METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian
H. Metode Pengumpulan Data
I. Metode Analisa Data
1. Analisis skor soal pretes dan soal posttes
Pada tabel dibawah ini dijelaskan pemberian skor soal pretes dan
posttes
Tabel 3.4. Pemberian skor soal pretes dan posttes
No Soal Aspek Skor Maksimum
1 Pengetahuan 5 2 Pemahaman 5 3 Penerapan 10 4 Penerapan 10 5 Analisis 10 6 Pengetahuan 5 7 Analisis 25 8 Pemahaman 5 9 Pemahaman 10 10 Penerapan 15 Jumlah skor 100
Untuk menghitung besarnya nilai yang diperoleh siswa dihitung
menggunakan rumus:
ℎ =
ℎ ℎ
ℎ 100
Skor yang diperoleh siswa, dikelompokan menurut interval yang telah
ditentukan berdasarkan tingkat pemahamannya.
Interval dibagi menjadi 5 macam yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang,
dan sangat kurang.
Penentuan interval skor dan kualifikasinya
a) Menentukan passing skor
Passing skor adalah skor terendah untuk nilai cukup. Ditetapkan
passing skornya yaitu 60%
b) Menentukan aturan konversi
• Untuk kelompok atas
Untuk kelompok atas terdiri dari 3, yaitu cukup, baik, dan
sangat baik. Lebar intervalnya 100-59 = 41. Apabila ditetapkan
lebar interval skornya sama, maka setiap kualifikasinya
mempunyai lebar interval 13 sisa 2. Ditetapkan satu kualifikasi
untuk interval 13, dan dua kualifikasi untuk interval 14. Jadi
kualifikasi cukup untuk skor 60-73%, kualifikasi baik untuk
interval skor 74-87 %, dan kualifikasi sangat baik untuk interval
skor 88-100 %.
Untuk kelompok bawah, mempunyai dua kualifikasi, yaitu
kurang dan sangat kurang. Kualifikasi kurang antar interval
50-59 % dan kualifikasi sangat kurang antara interval 1- 49 %.
Tabel 3.5. kualifikasi dan interval skor
Interval Kualifikasi 88-100 Sangat Baik 74-87 Baik 60-73 Cukup 50-59 Kurang 1-49 Sangat Kurang
2. Membandingkan skor metode simulasi komputer dengan metode ceramah
menggunakan metode kuantitatif.
a. Untuk membandingkan hasil belajar siswa yang diajar dengan metode
simulasi komputer dengan metode ceramah digunakan:
1) Uji homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui apakah kelas
simulasi dan kelas ceramah memiliki pemahaman yang sama
atau tidak. Uji homogenitas ini dilakukan dari hasil pretes kelas
simulasi dan kelas ceramah.
2) Uji-T independen dengan tingkat signifikan α = 0.05, untuk menetahui tes awal (pretes) siswa yang diajar menggunakan
metode simulasi komputer dan siswa yang diajar dengan metode
ceramah.
3) Uji-T independen dengan tingkat α = 0.05, untuk mengetahui tes akhir (posttes) siswa yang diajar dengan metode simulasi
komputer dan siswa yang diajar dengan metode ceramah.
Cara menganalisis dengan menggunakan SPSS. Data yang
digunakan adalah nilai postes kelas eksperimen dan niai postes
kelas kontrol. Dari analisis menggunakan spss 16 dapat
diketahui bahwa apakah data yang ditampilkan signifikan atau
tidak. Apabila signifikan maka ada perbedaan peningkatan hasil
belajar siswa antara siswa yang diajar dengan metode simulasi
komputer dengan metode ceramah. Apabila tidak signifikan
maka tidak ada perpedaan peningkatan hasil belajar.
b. Untuk mengetahui apakah metode simulasi komputer dan metode
ceramah dapat meningkatkan hasil belajar digunakan:
1) Uji-T dependen dengan tigkat signifikan α = 0.05, untuk
mengetahui tes awal (pretes) dan tes akhir (posttes) yang diajar
dengan metode simulasi komputer dan metode ceramah.
Cara menghitung dengan menggunakan SPSS. Bila perhitungan
signifikan maka, ada perbedaan (peningkatan hasil belajar) dan
c. Uji kualitatif
Pada uji kualitatif ini, data yang dugunakan adalah:
1) Hasil angket minat siswa
Pemberiaan angket sangat penting diberikan kepada siswa, karena
untuk mengetahui bagaimana minat siswa dalam mengikuti
pembelajaran fisika menggunakan simulasi komputer. Angket
terdiri dari 15 soal dan tersedia 4 alternatif jawaban, dan siswa
harus mengisi harus mengisi sesuai keadaan dirinya. Alternatif
beserta skornya sebagai berikut: Nilai 1, “Sangat Tidak Setuju”: jika pertanyaan tersebut sama sekali tidak menggambarkan diri
siswaa. Nilai 2, “Tidak Setuju”:jika pernyataan tersebut sedikit menggambarkan diri siswa. Nilai 3, “Setuju”: jika pertanyaan tersebut menggambarkan keadaan diri siswa, meski tidak 100 %.
Nilai 4, “Sangat Setuju”: jika pernyataan tersebut tepat menggambarkan keeadaan diri siswa. Klasifikasi minat belajar
siswa ditetapkan berdasarkan prosentase yang diperoleh setiap
siswa.
Prosentase (%)= 100%
JS = Jumlah skor yang diperoleh
Tabel 3.6. Klasifikasi minat siswa terhadap pembelajaran fisika
menggunakan simulasi komputer.
Skor Kategori
85-100 Sangat Berminat
69 - 84 Berminat
53- 68 Tidak Berminat
< 53 Sangat Tidak Berminat
d. Analisis hasil wawancara
Untuk menganalisis wawancara, pertama harus membuat transkip
57 BAB IV
DATA, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN A. Pelaksanaan Penelitian
Penelitian dilaksanakan di SMAN 4 Yogyakarta pada bulan
November dan berakhir bulan Desember. Subyek penelitian adalah
siswa kelas XA dan siswa kelas XD. Kelas XA yang diberi treatment
model pembelajaran dengan metode simulasi komputer. Sedangkan
kelas XD adalah kelas kontrol yang model pembelajarannya
menggunakan metode caramah. Siswa kelas XA berjumlah 32 orang
siswa dan siswa kelas XD berjumlah 32 orang siswa. Maka jumlah
secara keseluruhan adalah 64 siswa. Dalam penelitian ini penulis
berperan sebagai guru dalam proses pembelajaran pada kelas
eksperimen. Sedangkan proses pembelajaran pada kelas XD guru
bidang studi yang mengajar menggunakan metode ceramah.Dalam
penelitian ada beberapa siswa yang sering tidak masuk dan juga tidak
mengikuti pretes. Sehingga sampel yang digunakan dalam penelitian
dan analisis data adalah siswa/i kelas XA yang berjumlah 26orang dan
siswa/i kelas XD yang berjumlah 28 orang.
1. Persiapan Instrumen
Sebelum penelitian dimulai peneliti memepersiapkan
instrumen-instrumen yang akan digunakan untuk penelitian. Instrumen-instrumen-instrumen
penelitian antara lain: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk
komputer, Lembar Kegiatan Siswa (LKS) untuk metode simulasi
komputer pada pokok bahasan hukum newton, serta membuat
kuesioner minat terhadap pembelajaran fisikan menggunakan metode
simulasi komputer, soal pretes dan soal postes. Setelah itu peneliti
memberikan surat izin penelitian untuk melaksanakan penelitian di
SMAN 4 Yogyakarta. Setelah mendapat izin dari pihak sekolah,
peneliti berkonsultasi dengan guru mata pelajaran fisika untuk
membahas kelas berapa yang akan diteliti dan jadwal pelaksanaan
penelitian.
2. Perkenalan dan Pelaksanaan Prestes
Pada tahap ini, peneliti memperkenalkan diri kepada siswa
kelas XA. Setelah itu peneliti memberitahukan kepada siswa
tentang materi yang akan dipelajari adalah materi hukum newton.
Selanjutnya peneliti memeberikan soal pretes yang terdiri dari 10
soal uraian, dan alokasi waktu yang diperlukan adalan 45 menit.
Pretes ini dilaksanakan pada tanggal 15 November 2013, pada
kelas eksperimen. Sedangkan pada kelas kontrol dilaksanakan pada
tanggal 19 November 2013. Tujuan diberikannya pretes adalah
peneliti dapat memeperoleh data bagaimana pemehaman awal
siswa mengenai hukum newton. Data ini digunakan untuk
mengetahuai apakah kedua kelas memiliki pemahaman keadaan
3. Pelaksanaan Pembelajaran
Pelaksanaan pembelajaran di kelas eksperimen (XA)
berlangsung selama 6 jam proses pembelajaran, yang di bagi menjadi 4
kali pertemuan dan setiap jam pembelajaran adalah 45 menit. Berikut
adalah proses pembelajaran untuk setiap pertemuan pada kelas XA.
Kelas XA menggunakan metode simulasi komputer
1) Pertemuan ke I: Sabtu, 16 November 2013 pukul 08.00-09.30.
Pada pertemuan pertama ini, peneliti membuka simulasi
mengenai hukum 1 newton. Kemudian memberikan pertanyaan
singkat kepada siswa mengenai materi hukum I newton untuk
mengingatkan mereka kembaliketika duduk di bangku SMP.
Setelah simulasi dijalankan, siswa diminta untuk memperhatikan
simulasi dengan cermat.
Dari simulasi di atas siswa diminta menjawab
kesimpulan.Setelah siswa memjawab pertanyaan yang
diberikan, peneliti memberikan penguatan terhadap
jawaban siswa. setelah itu peneliti menjelaskan materi
hukum 1 newton yang ditampilkan pada simulasi.
Selanjutnya peneliti melanjutkan dengan simulasi untuk
hukum II newton seperti di bawah ini.
Pada materi hukum II newton, peneliti menampilkan
simulasi seperti di atas. Namun sebelum simulasi
dijalankan, peneliti terlebih dahulu memberikan pertanyaan
tentang pengertian hukum II newton. Kemudian meminta
bebarapa siswa untuk menjawab pertanyaan mengenai
hukum II newton. Setelah mengetahui jawaban siswa,
peneliti menjalankan simulasi seperti gambar di atas dan
menghubungkan dengan pengertian hukum II newton.
Setelah itu peneliti menjelaskan materi hukum II newton
dengan pemahaman awal siswa tentang hukum II newton.
Peneliti memberikan tugas rumah kepada siswa yang
berkaitan dengan hukum I, II newton.
Sasaran yang ingin dicapai pada pertemuan pertama ini
adalah untuk memperkenalkan kepada siswa proses
pembelajaran menggunakan simulasi komputer. Jika siswa
merasa nyaman selama proses pembelajaran menggunakan
simulasi maka proses pembelajaran akan berjalan baik.
Simulasi komputer juga memudahkan siswa untuk belajar
dan mencoba sendiri karena simulasi komputer merupakan
gambaran singkat dari praktikum di lab fisika.
2) Pertemuan ke II: Jumat, 22 November 2013 (45 menit)
Pada pertemuan kedua, peneliti mempersiapkan
simulasi dan menanyakan tugas rumah yang diberikan pada
siswa apakah ada kesulitan dari soal yang diberikan.
Kemudia, peneliti membentuk kelompok kecil dan
membagikan LKS I kepada siswa berkaitan dengan materi
Setelah membentuk kelompok kecil, peneliti meminta
perwakilan dari setiap kelompok untuk maju, kemudia
menjalan simulasi sesuai perintah LKS. Sedangkan
teman-teman yang lain menulis setiap apa yang ditampilkan pada
simulasi. Misalkan siswa di minta untuk memvariasikan
gaya, dengan massa yang telah ditentukan. Kemudian dari
data itu, siswa diminta untuk mencari percepatan. (LKS
terlampir)
Sasaran yang dicapai pada pertemuan kedua adalah melatih
siswa untuk bekerja sama dalam menyelesaikan tugas
kelompok bersama dan memberikan kebebasan kepada
siswa untuk melatih mencoba simulasi komputer selama
belajar kelompok dalam mengisi LKS.
3) Pertemuan ke III, 23 November 2013.
Peneliti menjelaskan pertemuan yang lalu berkaitan
dengan LKS yang telah di kerjakan siswa. kemudian
soal-soal latihan. Siswa diminta untuk menyelesaikan
beberapa soal latihan untuk menguji sejauh mana
pemehaman siswa berkaitan dengan hukum II newton.
Peneliti melanjutkan simulasi hukum II newton yang
berkaitan dengan gaya gesek pada bidang datar dan bdang
miring.
Simulasi yang diberikan seperti dibawah ini:
Sasaran yang ingin dicapai adalah agar siswa lebih
mudah memahami materi hukum II newton setelah melihat
simulasi yang ditampilkan. Memahami rumus-rumus yang
4) Pertemuan ke IV, 29 November 2013
Materi yang diajarkan adalah tentang hokum III
newton.
Peneliti mengingatkan kembali materi sebelumnya
dengan memberikan pertanyaan singkat. Peneliti membuka
simulasi tentang hukum III newton dan siswa memberikan
tanggapan dari simulasi yang ditampilkan.
Salah satu simulasi yang diberikan adalah
Simulasi yang di gunakan adalah menggunakan program
SWF atau micromedia flash. Setelah simulasi dijalankan
siswa diberi pertanyaan singkat dan di serta dengan
kesimpulan. Peneliti memeberikan beberapa latihan soal
untuk menguji pemehaman siswa setelah belajar hokum III
newton.