3.14 3.4 Desain Penelitian
3.9 Metode Analisis Data .1 Analisis Data Keadaan awal .1 Analisis Data Keadaan awal
�
Rumus untuk mencari varian tiap butir adalah :
� = ∑ − ∑� �
Keterangan :
rtt = koefisisien reliabilitas instrument (total tes) k = banyaknya butir pertanyaan yang sahih Σδ2
b = jumlah varian butir Σδ2
t = varian skor total ∑ X =jumlah nilai suatu aspek ∑ Y =jumlah keseluruhan responden N = jumlah responden
(Arikunto 2006:196) Perhitungan uji reliabilitas skala diterima, jika hasil perhitungan rhitung > rtabel 5%.
Analisis uji instrumen angket diperoleh r11 sebesar 0.8125, nilai ini lebih besar dibandingkan dengan r tabel=0,312, maka angket minat wirausaha dikatakan reliabel. Perhitungan dapat dilihat pada Lampiran 56 (halaman lampiran dapat dilihat di dalam daftar lampiran).
3.9 Metode Analisis Data
3.9.1 Analisis Data Keadaan awalAnalisis tahap awal digunakan untuk mengetahui keadaaan awal populasi. Data yang digunakan dalam analisis data awal adalah nilai ulangan semester gasal seluruh kelas XI materi kimia. Pada analisis tahap awal digunakan dua uji, yaitu uji normalitas dan uji homogenitas, kelas-kelas dalam populasi.
3.9.1.1Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak normal dan untuk menentukan uji selanjutnya apakah memakai statistik parametrik atau non parametrik. Data yang diujicoba normalitasnya adalah nilai ulangan semester gasal siswa kelas XI pada pelajaran kimia. Rumus yang digunakan dalam uji normalitas adalah sebagai berikut:
x = ∑ Oi − Ei Ei k i= Keterangan: = chi kuadrat
Oi = frekuensi hasil pengamatan Ei = frekuensi yang diharapkan K= banyaknya kelas
Data berdistribusi normal jika hitung2 2(1)(k3)dengan taraf signifikan 5% dan derajat kebebasan (k-3) (Sudjana, 2005:273).
Berdasarkan hasil perhitungan normalitas populasi diperoleh χ2
hitung untuk setiap data kurang dari χ2
tabel dengan dk=3 dan α=5% maka dapat disimpulkan bahwa populasi berdistribusi normal, sehingga uji selanjutnya menggunakan statistik parametrik. Perhitungan uji normalitas data populasi terlampir pada Lampiran 5 (halaman lampiran dapat dilihat di dalam daftar lampiran). Hasil uji normalitas data populasi dapat dilihat pada Tabel 3.9.
Tabel 3.9 Hasil Uji Normalitas Data Populasi
Kelas χ2 hitung χ2 tabel Kriteria XI TIPK 1 XI TIPK 2 XI NKN XI TKKB 1 XI TKKB 2 2,38731 7,0639 2,2714 6,2274 6,4520 7,81 7,81 7,81 7,81 7,81 Normal Normal Normal Normal Normal
3.9.1.2 Uji Homogenitas Populasi
Syarat digunakannya teknik cluster random sampling ialah apabila semua kelas yang ada dalam populasi memiliki homogenitas yang sama dan memiliki rata-rata yang sama. Oleh karena itu sebelum teknik cluster random sampling
digunakan, maka dilakukan uji beberapa homogenitas populasi. Uji kesamaan beberapa homogenitas dilakukan dengan uji Bartlett. Rumusnya sebagai berikut:
- Menghitung varians gabungan dari semua kelas :
=∑∑ �− �
�−
- Menghitung harga satuan B :
� = � ∑ � −
- Menghitung nilai statis chi-kuadrat dengan rumus: ] log ) 1 ( )[ 10 (ln 2 2 B
ni Si Keterangan:Si2 = variansi masing-masing kelas S2 = variansi gabungan
ni = banyaknya anggota dalam kelas/kelas B = koefisien Bartlett
χ2 = harga konsultasi homogenitas sampel
(Sudjana 2005: 263) Data akan dikatakan homogen jika populasi dalam penelitian memiliki varian yang sama. Varians dikatakan sama apabila χ2 lebih lebih kecil dari χ2
(1-α )(k-1) dengan taraf signifian 5%, besarnya χ2
(1-α)(k-1) didapat dari daftar distribusi chi-kuadrat dengan peluang (1-α) dn dk = (k-1).
Hasil analisis data uji homogenitas populasi dapat dilihat pada Tabel 3.10. Untuk perhitungan selengkapnya dapat dilihat pada Lampiran 4 (halaman lampiran dapat dilihat di dalam daftar lampiran).
Tabel 3.10. Hasil Uji Homogenitas Populasi
Data χ2
hitung χ2
tabel Kriteria Nilai Ujian Akhir Semester
Ganjil
3,5275 9,49 Homogen
3.9.1.3Uji Kesamaan Keadaan Awal Populasi (Uji Anava)
Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dalam keadaan seimbang atau tidak sehingga keduanya benar-benar berangkat dari titik tolak yang sama.
Rumus yang digunakan sebagai berikut:
keterangan :
A = varians antar kelompok D = varians dalam kelompok
Keadaan awal populasi akan dikatakan sama apabila hasil dari Fhitung < Fα(k -1)(n-k) (Sudjana, 2005:305). Ini berarti tidak ada perbedaan nilai hasil rata-rata dari populasi, sehingga sampel dapat diambil secara acak
Tabel 3.11 Tabel Ringakasan Anava Sumber
Variasi Dk Jk KT F hitung F tabel
Rata-rata 1 RY k = RY : 1 Antar Kelompok k-1 AY A = AY : (K-1) A/D 2,44 Dalam Kelompok ∑(ni-1) DY D = DY : ( ∑ (ni-1)) Total ∑ni ∑ X 2
D
A
F
Hasil analisis data uji kesamaan keadaan awal populasi atau hasil uji ANAVA satu arah dapat dilihat pada Tabel 3.12.
Tabel 3.12 Hasil Uji Anava Satu Arah
Data Fhitung Ftabel Kriteria
Nilai ujian kimia semester I 0,25 2,44 Homogen
Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh Fhitung kurang dari Ftabel dengan dk = 4 dan α = 5 % maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan rata-rata dari kelima populasi. Kelima populasi telah terbukti normal dan homogen, sehingga langkah berikutnya adalah menetapkan kelas yang akan dijadikan sebagai kelompok eksperimen dan kontrol secara cluster random sampling. Perhitungan uji kesamaan keadaan awal populasi dapat dilihat pada Lampiran 6 (halaman lampiran dapat dilihat di dalam daftar lampiran).
3.9.2 Analisis Data Tahap Akhir
Setelah kedua kelompok mendapat perlakuan yang berbeda kemudian diadakan tes akhir (post-test) yang digunakan untuk menguji hipotesis penelitian.
3.9.2.1 Analisis Data Penelitian Kuantitatif
3.9.2.1.1 Uji Normalitas
Uji normalitas data dilakukan untuk mengetahui kenormalan data dan untuk menentukan uji selanjutnya apakah menggunakan statistik parametrik atau non parametrik.
Uji normalitas data akhir menggunakan rumus, langkah-langkah, dan kriteria pengujian sama seperti uji normalitas pada analisis data tahap awal nilai ulangan akhir semester gasal kelas XI.
3.9.2.1.2 Uji Kesamaan Dua Varians
Uji kesamaan dua varians bertujuan untuk mengetahui apakah kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai tingkat varians yang sama (homogenitas sama) atau tidak. Uji kesamaan dua varians bertujuan pula untuk menentukan rumus t-test yang digunakan dalam uji hipotesis akhir. Rumus yang digunakan adalah:
� = � � � � � � �
(Soeprodjo, 2014:67) Jika harga F0,975(v1;v2) < F < F0,025(v1;v2) (dengan derajat kebebasan v1 = n1-1 dan v2 = n2-1 berarti varians data kelompok eksperimen sama dengan varians data kelompok kontrol sehingga rumus yang digunakan dalam uji perbedaan dua rata-rata adalah rumus uji t.
3.9.2.1.3 Uji Hipotesis
Uji hipotesis ini digunakan untuk membuktikan kebenaran hipotesis yang diajukan. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji perbedaan dua rata-rata satu pihak kanan. Data yang digunakan yaitu nilai pemahaman konsep kognitif (post test) antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.