BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.8 Metode Analisis Data dan Pengolahan Data
Dalam penelitian ini penulis menggunakan program komputer SPSS20yaitu untuk menganalisis secara Crosstab (tabulasi silang). Definisi
metode crosstabmenurut Santoso (2000), merupakan metode untuk menganalisis keterkaitan beberapa faktor yang disusun menjadi kolom dan baris. Adapun data tersebut merupakan data kualitatif, khususnya data yang berskala nominal, seperti hubungan antara variabel dengan gender, usia, pekerja, pendapatan dan lain sebagainya. Jadi, metode crosstabmerupakan suatu bentuk analisis statistik deskriptif yang dipergunakan untuk mengetahui hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain, sehingga akan memudahkan penulis dalam mengambil kesimpulan yang berhubungan dengan variabel-variabel yang diteliti. Tabel dapat membantu penulis dalam pengorganisasian data sehingga dapat memudahkan dalam hal penyajian yang akan menghasilkan informasi yang lebih bermakna.
BAB 1V
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Sejarah dan Letak geografis Kota Medan dan Kecamatan Medan Selayang
Kota Medan merupakan salah satu dari 25 Daerah Tingkat II (Dati II) yang berada pada kawasan timur pulau sumatera, letaknya hampir keseluruhan berbatasan dengan Kabupaten Deli Serdang sedangkan pada bagian utara berbatasan dengan perairan Selat Malaka. Secara Astronomis berada antara 3027′dan 30 77′LU serta 98044′BT, dengan ketinggian 3 -27 meter di atas permukaan laut.
Luas Kota Medan mencapai 265,10 km² atau sekitar 0,37% dari total luas daratan Propinsi Sumatera Utara dan berada pada 2,5-3,75 meter diatas permukaan laut dengan kemiringan 0-2 (datar) seluas 245,21 km² atau 92,57%
dan kemiringan 2-15% seluas 19,69 km² atau 7,4% dari seluruh wilayah.
Kedalaman 20-60 cm seluas 140-40 km² atau 52,98% dari luas seluruh wilayah yang tidak bererosi. Kota Medan memiliki iklim tropis dengan temperature rata-rata tahunan adalah 21,20 C sampai dengan 35,10 C (BPS Kota Medan, 2016)
Secara administratif, Kota Medan dibagi dalam 21 wilayah kecamatan dan 151 kelurahan. Potensi lahan yang dimiliki Kota Medan sebagian besar telah dimanfaatkan untuk kegiatan industri dan pertanian.
Kecamatan Medan Selayang adalah salah satu dari 21 kecamatan di Kota Medan, Sumatera Utara, Indonesia. Pada tahun 2015, jumlah penduduk di kecamatan ini adalah 106.150 orang penduduk. Dengan luas wilayah 7,78 km².
Letaknya di atas permukaan laut adalah 30 meter. Dan kecamatan Medan Selayang ini berbatasan dengan
Sebelah utara : Kecamatan Medan Sunggal Sebelah selatan : Kecamatan Medan Selayang Sebelah barat : Kecamatan Medan Baru Sebelah timur : Kecamatan Medan Polonia
Kecamatan Medan Selayang dibagi dalam 6 kelurahan, yang dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.1
Luas Wilayah dirinci per Kelurahan di Kecamatan Medan Selayang Tahun 2015
No Kelurahan Luas (km²) Persentase Terhadap Luas Kecamatan
1 Sempaka 5,10 21,44
2 Beringin 0,79 3,32
3 PB Selayang 11 7,00 7,00
4 PB Selayang 1 1,80 1,80
5 Tanjung Sari 5,10 5,10
6 Asam Kumbang 4,00 4,00
Medan Selayang 23,79 100
Sumber : BPS Kecamatan Medan Selayang, 2016
Pada tahun 2015 jumlah penduduk Medan Selayangadalah sebesar 106.150 jiwa dengan luas wilayah 23,79 km² dan dengan kepadatan penduduk per km² adalah sebesar 4.474, atau dapat dilihat selengkapnya pada tabel berikut:
Tabel 4.2
Jumlah penduduk, Luas Kelurahan, Kepadatan penduduk per km² dirinci menurut Kelurahan di Kecamatan Medan Selayang Tahun 2015
No Kelurahan Jumlah
Sumber : BPS Kecamatan Medan Selayang, 2016
4.2 Kondisi Ekonomi dan Sosial Kecamatan Medan Selayang
Kecamatan Medan Selayang memiliki sejumlah pasar dan pertokoan yang sudah ramai untuk medukung perekonomian yang ada di kecamatan ini, diantaranya terdapat 3 pasar, 272 pertokoan dan 44 swalayan/mini market.
Ketersediaan BBM di kecamatan ini sudah cukup memadai. Terdapat 3 SPBU.
Untuk fasilitas bengkel kendaraan bermotor, sudah banyak bengkel yang ada di kecamatan ini yaitu sebanyak 74 bengkel sepeda motor dan 48 bengkel mobil.
Disamping itu, di Kecamatan Medan Selayang ini terdapat juga beberapa sekolah negeri maupun swasta. Tercatat ada sejumlah fasilitas pendidikan di kecamatan ini yaitu 12 TKswasta, 8 SD Negeri dan 24 SD swasta, 1 SLTP Negeri dan 12 SLTP swasta, 5 SLTA Negeri serta 1 SMK Negeri.
Fasilitas kesehatan yang ada di Kecamatan Medan Selayang dapat dikatakan masih sedikit dan belum merata di tiap kelurahannya. Tercatat bahwa hanya di kelurahan PB Selayang 11 terdapat puskesmas.
Sarana ibadah dan lapangan olahraga di Kecamatan Medan Selayang hampir di setiap kelurahan ada untuk tiap-tiap agama (BPS Kecamatan Medan Selayang, 2016).
4.3 Karakteristik Responden
Dengan kuesioner yang telah disebarkan oleh penulis, maka jawaban dari responden dapat memberikan informasi terhadap kondisi usaha mikro dan kecil yang ada di Kecamatan Medan Selayang.
4.3.1 Jenis Kelamin
Berikut merupakan data 50 orang pengusaha mikro dan kecil yang menjadi responden berdasarkan jenis kelamin.
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah (orang) Persentase(%)
1 Laki-Laki 20 40
2 Perempuan 30 60
Total 50 100
Sumber: diolah dari data primer, 2017
Berdasarkan data pada tabel tersebut terdapat jumlah responden perempuan lebih besar dibandingkan dengan responden laki-laki, yakni terdiri atas 30 orang berjenis kelamin perempuan atau sebesar 60% dari keseluruhan responden dan 20 orang berjenis kelamin laki-laki atau sebesar 40% dari total keseluruhan responden. Hal ini menggambarkan bahwa permintaan kredit di Kecamatan Medan Selayang didominasi oleh perempuan.
4.3.2 Umur
Tabel 4.4 berisi data responden berdasarkan umur, sebagai berikut:
Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Umur
No Umur (tahun) Jumlah (orang) Persentase (%)
1 20-30 9 18
2 31-40 13 26
3 41-50 19 38
4 51-60 5 10
5 >60 4 8
Total 50 100
Sumber: diolah dari data primer, 2017
Umur responden antara 20-30 tahun sebanyak 9 orang atau 18% dari total keseluruhan responden, antara 31-40 tahun sebanyak 13 orang atau 26%, umur responden antara 41-50 tahun sebanyak 19 orang atau 38% dari total keseluruhan responden, antara 51-60 tahun sebanyak 5 orang atau 10%, dan umur di atas 60 tahun sebanyak 4 orang atau 8% dari total keseluruhan responden, dimana hal ini menunjukkan bahwa permintaan kredit di Kecamatan Medan Selayang didominasi oleh kelompok umur yang sudah tergolong dewasa, dan kelompok yang paling kecil adalah kelompok yang tegolong sudah tua yang tentunya sudah dianggap tidak telalu membutuhkan pinjaman kredit.
4.3.3 Status Perkawinan
Sebagian besar pengusaha mikro dan kecil di Kecamatan Medan Selayang sudah berstatus kawin atau berumah tangga, yakni sebanyak 46 atau 92% dari total keseluruhan responden, dan sebanyak 4 orang atau sebesar 8% dari jumlah
keseluruhan responden belum kawin atau belum menikah. Oleh karena itu sebagaimana akan dilihat pada tabel 4.5
Tabel 4.5
Karakteristik Responden Berdasarkan Status Perkawinan No Status Perkawinan Jumlah (orang) Persentase(%)
1 Kawin 46 92
2 Belum Kawin 4 8
Total 50 100
Sumber: diolah dari data primer, 2017
Berdasarkan data pada tabel tersebut, dapat disimpulkan status perkawinan responden lebih dominan kawin, namun perbedaan tersebut tidak memberi pengaruh yang besar terhadap perekonomian, walaupun dengan status yang berbeda, masih memiliki peluang yang sama dalam kebebasan membuka usaha sesuai dengan minat dan kemampuan mereka.
4.3.4 Tingkat Pendidikan
Pendidikan bisa menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi kemajuan suatu usaha dan daya tahan para pengusaha dalam menghadapi tantangan dan persaingan dalam dunia usaha. Namun, hal tersebut bukan merupakan suatu kepastian. Meskipun lamanya pendidikan tidak menjamin adanya kemajuan usaha yang lebih tinggi dibandingkan pengusaha yang berpendidikan lebih rendah, namun pendidikan bisa memperluas wawasan pengusaha untuk terus mengembangkan usahanya secara efektif dan efisien. Berikut merupakan tabel data responden berdasarkan tingkat pendidikan.
Tabel 4.6
Karakteristik Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat Pendidikan Jumlah (orang) Persentase (%)
1 SD 1 2
Sumber: diolah dari data primer, 2017
Tabel diatas menunjukkan pengusaha yang menjadi responden didominasi oleh pengusaha yang berpendidikan SMA/SMK, yaitu berjumlah 27 orang atau sebesar 54% dari jumlah keseluruhan responden, yang berarti mayoritas permintaan kredit pengusaha mikro dan kecil ialah yang berpendidikan SMA/SMK, kemudian disusul pengusaha mikro dan kecil yang berpendidikan akhir Strata 1 yaitu berjumlah 13 orang atau sebesar 26% dari keseluruhan responden, kemudian berikutnya tingkat pendidikan akhir Diploma yaitu berjumlah 7 orang atau sebesar 14%, dan selanjutnya responden yang berpendidikan akhir SMP berjumlah 2 orang atau sebesar 4% dan terakhir responden yang berpendidikan SD, merupakan tingkat pendidikan dengan jumlah responden paling sedikit yaitu berjumlah 1 orang atau sebesar 2% dari jumlah keseluruhan responden. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengusaha mikro dan kecil yang menjadi responden lebih memilih untuk langsung menjadi pengusaha dan/atau membuka usaha setelah tamat SMA/SMK daripada melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini sangat mungkin terjadi dikarenakan faktor kurangnya biaya dan tidak adanya keinginan untuk melanjutkan pendidikan atau karena hal lainnya, dengan anggapan bahwa semakin
cepat membuka usaha maka akan semakin cepat menghasilkan uang tanpa harus menghabiskan biaya dan waktu untuk pendidikan.
4.3.5 Lama Usaha
Tabel 4.7 berisi data responden berdasarkan lama usaha, sebagai berikut:
Tabel 4.7
Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Usaha
No Lama Usaha (tahun) Jumlah (orang) Persentase (%)
1 <1 4 8
2 1-3 14 28
3 3,1-5 3 6
4 5,1-10 16 32
5 >10 13 26
Total 50 100
Sumber: diolah dari data primer, 2017
Berdasarkan data pada tabel tersebut diperoleh lama usaha yang dimiliki oleh pengusaha mikro dan kecil di Kecamatan Medan Selayang yang tertinggi adalah 5,1-10 tahun yaitu berjumlah 16 orang atau 32%dari total keseluruhan responden, kemudian lamanya usaha 1-3 tahun berjumlah 14 orang atau 28% dari keseluruhan responden, lamanya usaha mikro dan kecil lebih dari 10 tahun berjumlah 13 orang atau 26% dari keseluruhan responden, lamanya usaha kurang dari 1 tahun berjumlah 4 orang atau 8%, dan lama usaha mikro dan kecil 3,1-5 tahun berjumlah 3 orang atau 6% dari keseluruhan responden.
4.3.6 Jumlah Pekerja
Berikut merupakan penyajian data pengusaha mikro dan kecil yang menjadi responden penelitian berdasarkan kategori jumlah pekerja.
Tabel 4.8
Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Pekerja No Pekerja (orang) Jumlah (orang) Persentase (%)
1 1-2 45 90
2 3-5 5 10
3 6-10 0 0
4 10-20 0 0
5 >20 0 0
Total 50 100
Sumber: diolah dari data primer, 2017
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden menggunakan tenaga kerja 1-2 orang yaitu berjumlah 45 orang atau 90% dari total keseluruhan responden, kemudian penggunaan tenaga kerja antara 3-5 orang berjumlah 5 orang atau 10% dari keseluruhan responden, hal ini menggambarkan bahwa para pengusaha mikro dan kecil tidak terlalu membutuhkan karyawan yg banyak, seperti lebih dari 5 orang karyawan atau disebabkan juga karena tingginya biaya tenaga kerja. Berdasarkan klasifikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) dengan jumlah karyawan lebih dari 20 orang dapat digolongkan pada usaha menengah.
Sehingga tenaga kerja para pengusaha mikro dan kecil di Kecamatan Medan Selayang didominasi 1-5 orang pekerja.
4.3.7 Pendapatan Sebelum Menerima Kredit (Modal Sendiri)
Tabel 4.9 berisi data responden berdasarkan pendapatan setelah menerima kredit, sebagai berikut:
Tabel 4.9
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Sebelum Menerima Kredit (Modal Sendiri)
No
Pendapatan Sebelum Menerima Kredit
(per bulan) Jumlah (orang) Persentase (%)
1 Rp<1.000.000 5 10
2 Rp1.000.000-Rp3.000.000 26 52
3 Rp3.000.001-Rp5.000.000 6 12
4 Rp5.000.001-Rp10.000.000 10 20
5 Rp>10.000.000 3 6
Total 50 100
Sumber: diolah dari data primer, 2017
Berdasarkan data yang terdapat di tabel, maka dapat diketahui bahwa pendapatan pengusaha mikro dan kecil sebelum menerima kredit sebesar Rp1.000.000-Rp3.000.000 per bulan merupakan pendapatan responden yang paling banyak, yaitu berjumlah 26 orang atau sebesar 52% dari total keseluruhan responden, kemudian pendapatan sebelum menerima kredit sebesar Rp5.000.001 Rp10.000.000 per bulan sebanyak 10 orang atau 20%, selanjutnya pendapatan responden sebelum menerima kredit sebesar Rp3.000.001-Rp5.000.000 per bulan sebanyak 6 orang atau 12%, kemudian pendapatan terkecil sebelum menerima kredit kurang dari Rp1.000.000 per bulan sebanyak 10%, dan sebagian kecil hanya 6% dari total keseluruhan responden dengan pendapatan per bulan lebih dari Rp10.000.000.
4.3.8 Pendapatan Setelah Menerima Kredit
Tabel 4.10 berisi data responden berdasarkan pendapatan setelah menerima kredit, sebagai berikut:
Tabel 4.10
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Setelah Menerima Kredit
No
Pendapatan Setelah Menerima Kredit
(per bulan) Jumlah (orang) Persentase (%)
1 Rp1.000.000-Rp3.000.000 16 32
2 Rp3.000.001-Rp5.000.000 9 18
3 Rp5.000.001-Rp10.000.000 18 36
4 Rp>10.000.000 7 14
Total 50 100
Sumber: diolah dari data primer, 2017
Berdasarkan data yang terdapat di tabel, maka dapat diketahui bahwa seluruh pengusaha mikro dan kecil yang diteliti merupakan usaha yang dikategorikan usaha mikro dan kecil, dimana pendapatan responden setelah menerima kredit sebesar Rp5.000.001-Rp10.000.000 per bulan sebanyak 18 orang atau sebesar 36% dari total keseluruhan responden, kemudian pendapatan responden sebesar Rp1.000.000-Rp3.000.000 per bulan sebanyak 16 orang atau 32%, selanjutnya pendapatan responden sebesar Rp3.000.001-Rp5.000.000 per bulan sebanyak 9 orang atau 18%, dan pendapatan lebih dari Rp10.000.000 per bulan merupakan pendapatan yang paling banyak didapat oleh pengusaha mikro dan kecil dengan responden yang paling sedikit yaitu hanya 7 orang atau sebesar 14% dari total keseluruhan responden.
4.3.9 Jumlah Kredit yang Diterima Untuk Modal Usaha
Jumlah kredit yang diterima memiliki pengaruh terhadap perkembangan suatu usaha. Tiap-tiap responden pada penelitian ini memiliki jumlah pinjaman yang berbeda-beda yang diyakini mempengaruhi kemajuan usaha mereka. Data responden berdasarkan jumlah kredit yang diterima dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.11
Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Kredit yang Diterima Untuk Modal Usaha
No Jumlah Kredit yang Diterima Jumlah (orang) Persentase (%)
1 Rp1.000.000-Rp3.000.000 3 6
2 Rp3.000.001-Rp5.000.000 4 8
3 Rp5.000.001-Rp10.000.000 10 20
4 Rp>10.000.000 33 66
Total 50 100
Sumber: diolah dari data primer, 2017
Dalam pinjaman kredit yang diajukan terhadap bank, pihak bank tidak menggunakan indikator dalam menentukan berapa jumlah kredit yang diberikan kepada pengusaha mikro dan kecil di Kecamatan Medan Selayang, peneliti hanya melakukan survei atau wawancara, sehingga tidak bisa menjelaskan mengapa pengusaha mikro dan kecil mendapatkan pinjaman kredit dengan jumlah yang berbeda-beda. Jadi, Berdasarkan data yang terdapat di tabel, maka dapat diketahui bahwa jumlah pinjaman kredit yang paling banyak diterima oleh para pengusaha mikro dan kecil adalah lebih dari Rp10.000.000 yaitu berjumlah 33 orang atau 66% dari total keseluruhan responden, tentu ini jumlah yang tergolong besar
dalam mengembangkan suatu usaha, kemudian jumlah kredit yang diterima sebesar Rp5.000.001-Rp10.000.000 sebanyak 10 orang atau 20% dari keseluruhan responden, selanjutnya jumlah kredit sebesar Rp3.000.001-Rp5.000.000 sebanyak 4 orang atau 8%, dan jumlah kredit yang diterima sebesar Rp1.000.000-Rp3.000.000 dengan jumlah responden yang paling sedikit yaitu 3 orang atau 6%
dari total keseluruhan responden.
4.3.10 Peningkatan Pendapatan
Tiap-tiap responden pada penelitian ini memiliki perubahan pendapatan yang berbeda-beda. Data responden berdasarkan peningkatan pendapatan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.12
Karakteristik Responden Berdasarkan Perubahan Pendapatan No Perubahan Pendapatan Jumlah (orang) Persentase (%)
1 Sangat Meningkat 7 14
2 Meningkat 37 74
3 Tetap 6 12
4 Berkurang 0 0
Total 50 100
Sumber: diolah dari data primer, 2017
Berdasarkan Tabel 4.12 di atas dapat dilihat bahwa pendapatan pengusaha mikro dan kecil yang paling meningkat sebanyak 7 orang atau sebesar 14%, kemudian perubahan pendapatan meningkat berjumlah 37 orang atau sebesar 74%
dari total keseluruhan responden, dan memiliki perubahan pendapatan tetap sama yaitu sebanyak 6 orang atau sebesar 12%.
4.3.11 Hambatan Perkembangan Usah
Data responden berdasarkan kendala perkembangan usaha dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.13
Karakteristik Responden Berdasarkan Kendala Perkembangan Usaha No Kendala Perkembangan Usaha Jumlah (orang) Persentase (%)
1 Kemampuan akses pasar/pemasaran 17 34
2 Tenaga Kerja 4 8
3 Lokasi 11 22
4 Manajemen Keuangan 6 12
5 Lainnya 12 24
Total 50 100
Sumber: diolah dari data primer, 2017
Dari tabel 4.13, diketahui bahwa kemampuan akses pasar/pemasaran merupakan kendala yang menghambat perkembangan pengusaha mikro dan kecil dengan jumlah responden yang paling banyak yaitu 17 orang atau sebesar 34%
dari total keseluruhan responden, kemudian kendala lainnya seperti cuaca (5 orang) ,waktu (1 orang), dan 6 orang menyebutkan tidak ada kendala yang menghambat perkembangan usaha mereka, jadi dapat disimpulkan bahwa kendala lainnya berjumlah 12 orang atau sebesar 24% dari total keseluruhan responden, selanjutnya lokasi merupakan kendala perkembangan pengusaha mikro dan kecil dengan jumlah 11 orang atau sebesar 22% dari total keseluruhan responden, kemudian manajemen keuangan berjumlah 6 orang atau sebesar 12%, dan terakhir tenaga kerja merupakan kendala yang menghambat perkembangan pengusaha mikro dan kecil dengan jumlah 4 orang atau sebesar 8% dari total keseluruhan
4.3.12 Pemanfaatan Kredit
Berikut merupakan penyajian data pengusaha mikro dan kecil yang menjadi responden penelitian berdasarkan kategori pemanfaatan kredit.
Tabel 4.14
Karakteristik Responden Berdasarkan Pemanfaatan Kredit No Pemanfaatan Kredit (%) Jumlah (orang) Pesentase (%)
1 <10 0 0
2 11-30 9 18
3 31-61 10 20
4 61-90 10 20
5 100 21 42
Total 50 100
Sumber: diolah dari data primer, 2017
Dari tabel 4.14 di atas, diketahui bahwa modal yang digunakan oleh pengusaha mikro dan kecil dari pinjaman ke bank didominasi oleh pemanfaatan kredit sebanyak 100% yaitu berjumlah 21 orang atau 42% dari total keseluruhan responden, kemudian ada dua pemanfaatan kredit yang sama yaitu 31%-61% dan 61%-90% berjumlah 10 orang atau 20% dari keseluruhan responden, dan penggunaan kredit sebanyak 11%-30% berjumlah 9 orang atau 18%. Dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan kredit untuk pengembangan usaha yang paling banyak digunakan oleh pengusaha mikro dan kecil di Kecamatan Medan Selayang yaitu dengan pemanfaatan sebesar 100%.
4.3.13 Kegunaan Pemberian Kredit
Permintaan kredit dari pengusaha mikro dan kecil mengalami peningkatan.
Para pengusaha mikro dan kecil pada umumnya banyak meminjam kredit dengan berbagai alasan seperti: untuk pengembangan usaha atau modal usaha, untuk bayar uang sekolah anak, dan untuk keperluan rumah tangga. Hal Ini dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.15
Karakteristik Responden Berdasarkan Kegunaan Pemberian Kredit No Kegunaan Pemberian Kredit Jumlah
(orang) Persentase (%)
1 Untuk Pengembangan Usaha 35 70
2 Untuk Keperluan Rumah Tangga 10 20
3 Untuk Bayar Uang Sekolah Anak 5 10
Total 50 100
Sumber: diolah dari data primer
Berdasarkan data yang terdapat di tabel 4.15, dapat diketahui bahwa permintaan kredit diberikan oleh bank kepada pengusaha mikro dan kecil di Kecamatan Medan Selayang, yang paling banyak digunakan untuk pengembangan usaha atau modal usaha, yaitu berjumlah 35 orang atau 70% dari total keseluruhan responden, kemudian penggunaan pemberian kredit yang diberikan untuk keperluan rumah tangga sebanyak 10 orang atau 20%, selanjutnya penggunaan kredit untuk bayar uang sekolah anak sebanyak 5 orang atau 10% dari total keseluruhan responden, ini terjadi karena memang untuk membuka usaha butuh dana atau modal yang besar sehingga untuk kategori ini terdapat 70% yang menggunakan pinjaman kredit.
4.3.14 Jenis Usaha
Jenis usaha yang diteliti sangat beragam dengan jumlah 22 jenis usaha, peneliti memilih secara acak tidak ada unsur kesengajaan di dalam menentukan jenis usaha yang dijadikan responden. Berikut merupakan tabel data responden berdasarkan jenis usaha:
Tabel 4.16
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Usaha
No Jenis Usaha Jumlah (orang) Persentase (%)
1 Usaha Salon 3 6
22 Usaha Percetakan/Fotokopi 2 4
Sumber: diolah dari data primer, 2017
Berdasarkan kuesioner yang sudah diolah, maka dapat dilihat karakteristik responden berdasarkan jenis usaha pada tabel 4.16, didominasi oleh jenis usaha sembako (grosiran), jenis usaha ini memang paling banyak ditemukan di
Kecamatan Medan Selayang dengan jumlah 14 orang atau sebesar 28% dari total keseluruhan, kemudian ada dua jenis usaha mikro dan kecil yang sama jumlah respondennya yaitu jual pulsa dan jualan gorengan dengan jumlah 4 orang atau sebesar 8%, selanjutnya ada dua jenis usaha yang juga sama jumlah respondennya yaitu masing-masing 3 orang, usahanya adalah usaha salon dan usaha kedai sampah (sayur-sayuran) dengan jumlah persentase 6%, kemudian usaha rumah makan, usaha bengkel sepeda motor, usaha toko, jualan gas dan usaha percetakan/
fotokopi masing-masing 2 orang atau sebesar 4%, selanjutnya terdapat 12 orang dengan usahanya adalah usaha warung kopi, usaha warnet, jualan rujak, layanan servis komputer, usaha laundry, usaha jahit, jualan helm, jualan nasi uduk, usaha panglong, toko beras jaya, usaha pangkas, dan jualan galon dengan persentase 2%
dari total keseluruhan.
4.4 Analisis Crosstab
Analisis Crosstab digunakan untuk melihat tabulasi silang hubungan beberapa variabel dalam penelitian.
4.4.1 Lama Usaha dan Pendapatan Setelah Menerima Kredit
Tabel 4.17 dibawah ini merupakan tabulasi silang antara lama usaha dan pendapatan setelah menerima kredit berdasarkan hasil kuesioner yang telah diolah seperti berikut ini:
Tabel 4.17
Crosstab Lama Usaha dan Pendapatan Setelah Menerima Kredit Lama
Usaha (tahun)
Pendapatan Setelah Menerima Kredit (dalam Rupiah)
Total
Sumber: diolah dari data primer, 2017
Berdasarkan data hasil output SPSS 20 pada tabel 4.17 diatas, didominasi oleh responden yang lama usahanya 5,1-10 tahun, yaitu berjumlah 16 orang responden dengan rincian pengusaha mikro dan kecil yang memperoleh pendapatan Rp1.000.000-Rp3.000.000 per bulan yaitu 3 orang, kemudian yang berpendapatan Rp3.000.001-Rp5.000.000 per bulan sebanyak 5 orang, selanjutnya yang memperoleh pendapatan Rp5.000.001-Rp10.000.000 per bulan sebanyak 6 orang, dan yang memperoleh pendapatan lebih dari Rp10.000.000 per bulan yaitu 2 orang.
Usaha yang dimulai dari 1-3 tahun berjumlah 14 orang responden dengan rincian yang memperoleh pendapatan Rp1.000.000-Rp3.000.000 per bulanyaitu 5 orang, kemudian pengusaha mikro dan kecil yang berpendapatan Rp3.000.001-Rp5.000.000 per bulan sebanyak 3 orang, yang memperoleh pendapatan Rp5.000.001-Rp10.000.000 per bulan sebanyak 5 orang, selanjutnya yang memperoleh pendapatan lebih dari Rp10.000.000 per bulan sebanyak 1 orang.
Lama usahanya diatas 10 tahun berjumlah 13 orang responden dengan rincian pengusaha mikro dan kecil yang memperoleh pendapatan Rp1.000.000-Rp3.000.000 per bulan yaitu 5 orang, selanjutnya yang memperoleh pendapatan Rp5.000.001-Rp10.000.000 per bulan sebanyak 4 orang, dan yang memperoleh pendapatan lebih dari Rp10.000.000 per bulan sebanyak 4 orang.
Lama usahanya responden kurang dari 1 tahun berjumlah 4 orang responden dan memiliki pendapatan yang sama antara Rp1.000.000-Rp3.000.000 per bulan sebanyak 1 orang, selanjutnya yang memperoleh pendapatan Rp5.000.001-Rp10.000.000 sebanyak 3 orang, karena usahanya masih baru jadi pengusaha mikro dan kecil baru mendapat pinjaman usaha yang tergolong sedikit.
Selanjutnya lama usahanya 3,1-5 tahun, untuk pendapatan Rp1.000.000-Rp3.000.000 per bulan yaitu 2 orang, dan yang memiliki pendapatan Rp3.000.001-Rp5.000.000 per bulan sebanyak 1 orang.
4.4.2 Jenis Usaha dan Pendapatan Setelah Menerima Kredit
Tabel 4.18 dibawah merupakan tabulasi silang antara jenis usaha dan pendapatan setelah menerima kredit berdasarkan hasil kuesioner yang telah diolah seperti berikut ini:
Tabel 4.18
Crosstab Jenis Usaha dan Pendapatan Setelah Menerima Kredit Jenis Usah
Pendapatan Setelah Menerima Kredit
(dalam Rupiah) Total
Sumber: diolah dari data primer, 2017
Dari tabel 4.18 diatas dapat dilihat 7 jenis usaha responden yang memperoleh pendapatan lebih dari Rp10.000.000 per bulan yaitu usaha seperti rumah makan, jualan gas, jualan nasi uduk, usaha laundry, jualan pulsa, jualan sembako (grosiran), dan jualan kedai sampah (sayur-sayuran) dengan jumlah responden yang sama yaitu sebanyak 1 orang.
Kemudian sebanyak 18 jenis usaha yang berpendapatan Rp5.000.001-Rp10.000.000 per bulan dan yang paling banyak diantara jenis usaha pada