• Tidak ada hasil yang ditemukan

Metode Analisis Data

Dalam dokumen OLEH : METIA N SITUMEANG (Halaman 31-67)

BAB 4 METODE PENELITIAN

4.5. Metode Analisis Data

Jenis analisis data yang dilakukan adalah : a. Analisis Univariat

Analisa univariat digunakan untuk mendeskripsikan masing-masing variabel, yaitu variabel independen (penggunaan kontrasepsi) maupun variabel dependen (usia menopause). Analisis ini berupa distribusi frekuensi dan persentase dari setiap variabel.

b. Analisa Bivariat

Digunakan untuk menjelaskan hipotesis hubungan antara variabel independen (penggunaan kontrasepsi) dengan variabel dependen (usia menopause) melalui uji statistik dengan menggunakan uji Chi Square dengan nilai p ≤ 0,05 untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara riwayat penggunaan kontrasepsi dengan usia menopause dan untuk mengetahui hubungan tersebut signifikan atau tidak.

4.6. Definisi Operasional

Tabel 4.1. Definisi Operasional Penelitian

Variabel Defenisi Cara ukur Alat ukur Hasil ukur Skala ukur

Variabel Defenisi Cara ukur Alat ukur Hasil ukur Skala ukur

BAB 5

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

5.1. Hasil Penelitian

5.1.1. Deskripsi Lokasi Penelitian

Pengambilan data penelitian ini dilakukan di Posyandu Lansia Kelompok Monalisa Kelurahan Siti Rejo III, Kecamatan Medan Amplas.

5.1.2. Karakteristik Responden

Pada penelitian ini, karakteristik responden merupakan semua wanita menopause usia 45-60 tahun yang berjumlah 75 orang di Posyandu Lansia Kelompok Monalisa di Kelurahan Siti Rejo III, Kecamatan Medan Amplas.

1. Umur

Adapun distribusi frekuensi umur responden dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5.1. Distribusi Frekuensi Umur Responden

NO Umur Jumlah (orang) Persentase (%)

Dari tabel 5.1. diketahui bahwa sebagian besar umur responden berumur 60 tahun, yaitu sebanyak 25 orang (33,3%) dan yang paling sedikit ada 3, yaitu berumur 46 tahun (1,3%), 50 tahun (1,3%) dan 52 tahun (1,3%).

1. Pendidikan Terakhir

Adapun distribusi frekuensi tingkat pendidikan responden dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5.2. Distribusi Frekuensi Tingkat Pendidikan Responden NO Tingkat Pendidikan Jumlah (orang) Persentase (%)

Dari tabel 5.2. diketahui bahwa sebagian besar tingkat pendidikan

responden adalah SLTA/sederajat sebanyak 29 orang (38,7%) dan yang paling sedikit adalah Sarjana sebanyak 2 orang (2,7%).

2. Pekerjaan

Adapun distribusi frekuensi pekerjaan responden dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5.3. Distribusi Frekuensi Pekerjaan Responden

NO Pekerjaan Jumlah (orang) Persentase (%)

Dari tabel 5.3. diketahui bahwa sebagian besar responden tidak bekerja yaitu sebanyak 36 orang (48,0%) dan yang paling sedikit yaitu bekerja sebagai PNS 13 orang (17,3%).

5.1.3. Hasil Analisis Data 1. Analisis Univariat

a. Penggunaan Kontrasepsi

Tabel 5.4. Distribusi Frekuensi Penggunaan Kontrasepsi di Posyandu Lansia Kelompok Monalisa Kelurahan Siti Rejo III, Kecamatan Medan

Amplas.

NO Pemakaian Kontrasepsi Jumlah (orang) Persentase (%) 1. Hormonal 42 56,0

2. Non-hormonal 33 44,0 Total 75 100

Berdasarkan tabel 5.4. diperoleh data mengenai penggunaan kontrasepsi pada wanita menopause di Posyandu Lansia Kelompok Monalisa Kelurahan Siti Rejo III, Kecamatan Medan Amplas, bahwa sebanyak 42 orang (56,0%) responden memakai metode kontrasepsi hormonal dan sebanyak 33 orang (44,0%) responden yang memakai metode kontrasepsi non hormonal.

b. Lama Penggunaan Berdasarkan Jenis Kontrasepsi

Tabel 5.5. Distribusi Frekuensi Lama Penggunaan Berdasarkan Jenis Kontrasepsi di Posyandu Lansia Kelompok Monalisa Kelurahan Siti

Rejo III, Kecamatan Medan Amplas.

Berdasarkan tabel 5.5. diperoleh data mengenai lama penggunaan berdasarkan jenis kontrasepsi pada wanita menopause di Posyandu Lansia Kelompok Monalisa Kelurahan Siti Rejo III, Kecamatan Medan Amplas, bahwa penggunaan kontrasepsi yang paling lama yaitu 8 tahun dan jenis kontrasepsi yang digunakan adalah hormonal, yakni sebanyak 1 orang (1,3%) dan yang paling cepat adalah 1 tahun dan jenis kontrasepsi yang digunakan adalah hormonal dengan jumlah responden 3 orang (4,0%).

c. Usia Menopause

Tabel 5.6. Distribusi Frekuensi Usia Menopause di Posyandu Lansia Kelompok Monalisa Kelurahan Siti Rejo III, Kecamatan Medan Amplas.

NO Umur Jumlah (orang) Persentase (%)

Berdasarkan tabel 5.6. dapat dilihat bahwa usia menopause yang paling cepat Pada wanita di Posyandu Lansia Kelompok Monalisa di Kelurahan Siti Rejo III, Kecamatan Medan Amplas, yaitu usia 43 tahun sebanyak 1 orang (1,3%), yang paling lama yaitu usia 56 tahun sebanyak 2 orang (2,7%).

2. Analisis Bivariat

Analisis bivariat pada penelitian ini dilakukan untuk menilai hubungan variabel independen dan variabel dependen dengan menggunakan uji chi square.

Pada penelitian ini terdapat variabel independen yaitu (penggunaan kontrasepsi) dan variabel dependennya (usia menopause). Hasil perhitungan antara penggunaan kontrasepsi dengan usia menopause di Posyandu Lansia Kelompok Monalisa di Kelurahan Siti Rejo III, Kecamatan Medan Amplas dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 5.7. Hubungan antara riwayat penggunaan kontrasepsi dengan Usia Menopause

Jenis Kontrasepsi Usia Menopause

Normal Terlambat Total p value Σ % Σ % Σ %

Hormonal 29 38,7 13 17,3 42 56,0

Non-hormonal 32 42,7 1 1,3 33 44,0 0,000 Total 61 81,4 14 18,6 75 100

Dari tabel 5.7 menunjukan bahwa persentase usia menopause normal pada responden yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal 38,7% lebih sedikit dibandingankan dengan yang menggunakan kontrasepsi non-hormonal yaitu 42,7%. Adapun wanita yang mengalami menopause terlambat yaitu wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal yakni 17,3%, sedangkan wanita yang menggunakan kontrasepsi non-hormonal yaitu 1,3%. Dari hasil analisis untuk melihat hubungan antara riwayat penggunaan kontrasepsi dengan usia menopause menggunakan uji statistik chi-square pada tingkat kepercayaan 95% dan tingkat kesalahan (α) 5% diperoleh nilai p Value 0,000, karena nilai p < 0,05 ini berarti ada hubungan antara riwayat penggunaan kontrasepsi dengan usia menopause.

5.2. Pembahasan

Menopause adalah berhentinya menstruasi yang menetap yang disebabkan karena berhentinya fungsi ovarium, dimulai dengan adanya tanpa perdarahan pervaginam paling sedikit 12 bulan. Menopause adalah masa kehidupan wanita ketika kemampuan poduksinya berhenti. Ovary (kelenjar reproduksi wanita) berhenti berfungsi dan menghasilkan hormon yang lebih sedikit. Menopause dapat dibagi dalam empat jenis yaitu :

a. Menopause Alamiah

Menopause alamiah terjadi secara bertahap, biasanya antara usia empat puluh lima sampai lima puluh tahun. Dalam kebanyakan kasus durasinya bisa mencapai lima sampai sepuluh tahun, meskipun seluruh proses itu kadang-kadang memerlukan waktu tiga belas tahun. Selama itu, menstruasi dapat berhenti selama beberapa bulan dan kemudian kembali, dimana durasi, intensitas, dan alirannya dapat bertambah atau berkurang.

b. Menopause Prematur

Menopause prematur terjadi agak lebih cepat dibanding menopause alamiah. Kira-kira satu di antara seratus wanita menyelesaikan transisi menopause pada usia empat puluh tahun atau lebih muda lagi. Kejadian ini mungkin dipengaruhi oleh adanya penyakit atau pengaruh buruk dari fungsi-fungsi reproduksi yang berkaitan dengan hormon.

c. Menopause Terlambat

Menopause terlambat adalah menopause yang terjadi pada usia 55 tahun ke atas. Salah satu faktor yang memungkinkan seorang wanita akan mengalami keterlambatan menopause adalah apabila memiliki kelebihan berat badan.

Sebagian besar estrogen dibuat didalam endometrium, akan tetapi sejumlah kecil estrogen juga dibuat di bagian tubuh yang lain, termasuk di sel-sel lemak. Apabila seorang wanita mengalami obesitas maka wanita tersebut akan memiliki kadar estrogen yang lebih tinggi dalam seluruh masa hidupnya.

d. Menopause Buatan

Menopause buatan dapat terjadi secara mendadak, disebabkan karena operasi pengangkatan atau gangguan pada fungsi reproduksi (termasuk pengangkatan indung telur atau gangguan pada aliran darah ke indung telur), oleh radiasi atau kemoterapi, atau oleh pemberian obat-obatan tertentu yang dapat mempercepat menopause atau karena alasan-alasan medis. Bahkan pengikatan tuba telah

terbukti dapat menurunkan kadar progesteron selama paling sedikit satu tahun setelah prosedur dijalankan21.

Ada beberapa faktor yang memengaruhi usia menopause wanita, yaitu usia waktu mendapat haid pertama kali (menarche), status pekerjaan, jumlah paritas, merokok, penggunaan alat kontrasepsi hormonal, penyakit.

Penggunaan alat kontrasepsi merupakan salah satu cara dalam mengatur dan mengendalikan kelahiran. Disamping itu penggunaan alat kontrasepsi pada wanita khusunya kontrasepsi hormonal dikatakan akan memasuki usia menopause lebih lama atau lebih tua. Hal ini disebabkan oleh cara kerja alat kontrasepsi yang menekan fungsi indung telur22. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Achie pada tahun 2011, faktor yang terkait dengan siklus ovulasi dinyatakan berhubungan dengan usia saat menopause23. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Larasati dengan metode kualitatif yang menyatakan bahwa ada hubungan antara penggunaan alat kontrasepsi dengan usia menopause24. Penggunaan alat kontrasepsi hormonal selain dapat memperlama datangnya usia menopause tentunya juga dapat menekan gejala yang biasa terjadi pada wanita menopause seperti, resiko osteoporosis, mengurangi kelelahan vasomotorik, meningkatkan kekebalan tulang dan mengurangi angka gejala lainnya yang biasa terjadi pada wanita menopause hingga 10% per tahun25.

Metode kontrasepsi hormonal merupakan salah satu jenis kontrasepsi yang pemakaiannya sangat luas dan meningkat dari waktu ke waktu. Kontrasepsi hormonal berisi kandungan hormon yang memiliki efek termasuk mencengah ovulasi. Kontrasepsi hormonal mengandung kadar hormon yang tinggi, yang akan menghambat lonjakan LH (Luteining Hormon ) secara efektif . Lambat laun hal ini akan memiliki kaitan dengan usia menopause26.

Hasil analisis menggunakan uji Chi-Square pada penelitian ini menunjukan adanya hubungan antara riwayat penggunaan alat kontrasepsi khususnya kontrasepsi hormonal dengan usia menopause. Diasumsikan bahwa penggunaan alat kontrasepsi hormonal berperan dalam menekan fungsi ovarium untuk melakukan ovulasi sehingga dapat memperlambat usia menopause. Pada penelitian ini ditemukan adanya hubungan antara penggunaan alat kontrasepsi hormonal dengan usia menopause ( p=0,000).

Pada penelitian ini, dilakukan pengambilan data dengan diperoleh secara langsung dari responden dengan melakukan wawancara dan membagikan kuisioner yang telah dipersiapkan terlebih dahulu kepada responden, untuk memperoleh data tentang usia menopause, riwayat jenis kontrasepsi yang digunakan, dan lama penggunaan kontrasepsi untuk mengetahui pengaruh riwayat penggunaan kontrasepsi terhadap usia menopause. Karakteristik responden pada penelitian ini memiliki perbedaan yaitu antara usia, tingkat pendidikan dan pekerjaan. Usia responden pada penelitian ini telah ditentukan yaitu mulai dari 45-60 tahun, sedangkan tingkat pendidikan responden juga bervariasi mulai dari tingkat pendidikan Sekolah Dasar sampai tingkat Sarjana, sama halnya dengan pekerjaan setiap responden juga cukup bervariasi.

Meskipun pada penelitian ini ditemukan adanya hubungan antara riwayat penggunaan alat kontrasepsi khususnya kontrasepsi hormonal dengan usia menopause, dimana penggunaan alat kontrasepsi hormonal dapat menjadi faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya perlambatan usia menopause, namun sebaiknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai riwayat penggunaan alat kontrasepsi hormonal dengan usia menopause sehingga dapat ditemukan hasil yang lebih baik dalam hal penelitian.

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

1. Gambaran usia menopause pada responden penelitian yaitu dimulai dari usia 43-56 tahun dan yang paling banyak adalah usia 52 tahun yaitu 11 orang (14,7%).

2. Riwayat jenis kontrasepsi yang digunakan oleh responden penelitian ada 2 jenis, yaitu hormonal dan non-hormonal. Responden yang menggunakan kontrasepsi hormonal yaitu 42 orang (56,0%), sedangkan responden yang menggunakan kontrasepsi non-hormonal sebanyak 33 orang (44,0%).

3. Riwayat lama penggunaan kontrasepsi pada responden penelitian, yaitu yang paling lama adalah 8 tahun sebanyak 1 orang (1,3%) dan yang paling cepat adalah 1 tahun dengan jumlah responden 3 orang (4,0%).

4. Adanya hubungan antara riwayat penggunaan kontrasepsi khususnya kontrasepsi hormonal dengan usia menopause, dimana penggunaan alat kontrasepsi hormonal berperan dalam menekan fungsi ovarium untuk melakukan ovulasi sehingga dapat memperlambat usia menopause baik dianalisis dengan uji Chi Square ( p=0,000).

6.2. Saran

1. Bagi Masyarakat dan Pelajar

Bagi masyarakat khususnya bagi pelajar dengan mengetahui bahwa adanya hubungan antara riwayat penggunaan alat kontrasepsi khususnya kontrasepsi hormonal dengan usia menopause yang artinya penggunaan alat kontrasepsi hormonal dapat menjadi faktor resiko terjadinya perlambatan usia menopause, maka oleh karena itu diperlukan adanya edukasi bagi masyarakat khususnya pelajar mengenai hal tersebut.

2. Bagi Tenaga Kesehatan

Dengan mengetahui adanya hubungan antara riwayat penggunaan alat kontrasepsi dengan usia menopause disarankan agar tenaga kesehatan dapat memberikan edukasi kepada masyarakat tentang manfaat dari alat kontrasepsi, khususnya kontrasepsi hormonal yang bermanfaat selain untuk menunda kehamilan tetapi juga dapat mencegah terjadinya menopause dini sehingga dapat menghindari gejala atau penyakit yang sering dialami wanita menopause. Bagi pihak posyandu lansia agar lebih ditingkatkan sosialisasi tentang faktor yang berhubungan dengan usia menopause, baik melalui konseling ataupun penyuluhan.

3. Bagi Penelitian

Diharapkan untuk penelitian berikutnya, sebaiknya lebih banyak lagi dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai hubungan antara riwayat penggunaan alat kontrasepsi dengan usia menopause dikarenakan penelitian tentang hal ini masih sedikit dilakukan padahal penggunaan alat kontrasepsi khususnya kontrasepsi hormonal sangat banyak digunakan di masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

1. Fitriyani. Hubungan penggunaan kontrasepsi pil terhadap usia menopause di Kota Depok tahun 2012. Universitas Indonesia.2013; h.11-47

2. Sinclair C. Buku Saku Kebidanan. Cetaka Pertama. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2009; h. 704-723

3. Kapitanhitu N. Faktor yang berhubungan dengan kejadian menopause di posyandu lansia puskesmas Rajali Kota Ambon Tahun 2014; h. 2

4. Safitri A. Beberapa faktor yang mempengaruhi menopause pada wanita di Kelurahan Titi Papan Kota Medan Tahun 2009; h. 3-6

5. Mutiara E. Karakteristik Dan Kebutuhan Penduduk Lanjut Usia Di Kota Medan PSLK Universitas Sumatera Utara. 16-18 Desember 2011; h. 2

6. Northrup C. Bijak di Saat Menopause. Cetakan Pertama, Penerbit Q-Press, Bandung. 2006; h. 13

7. Kasdu D. Kiat Sehat dan Bahagia di Usia Menopause. Cetakan Pertama, Penerbit Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara, Jakarta. 2002

8. Yatim F. Haid Tidak Wajar dan Menopause. Edisi Pertama. Penerbit Pustaka Populer Obor, Jakarta. 2001

9. UU RINo 52 TAHUN 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan.

10. BKKBN,2014. Pelayanan Kontrasepsi.

11. Safira A. Faktor-faktor yang berhubungan dengan usia menopause pada wanita di RW 01 Kelurahan Utan Kayu Utara, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta Tahun 2015. 29 September 2015; h. 8-21

12. Sulistyaningrum RC. Hubungan pemakaian kontrasepsi hormonal dengan keluhan perimenopause di Kelurahan SalatigaKecamatan Sidorejo Salatiga.

Universitas Negeri Semarang. 2009;h. 21-22

13. Winkjosastro H, Sarifuddin BA, Rachimhadhi T. Ilmu Kandungan.Cetakan Ketiga. Penerbit Yayasan Bina Pustaka Sarwono, Jakarta. 1999; h. 534-556 14. Medforth J, Battersby S, Evans M, Marsh B, Walker A. Kebidanan oxford.

Edisi Pertama. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2011; h. 503-532

15. Mochamad A, Ali B, R. Prajitno P. Ilmu kandungan. Edisi ketiga.

PenerbitYayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta. 2011; h. 451-452

16. Kaczmarek, Maria. The timing of natural menopause in polan and associated factors. Maturitas 57 (2007); h. 139-153.

17. Waylen, Al, dkk. Effect of cigarette smoking upon reproductive hormones in women of reproductive age: a retrospective analysis. Reproduktive BioMedicine Online (2010); h. 861-865.

18. Schoenaker, Danielle AJM, dkk. Socioeconomic position, lifestyle factors and age at natural menopause: a systematic review and meta-analyses of studies across six continents.International Journal of Epidemiologi, 2014.

19. Manuaba CAI. Ilmu kebidanan, penyakit kandungan, dan KB. Edisi Pertama.

Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2010; h. 597-598

20. Notoatmodjo S. Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi Cetakan Kedua. Penerbit Rineka Cipta, Jakarta. Nopember 2012; h. 37-43

21. Baziad, Ali. Menopause dan Andropause. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawihardjo, 2003

22. Sibagariang, Eva Elya dkk. Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta : CV.

Trans Info Media, 2010

23. Achie, L.N. dkk., Age at Natural Menopause Among Nigerian Women in zaria Nigeria . Asian journal Of Medical Scients 2011 3(8): 15

24. Larasati, Tika. Kualitas Hidup pada Wanita yang Sudah Memasuki Masa Menopause. Jurnal Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma, 2009; vol 1 No.1 : 15-17

25. Eka Chandra herlina. hubungan kontrasepsi hormonal dengn densitas mineral tulang pada wanita menopause dan pasca menopause. Universitas diponegoro, semarang, 2000. Hal 6

26. Gold, E. B., Bombenger, J., Crawford, S., Samuels, S., Grendale, G. A.,H. D., Sioban, S., Joan. Factors associated with age atnatural menopause in multiethnic sample of midlife women, Amrican Journal of Epidemiology, (2001) vol. 153

LAMPIRAN 1

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama Lengkap : Metia N Situmeang Jenis Kelamin : Perempuan

Tempat, TanggalLahir : Medan, 23 Agustus 1995 Warga Negara : Indonesia

Status : Belum menikah

Agama : Kristen Protestan

Alamat : Jl. Jamin Ginting, Gg. Juhar, No. 6,Medan Nomor Handphone : 082364110223

Email : [email protected]

RiwayatPendidikan :

1. SD Negeri No. 155697 Pasaribu Tobing 2, Sorkam Barat, Tapanuli Tengah Tahun 2001-2007

2. SMP Negeri 1 Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah Tahun 2007-2010

3. SMA Negeri 1 Sorkam Barat Tahun 2010-2013

4. Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, Program Studi Pendidikan Dokter Tahun 2013-sekarang

Riwayat Pelatihan :

1. Peserta PMB ( Penyambutan Mahasiswa Baru ) FK USU 2013 2. Peserta MMB ( Manajemen Mahasiswa Baru ) FK USU 2013

Riwayat Kepanitiaan :

1. Anggota Retreat Penginjilan USU 2013

2. Anggota Danus Medical Humanity Day FK USU 2014 3. Anggota Bakti Sosial tahun 2015

4. Anggota Danus Bakti Sosial tahun 2016

LAMPIRAN 2

KUESIONER PENELITIAN

Hubungan antara Riwayat Penggunaan Kontrasepsi dengan Usia Menopause di Posyandu Lansia Kelompok Monalisa Kelurahan Siti Rejo III

Kecamatan Medan Amplas

Tanggal wawancara :………

No. Responden :………

Nama Responden :………

Alamat Responden :………

A. Karakteristik Responden

Nama Responden :……….

Umur Responden :……….

Tanggal Lahir :……….

Pendidikan Terakhir Responden :……….

Pekerjaan Responden :……….

B. Daftar Pertanyaan

1. Apakah sekarang ibu sudah tidak mendapatkan haid lagi?

Ya Tidak

2. Sudah berapa lama ibu tidak mendapatkan haid ?

…....tahun

3. Usia terakhir kali haid benar-benar berhenti ?

……tahun

4. Jenis kontrasepsi apa yang terakhir ibu gunakan sebelum berhenti haid (menopause) ?

Hormonal (Pil, Suntik, Implan) Non-hormonal (IUD)

RiwayatPenggunaanKontrasepsiPil

1. Berapa lama ibu menggunakan kontrasep sipil ?

…....bulan

…....tahun

2. Berapa usia ibu pertama kali menggunakan kontrasep sipil?

…..tahun

3. Berapa usia ibu terakhir kali menggunakan kontrasep sipil?

…....tahun

Riwayat Penggunaan Kontrasepsi Suntik

1. Berapa lama ibu menggunakan kontrasepsi suntik ? ..…..bulan

…....tahun

2. Berapa usia ibu pertama kali menggunakan kontrasepsi suntik?

…....tahun

3. Berapa usia ibu terakhir kali menggunakan kontrasepsi suntik?

…....tahun

RiwayatPenggunaanKontrasepsiImplan/KB Susuk

1. Berapa lama ibu menggunakan kontrasepsi Implan/KB Susuk ?

…....bulan

……tahun

2. Berapa usia ibu pertama kali menggunakan kontrasepsi Implan/KB Susuk?

…...tahun

3. Berapa usia ibu terakhir kali menggunakan kontrasepsi Implan/KB Susuk?

…...tahun

RiwayatPenggunaanKontrasepsi IUD/AKDR/ Spiral 1. Berapa lama ibu menggunakan kontrasepsi IUD/AKDR ?

…....bulan

…....tahun

2. Berapa usia ibu pertama kali menggunakan kontrasepsiI UD/AKDR?

…….tahun

3. Berapa usia ibu terakhir kali menggunakan kontrasepsi IUD/AKDR?

…....tahun

LAMPIRAN 3

LEMBAR PENJELASAN

Salam Sejahtera

Ibu-ibu yang terhormat,

Nama saya Metia N Situmeang, sedang menjalani pendidikan Kedokteran di Program S1 ilmu kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara.Saya sedang melakukan penelitian yang berjudul “Hubungan antara Riwayat Penggunaan Kontrasepsi dengan Usia Menopause di Posyandu Lansia Kelompok Monalisa Kelurahan SitiRejo III Kecamatan Medan Amplas”.

Menurut world Heatlh Organization (WHO), menopause adalah pemberhentian siklus menstruasi secara permanen yang disebakan oleh hilangnya aktivitas folikel ovarium yang dinyatakan apabila mengalami amenorrhea (tidak menstruasi) selama 12 bulan.11

Berdasarkan teori kasdu (2002) yang menyatakan pemakaian kontrasepsi khususnya kontrasepsi hormonal pada wanita yang menggunakannya akan lebih lama atau lebih tua memasuki usia menopause. Ha ini dapat terjadi karena cara kerja kontrasepsi yang menekan fungsi indung telur sehingga tidak dapat memprodusi sel telur.7

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara penggunaan kontrasepsi dengan kejadian menopause. Adapun maanfaat penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan dan sumber informasi bagi instansi kesehatan khususnya di Dinas kesehatan kota Medan dalam menyusun dan menentukan kebijakan pembangunan kesehatan terutama dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan pada usia menopause.

Kami akan melakukan wawancara terstruktur kepada ibu mengenai:

a. Data demografi seperti usia, jenis kelamin, suku, pendidikan, pekerjaan.

b. Penggunaan kontrasepsi adalah jenis alat kontrasepsi yang digunakan oleh responden antara lain, pil, suntik, susuk, spiral.

c. Usia menopause yang terbagi dua antara usia menopause normal, jika usia menopause terjadi antara 45-50 tahun, menopause terlambat, jika terjadi pada usia > 53 tahun.

Wawancara akan kami lakukan sekitar 10 menit. Petugas pewawancara adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara bersama peneliti.

Partisipasi ibu bersifat suka rela dan tanpa paksaan dan dapat mengundurkan diri sewaktu-waktu. Setiap data yang ada dalam penelitian ini akan dirahasiakan dan digunakan untuk kepentingan penelitian. Untuk penelitian ini ibu tidak akan dikenakan biaya apapun. Bila ibu membutuhkan penjelasan, maka dapat menghubungi saya:

Nama : Metia N Situmeang

Alamat : Jl. Jamin ginting, Gg. Juhar no. 6 No. Hp : 082364110223

Terimakasih saya ucapkan kepada ibu yang telah ikut berpartisipasi pada penelitian ini. Keikutsertaan ibu dalam penelitian ini akan menyumbangkan sesuatu yang berguna bagi ilmu pengetahuan.

Setelah memahami berbagai hal yang menyangkut penelitian ini diharapkan ibu bersedia mengisi lembar persetujuan yang telah kami persiapkan.

Medan, 2016 Peneliti

(Metia N Situmeang)

LAMPIRAN 4

LEMBAR PERSETUJUAN RESPONDEN (INFORMED CONSENT)

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama :

Umur :

Alamat :

Telp/HP :

Setelah mendapat penjelasan dari peneliti tentang “Hubungan antara Riwayat Penggunaan Kontrasepsi dengan Usia Menopause di Posyandu Lansia Kelompok Monalisa Kelurahan SitiRejo III Kecamatan Medan Amplas”, maka dengan ini saya secara sukarela dan tanpa paksaan menyatakan bersedia ikut serta dalam penelitian tersebut.Dan dapat mengundurkan diri sewaktu-waktu.

Medan, 2016

( )

LAMPIRAN 5

LAMPIRAN 6

LAMPIRAN 7

LAMPIRAN 8

DATA INDUK

nama usia pendidikan pekerjaan kontrasepsi

Lama

sri fatimah 60.00 SLTA/sederajat tidak

suyem 60.00 SLTP/sederajat wiraswasta hormonal 1.00 52.00 rusni 60.00 SLTA/sederajat wiraswasta hormonal 2.00 52.00 sopiah 60.00 SD

tidak

bekerja hormonal 1.00 52.00

maslima 60.00 SLTA/sederajat wiraswasta hormonal 3.00 54.00 ramini 60.00 SD

tidak

bekerja hormonal 1.00 52.00

ponisa 60.00 SD tidak hormonal 3.00 51.00

bekerja

ngatiuem 59.00 SLTP/sederajat wiraswasta

non-hormonal 5.00 48.00

reginem 59.00 SLTA/sederajat wiraswasta hormonal 5.00 55.00 anna 59.00 Diploma wiraswasta

non-hormonal 5.00 45.00

nurhana 59.00 Diploma wiraswasta hormonal 4.00 56.00

dahlia 59.00 Diploma wiraswasta

tetty 56.00 SLTA/sederajat wiraswasta

hasti 56.00 SLTA/sederajat wiraswasta

weni 55.00 SLTP/sederajat wiraswasta hormonal 6.00 53.00

aminah 55.00 Diploma PNS hormonal 3.00 51.00

sry 54.00 SLTA/sederajat wiraswasta

non-hormonal 5.00 45.00

masnida 54.00 SLTP/sederajat wiraswasta hormonal 3.00 50.00 chaminah 54.00 SLTP/sederajat

tidak

bekerja hormonal 8.00 53.00

tuyem 54.00 SLTA/sederajat wiraswasta

non-hormonal 5.00 52.00

yusni 53.00 SLTA/sederajat wiraswasta hormonal 2.00 51.00

wahana 53.00 SLTA/sederajat wiraswasta

haniah 53.00 SLTA/sederajat wiraswasta hormonal 5.00 51.00

ngatini 53.00 Diploma PNS hormonal 6.00 51.00

datiyem 53.00 Diploma PNS hormonal 4.00 52.00

nurhiyah 53.00 SLTA/sederajat wiraswasta hormonal 2.00 51.00

darmini 53.00 SD wiraswasta

non-hormonal 5.00 46.00

suwasty 53.00 SLTA/sederajat wiraswasta

asni 52.00 SLTA/sederajat wiraswasta hormonal 4.00 51.00 natini 51.00 SD

rayani 51.00 SLTA/sederajat wiraswasta hormonal 5.00 50.00 yusmida 50.00 SLTA/sederajat

palimi 48.00 SLTA/sederajat wiraswasta

fatma 46.00 SLTP/sederajat wiraswasta

nama usia pendidikan pekerjaan kontrasepsi lamapemakaian usiamenopause roslina 60.00 SLTA/sederajat

tidak bekerja

non-hormonal 5.00 47.00

nurbayani 60.00 SLTA/sederajat

sri fatimah 60.00 SLTA/sederajat tidak

suyem 60.00 SLTP/sederajat wiraswasta hormonal 1.00 52.00 rusni 60.00 SLTA/sederajat wiraswasta hormonal 2.00 52.00 sopiah 60.00 SD

tidak

bekerja hormonal 1.00 52.00

maslima 60.00 SLTA/sederajat wiraswasta hormonal 3.00 54.00

maslima 60.00 SLTA/sederajat wiraswasta hormonal 3.00 54.00

Dalam dokumen OLEH : METIA N SITUMEANG (Halaman 31-67)

Dokumen terkait