pendekatan blok utuh terdekat. Jadi, jika pusat blok berada di dalam kerucut maka seluruh blok itu dianggap berada dalam kerucut.
vi. Sembarang bentuk pit dapat didekati dengan membuat kerucut-kerucut overlapping satu sama lain. Overlap dimungkinkan karena blok-blok yang ditambang pada kerucut sebelumnya berubah statusnya menjadi blok udara, sehingga tidak lagi diperhitungkan dalam analisis ekonomik kerucut berikutnya. Jika semua kerucut terbalik ini kita gabungkan, sebuah geometri pit akan terbentuk. Selubung paling luardari bentu pit ini berada pada posisi pulang pokok relatif terhadap data masukan (input) yang kita berikan.
4) Aspek lain : Penerapan metoda kerucut mengambang untuk perancangan penahapan penambangan (pushback)
a) Jika harga komomditas diturunkan, BECOG akan naik dan BESR akan turun. Geometri kerucut mengambang yang
diperoleh akan menjadi lebih kecil dan cadangan tertambangnya lebih kecil pula.
b) Jika harga komoditas terus diturunka, akan diperoleh suatu serial geometri pit (bentuk/geometri open pit dari besar ke kecil). Proses penambangannya akan mentargetkan dulu blok-blok dengan potensi keuntungan paling besar (untuk harga komoditas paling rendah). Blok-blok yang merupakan target berikutnya secara bertahap akan ditambang hingga batas akhir dari pit tercapai (pada harga komoditas yang diproyeksikan)
c) Serial geometri ini menjadi indikator atau pedoman urutan pengambilan bijih. Hal ini amat berguna dalam merancang tahap-tahap penambangan (phase/pushback design).
Berikut ini adalah cara mengoptimasi pit limit dengan cara floating cone 3D dengan data nilai ekonomik dari setiap blok model yang sama dengan pada Lerch-Grossman 2D.
Gambar 5.13. Nilai Ekonomik Model Blok Untuk Floating
Cone
Gambar 5.14. Keadaan Setelah Membuat Floating Cone 2 Baris
(Hustrulid & Kutcha,1995)
Gambar 5.15. Keadaan Setelah Membuat Floating Cone 3 Baris
Gambar 5.16. Keadaan Setelah Membuat Floating Cone 4 Baris
(Hustrulid & Kutcha,1995)
Gambar 5.17. Keadaan Setelah Membuat Floating Cone 5 Baris
(Hustrulid & Kutcha,1995)
Gambar 5.18. Keadaan Setelah Membuat Floating Cone 6 Baris
(Hustrulid & Kutcha,1995)
Pada Gambar 5.18 terlihat bahwa hasil penentuan pit yang optimum dengan cara floating cone memberikan hasil yang sama dengan cara Lerchs-Grossman.
Dengan menggunakan pendekatan kerucut mengambang (floating cone) yang benar, hitunglah keuntungan bersih yang akan diperoleh dari penampang tambang terbuka di bawah ini. Tunjukan pula blok-blok yang akan ditambang/tidak akan ditambang. Permukaan 45o sudut lereng 1 2 3 nilai blok 1 = Rp. 80 juta nilai blok 2 = Rp. 100 juta nilai blok 3 = Rp. 20 juta
Ongkos Penggalian/penambangan = Rp. 10 juta/blok Catatan :
Nilai blok adalah gross income dikurangi biaya pengolahan dan biaya tak langsung, tetapi tidak termasuk biaya penambangan.
Jawaban :
1 2
3 Blok yang ditambang Blok yang tidak ditambang
Net profit = nilai blok 1 + nilai blok 2 - ongkos penggalian/penambangan
= 80 juta + 100 juta - (12 x 10 juta) = 180 juta – 120 juta
= 60 juta