• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab IV HASIL PENELITIAN

B. Analisis Data

Tabel 2 5 Hasil Uji Normalitas Kolmogorov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 31

Normal Parametersa,,b

Mean .0000000

Std. Deviation 3.53139184

Most Extreme Differences

Absolute .205

Positive .115

Negative -.205

Kolmogorov-Smirnov Z 1.140

Asymp. Sig. (2-tailed) .148

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Uji normalitas berguna untuk menentukan data yang telah dikumpulkan berdistribusi normal atau diambil dari populasi normal, jadi sebenarnya uji Kolmogorov Smornov adalah uji beda antara data yang diuji normalitasnya dengan data normal baku. Penerapan pada uji Kolmogorov Smirnov adalah bahwa jika signifikansi di bawah 0,05 berarti data yang akan diuji

mempunyai perbedaan yang signifikan dengan data normal baku, berarti data tersebut tidak normal.60

p < 0,05 – Distribusi data tidak normal p > 0,05 – Distribusi data normal

Berdasarkan tabel hasil uji normalitas diketahui nilai signifikansi 0,148, diambil dari hasil penghitungan dengan SPSS, dan pada tabel Asymp. Sig.

60 SPSS Indonesia 2014-2021 powered by Blogg

(2-tailed) sebagai nilai p didapatkan nilai .148 atau 0,148, dengan N atau

jumlah data sebesar 31. jika p > 0,05 = 0,148 > 0,05 – Distribusi normal, Maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdasarkan hasil uji

normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov yang diolah dengan SPSS versi 17 adalah berdistribusi normal.

Dengan hasil data berdistribusi normal maka bisa dilanjutkan untuk ke uji regresi.

b. Uji Linearitas

Adapun hasil uji linearitas untuk data yang didapat dengan menggunakan bantuan program SPSS 17 for Windows adalah sebagai berikut:

Tabel 2 6 Uji Linearitas

ANOVA Table Sum of Squares df

Mean

Square F Sig.

KEDISIPLINA N BERIBADAH

* PAI DALAM KELUARGA

Between Groups

(Combined) 525.574 15 35.038 3.343 .013 Linearity 308.652 1 308.652 29.45

2

.000

Deviation from Linearity

216.922 14 15.494 1.478 .231

Within Groups 157.200 15 10.480

Total 682.774 30

Berdasarkan table di atas hasil uji linieritas dengan menggunakan SPSS 17 for windows dapat diketahui bahwa nilai signifikansi (P Value Sig.) pada baris Devination from Linearitiy sebesar 0,231. Karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel PAI dalam

keluarga (X) dan Kedisiplinan Beribadah (Y) terdapat hubungan yang linear.

Dengan terdapat hubungan yang linear antara variabel PAI dalam keluarga dan kedisiplinan beribadah maka dsimpulkan akan diselesaikan melalui teknik analisis regresi linier.

c. Uji Homogenitas

Adapun hasil uji homogenitas untuk data yang didapat dengan menggunakan bantuan program SPSS 17 for Windows adalah sebagai berikut:

Tabel 2 7 Hasil Uji Homogenitas Test of Homogeneity of Variances

HASIL ANGKET

Levene Statistic df1 df2 Sig.

1.342 1 60 .251

Nilai signifikansi p > 0,05 menunjukan kelompok data berasal dari populasi yang memiliki varians yang sama (homogen)

Nilai signifikansi p < 0,05 menunjukan masing-masing kelompok data berasal dari populasi dengan varians yang berbeda (tidak homogen)

Berdasarkan hasil Uji homogen menggunakan SPSS 29 for Windows diketahui Signifikansi homogenitas 0,251 (>0.05) menunjukan variabel X pada PAI dalam keluarga dan disiplin beribadah adalah homogen, dengan Levene Statistic 1.342.

Signifikansi homogenitas 0,251 (>0,05) menunjukan variable Y pada disiplin beribadah dan PAI dalam keluarga adalah homogen. Dengan Levene Statistic 1.342.

Maka dapat disimpulkan bahwa dua data sampel berasal dari populasi yang memiliki varians sama atau berdistribusi homogen.

d. Uji Statistik

Dengan kesimpulan dari uji homogenitas bahwa distribusi data adalah homogenitas, maka uji statistik yang akan digunakan adalah statistic parametric dengan bantuan program SPSS 17 for Windows, adapun hasilnya sebagai berikut:

Tabel 2 8 Hasil Uji Statistik

Case Processing Summary Cases

Valid Missing Total

N Percent N Percent N Percent

PAI DALAM

KELUARGA

31 100.0% 0 .0% 31 100.0%

KEDISIPLINAN BERIBADAH

31 100.0% 0 .0% 31 100.0%

Tabel ini menunjukan bahwa data yang dimasukan 100% dengan jumlah sampel atau N sebesar 31.

Tabel 2 9 Uji statistik Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic df Sig. Statistic df Sig.

PAI DALAM

KELUARGA

.132 31 .180 .970 31 .527

KEDISIPLINAN BERIBADAH

.121 31 .200* .960 31 .296

a. Lilliefors Significance Correction

*. This is a lower bound of the true significance.

Hasil uji statistic memiliki p-value 0,05, jika p-value < 0,05, maka dua data yang diuji berbeda secara signifikan, dan sebaliknya jika p-value > 0,05, maka dua data yang diuji tidak berbeda secara signifikan.

Berdasarkan hasil uji Statistik nilai Signifikansi pada variable X sebesar 0,527. Diambil dari hasil uji statistik menggunakan SPSS 17 for windows pada table Shapiro Wilk signifikansi, maka jika 0,527 > 0,05 dua data yang diuji tidak berbeda secara signifikansi

Pada variable Y memiliki nilai signifikansi pada table Shapiro Wilk signifikansi sebesar 0,296, maka dapat disimpulkan 0,296 > 0,05 dua data yang diuji tidak berbeda secara signifikansi.

Maka tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil Variabel X dan Variabel Y.

e. Uji Analisis Regresi Sederhana

Uji ini dilakukan untuk menguji hubungan sebab akibat yang terjadi pada variable faktor penyebab terhadap variable akibatnya. Uji Analisis ini dibantu dengan bantuan program SPSS 29 for Windows, adapun hasilnya sebagai berikut:

Tabel 2 10 uji analisis Variables Entered/Removedb

Model Variables Entered

Variables

Removed Method

1 PAI DALAM KELUARGAa . Enter

a. All requested variables entered.

b. Dependent Variable: KEDISIPLINAN BERIBADAH

Output bagian pertama (Variabel Entered/removed): Tabel di atas menjelaskan tentang variabel yang dimasukan serta metode yang digunakan.

Dalam hal ini variable yang dimasukan adalah variable PAI dalam Keluarga sebagai variable Independent dan Kedisiplinan Beribadah sebagai variabel Dependen.

Dalam tabel variable entered pada kolom method mendapatkan hasil enter, maka dapat disimpulkan metode yang digunakan adalah metode Enter.

Secara umum rumus persamaan regresi linier sederhana adalah Y= a + Bx Sementara untuk mengetahui nilai koefisien regresi tersebut, peneliti berpedoman pada output yang berada pada tabel coefficients berikut

Tabel 2 11 Koefisien Regresi Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B

Std.

Error Beta

1 (Constant) 26.929 8.283 3.251 .003

PAI DALAM KELUAR GA

.590 .121 .672 4.891 .000

a. Dependent Variable: KEDISIPLINAN BERIBADAH

A = angka konstan dari unstandardized coefficients. Dalam kasus ini nilainya sebesar 26.929. angka ini merupakan angka konstan yang mempunyai arti bahwa jika tidak ada PAI dalam keluarga (X) maka nilai konsisten kedisiplinan beribadah (Y) adalah sebesar 26.929

B = angka koefisien regresi. Nilainya sebesar 590. Angka ini mengandung arti bahwa setiap penambahan 1% pengaruh PAI dalam keluarga (x), maka kedisiplinan beribadah (Y) akan meningkat sebesar 0,590.

Karena nilai koefisien regresi bernilai positif, maka dengan demikian dapat dikatakan bahwa PAI dalam keluarga (X) berpengaruh positif terhadap kedisiplinan beribadah (Y).

sehingga persamaan regresinya dapat ditulis:

Y=a+bX

Y = 26.929 – 590 X

Tabel 2 12 Uji hipotesis dalam analisis regresi linier sederhana Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 26.929 8.283 3.251 .003

PAI DALAM

KELUARGA

.590 .121 .672 4.891 .000

Berdasarkan output di atas diketahui nilai signifikansi (sig.) sebesar 0,000 lebih kecil dari < probabilitas 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0

ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ Ada Pengaruh PAI dalam keluarga (X) terhadap kedisiplinan beribadah (Y)”

Uji hipotesis membandingkan nilai t hitung dengan t tabel

Pengujian hipotesis ini sering disebut juga dengan uji t, dimana dasar pengambilan keputusan dalam uji t adalah :

1. jika nila t hitung lebih besar > dari t tabel maka ada pengaruh PAI dalam keluarga terhadap kedisiplinan beribadah

2. sebaliknya, jika nila t hitung lebih kecil < dari t tabel maka tidak ada pengaruh PAI dalam keluarga terhadap kedisiplinan beribadah (Y)

Tabel 2 13 Uji T Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 26.929 8.283 3.251 .003

PAI DALAM

KELUARGA

.590 .121 .672 4.891 .000

Berdasarkan output di atas diketahui nilai t hitung sebesar 4.891. karena t hitung sudah ditemukan, maka langkah selanjutnya kita akan mencari nilai t tabel.

Adapun rumus dalam mencari t tabel adalah : Nilai a/2 = 0,05/2 = 0,025

Derajat kebebasan = n – 2 = 31 – 2 = 29

Nilai 0,025 : 29 kemudian dilihat pada distribusi nilai t tabel, maka di dapat nilai t tabel sebesar 2,045.

Karena nilai t hitung sebesar 4.891 lebih besar dari > 2.045, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ Ada pengaruh PAI dalam keluarga (X) terhadap kedisiplinan beribadah (Y).

Melihat besarnya pengaruh variabel X terhadap Y

Untuk mngetahui besarnya pengaruh PAI dalam keluarga (X) terhadap kedisiplinan beribadah (Y) dalam analisis regresi linier sederhana, kita dapat berpedoman pada nilai R Square atau R2 yang terdapat pada output SPSS bagian Model Summary

Tabel 2 14 Uji R Square Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .672a .452 .433 3.59176

a. Predictors: (Constant), PAI DALAM KELUARGA

Dari output di atas diketahui nilai R Square sebesar 0,452. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh PAI dalam keluarga (X) terhadap kedisiplinan beribadah (Y) sebesar 45,2 % sedangkan 54,8% Kedisiplinan beribadah dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti.

Kesimpulan dari uji analisis regresi linier sederhana

Merujuk pada pembahasan di atas, maka dapat kita simpulkan bahwa “PAI dalam keluarga berpengaruh positif terhadap kedisiplinan beribadah dengan total pengaruh sebesar 45,2%. Pengaruh positif ini bermakna semakin meningkatnya PAI dalam keluarga maka akan berpengaruh terhadap peningkatan kedisiplinan beribadah siswa di SMA Negeri 1 Karangkobar Banjarnegara.

e. Uji F

Uji ini bertujuan untuk mencari apakah variabel independent mempengaruhi variabel dependent. Adapun uji F ini dibantu dengan bantuan program SPSS 17 for Windows, adapun hasilnya sebagai berikut:

Tabel 2 15 Uji F ANOVAb

Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 308.652 1 308.652 23.925 .000a Residual 374.122 29 12.901

Total 682.774 30

a. Predictors: (Constant), PAI DALAM KELUARGA b. Dependent Variable: KEDISIPLINAN BERIBADAH

Berdasarkan output di atas diketahui nilai signifikansi untuk mempengaruhi X terhadap Y diambil dari tabel ANOVA baris regression kolom signifikansi adalah sebesar 0,000, karena nilai signifikansi 0,000 <

0,05 maka dapat diperoleh H0 ditolak dan H1 diterima, , hal ini dapat dilihat dari nilai signifikansi yang dihasilkan yaitu 0,000 yang dimana lebih kecil <

dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa PAI dalam keluarga memiliki pengaruh terhadap kedisiplinan beribadah siswa.

F. Uji Hipotesis

Penenlitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Pendidikan Agama Islam Dalam Keluarga Terhadap Kedisiplinan Beribadah Siswa SMA Negeri 1 Karangkobar. pengujian hipotesis dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis regresi sederhana. Untuk mengetahui diterima tidaknya hipotesis yang peneliti ajukan, maka akan peneliti buktikan dengan cara mencari nilai regresi dari variabel X (PAI dalam Keluarga) dan Y (Kedisiplinan Beribadah) dengan melalui angket menggunakan hubungan fungsional Y = a + bX. selanjutnya untuk menguji hipotesis yang dikemukakan di awal yaitu:

H0: tidak terdapat pengaruh pendidikan agama Islam dalam keluarga terhadap kedisiplinan beribadah siswa SMA N 1 Karangkobar

H1: terdapat pengaruh pendidikan agama Islam dalam keluarga terhadap kedisplinan beribadah siswa siswa SMA N 1 Karangkobar

Ketentuan keputusan hipotesis adalah:61

a. Jika Sig. > 0,05 maka H0 diterima (H1 ditolak). Artinya, tidak signifikan.

b. Jika Sig. < 0,05 maka H0 ditolak (H1 diterima). Artinya signifikan.

Dari perhitungan menggunakan SPSS 17 for windows tersebut, akan muncul beberapa tabel yang menunjukan hasil pemprosesan data. Tabel tersebut antara lain:

Tabel 2 16 Uji Hipotesis Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t Sig.

B Std. Error Beta

1 (Constant) 26.929 8.283 3.251 .003

PAI DALAM

KELUARGA

.590 .121 .672 4.891 .000

Berdasarkan output di atas diketahui nilai signifikansi (sig.) sebesar 0,000 lebih kecil dari < probabilitas 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa H0

ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa “ Ada Pengaruh PAI dalam keluarga (X) terhadap kedisiplinan beribadah (Y)”

pada table unstandardized coefficients pada kolom B pada constant adalah 26,929 sedangkan nilai PAI dalam keluarga pada tabel unstandardized coefficients adalah 590 sehingga persamaan regresinya dapat ditulis Y=

26,929 + 0,590X. dari data di atas dihasilkan penjelasan sebagai berikut:

61 Haryadi Sarjono dan Winda Julianita, SPSS VS LISREL, (Jakarta: Salemba, Empat, 2011), hlm 101

a. Konstanta sebesar 26,929 menyatakan bahwa jika tidak ada nilai X (X=) maka nilai Y + 26,929

b. Koefisien regresi X sebesar 0,590 menyatakan bahwa setiap penambahan 1 unit X, maka nilai Y bertambah sebesar 0,590.

Tabel 2 17 Model Summary Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 .672a .452 .433 3.59176

a. Predictors: (Constant), PAI DALAM KELUARGA

Dari output di atas diketahui nilai R Square sebesar 0,452. Nilai ini mengandung arti bahwa pengaruh PAI dalam keluarga (X) terhadap kedisiplinan beribadah (Y) sebesar 45,2 % sedangkan 54,8% Kedisiplinan beribadah dipengaruhi oleh variabel yang lain yang tidak diteliti.

Dokumen terkait